p-Index From 2021 - 2026
8.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Paramita: Historical Studies Journal Harmonia: Journal of Research and Education BAHASA DAN SASTRA Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Journal of Visual Art and Design JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Citra Lekha Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Islamic Architecture Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Jurnal Pariwisata Terapan JSM (Jurnal Seni Musik) Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Jurnal Inovasi Penelitian Atrat: Jurnal Seni Rupa JKTP Jurnal Ekonomi PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Mandalika Review Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

DARI PASANGGRAHAN HINGGA GRAND HOTEL: AKOMODASI PENGINAPAN UNTUK TURIS PADA MASA HINDIA-BELANDA DI PRIANGAN (1869-1942) Andi Arismunandar; Reiza D. Dienaputra; Raden Muhammad Mulyadi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 12, No 2 (2020): PATANJALA VOL. 12 NO. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30959/patanjala.v12i2.571

Abstract

Pada periode akhir masa kolonial Belanda di Hindia, justru semakin banyak turis yang berkunjung. Priangan yang merupakan primadona kunjungan wisata pada masa itu, tentunya harus menata diri sebagai persiapan menyambut dan melayani para turis yang berkunjung. Akomodasi penginapan dalam dunia pariwisata adalah hal yang pokok untuk tersedia dan memadai di lokasi-lokasi yang akan dituju oleh para turis. Berbagai kisah menarik mengenai perkembangan akomodasi penginapan membawa nilai positif bagi para turis yang berkunjung ke Priangan berdasarkan sumber-sumber yang ditemukan oleh penulis. Maka, untuk menjabarkan persoalan tersebut dibutuhkan kajian historis dengan menggunakan metode sejarah, terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ini, bahwa pariwisata baru mulai menggeliat ketika memasuki akhir dari Abad ke-19 dimana Pesanggrahan dan Hotel semakin berkembang sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan penginapan bagi para turis. Setidak-tidaknya dari berbagai sumber yang coba penulis baca dan telaah dapat menjelaskan mengenai perkembangan akomodasi penginapan pariwisata pada masa kolonial Hindia Belanda. During the late Dutch colonial period in the Dutch East Indies, more and more tourists visited. As a result, Priangan, which was the most favorite tourist destination at that time, certainly had to manage itself better to serve the tourist visits. Therefore, the availability of adequate lodging accommodation in the world of tourism was a mandatory requirement, especially in tourist destinations. Referring the sources found by the author, there are various interesting stories about the development of lodging accommodation with a positive impact on tourists in Priangan. To describe this problem, a historical study is needed using the historical method consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the research conducted, it was revealed that tourism in Priangan first began to grow towards the end of the 19th century as indicated by the growing number of guest houses and hotels in response to meet the lodging needs of tourists. The results of the analysis of various sources used as a reference in this study indicate that the development of tourism accommodation during the Dutch East Indies colonial had a positive impact on the progress of tourism in Priangan.
PERAN DAN KONTRIBUSI PERHIMPUNAN AMATIR FOTO (PAF) BANDUNG DALAM BIDANG FOTOGRAFI INDONESIA (1954-2000) Muhammad Rinaldy Syarifulloh; Reiza D. Dienaputra; Ayu Septiani
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14436

Abstract

This study aims to explain the development of the Bandung Amateur Photo Association (PAF) in particular focusing on the discussion of its role and contribution in the field of Indonesian Photography in 1954-2000. The data collection method used in this research is descriptive-qualitative method with the stages through the historical method. The historical method consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. To analyze the role and contribution of PAF Bandung in Indonesian photography, this study uses the concepts of role and contribution,. The results of this study indicate that the Bandung Amateur Photo. Association (PAF) has a role and contribution in the field of Indonesian photography, especially amateur photography. PAF has contributed to the documentation of international activities, namely the 1955 Asian-African Conference (KAA). In addition, PAF has a role in being one of the initiators of the establishment of a national photography federation, including the Indonesian Photographic Association Association (Gaperfi) and the Federation of Indonesian Photographic Associations (FPSI). PAF has always played an active role and contributed to the holding of the Indonesian Photo Salon. In addition, PAF and PAF, which is the oldest photo community in Indonesia, have succeeded in producing outstanding photographers at the national and even international levels.Keywords: PAF; Photography; Amateur Photography; FPSI; Indonesian Photo Salon.
Fashion Streetwear Sebagai Penunjang Musisi Indie di Kota Bandung (1990-2004) Indar Buana Pradipta; Reiza D. Dienaputra; Ayu Septiani
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.41 KB) | DOI: 10.22437/titian.v5i1.11638

