Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA PENGOLAHAN SINGKONG DI DESA MAULAFA, KECAMATAN KOTA BARU KOTA KUPANG Kudji Herewila; Marthen Robinson Pellokila
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Camilan keripik singkong sudah ada sejak dahulu dan hingga saat ini camilan ini masih sangat populer dan selalu menjadi camilan faforit masyarakat. Untuk membuat camilan keripik singkong ini sangat mudah. Singkong yang digunakan adalah singkong yang memiliki kualitas baik kemudian diiris tipis dan digoreng. Pada umumnya keripik singkong ini rasanya bermacam-macam ada rasa bawang, balodo, dan masih banyak rasa lainnya. Karena tingginya peminatan akan camilan kripik singkong, maka timbul kesadaran baru baik itu dikalangan petani sendiri maupun para akademisi serta pengambil keputusan (pemerintah) untuk melihat lebih jauh nilai tambah dan pendapatan dari usaha pengolahan singkong. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan tambahan infomasi kepada pihak kelompok ibu TP PKK Di Desa Maulafa, Kecamatan Kota Baru, Kota Kupang tentang strategi Upaya Peningkatan Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha Pengolahan Singkong. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode Pendidikan Masyarakat dan simulasi pengolahan singkong yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam bidang pemasaran hasil dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya upaya pemasaran yang baik demi meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini berlokasi di Desa Maulafa Kecamatan Kota Baru, Kota Kupang pada bulan Nopember 2019 bersama 20 orang ibu-ibu TP PKK Kelurahan/Desa Maulafa. Adapun hasil kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan proses transformasi informasi tim penyuluh kepada peserta kegiatan. Hal ini tergambar dari komentar dan komitmen para petani untuk merubah strategi pengolahan pemasaran hasil pertanian (singkong) mereka dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga
PERANAN PANGAN LOKAL DALAM PENCAPAIAN PIRAMIDA GIZI SEIMBANG DI DESA BAUMATA UTARA, KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Marthen R. Pellokila
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Edisi April 2021
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Pangan Lokal adalah pangan yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi dan sumberdaya wilayah dan budaya setempat dan dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Produk tersebut biasanya memiliki citarasa spesifik yang disukai oleh masyarakat setempat, dan dibuat dengan menggunakan resep warisan dari generasi ke generasi, dengan menggunakan bahan-bahan dari sumber lokal (Elvira Syamsir, 2012). Penentu gizi yang baik terdapat pada jenis pangan yang baik pula yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Hal ini berarti bahwa kosumsi pangan sangat menentukan kecukupan gizi seseorang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Agustus 2020 dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada ibu keluarga (20 orang ibu rumah tangga) tentang pentingnya menyiapkan makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman dari cemaran mikroba untuk anggota keluarga. Diharapkan agar dari kegiatan ini, orang tua mengetahui bagaimana menyiapkan makanan bagi keluarga dengan mempertimbangkan aspek jenis (jenis pangan lokal), frekuensi makan dan jumlah yang harus dimakan dan dapat menyiapkan makanan yang sehat dan bergizi. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah ―Penyuluhan Masyarakat berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan dan hidup sehat. penyuluhan yang dilakukan dengan pendekatan kelompok seperti: Tempat pelaksanaannya adalah Kelurahan Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh adalah perubahan pengetahuan, presepsi dan tindakan dari ibu rumah tangga tentang pentingnya pemberian makanan beragam, bergizi, sehat, dan aman.
PENERAPAN POLA KONSUMSI PANGAN BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN (B2SA) DALAM RANGKA MENGANTISIPASI DAMPAK COVID- 19 LINGKUP ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU JEMAAT MARTURIA OESAPA SELATAN, KOTA KUPANG Marthen R. Pellokila; Intje Picauly
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2021
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal. Perpres ini mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan penganekaragaman pangan diperlukan berbagai upaya secara sistematis dan terintegrasi. Perpres ini sudah ditindaklanjuti, dengan Peraturan Menteri Pertanian No.43 Tahun 2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumberdaya Lokal sebagai acuan yang lebih operasional dalam implementasinya. Pola makan B2SA merupakan pola makan yang menggunakan susunan makanan untuk sekali makan atau untuk sehari menurut waktu makan (pagi, siang dan sore/malam), yang mengandung zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan jumlah yang memenuhi kaidah gizi seimbang yang sesuai dengan daya terima (selera, budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman untuk di konsumsi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berthemakan : penerapan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dalam rangka mengantisipasi dampak covid-19. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman sedini mungkin kepada anak-anak sekolah minggu Jemaat Marturia Oesapa Selatan, Kota Kupang dalam pencegahan dampak covid-19 melalui langkah meningkatkan imun tubuh dengan penerapan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Adapun jumlah anak-anak dalam kegiatan dimaksud adalah sebanyak 87 orang anak mulai dari jenjang indria sampai remaja. Adapun informasi yang diberikan adalah informasi tentang pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman; dampak kekurangan gizi; dan pengaruh pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi dalam memperkuat imunitas tubuh. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Penyuluhan Masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan anak-anak sekolah minggu akan pentingnya mengkonsumsi pangan yang bergama dan bergizi demi memelihara kesehatan dan hidup sehat. penyuluhan yang dilakukan dengan pendekatan kelompok seperti : Tempat pelaksanaannya adalah Jemaat Marturia Oesapa Selatan, Kota Kupang. Hasil yang diperoleh adalah perubahan pengetahuan, preferensi dan tindakan dari anak-anak sekolah minggu tentang pentingnya mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, sehat, dan aman.
ANALISIS USAHATANI SAWI CAISIM DI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Asty Y. Manu Ndun; Made Tusan Surayasa; Marthen R. Pellokila
Buletin Ilmiah Impas Vol 23 No 2 (2022): Buletin Ilmiah IMPAS Volume: 23 No.: 2 Edisi Juni 2022
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v23i2.8668

