p-Index From 2021 - 2026
7.959
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Konselor Jurnal Konseling dan Pendidikan Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Jurnal Neo Konseling Jurnal Ners FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Journal of Counseling and Educational Technology Distilat: Jurnal Teknologi Separasi G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan PRIMA : Portal Riset dan Inovasi Pengabdian Masyarakat YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Counseling and Humanities Review Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Consilium Current Issues In Counseling CERATA Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling Journal of Counseling, Education and Society JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Komunikasi Interpersonal Anak Broken Home Afdhal Zikra; Indah Sukmawati
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.111137

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena siswa broken home keterampilan komunikasi interpersonalnya masih belum efektif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan komunikasi interpersonal ditinjau dari aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian yaitu kelas X dan XI dengan jumlah 618 siswa. Sampel penelitian ini adalah 41 siswa broken home yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan memberikan instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi interpersonal anak broken home yang sudah uji validitas dengan rumus pearson correlation (0.361) dan uji reliabilitas dengan rumus cronbach’s alfa (0.954), kemudian diolah menggunakan metode statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan komunikasi interpersonal siswa broken home umumnya rendah (50,9%), dengan aspek keterbukaan (49,8%), sikap positif (43,8%), dan kesetaraan (43,6%) rendah, sementara empati (51,1%) dan sikap mendukung (53,9%) berada di kategori sedang. Konselor atau Guru BK disarankan memberikan layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok
Perbedaan Konsep Diri Siswa SMK Ditinjau Berdasarkan Keutuhan Keluarga dan Jenis Kelamin Farah Putri Ilham; Indah Sukmawati
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.111136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada siswa yang tidak mampu memandang diri sendiri secara positif. Pembentukan konsep diri siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya orang tua dan jenis kelamin. Kehadiran orang tua mengajarkan bagaimana menilai diri sendiri serta kerangka dasar untuk membentuk konsep diri. Sama halnya perbedaan jenis kelamin mampu memberi pengaruh pada konsep diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan konsep diri siswa ditinjau dari keutuhan keluarga dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian deskriptif komparatif dengan desain model faktorial. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Analysis of Variance (ANOVA). Pengambilan data secara sampling dengan jumlah sampel 260 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan konsep diri siswa ditinjau dari keutuhan keluarga dan jenis kelamin berada pada kategori sedang (45,4%). (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa berdasarkan keutuhan keluarga. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa berdasarkan jenis kelamin. (4) Tidak terdapat interaksi antara keutuhan keluarga dan jenis kelamin dalam menjelaskan konsep diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, konselor atau guru BK dapat menyediakan sarana untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa atau wali murid guna bekerja sama dalam mendukung pengembangan konsep diri siswa.
Perbedaan Self-Esteem Remaja Panti Asuhan ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin Wahdinni Gota Afifisma; Indah Sukmawati
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.111138

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada remaja panti asuhan yang belum mampu mengenali diri sendiri, tidak menerima diri apa adanya, dan memandang diri sendiri tidak berharga. Salah satu faktor yang mempengaruhi self-esteem adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan self-esteem remaja laki-laki; (2) mendeskripsikan self-esteem remaja perempuan; dan (3) menguji apakah terdapat perbedaan self-esteem remaja ditinjau berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Responden penelitian adalah remaja Panti Asuhan Muhammadiyah Padang dan Panti Asuhan Aisyiyah Padang sebanyak 67 remaja yang dipilih dengan teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala self-esteem yang disusun berpedoman pada model Skala Likert. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis uji beda (T-test) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) self-esteem remaja laki-laki tinggi (57,58%); (2) self-esteem remaja perempuan sedang (52,94%); dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan tingkat self-esteem antara remaja laki-laki dan perempuan dengan sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05, yaitu tingkat self-esteem remaja laki-laki lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Pembahasan fokus kepada aspek-aspek self-esteem dan impilkasi terhadap layanan Bimbingan dan Konseling.
Hubungan kemampuan mengelola emosi dengan kecenderungan berperilaku agresif siswa Mutiara Eka Putri; Herman Nirwana; Indah Sukmawati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2020): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003238000

