Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pembuatan Shampo Berbahan Dasar Minyak Kemiri Pada Pesantren Hidayatullah Nisam, Aceh Utara Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Sulhatun, Sulhatun; Nurlaila, Rizka; Meriatna, Meriatna; Bahri, Samsul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.13238

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan potensi kekayaan hayati di Aceh Utara. Minyak kemiri adalah bahan organik yang berasal dari biji kemiri. Minyak kemiri mempunyai sifat mudah menguap dibandingkan dengan minyak lain. Minyak kemiri juga sering dimanfaatkan dalam industri sebagai shampo dan minyak rambut. Sejauh ini pemanfaatan kemiri di Aceh Utara hanya sebatas bumbu masak dan sebagai minyak rambut. Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit manusia. Rambut dikenal sebagai mahkota bagi kaum hawa dan tak dipungkiri juga bagi kaum adam, oleh karena itu ketika rambut menjadi rontok akan menjadi suatu masalah yang besar. Untuk mengatasi kerontokan rambut biasanya, minyak kemiri langsung digunakan pada kulit kepala. Namun pengabdian yang dilakukan ini bertujuan membuat shampo organik berbahan dasar kemiri untuk mengatasi kerontokan rambut. Pembuatan shampo ini dilaksanakan di pesantren Hidayatullah Nisam, sebagai wujud  kepedulian terhadap mutu pendidikan anak bangsa khususnya bagi santriwati Hidayatullah yang merupakan pesantren yatim yang berlokasi di kecamatan Nisam, Aceh Utara. Shampo ini dapat diimplementasikan oleh santriwati melalui pelatihan dan bimbingan serta dukungan menyiapkan peralatan untuk proses produksi shampo tersebut dari tim pengabdian masyarakat Universitas Malikussaleh.
Pemanfaatan Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket yani, irma; masrullita, masrullita; Nasrul Za, Nasrul Za; sulhatun, sulhatun; sylvia, novi; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.16699

Abstract

Masalah besar di negeri pada masa ini yaitu energi. Keperluan akan energi setiap tahunnya akan meningkat. Pemanfaatan sumber energi alternatif yang potensial di Indonesia adalah biomassa yang sering di temui di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan untuk bahan baku penelitian ini yaitu limbah ampas tebu dan tempurung kelapa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apakah briket yang dibuat memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan bahan baku ampas tebu (saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka menggunakan variasi konsentrasi perekat 5%, 10% dan 15% serta variasi perbandingan bahan baku 30:70, 50:50 dan 100:0. Pembentukan  briket arang dilangsungkan dengan menggunakan metode karbonasi untuk mengganti bahan membentuk zat arang dengan membakar di area tertutup dengan udara yang minim. Uji proximate dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbandingan ampas tebu dan tempurung kelapa dengan perbandingan bahan baku 50:50 dengan perekat 10% merupakan arang terbaik dengan kualitas: kadar air 5,46%, kadar abu 7,73%, Volatile matter 12,57%, dan nilai kalor yang didapatkan sebesar 5313,09 kal/g. Dari hasil penelitian ini menampilkan bahwasanya arang briket yang didapat bagus dan tidak mudah hancur. Pemilihan limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan arang. Pemilihan perekat tepung tapioka dapat dimanfaatkan, karena tepung tapioka benar dapat menaikkan kadar arang briket yang dihasilkan. 
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI DAN BANYAKNYA RAGI PADA PROSES PRODUKSI MINYAK KEMIRI MENGGUNAKAN METODE FERMENTASI Qisti, Ruhul; Suryati, Suryati; Sylvia, Novi; Azhari, Azhari; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan ragi roti dan lama fermentasi terhadap proses pembuatan minyak kemiri. Parameter yang diuji adalah rendemen, kadar air, asam lemak bebas, densitas, bilangan penyabunan dan indeks bias minyak kemiri. Bahan utama penelitian adalah biji kemiri sebanyak 300 gram untuk satu kali proses, kemudian digiling dan diperas hingga menghasilkan santan. Selanjutnya santan ditaruh dalam wadah dan ditambahkan ragi roti sebanyak 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram dengan lama fermentasi 8 jam, 10 jam, 12 jam dan 14 jam. Selanjutnya air dan ampasnya dipisahkan kemudian dimasak pada suhu 60°C selama 50 menit, kemudian ditaruh dalam wadah dan diendapkan selama 24 jam. Rendemen minyak kemiri terbaik diperoleh pada perlakuan pemberian ragi roti sebanyak 10 gram dan lama fermentasi 14 jam sebanyak 15,51%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ragi roti sebanyak 15 gram dan lama fermentasi 14 jam menghasilkan kadar air minyak paling rendah yaitu sebesar 0,174%. Asam lemak bebas paling rendah terdapat pada penambahan ragi roti sebanyak 20 gram dan lama fermentasi 14 jam sebesar 0,1381%. Berat jenis minyak kemiri yang dihasilkan hampir sesuai dengan standar SNI yaitu pada lama fermentasi 14 jam dan jumlah ragi roti yang digunakan sebanyak 15 gram sebesar 0,935 gr/ml. Angka penyabunan minyak kemiri yang hampir sesuai dengan standar SNI terdapat pada lama fermentasi 20 jam dengan jumlah ragi sebanyak 20 gram sebesar 183 mh KOH/g sampel. Angka indeks bias minyak kemiri paling rendah terdapat pada lama fermentasi 14 jam dengan jumlah ragi sebanyak 20 gram sebesar 2,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi roti dapat digunakan untuk membuat minyak kemiri dengan teknik fermentasi.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI TERHADAP METIL ESTER DENGAN KATALIS NaOH Aulia, Muhammad Rifki; Azhari, Azhari; Meriatna, Meriatna; Ginting, Zainuddin; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.8035

