Claim Missing Document
Check
Articles

HARMONIZING DIVERSITY: CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING STRATEGY FOR ELEVATING SPEAKING PROFICIENCY Reskyani, Reskyani; A, Nasrullah; Mustaqimah, Mustaqimah; Adisaturrahimi, Andi
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 1 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i1.1126

Abstract

This research aims to determine harmonizing diversity: culturally responsive teaching strategy for elevating speaking proficiency in speaking classes. This research used a qualitative descriptive method and in analyzing the data researchers used a thematic analysis to group them based on the strategies used by lecturers to improve students’ speaking. The data was found by researchers by conducting interviews with 3 different lecturers and implementing culturally responsive teaching in speaking classes. The results found by the researchers that there were 5 strategies and each strategy has several elements. There were 5 strategies, namely 1. Introduction and understanding of students’ cultural backgrounds, 2. Strategy for Integrating Multicultural Content, 3. Create a classroom environment that supports and respects diversity, 4. Activities or Projects to Encourage Students to Speak about Their Culture, 5. Assessment of Speaking Skills by Considering Cultural Diversity and several elements, namely 1. Initial Information Gathering and Personal Approach, 2. Use of Multicultural Materials and Direct Interaction, 3. Building an Inclusive Climate and Cultural Celebration, 4. Personal Cultural Expression and Interactive Method, 5. Inclusive Assessment and Constructive Feedback. With this strategy, it can be said that students’ speaking improves because the materials are based on their cultural background so it is easy for them to express what they want to say when speaking with their classmates, during group discussions, or talking together with their lecturers in class when the teaching and learning process is taking place.
pemikiran PEMIKIRAN CHRISTIAN SNOUCK HURGRONJE DAN IMPLIKASINYA PADA UMAT ISLAM DI INDONESIA (PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR’AN): Pemikiran Christian Snouck Hurgronje Mustaqimah, Mustaqimah
Farabi Vol 21 No 2 (2024): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v21i2.5938

Abstract

This study has a focal point to find out the thoughts of Christian Snouck Hurgronje and its implications for Muslims. The research method used is library research using the Qur'anic and historical interpretation approaches. The data sources used are primary data sources, namely literature related to Snouck Hurgronje's thoughts in the form of books, articles and others. While secondary data sources are obtained from Tafsir Al Quran. The results showed that Snouck's thoughts about Islam include social society, colonial politics and the spread of European culture. This has implications for the retreat of Muslims in the political realm and considers it not part of Islam (separation between religion and politics / secularization) and has an impact on limiting the influence of Islamic law, in this case the interpretation of QS. Al-Baqarah 120 reminds Muslims to be careful with thoughts the notion of secularization.
Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.654

