Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU, LEVEL PROTEIN PAKAN DAN PAPARAN LASERPUNKTUR TERHADAP PENINGKATAN NILAI Gonado Somatic Index (GSI) INDUK IKAN LELE (Clarias sp) Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Dyah Hariani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 9 No 02 (2016)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol9.no2.a337

Abstract

Laserpuncture exposure at the reproductive acupoint of broodstock catfishes female shown to speed maturation of the gonads. To accelerate the gonadal maturation broodstock catfish due to exposure needed laserpuncture adequate feed, especially protein content results. if laserpuncture exposure is not balanced feeding containing adequate protein, the lower quality of eggs produced. The purpose of this study to examine whether time, the level of protein in the feed and laserpuncture exposure broodstock catfish female can increase the value of GSI. RAK experimental study using a 3x5x2 factorial pattern was repeated 3 times. Factor 1 is the feed protein level of 30%, 35%, and 40%. Factor 2 is pre-spawning time, weeks 0, 3rd, 6th and 9th. Factor 3 is laserpuncture exposure and control. To get the value of GSI by weighing the weight and gonads. The sample used in this study broodstock catfish 1-year-old female with a weight range from 1100 to 1400 grams have never spawned. GSI value analysis using ANOVA Gen Stat program version 15. Results showed laserpuncture exposure at the reproduction acupoint of which is offset by the provision of feed protein level of 30%, 35% and 40% and the length of time proved to have a significant effect (P <0.05) increase in value GSI. The length of time, giving the feed protein level of 30% and laserpuncture exposure proved effective to increase the value of GSI, gonad maturation time can be accelerated three weeks compared to the control group. Keywords: Time, Level Protein Feed, catfish Betina, Laserpuncture and the value of GSI
PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE Dyah Hariani; Tarzan Purnomo
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 10 No 01 (2017)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol10.no1.a582

Abstract

The purpose of research is produced using probiotic fermented feed that can increase: the growth rate (SGR), and feed efficiency (FCR). The research was conducted in July and November 2016. The research design used is CRD with 4 treatments and 3 replications, consisting of without given a probiotic (0%), probiotics 5%, 10% and 15% of the total feed given, for all waters treatment probiotics added to one liter every single week. Media for microbial growth added "medicinal" (white turmeric, ginger, red ginger) containing bioactive and improve immunity, pineapple source of vitamin C, sugar, bran and molasses energy sources and dairy sources of protein that are suitable for growth and multiply microbes. Parameters: SGR and FCR. Analysis of data using Anova, followed by Duncan test. The results showed probiotics in feed and aquaculture waters have a significant influence on the SGR and FCR (P <0.05). Giving 15% of probiotics produce the best catfish SGR: 3.3867 &plusmn; 0, 24440%. Giving 5% probiotics produce the best FCR 1.5733 &plusmn; 0.0987. Keywords: Probiotics, SGR, FCR, catfish
Pemberian EM4 (Effective Microorganisme 4) Hasil Kultur dalam Media yang Berbeda pada Pakan untuk Budi daya Lele (Clarias sp.) Mohhamad Yunus Anis; Dyah Hariani
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p1-8

