Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengelolaan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013 Ellis Sepianessi; Fatmalina Febry; Iwan Stia Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.698 KB)

Abstract

Latar Belakang : Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk percepatan MDGs bidang kesehatan tahun 2015 melalui peningkatan kinerja Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Rekapitulasi pelaksanaan program BOK di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2013, menunjukkan penyerapan dana paling rendah dari 25 Puskesmas adalah Puskesmas Sungai Pinang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan program BOK di Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir tahun 2013.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan, serta dilakukan observasi dan telaah dokumen. Uji validitas melalui triangulasi sumber, metode, dan data.Hasil Penelitian : Petugas pengelola program BOK di Puskesmas Sungai Pinang berjumlah 2 orang tim pengelola BOK (Kepala Puskesmas dan Bendahara BOK) dan 6 orang sebagai penanggungjawab program BOK. Ketersediaan sarana dan prasarana masih terbatas dikarenakan dana BOK tidak boleh dipergunakan untuk penyediaan sarana dan prasarana. Jadwal pelaksanaan program BOK tidak tepat, sehingga pelaksanaan program belum berhasil dan tujuan pelaksanaan program BOK belum tercapai. Monitoring pelaksanaan program BOK dilakukan secara tidak langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.Kesimpulan : Pelaksanaan program BOK di Puskesmas Sungai Pinang belum berjalan dengan maksimal. Sehingga, disarankan untuk meningkatkan motivasi dan tanggung jawab penanggung jawab program untuk melaksanakan kegiatan agar mencapai target dan tujuan MDGs 2015.Kata Kunci : BOK, MDGs 2015
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Palembang Desi Winda Wati; Fatmalina Febry; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.521 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia defisiensi besi merupakan masalah umum dan luas dalam bidang gangguan gizi di dunia. Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Kejadian anemia defisiensi besi yang tinggi memberikan dampak negatif pada ibu hamil seperti meningkatkan kesakitan dan kematian yang tinggi, baik ibu sendiri maupun bayi yang akan dilahirkan, oleh karena itu anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 anemia pada ibu hamil 37,1% dan 40,1% nilai ambang batas anemia ibu hamil dibawah 11 gr/dl. Dinas Kesehatan Kota Palembang menyatakan setiap tahun mengalami peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu 2,99% (2012), 3,00% (2013) dan meningkat secara signifikan sebanyak 8,69 % (2014). Tujuan studi ini adalah menganalisis determinan defisiensi pada wanita hamil Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional, dengan cara Quota Sampling dari 4 wilayah kerja Puskesmas Gandus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gandus Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 sampel. Instrumen yang di gunakan yaitu kuesioner. Analisa data menggunakan univariat, bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa terdapat 4 variabel independen yang berhubungan dengan defisiensi zat besi pada ibu hamil yaitu pengetahuan (p-value= 0,023), usia kehamilan (p-value=0,044), konsumsi tablet Fe (p-value=0,049), dan asupan zat besi (p-value=0,048) serta tidak ada hubungan antara Frekuensi antenatal care (p-value= 0,980) dan peran petugas kesehatan (p-value=0,560) dengan defisiensi zat besi pada ibu hamil. Kesimpulan: Petugas kesehatan diharapkan untuk melakukan kegiatan pendidikan untuk wanita hamil selama kunjungan antenatal care untuk menurunkan tingkat kekurangan zat besi.Kata Kunci: Defisiensi zat besi, ibu hamil, asupan zat besi
Determinan Kejadian Anak Balita di Bawah Garis Merah di Puskesmas Awal Terusan Novitasari Novitasari; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.231 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara peringkat kelima dunia dengan jumlah anak balita yangmengalami gangguan pertumbuhan dan 7,7 juta anak balita yang berat badannya di Bawah Garis Merah(BGM). Pada tahun 2014, kejadian BGM di Puskesmas Awal Terusan sebesar 2 anak balita. Tapi pada tahun 2015 kejadian BGM mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 53 anak balita. BGM merupakan kekurangan gizi tingkat berat sehingga pada saat ditimbang berat badan berada di bawah garis merah pada KMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian anak balita BGM di Puskesmas Awal Terusan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Besar Sampel dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan rumus Lemeshow, dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling terhadap populasi yaitu anak balita usia 12-24 bulan dan jumlah sampel sebanyak 53 anak balita. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian BGM adalah penyakit infeksi (p value = 0,024), pola makan anak (p value = 0,000), partisipasi ibu ke Posyandu (p value = 0,006), pengetahuan ibu (p value = 0,006) dan status sosial ekonomi (p value = 0,002). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian BGM adalah ASI eksklusif (p value = 0,451) dan jarakkelahiran anak (p value = 0,177).Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat melakukan antisipasi dan meminimalisir risiko BGM padaanak balita agar tidak berkelanjutan.Kata Kunci: Determinan, anak balita, Bawah Garis Merah (BGM)
Analisis Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Pada Anak Usia 12-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lesung Batu, Empat Lawang Widyawati Widyawati; Fatmalina Febry; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.445 KB)

