Articles
KAJI KUALITATIF POLA TEGANGAN DENGAN VARIASI GEOMETRI DAN BEBAN PADA BAJA MENGGUNAKAN METODE LAPISAN GETAS (BRITTLE COATINGS METHOD)
Darto, Darto
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.595 KB)
|
DOI: 10.26905/jtmt.v1i2.4443
Metode lapisan getas (brittle coating method) yang termasuk dalam teori elastisitas dapat digunakanuntuk menganalisa tegangan secara teliti. Akan tetapi bentuk geometri dan jenis pembebanan yang tidakumum akan menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian persamaan matematisnya. Sehingga metodeteoritis ini hanya berguna untuk bentuk dan pembebanan yang sederhana. Dengan metode ini diharapkandistribusi dan kondisi tegangan yang sebenarnya akan dapat diketahui sehingga akibat pembebanan padaelemen dalam kondisi operasinya dapat diperhitungkan dengan lebih pasti.Dalam penelitian ini menggunakan metode diskriptif yaitu menjelaskan secara kualitatif serta didukungdengan beberapa data yaitu data teoritis dan data actual. Berdasarkan percobaan yang dilakukan makadapat diambil kesimpulan bahwa specimen dengan geometri yang penuh dengan konsentrasi teganganmengalami retakan yang berbentuk acak sedangkan specimen dengan bentuk geometri campuran antarakonsentrasi tegangan dan distribusi tegangan yang merata mengalami retakan primer dan sekunder danspecimen dengan bentuk distribusi tegangan yang merata mengalami retakan primer.
OTOMATISASI PERENCANAAN TURBIN AIR JENIS PELTON
Darto, Darto
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4589
Turbin air merupakan mesin konversi energi yang mengubah energi potensial air diubah menjadi energi mekanis. Pengkonversian energi yang dilakukan oleh turbin air tersebut dapat dilakukan secara implus yang diwakili turbin air jenis Pelton. Dimana proses impuls yang terjadi pada turbin air Pelton yaitu dengan mengubah seluruh potensi energi air (potensial, kecepatan dan tekanan) yang tersedia diubah menjadi energi kinetik yang memutar tubin untuk menghasilkan energi putar. Guna memaksimalkan dan mengotomatisasi perencanaan turbin air jenis Pelton maka dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak TURBNPRO 3. Perangkat lunak TURBNPRO 3 memfasilitasi perancang untuk melakukan berbagai macam pemodelan sehingga didapatkan kondisi maksimal sesuai dengan kondisi di lapangan. Di samping itu dengan menggunakan perangkat lunak ini maka perancang juga bisa langsung mendapatkan dimensi serta grafik jangkauan kerja dari turbin yang dirancang.
DESIGN OF THE CEILING ASSISTANCE
Wibowo, Sandi Yusuf Heri;
Darto, Darto;
Sunada, I Made
TRANSMISI Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v15i1.4751
Ceiling installation auxiliary tool is auxiliary tool for installing a ceiling with a simple method. Namely by placing the ceiling above the cross section and moving the gears to the ceiling can reach the desired height. This auxiliary tool is needed to help to lighten the workload and save the ceiling installation time. This auxiliary tool can reach places or rooms that have narrow access, because this tool can be dismantled pairs. This tool can hold the user load up to 80 kg and the weight of the ceiling up to 47.3 kg, so the total weight reached 127.3 kg. This auxiliary tool has four pedestal wheels that can move as desired.
ANALISIS PENERAPAN MESIN PEMISAH BERAS, BEKATUL DAN MENIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGEMAS BERAS
Agus Iswantoko;
Darto Darto
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4547
Penerapan mesin pemisah beras ini dilakukan pada pengusaha/pengrajin kemasan beras pada skalarumah tangga di kota Malang. Tujuan penelitian ini untuk menggunakan, memperkenalkan danmengintroduksikan mesin pemisah beras, bekatul dan menir kepada pengrajin beras kemasan yangberskala kecil yang pada umumnya masih menggunakan cara manual, sehingga diharapkan mampumeningkatkan kapasitas produksi maupun pendapatan pengrajin tersebut. Penelitian inidilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan penerapan mesin, kemudian hasilnyadibandingkan dengan yang menggunakan mesin pemisah beras manual. Adapun materi yangdiberikan adalah : teknik penggunaan mesin pemisah beras serta uji coba mesin pemisah beras,menghitung kapasitas produksi, penerapan manajemen dan menganjurkan adanya pembukuankeuangan. Dengan menggunakan mesin pemisah beras ini didapatkan hasil produksi yang jauhlebih banyak yaitu enam kali lipat dengan kualitas yang lebih baik dari pada menggunakan carabiasa atau manual. Dari segi kapasitas produksi yang dihasilkan setiap jamnya mesin pemisahberas, bekatul dan menir ini juga jauh lebih baik yaitu sampai 600%. Pemakaian energi dan tempatkerja yang relatif kecil dan masih terjangkau untuk skala rumah tangga.
