Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI DI DESA TRISONO DENGAN P-PROCESS Andini, Tiara; Devy, Shrimarti Rukmini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38686

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang saat ini menjadi prioritas kesehatan secara global. Pencegahan hipertensi pada masyarakat pra-lansia dan lansia di Desa Trisono belum efektif karena kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi. Metode penelitian yang menggunakan jenis penelitian quasi experimental yang menggunakan desain pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan teknik total sampling. Sasaran dari penelitian ini adalah pra-lansia (45-59 tahun) dan lansia (≥60 tahun) yang menderita hipertensi di Desa Trisono yang berjumlah 42 orang. Adapun metode pengumpulan data dengan dengan metode kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan metode kualitatif dilakukan melalui in-depth interview dan Focus Group Discussion yang dianalisis dengan teori P-Process. Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test (dari negative ranks), maka nilai Z yang diperoleh sebesar -4,685 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari batas kritis yaitu 0,05, sehingga Ha diterima (ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi). Pengembangan media promosi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat pra-lansia dan lansia penderita hipertensi, serta membantu kader dan tenaga kesehatan dalam melakukan KIE kepada pra-lansia dan lansia mengenai cara mencegah hipertensi. Diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang media promosi kesehatan pada perubahan perilaku masyarakat pra-lansia dan lansia dalam mencegah hipertensi.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU IBU YANG TERINFEKSI TERHADAP POLA PENGASUHAN KEPADA BALITANYA DI KOTA SURABAYA (Pendekatan studi kualitatif) Giska Wulan Kusuma; Shrimarti Rukmini Devy; Sitti Nurul Hidayati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2015): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV&AIDS merupakan masalah kesehatan yang angka kasusnya semakin meningkat tiap tahunnya. Di Jawa Timur, HIV&AIDS semakin menyebar luas dan mengancam. Hingga Desember 2012, terdata 6.900 kasus AIDS dan 15.681 kasus HIV. Kota Surabaya adalah kota di Jawa Timur yang memiliki kasus HIV tertinggi (3.889 kasus) dan kasus AIDS tertinggi, yaitu 1.266 kasus. Penularan HIV&AIDS pada ibu rumah tangga semakin meningkat sehingga tidak menutup kemungkinan angka kejadian HIV&AIDS pada anak semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor perilaku ibu yang terinfeksi HIV&AIDS terhadap pola pengasuhan kepada balitanya yang HIV&AIDS Positif maupun pada balita HIV&AIDS yang negatif di Kota Surabaya. Metode Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan model studi kasus. Sampel terdiri dari 10 responden yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama ibu HIV&AIDS yang memiliki balita positif HIV&AIDS dan kelompok kedua memiliki balita negatif HIV&AIDS. Wawancara dilakukan dengan pendoman wawancara dan tape recorder kepada 10 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan tidak tergantung pada pengetahuan dan sikap ibu terhadap HIV&AIDS. Pola Asuh yang diterapkan ibu lebih didasari oleh pengalaman hidup, bagaimana reaksi, penerimaan informan terhadap status penyakit yang dideritanya, dan harapan terhadap kesehatan/kesembuhan anaknya dimasa depan. Hasil dalam penelitian ini menujukkan ibu mengasuh anak dengan pola asuh demokratis pengasuhan meningkatkan pengetahuan terhadap HIV&AIDS agar memperlakukan anaknya dengan normal dan wajar. Sehingga anak tumbuh seperti anak normal yang lain
Perilaku ibu dalam mengatasi hambatan pemberian ASI Dita Kartika Sasi; Shrimarti Rukmini Devy; M. Bagus Qomaruddin
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i3.1056