Abstract

Latar Belakang: Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi setelah usia 6 bulan sampai usia 24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi. Namun, pemberian MP-ASI yang tidak sesuai standar WHO menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi kekurangan gizi pada anak usia 12-24 bulan baik di dunia maupun di Indonesia. Kejadian gizi kurang di Puskesmas Lesung Batu Kabupaten Empat Lawang masih cukup tinggi yakni 18%.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di wilayah Puskesmas Lesung Batu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 80 yang terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data register kasus, primer dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri status gizi anak dan menggunakan kontrol terdekat dengan kasus. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi square.Hasil Penelitian: Hasil uji hipotesa menunjukkan status gizi anak berhubungan dengan frekuensi MP-ASI (p value <0.0001; OR 6,6), riwayat penyakit infeksi (p value 0,04; OR 3). Sedangkan, usia pemberian MP-ASI pertama, tekstur makanan, variasi makanan dan porsi MP-ASI tidak berhubungan dengan status gizi anak usia 12-24 bulan.Kesimpulan: Saran yang dapat diberikan yakni ibu yang mempunyai anak 6-24 bulan harus memberikan perhatian dalam memberikan MP-ASI sesuai dengan yang direkomendasikan WHO melalui kegiatan konseling, informasi, dan edukasi gizi dan praktik pemberian makanan bayi dan anak.
Persepsi Kebiasaan Konsumsi Serat pada Remaja SMP dan SMA Kota Palembang Tahun 2013 Virlita; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.689 KB)

Abstract

Latar Belakang : Remaja saat ini cenderung mengkonsumsi sedikit sayur dan buah, namun meningkatkanjumlah konsumsi soft drinks, makanan tinggi lemak, dan makanan tinggi gula. Kebiasaan makan seseorang, termasuk persepsi tentang sayur dan buah dipengaruhi oleh pengetahuan, jenis kelamin, pencitraan bentuk tubuhnya(body image), ketersediaan buah dan sayur di rumah, serta pola makan keluarga.Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan sebanyak 24 orang. Teknik pengambilansampel secara purposive sampling. Proses analisis data dengan mereduksi, merangkum, mengambil intisari data, kemudian disajikan bentuk narasi, kuotasi, dan dipindahkan dalam bentuk matriks.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Kota Palembang, khususnya perempuan,kurang mengkonsumsi serat dari porsi yang seharusnya dan remaja SMP memiliki pengetahuan lebih rendah dari remaja SMA. Kebiasaan konsumsi serat pada remaja erat kaitannya dengan pengawasan dari orang tua baik secara langsung atau nasihat yang mereka berikan serta ketersediaan sayur dan buah di rumah.Kesimpulan : Remaja Kota Palembang mengetahui istilah ‘serat’ dari orang tua, guru, media massa, danteman sebaya. Meskipun setiap remaja memiliki bentuk badan idaman, namun tidak mempengaruhikebiasaan konsumsi seratnya, namun aktivitas diluar rumah, pengaruh teman sebaya, dan ketersediaan sayur dan buah di rumah yang mempengaruhinya. Sebagian besar remaja Kota Palembang tidak memiliki kebiasaan makan bersama keluarga yang membuat remaja semakin jarang untuk mendapat nasihat dari orang tua tentang pola makan yang baik.Kata Kunci : Persepsi, Remaja, Serat
Hubungan Asupan Gizi, Pengetahuan dan Stimulasi Ibu dengan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah TK Handayani dan TK Teratai 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang 2014 Emalia; Fatmalina Febry; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.456 KB)

Abstract

Latar Belakang: TK Teratai dan TK Handayani merupakan cakupan wilayah kerja dari Puskesmas Merdeka. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di kedua TK, dari 18 anak tersebut terdapat dua anak dengan status gizi kurang dan satu anak dengan status gizi buruk.Ini berarti masih ada anak prasekolah yang mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode survey deskriptif-analitis dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 55 anak dari kedua TK berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel adalah teknik sampling jenuh. Teknik analisis data secara univariat dan bivariate dengan uji statistik chi-square. Data disajikan dalam analisis p-value, Prevalensi Rasio (PR) dan 95% derajat kepercayaan (CI).Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara asupan energi (p value=0,047), asupan karbohidrat (p value=0,007), vitamin A (p value=0,028) dan pengetahuan ibu (p value=0,002) dengan status gizi anak. Tidak ada hubungan antara asupan protein (0,641), lemak (p value=0,711), zat besi (p value=0,252), zinc (p value= 1,000), dan stimulasi ibu dengan status gizi anak. Terdapat hubungan antara asupan energi (p value=0,022), protein (p value=0,001), zat besi (p value= 0,020), zinc (p value=0,048) dan stimulasi ibu (p value= 0,017) dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah. Tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat (p value=0,080), lemak (p value=0,100), vitamin A (p value=0,709) dan pengetahuan ibu (p value=0,080) dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Asupan energi, karbohidrat dan pengetahuan ibu mempengaruhi status gizi anak prasekolah. Asupan energi, protein, zat besi, zinc dan stimulasi ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak prasekolah.Kata Kunci: Status gizi, asupan gizi dan perkembangan motorik kasar
Korelasi Perilaku Kadarzi terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Simpang Timbangan Indralaya Tahun 2014 Rismawati; Anita Rahmiwati; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.261 KB)

