Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN OPERASI DENGAN MENGGUNAKAN ANASTESI UMUM PROPOFOL DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Wardana, Riqah Nefiyanti Putri; Sommeng, Faisal; Ikram, Dzul; Dwimartyono, Fendy; Purnamasari, Reeny
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 1 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2782.868 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i1.9

Abstract

Latar Belakang : Perhatian utama pada anestesi umum adalah keamanan dan keselamatan pasien. Efek fisiologis yang ditimbulkan tubuh seseorang dalam menjalani operasi berbeda-beda, tergantung dari kondisi fisik pasien, jenis bedah yang dilakukan, jenis anestesi yang dipakai, jenis obat yang diberikan, dan juga banyaknya dosis obat yang diberikan. Semua hal itu dapat berpengaruh terhadap waktu pulih sadar pasien post operasi. Beberapa obat anestesi diberikan secara intravena, baik tersendiri maupun dalam bentuk kombinasi dengan anestetik lainnya, untuk mempercepat tercapainya stadium anestesi ataupun obat penenang pasien. Obat-obat ini termasuk barbiturat, benzodiazepin, propofol, ketamin, analgesik opioid, dan berbagai hipnotik-sedatif. Propofol sering digunakan karena memiliki onset cepat, durasi pendek dan waktu pemulihan kesadaran cepat dengan resiko terjadinya mual muntah lebih kecil dari obat induksi lainnya. Propofol digunakan baik untuk anestesi induksi maupun pemeliharaan sebagai bagian dari teknik anestesi intravena total atau anestesi berimbang, dan merupakan anestetik terpilih untuk bedah rawat jalan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pulih sadar pada pasien operasi dengan menggunakan anastesi umum propofol di rumah sakit ibnu sina makassar. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif numerik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien operasi dengan menggunakan anastesi umum propofol di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar sebanyak 26 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Dimana data diperoleh dari hasil observasi secara langsung kepada sampel. Hasil : Dari 26 sampel menunjukkan bahwa distribusi waktu pulih sadar pada pasien operasi menggunakan anastesi umum propofol di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar didapatkan waktu pulih sadar yaitu 7 menit dengan jumlah 11 orang (42,3%), kemudian diikuti dengan waktu pulih sadar 8 menit sebanyak 6 orang (23%), waktu pulih sadar 9 menit sebanyak 5 orang (19,2%), waktu pulih sadar 10 menit sebanyak 2 orang (7,7%), dan waktu pulih sadar 11 menit dan 12 menit masing-masing sebanyak 1 orang (3,9%). Nilai rata-rata dari waktu pulih sadar pasien dengan menggunakan anastesi umum propofol 8,19±1,38 menit. Dengan nilai minimum 7 menit dan nilai maksimum 12 menit. Kesimpulan : Rata-rata waktu pulih sadar pada pasien operasi menggunakan anastesi umum propofol di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar didapatkan 8,19±1,38 menit dan memiliki rentang waktu antara 7 menit sampai 12 menit.
Pemantauan Oksigen Otak Dengan Pengukuran Saturasi Oksigen Vena Jugularis (SjvO2) Sebelum Ekstubasi Pada Pasien Cedera Otak Traumatik Sommeng, Faisal; Arif, Syafri Kamsul
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.407 KB) | DOI: 10.33096/whj.v0i0.62