Abstract

This research is motivated by the number of students who have a tendency to behave aggressively. One of the factors that is thought to influence is the ability to manage emotions. The purpose of this study is to describe (1) the tendency to behave aggressively, (2) the ability to manage emotions, and (3) test the relationship between the ability to manage emotions and the tendency to behave aggressively in students. The population of the study was 205 students of SMP N 1 X Koto Singkarak in the July-December semester of the 2018/2019 academic year and a sample of 138 students was selected by Stratified Random Sampling. The instrument used is the Aggressive Behavior Trending questionnaire with a reliability of 0.942 and the Emotion Management Ability questionnaire with a reliability of 0.741. Data were analyzed by descriptive techniques and Pearson Product Moment. The research findings are: (1) the tendency of aggressive behavior of students in the high category, (2) the ability to manage students' emotions in the very low category, and (3) there is a significant negative relationship between the ability to manage emotions and the tendency to behave aggressively in students.
Efektivitas Layanan Informasi dengan Pendekatan Cooperative Learning Model Jigsaw untuk Membentuk Sikap Anti Cyberbullying Siswa Sofia, Siti; Sukmawati, Indah
YASIN Vol 4 No 6 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v4i6.4022

Abstract

This research is motivated by the phenomenon where there are still students who send harsh words through conversations on social media, humiliate friends by editing and spreading their personal photos on social media, so it can be said that students don’t have anti-cyberbullying attitudes. As a student, an anti-cyberbullying attitude should be possessed, in order to help create a safe and comfortable learning atmosphere where all students feel valued and protected. Therefore, information services with jigsaw-type cooperative learning approach are needed to shape students' anti-cyberbullying attitudes. This type of research uses quantitative approach with a pre-experimental method of one group pretest and posttest design. The subjects of this study amounted to 30 students of class XI SMAN 1 Lubuk Basung. Subjects selection using purposive sampling technique. The data collection technique used an anti-cyberbullying attitude scale, the data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results showed that information services with a jigsaw-type cooperative learning approach were effective for forming anti-cyberbullying attitudes in students, where after being given the treatment, students' anti-cyberbullying attitudes increased significantly. This can be seen from the results of hypothesis testing, the Asymp.Sig (2-tailed) result of anti-cyberbullying attitudes in students is 0.000, in other words, the probability is below 0.05 (0.000 ≤ 0.05), meaning that H0 is rejected and Ha is accepted. Based on these results, it is concluded that information services with a jigsaw-type cooperative learning approach are effective for forming anti-cyberbullying attitudes in students.
Physical condition, social isolation, and family relationship quality as predictors of parental well-being and psychological distress in indonesian stunting households: a PLS-SEM Analysis Sukmawati, Indah; Afdal, Afdal; Syapitri, Denia; Fikri, Miftahul; Suri, Gusni Dian
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces682500

Abstract

Parents of children with stunting face persistent caregiving stressors associated with elevated psychological distress, yet the well-being mechanisms through which these stressors operate remain underspecified. Drawing on Conservation of Resources (COR) theory and Bronfenbrenner's ecological systems framework, this study examined physical condition, family relationship quality, and social isolation as antecedents of parental well-being, and tested well-being as a mediator of psychological distress in Indonesian caregiving households. A cross-sectional, explanatory design was employed with 284 parents (Mage = 32.8 years, SD = 5.3; 86.62% mothers) from three provinces with elevated stunting prevalence in Indonesia. Physical condition and social isolation were significant predictors of parental well-being, while family relationship quality was non-significant. Well-being was strongly associated with parental psychological distress and mediated the effects of physical condition and social isolation, but not family relationship quality. These findings suggest that somatic resource depletion and social exclusion are more strongly associated with parental well-being than perceived family relationship quality in this context. Well-being appears to function as the central pathway linking contextual stressors to psychological distress, highlighting the importance of integrated stunting intervention programmes that address parental physical health and social connectedness.
Family Education Training To Prevent Sexual Abuse Of Children In Kenagarian Pangkalan District Pangkalan Koto Baru Regency Limapuluhkota Sukmawati, Indah; Afdal, Afdal; Fikri, Miftahul; Suri, Gusni Dian; Maulida, Yessa
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.271394

