Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 159/K/AG/2018 TENTANG PEMBAGIAN HARTA BERSAMA BAGI PASANGAN SUAMI ISTRI YANG MEMPUNYAI ANAK BELUM DEWASA PERSPEKTIF KEMANFAATAN HUKUM Burhan, Rusli; Zuhraini; Abdul Qodir Zaelani
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 7 No. 2 (2024): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v7i2.3389

Abstract

Artikel ini mengkaji perbedaan putusan antara hakim tingkat pertama/banding dengan hakim tingkat kasasi terkait pembagian harta bersama dalam kasus perceraian yang melibatkan anak di bawah umur. Hakim tingkat pertama memutuskan untuk membagi harta bersama berupa rumah setelah perceraian, sementara hakim kasasi menunda pembagian tersebut hingga anak mencapai usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan mahkamah agung nomor: 159/k/Ag/2018 tentang pembagian harta bersama bagi pasangan suami istri yang mempunyai anak belum dewasa perspektif kemanfaatan hukum. Penelitian ini menggunakan teori maqāșid syariʻah, teori keadilan, dan teori kemanfaatan sebagai kerangka analisis untuk memahami dasar pertimbangan hakim dalam putusan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian library research. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung Nomor 159/K/Ag/2018, yang dilengkapi dengan sumber data sekunder dari karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan fokus pada teori-teori yang telah disebutkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tingkat kasasi menunda pembagian harta bersama demi memastikan asas kemanfaatan bagi anak yang masih di bawah umur. Penundaan ini dilakukan untuk menjamin perlindungan dan kesejahteraan anak, yang sesuai dengan tujuan maqāșid syariʻah dalam menjaga agama, jiwa, akal sehat, keturunan, dan harta anak. Penundaan pembagian harta ini dinilai adil dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat, termasuk anak yang belum dewasa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum di Indonesia dengan memberikan analisis mendalam terkait pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama, khususnya dalam kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Hal ini penting untuk memahami bagaimana hukum dapat diimplementasikan dalam konteks perlindungan anak dalam perceraian. Kata Kunci: Pembagian, Harta Bersama, Hukum
IMPLEMENTASI SURAT EDARAN DIRJEN BIMAS No. P-005/ DJ. III/HK.00.7/10/2021 TENTANG IDDAH SUAMI (Studi Pada Kantor Urusan Agama di Kota Bandar Lampung) Teresa, Teresa; Firdawati, Linda; Zaelani, Abdul Qodir
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-maslahah.v20i1.2984

Abstract

This study aims to determine whether the implementation of Circular Letter of the Director General of Bimas No. P-005/ DJ. III/HK.00.7/10/2021 concerning husband's iddah (Study at the Office of Religious Affairs in Bandar Lampung City) is effective. In addition to seeing the purpose of Director General of Religious Affairs Circular No. P-005/DG. III/HK.00.7/10/2021 in mubādalah. Problems regarding marriage are basically cases that continue to grow and become more complex. One of them is about the breakup of marriage which results in the implementation of iddah, whether iddah due to divorce or death. From several definitions put forward, the essence of iddah can be compiled, namely the period that must be waited for by a woman who has divorced from her husband so that she can remarry to find out whether her womb is clean or to carry out Allah's orders. Departing from the literature written by Religious Court judges, if a husband or man divorces his wife in the context of divorce raj'i then while the wife's iddah period is still ongoing the husband or man enters into a new marriage with another woman without the knowledge of the wife and family, then returns to refer to his wife before the wife's iddah period is over, this will certainly lead to legal fraud, namely illegal polygamy. This study uses descriptive analytical qualitative research. The form of implementation of the KUA in Bandar Lampung City regarding this circular letter is the prohibition to marry a husband whose wife's iddah period has not been completed in order to prevent polygamy in disguise to provide legal certainty, provide legal order and provide clarity to men who marry during the iddah period of a wife who is divorced raj'i. Speaking of male iddah in the concept of mubādalah, the concept of intermarriage itself does not aim to dominate one party and is not only about the relationship between two parties related to the spirit of partnership, cooperation, reciprocity, general or special relations.
Safeguarding Lampung’s Migrant Workers: The Role of Siyasah Tanfidziyyah Syar’iyyah in Islamic Law-Based Protection Policies Azizah, Khana; Zaelani, Abdul Qodir; Santoso, Rudi
Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren
Publisher : PPPM, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46924/jihk.v6i2.256

