Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN LULUR DARI BENGKUANG DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER BERAS KETAN HITAM Nabila Adhani; Zulnazri Zulnazri; Agam Muarif; Novi Sylvia; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.11471

Abstract

Lulur ialah produk kecantikan yang dipakai untuk menjaga kesehatan kulit tubuh dengan cara menghaluskan, melembabkan, dan membersihkan sel-sel kulit mati melalui proses exfoliasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bengkuang sebagai bahan dasar membuat lulur (Body Scrub) dengan 50 gram tepung bengkuang. Sedangkan beras ketan hitam sebagai scrub divariasikan dengan konsentrasi 0, 10, 20 dan 30 gram dengan waktu pengadukan selama 4 menit, 8 menit, 12 menit, dan 16 menit. Uji sediaan meliputi uji organoleptik, uji daya sebar, uji pH dan uji kadar air. Penelitian pembuatan lulur ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan variasi beras ketan hitam 0 gram, 10 gram, 20 gram dan 30 gram sebagai scrubber dalam penelitian lulur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produk lulur dengan variasi beras ketan hitam 20 gram, waktu pengadukan 12 menit merupakan formula terbaik dan sediaan sesuai SNI 16-4399-1996 memiliki daya sebar sebesar 5,2 cm, pH 6,6 dan kadar air 3,04 dan uji organoleptik yang paling banyak disukai.
Optimization of Methylene Blue Dye Adsorption in Fixed Bed Column Packed with Tea Waste via Response Surface Methodology Novi Sylvia; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Hendi Setiawan; Dinda Humaira; Mutia Reza
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 26, No 8 (2023): Volume 26 Issue 8 Year 2023
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.26.8.310-317

Abstract

Tea waste is a low-cost alternative material for making adsorbent to remove methylene blue from synthetic dye wastewater perpetually. Optimization of the adsorbent process utilized Response Surface Methodology (RSM) and a continuously operating system in a fixed bed column. The independent variables in the research are X1 (bed height), X2 (contact time), and X3 (flow rate). The dependent variable is Y1 (removal efficiency) with a matrix design by Box-Behnken. The optimum condition of methylene blue (MB) B removal was found at X1=16 cm, X2=90 min, and X3=4 L/min with an adsorption efficiency of 90.45%. After the activation and adsorption of MB dye, the complete FTIR spectrum shows a distinct peak at 2933.7 cm-1. The results of the EDX analysis performed on tea waste reveal the presence of nitrogen (element N) following the adsorption process. This observation strongly suggests that the tea waste has effectively absorbed MB, as nitrogen is a constituent element found in the molecular structure of MB.
PRODUCTION OF BIOETHANOL FROM BANANA PEEL (Musa paradisiaca l.) USING SULFURIC ACID CATALYST Zulnazri Zulnazri; Arif Maulana; Agam Muarif; Novy Sylvia; Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11654

Abstract

.Bioethanol is a pure alcoholic compound consisting of ethanol and is produced through a biomass fermentation process with the help of microorganisms.  Making bioethanol can be done using plants that contain starch, carbohydrates, glucose, and cellulose. One option is kepok banana peels.  Utilization of kepok banana peels can increase the variety of raw materials for bioethanol production which are cost-effective and easy to obtain.  This research has been done before, what has never been done is the manufacture of bioethanol using various catalysts H2SO4, hydrolysis temperature and fermentation time.  This research method uses hydrolysis, fermentation and distillation with variations in hydrolysis temperatures of 80°C, 90°C and 100°C, variations in catalyst concentration H2SO4 1 M, 2 M, 3 M with fermentation times of 5, 7, 9 days. Results of this study  the highest yield and density were obtained at the hydrolysis temperature of 90°C, the catalyst concentration of 3 M H2SO4 with a fermentation time of 9 days was 5.0432% and 0.8346 gr/ml, and the highest bioethanol content was at the hydrolysis temperature of 90°C, the catalyst concentration  2 M H2SO4 with 9 days fermentation time of 0.2884%.  The size of a grade is influenced by the length of time of fermentation and the amount of catalyst given.  The density value of the bioethanol obtained meets the Indonesian National Standard.  The results of the GC (Gas-Chromatography) test based on the highest glucose content and fermentation time at each temperature variation showed that the bioethanol content with a glucose content of 5.2%, 12.2% and 14.1% respectively at a hydrolysis temperature of 80°C  , 90°C and 100°C with catalyst concentration H2SO4 3 M and a fermentation time of 9 days, namely 1.783%, 4.024% and 5.030%.  The greater the catalytic agent used, the greater the level of glucose produced and the longer the fermentation period given, the more optimal the product will be.
EKSTRAKSI GELATIN DARI KULIT SAPI DENGAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN PELARUT CH3COOH DAN SUHU EKSTRAKSI Mutiara Lestari Simanjuntak; Suryati Suryati; novi sylvia; Syamsul bahri; zulnazri zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.12155

