Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Pemberian Makanan dengan Status Gizi Bayi Usia 0-11 Bulan di Kelurahan Indralaya Mulya Ogan Ilir Dewi Sartika; Syarif Husin; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil laporan bulanan kegiatan penimbangan di Puskesmas Indralaya tahun 2008 terdapat 34.194 balita, 2,46% diantaranya berada dibawah garis merah (BGM). Data hasil penelitian di Kelurahan Indralaya Mulya Tahun 2009, diketahui prevalensi gizi kurang pada bayi usia 0-11 bulan adalah 16 dari 46 bayi (34,79%). Berdasarkan fakta diatas, maka perlu dikaji bagaimana pola pemberian makanan yang dilakukan oleh ibu atau pengasuhnya terhadap bayi yang berusia 0-11 bulan dan hubungan pola pemberian makanan tersebut dengan status gizi bayi.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah bayi usia 0–11 bulan yang bertempat tinggal di Kelurahan Indralaya Mulya berjumlah 46 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan penimbangan langsung dan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan sistem manual dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan level of significant ( ) 0,05.Hasil Penelitian: Praktik pola pemberian makanan yang terdiri dari praktik pemberian makanan/minuman prelaktal 60,9% tidak diberikan, praktik pemberian kolostrum 65,2% diberikan, praktik pemberian ASI 54,3% cukup baik, praktik pemberian MP-ASI 56,5% cukup baik, dan praktik penyapihan 78,2% belum disapih. Hasil perhitungan menunjukkan ada hubungan positif antara praktik pemberian makanan/minuman prelaktal (8,9>3,8), praktik pemberian kolostrum (4,9>3,8), praktik pemberian ASI (6,5>5,9), praktik pemberian MP-ASI (7,1>5,9) dengan status gizi bayi. Adapun praktik penyapihan tidak menunjukkan adanya hubungan dengan statug gizi bayi (0,1<3,8).Kesimpulan: Status gizi bayi usia 0-11 bulan di Kelurahan Indralaya Mulya 34,7% kurang. Saran bagi petugas Puskesmas yang menangani persalinan untuk memberikan pengertian pada ibu agar tidak memberikan makanan/minuman apapun sebelum ASI keluar, dan kepada ibu-ibu bayi hendaknya memberikan ASI eksklusif sampai bayi berumur enam bulan.Kata kunci : pola pemberian makanan, status gizi
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Program Gizi di Posyandu oleh Ibu yang Mempunyai Anak Balita pada Wilayah Kerja Puskesmas Kertapati Dwi Fatmawati; Fatmalina Febry; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program gizi di posyandu merupakan bagian dari pembangunan kesehatan yang merupakan program pemerintah. Pemanfaatan program gizi di posyandu secara optimal oleh masyarakat secara tidak langsung mampu mengatasi masalah gizi yang terjadi selama ini di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan program gizi di posyandu oleh ibu yang mempunyai anak balita.Metode: Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara proportional sampling dengan jumlah sampel sebesar 89 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Kai Kuadrat.Hasil Penelitian: Variabel yang secara statistik berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan program gizi di posyandu yaitu variabel: umur balita (p-value=0,01,RP=3,53), pengetahuan (p-value=0,01, RP=3,49), sikap (pvalue=0,02, RP=3,07), persepsi (p-value=0,03, RP=2,84) dan perilaku petugas posyandu (p-value=0,03, RP=2,85). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, perlu adanya peningkatan motivasi dan kualitas pelayanan dari petugas kesehatan pada saat kegiatan posyandu terutama upaya-upaya promosi kesehatan. Kata Kunci: Pemanfaatan, Program gizi, Posyandu
Kebiasaan Jajan Anak Sekolah Dasar dan Hubungannya terhadap Status Gizi di Sekolah Dasar Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir Fatmalina Febry; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor determinan yang mempengaruhi status gizi murid sekolah dasar adalah kebiasaan jajan, sedangkan faktor lainnya yaitu kebiasaan sarapan pagi, Sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi siswa sekolah dasar kelas 4-6 adalah kebiasaan jajan.Metode: Penelitian ini merupakan observasional dengan pendekatan cross sectional, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan jajan dan hubungannya terhadap status gizi anak di Sekolah Dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah anak SD Sungai Rambutan dengan sampel anak kelas 5 dan kelas 6. Data diperoleh dari wawancara langsung dan data status gizi diambil dengan cara pengukuran antropometri dan data dianalisis dengan uji chi-square.Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan karaktersitik responden dan karakteristik orang tua dengan status gizi, serta tidak ada hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi.Kesimpulan : Peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengubah kebiasaan jajan dan anak dibiasakan sarapan pagi dengan makanan yang bergizi sebelum ke sekolah. Anak yang sarapan biasanya akan lebih dapat menahan keinginannya untuk jajan.Kata kunci : Kebiasaan jajan, anak sekolah, status gizi
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang Fitri Ibtiah; Misnaniarti; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi adalah penyakit kronik dari jaringan keras gigi yang disebabkan demineralisasi email oleh bakteri yang ada pada plak, pada tahap akhir karies ini menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. Karies gigi pada anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor luar (kebiasaan menggosok gigi, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah murid Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang tahun 2010 yang berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Uji statistik menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan ( ) 5%.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan menggosok gigi responden ( -value = 0,004), pengetahuan responden ( -value = 0,002), pendidikan ibu ( -value = 0,042), pengetahuan ibu ( -value = 0,009) dengan kejadian karies gigi di Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang.Kesimpulan: Saran agar para tenaga kesehatan dapat memberikan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara periodik melalui program UKGS.Kata kunci: Karies Gigi, Kebiasaan Menggosok Gigi, Pengetahuan, Pendidikan.