Abstract

The rapid development of technology and science has made vegetable oil not only as a consumption material, but also into something more useful, namely alternative renewable fuel oil, one of which is biodiesel which is an alternative fuel to replace diesel. The purpose of this study was to examine the effect of temperature and time of the transesterification reaction on the characteristics of the biodiesel produced. The expected results are results that are in accordance with the characteristics of biodiesel with SNI parameters. This research was conducted by mixing sunflower seed oil with methanol as a solvent with a NaOH catalyst with a mole ratio of reactants 1:6. Then the variation of reaction time was determined, namely 70 minutes, 80 minutes and 90 minutes, and the reaction temperature was 50°C, 55°C, 60°C and 65°C, respectively. After biodiesel is obtained, characteristic testing is carried out. The results showed that the best biodiesel quality was obtained at a temperature of 60°C with a reaction time of 90 minutes with the following characteristics: Yield = 80.76%; density = 0.85 gr/ml; viscosity = 2.38 cSt; water content = 0.03 %vol and acid number = 0.5 mg-KOH/g. Thus, it can be concluded that the biodiesel produced is in accordance with the characteristics of the standardization parameters of SNI-7182-2019 regarding biodiesel.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS MENJADI BIOETANOL DENGAN MENGGUNAKAN RAGI (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) Rahmi, Delfi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9796

Abstract

Bioetanol pada dasarnya adalah etanol atau senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol dapat dilakukan terhadap tanaman berpati atau yang mengandung karbohidrat, glukosa dan selulosa. Salah satunya adalah kulit nanas. Penggunaan kulit nanas dapat menambah ragam bahan dasar pembuatan bioetanol yang ekonomis dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioetanol dari kulit buah nanas dengan variasi dari penambahan massa Saccharomyces cereviceae dan waktu fermentasi. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, tetapi dengan menggunakan variasi berat urea dan NPK yang berbeda, sedangkan pada penelitian ini mengggunakan variasi berat urea yang berbeda akan tetapi berat NPK yang sama. Metode penelitian menggunakan cara fermentasi dan distilasi dengan variasi waktu fermentasi 3, 6, 9 dan 12 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield bioetanol tertinggi 3,398%, densitas bioetanol tertinggi 0,8276 gr/ml, viskositas tertinggi adalah 1,12 cP dan uji gas chromatography (GC) adalah 38,492% pada waktu fermentasi 9 hari.
Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami dari Ekstrak Kulit Buah Manggis Terhadap Laju Korosi Baja ST 41 Elviana, Suci; Ibrahim, Ishak; Muarif, Agam; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15200