KAJI KUALITATIF POLA TEGANGAN DENGAN VARIASI GEOMETRI DAN BEBAN PADA BAJA MENGGUNAKAN METODE LAPISAN GETAS (BRITTLE COATINGS METHOD)
Darto Darto
TRANSMISI Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.595 KB)
|
DOI: 10.26905/jtmt.v1i2.4443
Metode lapisan getas (brittle coating method) yang termasuk dalam teori elastisitas dapat digunakanuntuk menganalisa tegangan secara teliti. Akan tetapi bentuk geometri dan jenis pembebanan yang tidakumum akan menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian persamaan matematisnya. Sehingga metodeteoritis ini hanya berguna untuk bentuk dan pembebanan yang sederhana. Dengan metode ini diharapkandistribusi dan kondisi tegangan yang sebenarnya akan dapat diketahui sehingga akibat pembebanan padaelemen dalam kondisi operasinya dapat diperhitungkan dengan lebih pasti.Dalam penelitian ini menggunakan metode diskriptif yaitu menjelaskan secara kualitatif serta didukungdengan beberapa data yaitu data teoritis dan data actual. Berdasarkan percobaan yang dilakukan makadapat diambil kesimpulan bahwa specimen dengan geometri yang penuh dengan konsentrasi teganganmengalami retakan yang berbentuk acak sedangkan specimen dengan bentuk geometri campuran antarakonsentrasi tegangan dan distribusi tegangan yang merata mengalami retakan primer dan sekunder danspecimen dengan bentuk distribusi tegangan yang merata mengalami retakan primer.
ANALISIS PENINGKATAN TEKNOLOGI PROSES DAN MANAJEMEN PRODUKSI BAGI WIRAUSAHA BENGKEL LAS TEKNIK
Sufiyanto Sufiyanto;
Darto Darto;
Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4568
Keterbatasan penguasaan teknologi dalam proses pengerjaan material dapat menghambat perkembanganusaha dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh sebuah bengkel las teknik. Teknologi yangdigunakan oleh bengkel las teknik secara umum masih sangat sederhana dan dilakukan berdasarkanpengalaman praktis yang diperoleh secara otodidak oleh pelaku usaha tersebut. Kendala yang dihadapi adalahproses pembentukan pipa menjadi frame/kerangka lengkung dan proses pemotongan ujung pipa untukdibentuk menjadi sebuah kontur yang dapat disambungkan dengan pipa lain. Selain itu manajemen prosesyang baik belum diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing yang dimiliki olehbengkel las teknik tersebut. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diatasadalah melalui peningkatan teknologi pembentukan dengan mesin roll mekanik untuk membentuk pipamenjadi frame lengkung dan teknologi pemotongan logam menggunakan mesin potong pipa untuk membuatkontur pada ujung pipa. Sedangkan peningkatan mutu dan daya saing bengkel las teknik dilakukan denganmemberikan pelatihan manajemen proses dan desain produk yang inovatif. Hasil yang diperoleh daripeningkatan teknologi pembentukan dan pemotongan logam adalah penurunan waktu proses produksi yangdibutuhkan melalui penggunaan mesin roll mekanik dan mesin potong pipa. Sedangkan dari pelatihanmanajemen proses dan desain produk dapat diperoleh efisiensi dan efektivitas untuk menekan biaya produksidan meningkatkan kualitas serta daya saing bengkel las teknik melalui pengendalian proses, pengendalianmutu, dan pengendalian biaya.