Gambaran Perilaku Positive Deviance pada Ibu dan Status Gizi Anak Batita dari Keluarga Miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Usi Lanita; Fatmalina Febry; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah pertumbuhan dan perkembangan anak batita merupakan masalah serius karena pada usia ini masa kritis dalam proses tumbuh kembang secara fisik maupun kecerdasan. Masalah gizi buruk kebanyakan terjadi pada keluarga miskin, namun tidak dipungkiri ada keluarga miskin mempunyai anak bergizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku positive deviance ibu dan status gizi anak batita dari keluarga miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap batita dan ibu batita, sampelnya sebanyak 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin dan 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempuyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin jadi sampel penelitian sebanyak 10 orang ibu batita beserta batitanya. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif serta disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa pada anak batita yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin memiliki perilaku positive deviance berupa kebiasaan pemberian makanan, kebiasaan kebersihan dan kebiasan menggunakan pelayanan kesehatan yang sangat baik dan benar. Sedangkan anak batita yang mempunyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dan salah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi status gizi anak batita tersebut.Kesimpulan : Ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi baik mempunyai perilaku positive deviance berupa kebiasaan sehari-hari berupa kebiasaan pemberian makanan, kebersihan dan penggunaan pelayanan kesehatan untuk anak batitanya yang sangat baik dan benar dibandingkan dengan ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi kurang/buruk walaupun mereka berasal dari keluarga miskin.Kata Kunci : Status Gizi, Anak Batita, Positive Deviance
Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Umur 2-5 Tahun pada Keluarga Petani di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan Iis Susanti; Rindit Pambayun; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anak umur 2-5 tahun merupakan salah satu kelompok rentan gizi, karena percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh sehingga menyebabkan mereka memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak umur 2-5 tahun pada keluarga petani di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.Metode : Menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel yaitu sebanyak 114 orang diperoleh dengan pengambilan sampel secara proportional random sampling.Hasil Penelitian : Status gizi berdasarkan indeks BB/U yaitu 29,2% gizi baik pada umur 3 tahun, 62,2% dan 24,4% gizi kurang pada umur 2 dan 3 tahun, sedangkan anak yang mempunyai gizi lebih hanya ada satu orang dan tidak ada anak yang mempunyai gizi buruk. Status gizi berdasarkan indeks TB/U yaitu 30,4% gizi normal pada umur 3 tahun, 60,0% anak yang pendek terdapat pada umur 2 tahun dan 60,0% anak yang tinggi terdapat pada umur 2 tahun. Sedangkan status gizi berdasarkan indeks BB/TB yaitu 26,1% gizi normal pada umur 3 dan 5 tahun, 60,0% anak yang kurus sekali terdapat pada umur 2 tahun, 35,7% anak yang kurus terdapat pada umur 3 dan 4 tahun dan hanya ada satu orang dengan status gizi gemuk. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 30 anak yang kurus sekali ternyata ada umur 2 tahun, dan umur 3 tahun. Terdapat 15 orang yang kurus sekali ternyata memang benar-benar kurang gizi dan berasal dari keluarga yang mempunyai pendapatan rendah, pengetahuan gizi ibu kurang, keluarga kecil, tidak memiliki pantangan makan, dan tingkat konsumsi energi serta protein kurang atau sedang.Kesimpulan : Masih banyak terdapat anak umur 2-5 tahun yang mempunyai status gizi kurang ataupun kurus sekali yang disebabkan antara lain oleh pendapatan keluarga yang rendah, tingkat pengetahuan ibu yang kurang, dan kurangnya tingkat konsumsi energi protein pada anak. Diharapkan agar ibu lebih meningkatkan pengetahuan gizi khususnya tentang asupan zat gizi, adanya bantuan pemerintah berupa subsidi pupuk dan alat pertanian. Para kader posyandu diharapkan untuk memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang gizi kepada ibu, khususnya dalam pencegahan masalah gizi pada anak.Kata Kunci : Status Gizi, Anak Umur 2-5 tahun, Keluarga Petani
Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita adalah masa periode emas karena pada masa ini pertumbuhan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Jika pertumbuhan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya. Sehingga perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan rutin pada pertumbuhan balita sehingga dapat terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembang balita.Kata Kunci : Pemantauan pertumbuhan, balita, posyandu
Gambaran Kebiasaan Makan pada Anak Prasekolah di TK Bhakti Asuhan dan TKIT Izzuddin Palembang Tahun 2009 Inda Karyani; Syarif Husin; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Usia prasekolah adalah usia dimana anak telah digolongkan sebagai konsumen aktif yang sudah dapat memilih makanan yang disukainya, namun anak belum dapat memilih sendiri makanan yang baik untuk dikonsumsi. Orang tua bertanggung jawab untuk perkembangan kebiasaan makan yang baik pada anaknya. Kebiasaan makan akan mempengaruhi keadaan gizi anak, dimana pada masa ini mereka memerlukan makanan dan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency Questionaire yang selanjutnya dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang.Hasil Penelitian: Anak-anak di TK Bhakti Asuhan dan TKIT Izzuddin telah memiliki kebiasaan makan yang baik yaitu keanekaragaman makanannya ≥ 3 jenis bahan makanan dalam seminggu dan frekuensi makannya ≥ 3 kali sehari (masing-masing sebesar 76,5% dan 54,8%). Anak-anak di TKIT Izzuddin lebih sering mengkonsumsi makanan fast food dan makanan kemasan buatan pabrik dibandingkan anak-anak di TK Bhakti Asuhan.Kesimpulan: Perlunya peningkatan pengetahuan guru-guru TK dan orang tua murid tentang makanan yang bergizi seimbang dan sejak dini anak mulai dikenalkan berbagai macam makanan yang bergizi dan dibekali pengetahuan untuk memilih makanan dan jajanan yang sehat. Selain itu, perlunya penelitian lanjutan mengenai kebiasaan makan pada anak prasekolah dengan ruang lingkup yang lebih luas, misalnya menghubungkan antara kebiasaan makan dengan status gizi anak prasekolah.Kata Kunci: Kebiasaan Makan, Anak Prasekolah
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Pelayanan Antenatal dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Masa Nifas di Puskesmas Simpang Timbangan Nurleka Yulastri; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu masih cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan banyaknya ibu yang meninggal karena komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Komplikasi pada masa nifas diharapkan dapat dicegah dan dideteksi melalui kunjungan masa nifas oleh tim medis. Namun berdasarkan pendataan RISKESDAS kunjungan masa nifas belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu ibu hamil perlu disiapkan pengetahuanya tentang masa nifas agar dapat melaluinya secara normal.Metode: Menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat baik di bidan desa, di bidan praktik swasta di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan sebanyak 61 orang. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling.Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu hamil tentang masa nifas berhubungan dengan pendidikan (RP= 37,5; CI 95% = 4,549- 309,334), pemenuhan standar 7T (poin temu wicara) (RP= 3,491; CI 95%= 1,204-10,123) dan pemenuhan 7 hak ibu hamil (RP= 3,197; CI 95%= 1,108- 9,223).Kesimpulan: Diketahui bahwa ada 3 variabel yang mempunyai hubungan bermakna secara statistik dengan pengetahuan yaitu pendidikan, pemenuhan standar 7T (poin temu wicara), pemenuhan hak ibu hamil. Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu umur, pekerjaan, dan jumlah anak.Kata Kunci: Sosiodemografi, pelayanan antenatal, ibu hamil, masa nifas
