Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Dalam Memotivasi Siswa Pada Kegiatan Persiapan Tes Kompetensi Akademik Himmah, Nurul; Wagiyem, Wagiyem; Nurul Laili; Atik Nurhidayati; Mustaqimah, Mustaqimah; Uswatun Khoiriyah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9133

Abstract

This study aims to describe the steps of teachers' role in providing motivation and the strategies implemented to improve students' readiness for the Academic Competency Test (TKA) at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten. The research subjects were teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten. The informants for this study were teachers. The study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers play a crucial role in mapping students' learning readiness and motivational profiles by identifying initial academic abilities, self-confidence levels, and psychological barriers. In addition, teachers establish warm and empathetic communication to create a safe learning environment so that students are more motivated and do not experience excessive anxiety. The learning strategies provided include step-by-step practice questions, problem-solving discussions, and reasoning-based learning that is appropriate to the characteristics of TKA. These activities have been proven to increase students' interest and academic readiness in facing high-standard questions. Teachers also apply motivational strategies such as positive reinforcement, simple rewards, and verbal appreciation to build students' confidence. Contextual learning based on real situations also increases intrinsic motivation and student engagement. Regular reflection and feedback are provided to monitor progress, identify weaknesses, and strengthen learning enthusiasm throughout the TKA preparation process. Overall, the combination of teacher roles and strategies contributes significantly to improving students' mental and academic readiness to face TKA.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan terhadap Tindakan Pembuangan Limbah Obat Rumah Tangga di Kelurahan Loktabat Utara Oktavia, Regina; Melviani, Melviani; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6255

Abstract

Penyimpanan dan pembuangan produk farmasi yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Limbah obat rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem, serta dapat menyebabkan resistensi obat dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pembuangan limbah obat yang benar, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu melalui proses pembelajaran. Tingkat pendidikan diyakini dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan dalam menghadapi permasalahan, termasuk pengelolaan limbah obat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga di Kelurahan Loktabat Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA sebesar 55%. Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik terkait tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,009 (p < 0,05). Sementara itu, tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,780 (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam membentuk perilaku pembuangan limbah obat rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan formal tidak berpengaruh langsung.
Analisis Jenis dan Penyebab Ketidaksesuaian Pengobatan pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Hipertensi Agnes Christie Rinda; Mustaqimah Mustaqimah
Journal of Pharmascience Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5793