Abstract

Air susu ibu merupakan sumber nutrisi terbaik yang dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Seorang Ibu tidak jarang akan mengalami berbagai hambatan dalam proses pemberian ASI yang akan mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI Eksklusif, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Agar proses menyusui berjalan dengan baik dan tanpa hambatan, ibu sebaiknya melakukan persiapan, baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian mengeksplorasi perilaku ibu dalam mengatasi hambatan memberikan ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran Kota Surabaya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan dilakukan melalui metode purposive sampling. Partisipan dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi dan berjumlah 12 partisipan. Triangulasi dilakukan dengan mewawancara koordinator gizi dan bidan Puskesmas Kenjeran. Didapatkan 2 tema, yaitu: keterbatasan dalam pemberian ASI dan penyelesaian hambatan pemberian ASI. Terindetifikasi mayoritas ibu menyatakan bahwa keterbatasan dalam pemberian ASI adalah ASI tidak lancar dan faktor anatomi. Partisipan mengungkapkan penyebab ASI tidak lancar setelah melahirkan dipicu oleh faktor yang berasal dari internal maupun eksternal individu seperti perubahan mood, kesehatan mental ibu maupun kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap produksi ASI. Penyelesaian dalam hambatan pemberian ASI oleh partisipan dijelaskan sebagai upaya untuk memaksimalkan produksi ASI serta pemberian ASI secara ekslusif setelah melahirkan. Upaya dalam mengatasi hambatan pemberian ASI meliputi implementasi kesehatan, nutrisi pada ibu dan psikologis ibu. Hambatan yang dialami ibu dalam memberikan ASI meliputi ASI tidak lancar dan faktor anatomi. Upaya yang dilakukan ibu dalam mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan implementasi kesehatan, pemenuhan nutrisi ibu dan menjaga kestabilan kondisi psikologi ibu
Mendorong Persalinan di Pelayanan Kesehatan untuk Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif: Bukti dari Masyarakat Madura, Indonesia: Encouraging Healthcare Childbirth to Increase Exclusive Breastfeeding: Evidence from Madurese, Indonesia Yoto, Mohamad; Laksono, Agung Dwi; Devy, Shrimarti Rukmini; Luthviatin, Novia; Nafikadini, Iken; Nandini, Nurhasmadiar; Widyaningtyas, Nur Hafizhah
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1.2025.45-54

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding (EBF) is critical to starting life in its earliest phases. Breast milk alone provides adequate nutrition for infants from delivery until six months. The EBF achievement in Madura in 2022 was only 37.9%, far from the target set by the World Health Organization of 50% in 2025. Objectives: The study examined the role of birthplace on EBF in Madura Island in Indonesia. Methods: A cross-sectional study of 990 Madurese children was conducted. The researcher looked at 11 control variables, including regency, residence, mother age, marital status, education, occupation, wealth, antenatal care (ANC), early initiation breastfeeding (EIBF), child's age, and sex, and EBF activity as the outcome variable and childbirth as the exposure variable. As the last step, the author performed a binary logistic regression test. Results: Madura Island had a 37.9% EBF proportion. Meanwhile, 90.1% of births take place in healthcare facilities. According to the birthplace, mothers who gave birth in healthcare facilities were 1.939 times more likely to perform EBF than those who gave birth in non-healthcare facilities (AOR 1.939; 95% CI 1.854-2.037). Moreover, the study also found eleven control variables related to EBF among Madurese. Conclusions: Birthplace was related to EBF among Madurese. To achieve EBF, childbirth in healthcare facilities was almost twice that of childbirth in non-healthcare facilities. The study recommends only giving birth in a health facility. On the other hand, increasing the intensity of contact with health services during pregnancy and childbirth is necessary.
Pengaruh Karakteristik Organisasi dan Kerja terhadap Peran Praktik Mandiri Bidan (PMB) dalam Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Nuraidah, Lutfi Fajar; Umbul W, Chatarina; Devy, Shrimarti Rukmini
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.24

Abstract

Sejak tahun 1981 lebih dari 78 juta orang terinfeksi HIV dan 39 juta diantaranya meninggal dunia, penyebaran kasus AIDS di Kota Surabaya sudah merambah pada kelompok risiko rendah seperti Ibu Rumah Tangga dan bayi. Penularan HIV dari Ibu ke Anak cukup mengkhawatirkan, pada tahun 2017 terdapat 15% bayi yang tertular dari Ibu nya.. Hal ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu upaya deteksi dini lebih baik untuk mencegah penularan HIV dari Ibu ke Anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi peran PMB dalam pelaksanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan observasional analitik yang menggunakan design cross sectional yang dilaksanakan di Kota Surabaya dengan besar sampel sebanyak 32 PMB dan 64 ibu hamil (masing-masing PMB 2 ibu hamil) yang dipakai sebagai sampel dalam menilai peran yang dilakukan oleh PMB tersebut. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada PMB dan Ibu hamil dengan menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariabel, bivaribel dan multivariabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 kandidat yang dapat dilanjutkan untuk analisis multivariabel yakni reward (p value < 0,001), beban kerja (p value = 0,005) dan pelatihan (p value = 0,082). Hasil akhir analisis regresi ganda diperoleh yang berpengaruh terhadap peran PMB dalam melaksanakan PPIA Anak di Kota Surabaya yakni reward, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara reward dengan peran PMB dalam pelaksanaan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Kota Surabaya
SOCIAL DETERMINANTS OF ANTENATAL CARE AND LABOUR OF PREGNANT WOMAN IN PRIMARY CARE CENTERS DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN BLITAR CITY Devy, Shrimarti Rukmini; Ernawaty, Ernawaty; Sulistyorini, Yuly
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i1.2025.78-86

