Claim Missing Document
Check
Articles

Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Socrates dalam Mengembangkan Perencanaan Karir Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pemalang M. Andika Arsya R; Arri Handayani; G. Rohastono Ajie
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem studied is the Socrates Technical Group Guidance Service in Improving Career Planning for Class XI Students of SMA Negeri 2 Pemalang. The research method used is true experimental with pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class XI SMA Negeri 2 Pemalang, totaling 144 students consisting of 5 classes. The sampling technique used is cluster random sampling technique. The analysis used to test the validity is the product moment and reliability using the alpha formula. The final conclusion from the results of the t-test analysis that the posttest between the experimental group and the control group obtained tcount = 10.3. To ascertain whether the difference is significant, the results are consulted with ttable. With db = (n1+n2)-2 = (10+10)-2=18 and a significant level of 5%, ttable = 2.021 is obtained. Because tcount = 10.3 ˃ ttable = 2.021, tcount is greater than ttable, meaning that Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that "There is an effect of group guidance services using the social technique on career planning in class XI at SMA Negeri 2 Pemalang" at the level significant 5%. Suggestions that researchers can convey should supervising teachers at schools provide advanced services with regard to career planning.
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi dalam Mengembangkan Regulasi Diri Belajar pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Pemalang Ita Ayu Fransiska; Arri Handayani; G. Rohastono Ajie
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem studied is the Discussion Technique Group Guidance Service in Improving Learning Self-Regulation in Class X Students of SMA Negeri 2 Pemalang. The research method used is true experimental with pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 2 Pemalang, totaling 144 students consisting of 4 classes. The sampling technique used is cluster random sampling technique. The analysis used to test the validity is the product moment and reliability using the alpha formula. The final conclusion based on the calculation of the t-test obtained tcount of 11.072 while ttable with db(n1 + n2) – 2 = (12+12)-2=22 and a significant level of 5% (0.05) of 1.73 (see table t ). Because tcount>ttable, namely 11.072>1.73, it can be interpreted as larger, so Ha is accepted. It can be concluded that there are differences in the increase in learning self-regulation in the experimental group after being given treatment for three times using group guidance with discussion techniques. So it can be concluded that group guidance with discussion techniques can improve the learning self-regulation of class X students of SMA Negeri 2 Pemalang. Then the working hypothesis (Ha) which reads "group discussion technique guidance services can increase self-regulation of learning in class X SMA Negeri 2 Pemalang" is accepted with a significant level of 0.05. The suggestion that researchers can convey is that supervising teachers at schools provide advanced services with regard to self-regulation of learning.
Faktor Penyebab Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal Siti Hasmah Fazira; Arri Handayani; Farikha Wahyu Lestari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13500

Abstract

Dewasa awal merupakan masa peralihan sehingga individu akan menghadapi banyak tekanan dan tuntutan dari lingkungan maupun dari dalam dirinya sendiri. Individu yang tidak mampu menghadapi persoalan dari adanya tuntutan tersebut akan diprediksi mengalami quarter life crisis. Quarter life crisis merupakan masa krisis yang dialami oleh individu antara usia 20 hingga 30 tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi quarter life crisis adalah emosi. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor penyebab quarter life crisis. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu pendekatan deduktif dengan Analisis Isi Kualitatif. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling 20-30 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor internal yang berupa pengalaman masa kecil yang mengesankan mengakibatkan dampak positif bagi seseorang. Faktor eksternal ditemukan bahwa dari segi faktor lingkungan bahwa informan memiliki dukungan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.Aspek emosional ditemukan bahwa informan memiliki sikap berupa sikap bimbang mengambil keputusan, mudah putus asa, rasa negatif diri, rasa tidak menemukan solusi dari masalah
19. Peran Dukungan Sosial Guru BK Dengan Penyesuaian Diri Siswa Bagas Prayoga Hidayat; Arri Handayani; Chr Argo Widiharto
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i02.2307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya  hubungan antara dukungan sosial Guru BK dengan penyesuaian diri siswa kelas X SMA Institut Indonesia Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif koresional. Populasi penelitian ini sejumlah 164 siswa. Sampel yang di ambil adalah 116 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala psikologis. Hasil uji korelasi person product moment memperoleh hasil sebesar (r) = 0,392, r Hitung ≥  r tabel atau 0,392 ≥ 0,195 apabila dicocokan dengn tabel interpretasi menunjukan bahwa antara dukungan sosial Guru BK dengan penyesuaian diri memiliki tingkat hubungan yang rendah. Besar sumbangan variabel dukungan sosial Guru BK memberikan kontribusi sebesar 15,3% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Sedangkan nilai signifikannya 4,546 lebih besar r tabel 0,195, berdasarkan penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial Guru BK dengan penyesuaian diri. Kata kunci: penyesuaian diri, dukungan sosial Guru BK, siswa SMA
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Arie Hendra Pranata; Bagus Ardi Saputro; Arri Handayani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.778

