p-Index From 2021 - 2026
9.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Diglossia Mozaik Humaniora KEMBARA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Lire journal (journal of linguistics and literature Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tunas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Dharma Masyarakat SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Journal of Education for All Japanology Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

UNSUR INTRINSIK DALAM FILM BLUE SPRING RIDE KARYA SUTRADARA TAKAHIRO MIKI Anita Sari Ade; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2020): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.902 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v12i2.1015

Abstract

Film Blue Spring Ride have flow in which the stiry of the past the main character related to the stiry now that cause change stance in the main character. This study aims to describe the intrinsic elements and moral messages contained in the film Blue Spring Ride by Takahiro Miki. In this study, examining the intrinsic elements, namely the theme, plot, characterization, and background contained in the Blue Spring Ride film with the structuralism theory put forward by Nurgiantoro. This study uses the observation method in data collection, namely the observation and note technique. The data analysis technique used a qualitative descriptive method. Presentation of the results of data analysis uses informal methods. The results of this study indicate that there is a time setting and a place setting, the theme is to tell the life of teenagers who are looking for love. The flow contained in the Blue Spring 6 Ride film is the mixture flow.
SIKAP SANTUN TUTURAN ORANG JEPANG DALAM STATUSNYA SEBAGAI WISATAWAN JEPANG YANG DATANG KE TRAVEL HIS RIMBA JIMBARAN Anak Agung Ayu Dian Andriyani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2014): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.595 KB)

Abstract

Abstrak Kesantunan sama dengan tata krama atau etiket yaitu tata cara, adat atau kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat beradab untuk memelihara hubungan baik antara sesama manusia. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi persyaratan yang disepakati dalam perilaku sosial. Selain itu juga, kesantunan sangat kontekstual, yakni berlaku dalam suatu masyarakat, tempat, atau situasi tertentu, tetapi belum tentu berlaku bagi masyarakat, tempat atau situasi lain. Sehingga dalam intrekasi agar terjalin situasi harmonis tetap berpegang pada Latar fisik dan Psikologis ( Setting n Scene), Peserta tutur ( Partisipants), Tujuan Tutur ( Ends), Urutan Tindak ( Acts), Nada Tutur ( Keys), Saluran Tutur ( Instruments), Norma Tutur (Norms) dan Jenis Tutur ( Genres) dan disingkat menjadi SPEAKING. Pada tuturan wisatawan Jepang dapat dilihat nilai santun walau dalam statusnya sebagai tamu yang datang kepulau Bali untuk menikmati liburan tetap berpegang teguh pada norma santun dengan tujuan untuk menjalin hubungan yang baik antara wisaatan Jepang dengan berbagai pihak pariwisata khususnya staf gro di lingkungan kantaor cabang His Rimba Jimbaran. Kata kunci : Kesantunan, kontekstual
GAYA HIDUP MINIMALIS ORANG JEPANG YANG DIPENGARUHI OLEH AJARAN ZEN Anak Agung Istri Candrawati; Wayan Nurita; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.175 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh yang ditimbulkan ajaran Zen terhadap gaya hidup minimalis orang Jepang dewasa ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori globalisasi Arjun Appadurai dan teori perubahan sosial Piotr Sztompka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari buku-buku berbahasa Indonesia, Inggris dan Jepang yang memiliki relevansi hubungan dengan penelitian ini. Penulis menggunakan buku-buku tersebut karena sesuai dengan objek penelitian dan dapat menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini.Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dari data yang telah dikumpulkan, bahwa ajaran Zen dalam peranannya dapat memengaruhi gaya hidup minimalis orang Jepang. Peran ajaran Zen tersebut memengaruhi gaya hidup minimalis orang Jepang dari segi tempat tinggal/hunian, makanan, kesenian dan kebudayaan.
PENYEBAB BERGESERNYA FUNGSI GION MATSURI (祇園祭) DI KYOTO Tri Rokhani; Wayan Nurita; Anak Agung Dian Andriyani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.032 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji penyebab terjadinya pergeseran fungsi Gion Matsuri (祇園祭) di Kyoto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perubahan sosial Piotr Sztomka. Sumber data yang digunakan data primer yang diperoleh dari buku-buku bahasa Jepang yang berhubungan dengan penelitian ini agar dapat menjawab permasalahan yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah deskriptif skualitatif dan menggunakan metode informal dalam penyajian data analisis. Hasil menunjukkan bahwa tedapat tiga penyebab yang menjadikan pergeseran fungsi Gion Matsuri (祇園祭) yaitu: 1. Terbukanya ideologi masyarakat terkait Gion Matsuri (祇園祭), 2. Adanya orang asing yang ikut serta dalam perayaan Gion Matsuri (祇園祭), dan 3. Bergesernya peranan Gion Matsuri (祇園祭) sebagai pariwisata budaya.
ANALISIS BENTUK TINDAK TUTUR PADA DIALOG ANIME TOKYO GHOUL KARYA SUI ISHIDA Ni Nengah Megayanti; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Wayan Meidariani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1919.967 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog dalam anime Tokyo Ghoul. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan metode simak dan catat. Untuk analisis data menggunakan metode kontekstual. Terakhir untuk penyajian data menggunakan metode informal. Data dari penelitian ini adalah kata, frasa, atau kalimat yang mengandung tindak tutur direktif yang dianalisis menggunakan teori Dell hymes dan teori Namatame. Sedangkan, sumber data yang diambil dalam penelitian ini ialah teks dialog bahasa Jepang anime Tokyo Ghoul karya Sui Ishida. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan 8 data dengan rincian 4 data tindak tutur direktif perintah, 2 data tindak tutur direktif permintaan, 1 data tindak tutur direktif larangan, dan 1 data tindak tutur direktif nasihat.
Perbandingan Unsur Kebudayaan Dongeng Shita-Kiri Suzume (Jepang) Dengan Dongeng Semangka Emas (Indonesia) Putu Sita Juniantini; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Luh Gede Meilantari
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.5311