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak diminati di Indonesia dan terjadi peningkatan produksinya setiap tahun. Untuk itu, terus dipacu peningkatan produksi ikan lele. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan lele yaitu melalui pemberian EM4 (Effective microorganism 4) pada pakan. EM4 yang digunakan berisi Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae. EM4 dikultur dalam media yang dibuat dari molase, bekatul, susu sapi, buah nanas, kunyit putih, temulawak, jahe merah dan air kelapa. EM4 hasil kultur dalam media disebut sebagai fermentor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian EM4 hasil kultur dalam media yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik/spesific growth rate (SGR), rasio konversi pakan/feed conversion ratio (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup/survival rate (SR) benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas A (pakan komersial), B (pakan+10% EM4), C (pakan+10% fermentor 1), D (pakan+10% fermentor 2) dan E (pakan+10% fermentor 3), setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pakan difermentasi selama 1-3 hari sebelum pakan diberikan kepada benih ikan lele ukuran panjang 7-9 cm. Data dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 hasil kultur dalam media yang berbeda pada pakan berpengaruh secara signifikan terhadap SGR, FCR dan SR benih ikan lele (P<0,05). Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan E (pakan+10% fermentor 3) dengan nilai SGR sebesar 5,91±0,04%, FCR sebesar 0,88±0,045 dan SR sebesar 73,50±1,91%.
Profi l Hormon Estrogen Induk Ikan Lele (Clarias sp.) yang Diinduksi Laserpunktur Setelah Pemberian Pakan dengan Berbagai Kadar Protein Dyah Hariani
Sains dan Matematika Vol. 3 No. 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi laserpunktur berkekuatan rendah di titik reproduksi induk lele betina dapat memacu produksi hormon gonadotropin (GtH). GtH-I berperan dalam proses steroidogenesis normal untuk memproduksi estrogen. Untuk mendukung produksi estrogen dibutuhkan nutrisi induk yang cukup terutama protein. Namun profi l hormon estrogen yang dihasilkan dari berbagai kadar protein pakan induk dan induksi laserpunktur belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk menguji peningkatan kadar estrogen lele yang diberi pakan dengan berbagai kadar protein dan induksi dengan laserpunktur. Penelitian faktorial ini terdiri atas faktor I: induksi laserpunktur dan tanpa induksi laserpunktur dan faktor II: kadar protein pakan (30, 35 dan 40%) dengan rancangan penelitian rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Induksi dengan laserpunktur dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Ikan uji sebanyak 172 ekor induk lele betina matang gonad pertama kali memijah dengan bobot badan 900-1500 gram dengan umur sekitar 1-1,5 tahun. Darah diambil dari empat ekor induk/perlakuan pada minggu ke-0, ke-2 hingga minggu ke-8, dan selanjutnya diuji menggunakan metode ELISA. Analisis data kadar estrogen dengan Anava menggunakan program SPSS Software versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan induksi laserpunktur dan pemberian berbagai kadar protein pakan induk lele meningkatkan kadar estrogen (P < 0,000). Induksi laserpunktur dan pemberian pakan dengan kadar protein 40% pada minggu ke-3 menghasilkan kadar hormon estrogen tertinggi. Induction of laserpuncture Helium-Neon a low powered at the point of reproductive broodstock cafi sh can stimulate the production of gonadotropin hormone (GtH I). GtH-I plays a role in normal steroidogenesis process for producing estrogen. To support the production of estrogen needed suffi cient broodstock nutrients, especially protein. However, the profi le of estrogen producted from various dietary broodstock protein levels and induction laserpuncture broodstockis unknown.The purpose of this study was to examine the increase in estrogen hormone level catfi sh dietary with different levels of protein and induced by laserpuncture. The factorial experimental consisted of factor I: induction of laserpuncture and without laserpuncture and factor II: dietary protein levels (30, 35 and 40%) conducted based on randomized completely block design with four replications. Induction of laserpuncture was done once a week for eight weeks. The tested fi shes consisted of 172 were mature gonad female catfi sh fi rstly spawning with 900-1500 g body weight to about 1-1.5 years old. The estrogen hormone level in the blood samples taken on 0, 2nd up to 8th week were analyzed by using ELISA method. The levels of estrogen were analyzed by ANOVA using SPSS Software version 17.0. The results showed that laserpuncture induction and dietaring protein levels of catfi sh broodstock can increase the estrogen hormone levels (P < 0,000). Induction of laserpuncture and dietaring protein level of 40% at week 3 revealed the highest levels of the estrogen.
Pemberian Dosis Fermentor dalam Pakan terhadap Keberhasilan Budi Daya Ikan Lele (Clarias sp.) Fatkur Rochman Hidayat; Dyah Hariani
Sains dan Matematika Vol. 6 No. 2 (2018): April, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan budi daya lele (Clarias sp.) dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan yang baik. Penggunaan pakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ikan lele bila kualitas dan kuantitas pakannya baik. Meningkatkan daya cerna pakan diperlukan teknologi pakan, antara lain pemberian fermentor dalam pakan, guna dapat meningkatkan absorbsi pakan sehingga benih ikan pertumbuhannya cepat dan dapat meningkatkan efisiensi pakan dengan indikator rasio konversi pakan. Fermentor merupakan produk yang berisi biakan Lactobacillus casei dan Saccharomyces sp. serta media pertumbuhan yang terdiri dari bekatul, susu sapi, molase, buah nanas, temulawak, jahe merah, kunyit putih dan air kelapa. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis terbaik fermentor dalam memacu pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas dosis fermentor (0, 2, 4, 6, 8 dan 10) ml/kg pakan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan selama 42 hari. Data yang didapatkan berupa laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), dan kelangsungan hidup (SR) ikan lele, dianalisis menggunakan uji Anava. Berdasarkan hasil uji Anava pemberian dosis fermentor berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan lele (P<0,05), namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup ikan lele (P>0,05). Pemberian dosis terbaik fermentor dalam pakan dihasilkan oleh perlakuan F (10 ml/kg pakan) terhadap SGR dan FCR, serta nilai SR yang tergolong tinggi yaitu 95%.
PENINGKATAN PRODUKSI BENIH LELE, PERBAIKAN PAKAN PADA PEMBUDIDAYA LELE SUDI LESTARI, DESA BANDARAN, KABUPATEN PASURUAN Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Dyah Hariani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i1.a2312

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra tingginya harga pakan ikan dari pabrik, hal ini menyebabkan keuntungan dari usahannya sangat rendah. Pengadaan benih lele masih membeli dari daerah lain dan tidak selalu memenuhi jumlah yang dipesan. Hal ini menyebabkan kolam tidak semua terisi, sehingga pendapatannya tidak kontinyu. Selain itu para pembudidaya ikan belum kebanyakan tdak dapat membenihkan sendiri. Untuk itu perlu adanya upaya melalui program kemitraan masyarakat agar para pembudidaya ikan lele Sudi Lestari Dusun Kampung Baru, Desa Bandaran, Kec.Winongan, Kab. Pasuruan mampu membenihkan ikan sendiri untuk memenuhi kebutuhan benih yang selama ini membeli dari luar desa. Penyelesaian permasalahan mitra diatasi dengan beberapa cara : Pertama melalui program pelatihan dan pendampingan tentang teknologi tepat guna laserpunktur untuk mempercepat induk lele matang gonad. Kedua melalui pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan pakan formula probiotik untuk mempersiapkan induk lele matang gonad siap dipijahkan guna mempercepat pengadaan benih. Hasil pelatihan dan pendampingan ini pengetahuan masyarakat pembudidaya ikan lele meningkat karena yang dilatihkan ini merupakan teknologi baru dan pembudidaya merasakan puas karena dapat mempersiakan induk lele matang gonad siap dipijahkan untuk menghasilkan benih yang berkualitas dan benih lele tersedia setiap saat serta hemat pakan. Kata kunci : Pelatihan, Laserpunktur dan Perbaikan Pakan Lele
Pelatian Perbaikan Pakan dan Induksi Laserpunktur Pada Pembudidaya Ikan Lele di Desa Winongan Lor Kabupaten Pasuruan Guna Mempercepat Induk Matang Gonad dan Produksi Benih Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Dyah Hariani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i01.a3060

