Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku anak sekolah dasar daerah tertinggal tentang pemeliharaan kesehatan gigiUnderdeveloped area elementary school children’s behaviour towards dental health care Rama, Sonia; Suwargiani, Anne Agustina; Susilawati, Sri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.664 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18574

Abstract

Pendahuluan: Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi merupakan kegiatan individu untuk mencegah terjadinya penyakit karies dan periodontal yang terbentuk dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Usia sekolah merupakan usia yang tepat untuk membiasakan anak melakukan pemeliharaan kesehatan gigi sedini mungkin.  Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku anak sekolah dasar mengenai pemeliharaan kesehatan gigi di daerah tertinggal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada subpopulasi di daerah tertinggal, dengan pengambilan sampling total. Data diambil dari 76 anak sekolah dasar SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung dengan menggunakan kuesioner terkalibrasi. Hasil: Perilaku anak  terbentuk dari tiga komponen yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pemeliharaan kesehatan gigi. Dari keseluruhan total responden, 52,63% memiliki pengetahuan kurang, 72,37% memiliki sikap yang kurang dan 72.37 % memiliki tindakan yang kurang. Simpulan: Perilaku anak sekolah dasar di daerah tertinggal menunjukkan pengetahuan, sikap dan tindakan yang kurang tentang pemeliharaan kesehatan gigi. ABSTRACTIntroduction: Dental health behaviour is activities undertaken by individu to prevent caries and periodontal diasese, comprises of knowledge, attitude and practice. Elementary school age is the golden time to teach children in early life how to perform dental health care. The purpose of this study was to assess the level of dental knowledge, attitude and practice among elementary school children in underdeveloped suburban region. Methods: A cross-sectional study was carried out in a subgroup of population, with total sampling. Data were collected from 76 children studying in SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung. Guided interviewed and callibrated questionnaires were employed. Result: The study showed that the majority of children in this underdeveloped suburban area had knowledge, attitude, and practice of 52.63%, 72.37%, and 72.37%, respectively. Conclusion: Children at school age in underdeveloped area had poor dental health behaviour.Keywords: Behaviour, dental health care, children, elementary school, underdeveloped area.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKILL GURU SERTA PERSONAL HYGIENE SISWA SD Solehati, Tetti; Susilawati, Sri; Lukman, Mamat; Kosasih, Cecep Eli
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3678

Abstract

Banjir sering menimbulkan masalah kesehatan terutama pada anak. Hal ini diperparah dengan buruknya pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengetahuan Dan Skill Guru dan  personal hygiene siswa setelah diberikan edukasi. Penelitian dilkukan pada tahun 2014. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan di SDN VII dan X Dayeuhkolot Bandung. Sampelnya adalah 24 guru  dan 288 siswa kelas 3-6 SDN VII dan SDN X Dayeuhkolot. Instrumen menggunakan quesioner, lembar observasi, dan lembar cek list. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukan rerata personal hygiene siswa 77,78 sebelum intervensi meningkat jadi 89,54 (pv= 0.001). Rerata tingkat pengetahuan guru sebelum intervensi 52, rerata skill CTPS 64,17. Setelah intervensi mengalami peningkatan rerata tingkat pengetahuan menjadi 97, rerata skill CTPS 97,92 (pv= 0.001). Simpulan penelitian, ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan dan skill guru serta personal hygiene siswa sebelum dan setelah periode intervensi. Floods often cause health problems especially in children. This is aggravated by poor pattern Clean and Healthy Lifestyle/ PHBS in the community. The aim is to determine the effect of education on knowledge, skill of  the teachers and hygiene of the elementary school students. The study conducted at 2014. The study was a quasi-experimental of pre-test and post-test design. The study was conducted in elementary school VII and X Dayeuhkolot. The sample is 24 teachers and 288 students in grades 3 to 6. The instrument used quisionare, observation sheet, and a check list sheet. Univariate and bivariate analysis was used to analyze the data. The mean score of personal hygiene students increased from77.78 to 89.54 (pv = 0.001). The mean score of teacher knowledge increased from 52 to 97 (pv = 0.001). The mean score of skill in teacher increased from 64.17 to 97.92 (pv = 0.001). Conclusion: This study found a significant differences of mean the knowledge and skill on teachers and personal hygiene students before and after the intervention (p = 0.001).
Perbedaan risiko karies pada anak usia 6-7 tahun antara dua Sekolah Dasar di daerah Jatinangor Sita Aulia; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i1.21431