Abstract

This thesis is titled "Fashion streetwear as a support for indie musicians in the city of Bandung; 1990-2008". The Focus of the discussion is how fashion streetwear can be a support in the sustainbility of indie musicians in the city of Bandung. This research uses a historical method in which there are have several work steps such as field studies, literature studies, and interviews as supporting instruments. The historical method has four stages of work namely heuristics,criticism, interpretation, and historiography. The method the author uses as an analytical tool to dissect the problems discussed plus the help of other scientific concepts such as sociology, economics, and communication. The fact found is that, streetwear fashion began to develop in the City of Bandung in 1990's. The driving factors for the growth of this fashion trend include the development of indie music, and the incresing independent spirit in Bandung which eventually triggers the emergence of local fashion brands in Bandung, to become dominant culture for the city's young people and consistently supporting indie musicians in the Bandung City.
Pengembangan Agrowisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism di Desa Mirat Kabupaten Majalengka – Jawa Barat Acep Rahmat; Evi Novianti; Ute Lies Siti Khadijah; Reiza D Dienaputra; Awaludin Nugraha
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v3i1.57

Abstract

Desa Mira merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Majalengka. Wilayah ini memiliki bentang alam yang cukup lengkap, seperti dataran rendah berupa hamparan sawah dan perkebunan yang luas serta terdapat perbukitan disertai struktur bebatuan yang tersebar luas sehingga membentuk tebing-tebing. Adanya sumber daya alam tersebut perlu adanya pengembangan serta pengelolaan potensi Desa Mirat menjadi kawasan desa wisata khususnya di bidang agrowsiata serta melibatkan warga lokal yang berguna sebagai perberdayaan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan agrowisata di Desa Mirat dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Hasil penelitian menujukan perlu adanya program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan bercorak agrowisata yang dilakukan oleh pemerintah Desa Mirat berupa pelatihan dan pembinaan sadar wisata. Selain itu minimnya aksebilitas yang membuat kawasan tersebut sulit untuk dikunjungi, serta perlunya promosi agrowisata dibuat semenarik mungkin agar wisatawan tertarik mengunjungi agrowisata dengan berbagai event-event pariwisata
Estetika Morfologi Logo Dida I. Abdurrahman; Reiza D. Dienaputra; Sri R. Wardiani; Nandang Rachmat
PANGGUNG Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.353 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2115

Abstract

Perancangan logo adalah proses analisa spesifik di dalam sistem relasi komponen visual yang akan mengindikasikan sebuah abstraksi nilai, esensi, dan makna dari entitas yang direpresentasikanya. Kekuatan ekspresi visual logo dicapai melalui pertimbangan intensif terhadap strategi estetiknya. Deskripsi esensial morfologi logo kemudian dikaburkan dalam pemahaman yang beragam. Dengan menggunakan metode studi literatur, pendekatan sejarah, fenomena perkembangan, dan kualifikasi terminologisnya, ditemukan sebuah landasan epistemologis morfologi logo yang mencakup aspek ikonografi, komposisi, dan estetika. Estetika morfologi logo adalah acuan permodelan artistik yang dibentuk dari kombinasi logogram dan fonogram. Dengan penggunaaan ikonografi yang khas dalam menghadirkan makna dan pengaturan komposisi tertentu dalam merefleksikan penekanan nilai informasi, estetika morfologi logo secara keseluruhan adalah strategi penyusunan relasi antar komponen visual untuk menghasilkan konfigurasi logo yang memadai dan akurat sebagai bagian dari sistem identitas visual.Kata Kunci: estetika, morfologi, logo
Ruang Adat di Kampung Dukuh Dalam sebagai Bentuk Kehidupan Spiritual Nani Sriwardani; Reiza D Dienaputra; Susi Machdalena; N Kartika
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1127

Abstract

Masyarakat Adat Sunda tersebar di daerah di Jawa Barat, beberapa kampung bersifat tertutup dengan mempertahankan adat istiadat kebiasaan secara turun termurun dan sebagian juga ada yang mengalami penyesuain pada nilai-nilai kebudayaannya. Kampung Dukuh yang terletak di Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, merupakan salah satu kampung yang memiliki keduanya. Kampung tersebut memberi batas antara “dalam” dan “luar”. Pemisahan “dalam” dan “luar” ini memiliki perbedaan dalam menciptakan kesakralan ruang dan kondisi manusia yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nilai kehidupan spiritual yang hadir melalui batas ruang lingkup suatu kampung adat. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengutamakan berbagai data literatur serta survei dilapangan. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat batas wilayah atau ruang yang membatasi antara Dukuh Dalam dan Dukuh Luar. Kampung Dukuh mengedepankan akhlaq dalam sistem kehidupannya dan di Kampung Dukuh Dalam aturan tawadhu, sederhana, dan harmonis dijalankan sepernuhnya sampai kepada gaya hidup dan lingkungannya. Pegangan hidup masyarakat Kampung Dukuh Dalam berpedoman pada ajaran agama Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadist. Hasil dan kajian ini diharapkan dapat menjadi wawasan pengetahuan perihal Kampung Dukuh Dalam dan wilayah serta ruang yang menaunginya.
Tradisi Lisan dalam Melestarikan Lingkungan Alam di Kampung Adat Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha; Nani Sriwardani
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 3 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i3.1982