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan gelatin dari kulit sapi dengan metode ekstraksi menggunakan CH3COOH. Dalam penelitian ini dilakukan penghilangan lemak dan sisa rambut halusnya dengan direndam menggunakan air mendidih selama 5 menit, kemudian direndam dengan pelarut asam asetat 7% selama 3 hari, 6 hari, 9 hari dan 12 hari  hingga terbentuk ossein. Penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda adalah bahan baku penelitian dan jenis pelarut yang digunakan. Lalu ossein di ekstrak pada suhu 60, 70, 80 dan 900C selama 4 jam menggunakan aquades 1:3 (massa:volume). Hasil ekstraksi disaring dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 600C selama 72 jam. Berdasarkan hasil penelitian kadar rendemen terbaik yaitu 8,12% pada perendaman hari ke 6 dan suhu ekstraksi 600C, kadar air 4,90% pada perendaman hari ke 6 dan suhu ekstraksi 900C, kadar abu 1,58% pada hari ke 12 dan suhu ekstraksi 900C dan kadar protein 85,95% pada hari ke 9 dan suhu ekstraksi 600C 
PEMANFAATAN KERTAS HVS BEKAS SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH ARTIFISIAL Mawaddah Fitria; Novi Sylvia; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.4589

Abstract

Salah satu pencemar yang berbahaya dalam limbah buangan industri yaitu logam berat timbal (Pb). Adsorpsi sering digunakan karena prosesnya yang sederhana dan efektif untuk mengurangi kadar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas kertas HVS sebagai adsorben, menganalisis pengaruh waktu kontak dan massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi dan %removal serta mekanisme penyerapan melalui pendekatan isotermis adsorpsi Langmuir dan isotermis adsorpsi Freundlich.  Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan adsorben, pembuatan limbah artifisial, dan proses adsorpsi dengan variasi massa adsorben dan waktu kontak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa % removal maksimum yaitu 95,41% pada massa adsorben 1 gr dan kapasitas adsorpsi maksimum yaitu 18.123,4 mg/g pada massa adsorben 0,05 gr, konsetrasi limbah 20 ppm dengan waktu kontak 120 menit. Mekanisme adsorpsi yang terjadi mendekati persamaan isotherm Freundlich dengan nilai R2 = 0,8746, diduga proses penyerapan terjadi secara multilayer. Semakin lama waktu kontak dan semakin banyak massa adsorben dalam konsentrasi limbah yang sama maka semakin rendah kapasitas adsorpsi dan semakin tinggi %removal Pb yang diperoleh.
Utilization of Fly Ash Palm Oil Mill Waste as an Adsorbent of Methylene Blue in a Fixed Bed Column System by Using Response Surface Methodology Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Ishak, Ishak; Janni, Miftahul; Putri, Melani Annisa
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 13, No 1 (2024): June 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i1.50001

Abstract

Palm kernel shell combustion waste in boiler units called fly ash (FA) is a low-cost alternative material as an adsorbent. FA contains high levels of silica (SiO2) and aluminium oxide (Al2O3). The content of both compounds is an important component as an adsorbent. FA was used to absorb methylene blue (MB) continuously from synthetic dye wastewater. The study was conducted by continuous system process optimization using Response Surface Methodology (RSM) Box-Behnken design. MB was flowed on a set of fixed-bed adsorption columns with independent variables in this study are X1 (bed height; 8, 12, 16 cm), X2 (contact time; 90, 120, 150 min) and X3 (flow rate; 2, 4, 6L/min). The dependent variables were Y1 (removal efficiency) and Y2 (adsorption capacity) with matrix design by Box-Behnken. Optimisation of MB removal in this study was obtained at X1 = 16 cm, X2 = 150 min and X3 = 2 L/min with removal efficiency of 98.45% and adsorption capacity of 0.115 mg/g. FA pores according to SEM analysis were obtained at 1-2 µm. Likewise, the results of EDX analysis showed that there were N and Cl atoms in FA after the adsorption process. This shows that FA is able to adsorb MB.
Management of Food Security Culturization in Nature Elementary Schools: Policy, Learning, and Student Engagement Hadiana, Deni; Sylvia, Novi; Salman, Ibnu; Permatasari, Anggraeni Dian; Alia, Nur; Saliem, Handewi Purwati
Mimbar Sekolah Dasar Vol 11, No 2 (2024): On Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v11i2.71730