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan. Pada umumnya pembudidaya memberikan pakan komersial yang dapat menghabiskan sekitar 60-70% dari total biaya produksinya. Sehingga hal ini merupakan hambatan dalam proses budidaya. Oleh karena itu diperlukan probiotik yang ditambahkan pada pakan komersial agar efisien menurunkan jumlah pakan yang diberikan. Probiotik yang ditambahkan dalam pakan komersial ini mengandung sejumlah bakteri yang dapat memberi kuntungkan karena dapat memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal dan daya cernanya. Sedangkan induksi laserpunktur berperan merangsang pelepasan hormon reproduksi dan pemijahan ikan lele, sehingga apabila dipadukan maka percepatan pengadaan induk lele matang gonad akan segera diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dalam pakan komersial dan induk lele diinduksi laserpunktur sebelum dipijahkan terbukti berpengaruh signifikan (P<0.05) terhadap waktu pematangan gonad induk lele betina maupun jantan. Hasil penelitian ini selanjutnya disosialisasikan pada pembudidaya ikan lele di desa Winongan Lor Kabupaten Pasuruan guna mempercepat pengadaan induk lele matang gonad dan siap dipijahkan untuk memproduksi benih. Respon dari para pembudidaya ikan lele setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan ini positif karena memperoleh pengetahuan baru berupa teknologi tepat guna dalam mempercepat induk lele matang gonad siap dipijahkan. Kata kunci: Pakan, probiotik, laserpunktur, matang gonad, produksi benih Abstract The feed is one of the factors determining the success of a fish farming business. In general, farmers provide a commercial feed that can consume about 60-70% of the total cost of production. So this is an obstacle in the cultivation process. Therefore probiotics must be added to commercial feed to efficiently lower the amount of feed given. Probiotics added to this commercial feed contain several bacteria that can benefit because it can improve the balance of the intestinal microflora and its digestive power. While the induction of laserpuncture plays a role in stimulating the release of reproductive hormones and spawning catfish, so that when combined then the acceleration of the procurement of mature catfish brood gonad will be obtained immediately. The results showed that the administration of probiotics in commercial feed and catfish induced by laserpuncture before being colonized proved to have a significant effect (P<0.05) on the maturation of gonads of both female and male catfish. The results of this study were further disseminated to catfish farmers in the Winongan Lor village Pasuruan regency to accelerate the procurement of mature catfish brood gonad and ready to be spawned to produce seeds. The response from catfish farmers after getting training and mentoring is positive because it obtains new knowledge in the form of appropriate technology in accelerating the mother catfish mature gonad ready to be spawned. Keywords: Feed, probiotics, laserpuncture, ripe gonad, seed production
Analisis Kinerja Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah Dalam Rangka Penanganan Laporan Masyarakat Dyah Hariani; Tri Yanti Nur Irson Sitorus
Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara) Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47828/jianaasian.v7i01.34

Abstract

Maladministration is an inapropriate behavior which is not compatible with the principle of a good public service. Citizens often unsatisfied with the service they received. Number of public service executors do not give the procedural sevice, take too much time, do the illegal extraction, and there are numbers of aladministration happened in public service execution. Indonesian Republic’s Ombudsman is a vice Ombudsman in Middle Java fuctioned to monitor and prohibit maladministration in Middle Java. In monitoring, Ombudsman takes action in finishing the report from the citizens through clarification, investigation, and create a conclusion and decision in form of recomendation and suggestion. The aim of this research is to analyze the work and the factors involves Indonesian Ombudsman’s work in Middle Java in handling the report. The theory used in this research is work by considering the Productivity, Service Quality, Responcivity, Responsibility, and Accountability. This research used Qualitative research method with Descriptive data processing. The data was collected by using interview, observation, and documentation. By using core informant as the main sourse and triangulation technique as the source of valid data. After the research, the Indonesian Republic’s Ombudsman in Middle Java is ategorized to good. But it can’t be said as an optimal one because there are some obstacles in finishing the report for human resources, material, facility, and the agency, and the citizens’ undertstanding about Ombudsman right is still bad.
Evaluasi Kebijakan Dana Desa Peraturan Bupati No. 71 Tahun 2016 Kabupaten Semarang: Studi kasus di desa Randugunting Kecamatan Bergas Dyah Hariani
Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47828/jianaasian.v7i02.41