Abstract

Korosi adalah sebuah proses pengkaratan, korosi sering terjadi pada logam yang mengalami proses penurunan mutu terhadap fungsinya yang disebabkan karena lingkungan yang korosif baik itu berupa udara, air maupun lainnya. Penanganan masalah korosi dapat dilakukan dengan menambahkan inhibitor korosi dari ekstrak kulit buah manggis yang mengandung tanin dan dapat membentuk senyawa komplek dengan besi lll oksida pada permukaan logam. Inhibitor korosi merupakan suatu zat yang jika ditambahkan kedalam suatu lingkungan, dapat menurunkan laju korosi terhadap suatu logam. Pengaruh penambahan inhibitor alami dari ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada baja ST 41 dilakukan pada penelitian di Laboratorium dengan menggunakan metode perendaman. Media korosif yang digunakan dalam penelitian adalah HCl 0,5 M yang telah ditambahkan inhibitor. Perendaman dilakukan dalam interval waktu 6 hari, 9 hari, 12 hari dan 15 hari dengan konsentrasi inhibitor 0,12 gr/ml, 0,14 gr/ml, 0,18 gr/ml, 0,24 gr/ml dan 0,36 gr/ml. Laju korosi dihitung dengan menggunakan metode weight loss, hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan terjadinya korosi sumuran dipermukaan logam, Besarnya laju korosi dinyatakan sebagai besarnya kehilangan berat benda uji per satuan luas permukaan per satuan waktu perendaman. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa laju korosi pada baja karbon rendah dalam lingkungan asam klorida menurun secara signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman. Penurunan ini terjadi karena adanya pembentukan lapisan pasif protektif pada permukaan plat baja, sehingga melindungi plat baja dari serangan korosi. Laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada perendaman 15 hari dengan konsentrasi 0,36 gr/ml yaitu 19,713 mpy dan 57,22%.
PEMBUATAN SABUN BATANG ORGANIK (OPAQUE) dari TEH DAUN KOPI GAYO ROBUSTA Hesni, Yuli; Ginting, Zainuddin; Sylvia, Novi; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6806

Abstract

Daun kopi gayo robusta ( Coffea Canophora Leave) Merupakan salah satu tanaman alam yang dapat digunakan menjadi teh herbal, teh daun kopi telah di kenal masyarakat indonesiai sebagai minuman herbal yang kaya antioksidan . Namun pada penelitian ini daun kopi robusta di manfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun batang organik. Sabun batang organik disebut dengan sabun ramah lingkungan karena menggunakan bahan yang alami dan mudah terurai di lingkungan,sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah daun kopi kini di olah menjadi teh daun kopi di mana teh daun kopi sangat bermanfaat dalam pembuatan sabun batang organik sebagai antiseptik karena teh daun kopi mengandung alkaloida,saponin,flavanoid dan polifenol. Maka dari salah satu upaya mengurangi limbah daun kopi gayo robusta dengan memanfaatkan daun teh menjadi bahan baku dalam pembuatan sabun batang oranik. Adapun standar kualitas sabun telah di atur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurag dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhu kriteria SNI 3532-2016, namun dalam nilai pH terjadi perubahan peningkatan dalam penambahan teh daun kopi namun tidak berdampak pada waktu mencapai reaksi. Pada uji organoleptik panelis lebih menyukai Run 2 dengan massa teh daaun kopi 4 gr dan dengan waktu mencapai reaksi 2 menit.   
PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomea Batatas L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Silitonga, Hanna Amaliah; Azhari, Azhari; Sylvia, Novi; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17327

Abstract

Saat ini, kulit ubi jalar ungu hanya berfungsi sebagai bisnis sampingan dalam keluarga yang belum terbukti berhasil. Karbohidrat, yang merupakan komponen utama ubi jalar ungu, dapat diubah menjadi glukosa dan kemudian digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis bioetanol. Alkohol murni yang berasal dari tanaman, bioetanol sering dibuat melalui fermentasi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan campuran larutan gula, pupuk NPK, dan pupuk urea untuk nutrisi Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana volume starter dan durasi fermentasi memengaruhi produksi bioetanol. Kulit ubi jalar ungu direbus dalam penelitian ini selama 60 menit pada suhu 70°C menggunakan HCl 5%. Selanjutnya, 50 mL, 60 mL, 70 mL, dan 80 mL starter ditambahkan, diikuti dengan fermentasi selama tiga, empat, lima, dan enam hari. Kertas saring digunakan sebagai alat untuk proses penyaringan setelah fermentasi selesai. Proses distilasi memurnikan hasil. Jumlah etanol yang dihasilkan meningkat dengan waktu fermentasi yang lebih lama dan lebih banyak starter yang digunakan, menurut data. Setelah enam hari fermentasi dengan volume awal 80 mL, 48% etanol diproduksi.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG RAJA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE DENGAN METODE HIDROLISIS DAN FERMENTASI putri, intan nanda; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; sylvia, novi; Authar, Mhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14942

