Claim Missing Document
Check
Articles

Fluktuasi Gula Darah Pasien Pasca Bedah dengan Adjuvan Anestesi Ketamin di Rumah Sakit Ibnu Sina Ichsan, Muh. Nur; Sommeng, Faisal; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Dwimartyono, Fendy; Harahap, Muh. Wirawan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9116

Abstract

Anestesi merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan memastikan kenyamanan pasien. Tindakan bedah mampu menghasilakn mediator radang dan merangsang sistem saraf simpatik sehingga pada pasien dapat terjadi peningkatan kadar gula darah akibat terjadinya peningkatan hormon kontraregulator. Diduga, ketamin pada dosis rendah dapat menstabilkan fluktuasi gula darah pada pasien sedangkan pada dosis tinggi dapat meniimbulkan kondisi hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adjuvan anestesi ketamin terhadap fluktuasi gula darah pada pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan metode cross sectional pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan menggunakan adjuvan anestesi ketamin. Pada penelitian ini memiliki 44 sampel dengan 22 sampel yang menggunakan adjuvan ketamin dan 22 sampel tanpa adjuvan sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar gula darah pada kelompok perlakuan lebih stabil dibandingkan dengan kelompok kontrol dapat dilihat dari waktu pengampilan gula darah sewajtu pada saat Durante-Pre Operasi (98.86 ± 19.68 : 95.09 ± 20.90vs124.95 ± 50.28 : 113.13 ± 49.27dengan nilai P=0.205 vs P<0.001) dan Post-Durante Operasi (107.36 ± 22.95 : 98.86 ± 19.68vs136.90 ± 37.88 : 124.95 ± 50.28 dengan nilai P=0.022 vs P=0.001). Penggunaan adjuvan ketamin dapat mencegah kenaikan gula darah durante operatif
Hubungan Kadar HbA1c Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik pada Penderita DM Tipe 2 RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023 Syafi, Talita Syadia; Sommeng, Faisal; Rusdam, Sulfikar; Purnamasari, Reeny; Hamza, Pratiwi Nasir
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9397

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin atau kerja insulin. Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi kronik yang berisiko menyebabkan amputasi. Sekitar 25% penderita DM mengalami UKD, yang berisiko terjadi amputasi 5-25% dalam 6-18 bulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar HbA1c dengan kejadiaan UKD pada pasien penderita DM tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023. Metode: Retrospektif observasional dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Hasil: Penelitian dilakukan pada 133 sampel pasien DM, didapatkan perempuan sebanyak 55,6% dan laki-laki 44,4% dengan prevalensi terbanyak pada usia paruh baya yaitu 51,1% dan terjadi peningkatan pada dewasa muda yaitu 21,8%. Prevalensi pasien dengan kadar HbA1c tidak terkontrol 61,7%. Uji statistik chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan kejadian UKD (p-value < 0,001) di mana kontrol glukosa yang buruk meningkatkan risiko terjadi UKD. Kesimpulan: Kadar HbA1c yang tinggi memiliki kolerasi bermakna terhadap kejadian ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2 RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate 2023.
Gambaran Faktor Penyebab Stres Psikologi pada Penderita Tuberkulosis yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ramadhani, Karlinda Novira; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Anggita, Dwi; Ismail, Muhammad Wirasto
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9485

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peningkatan kasus TB di Indonesia, termasuk di Makassar, disertai dengan stigma dan tekanan ekonomi, yang dapat memicu stres pada penderita. Durasi pengobatan yang panjang serta efek samping obat turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres psikologi pada penderita tuberkulosis yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, pendapatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani rawat inap. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh, dengan mayoritas penderita mengalami stres ringan. Sementara itu, faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan tingkat stres. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi stres pada pasien tuberkulosis paru. Upaya peningkatan dukungan sosial dan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
Luaran Pasien Geriatri dengan Sepsis di Unit Perawatan Intensif: Analisis Rasio Neutrofil Limfosit Mulyadi, Farah Ekawati; Harahap, Muhammad Wirawan; Sommeng, Faisal; Hasbi, Berry Erida
UMI Medical Journal Vol 10 No 1 (2025): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v10i1.333