Abstract

In the group of serious injuries due to traffic accidents, head injury ranks highest, and the discussion of injuries in Indonesia and America is extreme. head injury can cause shock or shock to the brain due to an accident or assault that causes impaired brain function and results in death or death. The main monitoring in the neurointensive care of head injury is the measurement of intracranial pressure (ICP) to combine cerebral perfusion pressure (CPP) and cerebral blood flow (CBF). Moderate to severe brain injury (TBI) will require treatment in an intensive care unit (ICU) with continued monitoring. The primary goal of monitoring is to detect and treat cerebral hypoperfusion for secondary disorders. SjvO2 is a method of monitoring brain perfusion by measuring cerebral venous saturation in the jugular bulb. Monitoring brain perfusion is a guide in managing head injuries, including ventilator weaning and extubation.
Pengaruh Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis Ekstra Paru Pada Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2023 Hidayat, Lujna Adharani; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Wiriansya, Edward Pandu; Yanti, Andi Kartini Eka
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis ekstra paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain paru. Penyakit ini biasanya terjadi karena kuman menyebar dari bagian paru ke bagian oran tubuh lain melalui aliran darah. Tuberkulosis ekstra paru dapat menginfeksi organ di luar paru seperti kelenjar limpa, selaput otak, sendi, ginjal, tulang, kulit, dan alat kelamin. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis ekstra paru pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023. Metode: Penelitian rancangan deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Data yang digunakan data sekunder. Data sekunder diambil dari data rekam medik pasien TB Eksta Paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Hasil: Jenis tuberkulosis ekstra paru yang terdapat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah tuberkulosis limfadenitis (36,7%), efusi pleura (33,4%), abdomen (10,0%), ISK (10,0%), tulang (3,3%), faringitis (3,3%), dan artritis (3,3%). Kebiasaan merokok pada pasien tuberkulosis ekstra paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah pasien yang tidak merokok sebanyak 20 orang. Kebiasaan merokok pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021-2023 adalah perokok aktif berat sebanyak 113 orang. Uji chi square tuberkulosis ekstra paru dengan kebiasaan merokok didapatkan p = 0,957 (p < 0,05) dan tuberkulosis paru dengan kebiasaan merokok p = 0,037 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh kebiasaan merokok dengan kejadian tubekulosis paru sedangkan tuberkulosis ekstra paru tidak terdapat pengaruh terhadap kebiasaan merokok.
HUBUNGAN PENGGUNAAN OAINS TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN SALURAN CERNA ATAS PADA PASIEN YANG MENJALANI ENDOSKOPI DI RS.IBNU SINA MAKASSAR Radithya Sahrul, Ralf; Husni Tanra, A.; Sommeng, Faisal; Lestari Daeng Kanang, Indah; Alamanda Irwan, A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22004

Abstract

Perdarahan yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas merupakan kasus yang paling umum pada perdarahan saluran pencernaan, biasanya disebabkan oleh penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dengan tingkat kejadian sekitar 75-80%. Endoskopi gastrointestinal memiliki akurasi 90% dalam mendiagnosis dan mengelola perdarahan saluran cerna karena itu digunakan sebagai gold standard dalam mendiagnosa perdarahan saluran cerna. Penelitian ini menggambarkan hubungan penggunaan OAINS terhadap kejadian perdarahan saluran cerna atas dengan menggunakan diagnostik endoskopi dan riwayat penggunaan OAINS di RS. Ibnu Sina Makassar Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan bulan Juni-Juli 2023 dengan menggunakan data sekunder rekam medik pasien yang menjalani pemeriksaan endoskopi karena perdarahanan saluran cerna atas tahun 2021. Terdapat 83 yang menjalani endoskopi akibat perdarahan saluran cerna dan ditemukan perdarahan saluran cerna atas sebanyak 65 orang (78,30%),riwayat mengkonsumsi OAINS sebanyak 42 orang (64,6%). analisis menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000 (?<0,01).  terdapat hubungan penggunaan OAINS terhadap kejadian perdarahan saluran cerna atas pada pasien yang menjalani diagnostik endoskopi di RS. Ibnu Sina Makassar tahun 2021.
ANESTESI EPIDURAL TORAKAL (TEA) PADA OPERASI MODIFIED RADICAL MASTECTOMY (MRM) Dwimartyono, Fendy; Sommeng, Faisal; Harahap, Wirawan; Alya Nabila, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22823

