Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari Terhadap Penurunan Kesepian Pada Lansia Di Desa Alastengah Besuk Ahmad Fauzan; Rizka Yunita; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia sering mengalami perasaan kesepian akibat perubahan sosial dan psikologis, seperti kehilangan pasangan, berkurangnya interaksi sosial, serta keterbatasan fisik. Kesepian yang berkepanjangan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi kesepian adalah terapi hipnotis lima jari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap penurunan tingkat kesepian pada lansia di Desa Alastengah, Kecamatan Besuk.Penelitian ini menggunakan desain Pre experiment dengan pendekatan pretest-postest desaign. Sampel penelitian terdiri dari 40 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi hipnotis lima jari diberikan sebanyak 1 sesi selama 3 hari. Pengukuran tingkat kesepian dilakukan menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian sebelum diberikan terapi hipnotis 5 jari kesepian pada lansia dengan kategori sedang 27 responden (67,5) dan sesudah diberikan terapi hipnotis dengan kategori rendah 29 responden (72,5). Hasil uji analisa menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kesepian setelah diberikan terapi hipnotis lima jari, dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Terapi hipnotis lima jari efektif dalam menurunkan tingkat kesepian pada lansia. Intervensi ini dapat menjadi salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang sederhana dan aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan emosional lansia di komunitas.
Pengaruh Model Role Playing Dengan Video Terhadap Kesadaran Diri Pelaku Bullying Pada Remaja Di Pondok Putri Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Rini Ayu Setia Ningrum; Rizka Yunita; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1996

Abstract

Bullying merupakan perilaku menyimpang yang umum terjadi di kalangan remaja dan berdampak negatif terhadap pelaku maupun korban. Salah satu penyebab utama perilaku ini adalah rendahnya kesadaran diri pelaku. Kesadaran diri yang rendah dapat menghambat kemampuan individu untuk merefleksikan perilaku serta memahami konsekuensi sosial dan emosionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Role Playing dengan video terhadap peningkatan kesadaran diri pelaku bullying.Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi berjumlah 56 pelaku bullying di Pondok Putri Hafshawaty, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kesadaran diri sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan sebanyak empat kali dalam dua minggu dalam bentuk Role Playing dengan video, di mana responde memainkan peran sebagai pelaku, korban, dan pengamat bullying berdasarkan skenario nyata yang divisualisasikan dalam video. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun empati, pemahaman, serta refleksi terhadap perilaku yang dilakukan.Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran diri, dengan nilai pre-test rata-rata 94,21 dan post-test rata-rata 123,29 serta nilai signifikansi p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa model Role Playing dengan video efektif dalam meningkatkan kesadaran diri pelaku bullying.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Stigma Penderita Diabetes Melitus Di Kelurahan Sumber Wetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo Jimmy Lausia; Rizka Yunita; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.2009

Abstract

Dukungan keluarga adalah sikap dan tindakan penerimaan dari anggota keluarga terhadap satu sama lain, yang meliputi dukungan emosional, penghargaan, bantuan praktis dan informasi. Stigma didefinisikan sebagai suatu proses sosial yang diamati saat ada unsur pelebelan, stereotip dan diskriminasi karena ada karakteristik spesifik sebelumnya yang berbeda dan tidak dapat diterima. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan self stigma penderita diabetes mellitus di Kelurahan Sumber Wetan Kecamatan Kedopok Kota Probolingggo. Jumlah populasi dan sampel berjumlah 38 responden dan Penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan metode cross sectional. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling pada penderita diabetes mellitus inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian ini bahwa Dukungan keluarga adalah terbanyak Positif sebanyak 30 responden (78.9%). Sedangkan Self Stigma terbanyak adalah Sedang sebanyak 24 responden (63.2%). Hasil uji Analisis Statistik menggunakan Spearmank Rank didapatkan nilai p Value = 0,004 dengan tingkat nilai p <0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima yang artinya ada Hubungan Keluarga Dengan Self-Stigma Penderita Diabetes Melitus Di Kelurahan Sumber Wetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo. Dari hasil Penelitian ini diharapkan Adanya dukungan keluarga dengan self stigma dapat memberikan rasa cinta, kenyamanan, dan dukungan emosional yang diperlukan penderita diabetes untuk menghadapi stigma sosial pada penderita diabetes untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes
Hubungan Peran Perawat Dan Dukungan Keluarga Dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertensi Diruang Rawat Jalan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso Mega Dwi Nuriya; Rizka Yunita; Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2048

Abstract

Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p > 0,05.
Hubungan Self Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Mochammad Imaduddin; Rizka Yunita; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2049