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted pregnant women's access to health services, including antenatal care (ANC) visits and the choice of delivery place. This study aims to analyse the factors influencing pregnant women's behavior regarding ANC visits and delivery place selection in Blitar City during the pandemic. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected using questionnaires administered to pregnant women in Blitar City who met the inclusion criteria. Data analysis involved statistical tests to identify the relationships between independent variables (maternal knowledge, maternal attitudes, perceptions of healthcare workers, family perceptions, and information availability) and dependent variables (ANC visit behaviour and delivery place selection). The results showed that maternal knowledge and perceptions of healthcare workers significantly influenced ANC visit behaviour, whereas maternal attitudes, family perceptions, and information availability did not show significant effects. Conversely, in delivery place selection behaviour, maternal attitudes, family perceptions, and information availability were significant factors, while maternal knowledge and healthcare workers' perceptions were not. It is concluded that individual and social factors play important roles in determining pregnant women's behaviour during a health crisis. Interventions aimed at improving health education, family support, and access to accurate information are essential to strengthen maternal health services during the pandemic.
Provider Initiative HIV Testing And Counseling (PITC) Skills At Public Health Centers In Rural And Urban Areas Hikmah, Faiqatul; Notobroto, Hari Basuki; Devy, Shrimarti Rukmini; Susindra, Yoswenita; Kartika, Ria Chandra; Ramadhaniah
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.I2.2025.184-192

Abstract

Improving the quality of HIV testing services in public health centers must be supported by the knowledge of HIV that health worker professionals must have. In PITC services, the ability of health professionals to build relationships is crucial to establishing trust and good communication with patients. Providing information about HIV will help patients make decisions about their health status. However, the PITC services provided by health workers are less than satisfactory. Aims: This study aims to analyze the factors associated with the PITC skills of health professionals at Indonesian public health centers in urban and rural areas. Methods:  Observational design with a cross-sectional approach was used in this research. The sample in this study involved 120 health worker professionals, including nurses, doctors, and midwives, who implemented HIV testing, who were selected using simple random sampling based on the location of their health center. The data were analyzed using multigroup analysis in SmartPLS 3 Result: The knowledge of HIV positively influenced the capability of health professionals to assess HIV risk factors and PITC skills (p = 0.011). The capability of health professionals to determine HIV risk factors also positively influenced PITC skills(p = 0.000). In addition, the ability of health professionals to build relationships with patients positively influenced PITC skills(p = 0.000). Conclusion:  Different variables affect health professionals' PITC skills compared to rural and urban health professionals. Learning a language that the patient understands is highly recommended in providing good service during a HIV test.
Capacity Building of Village Midwives to Improve Knowledge about Self-Medication at Omben Public Health Center, Sampang Regency, East Java Province Devy, Shrimarti Rukmini; Pristiany, Liza; Koesbardiati, Toetik
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.I2.2025.244-249