ANALISIS KINERJA GEOMETRIK IMPELLER POMPA SENTRIFUGAL BERBASIS PERANGKAT LUNAK
Darto Darto;
I Made Sunada
TRANSMISI Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.373 KB)
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i2.949
On the centrifugal impeller is a part that converts the mechanical energy (energy in the blades of the impeller) is passed on to the pump power and efficiency as a result of (their fluid friction losses) due to changes in the flow direction of the blades of the impeller. To obtain performance centrifugal pump impeller, so it needed a thorough analysis, one of which is the analytic geometry. To speed up the process and analytical results are accurate then use the software. In this analysis used software Turbo CF 9.2.8. In this analysis used primary data in the form of geometric parameters of centrifugal pumpa as an input to the software used. The conclusions in the can are the theoretical performance data from the pump impeller type can be generated quickly and accurately.
PREDIKSI SIKLUS KELELAHAN SAMBUNGAN LAS BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK e-Fatique
Darto Darto;
Heris Pamuntjar
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4563
Industri modern suatu perancangan bisa dianggap memenuhi syarat jika perancangan tersebut salah satunyaadalah memenuhi kriteria tingkat kelelahan yang tinggi. Artinya perancangan tersebut mempunyai tingkatkelelahan terhadap beban statis maupun dinamis yang cukup lama dalam proses kerjanya. Tingkat kelelahansuatu perancangan tersebut harus dihitung dengan cepat dan benar. Untuk melakukan hal tersebut haruslahdibantu dengan perangkat lunak sehingga akan dapat menghasilkan luaran perhitungan secara cepat danbenar. Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas maka muncul permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini. Adapun permasalahan tersebut adalah bagaimana peneliti bisa menghitung tingkatkelelahan dari suatu sambungan las yang bertipe butt joint dengan bantuan perangkat lunak e-Fatigue.Berdasarkan hasil simulasi perhitungan kelelahan sambungan las tipe butt joint dengan berbantuan perangkatlunak e-Fatigue maka dapat disimpulkan bahwa sambungan tersebut bisa bertahan sampai dengan 12000siklus dengan beban sebesar 400 MPa.
ANALISIS KESALAHAN GERAK MEJA MESIN MILLING CNC TU-3A DENGAN METODE MATRIKS TRANSFORMASI HOMOGEN
Beni K. Elyoza Rimporokok;
I Made Sunada;
Darto Darto
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4500
Dengan semakin meluasnya penggunaan mesin perkakas CNC pada industri permesinan di Indonesia. Maka perlu diketahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Faktor tersebut terutama menyangkut komponen mesin perkakas CNC. Dengan melakukan analisa kesalahan gerak mesin milling CNC TU-3A dengan metode tranparansi homogen yang dibandingkan dengan metode pengukuran. Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan informasi kualitas dari mesin perkakas CNC yang di analisa. Apakah mesin perkakas yang bersangkutan masih dapat memenuhi kualitas produknya sesusai dengan standart pabrik pembuatnya.
REDESAIN MOUNT GUN MAG 58 CALIBER 7,62 MM PADA PESAWAT HELICOPTER BELL 412 PENERBANGAN ANGKATAN DARAT
Suprapto Suprapto;
Darto Darto;
Iman Santoso
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4650
Pesawat Helicopter Bell 412 dan Bell 205 A-1 adalah suatu jenis Helicopter Serbu yang dimiliki TNI AD khususnya di Puspenerbad, pesawat Helicopter ini dilengkapi dengan senjata MAG 58 kaliber 7,62 mm yang terpasang pada Mount Gun (dudukan senjata) di kabin pintu samping kanan dan kiri pesawat yang berfungsi untuk menekan dan menghancurkan posisi musuh. Pada awalnya (standart) kondisi Mount Gun ini masih mengalami beberapa kendala, yaitu kontruksi Mount Gun terlalu besar dan berat. Kontruksi yang terlalu besar tersebut mengakibatkan pada saat pemasangan Ground Wheel guna untuk memindahkan pesawat kehanggar maupun ketempat yang lebih aman, Ground Wheel tersebut tersangkut pada Mout Gun. Dari permasalahan tersebut penulis menuangkan sebuah ide “REDESAIN” pada Mount Gun tersebut. Dengan upaya tersebut dengan melakukan analisa dan perhitungan terhadap gaya-gaya yang terjadi pada Mount Gun dengan dilengkapi referensi yang ada, Mount Gun tersebut setelah diredesain memiliki beberapa kelebihan yaitu; lebih ringan, lebih simple, lebih cepat, cukup dua atau tiga personil untuk pemasangan, dan lebih mudah untuk kesiapan pengoperasian pada saat pemasangan senjata di Helicopter, serta tidak perlu bongkar pasang pada saat pemasangan Ground Wheel.