Claim Missing Document
Check
Articles

Found 71 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penentuan Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Sistem Reforming Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Analysis Di Pt Pupuk Kalimantan Timur Luqman Arrezha Faiz Dirgantara; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil pupuk urea dan amonia terbesar di Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan tujuh unit pabrik, yaitu Pabrik 1-A, Pabrik 2, Pabrik 3, Pabrik 4, Pabrik 5, Pabrik 6 (Boiler Batubara), dan Pabrik 7 (NPK). Pabrik 4 memiliki jumlah produksi urea dan amonia paling rendah dibandingkan keempat pabrik lainnya. Hal ini dikarenakan oleh tingkat kegagalan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan kegiatan produksi di Pabrik 4 terhenti sampai kegiatan maintenance selesai dilakukan. Dalam kasusnya, tidak jarang pula kegiatan maintenance terhambat karena suku cadang yang dibutuhkan tidak tersedia di gudang sehingga kegiatan maintenance harus menunggu sampai suku cadang yang dibutuhkan tiba setelah dipesan. Pabrik 4 terdiri dari enam sistem dan sistem yang paling vital adalah sistem Reforming. Dari sistem tersebut kemudian dilakukan spare part management untuk mengantisipasi ketidaktersediaan suku cadang sehingga dapat menunjang kegiatan maintenance perusahaan. Dari hasil Risk Matrix, subsistem yang terpilih dari sistem Reforming adalah subsistem Primary Reformer (1-H-201). Berdasarkan RCS Worksheet, komponen kritis dari subsistem tersebut ada enam, yaitu XV2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, dan FV-2016. Komponen-komponen kritis tersebut kemudian dihitung jumlah kebutuhannya dalam satu periode menggunakan metode poisson process dan dari hasil tersebut, ditentukan kebijakan inventory-nya. Total biaya inventory komponen-komponen kritis tersebut adalah Rp Rp 324.490.250,00. Kata kunci: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest producer of urea and ammonia fertilizer in Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur operates seven factories, namely Plant 1-A, Factory 2, Factory 3, Factory 4, Factory 5, Factory 6 (Coal Boilers) and Factory 7 (NPK). Factory 4 has the lowest production of urea and ammonia compared to the other four plants. This is due to the higher failure rate causing the production activities at Factory 4 to stop until maintenance activities are done. In the case, maintenance activities are inhibited because the required parts are not available in the warehouse so that maintenance activities have to wait until the required spare parts arrive after the ordering. Factory 4 consists of six systems and the most vital system is the Reforming system. Spare part management then applied to anticipate the unavailability of spare parts so it can support the company's maintenance activities. From the Risk Matrix result, the selected subsystem of the Reforming system is the Primary Reformer (1H-201) subsystem. Based on the RCS Worksheet, there are six critical components of the subsystem, namely XV-2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, and FV-2016. The critical components are calculated the number of needs in one period using the poisson process method and from these results, determined its inventory policy. The total cost of inventory of these critical components is Rp Rp 324.490.250,00. Keywords: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares
Perancangan Usulan Preventive Maintenance Pada Mesin Jet-dyeing Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Xyz Donny Verryrianto Sidabutar; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Salah satu mesin yang ada pada PT XYZ adalah mesin Jet-Dyeing. Mesin Jet-Dyeing ini merupakan mesin pencelupan dan digunakan untuk memberi warna pada kain. Dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan beberapa metode seperti RCM (Reliability Centered Maintenance) yang digunakan dalam penentuan task yang sesuai dengan karakteristik failure-nya. Dan penelitian ini berfokuskan pada sistem dan subsistem kritis mesin Jet-Dyeing berdasarkan banyaknya kerusakan yang terjadi serta dengan menggunakan analisis RPN (Risk Priority Number) untuk mendapatkan sub sistem yang kritis berdasarkan resiko yang dimiliki. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp. 132,667,184.22. Hasil pengolahan data menggunakan RCM, didapatkan Total biaya untuk mengimplementasikan perawatan usulan adalah Rp 343,132,082. Dengan Dengan mengimplementasikan kegiatan perawatan usulan, perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar Rp 116,044,673.15 Kata Kunci – Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Risk Based Maintenance.