Abstract

Selama ini operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) biasa dilakukan dengan anestesi umum. Di rumah sakit kami Thoracal Epidural Anesthesia (TEA) biasa digunakan pada gastrectomy atau thoracotomy,namun laporan penggunaan pada MRM sangat jarang.  Laporan kasus ini adalah 3 kasus pasien yang direncanakan MRM dengan teknik TEA. Insersi kateter di Th3-Th4 atau Th4-Th5 secara paramedian approach dengan teknik LOR. Tes dose Lidokain 1% dan adrenalin sebanyak 3 ml dilanjutkan dosis awal 5-10 ml Bupivacain isobaric 3.75% hingga target blok antara C5–Th7. Monitoring hemodinamik selama operasi. Hasil temuan Selama operasi ketiga pasien menunjukkan hemodinamik stabil dan selesai tanpa penyulit lalu pasien ditransfer ke ruang pemulihan. Tiga hari paska bedah diberikan Bupivakain 0.125% plus ajuvan fentanyl melalui epidural.. Evaluasi skala nyeri NRS sekitar 2-3. Kesimpulan dari kasus ini bahwa Teknik TEA pada operasi MRM ideal digunakan selain anestesi umum yang rutin dilakukan. TEA sangat baik dalam pengelolaan nyeri akut paska bedah
The Effect of Murottal Al-Quran on the Level of Anxiety in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Ibnu Sina Hospital Makassar Arliana Arlin; Faisal Sommeng; Sigit Dwi Pramono; Purnamasari, Reeny; Irsandy Syahrudin, Febie
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 10: OCTOBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i10.6148

Abstract

Introduction: Anxiety is a serious problem in cancer patient’s sufferers, especially breast cancer undergoing chemotherapy. It has an impact on reducing the quality of life and the success of treatment. A breast cancer sufferer start to experience psychological disorders from the diagnosis is established, undergoing treatment, during and after treatment, both surgery and chemotherapy. Anxiety is generally develop base on fearness about bad future, such as losing family support or even death. Listening to murrotal chanting will stimulate the brain to release Gamma Amino Butyric Acid (GABA), encephalin, or beta endorphin which lead to eliminate anxiety, depression and stress neurotransmitters, resulting in calmness feeling. Method: This research is a case control study with quasi-experimental design. Total of 30 respondents who were breast cancer chemotherapy patients at Ibnu Sina Hospital of Makassar, divided into two groups. The first group received voice recording of the Murrotal Al-Quran for 30 minutes with the same Qori and surah (Al-Ikhlas, Al-Falaq and An-nas) while the other group were treated with 0,5 mg alprazolam tablets. Interviews and measurements of anxiety level were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale carried out before and 60 minutes after treatment in both groups. Purposive sampling technique were used to collect data and analysed with Wilcoxon test. Result: Significant anxiety levels improvements take place in both treatment groups (p<0.05), without any significant differences (p=0,13). Murrotal listening has the same effect as anti-anxiety drugs. The advantage of murrotal listening compared with medication are: easy administration method, no side effects and does not require a doctor's prescription, and get a spiritual reward. Conclusion: Murrotal listening has a good inpact in improving anxiety level of breast cancer patients undergoing chemotherapy.
Narrative Review : Update on Cardiogenic Shock and It's Management Rahil Annisyah Putri D; Faisal Sommeng; Muhammad Asrul Apris; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Muh. Nur Abadi
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiogenic shock is a condition of tissue hypoperfusion caused by primary abnormalities in the heart where there is a decrease in cardiac output, resulting in circulatory failure which results in hypoperfusion and tissue hypoxia. The most common cause of cardiogenic shock is acute myocardial infarction (AMI), of which 70% show a picture of ST-Elevation infarction (STEMI). The Society for Cardiovascular Angiography and Interventions (SCAI) has established five classifications of cardiogenic shock, namely A (At Risk), B (Beginning), C (Classic), D (Deteriorating), and E (Extreme). The main treatment that can be carried out in patients with cardiogenic shock is stabilizing the patient's oxygenation and circulation, then treating the underlying etiology of cardiogenic shock.
ANESTESI KETAMIN PADA TERAPI MANIPULASI ZERO POSITION PADA PASIEN FROZEN SHOULDER Avrilya, Reghita; Sommeng, Faisal; Abidin, Nuraini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40577

