This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Nurse Media Journal of Nursing Journal of Education and Learning (EduLearn) JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Jurnal Organisasi Dan Manajemen CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Basicedu Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Jambura Journal of Educational Management Healthy-Mu Journal Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Jaringan Laboratorium Medis Bali Medika Jurnal Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Madani International Journal of Multi Discipline Science (IJ-MDS) Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Jurnal EduHealth Journal of Education Research Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JRKN Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Indonesian Journal Of Educational Research and Review Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Basicedu Jurnal Kesehatan Terpadu Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia Communautaire: Journal of Community Service Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Itekes Bali Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Inovasi Kesehatan Global Nomico Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis Jurnal Abdimas Kesehatan Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi IPSSJ Jurnal MediLab Mandala Waluya Jurnal Analis Kesehatan Kendari Jurnal Ilmu Kesehatan Nomico Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader Kesehatan Masyarakat Dalam Perawatan Paliatif Di Desa Binaan Peguyangan Kangin Andini, Ni Komang Sukra; Candrawati, Sang Ayu Ketut; Citrawati, Ni Ketut; Subhaktiyasa, Putu Gede; Suniyadewi, Ni Wayan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.688

Abstract

Perubahan angka kematian yang didominasi oleh penyakit non infeksi atau penyakit yang tidak menular menjadi sutu gambaran perubahan transisi epidemiologi pararel, untuk mengatasi fenomena tersebut, maka dibutuhkan perawatan paliatif. Menurut WHO ada lebih dari 40 juta orang di dunia yang membutuhkan perawatan paliatif tetapi hanya 14% yang baru menerima perawatan tersebut. Indonesia masuk ke dalam posisi terujung. Indonesia berada di peringkat 70 dengan tingkat asuhan paliatif terendah, atau hanya 0,1% dari pasien yang membutuhkan asuhan paliatif. Perawatan paliatif tidak hanya berfokus pada pelayanan paliatif di rumah sakit namun saat ini perlu untuk dikembangan perawatan paliatif berbasis komunitas. Perawatan paliatif di lingkungan komunitas tentunya membutuhkan dukungan kader Kesehatan Masyarakat dalam memberikan pengetahuan dan pendampingan terhadap anggota keluarga yang memiliki keluarga dengan kondisi penyakit paliatif. Kader kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan permasalahan perawatan paliatif baik  yang  dialami  oleh  pasien  maupun  keluarga  maka  perlu  ada  upaya  pemberdayaan  kader  dalam peningkatan   pengetahuan   keperawatan   paliatif   di   wilayah   kerja Puskemas   peguyangan kangin  sangat  diperlukan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas III Denpasar Utara Wilayah Desa Binaan Peguyangan Kangin, Adapun kegiatan yang dilakukan adalah 1.         Melakukan pre test; 2.Penyuluhan kepada kader Kesehatan, Pendidikan  kesehatan yang    diberikan  kepada  kader  adalah  mengenai  konsep  perawatan  paliatif , tugas  dan  fungsi  keluarga  dalam  perawatan  paliatif,  gangguan  psikologis dan pemenuhan   kebutuhan   psikologis   pasien   dan   keluarga   serta   pemenuhan kebutuhan   spiritual   pasien   dan   keluarga   dalam   perawatan paliatif; 3. Melakukan post-test sebagai evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan terkait perawatan pasien paliatif yang ditunjukkan melalui nilai post test kader Kesehatan. Berdasarkan hasil pretest diketahui bahwa pengetahuan kader mengenai perawatan paliatif  bahwa pengetahuan baik 20 orang (74%). Post-test pelaksanaan pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader terkait perawatan paliatf sebanyak 25 orang (89%) pengetahuan kader baik. Selain itu kader juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait perawatan pasien paliatif. Pengetahuan kader Kesehatan terkait perawatan paliatif diharapkan mampu digunakan untuk mendampingi anggota posyandu yang memiliki keluarga dengan kondisi penyakit paliatif. Kata kunci : Pemberdayaan, kader kesehatan, perawatan paliatif
Exploring Lecturer Commitment in the Digital Era: Value, Affective, Continuance, and Normative Dimensions Subhaktiyasa, Putu Gede
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3280