Analisis Kebijakan Maintenance Pada Mesin Murata 310a Dengan Menggunakan Metode Reliability Centred Spares Dan Maintenance Value Stream Map Albertus Thio Kurnianto; Endang Budiasih; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ULS merupakan perusahan tekstil yang memproduksi gulungan benang dengan menggunakan mesin Murata 310A. Mesin Murata 310A adalah mesin twist for one yang digunakan untuk memintir benang menjadi satu bagian. Kerusakan komponen pada mesin akan berpengaruh pada hasil produksi karena pada saat mesin rusak, mesin dihentikan untuk dilakukan perbaikan. Penentuan komponen kritis dilakukan dengan risk priority number (RPN). Setelah komponen kritis didapatkan, selanjutnya menentukan criticality part dari komponen kritis dengan menggunakan reliability centred spares (RCS). Jumlah kebutuhan cadang juga dapat diketahui dengan menggunakan Poisson Process. Kemudian dari hasil Poisson Process diketahui jumlah kebutuhan suku cadang untuk periode 12 bulan. Selanjutnya dengan metode Maintenance Value Stream Map (MVSM) dilakukan pemetaan aktivitas perbaikan dari komponen gear end box dan dianalisis aktivitas value added dan non value added. Dari pemetaan, aktivitas perbaikan dikategorikan menjadi Mean Time To Organize (MTTO), Mean Time To Repair (MTTR), dan Mean Time To Yield (MTTY). Penelitian ini menggunakan diagram sebab akibat dan prinsip 5S untuk menganalisis aktivitas perbaikan tersebut. Penyebab kurang efektinya aktivitas perbaikan tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti mesin, manusia, material, lingkungan, dan metode. Pemetaan selanjutnya dibuat dengan future state map, dan efisiensi bertambah dari 23.81% menjadi 30%. Kata kunci : risk priority number, reliability centred spares, poisson process, maintenance value stream map
Usulan Pengelolaan Spare Part Dan Kebijakan Maintenance Pada Subsistem Kritis Reelstand Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Reliability Centered Maintenance (rcm) Di Pt Pikiran Rakyat Yuko Tsukada; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  PT Pikiran Rakyat merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media cetak yaitu memproduksi surat kabar. Proses percetakan surat kabar menggunakan mesin cetak web Goss Universal yang mempunyai beberapa subsistem. Reelstand merupakan salah satu subsistem yang sering mengalami kerusakan dan memiliki permintaan maintenance terbesar. Dalam menentukan komponen kritis dari Reelstand, digunakan Risk Matrix dan terpilih komponen Dancing Roller dan Infeed sebagai komponen kritis yang perlu ditentukan pengelolaan spare part yang optimal dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan kebijakan maintenance yang tepat dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance (RCM).  Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) didapatkan bahwa komponen Dancing Roller dan Infeed termasuk kedalam komponen repairable dan didapatkan kebutuhan spare part masing-masing komponen sebanyak 4 buah untuk 1 tahun. Dan hasil pengukuran dari metode Reliability Centered Maintenance (RCM) didapatkan kebijakan maintenance untuk komponen Dancing Roller adalah 3 Scheduled On-Condition Task dan untuk komponen Infeed adalah 3 Scheduled On-Condition Task.  Kata kunci: Maintenance, Reliability Centered Spares, Reliability Centered Maintenance, Risk Matrix, Spare Part      Abstract PT Pikiran Rakyat is a company that focuses in printed media that produces daily newspaper. The process of newspaper printing is using Goss Universal printing machine that has several subsystems. Reelstand is one of the subsystems that often-suffered damage and has the biggest maintenance demand. Risk Matrix is used to determine the critical component of Reelstand and there are two components that selected as critical component which are Dancing Roller and Infeed, those subsystems need to be determined the optimal spare part management policy using Reliability Centered Spares (RCS) method and the right maintenance policy using Reliability Centered Maintenance (RCM) method. Based on the result of measurement using Reliability Centered Spares (RCS) method obtained that Dancing Roller and Infeed components are included into repairable component and got spare part requirement of each subsystem of 4 pieces for 1 year. And the result of measurement using Reliability Centered Maintenance (RCM) method obtained maintenance policy for Dancing Roller component is 3 Scheduled OnCondition Task and fot Infeed component is 3 Scheduled On-Condition Task. Key words: Maintenance, Reliability Centered Spares, Reliability Centered Maintenance, Risk Matrix, Spare Part