Abstract

Latar belakang: Sepsis merupakan kondisi mengancam jiwa yang ditandai dengan disfungsi organ akibat inflamasi sistematik sebagai respon disregulasi host terhadap infeksi yang dapat terjadi pada semua usia. Angka kematian pada satu tahun pertama pasien sepsis mencapai 31%. Namun, usia tua meningkatkan risiko mortalitas pada pasien geriatric dengan sepsis dikaitkan dengan penurunan fungsi sistem imun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan neutrophil lymphocyte ratio (NLR) dengan luaran pasien geriatric dengan sepsis. Metode: Studi ini termasuk penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif yang melibatkan sampel 40 orang. Data diolah dan dianalisis menggunakan SPSS 26.0. Uji Mann-whitney U test digunakan untuk menilai perbandingan NLR berdasarkan luaran pasien geriatri dengan sepsis. Hasil: Pasien geriatri dengan sepsis yang meninggal memiliki nilai NLR yang lebih tinggi dibandingkan yang hidup (25,27 (13,84 - 40,15); 7,14 (0,88 - 14,38)) dengan nilai signifikansi p<0,05. Kesimpulan: Kadar NLR yang tinggi berhubungan dengan mortalitas pada pasien geriatri dengan sepsis.
Hidronefrosis dan Azotemia Postrenal ec Batu Urethra Anterior : Sebuah Laporan Kasus Abdul Raqib Rahman; Faisal Sommeng; Romy Hefta Mulya
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 15 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/hxe5r424

Abstract

Latar Belakang: Batu uretra anterior merupakan kondisi yang jarang terjadi, hanya sekitar 1–2% dari seluruh kasus batu saluran kemih. Batu ini dapat berasal dari migrasi batu dari saluran kemih atas atau terbentuk lokal akibat faktor predisposisi seperti striktur uretra atau infeksi kronik. Obstruksi uretra oleh batu dapat menyebabkan retensi urin akut dan meningkatkan tekanan retrograd pada sistem pelviokaliks ginjal, yang berpotensi menimbulkan hidronefrosis dan gangguan fungsi ginjal berupa azotemia postrenal. Laporan Kasus: Seorang pria 36 tahun datang dengan keluhan nyeri berkemih, pancaran urin melemah, dan riwayat keluarnya batu bersama urin saat berkemih. Riwayat pancaran urin berkurang kurang lebih 3 hari sebelumnya dan urin tidak bisa keluar dialami sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa nyeri di glans penis, dan radiografi abdomen mengungkap batu uretra berukuran 1 x 1 cm di pars fossa navicularis. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia mikrositik hipokrom serta peningkatan ureum (200 mg/dL) dan kreatinin (7,3 mg/dL), yang mengindikasikan gangguan fungsi ginjal akut akibat obstruksi postrenal. Hasil: Pasien menjalani tindakan dorsal meatotomi dan ekstraksi batu uretra dengan sistoskopi menggunakan anestesi spinal. Prosedur berhasil menghilangkan obstruksi, mengembalikan aliran urin, serta memperbaiki fungsi ginjal. Operasi dorsal meatotomi dilakukan selama 1 jam tanpa penyulit dan komplikasi. Urin keluar sekitar 2500 cc, pasien dirawat selama 3 hari dan rawat jalan dalam kondisi stabil pada hari ke empat. Kesimpulan: Batu uretra anterior dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hidronefrosis dan azotemia postrenal akibat obstruksi mekanik. Diagnosis dini dan penanganan cepat melalui prosedur ekstraksi batu sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen. Anestesi spinal merupakan pilihan anestesi yang aman dan efektif dalam intervensi urologi bawah, mendukung proses pemulihan pasien secara optimal.
Correlation of HbA1c levels and neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) with wagner grade of diabetic foot ulcers in type ii diabetes mellitus patients undergoing treatment at Ibnu Sina Hospital in 2023 Putri, Andi Iin T.C; Sommeng, Faisal; Nur, Muh. Jabal; Kartika, Irna Diyana; Purnamasari, Reeny
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6617

