Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemantauan Oksigen Otak Dengan Pengukuran Saturasi Oksigen Vena Jugularis (SjvO2) Sebelum Ekstubasi Pada Pasien Cedera Otak Traumatik Sommeng, Faisal; Arif, Syafri Kamsul
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.407 KB) | DOI: 10.33096/whj.v0i0.62

Abstract

In the group of serious injuries due to traffic accidents, head injury ranks highest, and the discussion of injuries in Indonesia and America is extreme. head injury can cause shock or shock to the brain due to an accident or assault that causes impaired brain function and results in death or death. The main monitoring in the neurointensive care of head injury is the measurement of intracranial pressure (ICP) to combine cerebral perfusion pressure (CPP) and cerebral blood flow (CBF). Moderate to severe brain injury (TBI) will require treatment in an intensive care unit (ICU) with continued monitoring. The primary goal of monitoring is to detect and treat cerebral hypoperfusion for secondary disorders. SjvO2 is a method of monitoring brain perfusion by measuring cerebral venous saturation in the jugular bulb. Monitoring brain perfusion is a guide in managing head injuries, including ventilator weaning and extubation.
Pengaruh Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis Ekstra Paru Pada Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2023 Hidayat, Lujna Adharani; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Wiriansya, Edward Pandu; Yanti, Andi Kartini Eka
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis ekstra paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain paru. Penyakit ini biasanya terjadi karena kuman menyebar dari bagian paru ke bagian oran tubuh lain melalui aliran darah. Tuberkulosis ekstra paru dapat menginfeksi organ di luar paru seperti kelenjar limpa, selaput otak, sendi, ginjal, tulang, kulit, dan alat kelamin. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis ekstra paru pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023. Metode: Penelitian rancangan deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Data yang digunakan data sekunder. Data sekunder diambil dari data rekam medik pasien TB Eksta Paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Hasil: Jenis tuberkulosis ekstra paru yang terdapat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah tuberkulosis limfadenitis (36,7%), efusi pleura (33,4%), abdomen (10,0%), ISK (10,0%), tulang (3,3%), faringitis (3,3%), dan artritis (3,3%). Kebiasaan merokok pada pasien tuberkulosis ekstra paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah pasien yang tidak merokok sebanyak 20 orang. Kebiasaan merokok pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah perokok aktif berat sebanyak 113 orang. Uji chi square tuberkulosis ekstra paru dengan kebiasaan merokok didapatkan p = 0,957 (p < 0,05) dan tuberkulosis paru dengan kebiasaan merokok p = 0,037 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh kebiasaan merokok dengan kejadian tubekulosis paru sedangkan tuberkulosis ekstra paru tidak terdapat pengaruh terhadap kebiasaan merokok.
HUBUNGAN PENGGUNAAN OAINS TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN SALURAN CERNA ATAS PADA PASIEN YANG MENJALANI ENDOSKOPI DI RS.IBNU SINA MAKASSAR Radithya Sahrul, Ralf; Husni Tanra, A.; Sommeng, Faisal; Lestari Daeng Kanang, Indah; Alamanda Irwan, A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22004

Abstract

Perdarahan yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas merupakan kasus yang paling umum pada perdarahan saluran pencernaan, biasanya disebabkan oleh penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dengan tingkat kejadian sekitar 75-80%. Endoskopi gastrointestinal memiliki akurasi 90% dalam mendiagnosis dan mengelola perdarahan saluran cerna karena itu digunakan sebagai gold standard dalam mendiagnosa perdarahan saluran cerna. Penelitian ini menggambarkan hubungan penggunaan OAINS terhadap kejadian perdarahan saluran cerna atas dengan menggunakan diagnostik endoskopi dan riwayat penggunaan OAINS di RS. Ibnu Sina Makassar Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan bulan Juni-Juli 2023 dengan menggunakan data sekunder rekam medik pasien yang menjalani pemeriksaan endoskopi karena perdarahanan saluran cerna atas tahun 2021. Terdapat 83 yang menjalani endoskopi akibat perdarahan saluran cerna dan ditemukan perdarahan saluran cerna atas sebanyak 65 orang (78,30%),riwayat mengkonsumsi OAINS sebanyak 42 orang (64,6%). analisis menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000 (?<0,01).  terdapat hubungan penggunaan OAINS terhadap kejadian perdarahan saluran cerna atas pada pasien yang menjalani diagnostik endoskopi di RS. Ibnu Sina Makassar tahun 2021.
ANESTESI EPIDURAL TORAKAL (TEA) PADA OPERASI MODIFIED RADICAL MASTECTOMY (MRM) Dwimartyono, Fendy; Sommeng, Faisal; Harahap, Wirawan; Alya Nabila, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22823

