Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUNJUNGAN PASIEN DM TIPE 2 DI POSBINDU PTM WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABRUK KIDUL KABUPATEN LUMAJANG Usnia, Rovi; Yunita, Rizka; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.381

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Self Efficacy pada pasien diabetes melitus akan mempengaruhi pasien dalam berperilaku dan berkomitmen, sehingga dengan Self Efficacy yang kuat memiliki harapan yang besar terhadap suksesnya pencapaian tujuan, sedangkan individu dengan Self efficacy yang rendah memiliki keraguan dalam mencapai tujuannya. Efikasi diri dapat mendorong keyakinan penderita diabetes mellitus untuk berperilaku positif melakukan penyesuaian gaya hidup untuk mencapai tujuan pengobatannya salah satunya melakukan kunjungan ke Posbindu PTM untuk melakukan pemantauan kondisi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain metode Korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh Pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Labruk Kidul sebesar 395 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan tehnik stratified simple random sampling didapatkan sampel sejumlah 199 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup dan pengumpulan data secara retrospektif yaitu diambil dari data buku register Posbindu PTM mulai bulan Januari sampai Desember 2023. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mempunyai nilai Self Efficacy kurang sebanyak 82 responden (41,2%) dan sebagian besar responden tidak aktiv berkunjung ke Posbindu PTM sebanyak 133 responden (66,8%). Setelah dilakukan uji statistik Spearman rank mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,005 dan r correlation coefficient 0,720, maka artinya ada hubungan antara self efficacy dengan kunjungan pasien DM tipe 2 di Posbindu PTM Wilayah Kerja Puskesmas Labruk Kidul. Meningkatkan self efficacy sangat penting untuk penderita DM tipe 2 karena dengan self efficacy yang baik akan memiliki keyakinan maupun kesadaran diri akan sembuh dari penyakitnya sehingga aktiv berkunjung ke Posbindu PTM
HUBUNGAN PERILAKU CARING TENAGA KESEHATAN DENGAN KEDISIPLINAN MELAKUKAN CUCI TANGAN DI RUANG RAWAT INAP DAN NIFAS PUSKESMAS GESANG LUMAJANG Rahmatullah, Ryan Nur; Yunita, Rizka; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.386

Abstract

Perilaku Caring tenaga kesehatan dan kedisiplinan cuci tangan merupakan dua aspek penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan mencegah infeksi silang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku Caring tenaga kesehatan dan kedisiplinan cuci tangan di Ruang Rawat Inap dan Nifas Puskesmas Gesang. Mengetahui hubungan antara perilaku Caring tenaga kesehatan dan kedisiplinan cuci tangan di Ruang Rawat Inap dan Nifas Puskesmas Gesang. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik yang digunakan untuk menentukan sample adalah proportionated random sampling, jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 31 tenaga kesehatan yang bekerja di Ruang Rawat Inap dan Nifas Puskesmas Gesang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur perilaku Caring dan kedisiplinan cuci tangan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa 25 dari 31 responden (80,6%) memiliki perilaku Caring dalam kategori baik, sedangkan 23 dari 31 responden (74,2%) menunjukkan kedisiplinan cuci tangan dalam kategori baik. Uji analisis Spearman's rho menghasilkan nilai α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku Caring dan kedisiplinan cuci tangan. Nilai Correlation Coefficient sebesar +0,831 menunjukkan hubungan positif yang kuat, berarti semakin baik perilaku Caring, semakin tinggi kedisiplinan cuci tangan. temuan ini menggarisbawahi pentingnya perilaku Caring sebagai faktor yang mempengaruhi kedisiplinan cuci tangan. Peningkatan perilaku Caring berpotensi memperbaiki kedisiplinan dalam praktik cuci tangan, yang pada gilirannya meningkatkan keselamatan pasien. Program pelatihan yang menekankan kedua aspek ini dapat memperbaiki kualitas asuhan keperawatan.
Relationship Between Early Detection Of Signs And Symptoms Of Hypoglycemia With Hypoglycemia Prevention Behavior In Patients With Diabetes Mellitus Type II At Yosowilangun Community Health Center Febrianti, Ainin Nurohmah; Abidin, Zainal; Yunita, Rizka
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2406

