Claim Missing Document
Check
Articles

SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
PEMBUATAN BAHAN DASAR LULUR SCRUBBER DENGAN PENAMBAHAN AROMA TERAPI DARI NILAM Sitorus, Sarifah; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Sylvia, Novi; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19179

Abstract

Tanaman kemiri mempunyai banyak manfaat bagikehidupan manusia karena hampir semua bagiantanaman dapat dimanfaatkan. Didalam biji kemirimemiliki kandungan minyak yang tinggi yaitu sekitar35%-65% dari berat bijinya. Minyak kemiri digunakanuntuk mengurangi rambut rontok, menjaga kesehatanrambut dan menjaga kelembaban kulit selain itu ampas kemiri memiliki aroma yang khas dan teksturyang sangat lembut sehingga ampas kemiri dapatdiolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat, salah satunya adalah lulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengkaji proses pembuatanlulur ampas kemiri dan pengaruh waktu pengadukanterhadap produk lulur yang dihasilkan. Proses pembuatan lulur menggunakan bahan baku kemiri, aquadest, propil paraben, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben 24, parfum nilam, asamstearat dan kertas perkamen. Variabel tetap yaitu asamstearate, trietanolamin , propilen glikol, metil paraben, propil paraben, parfum nilam, minyak zaitun, dan suhupenyimpanan. Sementara itu, variabel bebas yaitu berat ampas kemiri (20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram) dan waktu pengadukan (2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit). Sampel yang telah didapatkemudian diuji, yang meliputi pengujian organoleptik, pengukuran pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil penelitian didapat bahwa lulur dengan kondisioptimum terbaik adalah lulur pada run 2,3,6 dan 7 (konsentrasi 20,30 gram dengan waktu pengadukan 4 dan 6 menit). Hasil yang didapat telah memenuhistandar organoleptik (tidak bau tengik dan tekstursemi padat) dan standart daya sebar (5-7 cm) adalahlulur dengan konsentrasi 20 gram dan 30 gram yaitumemiliki tekstur semi padat dengan daya sebar 5-6,1 cm. 
PENGARUH JENIS RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (Coffea Arabica L.) MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI Frastika, Triana Indah; Azhari, Azhari; Suryati, Suryati; ZA, Nasrul; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20531

Abstract

Bioetanol adalah produk hasil fermentasi karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikoorganisme. Tanaman yang dapat menghasilkan bioetanol adalah tanaman yang didalamnya terkandung pati serta selulosa yang dibuat dengan bantuan aktivitas mikroorganisme (ragi). Penelitian ini menggunakan bahan yang mengandung selulosa yang berasal dari limbah kulit kopi arabika. Bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit kopi arabika jenis ateng super yang tidak dimanfaatkan oleh petani kopi. Metode penelitian yang dilakukan diantaranya proses hidrolisis, fermentasi dan distilasi dengan variasi ragi yaitu ragi roti dan ragi tape, variasi %berat ragi yaitu 3, 5, 7, dan 9%, variasi waktu fermentasi 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield tertinggi yaitu 4.37% dengan variasi waktu fermentasi selama 5 hari dan berat ragi 9%  untuk ragi roti dan 4.01% untuk ragi tape dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi 9%  untuk ragi roti, densitas terbaik pada fermentasi 5 hari dan berat ragi 9% sebesar 0,7821 gr/ml, viskositas tertinggi 1.13 cP, kadar bioetanol terbaik dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi roti 9% sebesar 47.70%, namun bioetanol yang dihasilkan belum menyala. Uji GC-MS menghasilkan peak etanol terdeteksi pada peak ke-2 dengan waktu retensi 1.593 dan kemurnian 43.48%. Penelitian ini khusus memanfaatkan kulit kopi arabika varietas Ateng Super yang memiliki karakteristik unik seperti kandungan selulosa berkisar 60-70% yang berpotensi menghasilkan bioetanol lebih optimal. 
Sosialisasi Potensi Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan sebagai Perekat dari Biobriket Serbuk Gergaji di Desa Matang Keupula Sa, Kec.Madat, Kab.Aceh Timur Sylvia, Novi; Devi, Sri Marlia; Dewi, Rozanna; Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Fibarzi, Wiza Ulfa; Jalaluddin, Jalaluddin; Ibrahim, Ishak
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.21568