Abstract

Abstract This study aims to describe the similarities and differences in the cultural elements contained in the two fairy tales from different countries. Data collection methods and techniques used are descriptive qualitative methods which are then followed by note-taking techniques. The data source of this research uses a dialogue that shows the existing cultural elements. The theory used in this study is the theory of cultural elements from Koentjaraningrat (1985). Furthermore, the research is presented with an informal method. The results of this study are to find out about the similarities through the storyline and use the sparrow as the main character in the two stories. As for the difference between the two fairy tales is the tool or container used in the two stories. The container used in the Golden Watermelon story is a watermelon, while the container used in Suzume's Shita-Kiri fairy tale is a box or chest. These similarities and differences are obtained by using Koentjaraningrat's (1985) cultural theory. Keywords: Comparison, The Elements of Culture, Fable, Similarities, Differences Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan unsur-unsur kebudayaan yang terdapat dari kedua dongeng yang berbeda negara tersebut. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Sumber data dari penelitian ini menggunakan dialog yang memperlihatkan tentang unsur-unsur kebudayaan yang ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori unsur kebudayaan dari Koentjaraningrat (1985). Selanjutnya, penelitian disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui tentang persamaan melalui alur ceritanya dan menggunakan burung pipit sebagai tokoh utama dalam kedua cerita tersebut. Sedangkan untuk perbedaan yang terdapat dari kedua dongeng tersebut adalah alat atau wadah yang digunakan pada kedua cerita tersebut. Wadah yang digunakan pada cerita Semangka Emas adalah semangka, sedangkan wadah yang digunakan pada dongeng Shita-Kiri Suzume adalah kotak atau peti. Persamaan dan perbedaan tersebut didapat dengan menggunakan teori kebudayaan Koentjaraningrat (1985). Kata Kunci: Perbandingan, Unsur Kebudayaan, Dongeng, Persamaan, Perbedaan
Kepribadian Tokoh Umine Zenko Pada Drama Sora Wo Kakeru Yodaka Ni Ketut Prihantini Widianingsih; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.6723