Abstract

Food insecurity affects every aspect of student development. Cultivating food security through education can be implemented through the culturization of food security in nature schools, and it is encouraged to be managed at the elementary level. Research relating to differences in the influence of nature school management on food security has not yet been found. This research aims to analyze the differences in the influence of general and Islamic school management on the culturization of food security. This research used a quantitative approach with a multivariate analysis of variance method using SPSS software. Data were collected using questionnaires of 20 items consisting of three aspects: school policy, learning activity, and student engagement. The participants were 28 principals and representatives in 15 nature elementary schools in West Java Province, Indonesia. The respondents were chosen from a population of nature elementary school principals using purposive sampling. The sampling encompasses the distribution of nature elementary schools based on types of school management and their distributive location. The result of the multivariate test shows a value of 0,260 0.05. This result means that different types of school management have an insignificant impact on the culturization of food security. The weakest aspect is school policy, with a mean score of 15.93, while learning activity and student engagement obtain a mean score of 27.25 and 27.50 for each. These findings imply that school policy in nature elementary schools must be improved to support a food security culture.
Mechanical Characteristic and Water Absorption Property of Bio Composite from Sago Starch and Jute Fiber (Boehmeria Nivea) as the filler Dewi, Rozanna; Oktaviani, Oktaviani; Ginting, Zainuddin; Sylvia, Novi; Ramadhan, Cindia
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.968 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.209

Abstract

Environmentally friendly plastics can be degraded biologically in an anaerobic environment. This plastic is synthesized from starch such as sago starch which is available in abundance. In the form of bioplastics, its mechanical properties are still not compared to conventional plastics derived from crude oil, so its application is limited. The incorporation of filler material increases its mechanical properties, one of the selected fillers is hemp fiber as used in this study. Thermoplastic starch from sago with flax fiber as a filler and the addition of Polypropylene to improve mechanical properties with a certain composition to maintain its natural biodegradability. The mechanical properties analyzed were tensile strength, elongation and modulus of elasticity. Water absorption tests were also carried out to observe the water resistance properties. The results of the tensile strength test showed that the best tensile strength value of 9.32 Mpa was obtained at the addition of 35% fiber with a TPS: PP ratio of 1:1.5. The same conditions were obtained for the percent elongation with the results of 10.16% and the modulus of elasticity was 91.73 Mpa. Water absorption showed that 55% filler gave the lowest water     absorption, namely 4.41% at a ratio of TPS: PP 1:0.5. The addition of fiber filler into the bio-composite affects the tensile strength,    elongation and modulus of elasticity, the higher the volume of filler entering the bio-composite, the lower the value of tensile strength, elongation and modulus of elasticity, or vice versa. The ratio of addition of polypropylene matrix is also influential, the higher the ratio contributes to the tensile strength, elongation and higher modulus of elasticity. High water absorption capacity will reduce the performance of biocomposite, so the lower the water absorption ability, the better the quality of the biocomposite product and the wider its application
Pengelolaan Sampah Organik Untuk Produksi Maggot Sebagai Upaya Menekan Biaya Pakan Pada Petani Budidaya Ikan Air Tawar Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i1.5800

Abstract

Sampah organik dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik. Salah satunya adalah pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ikan dengan mengandalkan larva lalat BSF yang disebut Manggot yang mengandung banyak nutrisi untuk produktifitas ikan air tawar seperti lele.Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan sebuah solusi kepada petani budidaya ikan air tawar di Desa Mon Geudong untuk penyediaan pakan ternak yang bernutrisi dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pakan ternak konvensional dan juga menjadi salah satu usaha yang berkontribusi kepada pemanfaatan sampah organik menjadi bahan yang mempunyai nilai tambah (added value) dan menjadi salah satu potensi pengembangan ekonomi masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan kebersihan lingkungan. Teknologi Biokonversi adalah sebuah proses yang mampu mengubah sampah organik menjadi produk pakan ikan yang berguna dengan memanfaatkan proses biologis dari mikroorganisme dan enzim. Teknologi ini dapat diimplementasikan oleh masyarakat desa binaan dengan pelatihan dan bimbingan serta dukungan untuk menyiapkan peralatan dan ruang untuk proses produksi maggot. Saat ini, produksi maggot dari BSF untuk pakan ikan belum ada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Petani tambak memesan maggot di Banda Aceh, namun jumlah produksinya masih terbatas. Hal ini menjadi satu peluang bagi petani tambak ikan yang ada di Desa Mon Geudong. Teknologi ini tidak sulit diimplementasikan dan tidak mahal karena yang dibutuhkan adalah mengembangbiakan larva serangga BSF untuk menjadi maggot dengan bahan baku sampah organik yang telah dihaluskan. Satu siklus produksi maggot membutuhkan waktu sekitar 2 bulan didalam ruang penetasan dan pembesaran maggot sampai bisa dipanen. Ruang ini selanjutnya akan terus digunakan oleh kelompok pemuda memproduksi maggot untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan mereka. Kedepan masyarakat juga berkeinginan untuk memproduksi maggot untuk dijual agar dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak untuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Desa Mon Geudong dipilih sebagai objek pengabdian karena desa tersebut sedang dalam perhatian khusus Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sedang berupaya mereduksi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikawasan ini khususnya dikalangan generasi muda. Salah satu sebab tingginya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba oleh generasi muda di desa ini adalah karena masalah ekonomi.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (Fosfor) Berbahan Dasar Limbah Kulit Pisang Kepok dan Limbah Cucian Beras di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Fibarzi, Wiza Ulfa; ZA, Nasrul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.16412

