p-Index From 2021 - 2026
8.116
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SELF-REGULATED LEARNING SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN Intan Zulian Apri; Indah Sukmawati; Rezki Hariko; Lisa Putriani
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.30455

Abstract

The research is based on the importance of self-regulated learning (SRL) in supporting students' academic success, as they can set goals and evaluate their own learning process. However, in reality, a number of studies show that many students still have low SRL abilities. Furthermore, there are also indications of differences in SRL between males and females that need to be studied further, namely several findings that show significant differences, while other studies do not. Therefore, this study was conducted to identify differences in SRL based on gender at SMA Negeri 7 Padang. This study used a quantitative approach with a comparative method, involving 298 students as respondents, including 130 males and 168 females. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The findings of this study indicate that there is a significant difference between male and female students in terms of SRL, with female students scoring higher than male students (mean difference = -14.369). This shows that female students are better able to manage their own learning processes and are more responsible for their learning outcomes. These findings have important implications for guidance and counseling services in schools, especially in designing intervention strategies that are more suited to students' needs.
Family Education Training To Prevent Sexual Abuse Of Children In Kenagarian Pangkalan District Pangkalan Koto Baru Regency Limapuluhkota Indah Sukmawati; Afdal Afdal; Miftahul Fikri; Gusni Dian Suri; Yessa Maulida
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.271394

Abstract

Cases of sexual abuse against children experienced a significant upward trend, where from 11,952 cases in 2021 it increased by 34.62% to 16,114 cases in 2022. West Sumatra Province itself is in seventh place in the province with the most reported cases of sexual abuse against children, and the district Fifty cities, based on BPS data from West Sumatra Province, are in first place with the most reported cases of sexual harassment. The results of interviews with several parents in Pangkalan Limapuluh Kota Regency show that parents do not yet have the ability to provide education to prevent sexual abuse in children. This training is provided using lecture, discussion and direct practice methods regarding family education to prevent sexual abuse of children. In the initial evaluation, the results showed that almost all of the training participants stated that they had never provided sexual education to children at home. Then in the final evaluation the results were obtained that they gained knowledge and ways to provide sexual education to children to prevent sexual harassment. Training participants also know how important social support in the family is for children who are victims of sexual abuse.
The Development of Socio-Emotional Inventory for Stanted Children in Indonesia: Rasch Model Analysis Nandang Budiman; Ari Khusumadewi; Zikra; Indah Sukmawati; Afdal; Imaddudin; Ibrahim Al Hakim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8606

Abstract

Stunting is commonly perceived as a physical issue in children, yet it also affects their psychological growth, particularly socio-emotional development. This study aims to construct a valid and reliable socio-emotional inventory for stunted children aged 4–5 years. Employing a cross-sectional quantitative design, the study involved 311 participants observed by early childhood teachers, primary school teachers, and parents, selected through convenience sampling. Data were analyzed descriptively using the Rasch model in Winstep 3.73. Findings revealed 24 valid statement items for assessing the socio-emotional aspects of stunted children. Reliability was established through person–item interaction, with a Cronbach’s Alpha of 0.73, categorized as “good”. The inventory covers dimensions of self-awareness, responsibility toward self and others, and prosocial behavior. Results suggest that the socio-emotional inventory for stunting cases demonstrates strong psychometric qualities, making it suitable for evaluating socio-emotional conditions of stunted children, and offering a useful tool for early intervention and educational planning. Keywords: stunting, socio-emotional development, inventory validation, rasch model, early childhood education
Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Ditinjau dari Self-Compassion Anisa Dwi Putri; Frischa Meivilona Yendi; Herman Nirwana; Indah Sukmawati; Adnan Arafani
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001324chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada mahasiswa rantau menghadapi beragam tantangan, mulai dari tekanan akademik, penyesuaian budaya, hingga kesepian akibat jauh dari keluarga, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan resiliensi agar mampu bangkit dari kesulitan, serta self-compassion sebagai faktor yang berperan dalam meningkatkan kemampuan resiliensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara tingkat resiliensi berdasarkan self-compassion (tinggi, sedang, rendah) pada mahasiswa rantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang yang berjumlah 1.623 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 321 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket Resiliensi dan angket Self-Compassion yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan uji beda (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (F= 64.204, p < 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi ditinjau dari self-compassion. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau, sehingga pengembangan sikap penuh kasih pada diri sendiri dapat dijadikan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun personal. 
Self authenticity dan psychological well-being: studi korelasional pada mahasiswa rantau Ghina Azelia Rahma; Rahmi Dwi Febriani; Indah Sukmawati; Lisa Putriani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001419chr2026