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang erat hubungannya dengan konsumsi makanan yang kariogenik. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah karies gigi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menanggulangi masalah karies yaitu dengan penilaian risiko karies. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan risiko karies pada anak usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih daerah Jatinangor agar dapat melakukan perawatan dan pencegahan dini. Metode Penelitian: Metode penelitan adalah cross sectional jenis penelitian analitik. Pengambilan sampel dengan cara “total sampling” dan menggunakan kuisioner risiko karies dari AAPD. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Penelitian dilakukan pada anak usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih daerah Jatinangor dengan menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian didapat 122 responden pada anak usia 6-7 tahun menunjukkan bahwa risiko tinggi pada SDN Cibeusi 55,74%, risiko sedang 21,31%, risiko rendah 22,95% sedangkan risiko tinggi pada SDN Sirnagalih 67,21%, risiko sedang 11,48%, risiko rendah 21,31%. Simpulan: Simpulan penelitian yaitu menunjukkan bahwa risiko karies usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih berisiko tinggi dan tidak terdapat perbedaan risiko karies yang signifikan antara SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih dengan tingkat risiko kariesKata kunci: Penilaian risiko karies, anak, usia 6-7 tahun
Pengalaman karies dan status periodontal pada ibu hamilCaries experience and periodontal status of pregnant women Ajeng Pinanty; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.24847

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada beberapa anggota tubuh, termasuk rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan sangat perlu dijaga, agar ibu hamil terhindar dari peningkatan resiko terjadinya karies dan penyakit periodontal. Upaya ini akan menghindari terjadinya resiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman karies dan status periodontal ibu hamil agar dapat melakukan perawatan dan pencegahan dini. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang dan sedang memeriksakan kehamilannya ke poli KIA Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 65 ibu hamil di Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, status periodontal dengan Community Periodontal Index (CPI). Hasil: Indeks DMF-T ibu hamil sebesar 6,82. Hasil CPI yaitu periodontal sehat 3,08%, perdarahan gusi 1,54%, terdapat kalkulus 26,15%, poket 4–5 mm 63,08%, poket  ≥ 6 mm 6%. Simpulan: Pengalaman karies pada ibu hamil termasuk pada kriteria rendah, sedangkan status jaringan periodontal yang paling banyak ditemui pada ibu hamil di Puskesmas Sukajadi yaitu terdapat poket 4-5 mm.Kata kunci: Ibu hamil, indeks CPI, indeks DMFT, Puskesmas. ABSTRACTIntroduction: Pregnancy can cause changes in the body, including the oral cavity. Dental and oral health during pregnancy is essential to reduce the risk of caries and periodontal disease. This effort is expected to prevent the risk of premature birth and low birth-weight babies. This study was aimed to determine the caries experience and periodontal status of pregnant women to obtain early treatment and prevention. Methods: Descriptive method using a survey technique was used in this study. The population of this study were all pregnant women who came and checked their pregnancy to the Maternal and Child Health Centre of Sukajadi Community Health Centre Bandung. A total sample of 65 pregnant women at Sukajadi Community Health Centre Bandung was obtained through purposive sampling. The caries experience and periodontal status was measured using the DMFT index and Community Periodontal Index (CPI), respectively. Results: Pregnant women showed DMF-T index of 6.82, the CPI state showed healthy periodontal status with 3.08% of gingival bleeding, 1.54% of calculus, 26.15% of 4-5 mm pocket, and 63.08% of ≥ 6 mm pocket. Conclusion: Caries experience in pregnant women at the Sukajadi Community Health Centre is categorised as low. At the same time, the presence of 4-5 mm pockets is most commonly found in the periodontal status of pregnant women.Keywords: Pregnant women, CPI index, DMFT index, Community Health Centre.
Pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Knowledge of Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan) Yoanita Petrina; Cucu Zubaedah; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i2.24076