Abstract

Pregnancy is a physiological phase that needs to be prepared as well as possible. Sometimes when feeling complaints or symptoms of illness, pregnant women decide to take medication. However, most pregnant women do not know the safe use of drugs during pregnancy. This can certainly affect the health of the mother and the fetus in her womb. Therefore, it is necessary to provide information about self-medication so that pregnant women have sufficient knowledge of the right and safe drug consumption patterns. Based on these problems, this community empowerment program (PKM) is carried out to increase the capacity of village midwives. For this purpose, the study employed a quasi-experimental method. A total of 25 village midwives participated in the research. The program that will be carried out includes providing self-medication materials and communication methods, and training on how to make an RTL (follow-up action plan). After that, village midwives were taught to apply the snakes and ladders media as a means of delivering educational materials to pregnant women. The results of the activity show that there was an increase in the knowledge of village midwives after participating in the community empowerment program, leading to the conclusion that this snakes and ladders media can make it easier for pregnant women to understand the right self-medication during pregnancy so that pregnant women have additional knowledge and benefits in managing themselves regarding the right drug consumption.
Partisipasi Semu Ibu Hamil di Posyandu Devy, Shrimarti Rukmini; Hakimi, Muhammad; Prabandari, Yayi Suryo; Mardikanto, Totok; Rafsandjani, Dhody; Haryanto, Sofyan
Kesmas Vol. 7, No. 10
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kebijakan pembangunan bidang kesehatan yang dipergunakan untuk mengatasi kesehatan ibu hamil adalah pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan pemberdayaan dapat diketahui melalui berbagai cara, salah satunya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi partisipasi ibu hamil ke posyandu. Penelitian ini menggunakan rancangan etnografi. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara mendalam, focus group discussion, observasi dan nominal group process. Data yang diperoleh dari pendekatan kualitatif akan diolah dengan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi sosial, budaya dan ekonomi yang mempengaruhi partisipasi ibu hamil ke posyandu di Desa Rapa Laok, bermula pada faktor kemiskinan. Kondisi sosial dan budaya yang berpengaruh pada partisipasi ibu hamil, yaitu kepercayaan pada mitos dan pantangan makanan bertentangan dengan aturan medis. Kondisi ekonomi yang berpengaruh pada partisipasi ibu hamil, yaitu beban fisik dan psikis ibu hamil terhadap kesejahteraan keluarga berlebihan. Ibu hamil datang untuk memeriksakan diri ke posyandu bukan karena kesadaran untuk menjaga kesehatan tetapi untuk mendapat imbalan satu dus mi instan. Model partisipasi ibu hamil ke posyandu yang tepat adalah dengan pendekatan nondirektif (partisipatif) yang produktif. One of the development policies in health sector that is currently used to overcome maternal health issues is the community empowerment. The success of the community empowerment can be measured through the people participation. The objectives is to identify the social, cultural, and economic conditions which might influence the pregnant women participation in integrated service post. This study used a qualitative approach with an ethnographic design. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussion, observation, and nominal group process. The data collected were analyzed using content analysis. The social, cultural, and economic conditions that strongly affected the pregnant women participation in integrated service post, because of the poverty. The social and cultural condition that affected belief in myths and food taboos which are highly contradictory to the medical rules. The economic conditions that affected is women have heavy domestic and productive workloads. Their physical and psychological burdens were excessively high that could endanger the health. The participation of pregnant women was not based on true awareness for maintaining their health but such participation was more based on their desires of getting one box of instant noodles. The participation model for the pregnant women was designed using participatory (nondirective) approach which was productive.
“Kekompakan warga seng nggarai Kampung KB iki jos” : Qualitative study of the factors influencing the success of Kampong KB Sidomulyo, Banyuwangi Inriza Yuliandari; Shrimarti Rukmini Devy; Udin Kurniawan Azis