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam hal pengobatan dan kesehatan, salah satunya adalah daun pepaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti sebagai sumber nutrisi, antioksidan, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengelola diabetes, membantu meredakan peradangan, dan membantu kesehatan kulit. Pada daun pepaya telah diindentifikasi adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Studi farmakognostik adalah suatu proses sistematis untuk menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis suatu topik, masalah, atau fenomena dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau pendekatan yang terstruktur.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat-sifat fisik, kimia, dan farmakologis dari simplisia daun pepaya.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pada pengujian daun pepaya dibuat ekstrak dengan metode maserasi.Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa susut pengeringan sampel daun pepaya sebesar -63,04%, sesuai dengan standar farmakope herbal yang mengharuskan susut pengeringan ≤ 10%. Sementara itu, uji kadar ekstrak larut air menghasilkan nilai sebesar 21,976%, sementara uji kadar ekstrak larut etanol menunjukkan nilai sebesar 21,872%. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukkan bahwa kadar abu total daun pepaya adalah sebesar 11,025%, sedangkan kadar abu tidak larut asamnya adalah sebesar 0,82%.Simpulan: Metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa tersebut dari daun pepaya
Kelompok Arisan Berantas Buta Huruf Al Qur'an; Studi Pada Masyarakat Desa Pilobuhuta Kabupaten Gorontalo Ahmad, Cicin; Mashadi, Mashadi; Mustaqimah, Mustaqimah
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 1 No 01 (2023): ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the role of arisan groups in eradicating illiteracy in the Qur'an. This research uses a qualitative approach with field studies. Data were collected by means of observation, interviews, and documentation. The results showed that the arisan group played a major role in eradicating illiteracy in the Qur'an in Pilobuhuta Village. The social gathering was centered at the Nur-Huda Mosque, and received a positive response from the takmirul mosque and the local village government. Opportunity, this social gathering strategy can be a program that can be distributed to other villages to eradicate illiteracy in the Qur'an. The challenges include the availability of appropriate methods in teaching people to read the Qur'an, which vary in age and ability to grasp.
PERSPEKTIF PARA ORIENTALIS TERHADAP AL-QUR’AN, DAN HADIS Ahmad, Fauzan Zil Ikram; Lasaba, Muhammad Fathurrahman; Mustaqimah, Mustaqimah
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kajian ini mengeksplorasi perspektif para orientalis terhadap Al-Qur'an dan Hadis sebagai dua sumber utama ajaran Islam. Para orientalis menggunakan pendekatan sejarah dan kritis untuk menganalisis teks-teks Islam, yang sering kali berbeda dengan pandangan tradisional umat Muslim. Penelitian ini membahas pandangan orientalis seperti Theodor Noldeke, John Wansbrough, Abraham Geiger, Ignaz Goldziher, dan Joseph Schacht. Noldeke meragukan keaslian Al-Qur'an dan menganggapnya sebagai adaptasi dari tradisi Yahudi dan Kristen. Wansbrough menganalisis Al-Qur'an sebagai hasil evolusi teks dalam konteks sejarah tertentu. Geiger berpendapat bahwa banyak konsep dalam Islam diadopsi dari tradisi Yahudi. Goldziher dan Schacht memfokuskan kritik mereka pada otentisitas Hadis, dengan menyimpulkan bahwa sebagian besar Hadis adalah kreasi belakangan untuk mendukung kepentingan sosial dan politik. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun analisis orientalis sering kontroversial, pendekatan mereka dapat membuka ruang discourse antara tradisi Islam dan pendekatan akademik Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur.
Pemikiran Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Nabi Muhammad Saw (Analisis Kritis Mahasiswa Jurusan Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo): Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Nabi Muhammad Saw (Analisis Kritis Mahasiswa Jurusan Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo) Mustaqimah, Mustaqimah; Khairun Nisa Papeo; Indah Nurmawan
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientalisme adalah cabang studi Islam yang didirikan di negara-negara Barat yang mengkaji banyak aspek Timur seperti bahasa, etika, peradaban, dan agama. Penulis melakukan penelitian dengan jenis penelitian kualitatif yang bersumber dari library research dimana sumber-sumber data tersebut di dapatkan dari literatur berbagai artikel jurnal terkait, setelah itu penulis juga menjadikan para mahasiswa jurusan ilmu Al-Qur’an dan tafsir semester tiga di Institut Agama Islam negeri Sultan Amai Gorontalo, sebagai sumber dalam penelitian ini untuk melihat pandangan mereka terkait tuduhan dan kritik kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad Saw., dan bagaimana bantahan mereka terkait hal tersebut. Tujuan penelitian ini menganalisis berbagai kritik dan pandangan para kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad Saw. Dengan hasil temuan beberapa tokoh orientalis yang memandang dan mengkritik Nabi Muhammad yakni Theodor Noldeke menyoroti aspek kemampuan membaca dan menulis Nabi Muhammad, dengan menafsirkan istilah "ummi" sebagai lawan dari ahli kitab, bukan sebagai ketidakmampuan membaca dan menulis. Kemudian Sir William Muir, sering memandang Nabi Muhammad dengan penuh bias dan keangkuhan. Seorang tokoh orientalis Montgomery Watt juga mengritik Islam dan juga Nabi Muhammad dari berbagai sisi. Menurut Watt, pada awal hidupnya Muhammad muda sangat dipengaruhi oleh pemikiran Waraqah bin Naufal, seorang rahib Nasrani. Kemudian mahasiswa sebagai narasumber wawancara, mereka sepakat dan menilai bahwa kritikan dan tuduhan para kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW. tersebut tidaklah benar, karena kaum orientalis ini menyatakan kritikan-kritikan tersebut tanpa berdasarkan iman, ilmu pengetahuan lain yang mendukung kesimpulan mereka, dan memang beberapa tujuan yang didasari karena mencari kesalahan juga merusak keyakinan kaum Muslim. Para narasumber membantah dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, benar-benar seorang utusan Allah yang diberikan kemukjizatan dalam menyampaikan Al-Qur’an dan kemuliaan dalam menyampaikan hadis.
Formulation and Activity Test of Clay Mask Stick Preparation with Wheatgrass Extract (Triticum aestivum L.) as an Antioxidant Maharani, Tri Anita; Budi, Setia; Mustaqimah, Mustaqimah; Noval, Noval
PROMOTOR Vol. 8 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i6.1503

Abstract

Beauty is something that every woman desires. However, many women have problems with their facial skin. One of the causes of skin problems is free radicals. By utilizing plants as the basic ingredients of cosmetic care, namely wheatgrass which is formulated in the form of a clay mask stick preparation that can be effective as an antioxidant. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of wheatgrass extract on the physical evaluation of the preparation and to determine the antioxidant activity of the wheatgrass extract clay mask stick preparation. This study is a study with a true experimental posttest-only control design. Formulating wheatgrass extract with different extract concentrations, namely 6%, 8% and 10%, into a clay mask stick preparation. The evaluations carried out were organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, drying time, irritation and antioxidant activity tests. The results of the study obtained 3 formulations that had good homogeneity, with a safe pH range, spreadability and drying time met the requirements and the preparation did not irritate the skin. Antioxidant activity testing obtained the results of clay mask sticks having antioxidant activity. Formulation 1 has an IC50 value of 29.69 µg/mL, formulation 2 has an IC50 value of 15.28 µg/mL and formulation 3 has an IC50 value of 6.02 µg/mL.
Peran Guru Dalam Memotivasi Siswa Pada Kegiatan Persiapan Tes Kompetensi Akademik Himmah, Nurul; Wagiyem, Wagiyem; Nurul Laili; Atik Nurhidayati; Mustaqimah, Mustaqimah; Uswatun Khoiriyah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9133