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Matang Keupula Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang memiliki potensi limbah biomassa berupa serbuk gergaji dari usaha ketam perabot dan limbah getah pohon pisang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal menjadi energi alternatif dalam bentuk biobriket dengan perekat alami dari getah pisang dan tepung ketan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan briket, serta pengujian nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan. Kegiatan ini menyasar kelompok petani dan ibu rumah tangga sebagai penerima manfaat utama. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap inovasi ini, terutama setelah menyaksikan langsung efektivitas penggunaan getah pisang sebagai perekat. Komposisi perekat terbaik diperoleh dari campuran getah pisang dan tepung ketan dengan rasio 2:1 pada konsentrasi 40%, yang mampu menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 6784,69 cal/gr. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan, kegiatan ini juga membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan potensi nilai ekonominya. Dengan metode pelibatan masyarakat secara aktif dan pemanfaatan potensi lokal, kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi titik awal dalam pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan di daerah pedesaan.
The Mechanical Properties of Bismuth-based Ceramic Nanocomposite Nurmalita, Nurmalita; Fikri, Ahmad; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Fazira, Zetta; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1086

Abstract

This research investigated a Bismuth-based ceramic nanocomposite material with the stoichiometric composition Bi?.?Pb?.?Sr?Ca?Cu?O_y (abbreviated as B(P)SCCO-2223), synthesized via the solid-state reaction method. The fabrication process involved compound composition calculations and powder metallurgy using several high-purity oxide precursors, with bismuth oxide as the primary component. Heat treatment in the form of sintering was conducted at 846?°C for durations of 32 and 34 hours to examine its effects on the material’s physical properties. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis revealed layered grain structures with the presence of pores at grain boundaries. Energy Dispersive X-ray (EDX) analysis confirmed that the target 2:2:2:3 elemental ratio was achieved across all samples. X-ray Diffraction (XRD) analysis showed that the sample sintered for 34 hours exhibited the largest grain size of 48.07?nm. The holding time of 34 hours during the sintering process has provided sufficient opportunity for the crystal grains to grow larger. Scanning electron microscopy photos also show that longer sintering times make the empty space between the grains smaller because the crystal grains are closer together, followed by the pore size becoming smaller. This sample also demonstrated the highest oriented phase percentage (58.12%) and the lowest impurity level (6.05%). Mechanical properties, evaluated using Vickers microhardness testing, indicated that the 34-hour sintered sample had superior performance, with a Vickers hardness of 0.905?GPa, Young’s modulus of 74.2?GPa, yield strength of 0.301?GPa, fracture toughness of 5.17, surface energy of 0.18?J, and a brittleness index of 0.175. Overall, the study concluded that the physical properties of the ceramic nanocomposite improved with increased sintering duration.
Inovasi Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Desa Paya Gaboh Kecamatan Sawang Aceh Utara Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Rahayu Retnowulan, Sri; Jalalul Akbar, Said; Subhan, Muhammad; Riza, Medyan; Ananda, Aldila
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24725