Abstract

ABSTRACT The research entitled Umine Zenko’s Personality in the drama Sora wo Kakeru Yodaka, aims to describe the personality structure and her conflicts that underlies the personality of Umine Zenko. The data source of this research uses dialogue that shows the personality and conflicts that occur the character Umine Zenko in the drama Sora wo Kakeru Yodaka. The theory used in this research is the psychoanalytic theory of personality proposed by Sigmund Freud (1923). The data collect methods and techniques used in this research were listening method followed by note-taking technique. Furthermore, this research presented with an informal method. Results of this research are that Zenko’s personality structure is dominated by desires from id and ego decisions and when the desires of the id are not fulfilled, the death instinct that underlies aggressive and destructive actions as a result of the conflicts experienced by Umine Zenko can affect her personality. Keywods: Main Character, Drama, Personality, Personality Psychoanalysis ABSTRACT Penelitian yang berjudul Kepribadian Tokoh Umine Zenko Drama Sora wo Kakeru Yodaka ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian serta konflik yang mendasari kepribadian dari tokoh Umine Zenko. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan dialog yang memperlihatkan kepribadian dan konflik yang terjadi pada tokoh Umine Zenko dalam drama Sora wo Kakeru Yodaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Psikoanalisis Kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud (1923). Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode simak kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Selanjutnya, penelitian ini disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah struktur kepribadian Zenko didominasi oleh keinginan dari id dan keputusan ego dan ketika keinginan id tidak terpenuhi maka naluri kematian yang mendasari tindakan agresif dan destruktif akibat dari konflik yang dialami oleh Umine Zenko dapat mempengaruhi kepribadiannya. Kata kunci: Tokoh Utama, Drama, Kepribadian
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN ETIKA BERKOMUNIKASI & MATERI DASAR BAHASA INGGRIS Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Made Indah Mentari; I Made Yogi Marantika Marantika; Dewa Gede Agung Gana Kumara Kumara; Ni Luh Soniartini Soniartini
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v4i1.6302

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan agenda yang dilakukan setiap semester oleh dosen dengan berkolaborasi bersama mahasiswa. Pada masa pandemi lalu banyak sektor pendidikan memanfaatkan media secara daring untuk memberikan materi ajar. Banyak kendala yang dihadapi karena sektor ini sangat penting dalam menunjang keberhasilan anak bangsa untuk ikut berperan serta sebagai penerus negara. Pada masa era serba digital seperti sekarang ini, apa pun dapat dilakukan secara daringt. Berbagai aplikasi pendidikan sangat mudah digunakan. Namun masih banyak para siswa dan orang tua belum maksimal mampu untuk memanfaatkan media. Sehingga hal ini menjadi kendala. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ini. Sehingga kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran etika dan materi dasar bahasa Inggris.
IMPLEMENTASI KEIGO PADA WEBSITE AYANA RESORT DAN FOUR SEASONS RESORT Ni Luh Meliyanty; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Wayan Nurita
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v6i1.514

Abstract

Keigo is a type of speech level that is often used by the Japanese business people, as well as in the world of tourism in Bali.  One of them is the use of keigo in marketing through website media. The data sources used are the Ayana Resort Bali website and Four Seasons Resort Bali At Jimbaran Bay  website. This study focuses on the function of the keigo speech level found on the two accommodation websites.  Data collection methods and techniques used in this study are observation methods followed by note-taking techniques, listening techniques and purvosive sampling.  Data analysis methods and techniques used are descriptive qualitative methods. While the methods and techniques of data analysis presentation using informal methods. Based on the results of the study, it was found function the level speech keigo. The use of kenjougo to express something in a condescending way to show respect for website readers. The use of teineigo  is used to make the content of the reading more polite. The function of the use of speech level markers on the two websites is to express honor, state distance, state dignity and also be found to state marketing language. The function states the marketing language found, namely, providing information, persuading, reminding and providing added value.
Aizuchi Sebagai Penanda Penyangkalan pada Film Hotaru No Hoka Gema Sukana Putra; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JS.2023.v05.i02.p04