Abstract

Research on Analysisof Caisim Mustard Farming in Kupang Tengah District, Kupang Regency has been carried out with the aim of: 1) Analyzing the revenue and income costs of caisim mustard farming in Central Kupang District, Kupang Regency, 2) analyzing the feasibility of caisim mustard farming cultivated by farmers in Central Kupang District. Kupang Regency The research location was chosen intentionally, namely in Noelbaki Village and Oelpuah Village, Central Kupang District, Kupang Regency. Research respondents were caisim mustard farmers who were randomly assigned as many as 40 people. The data collected were analyzed using Cost and Revenue Analysis, as well as Business Feasibility Analysis (R/C Ratioand BEP) The results showed that: 1) the average cost, revenue, and income of caisim mustard farming in Central Kupang District, Kupang Regency were: Rp. 1,054,077,-/are/planting, Rp 1.182.330,-/are/planting, and Rp 128,253/are/planting and 2) Caisim mustard farming cultivated by responden tfarmers in Central Kupang District, Kupang Regency isfeasibletodevelop (R /C Ratio 1.1, BEP Productionandprice<production and selling price
PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TAHU “BAROKAH” DI KELURAHAN OEKEFAN KECAMATAN KOTA SOE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Deni Junita Selan; Marthen R. Pellokila; Lika Bernadina
Buletin Ilmiah Impas Vol 23 No 2 (2022): Buletin Ilmiah IMPAS Volume: 23 No.: 2 Edisi Juni 2022
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v23i2.8670

Abstract

The purpose of this study was to determine the performance of the business, how efficient is the business, and how the prospects for the development of the “Barokah” Tofu Small Industry in Oekefan Village, Soe City District, South Central Timor Regency in the future. The types of data used in this study are primary and secondary data. The results showed that performance analysis was used to determine the type of production produced, marketing and profits in the small industry of "Barokah" tofu. The profit obtained from the small industry of “Barokah” tofu in 2020 is Rp. 951,183,000. The profit is obtained from the total products sold as many as 16,848 tofu boards multiplied by the selling price per tofu board, which is Rp. 110,000 minus the total cost of Rp. 902,097,000. The efficiency value of the "Barokah" tofu small industry in this study is 2.05. Based on the criteria used, this business is efficient because the value of efficiency is more than 1. The results of the calculation of the economies of scale for tofu processing in the small industry of “Barokah” tofu show that the average cost (AC) decreases with increasing business scale. This shows the existence of economies of scale, where a business activity can be said to be an activity with economies of scale.
Cobb Douglas Production Function Analysis of Cabbage (Brassica Oleracea Var. Capitata L) Farm at Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan Nenda Teftae; Marthen Robinson Pellokila; Leta Rafael Levis
Buletin Ilmiah Impas Vol 23 No 3 (2022): Buletin Ilmiah IMPAS Volume: 23 No.: 3 Edisi November 2022
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v23i3.9481