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di benua Asia dan penyebab perubahan gaya hidup yang signifikan pada pasiennya terkait dengan mobilitas pasien, pola emosi, tingkah laku serta kemampuan komunikasi. Dukungan keluarga juga merupakan salah satu faktor penting dalam kepatuhan pengobatan, dimana anggota keluarganya saling ketergantungan dan saling berhubungan dengan baik untuk mememberikan perhatian dan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang berjenis penelitian korelational dengan pendekatan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Kemudian data dianalisis secara komputer dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil Self efficacy berkategori sedang, sebagian besar dukungan keluarga tidak baik serta sebagian besar kepatuhan minum obat berkategori sedang pada pasien stroke. Kesimpulan penelitian ada hubungan yang kuat antara Self Eficacy dan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Saran yang diajukan yaitu agar perawatan untuk pasien stroke sebaiknya melibatkan peran serta keluarga, hal ini dikarenakan fungsi keluarga adalah untuk memberikan perawatan kesehatan untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga yang sakit
Pengaruh Pola Konsumsi Pangan Dan Asupan Gizi Terhadap Indeks Masa Tubuh Pada Anak Balita Di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Ahmad Zamroni; Nur Hamim; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2056

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk menilai status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh anak. Permasalahan gizi pada balita, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih (obesitas), masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Ketertarikan penulis dalam mengangkat masalah konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita. Menurut UNICEF, stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Oleh karena itu, peneliti tertarik menganalisis mengenai pengaruh konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Metode analisis data univariat menggunakan uji distribusi Frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumsi pangan pada anak stunting tidak tepat sebesar 71,05 %, sebagian besar asupan gizi pada anak balita berkategori menengah sebesar 52,63 %, hampir setengahnya indeks masa tubuh pada anak stunting adalah kurus sebesar 44,74 %. Berdasarkan hasil uji uji Spearman Rho didapatkan ρ = 0,000, dengan tingkat kepercayaan 5%, Sehingga ρ < 0,05, dan nilai rho terletak antara 0,60 – 0,799 artinya ada pengaruh yang kuat konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.
Pengaruh Edukasi Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Dan Kecemasan Orang Tua Tentang Penatalaksanaan Diare Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Helmi Mubarok; Haswita; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2064

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. Pengetahuan orang tua yang kurang dan kecemasan tinggi dapat menghambat tindakan perawatan yang efektif. Edukasi dengan media flipchart diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan orang tua dalam menangani diare anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 22 orang tua anak yang mengalami diare di RS Mitra Medika Bondowoso. Data pengetahuan dan kecemasan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media flipchart. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan kecemasan. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (77,3%) dan kecemasan berat (77,3%). Setelah edukasi media flipchart, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 77,3% responden mencapai kategori cukup dan baik, serta penurunan kecemasan dengan 50% responden mengalami kecemasan ringan dan 9,1% tidak cemas. Nilai signifikansi uji statistik menunjukkan p=0,000 pada kedua variabel, menandakan pengaruh edukasi yang signifikan. Edukasi menggunakan media flipchart efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan orang tua dalam penatalaksanaan diare anak. Media flipchart direkomendasikan sebagai alat edukasi yang tepat dalam praktik keperawatan dan promosi kesehatan anak.
The Influence Of Positive Emotions On Hypertension Relapse: A Cross-Sectional Study Yunita, Rizka; Hartono, Dodik
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2025): EDITION NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i3.7575

Abstract

Hypertension has become one of the leading causes of death due to its potential to cause systemic complications. Individuals diagnosed with hypertension must undergo regular treatment and medication because they have a high risk of recurrence. One of the factors influencing this is intrinsic factors such as positive emotions. The purpose of this study is to analyze positive emotions in recurrence symptoms in hypertensive. The study design employed a correlational analysis with a cross-sectional approach. The study population consisted of 98 hypertensive in Karangbong Village, Pajarakan, Probolinggo. The sample size was 79 individuals who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling. Inclusion criteria included patients with hypertension for more than 3 years, with a history of hypertension with systolic blood pressure ? 120 mmHg and diastolic blood pressure ? 80 mmHg. Exclusion criteria included patients with hypertension who had visual and hearing impairments, and complications such as diabetes mellitus, heart disease, and stroke. The positive emotion instrument used the Dispositional Positive Emotions Scale (DPES) questionnaire and the hypertension recurrence symptom questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The findings of the study indicated that most respondents had positive emotions (68%) and hypertension recurrence symptoms (66%). There was a significant correlation between positive emotions and recurrence symptoms in hypertensive patients with a p value of 0.001. Hypertensive patients are prone to recurrence symptoms due to low positive emotions. Respondents are encouraged to manage their emotions to prevent the onset of hypertension recurrence symptoms. Future research is recommended to incorporate psychotherapeutic interventions, such as peer support groups, to further explore their potential impact on the outcomes. 
The Impact of Peer Verbal Aggression on Automatic Negative Thoughts in Adolescent Bullying Victims Yunita, Rizka; Widya Addiarto
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1020

