p-Index From 2021 - 2026
8.312
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Al Ishlah Jurnal Pendidikan AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Southeast Asian Journal of Islamic Education Istawa: Jurnal Pendidikan Islam TARBAWI: Journal on Islamic Education Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Potret Pemikiran Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Journal of Instructional and Development Researches Al-Hanif: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Indo-MathEdu Intellectuals Journal Sulawesi Tenggara Educational Journal Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Sultan Idris Journal of Psychology and Education Mauriduna : Journal of Islamic studies DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Southeast Asian Journal of Islamic Education Addabana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran FENOMENA: Jurnal Penelitian Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI) Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Borneo Journal of Islamic Education Jurnal AL-Muta`aliyah : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman SIMAS JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Jurnal Pendidikan Islam Edumaspul: Jurnal Pendidikan Jurnal Abdimas Mahakam Sustainable
Claim Missing Document
Check
Articles

Educational Institution Strategic Plan Model Erna Lutfijah; Nur Kholik Afandi; Husni Idris
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6360

Abstract

The strategic plan model is to explain the actions in the process of achieving the goals to be completed. This study aims to examine the strategic planning model. This study uses the library research method by collecting materials containing content about the strategic planning model. This study describes the meaning of strategic planning models, strategic planning components, and strategic planning models. The strategic planning steps include the following: 1) Set organizational goals and direction; 2) Learn about the environment inside and outside; 3) Formulate strategies; 4) Implement strategies; 5) Evaluate and monitor strategies. The strategic planning models are as follows: 1) "Basic" Strategic Planning Model; 2) Planning model based on problems or objectives; 3) Alignment or Alignment Model; 4) Scenario Planning Model; 5) Organic or Self-Organization Planning Model.
Penguatan Profesionalitas Guru PAUD di Sekitar Wilayah Ibu Kota Negara Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Nur Kholik Afandi; Muhammad Iswadi; Farah Azizah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3330

Abstract

Pemindahan ibu kota negeri merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan akses pendidikan yang berkualitas. Salah satu lembaga pendidikan yang harus mendapat perhatian secara khusus adalah lembaga pendidikan anak usia dini. Lembaga ini memiliki peran penting dalam menempatkan nilai-nilai dasar karakter peserta didik. Oleh karena itu, guru Pendidikan Anak Usia Dini harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Dinamika di lapangan menujukkan bahwa sebagian besar guru belum memahami pentingnya karya ilmiah untuk mendukung kompetensi diri, rendahnya motivasi dan belum memiliki kemampuan untuk menulis karya ilmiah. Maka perlunya kegiatan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. melalui pendampingan penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Parsipatif. Metode pendampingan dilakukan dengan ceramah, diskusi dan praktik. Hasil pendampingan menunjukkan para peserta memahami pentingnya karya ilmiah, memiliki motivasi yang tinggi untuk menulis karya ilmiah. Peserta mampu menulis dan mengirimkan artikel.
The Implications of Intimate Relationships on the Balance between Academic Achievement and Religiosity: A Phenomenological Study Fadillah, Anif; Jannah, Fathul; Afandi, Nur Kholik
Jurnal Likhitaprajna Vol 28 No 1 (2026): April 2026
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v28i1.968

Abstract

This study aims to explore students’ subjective experiences in interpreting and managing intimate relationships and their implications for the balance between academic achievement and religiosity. This study employed a qualitative phenomenological approach involving 22 participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings reveal that intimate relationships are ambivalent in nature. On the one hand, they function as sources of emotional support, academic motivation, and spiritual strengthening. On the other hand, they may lead to psychological stress, academic distraction, and moral conflict. The results indicate that the balance between academic achievement and religiosity is not determined by the presence of the relationship itself, but by self-regulation, emotional maturity, and spiritual awareness. This study contributes to Islamic educational psychology by positioning intimate relationships as an integrative space connecting emotional, academic, and spiritual dimensions.
Teachers' Strategies in Cultivating Gratitude Character through Islamic Education and Local Cultural Practices in Primary Schools: A Qualitative Approach Nur Kholik Afandi; Zurqoni Zurqoni
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v9i2.444