Abstract

Digital transformation has increased the complexity of higher education dynamics, affecting various aspects, including lecturers' commitment to the institution. This study aims to analyze lecturers' commitment, including value, affective, continuance, and normative commitments, in the face of changes triggered by digitalization. This study used a descriptive quantitative approach, with data collected through a standardized questionnaire from 336 lecturers selected using a proportional random sampling technique. Descriptive statistical analysis was conducted with SPSS. The results showed that value and affective commitment had the highest levels, reflecting the alignment of lecturers' values with the institution's vision and their emotional attachment to higher education. However, continuance commitment showed variation, with some lecturers considering external factors such as other job opportunities and financial benefits in their decision to stay. Meanwhile, normative commitment tends to be low, indicating that not all lecturers feel morally obligated to their higher education institution. The findings emphasize the importance of institutional strategies in improving lecturers' welfare, continuous professional development, and incentive policies to strengthen their long-term commitment.
Interaksi Sosial Anak di Era Digital Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial pada Usia Sekolah Dasar Mediari, Ni Luh Putu; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Subhaktiyasa, Putu Gede
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v5i3.4008

Abstract

The use of technology, including gadgets, is one of the characteristics of a country's progress. However, excessive gadget use in children can affect their social interactions, such as reducing physical play time, increasing antisocial behavior, and reducing social interaction skills. This study aims to analyze the relationship between gadget use and social interaction in elementary school-aged children. The method used was quantitative with a descriptive correlational design. The sample of this study consisted of 97 students in grades IV-VI who were selected using a simple random sampling technique. Data analysis used univariate analysis to determine frequency distribution and bivariate analysis with the Spearman Rank test to test the relationship between variables. The results showed that 52 people (53.6%) of respondents had gadget use in the poor category, while 70 people (72.2%) had social interaction in the low category. The results of the Spearman Rank test showed a correlation value of ρ-value = <0.001 < α 0.05 with a value of r = 0.347, which indicates a low correlation with a positive direction. This finding suggests that non-optimal gadget use contributes to low social interaction in school-age children. Therefore, wise management of gadget use needs to be implemented to support children's social interaction.
The Impact of Hospital Management Information System (HMIS) on Work Efficiency of Laboratory Services Djusran, Ilyas; I.G.P. Agus Ferry Sutrisna Putra; Putu Gede Subhaktiyasa; Anak Agung Ayu Eka Cahyani
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i1.285

Abstract

Hospitals as public service providers are required to optimize information technology through the Hospital Management Information System (HMIS) to improve the quality and efficiency of health services, including laboratory installations. However, HMIS implementation often faces technical and coordination barriers between units that may reduce its effectiveness. This study aimed to analyze the effect of HMIS on the work efficiency of laboratory personnel at Kendari City Hospital. This research applied a quantitative approach with a cross-sectional design. All laboratory staff (medical laboratory technologists, nurses, and specialist doctors) totaling 28 respondents were selected using total sampling. Data collection was conducted from February to July 2025 using a valid and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed using simple linear regression and one-tailed t-tests with SPSS version 27. The results showed that most respondents had positive perceptions of HMIS implementation (mean 4.19) and work efficiency (mean 4.28). Regression analysis revealed a significant positive effect of HMIS on work efficiency (coefficient 0.657; R² 0.331; t-statistic 3.590 > t-table 1.706). In conclusion, HMIS implementation positively influences laboratory personnel work efficiency. Continuous development and evaluation of HMIS, as well as integration with the Laboratory Information System, are recommended to enhance laboratory service quality.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN LANSIA TERHADAP LAYANAN CITO DI LABORATORIUM RSU ANUTAPURA PALU Ika Yulfitrah; Putu Gede Subhaktiyasa; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna; Diah Prihatiningsih
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i1.1228