Abstract

Life in kampung adat is always interesting to study. Not only it has different culture than what is fostered by the community in general, kampung adat also has local wisdom that is ardently upheld by its community. One example is an oral tradition in Kampung Adat Dukuh, Ciroyom Village, Cikelet Subdistrict, Garut District, which is known as Uga Mandeling. The oral tradition contains local wisdom in preserving the natural environment. This study aims to further explore Uga Mandeling oral tradition and the extent to which it affects the life of the community. This study applied a historical method with four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography, to analyze Uga Mandeling in Kampung Adat Dukuh. The results show that, in addition to maintaining the natural environment, Uga Mandeling also contains an appeal to lead a harmonious life with other communities as well as the government. This study is expected to contribute to the relevant literature, particularly related to Kampung Adat Dukuh.
Budaya Tradisi Sebagai Identitas dan Basis Pengembangan Keramik Sitiwangun di Kabupaten Cirebon Deni Yana; Reiza D Dienaputra; Agus S Suryadimulya; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.167 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sentra kerajinan keramik Sitiwinangun di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon yang produknya saat ini semakin menurun baik secara kualitas maupun  kuantitas. Keadaan ini  merupakan hal yang ironis mengingat sentra tersebut memiliki potensi sumber daya alam, manusia dan budaya yang cukup kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan keramik    Sitiwinangun melalui pemanfaatan  budaya tradisi lokal sebagai penguatan identitas dan basis pengembangan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dan estetika melalui teori morfologi estetik dan metode ATUMICS dengan tahapan identifikasi, analisis, pengembangan desain, aplikasi desain dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk keramik yang lebih modern dalam bentuk karya seni, hias dan fungsi dengan identitas budaya tradisi lokal Cirebon. Budaya tradisi dalam konteks  konservasi dan revitalisasi kerajinan keramik secara umum dapat menjadi alternatif sebagai basis pengembangan dan penguatan identitas lokal produknya.Kata kunci : budaya, cirebon,keramik, sitiwinangun, tradisi. 
Penciptaan Alam Semesta dalam Naskah Layang Musa Kang Kapisan Kaaranan Purwaning Dumadi: Kajian Teologi dan Komparasi Kitab Agami Samawi Doni Wahidul Akbar; Titin Nurhati Ma'mun; I Syarief Hidayat; Reiza Dienaputra
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 10, No 1 (2019): Juli
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.788 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v10i1.24

Abstract

Naskah kuna Nusantara merupakan warisan budaya masa lalu yang isinya bernilai tinggi, tidak hanya untuk masa lalu juga untuk masa kini. Salah satu naskah yang memiliki arti penting kekinian bagi masyarakat Nusantara adalah naskah Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi. Penelitian ini menggunakan teori filologi dan metode teologi dengan pendekatan komparasi. Naskah ini menjelaskan pokok-pokok ajaran Kristiani yang meliputi terjadinya alam semesta, penciptaan manusia, dosa manusia, manusia jatuh dalam dosa, dan usaha Tuhan membantu manusia bangkit dari dosa yang mereka perbuat. Informasi itu diaktualisasikan penyebarannya melalui budaya Jawa dan aksara yang berlaku pada saat itu yaitu aksara Arab Pegon yang digunakan dalam Alqur’an. Hal itu menunjukkan bahwa naskahLayang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi sebagai dokumen penyebaran ajaran Kristiani pada zaman Islam yang berada di Jawa. Temuan dari kajian ini adalah penjelasan tentang persamaan dan perbedaan kronologi penciptaan alam serta pedoman teologi ketuhanan agama Kristen.
INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI DESA GEGESIK LOR KECAMATAN GEGESIK KABUPATEN CIREBON Reiza D. Dienaputra; Agusmanon Yunaidi; Susi Yuliawati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36850