Abstract

Fostering the character of gratitude in students often becomes trapped in static doctrinal approaches, failing to reach the affective depth necessary for meaningful transformation. This study aims to explore and analyze pedagogical strategies that synergize the values of Islamic education and indigenous wisdom to nurture gratitude in primary school students. The research adopted a phenomenology design. Data collection techniques included interviews, focus group discussions, and observations. Data analysis in this study utilizes Robert K. Yin's systematic protocol, involving 25 Islamic Religious Education (IRE) teachers as key participants to uncover the essence of their lived experiences in internalizing gratitude values. The findings revealed that cultivating a character is implemented through a comprehensive orchestration of strategies, including systematic habituation, behavioral modeling, reflection through muhasabah (self-introspection), and the application of cooperative and experiential learning methods integrated with local cultural values. These findings asserted that instilling a character of gratitude is not merely an individual theological disposition but a socio-pedagogical construction that requires the fusion of Islamic educational values and indigenous wisdom to establish robust habituation practices. The implications of this study underscore the importance of shifting the paradigm from moralistic instruction to a reflective, contextually aligned pedagogy that resonates with students' spiritual values and sociocultural realities. This study makes a significant contribution to the development of more dynamic and applicable character education curriculum models at the primary school level.
Micro Learning Parenting Ibu Pekerja dalam Stimulasi Kognitif Anak TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda Linda Anggraini; Nur Kholik Afandi
AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Vol 6, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/al-hanif.v6i1.30198

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi micro learning parenting pada ibu pekerja di TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap ibu pekerja, guru, dan kepala sekolah yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara interaktif dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pekerja memanfaatkan micro moment dalam aktivitas sehari-hari melalui bermain, bercerita, membaca, dan tanya jawab sebagai bentuk stimulasi kognitif. Pendekatan ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan memahami instruksi, mengenal huruf dan angka, berpikir logis sederhana, serta komunikasi anak. Meskipun terkendala waktu dan kelelahan, dukungan keluarga dan sekolah memperkuat implementasi micro learning parenting sebagai strategi pengasuhan yang adaptif bagi keluarga modern.
Optimalisasi Media Pembelajaran Sederhana pada Pendidikan Anak Usia Dini yang Tepat dan Sesuai dengan Studi Literatur Irmiani Irmiani; Nur Kholik Afandi; Andraina Rizki Aulia
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi media pembelajaran sederhana pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan studi literatur. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya pemanfaatan media pembelajaran sederhana di PAUD pedesaan akibat keterbatasan ekonomi, infrastruktur, dan kompetensi guru, sehingga berpotensi menghambat perkembangan holistik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan kerangka PRISMA 2020. Data diperoleh dari lebih dari 30 sumber pustaka primer dan sekunder, meliputi jurnal ilmiah terbitan 2021–2025, buku teori klasik, dan dokumen resmi yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, Sinta, dan repository universitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media berbasis bahan alam dan daur ulang (daun kering, kayu ranting, botol plastik, kardus bekas, serta visual motif lokal) merupakan pilihan paling efektif dan berkelanjutan. Media tersebut memberikan manfaat signifikan terhadap perkembangan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, dan kreativitas anak dengan tingkat efektivitas 80–94%. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa kurangnya pelatihan guru dan integrasi kearifan lokal, serta merumuskan Model Optimalisasi Media Sederhana Berbasis Kearifan Lokal (OMSBKL) sebagai strategi kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pemangku kebijakan di Desa Jemparing untuk meningkatkan kualitas PAUD di wilayah terpencil. Temuan ini memperkaya perspektif pendidikan berbasis lokal di Indonesia.
Internalisasi Nilai Karakter Qur’ani melalui Program G7KAIH di Madrasah Ibtidaiyah Haidar Hafiedz; Fathul Jannah; Nur Kholik Afandi
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 16 No. 1 (2026): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v16i1.8617

Abstract

The rapid development of technology and globalization poses significant challenges to shaping students’ character, underscoring the need to strengthen Qur’anic-based character education through contextual and sustainable approaches. This study aims to analyze the process of internalizing Qur’anic character values through the Seven Habits of Outstanding Indonesian Children (G7KAIH) program at MI Negeri 1 Samarinda and to identify its supporting and inhibiting factors. This research employs a qualitative field research approach, including participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, with eight purposively selected informants. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, supported by triangulation techniques to ensure validity. The findings reveal that the internalization process occurs through three stages: transformation, transaction, and transinternalization, which are integrated into habituation activities, teacher role modeling, and support from both school and family environments. The program contributes to improved discipline, independence, and religious awareness among students. Its success is supported by active teacher involvement, a conducive school environment, and parental participation, while challenges include diverse family backgrounds and limited supervision outside school. Therefore, the G7KAIH program is an effective model for internalizing Qur’anic character values through sustained habituation.
Erau Festival: Building Religious Moderation Through Education for Generation Alpha in Kutaikartanegara Wiwik Angranti; Nur Kholik Afandi; Fathul Jannah
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 21 No 2 (2025): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v21i2.10499