Abstract

Mahasiswa rantau sebagai pendatang menghadapi berbagai tuntutan adaptasi akademik, sosial, dan budaya yang dapat mempengaruhi psychological well-being mereka. Salah satu faktor yang dapat berperan adalah self authenticity. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self authenticity dan psychological well-being serta menguji hubungan keduanya pada mahasiswa rantau di Universitas Negeri Padang. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 348 mahasiswa rantau yang diambil melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria, kemudian responden yang memenuhi kriteria dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen self authenticity dengan nilai reliabilitas 0.727 dan instrumen psychological well-being dengan nilai reliabilitas 0,916, kemudian dianalisis menggunakan product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self authenticity dan psychological well-being mahasiswa rantau berada pada kategori tinggi serta memiliki hubungan positif yang cukup kuat dan signifikan (r = 0,525; p < 0,05). Temuan ini merekomendasikan upaya konselor untuk mengoptimalkan self authenticity dan psychological well-being mahasiswa rantau melalui layanan BK.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN SMARTPHONE DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP Aninda Azhara; Dina Sukma; Indah Sukmawati; Azmatul Khairiah Sari
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.28466

Abstract

Smartphone telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan siswa saat ini. Namun, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap diri sendiri maupun interaksi sosial. Di lain sisi, Kecerdasan emosional berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat, menyelesaikan konflik secara positif, serta menyesuaikan diri ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan smartphone dengan kecerdasan emosional pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 642 siswa, dan sampel sebanyak 246 siswa dipilih menggunakan teknik stratifed random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui skala kecanduan smartphone dan skala kecerdasan emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara kecanduan smartphone  dan kecerdasan emosional dengan nilai korelasi Pearson sebesar r = -0,149 dan signifikansi p= 0,020 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone siswa, maka semakin rendah tingkat kecerdasan emosional yang dimilikinya.
HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA DI SMA NEGERI 1 LUBUK BASUNG Indah Permata Sari; Dina Sukma; Indah Sukmawati; Miftahul Fikri
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.28460

Abstract

Religiusitas diyakini sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia. dalam konteks ini adalah perilaku menyontek siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat religiusitas dengan perilaku menyontek siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 705 siswa, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 255 siswa. Instrumen penelitian berupa angket religiusitas dan angket perilaku menyontek. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala tingkat religiusitas memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,940 dan skala perilaku menyontek sebesar 0,942 yang berarti kedua instrumen memiliki reliabilitas sangat tinggi. Teknik analisis data yang digunakan korelasi pearson product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,598 dan taraf signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara tingkat religiusitas dengan perilaku menyontek siswa. Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas maka semakin rendah perilaku menyontek siswa dan begitu juga sebaliknya.
Perilaku Cyberbullying yang Terjadi pada Siswa di SMA Taman Siswa Padang Hendriani, Yuliza; Sukmawati, Indah
MASALIQ Vol 3 No 6 (2023): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v3i6.2075

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of cyberbullying behavior at school. Where this can have a negative effect on the student's personal quality and quantity. This research aims to describe the picture of cyberbullying in terms: (1) flaming, (2) harassment, (3) denigration, (4) impersonation, ( 5) outing & trickery, (6) exclusion, (7) cyberstalking. This type of research uses a quantitative approach with research methods, namely descriptive methods. The population of this study was 55 students, classes X, XI, The instrument used was a questionnaire with a Likert scale model. The data analysis technique uses descriptive analysis techniques. Based on the research findings, namely, (1) cyberbullying behavior in students seen from the flaming aspect is in the high category, (2) cyberbullying behavior in students seen from the harassment aspect is in the medium category, (3) cyberbullying behavior in students seen from the denigration aspect is in the medium category, (4) cyberbullying behavior among students seen from the impersonation aspect is in the high category, (5) cyberbullying behavior among students seen from the outing & trickery aspect is in the medium category, (6) cyberbullying behavior among students seen from the exclusion aspect is in the medium category, (7) cyberbullying behavior among students seen from the cyberstalking aspect is in the high category. The implications of guidance and counseling in the form of information services can provide various information regarding tendencies in cyberbullying behavior. Group guidance services with material on "how to avoid cyberbullying behavior", group counseling services with material on "causes of cyberbullying behavior", and individual counseling.
Pendampingan Psikososial Berbasis Rational Emotive Behavior Therapy untuk Penguatan Kemandirian Remaja Pascabencana di Nagari Salareh Aia Lisa Putriani; Indah Sukmawati; Frischa Meivilona Yendi; Triave Nuzila Zahri; Adnan Arafani; Verlanda Yuca; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001440chr2026