Abstract

Cases of sexual abuse against children experienced a significant upward trend, where from 11,952 cases in 2021 it increased by 34.62% to 16,114 cases in 2022. West Sumatra Province itself is in seventh place in the province with the most reported cases of sexual abuse against children, and the district Fifty cities, based on BPS data from West Sumatra Province, are in first place with the most reported cases of sexual harassment. The results of interviews with several parents in Pangkalan Limapuluh Kota Regency show that parents do not yet have the ability to provide education to prevent sexual abuse in children. This training is provided using lecture, discussion and direct practice methods regarding family education to prevent sexual abuse of children. In the initial evaluation, the results showed that almost all of the training participants stated that they had never provided sexual education to children at home. Then in the final evaluation the results were obtained that they gained knowledge and ways to provide sexual education to children to prevent sexual harassment. Training participants also know how important social support in the family is for children who are victims of sexual abuse.
Penguatan kompetensi TPACK guru bimbinagn konseling berbasis hasil analisis kompetensi konselor pada MGBK sekolah menengah atas Afdal, Afdal; Hariko, Rezki; Dian Suri, Gusni; Zikra, Zikra; Sukmawati, Indah; Fikri, Miftahul
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 4 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026932jpgi0005

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dirancang berdasarkan hasil analisis empiris terhadap kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) konselor Indonesia yang menunjukkan bahwa tingkat TPACK konselor secara keseluruhan masih rendah, dengan skor rata-rata 40,67 dari skala 100. Kelemahan paling mencolok ditemukan pada aspek Pedagogical Knowledge (PK) dengan skor 33,01, Pedagogical Content Knowledge (PCK) dengan skor 43,61, dan Content Knowledge (CK) dengan skor 48,66. Temuan riset inilah yang menjadi landasan utama dirancangnya program pengabdian berbasis kebutuhan (evidence-based community service) bersama Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Agam. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Oktober 2024 di SMK N 1 Tilatang Kamang, melibatkan 45 konselor sekolah dengan pendekatan pelatihan terpadu yang mencakup ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Program penguatan difokuskan pada tiga domain: (1) technological knowledge, (2) pedagogical knowledge, dan (3) content knowledge, yang secara bertahap diintegrasikan menjadi kerangka TPACK yang utuh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konselor terhadap konsep dan implementasi TPACK, tumbuhnya kesadaran pedagogis tentang pentingnya integrasi teknologi dalam layanan BK, serta perubahan paradigma dari layanan konvensional menuju layanan digital yang lebih kreatif dan inovatif. Program ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi profesional konselor tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan terintegrasi yang berkelanjutan dan berbasis bukti empiris.
Penguatan kompetensi guru bimbingan dan konseling dalam deteksi dini korban kekerasan dalam rumah tangga melalui analisis perilaku asertif siswa Afdal, Afdal; Zikra, Zikra; Sukmawati, Indah; Hariko, Rezki; Meivilona Yendi, Frischa
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 7 No. 4 (2022): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026933jpgi0005