Abstract

This study aimed to find out the; 1) Conditions of return to scale cabbage vegetable farming, 2) The farmers’ income earning by selling cabbage in Netpala village, Mollo Utara sub- district of Timor Tengah Selatan regency. Netpala village was chosen as the location of the study using purposive sampling technique. Data collection was conducted in August 2019 and data was statisticaly descriptive analysis. The measured variable were the condition of retr’n to scale cabbage vegetable farming, and the amount of cabbage vegetable farming income (Rp). The results showed that 1) Cabbage vegetable farming in Netpala Village when viewed from the scale of results was in a condition of decreasing Return to Scale α + β <1 means that the proportion of the addition of production factors will produce additional production with a smaller proportion. The analysis shows that the parameters b + c + d + e = 0.960 are smaller than 1. This means that the proportion of the addition of production factors (inputs) in this case X1 (land area), X2 (seeds), X3 (fertilizer), X4 (power work) proportionally by 1% will result in an increase in Y (cabbage production) by 0.960%. 2) Cabbage vegetable farmers’ income in study site was Rp. 637,649,582 with the average income earned by the respondent amounting to Rp.12,031,124.
Farmers Adoption Level Toward “Simantri” Programs on Carrot Farming at Desa Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabaupaten Manggarai Yonestasius Taur; Serman Nikolaus; Marthen Robinson Pellokila
Buletin Ilmiah Impas Vol 23 No 3 (2022): Buletin Ilmiah IMPAS Volume: 23 No.: 3 Edisi November 2022
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v23i3.9483

Abstract

This research has been carried out to the simantri program farmers on carrot farming at Wali Village Langke Rembong Subdistrict, Manggarai District, which be held since February to March 2019. The purpose of this study were to determine: (1) the level of farmers' adoption of the simanti program on carrot farming, (2) the significance relationship between socio-economic factors and the level of farmers' adoption of the simantri program on carrot farming. This research uses survey method. The location of the study was determined by Purposive Sampling and Simple Random Sampling, ie 118 farmer group members were joined in 5 farmer groups in Wali Village Langke Rembong Sub-District, Manggarai District. Determination of 54 respondents was determined using the Slovin formula (Sevilla, 1993). The analytical method to determine the level of adoption of farmers in the simantri program in carrot farming is using descriptive qualitative analysis, which is to determine the significance of socio-economic factors with the level of farmers' adoption of the simantri program on carrot farming using the Sperman Rank Correlation Test. The results of the study show that (1) the level of farmers' adoption of the simantri program in the recommended carrot farming in Wali Vilage Langke Rembong Sub-disrtict, Manggarai Regency is in the “medium” category because the percentage of maximum score achievement from the average score (2,11) is 70%. (2) Socio-economic factors that have a significant relationship with the level of farmers' adoption of the simantri program on carrot farming are age, non-formal education, and farm income. While socio-economic factors that have insignificant relationships are formal education, farming experience, and the number of family dependents. Based on the level of adoption of farmers toward the program of simantri on carrot farming is still classified as being medium meaning that there are many components of the technology recommended are not implemented properly, therefore it is still necessary to do technical counseling about carrot cultivation technology as recommended to the farmers.
Growth Performance of On-Farm Male Fattening Bali Cattle Fed with Fodder Obtained from Dry Land Farming Diversification in West Timor Grace Maranatha; Marthen R Pellokila; Arnold E Manu; Yohanis Umbu L Sobang; Jacob Nulik; Fredeicus Dedy Samaba
ANIMAL PRODUCTION Vol. 25 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2023.25.1.160