Abstract

Dunia dihadapkan pada masalah mendesak dari limbah plastik, yang menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena waktu yang lama yang dibutuhkan untuk terurai. Plastik konvensional seperti Polyethylene Terephthalate (PET) membutuhkan waktu sekitar 23 hingga 48 tahun untuk terurai di lingkungan (Adhitama et al., 2023). Sejumlah strategi telah dikembangkan untuk pengelolaan limbah plastik, termasuk mendaur ulang, pembakaran, dan penguburan. Namun, pembakaran limbah plastik telah terbukti menghasilkan produk sampingan yang berbahaya bagi mahluk hidup dan lingkungan. Di sisi lain, penguburan limbah telah terbukti sebagai metode pengelolaan limbah yang tidak efektif karena sifat limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan (Tanjung et al., 2022). Untuk mencegah pembuangan limbah plastik yang tidak terkendali dan tidak produktif, berbagai strategi pemanfaatan telah dikembangkan (Nayanathara Thathsarani Pilapitiya et al., 2024). Beberapa langkah besar telah diambil untuk mendaur ulang limbah plastik melalui produksi di pabrik-pabrik besar, yang telah menciptakan peluang kerja bagi banyak orang (Babaremu et al., 2022). Untuk mengatasi permasalahan serius ini, salah satunya dengan cara memanfaatkan daur ulang limbah plastik menjadi produk bernilai. Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku polimer bernilai dalam industri merupakan jalur yang menjanjikan menuju pengelolaan limbah yang berkelanjutan (Haba et al., 2025). Dalam era globalisasi saat ini, limbah plastik menjadi masalah yang signifikan, terutama di Indonesia yang sangat terdampak oleh isu ini (Kibria et al., 2023). Kabupaten Aceh Utara di Indonesia termasuk dalam studi ini. Hal ini dapat dikaitkan dengan kurangnya kesadaran umum tentang pemilahan dan pembuangan limbah yang benar. Hal ini telah menyebabkan peningkatan volume limbah, terutama di daerah perkotaan dan perdesaan. Sejumlah besar aktivitas manusia sehari-hari terkait dengan pembentukan limbah, termasuk penggunaan kantong plastik dan pembelian barang-barang rumah tangga, yang umumnya menggunakan kemasan atau berbahan plastik yang termasuk kedalam limbah anorganik. Penerapan kebijakan ekonomi sirkular dengan mendaur ulang limbah rumah tangga guna mencegah dampak buruk polusi lingkungan (Sahin dan Kirim, 2018). Pratisti et al., (2025) mengupayakan untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga melalui produksi barang dari sisa plastik, termasuk tas hadiah, tempat tisu, dan hiasan bunga. Dewi et al., (2024) membuat plastik degradable berbasis pati sagu termodifikasi dengan penambahan polipropilena/polietilena sebagai aplikasi produk rumah tangga. Dewi et al., (2024) memanfaatkan pati biji alpukat dengan poliasam laktat yang dapat diaplikasikan untuk produk-produk rumah tangga, 3D printer dan sebagainya. Dewi et al., (2024) memanfaatkan selulosa berbasis alami dengan penambahan polipropilena/polietilena untuk aplikasi produk-produk rumah tangga, dekorasi, industri otomotif dan lain-lain. Salah satu lokasi desa di Aceh Utara yang memiliki banyak limbah plastik adalah Desa Paya Gaboh. Limbah plastik terletak dan menumpuk terbiarkan begitu saja di jalan lintas Krueng Mane – Lhokseumawe dekat dengan lingkungan masyarakat Paya Gaboh. Desa Paya Gaboh terletak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pengelolaan limbah di desa ini belum berjalan dengan baik. Limbah plastik ini bisa bermanfaat, selama dikelola dengan benar yaitu dengan memanfaatkannya menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior dengan mengandalkan teknologi sederhana. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai pedagang, industri rumah tangga, pelaku UMKM dan mereka mengeluh tentang pendapatan ekonomi, dalam kondisi ekonomi saat ini, telah terjadi kenaikan yang signifikan dalam harga barang-barang pokok secara harian. Masyarakat juga mengeluh terhadap limbah plastik yang menumpuk di sekitaran lingkungan mereka, dengan aroma yang bau tidak sedap dan dibakar begitu saja sehingga berdampak buruk pada kesehatan serta menurunkan estetika lingkungan. Dalam program kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendesiminasikan teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior. Inisiatif ini akan membantu masyarakat mengembangkan ekonomi dan meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mereka. Pemanfaatan limbah plastik untuk memproduksi produk rumah tangga dan desain interior merupakan proses yang sederhana dan efisien secara biaya, dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan utama adalah melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan dan mandiri. Selain memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku dalam produksi produk rumah tangga dan desain interior, masyarakat juga dapat terlibat dalam penjualan produk-produk tersebut sebagai suvenir dari Aceh Utara, barang kebutuhan rumah tangga, dan barang-barang terkait lainnya. Teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior memiliki tingkat kesederhanaan dan keefektifan biaya yang baik, sehingga prosesnya sangat mudah untuk diterapkan di desa mitra. Peningkatan pemanfaatan limbah dan promosi gerakan pembersihan lingkungan juga diharapkan akan menjadi hasil dari program ini.
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan Fikri Hasfita; Devi, Sri Marlia; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim; Jalaluddin; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22496