Abstract

Pelayanan cito di laboratorium medis memegang peranan penting dalam menunjang pengambilan keputusan klinis secara cepat, khususnya bagi pasien lansia yang memiliki kondisi kesehatan kompleks dan membutuhkan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien lansia terhadap layanan cito di Laboratorium RSU Anutapura Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode survei melalui penyebaran kuesioner tertutup. Jumlah responden sebanyak 100 pasien lansia yang melakukan pemeriksaan cito pada periode Mei hingga Juni 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan, yang diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Sementara itu, variabel dependen adalah kepuasan pasien. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian kualitas pelayanan dalam kategori sangat baik pada seluruh dimensi, dengan persentase tertinggi pada dimensi empati dan daya tanggap (97%), serta terendah pada dimensi bukti fisik (83%). Tingkat kepuasan pasien juga tinggi, di mana 92% responden menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diterima. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien (r = 0,316; p = 0,001), sedangkan uji Chi-Square menghasilkan nilai signifikansi p = 0,040. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien lansia terhadap layanan cito di Laboratorium RSU Anutapura Palu. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pasien.
Spiritual Leadership Enhances Caring Behaviour: The Mediating Role of Calling Candrawati, Sang Ayu Ketut; Sriani, Ni Kadek Ayu; Subhaktiyasa, Putu Gede; Andini, Ni Komang Sukra; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Citrawati, Ni Ketut; Andriany, Megah
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.58964

Abstract

Background: Caring behaviour is essential for patient health; however, it is often not practised optimally. Therefore, spiritually-based leadership is required to encourage this behaviour. Unfortunately, research investigating the ability of spiritual leadership to enhance caring behaviour through spiritual well-being is limited.Purpose: This study aimed to examine the impact of spiritual leadership and spiritual well-being in the form of calling and membership on caring behaviour.Methods: This study employed an explanatory quantitative design with a cross-sectional approach. One hundred fourteen inpatient nurses who provided comprehensive patient care were selected using a total sampling technique. Data were collected using the Spiritual Leadership Questionnaire and the Caring Behaviours Inventory. The analysis adopted partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) using a second-order reflective-formative model.Results: The findings demonstrate that spiritual leadership has a significant direct effect on caring behaviour (t=3.976, p=0.000), calling (t=4.672, p=0.000), and membership (t=2.845, p=0.005). However, the direct impact of membership on caring behaviour was insignificant (t=1.298, p=0.194). Calling proved to mediate the effects of spiritual leadership on caring behaviour (t=3.145, p=0.002), while membership could not function as a mediator (t=1.197, p=0.231).Conclusion: This study emphasizes the importance of spiritual leadership in nursing care, particularly in enhancing nurses’ caring behaviours. Healthcare organizations should implement training programs on spiritual leadership to encourage calling nurses to perform their duties with dedication. Developing nurse membership should be considered, but the main focus must be on strategies that strengthen nurses’ calling, as this is an essential factor in providing quality and empathetic care.
Uji Korelasi dalam Penelitian Kuantitatif: Kajian Konseptual, Asumsi Statistik dan Implikasi Paraktis Subhaktiyasa, Putu Gede; Numertayasa, I Wayan; Sumaryani, N. Putri; Candrawati, Sang Ayu Ketut; Dharma, I Dewa Gede Candra; Saputra, I Gusti Ngurah Widya Hadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3952