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia is the fourth country with the highest population in the world after China, India, and the United States. In line with large population in Indonesia, the government has implemented the Family Planning (KB) program. To strengthen that program, the government has implemented the Kampong KB program since 2016. Kampong KB Sidomulyo was determined as the best Kampong KB in 2019 by The National Population and Planning Family Board (BKKBN) of East Java, Indonesia. Objective: This study is to identify the factors influencing the success of the Kampong KB Sidomulyo, based on the indicators of Kampong KB program, which is focused on services of KB program in accordance with the module, through indicators: active KB participation, long-acting contraceptive used, unmetneed level, and the establishment of fertile age couples with low parity and postpartum. Method: This research was conducted through Focus Group Discussion twice to non and contraceptive acceptor, and in-depth interviews to 6 stakeholders in district level, who was determined purposively in 2019. The method used is qualitative with descriptive research design. Then, the results of this study are compared with the module and other studies. Result: The active participation services of midwives and cadres in intervening the community by Posyandu and active counseling is the main factor in the success of Kampong KB Sidomulyo. Community awareness also plays an important role, as evidenced by active participation in routine activities at Kampong KB Sidomulyo. This program is also supported by the government by funding from BKKBN and empowerment programs from other institutions. Conclusion: Seeing these results, active multi-collaboration between stakeholders and community is a major factor in the success of Kampong KB Sidomulyo. Community participation needs to be maintained and even increased to maintain the sustainability of Kampong KB Sidomulyo through routine activities and proactive doing of stakeholders.
Co-Authors Agung Dwi Laksono Agus Sulistyono Agustin Dwi Syalfina Agustin Dwi Syalfina Ah. Yusuf Ah. Yusuf Ahmad Nawawi Ahmaniyah Ahsan Ahsan Ahsanu Bil Husna Al Afik Alfi Makrifatul Azizah Alkatiri, Shalsabiila Alma Feriyanti Amanda Nazira Amer Siddiq Amer Nordin Amir, Eby Ramdhani Anak Agung Sriska Prasnantiawardani Andi Safutra Suraya Andini, Tiara Anggun Wahyu Widoretno Arfah, Muh. Arief, Yuni Sufyanti Arifa Retnowuni Arifa Yusrina Aristanto Prambudi Arwan Atik Choirul Hidajah Aulia Dikmah Kiswahono Aulia, Nungki Dwiandra Budi Prasetyo Bunga Farida Cahyani, Fatimah Dwi Chatarina Umbul Wahyuni Chitra Diana Rahmawati Dayu Marista Dea Putri Safira Dhody Rafsandjani Dhody Rafsandjani Diah Indriani Dini Rima Fadilah Dita Kartika Sasi Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Indah Lestari Edi Dwi Riyanto Edi Hermanto Eileen Savage Emy Trisna Juwita Eni Purwaningsih Erlina Suci Astuti Ernawati Ernawati Ernawaty Ernawaty Fadlilah, Nazilatul Farah Shafy Sahara Fatah, Mohammad Zainal Fatimah Dwi Cahyani Fermeza, Ratu Dien Prima Firda Yusniar Fitria, Dhesta Nanda Noer Galuh Mega Kurnia Giska Wulan Kusuma Hari Basuki Notobroto Hari Basuki Notobroto HERMANTO, EDI Hidayati, Sitti Nurul Hikmah, Faiqatul I Dewa Gede Ugrasena Ika Mardiyanti Ika Yuni Widyawati Iken Nafikadini Inriza Yuliandari Ira Nurmala Ira Nurmala Isma Faridatus Sholihah Isma Faridatus Sholihah Ismayani Kartika, Ria Chandra Kurnia, Galuh Mega Kusuma, Giska Wulan Laksana, Muhammad Ardian Cahya Leersia Yusi Ratnawati LINA AGUSTIN KUSUMAWARDHANI Lusyta Puri Ardhiyanti Lutfi Agus Salim M. Bagus Qomaruddin M. Bahmid MAHARANI, AYUNDA REGINA Mangestuti Agil Merryana Adriani Mira Atikaturrosida Mochammad Bagus Qomaruddin Muhammad Hakimi Muhammad Hakimi Muji sulistyowati Nafiatus Sintya Deviatin Nafiatus Sintya Deviatin Nihayati, Hanik Endang Noer Saudah Noer Saudah, Noer Novia Luthviatin Novita, Yustin Nuraidah, Lutfi Fajar Nurhasmadiar Nandini Nurhayati, Aprillia Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Oedojo Soedirham Primalova Septiavy Estiadewi Pristiany, Liza Putri, Melinda Arta Reza Putri, Stephani Dwiyana Qurnia Andayani Rachmah Indawati Rachmah, Qonita Rahel Violin Kamisorei Rahel Violin Kamisorei Rahmani, Alinda Ramadhaniah Ravitasari, Dayne Sherlia Rika Satya Dewi Rika Subarniati Rino Triyanto Keya Riris Diana Rachmayanti Risa Etika, Risa Riza Fikriana Rochmah, Thini Nurul Rohma, Sofia Salma, Erlinda Rasikhah Hadi Salsabila, Hasna Amalia Santi Martini Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Siti Rahayu Nadhiroh Sitti Nurul Hidayati Sofyan Haryanto Sofyan Haryanto Sri Andari, Sri Sri Widati Supia Ningsih Juita Sari Susindra, Yoswenita Tausyiah Rohmah Noviyanti Tina Mei Wijayanti Toetik Koesbardiati Totok Mardikanto Totok Mardikanto Tri Ratna Ariestini Triharini, Mira Tsabitah Setyanimajid Ubaidillah, Nanda Iskandar Udin Kurniawan Azis Ulya, Rufaida Adya Nur Avianti Widowati, Syafira Wahyu Widyaningtyas, Nur Hafizhah Windhu Purnomo Wuri Diah Handayani Yayi Suryo Prabandari Yoto, Mohamad Yuliana Purnama Sari Min Yuly Sulistyorini Zada Nurmamita Denty Zakiyah Yasin Zari, Afina Puspita