Abstract

Background: Adolescence is a crucial period for psychosocial development, with peer acceptance playing a central role. Peer verbal aggression, manifested through threats, offensive language, and insults, can act as a stressor for adolescents. These experiences may shape dysfunctional cognitive schemas. Recurrent and persistent negative thoughts can impact long term psychological development. Purpose: This study aims to analyze the relationship between peer verbal aggression and automatic negative thoughts in adolescent victims of bullying. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 92 adolescents who were victims of bullying, selected through purposive sampling. Data were collected using a verbal victimization questionnaire adapted from an indicator of the Multidimensional Peer Victimization Scale (MPVS) and the Children’s Automatic Thoughts Scale (CATS). Data analysis was performed using the Spearman rank correlation test. Results: Most respondents were adolescents aged 15-17 years (91.3%), with 42.4% experiencing bullying for more than six months. Bivariate analysis revealed a significant correlation between peer verbal violence and automatic negative thoughts (p=0.001), encompassing physical threat (r=0.524), social threat (r=0.788), personal failure (r=0.703), and hostility (r=0.500). This suggests that higher exposure to peer verbal aggression is associated with a higher prevalence of automatic negative thoughts in bullying victims, which can disrupt their cognitive processes. Conclusion: Peer verbal aggression is a strong predictor of automatic negative thoughts in adolescent victims of bullying. The implications of this study underscore the need for psychological interventions, such as cognitive restructuring therapies, to reduce automatic negative thoughts.
EDUKASI PENINGKATAN “ACTIVITIES OF DAILY LIVING” PASIEN STROKE MELALUI PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER : Strategi Holistik untuk Meningkatkan Kemandirian Pasien Stroke Hartono, Dodik; Yunita, Rizka; Handayani, Ema
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v5i1.751

Abstract

Stroke is one of the main causes of disability that has a significant impact on the decline in patients' Activities of Daily Living (ADL). The limitations of physical and functional abilities after a stroke require comprehensive and sustainable nursing interventions. One approach that can be used is health education combined with complementary therapy as an effort to increase patient independence in carrying out daily activities. The purpose of this community service is to increase knowledge, understanding of patients and families about stroke, improving daily living activities of stroke patients through a complementary therapy approach. This community service is implemented in the form of providing education through a Health education program. This activity was carried out for 2 days at the Holistic Nursing Therapy Probolinggo clinic with a total of 54 participants. The results of the Community Service Program showed an increase in stroke knowledge before being given counseling as many as 65% of participants had poor knowledge and after being given counseling there was an increase in knowledge to 83% of good knowledge. Regarding ADL improvement, 54% of stroke patients had poor knowledge before education, while 87% had improved after education. This community partnership program has had a significant positive impact, as participants have been able to understand and improve their knowledge about stroke, as well as improving Activities of Daily Living (ADL) for stroke patients and their families. This increased level of understanding and knowledge will prevent complications and improve the quality of life for stroke patients.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ade Erma Surya Ahmad Dhofirul Huda Ahmad Fauzan Ahmad Wildan Fahrizi Ahmad Zamroni Ainul Yaqin Ainul Yaqin Salam Alfarizi, Muhammad Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Ana Fitria Nusantara Ana Fitria Nusantara Anita Sulistyowati Budi Satrio Brata Deli Indah Lestari Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Sari Indah Dian Indriana Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. H Nur Hamim Eko Andrian Purwana Elly Mega Wulandari Elok Purnamawati Erna Handayani Fadil Hasan Fajri Hidayatullah Fajriatul Maulidah Febrianti, Ainin Nurohmah Fery Hendy Hermawan Fitria Mulyani Fransiska Imavike Grido Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Handayani, Ema Handoko, Grido Haswita, Haswita Hasyim Asy’ari Ida Ayu Putu Sri Widnyani Isnawati, Iin Aini Isye Eka Purwanti Jamila Jimmy Lausia Karomia Audina Khoiroh, Iswatin KHOIRUN NISAK Laeilatul Mukarromah Leli Febrianti Luluk Munawaroh M Zainul Arifin Marfuah Marfuah Marfuah Marfuah Mariani Mariani Mariani Mega Dwi Nuriya Meigy Dwi Rizka Mimik Aminatur Rohmah Mochammad Imaduddin Muh Dani Sholehuddin Wahid Muhammad Alfarizi Muhammad Dio Alfandi Wahid Muhammad Helmi Mubarok Muhammad Sufyan Hadi Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Nisaul Karimah Nur Hamim Nur Hamim Nurul Afni Oktavilani Permatasari, Devita Prasetyanto, Deni Purwito, Heri Qudsiyatul Umniyah R Endro Sulistyono Rahmatullah, Ryan Nur Rifka Yunita Ardiana Rini Ayu Setia Ningrum Rinik Eko Kapti Rinik Eko Kapti, Rinik Eko Risky Kusumawardhani Riswan Ardy Isnanta Roshinta Sony Anggari Ro’isah Salimatul Amalia Sasongko, Hendrik Probo Setyowati Shafia Annisa Sharifah Aini Tika Rachmad Siti Rochma Siti Walidah Dewi Murni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhari Suhari Suhartini, Titik Sunanto Usnia, Rovi W.Q, Al Firdaus Wahyusari, Shinta Widya Addiarto Wisnu Barlianto Wisnu Barlianto Yaqin, Moh. Husyn Ainul Yulia Rahmawati Hasanah Zainal Abidin Zainal Abidin Zakiyah Muslimah