Abstract

Pendahuluan: Hak untuk sehat merupakan hak asasi manusia yang diakui di Indonesia. Pemerintah melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mewujudkan hak untuk sehat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rendahnya partisipasi pekerja sektor informal karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang konsep dasar penjaminan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS mengenai BPJS Kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pengetahuan BPJS Kesehatan. Sampel penelitian adalah pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS Kesehatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 7,7% responden berpengetahuan cukup dan 92,3% berpengetahuan kurang tentang BPJS Kesehatan. Nilai rata-rata dari seluruh responden adalah 38,61 yang termasuk kategori kurang). Simpulan: Pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS Kesehatan mengenai BPJS Kesehatan tergolong dalam kategori kurang.Kata kunci: BPJS Kesehatan, JKN, pengetahuan, pekerja sektor informal. ABSTRACTIntroduction: The human right to health is a recognised human right in Indonesia. The government implements the Universal Healthcare Program (JKN) to actualise the human right to health through the Social Security Agency (BPJS). The low participation of informal sector workers is caused by lack of awareness and knowledge on the basic concepts of health insurance. The purpose of this study was to determine the knowledge of Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan). Methods: This research was a descriptive study with a survey method. The study was conducted by giving questionnaire regarding knowledge of Healthcare and Social Security Agency. The research sample was Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers. Results: The results showed that 7.7% of respondents had sufficient knowledge and 92.3% had less knowledge regarding the Healthcare and Social Security Agency. The average value of all respondents was 38.61 which included in the less category. Conclusion: Knowledge of Social Security Agency non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency belongs to the less knowledge category.Keywords: Healthcare and Social Security Agency, Universal Healthcare Program, knowledge, informal sector workers.
Gambaran kualitas hidup pasien lansia pengguna gigi tiruan lepasan di RSGM Unpad Cindy Annisa Melati; Sri Susilawati; Rasmi Rikmasari
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 3, No 3 (2017): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.535 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.17834

Abstract

Description of quality of life on elderly patients with removable denture at RSGM Unpad. The elderlies are prone to the process of the gradual decreasing ability of the tissue for self-healing. This process greatly affects the dental structure and periodontal tissue leading to tooth decay. When it is not properly treated, it may disturb oral functions and activities influencing their life quality. This research, therefore, aims to obtain the description of quality of life on elderly patients with removable denture at the Prosthodontic Clinic RSGM Unpad. Research was conducted with a descriptive method using the consecutive technique sampling method. Data were collected from 31 elderly patients with removable denture at the Prosthodontic Clinic RSGM Unpad and quality of life was measured by GOHAI questionnaire. The results showed that the dimensions of physical function fell into the adequate criteria, while the dimensions of pain and inconvenience and psychosocial aspects were considered good. It can be concluded that the general quality of life on elderly patients with removable denture at the Prosthodontic Clinic RSGM Unpad were good. ABSTRAKPada lansia terjadi suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri yang disebut proses menua. Proses tersebut berpengaruh terhadap gigi dan jaringan periodontal sehingga mengakibatkan kehilangan gigi. Jika kehilangan gigi tidak diberi perawatan dapat mengganggu fungsi dan aktivitas rongga mulut sehingga akan mempunyaidampak pada kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien lansia pengguna gigi tiruan lepasan di Instalasi Prostodonsia RSGM Unpad. Jenis penelitian adalah deksriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik populasi terjangkau dengan minimal sampling. Data dikumpulkan dari 31 pasien lansia pengguna gigi tiruan lepasan di Instalasi Prostodonsia RSGM Unpad. Kualitas hidup diukur dengan menggunakan kuesioner GOHAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi fungsi fisik berada pada kriteria cukup, dimensi nyeri dan ketidaknyamanan berada pada kriteria baik dan dimensi aspek psikososial berada pada kriteria baik. Kesimpulan penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien lansia pengguna gigi tiruan lepasan di Instalasi Prostodonsia RSGM Unpad dikategorikan baik.
Music, Dance and Song About Tooth Brushing in The Improvement of Knowledge, Teaching Practices and Dental Cleaning Status Mouth in Children Down Syndrom in SLB Kota Tasikmalaya Rena Setiana Primawati; Sri Susilawati; Hadyana Sukandar
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v6i2.5494