Abstract

Post-disaster recovery requires attention to the psychological condition of affected communities, particularly adolescents, whose ways of interpreting loss shape how they rebuild daily life. This community engagement program aimed to strengthen the independence of disaster-affected adolescents in Nagari Salareh Aia, Agam Regency, West Sumatra, through psychosocial support based on Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). The program was conducted on 9 September 2026 at the Salareh Aia village office and SMA Negeri 2 Palembayan in collaboration with the village government and the school. Activities consisted of psychoeducation on adolescent independence and on rational and irrational beliefs, followed by REBT group counseling that guided participants to identify, dispute, and restructure disaster-related irrational beliefs. Outcomes were described against five characteristics of independence: understanding oneself and the environment, accepting oneself and the environment positively and dynamically, making decisions, self-direction, and self-actualization. Participants began to recognize irrational beliefs and redirect them toward more rational thinking, and approximately 70% reached the indicator of independence in decision-making. The other four characteristics had not yet developed evenly, indicating the need for continued support. REBT group counseling appears feasible as an entry point for strengthening adolescent independence after disasters, provided it is embedded in sustained collaboration among universities, village governments, and schools.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abdullah, Muhammad Iqbal Ade Herdian Putra Adelya, Bunga Adnan Arafani Adzkia, Naufal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Zikra Afla Khairani Al Hakim, Ibrahim Alizamar Alizamar Amanda Lucya Marneta Ananda, Arrivalona Rahma Aninda Azhara Anisa Dwi Putri Anita Agustina, Anita Annisa Azkia Rahmi Ari Khusumadewi Astri Tanjung Mutia Aziza Icksan Azmatul Khairiah Sari Azrul Said Cusinia, Azahra Hardi Daharnis Daharnis Denia Syapitri Deprina Fajaria Dina Sukma Engku Kamarudin, Engku Mardiah Farah Putri Ilham Febri Wandha Putra Febriani, Rahmi Dwi Febrina . Sanderi Fikri, Miftahul Firman Firman Frischa Meivilona Yendi Ghina Azelia Rahma Gusni Dian Suri Gusni Dian Suri Hakim, Firdha Ainil Hariko, Rezki Hendriani, Yuliza Herman Nirwana Ifdil Ifdil Imaddudin Indah Permata Sari Intan Zulian Apri Irda Yani Br Purba Irna Farikhah Irni Rahmayani Johan Joko Siswanto Kamil Pardomuan Hts Khairani Khairani Khairani Syafitri Kharina Viola Maharani, Violanisa Marjohan Marjohan Mega Iswari Mega Novita Sari Meivilona Yendi, Frischa Melisa Adriani Mharchelya, Mharchelya Miftahul Fikri Miftahul Fikri Mutiara Eka Putri Nandang Budiman Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Niken Debora Nilma Zola Nofriani, Nur Azilla Nurfarhanah Nurfarhanah Nurhastuti Nurhastuti Nurwijayanti Parastika, Suci Puji Gusri Handayani Purba, Irda Yani Putra, Ade Herdian Putra, Aidul Putri Melinda, Putri Putri, Mutiara Eka Putri, Yeli Dwi Putriani, Lisa Rahmi, Yola Zaitul Ramadhan, Fatia Wina Ramadhani, Syukri Ranisa Putri Kemala Rati, Gustina Pelita Rezki Hariko Purba Rina Suryani Rizka Srinadila Rufi'i Ruhamah, Ulya Saputra, Randa Mahda Savira, Meri Devi Devi Sentika, Hake Ramalia Srinadila, Rizka Suryanef Suryanef Sutaryono Taufik Taufik Taufik Tiara Ronella Tjeriawan, Chenrika Arabella Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Triana, Melani Putri TRIAVE NUZILA ZAHRI Ulfa Sari Neli Ulfa Ulfa Undriani, Yulia Vrida Apriliani Wahdinni Gota Afifisma Wandha Putra, Febri Wetnawati Wetnawati Winda Permata Sari Winda, Rahma Yeni Karneli Yessa Maulida Yoanda Novenaida, Suci Yuca, Verlanda Yusri Yusri Zadrian Ardi Zharfa, Amalia Ratu Zikra Zikra Zikra Zikra Zikra