Abstract

Penelitian ini membahas aizuchi sebagai penanda penyangkalan pada dialog antar tokoh dalam film Hotaru No Haka. Penelitian ini menggunakan teori kajian sosiolingustik Chaer dan teori aizuchi dari Horiguchi dan Sakamoto. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak catat, yaitu dengan menyimak objek berupa dialog yang menggunakan aizuchi sebagai penanda penyangakalan pada film Hotaru No Haka. Setelah itu mencatat kata atau kalimat yang terdapat pada objek penelitian. Metode untuk digunakan untuk menganalisis data yaitu, metode analisis kualitatif. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat empat aizuchi yang termasuk termasuk sebagai penanda penyangkalan atas tuturan terhadap penutur atau respon yang diberikan untuk tidak menyetujui isi tuturan dalam percakapan, yaitu. Pertama aizuchi “iie” dialog yang dilakukan oleh tokoh Seita dengan Setsuko. Kedua aizuchi “yo” merupakan dialog yang dilakukan oleh Bibi dengan Seita. Ketiga aizuchi “deshou” merupakan dialog yang dilakukan oleh Setsuko dengan Bibi. Keempat aizuchi “maa” yang merupakan dialog antara Dokter dengan Seita.
Co-Authors Agung Pandawana, I Dewa Gede Anak Agung Istri Candrawati Anak Agung Putu Wahyu Adiarta Anggita Stovia Anita Sari Ade Bagus Reza Hariyadi Betty Debora Aritonang Burhanuddin Burhanuddin Dea Luna Valerina, Ni Komang Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Devina Cahya Putri Sondang Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Kumara Dharma, Wilyem Dian Nugraha, I Gusti Komang Dian Puspita Candra Djatmika Djatmika Djatmika Djatmika, Djatmika Dwi Putra, I Made Kembang Dwipa, I Made Suryana Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian Eka Susylowati Ely Triasih Rahayu Farisysa Rizkah Rachman Gema Sukana Putra Hadiah, Bedriany Yedesilva Hajimia, Hafizah Hartati Hartati Hartati Hartati I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Gede Agung Pandawana I GD Yudha Partama I Gede Agus Dewangga I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Komang Sulatra I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Wahyu Wijaya I Made Yawara Sumi Putra I Made Yogi Marantika I Putu Agus Putra Wirawan I Putu Gede Aditya Djanardhana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan, Juniartha Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putu Ita Febriyanti Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Made Satya Swabawa Kadek Ayu, Diah Krisnayanti Kadek Yonita Yona Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made, Adi Arta Sudarta Megawati Dewi Ni Ketut Ni Kadek Adiari Ni Kadek Novianti Ayu Purnami Ni Ketut Prihantini Widianingsih Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Yuliantarini Ni Luh Kristy Ariani Ni Luh Meliyanty Ni Luh Soniartini Soniartini Ni Made Adriyani Resti Wiratami Ni Made Dwi Puspitawati Ni Made Indah Mentari Ni Made Indah Mentari, Ni Made Ni Made Intan Maulina Ni Nengah Megayanti Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Wahyu Srijayanti Ni Wayan Meidariani Ni Wayan Vera Purnamasari Norika, Putu Dian Nova Winarta, Ida Bagus Gde Permana, I Putu Andri Putra, Bagus Putu Pramana Putra, Gusti Made Mega Adi Putri Agung Permata Sari Putri, Widyawati Hema Mona Putu Nur Ayomi Putu Pradiva Putra Salain, Putu Pradiva Putu Sita Juniantini Raharjo, Mentari Nur Addinda Raharjo, Yusuf Muflikh Rahmat Wisudawanto Rai Subawa, Kadek Krisna Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Ronald Umbas Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Shahizan Ali, Mohd. Nor Sharita, Jasmine Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sugiarto, Alvin Jonathan Sumarlam Sumarlam Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Susila, I Putu Dipa Pranata System, Administrator Tri Rokhani Utami Putri, Ni Putu Sri Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widhiantara, Oka Winarta, Ida Bagus Gde Nova Yogi Marantika, I Made Yulianti, Wiwik Yusuf Muflikh Raharjo