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding fodder obtained from diversified dry land farming on daily weight gain, chest girth, shoulder height, and body length of male fattening Bali cattle. This study used a double Latin square design (LSD) with 4 treatments, namely T0 = local feed of farmers in Timor (farmer model). T1 = Diversified farm feed (T1 + mulato grass), T2 = T1 + legume Clitoria tarnatea, T3 = T2 + horticulture by-product using 4 periods as replicates. The livestock observed were eight male Bali cattle aged eight months to one year and weighed 97-121 kg (average 108.5 kg). The results showed that the feeding fodder obtained from the diversified farming had a significant effect (P<0.05) on daily body weight gain but not significant (P>0.05) on the linear body size measurements (chest girth, shoulder height, and body length). Considering the economical and convenient features, T2 feed treatment provided a greater contribution of 21.74% compared to control.
PENGUATAN ASPEK SOSIO BUDAYA PANGAN GIZI DAN KESEHATAN DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA SUMLILI KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG Marthen R Pellokila; Grouse Oematan; Marselinus Laga Nur
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i1.234

Abstract

Aspek sosial dan budaya dari suatu masyarakat terbentuk dari suatu hasil perpaduan berbagai interaksi perilaku masyarakat setempat dengan lingkungan di mana masyarakat itu berada yang telah berlangsung turun temurun.  Aspek sosial dan budaya masyarakat ini menentukan apa yang dimakan oleh masyarakat di suatu tempat. Penentuan pola konsumsi pangan masyarakat di suatu tempat dipengaruhi oleh berbagai factor yang kompleks. Faktor-gaktor itu seperti:  tradisi makan yang merupakan warisan turun temurun, produksi pertanian setempat, pengetahuan akan kandungan gizi dari jenis-jenis makanan yang ada dalam pola konsumsi pangan, pendapatan dan kecenderungan-kecenderungan baru dalam pola konsumsi pangan yang terus berkembang dalam masyarakat. Penentuan pola konsumsi pangan ini bersifat dinamis yang berubah seiring dengan perjalanan waktu. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan penguatan aspek sosio budaya pangan gizi dan kesehatan ibu balita dalam rangka percepatan penurunan stunting di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten. Kupang. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode “Pendidikan penyuluhan kepada masyarakat”.  Peserta penyuluhan adalah semua ibu balita sebanyak 30 orang pada tanggal 20 Nopember 2022 di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.  Kegiatan penyuluhan ini menemukan hasil bahwa dari 30 ibu balita terdapat 87% belum terkait peranan aspek sosio budaya terhadap pangan, gizi dan kesehatan ibu dan balita. Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa ibu balita tersebut selama ini hanya menyiapkan menu makanan dan pengolahan makanan tersebut sesuai kebiasaan makan mereka secara turun-temurun. Setelah melakukan penyuluhan ditemukan bahwa semua ibu balita dapat memahami tentang peranan factor sosio budaya pangan dan gizi serta Kesehatan ibu dan anak serta mempunyai peningkatan ketrampilan dalam memilih jenis pangan, menentukan menu dan menilai status gizi.
PENTINGNYA POLA MAKAN BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG, DAN AMAN DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMLILI KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG Intje Picauly; Deviarbi Sakke Tira; Marthen R Pellokila
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i1.235