Abstract

Transisi pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketidaksesuaian dalam pengobatan (medication discrepancies) yang menjadi tantangan bagi keselamatan pasien. Ketidaksesuaian pengobatan dapat terjadi akibat adanya perubahan regimen pengobatan pasien tanpa koordinasi secara lengkap di antara tenaga kesehatan yang menangani pasien yang menyebabkan informasi yang terputus. Penelitian deskriptif dengan metode observasional ini melibatkan 30 orang pasien hipertensi untuk menganalisis jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan pada pasien tersebut di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Data mengenai jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan dianalisis berdasarkan data rekam medik pasien dan observasi langsung kepada pasien di rumah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data jenis ketidaksesuaian pengobatan yang paling banyak terjadi adalah kelalaian yaitu sebesar 42,85%, diikuti dengan penambahan sebesar 21,43%, ketidaksesuaian dosis sebesar 12,5%, penggantian terapi dan ketidaksesuaian frekuensi pemberian masing-masing sebesar 8,93%, ketidaksesuaian waktu pemberian sebesar 3,57%, serta ketidaksesuaian bentuk sediaan sebesar 1,79%. Ketidaksesuaian pengobatan dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyebab di level pasien dan di level sistem. Berdasarkan hasil penelitian, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak disebabkan di level pasien, yaitu ketidakpatuhan yang disengaja sebesar 32,14%, diikuti oleh pengobatan sendiri sebesar 25%, tidak memiliki waktu untuk menebus resep sebesar 17,85%, reaksi obat yang tidak dikehendaki dan ketidakpatuhan yang tidak disengaja sebesar 1,79%. Pada level sistem, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak terjadi akibat adanya informasi yang saling bertentangan dari berbagai sumber informasi yang ada yaitu sebesar 8,92%, diikuti dengan masalah ketersediaan obat/dosis obat sebesar 7,14%, instruksi kepada pasien pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 3,58% dan instruksi di antara penulis resep pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 1,79%. Kata kunci: hipertensi, jaminan kesehatan nasional, ketidaksesuaian pengobatan Healthcare transition is one of the risk factor of medication discrepancies that become a challenge for patient safety. Medication discrepancies can happen because the changes of drug regimen of the patient without a complete coordination between healthcare professionals that cause misinformation. This descriptive research with observational method involved 30 national health coverage or Jaminan Kesehatan Nasional patient with hypertension to analyze the type and the cause of medication discrepancies in Puskesmas Kelayan Timur as a first line healthcare facilities that give a health service for patient. The type and the cause of medication discrepancies will be analyzed by the patient medical report in Puskesmas and direct observation to the patient in their house. Based on the research, the most widely of the type of medication discrepancies is omission (42,85%), followed by addition (21,43%), dosage (12,5%), therapeutic substitution and frequency of administration each 8,93%, time of administration (3,57%) and drug form (1,79%). Medication discrepancies can happen by many causes, that divided into two group, the causes in the patient level and system level. Based on the research, the most widely of the cause of medication discrepancies in patient level is intentional non-adherence (32,14%), followed by self medication (25%), didn’t have time to fill the prescription (17,58%), adverse drug event and unintentional non-adherence each 1,79%. In the system level, the most widely of the cause of medication discrepancies is conflicting information from different informational sources (8,92%), followed by drug or drug dose availability (1,79%), instructions to pastient at transfer incomplete/inaccurate/illegible (3,58%) and instructions between prescribers at transfer incomplete/inaccurate/illegible (1,79%). Keywords: hypertension, medication dicrepancy, national health coverage
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Ali Rakhman Hakim; Yulida Yulida; Fadhiyah Noor Noor; Sitti Khadijah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Batuk Pilek Di Desa Sungai Rangas Ulu Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Novita Yanti; Salwa Nur Ilahiya; Saftia Aryzki; Ali Rakhman Hakim; Malisa Ariani
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1021

Abstract

Batuk pilek adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas disertai dengan timbulnya gejala hidung tersumbat, keluarnya ingus, batuk sering disertai dengan demam dan sakit kepala. Pengobatan untuk batuk pilek hanya terbatas pada penanganan gejalanya saja tanpa membunuh virus penyebabnya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan penyakit batuk pilek sering terjadi, seperti menggunakan obat dengan indikasi dan gejala yang tidak tepat, sehingga kader kesehatan diperlukan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit batuk pilek. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu tentang penyakit batuk pilek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan serta diskusi dengan para kader kesehatan. Media yang digunakan berupa leaflet dan power point yang berisikan tentang penyakit batuk pilek. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, dapat dilihat bahwa pengetahuan kader kesehatan mengalami peningkatan sebesar 67%, konsisten sebesar 11%, dan mengalami penurunan sebesar 22%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan pengetahuan antara lain bisa terjadi karena kurangnya perhatian dari kader kesehatan pada saat pemberian materi atau dikarenakan metode penyampaian tim yang tidak efektif. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu mengenai batuk pilek dengan cara pemberian materi dan diskusi berupa tanya jawab secara langsung.
DEVELOPMENT OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY VEGETABLE INSECTICIDES BASED ON GADUNG BARK NANOEMULSION (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) FOR COMMUNITY EMPOWERMENT IN RITING VILLAGE, ACEH BESAR Lina, Eka Candra; Yasar, Muhammad; Zulham, Zulham; Mustaqimah, Mustaqimah; Agustina, Raida; Khairi, Khairi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v8i4.889