Abstract

Uji korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hubungan antarvariabel, namun praktiknya masih menunjukkan kesalahan intepretasi dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kritis terhadap berbagai jenis uji korelasi parametrik dan non-parametrik dengan mentelaah keunggulan, keterbatasan, dan konteks penggunaannya dalam kerangka validitas dan analisis data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka melalui telaah literatur dari basis data ilmiah dalam rentang 2015-2025. Analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan deduktif-induktif pada tema konseptual, asumsi statistik dan praktik penerapan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa uji korelasi berperan penting dalam identifikasi kekuatan dan arah hubungan antarvariabel, namun tidak dapat digunakan untuk memberikan kesimpulan hubungan sebab akibat. Penentuan jenis korelasi harus mempertimbangkan skala pengukuran, distribusi data dan data outlier. Selain itu, signifikansi statistik tidak selalu mencerminkan makna substantif, sehingga diperlukan interpretasi dan pelaporan yang dilandasi justifikasi metodologis yang kuat. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi statistik dan pemahaman metodologis untuk ketapatan analisis, mencegah kesalahan infersial dan meningkatkan kualitas rekomendasi berbasis bukti.
Optimalisasi Kemandirian Kader dalam Penurunan Scabies melalui PHBS di Rumah Tahanan Kelas IIB Bangli Candrawati, Sang Ayu Ketut; Citrawati, Ni Ketut; Andini, Ni Komang Sukra; Subhaktiyasa, Putu Gede
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.784

Abstract

The complex challenges in improving the health and welfare of prisoners at the Bangli Class IIB Detention Center demand a concrete response. Government Regulation No. 32/1999 affirms the right of every prisoner to obtain proper health services. One of the health problems that arise due to the crowded room occupancy is skin diseases, such as Scabies. To overcome the transmission of the disease, the first step that needs to be taken is the formation of Health Cadres. This Health Cadre Development activity aims to improve the health of WBP through counseling and training. This PKMS activity aims to improve the health of correctional prisoners (WBP) through the development of health cadres. The method used is Community-Based Interactive Approach (CBIA), WBP is actively involved in counseling and training related to clean and healthy living behavior (PHBS) and handling of Scabies skin disease in detention centers. The results of the activity showed an increase in knowledge and positive attitudes related to PHBS and the role of health cadres among prisoners. In conclusion, the formation of inmate health cadres can be a potential solution in efforts to prevent and manage diseases and improve the quality of life in detention centers
Tri Hita Karana and Organizational Culture in Society 5.0: Effect on Adaptability, Consistency, Involvement, and Mission Subhaktiyasa, Putu Gede; Sintari, Silvia Ni Nyoman; Andriana, Kiki Rizki Fista; Sumaryani, N. Putri; Werang, Basilius Redan; Sudiarta, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jimb.v9i1.4679

Abstract

Tri Hita Karana is the local wisdom of the Balinese people that emphasizes the harmonization of relationships with God, fellow humans, and nature and is predicted to create an organizational culture in Society 5.0. However, studies showing the influence are still limited. Therefore, this study examines Tri Hita Karana's influence on adaptability, consistency, engagement, and mission as an organizational culture. This study is a quantitative study with an ex post facto approach involving 164 nurses with a purposive sampling technique. Data were collected using a closed questionnaire with a five-point Likert scale. The evaluation used PLS-SEM with a second-order formative reflective model approach for theoretical studies. The evaluation used SEM-PLS with a second-order formative reflective model approach. The main findings of this study identified that Tri Hita Karana affects organizational culture. Tri Hita Karana, which consists of spiritual, social, and ecological values, has a direct positive effect on adaptability, consistency, involvement, and mission. The study also indicated that the influence on adaptability has a higher effect size than other dimensions. The findings provide an understanding of organizational management and encourage them to consider the concept of Tri Hita Karana as an organizational culture for organizational sustainability in the era of Society 5.0.
Evaluasi Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif: Sebuah Studi Pustaka Subhaktiyasa, Putu Gede
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1747