Abstract

Selama ini operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) biasa dilakukan dengan anestesi umum. Di rumah sakit kami Thoracal Epidural Anesthesia (TEA) biasa digunakan pada gastrectomy atau thoracotomy,namun laporan penggunaan pada MRM sangat jarang.  Laporan kasus ini adalah 3 kasus pasien yang direncanakan MRM dengan teknik TEA. Insersi kateter di Th3-Th4 atau Th4-Th5 secara paramedian approach dengan teknik LOR. Tes dose Lidokain 1% dan adrenalin sebanyak 3 ml dilanjutkan dosis awal 5-10 ml Bupivacain isobaric 3.75% hingga target blok antara C5–Th7. Monitoring hemodinamik selama operasi. Hasil temuan Selama operasi ketiga pasien menunjukkan hemodinamik stabil dan selesai tanpa penyulit lalu pasien ditransfer ke ruang pemulihan. Tiga hari paska bedah diberikan Bupivakain 0.125% plus ajuvan fentanyl melalui epidural.. Evaluasi skala nyeri NRS sekitar 2-3. Kesimpulan dari kasus ini bahwa Teknik TEA pada operasi MRM ideal digunakan selain anestesi umum yang rutin dilakukan. TEA sangat baik dalam pengelolaan nyeri akut paska bedah
Narrative Review : Update on Cardiogenic Shock and It's Management Rahil Annisyah Putri D; Faisal Sommeng; Muhammad Asrul Apris; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Muh. Nur Abadi
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiogenic shock is a condition of tissue hypoperfusion caused by primary abnormalities in the heart where there is a decrease in cardiac output, resulting in circulatory failure which results in hypoperfusion and tissue hypoxia. The most common cause of cardiogenic shock is acute myocardial infarction (AMI), of which 70% show a picture of ST-Elevation infarction (STEMI). The Society for Cardiovascular Angiography and Interventions (SCAI) has established five classifications of cardiogenic shock, namely A (At Risk), B (Beginning), C (Classic), D (Deteriorating), and E (Extreme). The main treatment that can be carried out in patients with cardiogenic shock is stabilizing the patient's oxygenation and circulation, then treating the underlying etiology of cardiogenic shock.
ANESTESI KETAMIN PADA TERAPI MANIPULASI ZERO POSITION PADA PASIEN FROZEN SHOULDER Avrilya, Reghita; Sommeng, Faisal; Abidin, Nuraini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40577

Abstract

Ketamin telah memainkan peran serbaguna dalam pengobatan karena spektrum penggunaannya yang luas dalam sejarah termasuk penggunaan dalam sedasi, katalepsi, analgesia somatik, dan bronkodilatasi. Pendekatan  multimodal  analgesik  non-opioid  atau Opioid  Free  Anastesia(OFA)  ditujukan  untuk mengoptimalkan  opsi  tambahan  intraoperatif,  Beberapa  meta-analisis  juga  telah  melaporkan  efek menguntungkan dari anestesi ketamin pada proses sedasi pasien yang menjalani operasi. Namun, Pemberian ketamin dosis subanestesi 0,1-0,5 mg/kg IV merupakan salah satu obat yang dapat menggantikan opioid sebagai analgetik dengan memberikan efek samping minimal. Kami menyajikan kasus seorang laki-laki berusia 49 tahun dengan diagnose medis frozen shoulder, datang dengan keluhan nyeri berat pada bahu kiri yang menyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari. Pasien mendapatkan tindakan manipulasi zero position untuk membantu dalam mengurangi perlengketan pada kapsul sendi bahu dengan anastesi umum menggunakan  ketamin  dosis  rendah  0,3  mg/kgBB  IV. Zero position dengan menggunakan induksi ketamin 0,3 mg/kgBB dilakukan dalam waktu 2 menit, tindakan berjalan dengan baik tanpa penyulit dan komplikasi. Kami menyajikan kasus ini untuk menunjukkan bagaimana efektivitas penggunaan ketamin pada pasien frozen shoulder yang diinduksi dengan anestesi umum dapat menyebabkan pengendalian nyeri, efek relaksasi dan fleksibilitas otot, serta peningkatan kualitas hidup pasien.
Perbandingan Efek Diazepam 5 MG P.O dan Alprazolam 0,5 MG P.O Sebagai Premedikasi Pra Bedah Pada Pasien Operasi Ca Mammae Sommeng, Faisal; Faisal Syamsu, Rachmat; Dwimartyono, Fendy; Fathiyyah Arifin, Arina; Avrilya, Reghita
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2130