Abstract

Latar Belakang: Data cakupan program Puskesmas Simpang Timbangan menunjukkan angka yang rendah pada program kadarzi menimbang berat badan balita secara teratur (66,92%), ASI eksklusif (26,83%), pemberian kapsul vitamin A pada balita usia 12-59 bulan (51,52%). Berdasarkan BB/U ditemukan 2 (dua) balita gizi kurang dan 1 (satu) balita gizi buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan di Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014 yaitu sebanyak 73 balita. Responden dari penelitian ini adalah ibu balita. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner melalui wawancara, baby scale dan meteran melalui pengukuran antropometri balita secara langsung.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku kadarzi dengan status gizi balita usia 6-23 bulan berdasarkan indikator BB/U (p = 1,000), PB/U (p= 0,466), BB/PB (p= 1,000) dan IMT/U (p=1,000).Kesimpulan: Tidak ada hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Ogan Ilir perlu meningkatkan pembinaan atau pelatihan untuk petugas puskesmas terutama bidan kelurahan dan petugas gizi puskesmas untuk meningkatkan promosi mengenai keluarga sadar gizi.Kata Kunci: Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), status gizi balita
Faktor-faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi pada Kejadian Hipertensi di Desa Seri Tanjung Kecamatan Tanjung Batu Sariana; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.127 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor intermediet yang populer dalam kejadian penyakit kronis (WHO). Prevalensi hipertensi tertinggi di dunia ialah di Afrika, yakni 46% dari total penduduk dewasa. Prevalensi hipertensi di Indonesia 25,8% dan prevalensi hipertensi di Sumatera Selatan 26,1%. Desa Seri Tanjung memiliki jumlah kasus hipertensi terbanyak di Kabupaten Ogan Ilir per Desember 2013, yakni 173 kasus (LB1). Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional menggunakan metode survei analitik. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang, yang diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan kriteria inklusi berusia ≥20 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat anti-hipertensi dan kriteria eksklusi berusia <20 tahun. Analisis yang dilakukan ialah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif ujinya, dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil Penelitian: Asupan natrium yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi di DesaSeri Tanjung (p value=0,006; PR=0,202; 95% CI 0,050-0,809). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwavariabel yang memiliki hubungan kemaknaan paling kuat dengan kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah jenis kelamin (p value=0,005;PR=21,269) dan asupan natrium (p value=0,006;PR=0,054).Kesimpulan: Faktor yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah asupannatrium. Saran penelitian ini ialah menggalakkan sosialisasi mengenai pentingnya membudayakan Kadarzi dan menerapkan PUGS dalam kehidupan sehari-hari, serta memodifikasi asupan natrium agar berada dalam batas aman.Kata Kunci: Hipertensi, faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, Seri Tanjung
Perilaku Anak dalam Memilih Makanan Jajanan di SD Negeri 23 Palembang Lasmini; Fatmalina Febry; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.488 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perilaku jajan banyak dilakukan orang Indonesia terutama di kalangan anak-anak sekolah. Pemilihan makanan jajanan merupakan perwujudan perilaku yang dipengaruhi banyak faktor baik internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah murid-murid kelas V dan VI SD Negeri 23 Palembang Tahun 2012 berjumlah 181 responden. Sampel dipilih berdasarkan simple random sampling. Hasil analisis bivariat akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di SD Negeri 23 Palembang adalah tidak baik yaitu 96 responden (53,0%). Dan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara umur responden (p-value = 0,651), jenis kelamin (p-value = 0,890), sarapan pagi (p-value = 1,000), uang saku (p-value = 0,540), pengetahuan anak (p-value = 0,847), sikap anak (p-value = 0,399), umur ibu (p-value = 0,543), tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,699), status pekerjaan ibu (p-value = 0,881), pendapatan keluarga (p-value = 1,000), dan pengetahuan ibu (p-value = 0,100) dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan.Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur responden, jenis kelamin, sarapan pagi, uang saku, pengetahuan anak, sikap anak, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dan pengetahuan ibu dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan. Disarankan bagi pihak sekolah untuk lebih memantau makanan yang dijual dikantin sekolah dan penjual makanan yang ada di lingkungan sekolah. Bagi orangtua diharapkan untuk lebih memantau perilaku jajan anak terutama dalam hal memilih makanan jajanan serta mampu menyediakan bekal makanan agar anak tidak jajan sembarangan di sekolahKata kunci : Perilaku Jajan, Anak
Gambaran Kejadian Anemia Gizi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat Cristi Andika; Nazly Hanim; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.95 KB)