Abstract

Validitas dan reliabilitas terbukti sebagai dua aspek penting yang menentukan kualitas instrumen dalam mengukur variabel penelitian, namun masih dibutuhkan konsistensi dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait uji validitas dan reliablitas yang perlu dilakukan untuk menghasilkan instrumen penelitian yang baik. Studi merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam konteks sosial dan budaya dapat mempengaruhi keandalan instrumen yang telah teruji di masa lalu. Studi menekankan pentingnya pengujian ulang instrumen melalui beberapa uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan akurasi pengumpulan data. Hasil penelitian berkontribusi dalam pengembangan dan pengujian instrumen yang lebih efektif untuk meningkatkan kredibilitas hasil penelitian.
Co-Authors Abd. Syakur Alfrida Fitrah Amalia Aloysius Jondar Ana Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Gede Agung Anak Agung Sri Sanjiwani Andini, Ni Komang Sukra Andriana, Kiki Rizki Fista Anjela Stefanie Natalia Arisusana, I Made Basilius Redan Werang Bayangkari Bayangkari Bayangkari, Bayangkari Bonefisia Amul Vinsensa Cahyani, Anak Agung Ayu Eka Citrawati, Ni Ketut Citrawati, Ni Ketut Dharma, I Dewa Gede Candra Diah Prihantiningsih Diah Prihatiningsih Didik Setiawan Djusran, Ilyas I Gede Ratnaya I Gst Putu Agus Ferry Sutrisna P I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra I Made Arya Wirya Atmaja I Made Oka Adi Parwata I Nyoman Jampel I Nyoman Sudiarta I Putu Eka Indrawan I Wayan Pira Adi Pratama I.G.P. Agus Ferry Sutrisna Putra Ika Yulfitrah Ikhyanuddin Ikhyanuddin Ikhyanuddin, Ikhyanuddin Jelita Citrawati Jihan Jondar , Aloysius Judijanto, Loso Kadek Rihendra Dantes Ketut Devita Kiki Rizki Fista Andriana Kiki Rizki Fista Andriana KMT Lasmiatun Lasmiatun, KMT Lede, Yohanes Umbu Lia Rahayu Loso Judijanto Made Ani Suprapta Mediari, Ni Luh Putu Megah Andriany Mirayanti, Ni Ketut Ayu Moh. Fairuz Abadi Muhamad Nazim N Putri Sumaryani N. Putri Sumaryani N. Putri Sumaryani N. Putri Sumaryani Nazim, Muhamad Ni Kadek Ayu Cintya Dewi Ni Kadek Ayu Sriani Ni Kadek Era Indrayani Ni Kadek Muliawati Ni Kadek Siska Anggun Lestari Ni Ketut Ayu Mirayanti Ni Ketut Ayu Mirayanti Ni Ketut Ayu Mirayanti Ni Ketut Ayu Mirayanti Ni Ketut Ayumirayanti Ni Ketut Citrawati Ni Komang Sukaraandini Ni Komang Sukra Andini Ni Luh Nik Rahayu Ni Putu Puspita Dewi Ni Wayan Sunita Nopita Wati, Ni Made Norma Oknita Numertayasa, I Wayan Nyoman Sudarma Parmithi, Ni Nyoman Parwati, Putu Ayu Puspayanti, Ni Ketut Ayu Putri Sumaryani N. Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri, Putu Hita Jyotisna Putu Satya Laksmi, I Gusti Ayu Putu Thrisna Dewi, Ni Luh Resiyanthi, Ni Komang Ayu Risqi, Nurainni Sang Ayu Ketut Candrawati Sang Ayu kt Candrawati Santhosa, Pande Wayan Sari, Lia Cahya Silvia Ni Nyoman Sintari Silvia Ni Nyoman Sintari Sintari, Silvia Ni Nyoman Sri Idayani Sriani, Ni Kadek Ayu Sumaryani, Nyoman Putri Sunita Ni Wayan Suniyadewi, Ni Wayan Suprapta, Made Ani Sutrisna Putra, I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna, I Gusti Putu Agus Ferry Tri Astuti wira Pratiwi Wahyudi, Hendro Wayan Shinta Wati Widana, Anak Agung Gde Oka Yuni Antari