Abstract

Ketamin telah memainkan peran serbaguna dalam pengobatan karena spektrum penggunaannya yang luas dalam sejarah termasuk penggunaan dalam sedasi, katalepsi, analgesia somatik, dan bronkodilatasi. Pendekatan  multimodal  analgesik  non-opioid  atau Opioid  Free  Anastesia(OFA)  ditujukan  untuk mengoptimalkan  opsi  tambahan  intraoperatif,  Beberapa  meta-analisis  juga  telah  melaporkan  efek menguntungkan dari anestesi ketamin pada proses sedasi pasien yang menjalani operasi. Namun, Pemberian ketamin dosis subanestesi 0,1-0,5 mg/kg IV merupakan salah satu obat yang dapat menggantikan opioid sebagai analgetik dengan memberikan efek samping minimal. Kami menyajikan kasus seorang laki-laki berusia 49 tahun dengan diagnose medis frozen shoulder, datang dengan keluhan nyeri berat pada bahu kiri yang menyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari. Pasien mendapatkan tindakan manipulasi zero position untuk membantu dalam mengurangi perlengketan pada kapsul sendi bahu dengan anastesi umum menggunakan  ketamin  dosis  rendah  0,3  mg/kgBB  IV. Zero position dengan menggunakan induksi ketamin 0,3 mg/kgBB dilakukan dalam waktu 2 menit, tindakan berjalan dengan baik tanpa penyulit dan komplikasi. Kami menyajikan kasus ini untuk menunjukkan bagaimana efektivitas penggunaan ketamin pada pasien frozen shoulder yang diinduksi dengan anestesi umum dapat menyebabkan pengendalian nyeri, efek relaksasi dan fleksibilitas otot, serta peningkatan kualitas hidup pasien.
Perbandingan Efek Diazepam 5 MG P.O dan Alprazolam 0,5 MG P.O Sebagai Premedikasi Pra Bedah Pada Pasien Operasi Ca Mammae Sommeng, Faisal; Faisal Syamsu, Rachmat; Dwimartyono, Fendy; Fathiyyah Arifin, Arina; Avrilya, Reghita
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2130

Abstract

Carcinoma Mammae (kanker payudara) merupakan penyakitkeganasan yang paling banyak terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian wanita kedua di Amerika Serikat. Pada tahun 2014 terdapat 232.000 kasus baru kanker payudara pada wanita di Amerika Serikat dan angka kematian sebanyak 40.000 kasus. Menurut Brunner dan Suddarth tidak ada satupunpenyebab spesifik dari Ca Mammae, sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, steroid endogen apabila mengalami perubahan dalam lingkungan seluler dapat mempengaruhi faktor pertumbuhan bagi Ca mammae. Mengetahui bagaimana efek pemberian diazepam 5 mg p.o dan alprazolam0,5 mg p.o terhadap premedikasi pra bedah pada pasien operasi Ca Mammae di RSIbnu Sina Makassar. Penelitian ini menggunakan metode clinical trial dengan pendekatan Cross- Sectional, dengan menggunakan jenis data primer berupa kuisioner penelitiandengan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale(HARS) dan kuisioner efek samping obat. Terdapat perbedaan bermakna antara perbandingan efek tingkat kecemasanyang dihasilkan dari kedua kelompok penelitian, Alprazolam lebih baik dalammenghasilkan level kecemasan dibanding diazepam dengan nilai p = 0,003, kelompok premedikasi menggunakan alprazolam juga memiliki efek samping lebih sedikit dibanding dengan kelompok diazepam dengan perbandingan sebesar 1:3. Kesimpulan penelitian ini, Pemberian Premedikasi Alprazolam 0,5 mg p.o lebih baik dalam menghasilkan level kecemasan dibanding Diazepam 5 mg p.o.
The Relationship between The Use of Mobile JKN Application and Health Services at Majene Regency Hospital Makmun, Armanto; Zulfa, Atria Putri; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Sommeng, Faisal; Dahlia
Journal of Health Policy and Management Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpm.2025.10.02.01