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami anak meninggalkan dampak psikologis serius yang sering kali tidak teridentifikasi di lingkungan sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berada pada posisi strategis untuk melakukan deteksi dini, namun kompetensi mereka dalam mengidentifikasi indikator psikologis korban KDRT masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK Kota Payakumbuh dalam mendeteksi dini siswa korban KDRT melalui analisis indikator perilaku asertif. Program dilaksanakan melalui dua hari pelatihan intensif dan satu sesi pendampingan lanjutan yang diikuti oleh 32 guru BK. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 56,4 (pretest) menjadi 84,7 (posttest), dengan proporsi peserta berkategori baik dalam kemampuan identifikasi meningkat dari 18% menjadi 87%. Sebagian besar peserta mampu menyusun tindak lanjut layanan BK yang terstruktur setelah pelatihan. Temuan menegaskan bahwa perilaku asertif yang rendah mencakup kesulitan menyampaikan hak, menolak tekanan, dan mengekspresikan diri merupakan indikator yang dapat dioperasionalkan oleh guru BK untuk mendeteksi siswa yang mengalami tekanan psikologis akibat KDRT. Sekolah perlu mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kesehatan mental yang dipimpin oleh guru BK terlatih
Co-Authors A. Muri Yusuf Abdullah, Muhammad Iqbal Adelya, Bunga Adzkia, Naufal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Zikra Afidati, Fariha Afla Khairani Al Hakim, Ibrahim Alizamar Alizamar Amanda Lucya Marneta Ananda, Arrivalona Rahma Anita Agustina, Anita Annisa Azkia Rahmi Apri, Intan Zulian Arafani, Adnan Ari Khusumadewi Ariani Ariani Astri Tanjung Mutia Azhara, Aninda Azrul Said Cusinia, Azahra Hardi Daharnis Daharnis Deprina Fajaria Engku Kamarudin, Engku Mardiah Farah Putri Ilham Febri Wandha Putra Febriani, Rahmi Dwi Febrina . Sanderi Fikri, Miftahul Fikri, Miftahul Firman Firman Frischa Meivilona Yendi Gusni Dian Suri Hakim, Firdha Ainil Hariko, Rezki Hendriani, Yuliza Herman Nirwana hestyana aziza Ifdil Ifdil Imaddudin, Imaddudin Irda Yani Br Purba Irna Farikhah Irni Rahmayani Johan Joko Siswanto Kamil Pardomuan Hts Khairani Khairani Khairani Syafitri Kharina Viola Maharani, Violanisa Marjohan Marjohan Maulida, Yessa Mega Iswari Mega Novita Sari Meivilona Yendi, Frischa Melisa Adriani Mharchelya, Mharchelya Miftahul Fikri Mutiara Eka Putri Nandang Budiman Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Niken Debora Nilma Zola Nofriani, Nur Azilla Nurfarhanah Nurfarhanah Nurhastuti Nurhastuti Nurwijayanti Parastika, Suci Puji Gusri Handayani Purba, Irda Yani Putra, Ade Herdian Putra, Aidul Putri Melinda, Putri Putri, Anisa Dwi Putri, Mutiara Eka Putri, Yeli Dwi Putriani, Lisa Rahmi, Yola Zaitul Ramadhan, Fatia Wina Ramadhani, Syukri Ranisa Putri Kemala Rati, Gustina Pelita Rezki Hariko Purba Rina Suryani Rizka Srinadila Ronella, Tiara Rufi'i Ruhamah, Ulya Saputra, Randa Mahda Sari, Azmatul Khairiah Sari, Indah Permata Savira, Meri Devi Devi Sentika, Hake Ramalia Sofia, Siti Srinadila, Rizka Sukma, Dina Suryanef Suryanef Sutaryono Syapitri, Denia Taufik Taufik Taufik Taufik Tjeriawan, Chenrika Arabella Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Triana, Melani Putri TRIAVE NUZILA ZAHRI Ulfa Sari Neli Ulfa Ulfa Undriani, Yulia Vrida Apriliani Wahdinni Gota Afifisma Wandha Putra, Febri Wetnawati Wetnawati Winda Permata Sari Winda, Rahma Yeni Karneli Yoanda Novenaida, Suci Yusri Yusri Zadrian Ardi Zharfa, Amalia Ratu Zikra Zikra Zikra Zikra Zikra