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000. Kata kunci: Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor.
Pembuatan Biobriket dari Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Menggunakan Perekat Tepung Kanji Seriani Annisa; Lukman Hakim; Suryati; Zainuddin Ginting; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23915

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari limbah biologis yang telah dipadatkan dan ditambahkan lem. Serat kelapa merupakan bahan bakar yang baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memanfaatkan energi fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana komposisi serat kelapa memengaruhi biobriket yang dihasilkan, bagaimana perekat memengaruhi komposisi serat kelapa menurut SNI, dan bagaimana uji proksimat dan nilai kalor memengaruhi kualitas biobriket yang terbuat dari campuran limbah serat kelapa. Untuk membuat biobriket dari serat kelapa, serat digiling menggunakan crusher dan kemudian diayak melalui saringan berukuran 50, 100, 150, 200, dan dicampur dengan lem pati dengan konsentrasi lem 10%, 15%, 20%, dan 25%. Kemudian, briket diuji kadar air, abu, zat volatil, karbon tetap, dan nilai kalornya. Studi ini menemukan bahwa biobriket terbaik memiliki kadar air 4,94%, kadar abu 6,45%, kadar zat volatil 111,9%, kadar karbon tetap 76,41%, dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yaitu 5.328,45 kal/gr pada mesh 100 dan perekat 10%. Briket ini memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yang menyatakan bahwa nilai kalornya minimal 5.000 kal/gr . Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Karbon Tetap, dan Nilai Kalor
KAJIAN PENGARUH ANGIN SILANG TERHADAP KARAKTERISTIK NYALA HIDROKARBON Wusnah, Wusnah; Sylvia, Novi; Bindar, Yazid
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil yang diperoleh dari kajian dinamika fluida komputasi (DFK) untuk mensimulasi nyala turbulen tak pra-campur akibat pengaruh angin silang. Konfigurasi, diskretisasi dan kondisi batas nyala digambarkan menggunakan perangkat lunak pra-prosessor Gambit.  Pengaruh angin silang terhadap nyala hidrokarbon (nyala dengan pengaruh angin silang) dilakukan pada kondisi kecepatan bahan bakar tetap 20 m/s dengan kecepatan angin berubah-rubah dan pada kondisi kecepatan angin silang tetap 1,1 m/s dengan kecepatan bahan bakar berubah - ubah . Hasil penelitian dengan kondisi bahan bakar tetap menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin silang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap medan alir dan temperatur. Pada kajian dengan kondisi bahan bakar berubah - ubah ketika kecepatan angin silang tetap, terlihat bahwa peningkatan kecepatan bahan bakar memberikan dampak positif pada nyala, karena nyala semakin mampu melawan pengaruh angin silang terhadap nyala.
Characterization of Sago Starch-Based Biofoam with Corn Husk Fiber Filler Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Medyan Riza
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.2209