Abstract

Carcinoma Mammae (kanker payudara) merupakan penyakitkeganasan yang paling banyak terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian wanita kedua di Amerika Serikat. Pada tahun 2014 terdapat 232.000 kasus baru kanker payudara pada wanita di Amerika Serikat dan angka kematian sebanyak 40.000 kasus. Menurut Brunner dan Suddarth tidak ada satupunpenyebab spesifik dari Ca Mammae, sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, steroid endogen apabila mengalami perubahan dalam lingkungan seluler dapat mempengaruhi faktor pertumbuhan bagi Ca mammae. Mengetahui bagaimana efek pemberian diazepam 5 mg p.o dan alprazolam0,5 mg p.o terhadap premedikasi pra bedah pada pasien operasi Ca Mammae di RSIbnu Sina Makassar. Penelitian ini menggunakan metode clinical trial dengan pendekatan Cross- Sectional, dengan menggunakan jenis data primer berupa kuisioner penelitiandengan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale(HARS) dan kuisioner efek samping obat. Terdapat perbedaan bermakna antara perbandingan efek tingkat kecemasanyang dihasilkan dari kedua kelompok penelitian, Alprazolam lebih baik dalammenghasilkan level kecemasan dibanding diazepam dengan nilai p = 0,003, kelompok premedikasi menggunakan alprazolam juga memiliki efek samping lebih sedikit dibanding dengan kelompok diazepam dengan perbandingan sebesar 1:3. Kesimpulan penelitian ini, Pemberian Premedikasi Alprazolam 0,5 mg p.o lebih baik dalam menghasilkan level kecemasan dibanding Diazepam 5 mg p.o.
Fluktuasi Gula Darah Pasien Pasca Bedah dengan Adjuvan Anestesi Ketamin di Rumah Sakit Ibnu Sina Ichsan, Muh. Nur; Sommeng, Faisal; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Dwimartyono, Fendy; Harahap, Muh. Wirawan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9116

Abstract

Anestesi merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan memastikan kenyamanan pasien. Tindakan bedah mampu menghasilakn mediator radang dan merangsang sistem saraf simpatik sehingga pada pasien dapat terjadi peningkatan kadar gula darah akibat terjadinya peningkatan hormon kontraregulator. Diduga, ketamin pada dosis rendah dapat menstabilkan fluktuasi gula darah pada pasien sedangkan pada dosis tinggi dapat meniimbulkan kondisi hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adjuvan anestesi ketamin terhadap fluktuasi gula darah pada pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan metode cross sectional pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan menggunakan adjuvan anestesi ketamin. Pada penelitian ini memiliki 44 sampel dengan 22 sampel yang menggunakan adjuvan ketamin dan 22 sampel tanpa adjuvan sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar gula darah pada kelompok perlakuan lebih stabil dibandingkan dengan kelompok kontrol dapat dilihat dari waktu pengampilan gula darah sewajtu pada saat Durante-Pre Operasi (98.86 ± 19.68 : 95.09 ± 20.90vs124.95 ± 50.28 : 113.13 ± 49.27dengan nilai P=0.205 vs P<0.001) dan Post-Durante Operasi (107.36 ± 22.95 : 98.86 ± 19.68vs136.90 ± 37.88 : 124.95 ± 50.28 dengan nilai P=0.022 vs P=0.001). Penggunaan adjuvan ketamin dapat mencegah kenaikan gula darah durante operatif
Hubungan Kadar HbA1c Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik pada Penderita DM Tipe 2 RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023 Syafi, Talita Syadia; Sommeng, Faisal; Rusdam, Sulfikar; Purnamasari, Reeny; Hamza, Pratiwi Nasir
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9397