Abstract

The peel of gadung tuber (Dioscorea hispida Dennst), abundantly found in Riting Village, Aceh Besar, represents a local natural resource with potential use as an environmentally friendly botanical insecticide. Until now, gadung peel has been treated merely as waste from tuber processing and has no economic value, even though it contains bioactive compounds such as diosgenin and saponin, which are known to be toxic to insects. This community service program aimed to produce a nanoemulsion-based botanical insecticide sample derived from gadung peel extract, evaluate its effectiveness against Crocidolomia pavonana larvae, and enhance local community knowledge and skills in utilizing gadung peel waste as a raw material for botanical insecticide production. The program was carried out in two stages: (1) sample preparation and bioassay testing, and (2) knowledge transfer and hands-on training through workshops. The results showed that gadung peel extract significantly affected larval mortality, with LC₅₀ and LC₉₅ values of 0.682% and 1.469%, respectively. The workshops successfully improved participants’ understanding of gadung’s potential as a natural insecticide source, technical skills in handling raw materials, and the ability to formulate and apply simple botanical insecticides using local ingredients. Outputs of the activity included a training module, a technical guideline, and prototype products for further development. Overall, this program positively contributed to enhancing community capacity in sustainable agricultural innovation and promoting the utilization of local natural resources with economic and environmental benefits.
Co-Authors A, Nasrullah AA Sudharmawan, AA Adisaturrahimi, Andi Agnes Christie Rinda Ahmad Hidayat Ahmad Khoirul Fata Ahmad, Cicin Ahmad, Fauzan Zil Ikram Aida Royani Akib, Muhaiminah Ali Rakhman Hakim amanah, nurul Anggrita Sari Annisa Fitria Anugrahni, Chindy Monica Ariani, Malisa Aryzki, Saftia Asiza, Nur Atik Nurhidayati Auli Damayanti Aulia Rahmah AYU LESTARI Bulan, Ramayanty Defitamira, Olvi Devianti, Devianti Diswandi Nurba, Diswandi Doholio, Siti Eka Candra Lina EKA CHANDRA LINA Evana, Nur Qomara Fachruddin Fachruddin Fadhiyah Noor Anisa Fadhiyah Noor Noor Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hayatun Nufus Holilah, Shafira Nor Hubu, Awaluddin Indah Nurmawan Indriyani, Reni Iskandar Iskandar Isna Humaera, Isna Jainah Jainah Jainah Jainah, Jainah Jannah, Ghina Raudhatul Jufrianto, M. Karinda, Niken Adkah Khairi, Khairi Khairun Nisa Papeo Kurniawati, Darini Lasaba, Muhammad Fathurrahman Lestari, Yayuk Puji Macpal, Sunandar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Malisa Ariani Mashadi Mashadi Maulani, Eka Febrianti Melviani, Melviani Mohd Tahir, Asman Bin Muhammad Basri Muhammad Khadhary Muhammad Yasar Musa, Nur Ainun Nafisa, Sherin Natantri, Bamikha Priskila Ngongo, Marselina Noor, Fadhiyah Noor Nor Ellisa Noval Noval Novita Yanti NURUL HIDAYAH Nurul Himmah Nurul Laili Oktavia, Regina Olii, Desri Hariyati Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Rahman, Agenia Rahyuni Rahyuni Raida Agustina Ramadhani, Alya Ramdani, Amaliah Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Reskyani, Reskyani Rina Saputri Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Ryan Moulana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Salwa Nur Ilahiya Salwati, Salwati Sari, Anggrita Sari, Rani Normaya Savitri, Amanda Shelvia Setia Budi Sitti Khadijah Sitti Khadijah Sri Handayani Sudarya, Maharani Fitria Suhud , Khairi Suhud, Khairi Syarifuddin Dollah T. Ferijal, T. Ferijal Teuku Ferijal Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Umi Hasanah, Umi Uswatun Khoiriyah Vania, Risma Ananda wagiyem, wagiyem Wahyu Pangi Astuti, Ni Nyoman Wulandari, Sami’an Yulida Yulida Yulida, Yulida Yusra, Andi Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulianur, Riska Ali