Penilaian Kinerja Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus: Pt Dns) Annisa Azmi; Endang Budiasih; Judi Alhilman Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spark plug adalah sebuah media yang digunakan untuk proses pembakaran bahan bakar pada mesin bermotor. Spark plug memiliki fungsi yang vital, tanpanya kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa menyala. Karena persaingan yang ketat untuk memproduksi spark plug setiap harinya, PT DNS harus meningkatkan kelancaran kegiatan produksinya dengan kesiapan mesin. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan RAM dari mesin tersebut. Dengan menggunakan data berupa MTBF dan MTTR, berguna untuk menilai kinerja sistem. Berdasarkan pengolahan data RAM Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram, subsistem kritis memiliki nilai reliability sebesar 68,99% pada waktu 112 jam berdasarkan pada analytical approach. Ratarata nilai maintainability subsistem pada t=25 jam adalah 97,42%. Nilai Inherent Availability sebesar 98,14% dan nilai Operational Availability sebesar 96,24%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target yang diberikan. Jika berdasarkan perhitungan metode OEE, nilai OEE mesin Caulking Line 6 sebesar 71,32%. Hasil tersebut masih di bawah standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin Caulking Line 6 adalah faktor reduce speed sebesar 40,9%. Kata kunci : OEE, RAM, Six Big Losses, Key Performance Indicator, Spark Plug, Reliability Block Diagram
Analisis Biaya Perawatan Dengan Metode Cost Of Unreliability (cour) Mesin Tower 4 Untuk Satu Sistem Pasca Perbaikan Di Pt. Xyz Rizki Suryo Wibowo; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi surat kabar terbesar di Jawa Barat. Setiap harinya perusahaan mampu memproduksi hampir 100000 eksemplar setiap harinya. Untuk memenuhi pesanan koran setiap hari dengan tepat waktu. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah keandalan mesin. Data berupa Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure dan Mean Downtime berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Kemudian akan didapatkan hasil dari Reliability Analysis dari sistem mesin yang diteliti dengan dilakukan permodelan untuk menentukan sistem kritis menggunakan Reliability Block Diagram pada Analytical Approach, pada waktu 78 jam, masingmasing sistem memiliki nilai Reliability 22%, 23% dan 40%. Rata-rata nilai Maintainability masing-masing sistem pada t = 9, t = 6 dan t = 1 adalah 98%, 96% dan 85%. Nilai Inherent Availability setiap sistem adalah 98,530%, 98,135% dan 99,592% dan nilai Operational Availability setiap sistem adalah 99,690%, 99,845 dan 100%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan World Class Maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya dari setiap sistem yang disebabkan oleh ketidakhandalan adalah Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 dan Rp3.693.237.580 dan berdasarkan active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 dan Rp6.017.568.031 berdasarkan pada downtime. Kata kunci: Reliability, Availability, Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram. Abstract PT.XYZ is one of the largest newspaper producing companies in West Java. Every day the company is able to produce nearly 100,000 copies every day. To fulfill daily newspaper orders on time. One way to minimize the losses that might have to be borne by the company is to increase the reliability of the production system itself and the Cost of Unreliability to find out how much the costs generated by machine reliability problems. The data in the form of Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure and Mean Downtime are useful to assess the performance of the system that works.Then the results of the Reliability Analysis of the engine system examined by modeling are performed to determine the critical system using the Analytical Approach Reliability Block Diagram, at 78 hours each system has a Reliability value of 22%, 23% and 40%. The average value of Maintainability of each system at t = 9, t = 6 and t = 1 is 98%, 96% and 85%. The Inherent Availability value of each system is 98,530%, 98,135% and 99.592% and the Operational Availability value of each system is 99,690%, 99,845 and 100%. Based on the evaluation that has been done by using the world class maintenance Key Performance Indicator, indicators from the leading and lagging availability have reached the given indicator target. The result of the Cost of Unreliability calculation shows that the cost of each system caused by unreliability is Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 and Rp3.693.237.580 and based on active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 and Rp6.017.568.031 based on downtime. Keywords: Reliability, Availability & Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram.