Abstract

Music, dance and tooth brushing songs (MUTALAGI) given to children with Down syndrome is a modified dental and oral health education effort that aims to increase knowledge, practice brushing and dental and oral hygiene status. Dental health education using music, dance and songs can provide a deeper message and provide a better learning experience for children with Down syndrome. This study uses a mixed method design with a Sequential Exploratory strategy where researchers use two stages, namely qualitative research to conduct group interviews focused on parents of down syndrome children as the basis for making instruments. Media made by researchers was assessed by 12 experts consists of two music and dance experts, two media experts, two dental health education experts, two child dental health experts and two experts with special needs children. Quantitative research was conducted to test the media for 26 down syndrome children using the one group pretest and posttest approach and tested statistically using the Wilcoxon test, Marginal Homogeneity test and Binomial test.The results showed that music, dance and tooth brushing songs for Down Syndromic children were suitable for use in dental health education, and the results of statistical analysis showed a significant increase in knowledge scores, teeth brushing practices and oral and dental hygiene status before and after treatment, i.e. p 0.001.
Building team agreement on large population surveys through inter-rater reliability among oral health survey examiners Sri Susilawati; Grace Monica; R. Putri N. Fadilah; Taufan Bramantoro; Darmawan Setijanto; Gilang Rasuna Sabdho Wening; Retno Palupi
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol. 51 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga https://fkg.unair.ac.id/en

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.704 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v51.i1.p42-46

Abstract

Background: Oral health surveys conducted on a very large population involve many examiners who must be consistent in scoring different levels of an oral disease. Prior to the oral health survey implementation, a measurement of inter-rater reliability (IRR) is needed to know the level of agreement among examiners or raters. Purpose: This study aimed to assess the IRR using consensus and consistency estimates in large population oral health surveys. Methods: A total of 58 dentists participated as raters. The benchmarker showed the clinical sample for dental caries and community periodontal index (CPI) score, with the raters being trained to carry out a calibration exercise in dental phantom. The consensus estimate was measured by means of a percent agreement and Cohen’s Kappa statistic. The consistency estimate of IRR was measured by Cronbach’s alpha coefficient and intraclass correlation. Results: The percent agreement is 65.50% for photographic slides of dental caries, 73.13% for photographic slides of CPI and 78.78% for calibration of dental caries using phantom. There were statistically significant differences between dental caries calibration using photographic slides and phantom (p<0.000), while the consistency of IRR between multiple raters is strong (Cronbrach’s Alpha: >0.9). Conclusion: A percent agreement across multiple raters is acceptable for the diagnosis of dental caries. Consistency between multiple raters is reliable when diagnosing dental caries and CPI.
Perilaku orang tua terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak pada Sekolah Dasar Negeri MekarjayaParents' behaviour on the children's oral health care at Mekarjaya State Elementary School Adhya Rizaldy; Sri Susilawati; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.163 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18577