Abstract

Latar Belakang : Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi di Indonesia. Anemia gizi sering diderita masyarakat, baik anak- anak, remaja usia subur, ibu hamil ataupun orang tua. Anemia gizi pada kehamilan bukan hanya dijumpai di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyebabnya sangat beragam, dari perdarahan, kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, sampai kelainan hemolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia gizi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat tahun 2009.Metode : Survei deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat yang berjumlah 80 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 80 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan alat bantu kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen terkait.Hasil Penelitian : Kemungkinan faktor resiko untuk terjadinya anemia adalah ibu hamil yang berumur > 35 tahun, pendidikan rendah, bekerja, tingkat paritasnya beresiko yaitu ≥ 4 kali, jarak kehamilannya beresiko yaitu < 2 tahun, usia kehamilannya pada trimester III, pendapatan keluarganya < UMP dan tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe. Semua faktor- faktor ini berkaitan dengan pengetahuan gizi yang kurang.Kesimpulan : Pengetahuan gizi sangat berkaitan erat dengan kejadian anemia. Saran penelitian ini adalah perlunya dilakukan penyuluhan yang intensif kepada ibu hamil dan diharapkan kepada tenaga kesehatan mampu memberikan informasi mengenai gizi pada ibu hamil.Kata Kunci : Ibu hamil, Anemia gizi, Faktor- faktor yang berkaitan dengan anemia gizi ibu hamil
Co-Authors Ahjah, Nur Fadhilah Ahmad Adi Suhendra Ahmad Sadiq Anita Camelia Anita Rahmiwati Appulembang, Yeni Anna Aprilia Arieska Fajri K Arisanti arisanti, maya Asmaripa Ainy Ayun, Ayatussholikhah Qurrota Bingsih, Windi Indah Fajar Cristi Andika Cristi Andika, Cristi Cucu Suherna Cucu Suherna Delia Yusfarani Des Mery Des Mery, Des Desi Winda Wati Desi Winda Wati, Desi Winda Desri Maulina Sari Dewi Handayani Dewi Sartika DEWI SARTIKA Diah Ayu Cahyaningtyas Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Inda Sari, Dwi Inda Ellis Sepianessi Elvi Sunarsih Emalia Emalia Emalia Fajri, Aprilia Arieska Fatria Harwanto Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febria Agustina Felly Happy Hardini Felly Happy Hardini, Felly Happy Fenny Etrawati Fitri Agustriani Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitriani Fontani, Bernardin Dwi Hanim, Nazly Hapzi Ali Hardianti Herpandi . Icha Damayanti Iis Susanti Iis Susanti, Iis Inda Karyani Inda Karyani, Inda Indah Margarethy Indah Purnama Sari Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Iwan Setia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Laili Yosi AS Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Laura Dwi Pratiwi Lionita, Widya M Misnaniarti Maretalinia, Maretalinia Maria Fatrin Maria Fatrin, Maria Maulina Sari, Desri Medias Imroni Medias Imroni Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Nizar Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Nadia Purnama Sari Nazly Hanim Nazly Hanim Nazly Hanim, Nazly Ningsih, Ellis Nurjuliasti Ningsih, Windi Indah Fajar Novitasari Novitasari Novitasari Novitasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurleka Yulastri Nurleka Yulastri, Nurleka Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Putri Sabila, Virgina Rafiqy, Muhammad Ramdika, Sari Bema Rindit Pambayun Rindit Pambayun Rini Anggraini, Rini Rini Angraini Rini Mutahar Rismawati Rismawati Rismawati Rizki Nurmaliani Rizki Nurmaliani, Rizki Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozirwan . Rully Mufarika S Sa’udah Salsabila, Indah Listari Salsabila, Salsabila Sari Bema Ramdika Sariana Sariana Sariana, Sariana Sartono Sartono Sepianessi, Ellis Siti Rachmi Indahsari Suci Destriatania Suci Destriatania Susyani Susyani Sutrisni Sutrisni Sutrisni Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Tanwirotun Ni’mah Usi Lanita Virlita Virlita Virlita, Virlita Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Y Yeni Yeni Yeni Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Zulkarnain, Mohammad