Abstract

Bioetanol merupakan cairan yang dibuat setelah karbohidrat (pati) difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Karbohidrat ini diekstraksi dari kulit pisang raja. Penelitian diperoleh melalui hidrolisis, distilasi asam klorida. Dalam proses pertama , konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dan waktu fermentasi 3, hingga 9 hari. Dalam proses kedua, konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dengan waktu fermentasi 3 hingga 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield dan densitas tertinggi terjadi pada konsentrasi ragi yang paling tinggi, yaitu pada konsentrasi ragi yang paling tinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 5,7873% dan 3,9046 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 3,9046 gr/ml. sebesar 1,5085%. Nilai densitas bioetanol yang diperoleh memenuhi (SNI). Selain itu, uji GC-MS menunjukkan bahwa sampel uji memiliki kandungan senyawa samping serta etanol
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYURAN DAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 putri, Riska; Muarif, Agam; Kamar, Iqbal; Sylvia, Novi; Suryati, Suryati; Yosi, Andre
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15367

Abstract

Limbah sayuran adalah hasil dari aktivitas pertanian, yang berasal dari  tanaman dengan kandungan bahan organik dan nutrisi yang melimpah. Di sisi lain, limbah cair dari produksi tahu mengandung unsur organik seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga dapat menjadi pilihan efektif untuk mengelola sampah organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dengan variasi volume EM4 dari limbah cair sayuran dan limbah pada cair tahu terhadap kandungan C-Organik, nitrogen, pH dan C/N. Pupuk organik cair dari limbah sayuran dan limbah cair tahu dengan variasi waktu fermentasi (10 hari, 13 hari dan 16 hari), dan volume  Bioaktivator EM4 (50 ml, 60 ml dan 70 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-Organik tertinggi didapat pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml yaitu 11,1%, kandungan nitrogen yaitu 0,99% dan untuk C/N yaitu 11,2%. Dari hasil kandungan yang diperoleh didapat volume Bioaktivator EM4 dan waktu fermentasi terbaik yaitu, pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml dan sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hal ini dikarenakan pada waktu fermentai 13 hari sudah menghasilkan kadar pupuk terbaik dari masa fermentasi 16 hari. Kata Kunci:EM4, Limbah Sayuran, Limbah Cair Tahu, Pupuk Organik Cair.
Co-Authors . ELWINA . Elwina . Wusnah . Wusnah . YUNARD . Yunardi Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Agam Muarif Ahmad Fikri Ainun, Sarifah ALBANA, HASAN Amanda Fitria Rahmadani Nasution Ananda Monarita Ananda, Aldila Andri Nur rizky Anisa Anisa Anisa Aulia Anisma Fahmi Anisyah Padang Arif Maulana Arif Setiawan Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Cahyati, Annisa Ayu Cut Mauliza Utary Deni Hadiana, Deni Devi, Sri Marlia Dinda Humaira E. Elwina Eddy Kurniawan Elviana, Suci Elwina Elwina Evi Juliati Fachry Abda El Rahman Fahirul Muhar Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fazira, Zetta Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Frastika, Triana Indah Handewi Purwati Saliem, Handewi Purwati Hariyadi, Asful Haslina Haslina Hendi Setiawan Hesni, Yuli Holila, Manna Husna, Uswatun Husni Husin Husni Husin Husni Husni Ibnu Salman, Ibnu Ibrahim, Ishak Ilham Maulana Iqbal Kamar Irma Yani, Irma Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Izazy, Nurul Qolbi Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Janni, Miftahul Kamar, Iqbal Khairunnisa Khalsiah Khalsiah Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lia Sobrina Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Anjes Laudi M Riza M Zulfadhli Maharsih, Inggit Kresna Mariana Mariana Maryana Maryana Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mauliza Asri Mawaddah Fitria Medyan Riza Medyan Riza Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muhammad Muhammad Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Nabila Adhani Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasrun, Mahdalena Nia Sagita Lestari Nissah, Khairun Nur Alia, Nur Nur Asiah Indah Rahayu Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Permatasari, Anggraeni Dian pradana, ardie surya Purwoko, Agus Pusfitasari, Memik Dian Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Qisti, Ruhul R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ranti Kusuma Wardhani Raudhatul Ulfa Retnowulan, Sri Rahayu Reza, Mutia Rianda, Rizki Rido Lumban Tobing Ridwandi Riska Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Roja Andesta Rozanna Dewi Safriwardi, Ferri Salim, Muhammad Yahdi Saputra Ramadhan, Muhammad Bagus Sarah Sarah Sari, Thalia Winda Sembiring, Rinawati Seriani Annisa Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Ahmad Roihan Sitorus, Sarifah Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Thalia Winda Sari Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Vebry Ade Vrans Veithzal Rivai Zainal Wardhani, Ranti Kusuma Wawan Setiawan Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yogi Ardhika Wijaya Yonita Putri Roja Yosi, Andre Yunardi, Y yunardi, yunardi Yuni Evama Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z