Abstract

Kebutuhan tubuh setiap individu akan komponen gizi berbeda, oleh karena itu dengan memberikan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dapat memenuhi semua kebutuhan. Pemerintah mengeluarkan program B2SA dengan tujuan utama gerakan konsumsi pangan beragam bergizi seimbang aman dalam meningkatkan kesadaran dan membudayakan pola konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Sekaligus program ini mendukung aksi konvergensi intervensi sensitive dalam percepatan penurunan stunting. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memampukan ibu-ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman serta memampukan mereka dalam mengukur dan menentukan status gizi dan mengambil tindakan preventive yang baik dalam hal menyiapkan makanan bagi konsumsi keluarga. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode “Pendidikan dan Pelatihan kepada Masyarakat”. Dimana, para peserta penyuluhan (semua ibu balita) akan diberikan pengajaran dan praktek dengan tujuan agar mereka mampu memilih atau menentukan sendiri jenis mekanan yang sehat, beragam, dan aman serta mampu untuk melakukan penilaian atau pengukuran status gizi mereka. Metode ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan kombinasi “Simulasi”. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi pre dan post test untuk mengukur perubahan sikap ibu balita tentang materi penyuluhan. Adapun jumlah sampel adalah 30 orang ibu balita. Kegiatan penyuluhan ini menemukan hasil bahwa dari 30 ibu balita terdapat 94% tidak memahami dan melakukan pola B2SA untuk konsumsi keluarga. Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa 94% ibu balita tersebut selama ini hanya menyiapkan menu makanan dan pengolahan makanan tersebut sesuai kebiasaan makan mereka secara turun-temurun. Setelah melakukan penyuluhan ditemukan bahwa semua ibu balita mempunyai peningkatan ketrampilan dalam memilih jenis pangan, menentukan menu dan menilai status gizi.
Co-Authors Agnes Wehelmina Alberthus Alawiyah, Tutik Aldy Andani Manoe Alfetri N.P. Lango Andika Alexander Diaz Viera, Andika Alexander Arnold E Manu Asty Y. Manu Ndun Bara, Siska Bennu, Muhammad H. Boro, Thomas Laga Cantika P Adu Charles Kapioru Deni Junita Selan Deviarbi Sakke Tira Doppy Roy Nendissa Dr. Ir. Johana Suek, M.Si Elisabeth Mogi Emsa Susanti Kolis Ernantje Hendrik Exposto , Levi Anatolia S.M. Febronius Rikarno Talan Felix Mubera Sogen Fetriani Angela Haba Fidelis Klau Fikran Sonya Bangkole Fredeicus Dedy Samaba Fredrik L Benu Goran, Mathilda Bura Hakim, Shesy A. Honorio Pereira Vicente Hugolinus J. B. Pangkur Husen, Fadli I.N Prijo Soetedjo Ibram S. Parikaes Ignatius Sinu J. B. Pangkur, Hugolinus Jacob Nulik Jacob Nulik Johanis N. Kallau Kapa, Maximillian M.J. Kareri, Indawati Rambu Khafidh Tri Ramdhani Klau, Maria Virgilia Balok Kristiani Nindi Kudji Herewila Kudji Herewila L. M Riwu Kaho Lado, Hendrikus Umbu Lango, Alfetri N. P. Ledoh, Neta Ayu Puspita Lena, Megawati Saputri A. R. Lay Leta R. Levis Levis, Leta R. Lika Bernadina Lusi, Asry Yanti Made Tusan Surayasa Made Tusan Surayasa Manu, Arnold E Manu, Preti Avanti Maranatha, Grace Marcelita Asriani Maria Bano Maria Indryani Hewe Tiwu Maria Ratu Felisitas Maria Soik Manehat Maria Virgilia Balok Klau Marni Marni, Marni Marselina Ratu Marselinus Laga Nur Martin Metta Mathilda Bura Goran Mbuik, Wili Meryanto Yonatris Tana Nadraeni P. Yakub Nainiti, Selfius P.N. Naklui, Fani Trifena Nampa, I Wayan Naninuna, Putra H. Nenda Teftae Nendissa, D. Roy Nendissa, Doppy Roy Nikmatul Khoiriyah Nikolaus, Serman Novi Theresia Kiak Nur, Marselinus Laga Nurmiyati Tahir Nurwiana, Ida Nurwiana, Ida Nurwiana Oematan, Grouse OKTAFIANUS SILA Pacheco , Cipriano do Rosario Pandie, David. BW Patrisia Hadia Putri Patrisia Savera Bu’u Picauly, Intje Pratiwi, Saskiah Rafael Paun Rafael Paun, Rafael Ratu, Marselina Ribkha Mamo Richard P. H. Hawu Lado Romi N L Kami Ruslan Ramang Ruslan Ramang Sabina Gero Sabina Gero Samaba, Fredeicus Dedy Santhy Chamdra, Santhy Selfius P. N. Nainiti Serman Nikolaus Serman Nikolaus Shesy A. Hakim Sinaga, Masrida Sinu, Ignatius Sirma, I Nyoman Sirma, Nyoman Siska Elvani Sobang, Yohanis Umbu L Sogen, Felix Mubera Sriyani Malelak Suek, Johanna Talahatu, Anna Henny Tameno, Nikson Tomycho Olviana Tris Mesano Talahatu Tshilowa, Phathutshedzo Fancy Un, Paulus Vikror Manafe Welhelmina Ballo , Fransina Wiendiyati Wiendiyati Wiwin P. Lona Yakobus C. W. Siubelan, Yakobus C. W. Yoel Midel Laitabun Yohanes Wilfrid Leki Yohanis Umbu L Sobang Yonestasius Taur Yunita, Maria