Abstract

Background: This study is motivated by the digital transformation of BPJS Kesehatan services through the Mobile JKN application to improve the accessibility and efficiency of health services. The purpose of this study is to determine the relationship between the use of the Mobile JKN application and health services at the Majene Regency Hospital. Subjects and Method: This study is a cross sectional study design using a quantitative approach and data collection through a questionnaire conducted at the Majene Regency Hospital, in August-September 2024. The total sample is 100 respondents with a sampling technique, namely purposive sampling. The study subjects were patients who used the JKN mobile application. The independent variable is health services. The intermediate variable is the Mobile JKN application. The dependent variable is satisfaction. The data was analyzed using the Wilcoxon test to see the difference in the level of satisfaction and service quality before and after the use of the Mobile JKN application. Results: The results of the study showed that 91.6% of respondents used the Mobile JKN application, with a significant increase in satisfaction with health services, from an average score of 3,010 to 3,972 after using the application. The use of applications also has an impact on time efficiency and ease of access to health services. The average score of health services (Queue) was higher after the use of the Mobile JKN Application (Mean=4,209; SD=0.645) compared to before (Mean=3.484; SD=0.688), and this result is statistically significant (p=0.000). The health service satisfaction score was higher after using the JKN mobile application (Mean=3,972; SD=0.524) compared to before (Mean=3.010 ; SD=0.522), and this result was statistically significant (p=0.000). Conclusion: There is a positive relationship between the use of the Mobile JKN application and the improvement of the quality and satisfaction of health services at the Majene Regency Hospital.
Co-Authors A. Husni Tanra Abdul Muthalib Abdul Raqib Rahman Abdullah, Rezky Putri Indarwati Abidin, Nuraini Aisyah, Windy Nurul Alamanda Irwan, A. Alya Nabila, Andi Amkar, Musvirah Safitri Anggita, Dwi Angriani, Novita Arina Fathiyyah Arifin Arliana Arlin Avrilya, Reghita Bangsawan, Israfil Raya Dahlia Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Darariani Iskandar Darussalam, A. Muh Nurdiansyah Dewanty, Ashita Mary DK, Indah Lestari Ema Magfirah Faisal Syamsu, Rachmat Fathiyyah Arifin, Arina Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Gunawan, Muh Irwan Haizah Nurdin Hamza, Pratiwi Nasir Harahap, Muh. Wirawan Harahap, Muhammad Wirawan Harahap, Wirawan Hasbi, Berry Erida Hidayat, Lujna Adharani Hisbullah Hisbullah Husni Tanra, A. Ichsan, Muh. Nur Ikram, Dzul Imran Safei Imran Safei, Imran Irna Diyana Kartika Irsandy Syahrudin, Febie Ismail, Muhammad Wirasto Juhamran, Reeny Purnamasari K, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kharisma Saeraya Lestari Daeng Kanang, Indah Liaury, Kristian M. Iswan Wahab Magfirah, Ema Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Maulidya, Dhinda Lunizar Muh. Nur Abadi Muhajir, Agung Muhammad Asrul Apris Muhammad Ikhsan Muhammad Rum Mulyadi, Farah Ekawati N, Hermiaty Nevi sulvita karsa Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur, Muh. Jabal Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Pranomo, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putri, Andi Iin T.C Rachmat Faisal Syamsu Radithya Sahrul, Ralf Rahil Annisyah Putri D Rahmi Utami Ramadhani, Karlinda Novira Reeny Purnamasari Reghita Avrilya Rifa'at, Syahrul Romy Hefta Mulya Rusdam, Sulfikar Sam, A. Dhedie Prasatia Sigit Dwi Pramono Siregar, Lenni Sari Syafi, Talita Syadia Syafri K. Arif Syafri Kamsul Arif Triananda, Dhini Cesaria Wahab, Iswan Wardana, Riqah Nefiyanti Putri Wiriansya, Edward Pandu Yanti, Andi Kartini Eka Zulfa, Atria Putri