Abstract

The Erau Festival in Kutai Kartanegara is a traditional ritual that represents gratitude and the multicultural local wisdom of the community. This festival has the potential to serve as a bridge for strengthening religious moderation, particularly among the younger generation. This study aims to develop teaching materials based on the values of the Erau Festival, which are aligned with the four pillars of religious moderation, and to examine their implications on students' mindsets and cultural awareness. The research employs the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The developed teaching materials were implemented and tested in two multicultural schools. Data was collected through observation and interviews, and then analyzed qualitatively. The results indicate a significant increase in cultural awareness, rising from an initial 28% among participants to 58% post-implementation, and the initiative received support from the schools. Furthermore, an observable improvement occurred in social interactions among students. The study concludes that the local wisdom values within the Erau Festival can be transformed into effective teaching materials to instill religious moderation and multicultural awareness in the Alpha generation. The implication of this research provides a practical model for integrating local wisdom into formal education.
Implementasi vicarious learning dalam menanamkan nilai ketaatan beribadah pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda Ummu Khairin Nisa; Nur Kholik Afandi
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12161

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa berkebutuhan khusus yang belum menunjukkan ketaatan dalam proses pembelajaran. Demikian itu ditunjukkan dengan perilaku seperti seperti keluar masuk kelas tanpa izin selama pembelajaran, tidak fokus saat belajar, menggunakan bahasa kasar yang tidak sesuai dengan usianya, berteriak saat proses pembelajaran berlangsung, serta makan ketika teman-temannya sedang sholat. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis  implementasi vicarious learning dalam pembelajaran untuk menanamkan nilai ketaatai pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif. Dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 menggunakan metode vicarious learning. Dari pembelajaran tersebut memuat penanaman nilai ketaatan pada anak berkebutuhan khusus melalui pembiasaan pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah, pembelajaran al-Qur’an dengan mengaji tilawati, program sedekah jum’at, dan pembiasaan berdo’’a sebelum mengawali kegiatan. Selain itu, siswa dibiasakan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Dari berbagai aktivitas, siswa memiliki nilai dan karakter taat pada saat pembelajaran. Ketaatan menjadi hal yang dibutuhkan oleh guru dari siswa, sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
PENDEKATAN SOSIOLOGIS BUDAYA DALAM PAI: MENJAWAB TANTANGAN MODERNITAS DAN PLURARISME Abdussalam Ridho; Nur Kholik Afandi
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2025): August
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v8i2.923

Abstract

Abstract: The era of globalization, accompanied by advancements in information technology, the dominance of popular culture, and the massive use of social media, has reshaped how young people perceive religion. This article aims to analyze the impact of modernity and globalization on the religiosity of young generations and describe the urgency of the sociocultural approach in Islamic Religious Education (PAI) as a response to contemporary challenges. This research adopts a qualitative method with a literature review approach, utilizing scientific sources such as journals, books, and relevant academic articles. The findings show that modernity and social media have fostered individual spiritual expressions, weakened the authority of religious leaders, and resulted in partial and textual religious understanding. These developments highlight the need for a new approach in PAI that is not only normative but also contextual and communicative. The sociocultural approach views religion as a dynamic social phenomenon, allowing students to understand Islam within the social and cultural realities they face. Historically, this approach has proven effective in spreading Islam in Indonesia, as seen in the methods used by early Islamic scholars who integrated local cultural elements into their teachings. In education, this approach significantly contributes to enriching PAI materials to be more relevant to social realities and more effective in instilling values of tolerance, empathy, and social awareness. Therefore, integrating the sociocultural approach into PAI is a c rucial strategy to shape a generation of Muslims who are faithful, adaptive, and actively involved in building a harmonious multicultural society.Keywords: Cultural Sociology, Modernity, PAI, Pluralism.Abstrak: Era globalisasi yang diiringi oleh kemajuan teknologi informasi, dominasi budaya populer, dan penggunaan media sosial secara masif telah membentuk cara pandang baru terhadap agama di kalangan generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari modernitas dan globalisasi terhadap keberagamaan generasi muda, serta mendeskripsikan urgensi pendekatan sosiologis budaya dalam pendidikan agama Islam (PAI) sebagai respons terhadap tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, memanfaatkan literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernitas dan media sosial telah melahirkan fenomena spiritualitas individual, pelemahan otoritas tokoh agama, serta pemahaman agama yang cenderung parsial dan tekstual. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam PAI yang tidak sekadar normatif, tetapi juga kontekstual dan komunikatif. Pendekatan sosiologis budaya memandang agama sebagai fenomena sosial yang dinamis, memungkinkan peserta didik memahami Islam dalam konteks sosial dan budaya yang mereka alami. Historisnya, pendekatan ini telah terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh para wali dengan mengintegrasikan budaya lokal dalam dakwah. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini memberi kontribusi besar dalam memperkaya materi PAI agar lebih relevan dengan realitas sosial dan lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, integrasi pendekatan sosiologis budaya dalam PAI menjadi strategi penting untuk membentuk generasi muslim yang beriman, adaptif, dan aktif dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis.Kata Kunci: Modernitas, PAI, Plurarisme, Sosiologis Budaya.