Abstract

Pendahuluan: Orang tua sangat mendasari terbentuknya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Orang tua dianggap memiliki pengetahuan untuk mengajarkan anaknya berbagai hal dasar mengenai menjaga kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif dengan metode survei berupa pengisian kuisioner. Metode pengambilan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Sampel merupakan orang tua (Ibu) murid SDN Mekarjaya yang berjumlah 55 orang. Hasil: Perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak yang meliputi pengetahuan adalah sebesar 55% termasuk dalam kategori kurang baik, sikap sebesar 77,37% termasuk dalam kategori baik, dan tindakan sebesar 75,38% termasuk dalam kategori baik. Simpulan: Perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya yang meliputi pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi memperlihatkan hasil yaitu kurang baik sedangkan sikap dan tindakan dikategorikan baik.Kata kunci: Perilaku, orang tua, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. ABSTRACTIntroduction: Parents strongly underlie the formation of children’s oral health care behavior. Parents are considered to have the knowledge to teach their children various basic things about maintaining a healthy body. This study aims to determine the description of parents’ behavior about dental health maintenance in children of Mekarjaya State Elementary School. Methods: This research is a descriptive research with a survey method in the form of filling out a questionnaire. The retrieval method uses saturated sampling technique (total sampling). The sample is the parents (Mothers) of 55 Mekarjaya Elementary School students. Result: Parents’ behavior about dental health maintenance in children which includes knowledge is 55% included in the unfavorable category, attitudes of 77.37% are in the good category, and actions of 75.38% are in the good category. Conclusion: Parents’ behavior about dental health maintenance in children of Mekarjaya Elementary School which includes knowledge of dental health maintenance shows results that are not good while attitudes and actions are categorized as good.Keywords: Behaviour, parents, oral health care.
Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa CilayungOral health related to the quality of life of children aged 4 - 5-years-old in Cilayung Village Revina Nadya Elfarisi; Sri Susilawati; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.065 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18509