Abstract

Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) menjadi kata kunci yang dapat digunakan untuk mengukur pemajuan kebudayaan. Hal tersebut secara tegas dijelaskan dalam UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan demikian, pemajuan kebudayaan suatu daerah pada kabupaten, kota, provinsi, atau pada wilayah administratif lainnya yang berada di bawah kabupaten dan kota, baik itu kecamatan, desa atau kelurahan, dapat diukur atau didekati dari profil OPK yang dimilikinya, termasuk jenis aktivitas pemajuan kebudayaan yang dimilikinya, baik itu berkenaan dengan pelestarian, pengembangan, pemanfaatan maupun pembinaan. Wilayah terbaik dalam hal pemajuan kebudayaan bisa dipastikan adalah wilayah yang tidak sekadar memiliki kesepuluh OPK akan tetapi juga memiliki aktivitas pemajuan kebudayaan di keempat bidang. Berangkat dari pemikiran tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini difokuskan pada upaya inventarisasi dan dokumentasi OPK di Desa Gegesik Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Pemilihan Desa Gegesik Lor sebagai lokasi PPM dikarenakan posisi penting yang dimiliki Desa Gegesik Lor sebagai salah satu Desa Budaya di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Selanjutnya, dari kegiatan inventarisasi dan dokumentasi tersebut tidak saja akan memberi penjelasan tentang kekayaan OPK Desa Gegesik Lor akan tetapi yang jauh lebih penting dari itu, mampu mendorong tampilnya Desa Gegesik Lor sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan, tidak hanya di Kecamatan Gegesik akan tetapi juga pada tingkat Kabupaten serta  Provinsi.
Co-Authors Abdul Rasyad Abdullah, Nabila Nurrahmadina Abdurrahman, Dida I. Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yuniadi Agustina Eka Putri Andi Arismunandar Andini, Mustika Anggiat Tornado Anggiat Tornado Anggiat Tornado, Anggiat Arovah, Eva Nur Aryanto, Peranciscus Asy'ari, Rifqi Asy'ari, Rifqi Awaludin Nugraha Ayu Septiani Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bucky Wibawa Karya Guna Bucky Wibawa Karya Guna Budi Muljana Cecep Ucu Rakhman Dadang Sudrajat Dadang Sudrajat Dadang Suganda Deni Yana Dida I. Abdurrahman Doni Wahidul Akbar Dwi Agusta Ekawardhani, Yully Ambarsih Eldo Delamontano Emmy Sundari Eva Mardiyana Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fajriasanti, Ruwaida Farida, Pingkan D Fauziah Hanum Fauziah Ismi Desiana Florenza, Lovinda Lusya Guna, Bucky Wibawa Karya Gusdi, Taqiy Harprianto, RM Anto Hazmirullah Aminuddin Hendrayana, Dian Hermanto, Bambang Heryadi Rachmat I Syarief Hidayat Imam Santosa Indar Buana Pradipta Kartika, N. kasiran, sugiarti Krishna Yuliawati, Ayu Kunkun Kurniawan Lukman, Kevin Muhamad Mas Dadang Enjat Munajat Mohammad Refi Omar Ar Razy Muhamad Adji Muhammad Rinaldy Syarifulloh Mulyadi, R M Mumuh Muhsin Zakaria Mutawally, Anwar Firdaus N Kartika Nandang Rachmat Nany Ismail Niknik Dewi Pramanik NIKNIK DEWI PRAMANIK, NIKNIK DEWI Nina Herlina Lubis Nina Herlina Lubis Nugraha, Muhamad Satria Nur Solihah Nyai Kartika Oktavia, Dina Pepen Efendi Peranciscus Aryanto Priani, Zalsa Az Zahra Prima Agustina Prima Agustina Mariamurti R. M. Mulyadi Rachmat, Nandang Raden Muhammad Mulyadi Rahman, Farid Asfari Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy’ari Rizkiyah, Nurul Farikhatir Roni Tabroni Roni Tabroni Rony Hidayat Rony Hidayat Sutisna Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Sri Astuti Pratminingsih Sri R. Wardiani Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suryadimulya, Agus S Suryadimulya, Agus S. Susi Machdalena Susi Machdalena Susianty Natalia Dewi Sutisna, Rony Hidayat Syahrani, Tirana Devi Syifa Afifah Qalby Tahir, Rusdin Teddi Muhtadin Tita Juwita Titin Nurhati Ma'mun Titin Nurhayati Ma’mun U Sudjana Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wardiani, Sri R. Widyo Nugrahanto Witakania Sundasari Witakania Sundasari Som Withaningsih, Susanti Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Piliang Yuliawati, Susi Yully Ambarsih Ekawardhani Yustikasari Zahra, Izzatun Zhafarini, Ghaziana