Abstract

This study aims to describe the steps of teachers' role in providing motivation and the strategies implemented to improve students' readiness for the Academic Competency Test (TKA) at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten. The research subjects were teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten. The informants for this study were teachers. The study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers play a crucial role in mapping students' learning readiness and motivational profiles by identifying initial academic abilities, self-confidence levels, and psychological barriers. In addition, teachers establish warm and empathetic communication to create a safe learning environment so that students are more motivated and do not experience excessive anxiety. The learning strategies provided include step-by-step practice questions, problem-solving discussions, and reasoning-based learning that is appropriate to the characteristics of TKA. These activities have been proven to increase students' interest and academic readiness in facing high-standard questions. Teachers also apply motivational strategies such as positive reinforcement, simple rewards, and verbal appreciation to build students' confidence. Contextual learning based on real situations also increases intrinsic motivation and student engagement. Regular reflection and feedback are provided to monitor progress, identify weaknesses, and strengthen learning enthusiasm throughout the TKA preparation process. Overall, the combination of teacher roles and strategies contributes significantly to improving students' mental and academic readiness to face TKA.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan terhadap Tindakan Pembuangan Limbah Obat Rumah Tangga di Kelurahan Loktabat Utara Oktavia, Regina; Melviani, Melviani; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6255

Abstract

Penyimpanan dan pembuangan produk farmasi yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Limbah obat rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem, serta dapat menyebabkan resistensi obat dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pembuangan limbah obat yang benar, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu melalui proses pembelajaran. Tingkat pendidikan diyakini dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan dalam menghadapi permasalahan, termasuk pengelolaan limbah obat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga di Kelurahan Loktabat Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA sebesar 55%. Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik terkait tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,009 (p < 0,05). Sementara itu, tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,780 (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam membentuk perilaku pembuangan limbah obat rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan formal tidak berpengaruh langsung.
Co-Authors A, Nasrullah AA Sudharmawan, AA Adisaturrahimi, Andi Agnes Christie Rinda Ahmad Hidayat Ahmad Khoirul Fata Ahmad, Cicin Ahmad, Fauzan Zil Ikram Aida Royani Akib, Muhaiminah Ali Rakhman Hakim amanah, nurul Anggrita Sari Annisa Fitria Anugrahni, Chindy Monica Ariani, Malisa Aryzki, Saftia Asiza, Nur Atik Nurhidayati Auli Damayanti Aulia Rahmah AYU LESTARI Defitamira, Olvi Doholio, Siti Eka Candra Lina EKA CHANDRA LINA Evana, Nur Qomara Fadhiyah Noor Anisa Fadhiyah Noor Noor Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hayatun Nufus Holilah, Shafira Nor Hubu, Awaluddin Indah Nurmawan Indriyani, Reni Iskandar Iskandar Isna Humaera, Isna Jainah Jainah Jainah Jainah, Jainah Jannah, Ghina Raudhatul Jufrianto, M. Karinda, Niken Adkah Khairi, Khairi Khairun Nisa Papeo Kurniawati, Darini Lasaba, Muhammad Fathurrahman Lestari, Yayuk Puji Macpal, Sunandar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Malisa Ariani Mashadi Mashadi Maulani, Eka Febrianti Melviani, Melviani Mohd Tahir, Asman Bin Muhammad Basri Muhammad Khadhary Muhammad Yasar Musa, Nur Ainun Nafisa, Sherin Natantri, Bamikha Priskila Ngongo, Marselina Noor, Fadhiyah Noor Nor Ellisa Noval Noval Novita Yanti NURUL HIDAYAH Nurul Himmah Nurul Laili Oktavia, Regina Olii, Desri Hariyati Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Rahman, Agenia Rahyuni Rahyuni Raida Agustina Ramadhani, Alya Ramdani, Amaliah Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Reskyani, Reskyani Rina Saputri Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Ryan Moulana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Salwa Nur Ilahiya Salwati, Salwati Sari, Anggrita Sari, Rani Normaya Savitri, Amanda Shelvia Setia Budi Sitti Khadijah Sitti Khadijah Sri Handayani Sudarya, Maharani Fitria Suhud , Khairi Syarifuddin Dollah Teuku Ferijal Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Umi Hasanah, Umi Uswatun Khoiriyah Vania, Risma Ananda wagiyem, wagiyem Wahyu Pangi Astuti, Ni Nyoman Wulandari, Sami’an Yulida Yulida Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulianur, Riska Ali