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut anak usia 4-5 tahun penting untuk diperhatikan. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup anak. Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun diukur dengan menggunakan instrumen Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS). Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung. Metode: Jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai anak berusia 4-5 tahun yang terdaftar sebagai siswa TK Al-Iffah dan RA Rahayu di desa Cilayung dengan jumlah 50 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS) dan menilai masalah kesehatan gigi selama 3 bulan terakhir. Hasil: Masalah gigi dan mulut selama 3 bulan terakhir paling banyak yang dilaporkan oleh orang tua adalah Early Childhood Caries (ECC). Simpulan: Kesehatan gigi dan mulut cukup berdampak pada kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung.Kata kunci: Anak usia 4-5 tahun, ECOHIS, kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup. ABSTRACTIntroduction: The oral health of children aged 4 - 5-years-old is very important issues. Oral health problems can cause pain and discomfort that cause a negative impact on the children’s quality of life. The purpose of this study was to determine the description of the oral health related to the quality of life of children aged 4 - 5-years-old in Cilayung Village. Methods: This research was a descriptive research. The research sample was mothers with children aged 4 - 5-years-old who were registered as Al-Iffah Kindergarten and Rahayu Islamic Kindergarten students of Cilayung Village, with the total of 50 people, which obtained by purposive sampling technique. Data was collected using the Early Childhood Oral Impact Scale (ECOHIS) questionnaire by assessing the children’s oral health problems for the last 3 months. Result: The most frequent oral problems in the last 3 months reported were Early Childhood Caries (ECC). Conclusion: Oral health problems quite affected the quality of life of children aged 4 – 5-years-old in Cilayung Village.Keywords: 4 - 5-years-old children, oral health related quality of life, ECOHIS.
Co-Authors Adhya Rizaldy Adji Kusumadjati Afianita, Dea Eka Afryaningsih, Yunika Agus Susanto Ajeng Pinanty Anggreini, Rima Anne Agustina S Anne Agustina Suwargiani Anne Agustina Suwargiani Anton Rahardjo Ardena Maulidia Hamdani Arlette Suzy Puspa Pertiwi Asty Samiaty Setiawan Asty Samiaty Setiawan, Asty Samiaty Azhari A Azizah, Mutiara Nuraini Bani Gidel Cecep Eli Kosasih Cindy Annisa Melati Cucu Zubaedah Cucu Zubaedah Cucu Zubaedah, Cucu Desi Ratnasari Dewi Zakiawati, Dewi Diah Ayu Maharani Djuastina, Nina Dudi Aripin Elfarisi, Revina Nadya Elvanissa Ruslan Nur, Elvanissa Ruslan Erry Mochamad Arief, Erry Mochamad Fadilah, R. Putri N Fahmi Oscandar, Fahmi Farichah Hanum Farichah Hanum Fatmawati, Risdiana Andika Fidya Meditia Putri Fidya Meditia Putri, Fidya Meditia Gilang Rasuna Sabdho Wening Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana, Gilang Grace Monica Granidya Rosa Atlantika, Granidya Rosa Gumuruh, Grace Virginia Hadyana Sukandar Hamdani, Ardena Maulidia Harahap, Setunggal Agung Nugroho HARIYAMI, DIAH Heriasti, Maudina Dwi Hermawan , Hengki Hi. Abdullah, Dinar Mardiana Ida Ayu Evangelina, Ida Ayu Ina Hendiani Indaha, Ispranoki Inne S. Sasmita Inne Suherna Sasmita Irmaleny Satifyl, Irmaleny Ivhatry Rizky Octavia, Ivhatry Rizky Jasrin, Tadeus Arufan Jasrin, Tadeus Arufan Jodion Siburian Josevinda Ayu Pramesti Kadir, Rahimah Abdul Kamaludin Latifi, Fatin Nadhirah Komang Okayana, Komang Krishnan, Sujita Kurup Kutty Kurniawati, Ade Kusumah, Azka Mudhiarahmi Lefaan, Yannie Febby Lena Noviana Lilis Nurliyanasari, Lilis Lisda Damayanti Lusi Epsilawati Lutfi Yondri Mamat Lukman Mardhian, Deby Fajar Maulidia, Ardena Hamdani Melissa Adiatman Melissa Adiatman Merry Annisa Mirna Febriani Mohd Yusof, Zamros Yuzadi Monica Sherlyta Muhammad Chair Effendi Muhammad Rusdi Murnisari Dardjan, Murnisari Nabillah Ar Rahmi Netty Suryanti Netty Suryanti Noviana, Lena Nuzulisa Zulkifli Perkasa, Endrou Daulat PUTU SUARTANA R. Darmawan Setijanto R. Putri N Fadilah R. Putri N. Fadilah Rahmadona, Suci Rama, Sonia Ramadhani, Mochamad Nur Rasmi Rikmasari Rena Setiana Primawati Retno Palupi Revina Nadya Elfarisi Riana Wardani Riduan Rini, Willia Novita Eka Rismayanti, Tanti Risqa Rina Darwita Rizaldy, Adhya Sakka, Nur Hayati Sanjaya, Azlina Nuur Sayu Putu Yuni Paryati Sayu Putu Yuni Paryati Setiawan, Asty S Sherlyta, Monica Silvi Kintawati Sita Aulia Sonia Rama Suhardjo Suhardjo Sitam, Suhardjo Sunardhi Widyaputra Sutardjo, Dede Syaefullah, Avip Taufan Bramantoro Tenny Setiani Dewi Tetti Solehati Ummi Kalsum Vasandani, Mamta Vijani, Rizky windiiyani, winda Wulandari, Felia Resha Wulandari, Rizqi Novi Yeong, Lee Deng Yoanita Petrina Yolanda Yolanda, Yolanda Yubiliani, Gilang Zainul Ahmad Rajion, Zainul Ahmad