Abstract

This study examines the implementation of siyasah tanfidziyyah syar’iyyah in protecting migrant workers from Lampung, with a particular focus on the role of the Lampung Provincial Manpower Office. This concept refers to Islamic law-based policies aimed at achieving justice and welfare. Despite the existence of protective regulations, migrant workers remain vulnerable to exploitation. Using a qualitative approach with a case study method, this research collects data through interviews and documentation analysis. The findings reveal that the Manpower Office has implemented various policies, including counseling programs, agent verification, and cooperation with destination countries. However, significant challenges remain, particularly in monitoring illegal agents and ensuring post-return protection. This study recommends enhancing coordination, expanding training programs, and providing legal assistance to strengthen the protection of migrant workers in accordance with Islamic law principles.
bahasa inggris Muhammad Samson Fajar; Enizar; Abdul Qodir Zaelani; Sofyan Munawar
Sahaja: Journal Sharia and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): Sahaja: Journal Sharia and Humanities
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/sahaja.v4i1.395

Abstract

The increasing phenomenon of individuals choosing to be single in the modern era is a significant social change. Various factors such as career busyness, individual freedom, and changes in social values ​​have influenced people's mindsets towards the institution of marriage. This study analyzes how the critical reasoning of the Qur'an responds to the phenomenon of being single with a multidisciplinary approach that combines the historical reasoning of Muhammad Arkoun, the epistemology of Al-Ghazali, and the fiqh of ikhtilaf of Ibn Rushd. The research method used is library research, by making the Qur'an as the main source in responding to the law of celibacy (rahbaniyah). Secondary data was obtained from relevant books of interpretation, history, sociology, and psychology. The results of the study show that although Islam does not absolutely prohibit individuals from being single, marriage remains an institution recommended in Islam to maintain social stability and the sustainability of civilization. In the dialectical analysis, it was found that Arkoun emphasized the historical and social context in understanding Islamic teachings, while Al-Ghazali saw the spiritual and moral aspects of the individual in the decision to be single. Ibn Rushd, with his ikhtilaf fiqh approach, emphasized that marriage has flexible laws depending on the individual and social conditions. Therefore, this study concludes that marriage is more recommended than being single because it has broader benefits in social, economic, and psychological aspects, although it still provides space for individuals to consider their personal conditions.
KONSEP TA’AQQULI DAN TA’ABBUDI DALAM KONTEKS HUKUM KELUARGA ISLAM Zaelani, Abdul Qodir
ASAS Vol. 6 No. 1 (2014): Asas, Vol.6, No.1, Januari 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v6i1.1274

Abstract

Konsep ta’abbudi dan ta’aqquli merupakan konsepsi ulama yang mencerminkan sebuah pemahaman tentang keagamaan. Ta’abbudi yang dimaknai sebagai pemahaman keagamaan yang harus diikuti tanpa harus mempertanyakan alasan dibalik sebuah perintah syariah agama. Sementara ta’aqquli                                                                                           yang dimaknai sebagai pemahaman keagamaan yang dilahirkan dari semangat diturunkan hukum Islam. Pemahaman ta’aqquli dalam konteks hukum keluarga muslim adalah sebuah keniscayaan sejarah. Hal ini dikarenakan hukum keluarga merupakan hukum yang mengakar di masyarakat. Konsep ta’aqquli inilah yang dipakai oleh pemikir kontemporer yang ingin memutus rantai “romantisme historis”, namun lebih memaknai “kenyataan sejarah”. Pemahaman ta’aqquli dalam kontek hukum keluarga menjadi sebuah gerakan reformasi terhadap hukum keluarga di dunia muslim modern. Hal ini terbukti usaha pembaharuan pada abad 19-20 telah dimulai di Turki pada tahun 1917, diikuti Mesir 1920, Iran 1931, Tunisia 1956, Pakistan 1961 dan Indonesia 1974. Ini sebagai bukti bahwa hukum akan berubah seiring dengan perubahan zaman (taghayyur al-ahkam bi al-taghayyur al-azman wa al-amkinah). Kata Kunci : Ta’aqquli, Ta’abbudi, Hukum keluarga Islam
BUNGA BANK DALAM PERSPEKTIF SOSIO-EKONOMI DAN USHUL FIQH (STUDI ATAS PEMIKIRAN M. UMER CHAPRA) Zaelani, Abdul Qodir
ASAS Vol. 4 No. 2 (2012): Asas, Vol. 4, No. 2, Juni 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v4i2.1678

Abstract

Abstak: Perdebatan mengenai bunga bank hingga saat ini masih bersifat kontroversional. Hal ini disebabkan pendekatan masing-masing berbeda mengenai makna dari bunga bank keterkaitannya dengan riba. Sebab itulah, M. Umer Chapra seorang ekonom muslim ikut berkontribusi dalam memahami bunga bank. Pendekatan yang dilakukan Chapra ini berbeda dengan ulama-ulama lain. Chapra mencoba menganalisis bunga bank dari sudut sosio-ekonomi. Hal ini sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Selain pakar secara akademisi namun juga secara praktis sangat faham dengan ekonomi Islam. Dalam perspektif Chapra, ketidakadilan, kontribusi yang tidak merata, alokasi sumber-sumber keuangan hanya berputar pada para penghutang besar saja dan spekulasi stabilitas ekonomi merupakan konsekuensi logis dan implikasi dari bunga bank. Sebab itulah pemikiran Chapra sangat penting untuk dianalisis, sebab beliau seorang inovator dan reformer yang mendapat anugerah Faisal karena kontribusinya terhadap perkembangan perbankan syariah. Kata kunci: Bunga Bank, Sosio-Ekonomi dan Ushul Fiqh 
KONSEP TA’AQQULI DAN TA’ABBUDI DALAM KONTEKS HUKUM KELUARGA ISLAM Zaelani, Abdul Qodir
ASAS Vol. 6 No. 1 (2014): Asas, Vol.6, No.1, Januari 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v6i1.1708

Abstract

Abstrak: Konsep ta’abbudi dan ta’aqquli merupakan konsepsi ulama yang mencerminkan sebuah pemahaman tentang keagamaan. Ta’abbudi yang dimaknai sebagai pemahaman keagamaan yang harus diikuti tanpa harus mempertanyakan alasan dibalik sebuah perintah syariah agama. Sementara ta’aqquli                                                                                           yang dimaknai sebagai pemahaman keagamaan yang dilahirkan dari semangat diturunkan hukum Islam. Pemahaman ta’aqquli dalam konteks hukum keluarga muslim adalah sebuah keniscayaan sejarah. Hal ini dikarenakan hukum keluarga merupakan hukum yang mengakar di masyarakat. Konsep ta’aqquli inilah yang dipakai oleh pemikir kontemporer yang ingin memutus rantai “romantisme historis”, namun lebih memaknai “kenyataan sejarah”. Pemahaman ta’aqquli dalam kontek hukum keluarga menjadi sebuah gerakan reformasi terhadap hukum keluarga di dunia muslim modern. Hal ini terbukti usaha pembaharuan pada abad 19-20 telah dimulai di Turki pada tahun 1917, diikuti Mesir 1920, Iran 1931, Tunisia 1956, Pakistan 1961 dan Indonesia 1974. Ini sebagai bukti bahwa hukum akan berubah seiring dengan perubahan zaman (taghayyur al-ahkam bi al-taghayyur al-azman wa al-amkinah). Kata Kunci : Ta’aqquli, Ta’abbudi, Hukum keluarga Islam
POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF YURIDIS DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN Zaelani, Abdul Qodir
ASAS Vol. 6 No. 2 (2014): Asas, Vol.6, No.2, Juni 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v6i2.1720

Abstract

Abstrak: Anak merupakan bagian dari tongkat estapet penerus perjuangan orang tua. Untuk dapat membentuk anak yang dapat diandalkan dan menjadi harapan bagi kedua orang tuanya, maka peran orang tua dalam membangun jati diri dan menuntun untuk menggapai asa seorang anak sangatlah penting. Karena begitu pentingnya didikan dari orang tua, eksistensi legislasi dalam hal mengatur tugas dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya telah terpayungi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam konteks psikologi pendidikan, pola asuh orang tua akan sangat membantu, mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan berganda (multiple intelligence) seorang anak. Talenta dan potensi dapat berkembang pesat bila disupport oleh kedua orang tuanya. Bahkan, bakat terpendam sekalipun, akan semakin tampak dan terlihat. Seorang anak diibaratkan bahan baku untuk membuat kue, bila bahan bakunya sudah lengkap, adonannya bagus sesuai dengan resep, maka hasilnya pun akan sesuai dengan resepnya, namun bila yang diadon tidak sesuai dengan serep, maka hasilnya pun tidak karuan dan acak-acakan. Begitupun dalam mendidik seorang anak, bila didikan anak sesuai dengan aturan perundang-undangan dan psikologi pendidikan, maka hasilnya pun tidak mengecewakan, bahkan dapat dibanggakan. Kata Kunci : Pola asuh, yuridis dan psikologi
PERANAN BANTUAN HUKUM DALAM MENYELESAIKAN PERKARADI PENGADILAN AGAMA (Studi di Pengadilan Agama Kelas IA Tanjungkarang Bandar Lampung) Irwantoni, Irwantoni; Zaelani, Abdul Qodir; Nasution, Chaidir
ASAS Vol. 10 No. 01 (2018): Jurnal Asas
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v10i01.3266

Abstract

Bantuan hukum merupakan suatu upaya untuk membantu orang lainyang tidak mampu secara finansial dalam rangka untuk mencari keadilan, ini merupakan suatu Hak Azazi Manusia (HAM) yaitu hak dasar yang diakui secara universal dan melekat pada diri setiap manusia sejak dilahirkan. Salah satu dari prinsip HAM adalah perlakuan yang sama dimuka hukum. Program bantuan hukum ini merupakan hal yang baru bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang diberikan kepada kepada rakyat kecil yang tidak mampu/miskin dan buta hukum. Gejolak pemberian bantuan hukum kapada rakyat miskin dan tidak mampu diawali dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 dan Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) No. 10 Tahun 2010, yang memberi amanah kepada Pengadilan untuk mewujudkan keadilan bagi orang yang mencari keadilan yang kurang mampu. Dengan banyaknya perkara yang masuk hingga mencapai ribuan perkara setiap tahun di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjungkarang, maka sangat menarik untuk diteliti tentang bagaimana peranan bantuan hukum dalam menyelesaikan perkara di Pengadilan. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini : Bagaimana gambaran secara umum  Lembaga Bantuan Hukum menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011, bagaimana sejarah perkembangan Lembaga bantuan Hukum di Indonesia dan bagaimana  peranan Lembaga Bantuan Hukum dalam menyelesaikan perkara di Pengadilan.Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peranan bantuan hukum dalam menyelesaikan perkara di Pangadilan dan untuk mengetahui mekanisme untuk mendapatkan jasa bantuan hukum.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif empiris dengan metode pendekatan kualitatif yang merupakan penelitian berdasarkan dengan fakta dan data.Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis yang digunakan adalah dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa secara umum Lembaga Bantuan Hukum merupakan salah satu lembaga yang memberikan bantuan hukum kepada rakyat miskin di samping lembaga kemasyarakatan lainnya, adapun sejarah perkembangan lembaga bantuan hukum di Indonesia sangat baik dan diterima oleh rakyat Indonesia, meskipun pada awalnya lembaga ini merupakan pemikiran kolektif karena adanya ketimpangan dalam penegakkan hukum di Indonesia serta peranan lembaga bantuan hukum menyadarkan masyarakat akan hak-haknya didepan hukum.Kata Kunci : Peranan Bantuan Hukum, Pengadilan Agama.
al-'Adalah fi Qadhiyah al-Ta'addud fi Nadzri al-Falsafiyyah al-Qanuniyyah al-Mi'yariyyah, wa al-Nafsiyyah wa al-Ijtima'iyyah Zaelani, Abdul Qodir
al-'adalah Vol 12 No 2 (2015): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v12i2.220

Abstract

Abstrak: Adil dalam Poligami Perspektif Filosofis, Yuridis-Normatif, Psikologis dan Sosiologis. Urgensitas keadilan dalam hubungan suami istri merupakan hal yang harus dilakukan, termasuk dalam poligami. Dalam perspektif psikologis, adanya keharusan berlaku adil dalam poligami merupakan terobosan progresif-futuristik, melakukan perubahan/reformasi secara radikal-fundamental. Dalam perspektif yuridis-normatif, persyaratan keadilan poligami telah termaktub dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang memuat kebolehan poligami dengan persyaratan tertentu, dan ayat Alquran [4: 3] yang intinya diperbolehkan poligami dengan berbagai catatan, salah satunya adalah adil. Dalam perspektif psikologis, adanya kebolehan poligami dengan persyaratan adil mempunyai dampak psikis begitu besar. Bila keadilan tidak terpenuhi kepada istri, dampak psikisnya akan timbul perasaan inferior, tidak percaya diri, minder, menyalahkan diri sendiri, istri merasa tindakan suaminya berpoligami akibat dari ketidakmampuan dirinya memenuhi kebutuhan biologis suaminya, dan ketergantungan secara ekonomi kepada suami. Dalam perspektif sosiologis, eksistensi poligami bila tidak dilakukan sesuai prosedur regulasi yang belaku, akan mandapatkan label “miring” dari masyarakat bagi pelaku poligami. Bahkan bila suami tidak memberikan nafkah lahir batin bagi istri-istrinya, maka cibiran masyakarat pun semakin tajam. 
Co-Authors Abdul Hanif Abdul Hanif Abdul Hanif Adawiyah, Robiatin Agus Hermanto Agus Hermanto Amin Rais Andi Armi Ardi, Muh Zaitun Azizah, Asyifa Nur Azizah, Khana Azzam Arfa, M Fadhil A’dawiyah , Robi’atin Burhan, Rusli Bustomi Chaidir Nasution Desrianto Dewi Setia Wati Enizar Enizar Enizar Etika Pujianti Eva Fitriyanah Faisal Faisal Faisal, Agus Fajar, Mokhamad Samson Fajar, Mokhammad Samson Fathurrahman Fathurrahman Fauzan Febrian Maulana Putra Gegana, Tomi Adam Ghummiah, Shivi Mala Gusher, Agus Hermanto Hadi , Bagus Kusumo Hadi, Bagus Kusumo Hadi, Dino Gautman Raharjo Hanif Hanif Al-fauzi Nur Hanif, Abdul Imam Syafi'i Indra, Gandi Liyorba Irwantoni Irwantoni Irwantoni Irwantoni Irwantoni Irwantoni Is Susanto Iskandar Syukur Issusanto, Issusanto Ja’far, Ahmad Khumedi Khairudin Khairudin Kusuma, Kurniawan Putra Liky Faizal Linda Firdawati Linda Firdawaty Luqman Hafiz M. Yasin Al Arif Madnasir Madnasir Maimun Maimun Maimun Maimun Maliki, Ibnu Akbar Millah, Nadiya Ihda Mubasit Mubasit Mubasit Mubasit, Mubasit Muhammad Akmansyah Muhammad Alvin Saputra Muhammad Iqbal Fasa MUHAMMAD REZA FAHLEVY Muhammad Samson Fajar Mujahid, Amin Mukhlisin Muzakki, M Harir Mu’in, Fathul Na'im, Arroyan Nida Rafiqa Izzati Nur, Hanif Al-fauzi Nurnazli Nurnazli Pranika, Ranita Putri, Mutiara Eka Rais, Amin Relit Nur Edi Rinaldo, Edward Robi'atin A'dawiyah Ronaldo, Reza Rosidi Rosidi Rudi Santoso, Rudi Ruslan Abdul Ghofur SITI MAHMUDAH Sofyan Munawar Supriyadi Supriyadi Syamsul Hilal Syamsul Hilal Teresa, Teresa Tomi Adam Gegana Wati, Dewi Setio Yusuf Baihaqi Zuhraini