Estimasi Risiko Kegagalan Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Injeksi Plastik Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Replacement Analysis Di Cv Xyz Mohammad Tajudin; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi spare part dari shockbreaker yaitu spring guide. Mesin yang digunakan CV XYZ untuk memproduksi spare part tersebut adalah mesin Injeksi Plastik. Mesin Injeksi Plastik memiliki peranan penting dalam mengolah bisi plastik polypropylene menjadi spring guide yang mendukung proses usaha dalam CV XYZ, apabila mesin tersebut mengalami kerusakan maka proses produksi akan berhenti dan akan menimbulkan kerugian. Untuk dapat menjaga atau mengembalikan mesin agar tetap beroperasi sesuai dengan fungsinya maka dapat dilakukan kegiatan maintenance oleh perusahaan. Metode maintenance yang digunakan dalam penelitian ini adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Replacement Analysis. Metode Risk Based Maintenance (RBM) digunakan untuk mengetahui nilai risiko kegagalan dari mesin Injeksi Plastik yang diterima perusahaan. Berdasarkan metode Risk Based Maintenance diperoleh nilai risiko sebesar Rp 439,313,212. Metode Replacement Analysis digunakan untuk menentukan kebijakan kapan mesin Injeksi Plastik harus dilakukan penggantian dan umur ekonomis dari mesin tersebut. Berdasarkan metode Replacement Analysis diperoleh kebijakan waktu penggantian dan umur ekonomis dari mesin Injeksi Plastik adalah 8 tahun lagi. Kata kunci: Mesin Injeksi Plastik, Maintenance, Risk Based Maintenance, Replacement Analysis Abstract CV XYZ is a company producing spare parts of the shockbreaker that is spring guide. The machine used CV XYZ to manufacture the spare part is the Plastic Injection machine. Plastic Injection machine has an important role in the processing of plastic pellets polypropylene into a spring guide that supports the business processes in CV XYZ, if the engine is damaged then the production process will stop and will be cause any harm. To be able to keep or restore the machine to continue to operate in accordance with its function then it can be done the activities of the maintenance by the company. The method of maintenance used in this study is a Risk Based Maintenance (RBM) and Replacement Analysis. Methods of Risk Based Maintenance (RBM) is used to determine the value of the risk of failure of the Plastic Injection machine received by the company. Based on the methods of Risk Based Maintenance obtained risk value of Rp 439,313,212. The method of Replacement Analysis is used to determine the policy of when the Plastic Injection machine to do the replacement and the economic life of the machine. Based on the method of Replacement Analysis obtained policy the time of replacement and the economic life of the Plastic Injection machine is 8 years old again. Keywords: Plastic Injection Machine, Maintenance, Risk Based Maintenance, Replacement Analysis
Usulan Retirement Age Dan Jumlah Maintenance Crew Optimal Pada Mesin Huron Di Pt.xyz Menggunakan Metode Dynamic Life Cycle Cost (dlcc) Dengan Simulasi Monte Carlo Hario Ardi Nugroho; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur yang bergerak dalam pembuatan alat berat untuk militer maupun komersil. Salah satu peralatan untuk menunjang kegiatan produksi PT. XYZ adalah mesin Huron yang memproduksi komponen-komponen untuk excavator, kapal, dan alat berat lainnya. Mesin Huron ini memiliki frekuensi kerusakan terbesar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk umur mesin yang sudah tidak optimal atau tidak tepatnya jumlah maintenance crew untuk menangani mesin rusak. Pada penelitian ini untuk menentukan umur mesin optimal dan jumlah maintenance crew optimal dari mesin Huron, digunakan metode DLCC dengan simulasi Monte Carlo. Nilai LCC didapat dari penjumlahan sustaining cost dan acquisition cost. Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) atau mode kegagalan digunakan untuk menentukan pengaruhnya terhadap pengoperasian sistem yang selanjutnya dicari nilai weibull shape factor (β) dan characteristic life () sebagai input untuk disimulasikan dengan Monte Carlo sehingga didapatkan mean time to failure (MTTF) prediction mesin Huron. Selanjutnya dianalisa future maintenance cost. Berdasarkan perhitungan DLCC, diperoleh total LCC optimal sebesar Rp. 574,070,461 dengan umur mesin optimal adalah sembilan tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak satu orang. Berdasarkan hasil simulai Monte Carlo didapatkan nilai MTTF mesin Huron 391.7 jam dengan future maintenance cost yang harus dipersiapkan sebesar Rp. 270,710,759. Kata Kunci - Maintenance, Mean Time To Failure, Dynamic Life Cycle Cost, Monte Carlo Simulation, Failure Mode and Effect Analysis Abstract PT. XYZ is a manufacturing company that manufacturing in military and commercial heavy equipment products. One of the equipment used to support the production activities of PT. XYZ is a Huron MU 6 milling machine to fulfill every components needed for excavators, ships, and other heavy equipment. Huron Machine has the most frequent damage in PT. XYZ. It can be caused by several factors, including a machine that has exceeded its optimal limit. In determining optimal machine life and optimal maintenance crew of the Huron machine, in this study case is using DLCC with Monte Carlo simulation. LCC value is obtained from the sum of sustaining cost and acquisition cost. FMEA is used to identify the failure mode and determine its effect on system operation, then weibull shape factor (β) and scale factor / characteristic life ( ) are used as inputs to be simulated with monte carlo to obtained the probabilistic Huron engine's mean time to failure (MTTF) for further analyze getting future maintenance costs. Based on the calculation of DLCC, the smallest total LCC value obtained is Rp. 574,070,461 with optimal engine life is nine years and the optimal number of maintenance crew is one person. Based on the results of the Monte Carlo simulation, the value of the MTTF Huron engine is 391.7 hours with future maintenance costs which must be prepared in the amount of Rp. 270,710,759 Keywords – Maintenance, Mean Time To Failure, Dynamic Life Cycle Cost, Monte Carlo Simulation, Failure Mode and Effect Analysis
Analisis Total Biaya Minimal Pada Mesin CNC Milling PT. Sandy Globalindo Berdasarkan Metode Life Cycle Cost (LCC) Dengan Dynamic Maintenance Cost Triana Suryani; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Maintenance adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk menjaga peralatan dalam kondisi terbaik. Proses maintenance meliputi, pengetesan, pengukuran, penggantian, penyesuaian dan perbaikan. Maintenance terbagi menjadi 3 jenis, Preventive Maintenance, Predictive Maintenance, Breakdown Maintenance, Corrective Maintenance. Dengan melakukan perawatan serta pemeliharaan pada mesin dan fasilitas produksi, tentu memerlukan biaya. Dalam hal ini, biaya yang dikeluarkan pada saat perawatan dan pemeliharaan mesin secara terjadwal dan berkala. Untuk mengatasi biaya perawatan dan pemeliharaan yang terlalu besar, maka dilakukan pengendalian biaya dengan metode Life Cycle Cost dengan Dynamic Maintenance Cost. PT. Sandy Globalindo merupakan perusahaan swasta yang memproduksi beberapa produk spare part motor. Perusahaan ini beralamat di Jl. Gn. Satria No.2A, Pasirkaliki, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat 4051. PT. Sandy Globalindo dalam usahanya memastikan mesin dapat beroperasi selama 24 jam tanpa permasalahan dalam jangka waktu yang ditentukan. PT. Sandy Globalindo memiliki kebijakan corrective dan preventife maintenance dalam mengatasi kerusakan mesin. Mesin CNC Milling merupakan salah satu dari beberapa mesin yang dimiliki oleh PT. Sandy Globalindo. Mesin ini memiliki frekuensi kerusakan yang tertinggi. Berdasarkan permasalahan yang ada akan dilakukan analisa total biaya minimal, umur optimal dan jumlah optimal maintenance set cew pada mesin CNC Milling PT. Sandy Globalindo dengan menggunakan metode Life Cycle Cost dengan Dynamic Maintenance Cost. Kata kunci: Maintenance, Mesin CNC Milling, Life Cycle Cost, Dynamic Maintenance Cost Abstract Maintenance is all activities that aim to keep the equipment in the best condition. The maintenance process includes