Abstract

Pranata, Arie Hendra. 2023: “Pengembangan Modul Ajar Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Pembimbing : (1) Dr. Bagus Ardi Saputro, M.Pd., (2) Dr. Arri Handayani, S.Psi.,M.Si. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar berbasis problem-based learning dalam meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Modul ajar dikembangkan untuk mata pelajaran matematika pada materi kelipatan, faktor, kelipatan persekutuan, faktor persekutuan, KPK, dan FPB. Penelitian ini adalah research and development dengan model ADDIE dari Sezer dalam Rudi Hari Rayanto dan Sugianti (2020: 29) Pengembangan model ADDIE melalui 5 tahap yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implement), dan Evaluasi (Evaluation). Tahap Analisis meliputi needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Tahap desain meliputi merumuskan tujuan pembelajaran, Selanjutnya menyusun tes, menentukan strategi pembelajaran yang tepat dengan mempertimbangkan sumber-sumber pendukung lain, misalnya sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya. Tahap pengembangan merupakan Langkah ketiga dalam model ADDIE. Salah satu endidi penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap Implementasi merupakan Langkah nyata untuk menerapkan endid pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Tahap evaluasi adalah proses untuk melihat apakah endid pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Data dalam penelitian ini adalah data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan oleh praktisi endidikan meliputi lembar validasi isi, validasi konstruk, Validasi LKPD, Validasi penggunaan media, dan validasi penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif sehingga sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis peserta didik. Kata kunci : Modul ajar, ketrampilan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah (PBL)
PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN BERBASIS HOTS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DAN CAMPURAN PADA MURID KELAS VI SD Irma Yunita; Arri Handayani; Aryo Andri Nugroho
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.920

Abstract

Irma Yunita. 2023. “Pengembangan Perangkat Penilaian Berbasis HOTS dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat dan Campuran pada Murid Kelas VI SD” Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si, Pembimbing II Dr. Aryo Andri Nugroho, M.Pd. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan validitas penilaian berbasis HOTS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika murid kelas VI SD. (2) Mendeskripsikan kepraktisan penilaian berbasis HOTS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis Matematika murid kelas VI SD. (3) Mendeskripsikan keefektifan penilaian berbasis HOTS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika murid kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan rancangan Research and Development (R&D). Desain pengembangan mengadaptasi model pengembangan menurut Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan. Pelaksanaa uji coba dilakukan pada 37 murid di SD 1 dan 2 Kranggan sebagai kelompok eksperimen, dan 36 murid di SD 1 dan 3 Satriyan sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan observasi, angket, tes, dan wawancara. Data keefektifan penilaian berbasis HOTS dianalisis dengan uji gain, uji t pada taraf signifikansi 0,05. Penilaian yang dikembangkan berupa instrumen penilaian berbasis HOTS 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication) yang memiliki 7 karakteristik, yaitu: 1) mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, 2) bersifat divergen, 3) menggunakan multirepresentasi, 4) berbasis permasalahan kontekstual, 5) menggunakan bentuk soal beragam, 6) mengukur kemampuan berkomunikasi, dan 7) mengukur kemampuan dalam bekerja sama. Penilaian berbasis HOTS efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar murid, terbukti dari peningkatan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis murid pada kelompok eksperimen,yaitu 80,59 dengan kategori sedang dan peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen, 89,05 dengan kategori sedang. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian berbasis HOTS mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pelajaran matematika murid kelas VI sekolah dasar. Kata kunci: Penilaian berbasis HOTS, Berpikir Kritis.
STUDI EKSPLORASI FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN JEPARA Senowarsito Senowarsito; Arri Handayani; Iin Purnamasari; Achmad Bukhori
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v13i2.8018

Abstract

The purpose of this research is to analyze the factors that cause dropping out of school in Jepara Regency.The research method used is qualitative with a descriptive approach. Collecting data using questionnaires, in-depth interviews, documentation, and FGDs related to the causes of dropping out of school. The research respondents consisted of school dropouts, parents, and teachers from 14 sub-districts in Jepara Regency. qualitative descriptive research procedures in a naturalistic manner. The data source was selected by purposive sampling as a sample determination. Primary data was obtained in verbal form, the words revealed based on filling out a questionnaire related to the research topic. Research instruments in the form of open and closed questionnaires are used to reveal the factors that cause children to drop out of school. This research was conducted through four stages, namely orientation, exploration, member check and reporting stage. Data collection techniques used questionnaires, in-depth interviews, documentation and FGDs related to the factors that cause children to drop out of school. Data analysis was carried out through triangulation, both source and technique triangulation.The results of the study found that the internal conditions of individuals, such as motivation and external factors from family and environment were the main factors in the dropout rate. If the child is not motivated, is not supported by the family, and is not supported by the environment, the chances of students dropping out of school will be higher. In this case, when schools have tried to persuade children to attend school but without internal motivation and support from parents, the chances of children dropping out of school are still great.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Jatinegara Ayu Widya Sari; Arri Handayani; Agus Setiawan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2349

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya konsep diri pada siswa serta masih banyak siswa yang masih memiliki tingkat kemandirian belajar yang rendah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto. Populasi data penelitian ini sejumlah 60 siswa, meliputi kelas VII A dan VIIB dan VII D. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh (sampling sensus). Data penelitian ini diperoleh melalui observasi angket dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara konsep diri terhadap kemandirian belajar. Hal ini berarti semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi kemandirian belajar, begitu pula sebaliknya semakin rendah konsep diri maka akan semakin rendah kemandirian belajar. (2) Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan r hitung 0,672 > r tabel 0,254. Hasil r hitung sebesar 0.672 membuktikan bahwa variabel konsep diri dan variabel kemandirian belajar memiliki korelasi dengan derajat korelasi kuat dan bentuk hubungan yang positif. Hal ini juga menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dengan arah positif antara konsep diir terhadap kemandirian belajar siswa.
Hubungan Kontrol Diri Dalam Pemanfaatan Media Sosial Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas IX SMP N 34 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024 Shafa Hasna Prastyaningrum; Arri Handayani; Ismah Ismah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17789

Abstract

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 273 siswa. Sampel penelitian ini mengambil 25% dari populasi sehingga sampel yang digunakan sebanyak 69 orang siswa yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai r hitung sebesar -0,518, sedangkan r table untuk jumlah sampel 69 adalah 0,339. Oleh karena itu -0,518 > 0,339 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kontrol diri dalam pemanfaatan media sosial dengan prokrastinasi akademik kelas IX SMP N 34 Semarang.Hubungan negatif tersebut memiliki arti bahwa jika kontrol diri dalam pemanfaatan media sosial tinggi maka prokrastinasi akademik rendah dan sebaliknya jika kontrol diri dalam pemanfaatan media sosial rendah maka prokrastinasi akademik tinggi.
Pengembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Loosepart Ardiana Nur Maulida Hakim; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 1 No 4 (2023): Juli : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i4.294

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) is an early stage in the educational process that plays an important role in children's language development. One approach that can be used in language development is the loose parts approach. Loose parts refer to objects or materials that children can creatively manipulate and combine. The use of loose parts in language development in PAUD provides many benefits. First, loose parts can stimulate children's creativity and imagination. By having the freedom to organize and combine these materials, children can express their ideas verbally and non-verbally. In conclusion, the use of loose parts in language development in PAUD can improve creativity, communication skills, and learning experiences of early childhood.
Co-Authors Achmad Bukhori Afrilya Herianty Agustin Arum Setiyana Ajeng Dianasari Anggun Setiawan Anindita Dwi Kusti Aprilia Anita Chandra D.S Annisa Ul Khusna Aprilia Candra Krisnawati Arba’a Ayu Utami Ardiana Nur Maulida Hakim Arie Hendra Pranata Arifianto Astri Nugroho Arini Inayatul Fajriyah Aryo Andri Nugroho Aufal Marom Ayu Widya Sari Bagas Prayoga Hidayat Bagus Ardi Saputro Bondhaningtyas Anjarweni budi astuti Chr Argo Widiharto Christiana Switaningsih Dayati Erni Cahyaningrum Desi Maulia Dewi Mukti Kartikaningrum Dini Rahmawati Dini Rahmawati DINI RAHMAWATI Dini Rahmawati Dini Rahmawati Dini Rahmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dini Rakhmawati Dwi Retno Sriwahyuni Dyah Nugrahani Eka Wahyu Andani Erra Yuni Rindiani Erra Farikha Wahyu Lestari Fathul Himam Fiki Febriani Firyal Afifah G. Rohastono Ajie Gregorius Rahastono Ajie Gregorius Rohastono Ajie Hany Muhammad Rifqi Hardianika Rahmaningtyas Iin Purnamasari Irma Yunita Ismah -, Ismah Ita Ayu Fransiska Kristia Setyaningsih Kusuma, Endra Lina Kamalia Zahra M. Andika Arsya R M. G. Adiyanti Maghfiroh Mahmudah Mahmudah Monica Arningsari Muhamad Andiyaman Mujiono Nailussulakhah Sulakhah Ngatmini Ngatmini Ngurah Ayu Nyoman Murniati Nikrotul Ummah Nila Istatik Amalia Nurulul Fatimah Ornella Alika Padmi Dhyah Yulianti Primaningrum Dian Primaningrum Dian M Ria Indrawati Rizka Laila Rahmatiningtyas Rohmah Khasanah Rosalia Eka Lusiana Senowarsito, Senowarsito Setiawan, Agus Shafa Hasna Prastyaningrum Siti Aeti Siti Fitriana Siti Hasmah Fazira Siti Musarokah Solekah Sri Suciati Sriyatun Suci Marliana Suci Rahayu Sukat Sukma Nur Ardini Sutinah Tina Afiatin Tinarti Tinarti Tri Hartini Venty Venty Wulan Putriani Yenni Pudji Rahmawati Yuli Kurniati Werdaningsih Zakia Latifah Zumrotus Sa’adah Zunika Agung Rahayu