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin atau kerja insulin. Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi kronik yang berisiko menyebabkan amputasi. Sekitar 25% penderita DM mengalami UKD, yang berisiko terjadi amputasi 5-25% dalam 6-18 bulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar HbA1c dengan kejadiaan UKD pada pasien penderita DM tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023. Metode: Retrospektif observasional dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Hasil: Penelitian dilakukan pada 133 sampel pasien DM, didapatkan perempuan sebanyak 55,6% dan laki-laki 44,4% dengan prevalensi terbanyak pada usia paruh baya yaitu 51,1% dan terjadi peningkatan pada dewasa muda yaitu 21,8%. Prevalensi pasien dengan kadar HbA1c tidak terkontrol 61,7%. Uji statistik chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan kejadian UKD (p-value < 0,001) di mana kontrol glukosa yang buruk meningkatkan risiko terjadi UKD. Kesimpulan: Kadar HbA1c yang tinggi memiliki kolerasi bermakna terhadap kejadian ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2 RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate 2023.
Gambaran Faktor Penyebab Stres Psikologi pada Penderita Tuberkulosis yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ramadhani, Karlinda Novira; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Anggita, Dwi; Ismail, Muhammad Wirasto
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9485

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peningkatan kasus TB di Indonesia, termasuk di Makassar, disertai dengan stigma dan tekanan ekonomi, yang dapat memicu stres pada penderita. Durasi pengobatan yang panjang serta efek samping obat turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres psikologi pada penderita tuberkulosis yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, pendapatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani rawat inap. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh, dengan mayoritas penderita mengalami stres ringan. Sementara itu, faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan tingkat stres. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi stres pada pasien tuberkulosis paru. Upaya peningkatan dukungan sosial dan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
Co-Authors A. Husni Tanra Abdul Muthalib Abdul Raqib Rahman Abdullah, Rezky Putri Indarwati Abidin, Nuraini Aisyah, Windy Nurul Alamanda Irwan, A. Alya Nabila, Andi Aman, Abadi Amkar, Musvirah Safitri Anggita, Dwi Angriani, Novita Arina Fathiyyah Arifin Arliana Arlin Avrilya, Reghita Bangsawan, Israfil Raya Butang, Dwiputri Djaya Dahlia Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Damayanti, Fina Darariani Iskandar Darussalam, A. Muh Nurdiansyah Dewanty, Ashita Mary Ema Magfirah Faisal Syamsu, Rachmat Fathiyyah Arifin, Arina Febie Irsandy Syahrudin Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Gunawan, Muh Irwan Haizah Nurdin Hamza, Pratiwi Nasir Harahap, Muh. Wirawan Harahap, Muhammad Wirawan Harahap, Wirawan Hasbi, Berry Erida Hasir, Julia Hidayat, Lujna Adharani Hisbullah Hisbullah Husni Tanra, A. Ichsan, Muh. Nur Ikram, Dzul Imran Safei Imran Safei, Imran Irna Diyana Kartika Irwan, Andi Alamanda Ismail, Muhammad Wirasto Juhamran, Reeny Purnamasari K, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika Handayani Kharisma Saeraya Lestari Daeng Kanang, Indah M. Iswan Wahab Magfirah, Ema Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Maulidya, Dhinda Lunizar Muh. Nur Abadi Muhajir, Agung Muhammad Asrul Apris Muhammad Ikhsan Muhammad Rum Mulyadi, Farah Ekawati N, Hermiaty Nevi sulvita karsa Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur, Muh. Jabal Nurhikmawati, Nurhikmawati Pramono, Sigit Dwi Pranomo, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putri, Andi Iin T.C Rachmat Faisal Syamsu Radithya Sahrul, Ralf Rahil Annisyah Putri D Rahmi Utami Rakhmah, Nur Ramadhani, Karlinda Novira Reeny Purnamasari Reghita Avrilya Romy Hefta Mulya Rusdam, Sulfikar Sahrul, Ralf Radithya Sam, A. Dhedie Prasatia Sigit Dwi Pramono Siregar, Lenni Sari Swarga, Tirta Syafi, Talita Syadia Syafri K. Arif Syafri Kamsul Arif Tanra, A. Husni Triananda, Dhini Cesaria Wahab, Iswan Wardana, Riqah Nefiyanti Putri Wiriansya, Edward Pandu Yanti, Andi Kartini Eka Zulfa, Atria Putri