Gambaran Asupan Energi dan Zat Gizi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya Tahun 2009 Arisanti; Syarif Husin; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Lanjut usia adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas. Pada masa ini terdapat perubahan-perubahan pada tubuh mereka akibat proses penuaan. Perubahan-perubahan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan lansia akan energi dan zat gizi seperti protein, kalsium dan zat besi yang berbeda dengan kebutuhan zat gizi kelompok umur yang lebih muda. Konsumsi energi dan zat gizi yang tidak sesuai dengan anjuran akan menimbulkan masalah gizi ganda pada lansia yang berdampak pada status kesehatan lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara berdasarkan kuesioner dan form recall 24 jam, sedangkan data sekunder diambil dengan cara pencatatan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang tercatat sebagai anggota penghuni panti pada saat penelitian. Sampel penelitian berjumlah 45 orang lansia yang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dari semua lansia yang mengacu pada kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil penelitian : Masih ditemukannya lansia yang asupan energi dan zat gizinya di bawah AKG yang dianjurkan. Didapatkan bahwa 48,9% lansia mempunyai asupan energi sedang, 40% lansia mempunyai asupan protein baik, 35,6% lansia mempunyai asupan zat besi dalam kategori defisit dan 100% lansia mempunyai asupan kalsium defisit. Sebagian besar lansia dari kelompok umur yang berbeda mempunyai asupan energi yang sedang. Dilihat dari kelompok umur, baik kelompok lanjut usia(60-74 tahun) maupun lanjut usia tua (75-90 tahun) asupan proteinnya berada dalam kategori baik. Untuk asupan kalsiumnya semua lansia baik kelompok lanjut usia maupun lanjut usia tua memiliki asupan kalsium defisit. Sedangkan ada perbedaan antara kelompok lanjut usia dan lanjut usia tua dimana asupan zat besi lanjut usia dalam kategori kurang, sedangkan lanjut usia tua asupan zat besinya defisit.Kesimpulan : Masih ada lansia yang asupan energi dan zat gizi lain yang kurang dari anjuran AKG sehingga diperlukan penyuluhan dan pemberian informasi oleh petugas kesehatan baik kepada lansia maupun kepada petugas masak akan pentingnya zat gizi bagi tubuh terutama energi, protein, kalsium dan zat besi.Kata kunci : Asupan Energi, Asupan Protein, Asupan Kalsium, Asupan Zat Besi, Lansia.
Co-Authors Ahjah, Nur Fadhilah Ahmad Adi Suhendra Ahmad Sadiq Anita Camelia Anita Rahmiwati Appulembang, Yeni Anna Aprilia Arieska Fajri K Arisanti arisanti, maya Asmaripa Ainy Ayun, Ayatussholikhah Qurrota Bingsih, Windi Indah Fajar Cristi Andika Cristi Andika, Cristi Cucu Suherna Cucu Suherna Delia Yusfarani Des Mery Des Mery, Des Desi Winda Wati Desi Winda Wati, Desi Winda Desri Maulina Sari Dewi Handayani Dewi Sartika DEWI SARTIKA Diah Ayu Cahyaningtyas Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Inda Sari, Dwi Inda Ellis Sepianessi Elvi Sunarsih Emalia Emalia Emalia Fajar Ningsih, Windi Indah Fajri, Aprilia Arieska Fatria Harwanto Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febria Agustina Felly Happy Hardini Felly Happy Hardini, Felly Happy Fenny Etrawati Fitri Agustriani Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitriani Fontani, Bernardin Dwi Hanim, Nazly Hapzi Ali Hardianti Herpandi . Icha Damayanti Iis Susanti Iis Susanti, Iis Inda Karyani Inda Karyani, Inda Indah Margarethy Indah Purnama Sari Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Iwan Setia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Laili Yosi AS Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Laura Dwi Pratiwi Lionita, Widya M Misnaniarti Maretalinia, Maretalinia Maria Fatrin Maria Fatrin, Maria Maulina Sari, Desri Medias Imroni Medias Imroni Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Nizar Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Nadia Purnama Sari Nazly Hanim Nazly Hanim Nazly Hanim, Nazly Ningsih, Ellis Nurjuliasti Ningsih, Windi Indah Fajar Novitasari Novitasari Novitasari Novitasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurleka Yulastri Nurleka Yulastri, Nurleka Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Putri Sabila, Virgina Rafiqy, Muhammad Ramdika, Sari Bema Rindit Pambayun Rindit Pambayun Rini Anggraini, Rini Rini Angraini Rini Mutahar Rismawati Rismawati Rismawati Rizki Nurmaliani Rizki Nurmaliani, Rizki Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozirwan . Rully Mufarika S Sa’udah Salsabila, Indah Listari Salsabila, Salsabila Sari Bema Ramdika Sariana Sariana Sariana, Sariana Sartono Sartono Sepianessi, Ellis Siti Rachmi Indahsari Suci Destriatania Suci Destriatania Susyani Susyani Sutrisni Sutrisni Sutrisni Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Tanwirotun Ni’mah Usi Lanita Virlita Virlita Virlita, Virlita Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Y Yeni Yeni Yeni Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Zulkarnain, Mohammad