Abstract

Development is one of the country's benchmarks in the welfare of its people, so development from the village level needs to be done to support equitable development. One of the government's efforts in terms of development is through a village fund program through Semarang Regent Regulation No. 71 of 2016 concerning the procedures for the distribution and determination of village funds in Randugunting Village, Bergas District, Semarang Regency, so that policies need to be evaluated on village fund programs so that they can realize equitable development. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Efforts to provide an assessment or evaluation of village fund policies can be seen through the characteristics of policy evaluations and constraints faced in implementing policy evaluations. The characteristics of policy evaluation consist of a focus on values, interdependence of fact values, present and past orientation, value duality, while the constraints on policy evaluation can be seen from psychological constraints, economic constraints, technical constraints, political constraints, and constraints on evaluation resources. Randugunting Village is an area that needs to be developed, so the variety of considerations are needed to be able to optimize the implementation of village fund program program evaluation in Randugunting Village
Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan di Pusat Pelayanan Terpadu Kecamatan (PPTK) Semarang Timur Nur Rifa Aprilia; Augustin Rina Herawati; Dyah Hariani
Journal of Public Policy and Management Review Vol 11, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v11i3.34840

Abstract

Angka kekerasan anak di Kecamatan Semarang Timur menunjukan angka tertinggi di Kota Semarang dari tahun 2018-2021 dan keberadaan Pusat Pelayanan Terpadu Kecamatan Semarang Timur sebagai lembaga yang melaksanakan upaya perlindungan anak dari tindak kekerasan menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan perlindungan anak dari tindak kekerasan di Pusat Pelayanan Terpadu Kecamatan Semarang Timur, dan melihat faktor pendorong dan penghambat dalam implementasinya. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan di lapangan terkait kebijakan perlindungan anak dari tindak kekerasan di Pusat Pelayanan Terpadu Kecamatan Semarang Timur masih belum optimal dikarenakan masih ditemukannya hambatan yaitu masih terdapat beberapa personil yang belum aktif dan hal ini disebabkan karena kesadaran yang kurang maupun karena mutasi tugas dan tidak ada arahan dari nol kepada petugas baru, ketersediaan fulltimer yang masih kurang, sumberdaya anggaran untuk operasional fulltimer dalam penanganan kasus yang masih terbatas, serta lamanya proses pencairan dana dan sarpras yang kurang, belum adanya intensif untuk pelaksana, belum diperbaharuinya SOP Pusat Pelayanaan Terpadu Kecamatan Semarang Timur, dan penyebaran tanggungjawab belum maksimal. Saran yang diberikan peneliti yaitu perlu diberikannya pembekalan bagi pengurus baru, penambahan personil, biaya operasional, serta sarpras, penganggaran intensif, dan pembaharuan SOP.