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels associated with abnormal carbohydrate, fat, and protein metabolism caused by decreased insulin secretion or decreased insulin sensitivity effectively. One of the acute complications in patients with Diabetes Mellitus (DM) 2 is hypoglycemia. Hypoglycemia is a blood glucose level ≤ 70 mg / dl (3.9 mmol / L). The purpose of this study was to determine the correlation between early detection of signs and symptoms of hypoglycemia and hypoglycemia prevention behavior in patients with type II diabetes mellitus at the Yosowilangun Health Center.This study design was descriptive analytical using a cross-sectional method. All patients with type II diabetes mellitus at the Yosowilangun Health Center. This study used a purposive sampling technique. The Amount population is 50 patient. The research sample was 48 respondents. The instrument used for data collection using a questionnaire for early detection of signs and symptoms and prevention of hypoglycemia. Both instruments were categorized as good, sufficient, and lacking. The statistical test used Spearmen-rank with a significance level of 0.05.The results of the study showed that early detection of signs and symptoms of hypoglycemia was sufficient (66.7%) and prevention of hypoglycemia was sufficient (44.8%). The results of data analysis using the Spearmen-rank test showed that the p value was smaller than significant (0.001 <0.05), so there was a correlation between early detection of signs and symptoms of hypoglycemia and prevention of hypoglycemia in Type 2 DM patients at the Yosowilangun Health Center. The results of this study can be concluded that Type 2 DM respondents with a history of hypoglycemia can prevent hypoglycemia through knowledge of the signs and symptoms of hypoglycemia, so that they can minimize recurrent hypoglycemia. This can be recommended for health services that early detection of the disease as a guideline in treating Type 2 DM patients with hypoglycemia
Pengaruh Mentoring Peer Group terhadap Perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1109

Abstract

Perilaku bullying merupakan tindakan agresif yang sering di lakukan oleh remaja. Sebagian besar jenis perilaku bullying yang terjadi adalah verval bullying. Dampak perilaku Verbal Bullying bagi korban dapat terjadi gangguan fisik sampai mental. Perilaku ini tidak hanya terjadi di sekolah formal juga terjadi di sekolah non formal seperti pondok pesantren. Sehingga kasus bullying perlu mendapatkan solusi pendekatan yang mampu merangkul remaja untuk dapat menghentikan aksi bullying nya. Salah satunya dengan memberdayakan teman sebaya (Peer group). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Mentoring Peer Group terhadap perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren. Metode penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan pendekatan pre post test design. Populasi penelitian ini adalah remaja pondok putri hafshawaty sebanyak 135 orang dengan tehnik sampling simple random sampling dengan 101 sampel. Alat ukur yang di pakai menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analitik korelasi wilcoxon dengan SPSS 21. Berdasarkan hasil di dapatkan sebelum intervensi kategori terbanyak adalah cukup tinggi sebanyak 54 responden (53,5%) dan setelah intervensi kategori terbanyak adalah rendah sebanyak 43 responden (42,6%). Setelah dianalsis di dapatkan ṕ value 0.001 < α 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima yang artinya ada pengaruh Mentoring Peer Group terhadap perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren. Pengembangan metode pendekatan pada remaja dipondok pesantren dengan Mentoring efektif dalam menurunkan angka Verbal Bullying dengan pelatihan yang lebih terstruktur dan dilakukan secara kontinu. Peran pengurus pondok sebagai kontrol dalam memberdayakan teman sebaya efektif untuk mengurangi dan kebiasaan Verbal Bullying di Pondok Pesantren.
Pengaruh Health Education Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Menggunakan Metode Audio Visual dan Demonstrasi Terhadap Keterampilan Melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 5 Besuki Salimatul Amalia; Nur Hamim; Rizka Yunita
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1293

Abstract

Clean and Healthy Living behavior in schools is a set of behaviors that are practiced in the school environment, so that it is independently able to prevent disease, improve health, and play an active role in creating a healthy environment . Health education is clean and healthy living behavior using audio-visual and demonstration methods. This study aims to determine the effect of health education using audio visual and demonstration methods on the skills of clean and healthy behavior in elementary school students 5 besuki. This research method uses quasi experimental approach with two-group pre test and post test design. The population of all students aged 6-12 SDN 5 besuki as many as 95 students SDN 5 besuki, sampling techniques used purposive sampling with a sample of 77 respondents. The instruments used are PHBS, SOP, and module videos. The Data obtained from the study were analyzed using the Wilcoxon Test and mann whitney Test. The results showed that the health education group using audio visual pre-test method amounted to 88.5 post-test 30.8 in the health education group using pre-test demonstration method amounted to 89.6 post-test 31.2. Wilcoxon test results in obtaining a p-value of 0.000 in the audio-visual and demonstration groups. Mann-whitneyy test results in getting the difference score from the difference between the two groups in getting the value of p-value 0.129 with an average value in the Audio-visual group of 35.42 and 42.49 demonstration group. It is expected that respondents who have not behaved in a clean and healthy life can apply health education using effective demonstration methods because the demonstration method is practiced directly by researchers and respondents so that it can be done independently.
Pengaruh Terapi Bermain Squishy Terhadap Penurunan Kecemasan Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Rizani Paiton Probolinggo Mimik Aminatur Rohmah; Rizka Yunita; Nafolion Nur Rahmat
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1298