testing, measurement, replacement, adjustment and repair. Maintenance is divided into 3 types, Preventive Maintenance, Predictive Maintenance, Breakdown Maintenance, Corrective Maintenance. By doing maintenance and maintenance on machinery and production facilities, it certainly requires a fee. In this case, the costs incurred during maintenance and maintenance of the machine are scheduled and periodic. To overcome the maintenance and maintenance costs that are too large, then cost control is carried out with the Life Cycle Cost method with Dynamic Maintenance Cost. PT. Sandy Globalindo is a private company that produces several motorbike spare parts. This company is located at Jl. Mr. Satria No.2A, Pasirkaliki, Cimahi Utara, Cimahi City, West Java 4051. PT. Sandy Globalindo in its effort to ensure the machine can operate for 24 hours without problems within the specified time period. PT. Sandy Globalindo has a corrective and preventife maintenance policy in dealing with engine damage. CNC Milling Machine is one of several machines owned by PT. Sandy Globalindo. This machine has the highest frequency of damage. Based on the existing problems, an analysis of the minimum total cost, optimal age and the optimal number of maintenance sets for the CNC Milling machine PT. Sandy Globalindo by using the Life Cycle Cost method with Dynamic Maintenance Cost. Keywords: Maintenance, Mesin CNC Milling, Life Cycle Cost, Dynamic Maintenance Cost
Analisis Nilai Daya Tarik Warranty Pendekatan Satu Dimensi Untuk Meminimalisasi Biaya Garansi Pada Produk Mesin Dryer 16kg Pemanas Lpg Di Pt Xyz Santy Agrasari; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan purna jual diberikan oleh perusahaan sebagai strategi dalam memberikan pelayanan dan peningkatan kualitas produk kepada konsumen, yaitu garansi. Garansi diberikan berdasarkan keputusan kebijakan warranty yang sesuai. Warranty merupakan jaminan antara produsen dan konsumen bahwa produk tidak akan mengalami kegagalan selama rentang waktu tertentu. Daya tarik warranty terdiri dari tiga pengukuran antara lain masa warranty, biaya warranty, dan kebijakan warranty. Perhitungan biaya warranty dilakukan melalui pendekatan satu dimensi, hal ini dikarenakan objek penelitian yang digunakan adalah produk elektronik dimana pengukuran berdasarkan usia pemakaian produk. Uji distribusi yang terpilih menggunakan uji distribusi Weibull, dimana memiliki pola kerusakan yang tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi. Banyaknya klaim konsumen yang diterima oleh PT XYZ pada produk Mesin Dryer 16Kg Pemanas LPG membuat perlu dilakukan peninjauan ulang mengenai pemberian masa warranty, biaya warranty, serta tindakan pemeliharaan pencegahan dengan tujuan dapat meminimalisasi biaya garansi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kata kunci: warranty, kebijakan satu dimensi, daya tarik warranty Abstract After-sales service is provided by the company as a strategy in providing and improving product quality to consumers, namely a guarantee. Product warranties are given after obtaining a decision on the appropriate warranty policy. Warranty is an assurance between producers and consumers that a product will not fail for a certain period of time. The warranty appeal consists of three measurements including warranty period, warranty costs, and warranty policies. We discuss about the three attractiveness of warranty with one-dimensional approach, the object of this research is electronic products, namely the product Mesin Dryer 16Kg Pemanas LPG in PT XYZ which counting by ages the product under warranty. The selected distribution test value is Weibull, which has an irregular and unpredictable pattern of damage. The number of consumer claims reveived by PT XYZ makes it necessary to review the provision of warranty period, warranty costs, and preventive maintenance measures with the aim of minimizing the warrnaty costs incurred by the company. Keywords: warranty, one-dimensional policy, attraction warranty
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti SRI RAHAYU Sri Rahayu Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan