Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DUKUNGAN SUAMI DALAM MENGATASI BABY BLUES SYNDROME PADA IBU NIFAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG Wike Mulyani Mulyani; Yusuf Baihaqi; Ahmad Fauzan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap realitas gangguan emosional baby blues yang dialami ibu nifas serta menganalisis peran penting dukungan suami dari perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima ibu pasca melahirkan dan dua suami di beberapa kelurahan di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami gejala baby blues yang dipicu oleh tekanan emosional, kelelahan fisik, konflik keluarga, dan minimnya dukungan dari pasangan. Suami cenderung kurang memahami kondisi psikis istri pasca melahirkan, sehingga kontribusi mereka dalam proses pemulihan emosional belum optimal. Dalam ajaran Islam, suami memiliki tanggung jawab lahir dan batin dalam mendampingi istri, termasuk selama masa nifas. Hal ini ditegaskan dalam Q.S. an-Nisā' [4]: 19 dan Q.S. al-Aḥqāf [46]: 15 yang menekankan pentingnya memperlakukan istri dengan baik serta menghormati perjuangan mereka dalam masa kehamilan dan melahirkan. Melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, dukungan suami terhadap istri selama masa nifas dapat dikaitkan dengan perlindungan terhadap agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Hasil penelitian menegaskan bahwa dukungan emosional dari suami berperan penting dalam mencegah dan mengurangi dampak baby blues, sekaligus memperkuat keharmonisan rumah tangga sesuai nilai-nilai Islam.
KAJIAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP PERAMPASAN HARTA WARISAN BERUPA TANAH PERTANIAN LAHAN PERSAWAHAN YANG SUDAH BERSERTIFIKAT HAK MILIK (STUDI PUTUSAN NO 1/PDT.G/2024/PN MNA) M. Rofiqi Fadhlurrahman; Yusuf Baihaqi; Muhammad Jayus
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1301

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena perampasan harta warisan berupa tanah pertanian lahan persawahan yang sudah bersertifikat Hak Milik dari perspektif Hukum Keluarga Islam dengan studi pada Putusan Nomor 1/Pdt.G/2024/PN Mna.Tujuan penelitian ini adalah menelaah pertimbangan hukum hakim pada Pengadilan Negeri dalam memutus perkara perampasan harta warisan antara kedua belah pihak yang bersengketa,  yang mana orang tua keduanya bersaudara kandung. Masing-masing pihak mengklaim tanah lahan persawahan tersebut adalah warisan dari orang tuanya masing-masing.  Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (normative legal research) dan metode wawancara untuk memperkuat data, pendekatan dilakukan dengan  mengkaji hukum sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat dengan menitikberatkan pada analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Putusan Nomor 1/Pdt.G/2024/PN Mna dalam perkara perampasan harta warisan, mencerminkan upaya penegakan hukum positif  dimana hakim memutuskan pengembalian hak kepada Penggugat yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik tanah pertanian lahan persawahan, menghukum Tergugat membayar biaya perkara dan menyatakan Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Pertimbangan hukum tersebut merujuk pada Fikih Mawaris, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) pada pasal 20 ayat (1) UUPA, pasal 23 ayat (2) UUPA, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) pasal 1365, Pasal 171 huruf (c) KHI serta pasal 183 KHI. Dengan demikian putusan ini menunjukkan adanya relevansi dan integrasi antara hukum positif  dengan Hukum Keluarga Islam dalam perlindungan hak ahli waris dan kepastian hukum untuk ahli waris serta menegaskan penegakan keadilan substantif antar anggota keluarga.
PANDANGAN MUI LAMPUNG TENTANG PERKAWINAN PENDERITA THALASSEMIA DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Yunita Ramadhani; Yusuf Baihaqi; Kartika S
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.1124

Abstract

This study examines the perspective of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Lampung Province on marriage involving individuals who suffer from or carry the genetic trait of thalassemia within the framework of Islamic Family Law. Using a qualitative approach with primary data from in-depth interviews with MUI Lampung informants, the findings show that MUI addresses thalassemia through the framework of Maqashid al-Shari’ah, particularly the protection of life and lineage. Premarital health screening is considered essential as a preventive effort to avoid physical disabilities and potential harm in the future. Legally, marriage between individuals with thalassemia is considered valid if the pillars and conditions of marriage are fulfilled; however, substantively, MUI emphasizes that such marriages may become makruh (discouraged) or even haram (prohibited) if medical evidence indicates a high risk of having children with thalassemia major, reflecting the principle of preventing harm (sadd al-dhari’ah). MUI also highlights the importance of honesty regarding health conditions between prospective partners and offers solutions such as reproductive risk management, including the option of not having biological children for the sake of public welfare (maslahah), ultimately demonstrating an integration of normative Islamic law with medical and social approaches in modern Indonesian family law.
Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap Pemenuhan Hak-Hak Istri dan Anak Pasca Percerian dalam Perkara Cerai Gugat: Analisis Putusan Pengadilan Agama Kalianda Nomor: 407/Pdt.G/2025/Pa.Kla Iqbal Syarief Saputra; Yusuf Baihaqi; Syeh Sarip Hadaiyatullah
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 7 No 2 (2026): Tema Hukum Islam
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v7i2.3679

Abstract

This study analyzes the Decision of the Kalianda Religious Court Number 407/Pdt.G/2025/PA.Kla concerning the fulfillment of the rights of wives and children after divorce in a contested divorce case. The legal issue examined in this study is how legal protection for child custody (hadanah), child support, iddah maintenance and mut’ah is provided when the divorce is caused by neglect of financial support and domestic conflict. This decision was selected because it demonstrates the use of the judge’s ex officio authority in determining the rights of women and children, even though the case was filed as a contested divorce. This research employs a normative-juridical method using statutory and court decision approaches. The results show that the judges considered not only formal juridical aspects, but also sociological aspects and the best interests of the child. The decision reflects the integration of Islamic law and positive law in providing fair legal protection for women and children after divorce.
Co-Authors Abdilla, Ahmad Farhan Abdul Malik Ghazali Abdul Malik Ghozali Abdul Matin Abdul Matin Bin Salman Abdul Qodir Zaelani Abdurrohman Kasdi Ade Perdana Putra Agus Hermanto Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Al Fauzi Nur, Hanif Al-Arif, Muhammad Yasin Amrin Sobirin Andieni Putri Olivia Arifin Andieni Putri Olivia Arifin Andrio Saputra Bisri Musthofa Bukhori Abdul Shomad Bukhori Abdul Shomad Dzaky Hafizh Muttaqien Enizar Enizar F. Faisal Faisal, F. Fella Melifa Fikri, Arif Gustina Fauzia Hanifatunnaza, Hanifatunnaza Helma Maraliza Iqbal Syarief Saputra Isnaeni , Ahmad Jayusman Jayusman Jayusman Kartika S Khairuddin Khairuddin, K. Khairudin Khairudin KIBTIYAH, MARIYATUL Kiki Muhamad Hakiki Kusnadi Kusnadi Kusnadi Lailatul Mubaraka Liddinillah, Muhammad Yakhsyallah Liky Faizal Luqman Hafiz Luthfi, Moh. M Ravi Akbar M. Maimun M. Maimun, M. M. Rofiqi Fadhlurrahman Ma'arif, Toha Makrus, Muhammad Mariyah Ulfah Masruchin Matin, Abdul Muhammad Jayus Muhammad Khadafi MUHAMMAD REZA FAHLEVY Muhammad Zaki Munadi Munadi Murni Sulastri Musdatulia, Musarika Rahmat Ibnuansyah Rahmat, Maulana Bagus Ramza Husmen Rika Damayanti Rika Reskika Rizqiya Irfana RR. Ella Evrita Hestiandari S. Suratno Sakira, Ghea Sari, Elsa Jeni Isma Sigit Budiyanto Silvia Susrizal Sisca Novalia Siti Badiah ., Siti Badiah Sri Mariya Suci Allara Putri Suratno, S. Syahrur Ramli Syeh Sarip Hadaiyatullah tio buana putra Toha Ma'arif Umi Latifah Umi Latifah Umma Farida Venny Zulmiani Vivi Anggraeningsih Wely Yelvia Sartika Wike Mulyani Mulyani yamin, sabanul Yudi Antomi Yunita Ramadhani Yurni Suasti