Abstract

ABSTRAK Limbah kulit pisang kepok dan air sisa cucian beras merupakan limbah organik yang dapat diubah menjadi pupuk organik cair yang berguna bagi tanaman. Sosialisasi ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organic air yang kaya kandungan fosfor berbahan baku limbah kulit pisang dan limbah air cucian beras. Proses pembuatan pupuk melibatkan pencampuran air cucian beras, limbah kulit pisang kepok, effective microorganisme, dan gula merah. Pupuk ini dapat digunakan oleh Para petani di Gampong Pinto Makmur yang kekurangan pupuk NPK subsidi sebagai alternatif. Sejauh ini pemanfaatan kulit pisang dan air cucian beras sebagai bahan dasar POC belum tersebar luas informasinya. Tim pengabdian dari Universitas Malikussaleh mengadakan sosialisasi pembuatan POC tersebut. Pupuk ini dapat diimplementasikan oleh petani  di daerah tersebut.
Co-Authors . ELWINA . Elwina . Wusnah . Wusnah . YUNARD . Yunardi Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Agam Muarif Ahmad Fikri Ainun, Sarifah ALBANA, HASAN Amanda Fitria Rahmadani Nasution Ananda Monarita Ananda, Aldila Andri Nur rizky Anisa Anisa Anisa Aulia Anisma Fahmi Anisyah Padang Arif Maulana Arif Setiawan Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Cahyati, Annisa Ayu Cut Mauliza Utary Deni Hadiana, Deni Devi, Sri Marlia Dinda Humaira E. Elwina Eddy Kurniawan Elviana, Suci Elwina Elwina Evi Juliati Fachry Abda El Rahman Fahirul Muhar Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fazira, Zetta Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Frastika, Triana Indah Handewi Purwati Saliem, Handewi Purwati Hariyadi, Asful Haslina Haslina Hendi Setiawan Hesni, Yuli Holila, Manna Husna, Uswatun Husni Husin Husni Husin Husni Husni Ibnu Salman, Ibnu Ibrahim, Ishak Ilham Maulana Iqbal Kamar Irma Yani, Irma Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Izazy, Nurul Qolbi Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Janni, Miftahul Kamar, Iqbal Khairunnisa Khalsiah Khalsiah Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lia Sobrina Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Anjes Laudi M Riza M Zulfadhli Maharsih, Inggit Kresna Mariana Mariana Maryana Maryana Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mauliza Asri Mawaddah Fitria Medyan Riza Medyan Riza Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muhammad Muhammad Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Nabila Adhani Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasrun, Mahdalena Nia Sagita Lestari Nissah, Khairun Nur Alia, Nur Nur Asiah Indah Rahayu Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Permatasari, Anggraeni Dian pradana, ardie surya Purwoko, Agus Pusfitasari, Memik Dian Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Qisti, Ruhul R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ranti Kusuma Wardhani Raudhatul Ulfa Retnowulan, Sri Rahayu Reza, Mutia Rianda, Rizki Rido Lumban Tobing Ridwandi Riska Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Roja Andesta Rozanna Dewi Safriwardi, Ferri Salim, Muhammad Yahdi Saputra Ramadhan, Muhammad Bagus Sarah Sarah Sari, Thalia Winda Sembiring, Rinawati Seriani Annisa Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Ahmad Roihan Sitorus, Sarifah Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Thalia Winda Sari Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Vebry Ade Vrans Veithzal Rivai Zainal Wardhani, Ranti Kusuma Wawan Setiawan Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yogi Ardhika Wijaya Yonita Putri Roja Yosi, Andre Yunardi, Y yunardi, yunardi Yuni Evama Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z