Abstract

Hospitalization is a disruptive experience for children that can also induce anxiety. Generally, the reactions of children undergoing inpatient care are anxiety, crying, and restlessness. Play therapy can help distract children from pain and provide relaxation. This study aims to determine the effect of squishy toy play therapy on reducing anxiety in preschool-aged children (3-6 years old) undergoing hospitalization. This study employs a Pre-Experimental method with a One Group Pre-Post Test Design. The population for this research is 200 children each month. The sample consists of 80 respondents who are preschool-aged (3-6 years old) and have been admitted to Rizani Paiton Probolinggo Hospital. The sampling technique used is accidental sampling. Data management involves processes such as Editing, Coding, Scoring, and Tabulating, and the data are analyzed using the Wilcoxon test.Top of FormBottom of Form The results of this study show that the average anxiety score before the squishy toy play therapy was 2.54. The average anxiety score after the therapy was 1.56. The analysis using the Wilcoxon test indicates that there is an effect of squishy toy play therapy on reducing anxiety in preschool-aged children (3-6 years old) undergoing hospitalization, with a p-value of 0.000. Squishy play therapy is carried out twice a day for three consecutive days, squishy play therapy is suitable for preschool children because this therapy is easy to do, does not require a lot of facilities and takes a short time. Suggestions for further researchers observe parents and closest people as one of the factors that influence the effectiveness of squishy play therapy.
Pengaruh Terapi Peer Group terhadap Kepatuhan Diet Penderita Asamurat di Desa Mentor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Muhammad Dio Alfandi Wahid; Rizka Yunita; Nur Hamim
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1304

Abstract

Gout is an inflammatory arthritis caused by the accumulation of uric acid crystals. Dietary adherence is one of the managements of gout. The purpose of this study is to determine the influence of peer group therapy on the dietary adherence of gout sufferers in Mentor Village, Sumberasih District, Probolinggo Regency. This study uses a one-group pre-post test design (pre-experiment) research design. The total population was 36 respondents with gout, the sample studied was 33 respondents with gout using the Purposive Sampling technique, In accordance with the inclusion criteria willing to be a respondent, Permanent Resident of Mentor Village, Patients who have gout, Gout level value above seven point zero for men and Women more than six point zero Exclusion criteria Patients with comorbidities that interfere with the research (kidney, janttung, lung and so on), Patients do not participate in the entire activity or resign.Peer group therapy was carried out four times in 14 days. Statistical Test for dietary adherence using the Wilcoxon Test. The results of the study Before peer group therap was coalited, the Gout Diet Compliance value was moderate, 24 respondents (72.7%),while the after tritmen value of goud diet compliance of 31 respondents (93.9%), The results of the Wilcoxon statistical test,obtained p value = 0.000. This shows that Peer Group therapy affects dietary adherence of gout patients. Peer Group Therapy is a program that can be applied to gout patients who have low dietary adherence. Nurses are expected to be able to use Peer Group Therapy as a health promotion program.
Hubungan Peran Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Penderita Skizofrenia Purwito, Heri; Yunita, Rizka; Hamim, Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.288

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit menyebabkan masalah stigma dalam lingkungan sosial sehingga memperngaruhi terhadap kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keterkaitan antara peran keluarga dengan kualitas hidup penderita skizofrenia. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan tipe riset survei analitik serta menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien skizofrenia, dengan total partisipan sejumlah 93 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tempursari pada bulan Juni- Juli 2024. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuisioner peran keluarga dan WHOQoL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji correlation rank spearman. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Hasil dari studi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk rencana implementasi selanjutnya mengembangkan program pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai perawatan skizofrenia, penyediaan koseling keluarga, kunjungan rumah berkala, serta pendampingan psikososial.
Pengaruh Edukasi Oral Hygiene Menggunakan Media Busy Book Terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Di TK Zainul Hasan Ahmad Wildan Fahrizi; Rizka Yunita; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1926