Co-Authors , Augustin Rina Herawati ?Aini, Nurul Abid Irfan Nuhaa Adithya Adam Permana Aditya Bryan Darmasaputra Afit Yuniarti Afrizal Afrizal Akhmad Taufiq Mukti Aloysius Rengga Alya Fajriyati Ananda Anggy Pamelia Andriani, Vivin Aninda Diah Maharani Utami Anis, Mohhamad Yunus Ari Subowo Arif Yachya Aufarul Marom Augustin Rina Herawati Br Peranginangin, Fitri Anggi Bramantyo Suryo Nugroho Cahyani, Meyfita Esti Choirunnisak, Ita Eliza Devira Nabila Yumanda Dewi Rostyaningsih Diah Karunia Binawati Dierla Vietha Tryuni Saputrie Dimas Arfan Fesdyanda Dio Baskoro Dwi Hutomo Divani, Nadia Ulfa Dwi Okta Nugroho Dwi Ratih Chaeroti Dyah Lituhayu Eko Putri Septyani Endang Larasati Endang Larasati Endang Larasati Setianingsih, Endang Larasati Erlix Rachmad Purnama Erlix Rakhmad Purnama Eva Anggi Ariyani Farizka Yunia Ulfa, Farizka Yunia Fatkur Rochman Hidayat Feladina, Nuka gustini, Maria A Hadi Dewanto Hafidz Malik Zulkarnaen, Syifa Hanifiya Samha Wardhani Hanum Tiastanti Hardi Warsono Hartanto, Wahyu Tri Hartuti Purnaweni Herawati, Augustin Rina Herawaty Manurung Herbasuki Nurcahyanto Heri Cahyono Hesti Lestari Hesti Lestari Hilda Happy Ekaryn Iis Nurlaela Illahi, Nurul Rusydina Illene Virgina Yasinta Imam Wahyudi Indah Noviyanti Sugiharto Inka Putri Nur Indras Wari Irvan Indriyan Ita Eliza Choirunnisak Juwitaningrum, Nanda Kartika Khaleyla, Firas Kharina Andita Mulyawarman KIKI WULANDARI Kurniawati, Yusfita Larasati Setianingsih, Endang Lia Nur Amalia Lilis Suminar Maesaroh Maesaroh Maesaroh Maesaroh Maria Mega Ayu Novrilia Marlina Puryanti Marsha Ayunita Irawati Maulana Mufis Mughron, Maulana Mufis Maulani, Lazulfah Nadhifatul Maulida Adypurnawati Mei Kuswandari MOHAMAD FADJAR Mohamad Fadjar Mohhamad Yunus Anis Mutiara Latifa Ashari Nike Triana Nina Widowati Nina Widowati Nindita Ria Noviana Nona Fitriana Nuka Feladina Nur Anindya Syamsudi Nur Aqidah Nur Ducha Nur Ducha Nur Ducha Nur Kuswanti Nur Kuswanti Nur Rifa Aprilia Nurul Rusydina Illahi Pradipta, Rizky Prastyaningtias, Sisca Desi Pungky Slamet W. K Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky SWK Purity Sabila Ajiningrum Purnama, Erlix Rachmad Purnama, Tarsan Putri Aryawati Widya Budi Raharjo Raharjo Raharjo, Raharjo Rahmawati, Lia Atma Rakhmad Purnama, Erlix Rasyid Abdillah Ratri Mardikowati Renna Rachmadyaningrum Restyani Ayu Putri Rianto Wicaksono, Ade Bagus Ridhayanti Annisa Puspa Rifai, Mochammad Yoga Rifka Ayu Layyinah Rihandoyo Rihandoyo Rina Herawati, Augustin Rinie Pratiwi Puspitawati Rizqiyah, Nur Mazidah Rosa Pevitanada Sari, Putri Mayang Sarwo Edi Sarwo Edi, Sarwo Sella Safriana Geby Sentot Darmodjo Septi Anjani Putri Dwika Sheila Rachmita Amelia, Sheila Rachmita Sindy Fitria Utami, Sindy Fitria Siregar, Yolanda Fricillia Siti Nabilla Hanum Siti Nur Aisyah Slamet Santoso Slamet Wisnu Kusuma, Pungky Stefanus Sonny Prasetyo Suciningati Suciningati Sukarjati Susi Sulandari Susi Sulandari Susie Amilah Syamsudi, Nur Anindya Tarsan Purnama TARZAN PURNOMO Tarzan Purnomo TATANG SOPANDI Tatang Sopandi Theodora Ratih Rachmawati, Theodora Ratih Tias Vela Erdina Titik Djumiarti Tri Yanti Nur Irson Sitorus Tri Yanti Nur Irson Sitorus Tri Yuniningsih Trimulyono, Guntur Wardhani, Hanifiya Samha Yekti Aisyah Yulistia Akni Zainal Hidayat Zulfirman Siregar