Abstract

The use of biofoam is one of the ways to reduce plastic waste that pollutes the environment. In this research, we want to develop biofoam from sago starch as a basic ingredient with the addition of corn husk fiber filler and the addition of magnesium stearate which aims to improve mechanical characteristics, thermal, morphological, water absorption and biodegradabillity. Variations of corn husk fiber used were 45 g, 50 g, 55 g and 60 g, with variations in the concentration of NaOH solvent used for cellulose extraction were 3%, 5%, 7% and 9%. The mechanical characteristics (tensile strength) of the resulting biofoam range from 1.37 – 2.45 MPa. The chemical bonding of biofoam was seen through Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and showed that biofoam is hydrophilic which binds to water so that it is easily degraded by soil. Thermal characteristics were tested through Differential Scanning Calorimetry (DSC) and showed a melting point of 410.68oC at 45 g of fiber and 5% NaOH and a melting point of 410.86oC at 55 g fiber and 5% NaOH. Thermal stability was analyzed through Thermal Gravimetry Analysis (TGA) and the most thermally stable biofoam was biofoam with 45 g of corn husk fiber and 5% NaOH. The surface morphology test using a Scanning Electron Microscope (SEM) showed that the morphological structure of the corn husk fiber biofoam was uneven and there were bubbles on the surface of the biofoam. The water absorption test shows results between 5.72 – 14.43%. The lowest density test for biofoam is using 55 g fiber weight and 3% NaOH concentration, while the highest density is 60 g fiber weight and 9% NaOH concentration. The results of the biodegradability test showed that the biofoam decomposes completely within 40-45 days, the soil moisture factor greatly affects the rate of biodegradability.
Co-Authors -, Jalalludin . ELWINA . Elwina . Wusnah . Wusnah . YUNARD . Yunardi Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ainun, Sarifah Akbar, Alpadilah ALBANA, HASAN Amanda Fitria Rahmadani Nasution Ananda Monarita Ananda, Aldila Andre Yosi Andri Nur rizky Anisa Anisa Anisa Aulia Anisma Fahmi Anisyah Padang Arif Maulana Arif Setiawan Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Bima Bahyuzi Cahyati, Annisa Ayu Cut Mauliza Utary Deni Hadiana, Deni Devi, Sri Marlia Dinda Humaira E. Elwina Eddy Kurniawan Elviana, Suci Elwina Elwina Evi Juliati Fahirul Muhar Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fazira, Zetta Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Frastika, Triana Indah Handewi Purwati Saliem, Handewi Purwati Hariyadi, Asful Haslina Haslina Hendi Setiawan Hesni, Yuli Holila, Manna Husna, Uswatun Husni Husin Husni Husin Husni Husni Ibnu Salman, Ibnu Ibrahim, Ishak Ilham Maulana Inggit Kresna Maharsih Iqbal Kamar Iqbal Kamar Irma Yani, Irma Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Izazy, Nurul Qolbi Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Janni, Miftahul Kamar, Iqbal Khairunnisa Khalsiah Khalsiah Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lia Sobrina Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Lusi Ernawati Luthpia Adha M Ali Anto M Anjes Laudi M Riza M Zulfadhli Mariana Mariana Maryana Maryana Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mauliza Asri Mawaddah Fitria Medyan Riza Medyan Riza Memik Dian Pusfitasari Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muhammad Muhammad Muhammad Subhan Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutia Reza Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Nabila Adhani Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasrun, Mahdalena Nia Sagita Lestari Nissah, Khairun Nur Alia, Nur Nur Asiah Indah Rahayu Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Permatasari, Anggraeni Dian pradana, ardie surya Purwoko, Agus putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Qisti, Ruhul R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ranti Kusuma Wardhani Ranti Kusuma Wardhani Raudhatul Ulfa Retnowulan, Sri Rahayu Reza, Mutia Rianda, Rizki Rido Lumban Tobing Ridwandi Riska Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Roja Andesta Rozanna Dewi Safriwardi, Ferri Said Jalalul Akbar Salim, Muhammad Yahdi Sandi, Nazlia Armita Saputra Ramadhan, Muhammad Bagus Sarah Sarah Sembiring, Rinawati Seriani Annisa Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Ahmad Roihan Siti Nurhaliza Sitorus, Sarifah Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Thalia Winda Sari Thalia Winda Sari Ulfa, Raudhatul Vebry Ade Vrans Veithzal Rivai Zainal Wawan Setiawan Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yogi Ardhika Wijaya Yonita Putri Roja Yosi, Andre Yunardi, Y yunardi, yunardi Yuni Evama Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z