Abstract

Keterampilan menggosok gigi merupakan keterampilan yang penting untuk diajarkan pada anak usia prasekolah. Salah satu media yang dapat meningkatkan keterampilan menggosok gigi adalah busy book. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi oral hygiene menggunakan media busy book terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah di TK Zainul Hasan. Metode penelitian ini menggunakan desain Pre-experimental dengan pendekatan One group pre-post design dengan menggunakan lembar observasi dan modul keterampilan menggosok gigi dengan 1 kali pertemuan setiap hari selama 3 hari berturut-turut. Populasi penelitian ini sebanyak 70 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, keterampilan menggosok gigi pada anak dengan kategori sangat kurang sebanyak 34 responden (56.7%). Setelah diberikan intervensi keterampilan menggosok gigi pada anak meningkat pada kategori sangat baik sebanyak 27 responden (45.0%). Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan ada pengaruh edukasi oral hygiene menggunakan media busy book terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah dengan nilai p-value = 0.001 < α = 0,05. Edukasi oral hygiene menggunakan media busy book efektif meningkatkan keterampilan menggosok gigi pada anak. Diharapkan dengan diberikan edukasi oral hygiene menggunakan media busy book siswa dapat menambah pengetahuan sehingga dapat mengaplikasikan keterampilan menggosok gigi secara baik dan benar.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensipada Lansia Di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo Jamila; Rizka Yunita; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1949

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg pada dua kali istirahat yang cukup. Hipertensi juga diketahui banyak menimbulkan komplikasi diantaranya adalah stroke, penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf, penyakit ginjal, dan retinopati. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensi Pada Lansia Di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan design analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi semua lansia hipertensi Umur 45-59 tahun Di Desa Maron Kidul yang datang ke Puskesmas Maron Sebanyak 60 orang dan sampel sebagian Lansia penderita Hipertensi Di Desa Maron Kidul Umur 45-59 tahun sebanyak 52 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi diambil dengan cara purposive sampling. Tehnik analisa data menggunakan spearman rank Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner General Self efficacy Scale (GSES), dan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi. Dari hasil penelitian ini didapatkan efikasi diri tinggi sebanyak 28 responden (53.8%), dan perilaku pencegahan komplikasi baik sebanyak 24 responden (46.2%). Hasil analisa dengan spearman rank didapatkan ada hubungan efikasi diri dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia dengan nilai pvalue = 0.000 ≤ α 0.05. Efikasi diri tinggi pada seseorang yang memiliki hipertensi memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik dalam proses perubahan perilaku untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ade Erma Surya Ahmad Dhofirul Huda Ahmad Fauzan Ahmad Wildan Fahrizi Ahmad Zamroni Ainul Yaqin Ainul Yaqin Salam Alfarizi, Muhammad Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Ana Fitria Nusantara Ana Fitria Nusantara Anita Sulistyowati Budi Satrio Brata Deli Indah Lestari Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Sari Indah Dian Indriana Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. H Nur Hamim Eko Andrian Purwana Elly Mega Wulandari Elok Purnamawati Erna Handayani Fadil Hasan Fajri Hidayatullah Fajriatul Maulidah Febrianti, Ainin Nurohmah Fery Hendy Hermawan Fitria Mulyani Fransiska Imavike Grido Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Handayani, Ema Handoko, Grido Haswita, Haswita Hasyim Asy’ari Ida Ayu Putu Sri Widnyani Isnawati, Iin Aini Isye Eka Purwanti Jamila Jimmy Lausia Karomia Audina Khoiroh, Iswatin KHOIRUN NISAK Laeilatul Mukarromah Leli Febrianti Luluk Munawaroh M Zainul Arifin Marfuah Marfuah Marfuah Marfuah Mariani Mariani Mariani Mega Dwi Nuriya Meigy Dwi Rizka Mimik Aminatur Rohmah Mochammad Imaduddin Muh Dani Sholehuddin Wahid Muhammad Alfarizi Muhammad Dio Alfandi Wahid Muhammad Helmi Mubarok Muhammad Sufyan Hadi Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Nisaul Karimah Nur Hamim Nur Hamim Nurul Afni Oktavilani Permatasari, Devita Prasetyanto, Deni Purwito, Heri Qudsiyatul Umniyah R Endro Sulistyono Rahmatullah, Ryan Nur Rifka Yunita Ardiana Rini Ayu Setia Ningrum Rinik Eko Kapti Rinik Eko Kapti, Rinik Eko Risky Kusumawardhani Riswan Ardy Isnanta Roshinta Sony Anggari Ro’isah Salimatul Amalia Sasongko, Hendrik Probo Setyowati Shafia Annisa Sharifah Aini Tika Rachmad Siti Rochma Siti Walidah Dewi Murni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhari Suhari Sunanto Titik Suhartini Titik Suhartini Usnia, Rovi W.Q, Al Firdaus Wahyusari, Shinta Widya Addiarto Wisnu Barlianto Wisnu Barlianto Yaqin, Moh. Husyn Ainul Yulia Rahmawati Hasanah Zainal Abidin Zainal Abidin Zakiyah Muslimah