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance. HbA1c levels can reflect long-term glycemic control, while the neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) serves as an inflammatory biomarker associated with disease severity in type II DM, including diabetic foot. This study is a descriptive analytic observational study with a cross-sectional design aimed at analyzing the relationship between HbA1c levels and NLR with Wagner’s grading of diabetic foot ulcers in type II diabetes mellitus patients. Among 34 diabetic foot patients, the majority were over 50 years old (94.1%), with a higher proportion of females (55.9%), an average HbA1c level of 9.33, and an average NLR of 9.31, indicating variations in glycemic control and systemic inflammation in ibnu sina Hospitak in januari until september 2023. Wagner's ulcer grade ranged from 2 to 4, with an average of 2.82, reflecting moderate to severe severity. Correlation analysis showed that HbA1c levels (r = 0.523, p = 0.002) and NLR (r = 0.602, p = 0.000) had a significant and positive relationship with diabetic ulcer severity. The study results indicate a significant correlation between HbA1c levels and NLR with Wagner’s grading of diabetic foot ulcers, where higher ulcer severity is associated with increased HbA1c and NLR levels due to greater insulin resistance.
Modified Radical Mastectomy (MRM) in Geriatric Patients with Thoracic Epidural Anesthesia (TEA) Technique : A Case Report Kharisma Saeraya; Faisal Sommeng; Haizah Nurdin
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 15 No. 6 (2025): The International Journal of Medical Science and Health Research
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/vkwqnk93

Abstract

Introduction: Modified Radical Mastectomy (MRM) is one of the main procedures in the management of breast cancer. Thoracic Epidural Anesthesia (TEA) has been known to be an effective technique in delivering superior analgesics and reducing the need for opioids, especially in patients at high risk of general anesthesia. Case: An 80-year-old woman with advanced right breast cancer underwent an MRM procedure using the thoracic epidural anesthesia technique as the primary modality. An epidural catheter is inserted at the T4/T5 interspatial, with the sensory block reaching the clavicle up to three fingers below the mamma line bilaterally. The surgery lasted for 60 minutes without complications, and the patient showed good hemodynamic stability throughout the procedure. Postoperative pain control is obtained with epidural bupivacain infusion and multimodal therapy. The patient was discharged on the fourth postoperative day in a stable condition. Conclusion: TEA is safe and effective for MRM procedures, also in elderly patients. TEA deserves to be considered as an alternative or complementary to general anesthesia in breast surgery, especially in high-risk patient population.
Perbandingan Antara Lokal Anestesi Hiperbarik Bupivacaine Dengan Kombinasi Hiperbarik-Isobarik Bupivacaine Pada Anestesi Subarachnoid Blok Untuk Operasi Histerektomi Bangsawan, Israfil Raya; Dwimartyono, Fendy; Aisyah, Windy Nurul; Sommeng, Faisal; Harahap, Wirawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19664

Abstract

Anestesi subarachnoid blok (SAB) merupakan teknik anestesi yang sering digunakan dalam operasi histerektomi. Bupivacaine, sebagai agen anestesi lokal, tersedia dalam bentuk hiperbarik dan isobarik. Kombinasi kedua jenis ini dapat mempengaruhi efektivitas anestesi serta parameter hemodinamik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek penggunaan bupivacaine hiperbarik dengan kombinasi bupivacaine hiperbarik-isobarik pada anestesi SAB untuk histerektomi. Penelitian ini merupakan randomized single-blind control trial yang dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina, melibatkan 12 pasien yang menjalani histerektomi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima bupivacaine hiperbarik (20 mg), dan kelompok lainnya menerima kombinasi bupivacaine hiperbarik (10 mg) dan isobarik (10 mg). Parameter yang diukur meliputi onset blokade motorik, onset blokade sensorik, mean arterial pressure (MAP), dan durasi blokade motorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onset blokade motorik lebih cepat pada kelompok bupivacaine hiperbarik dibandingkan kombinasi hiperbarik-isobarik (p = 0,030). Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam onset blokade sensorik (p = 0,168) maupun MAP pada menit ke-5 (p = 0,580). Namun, durasi blokade motorik secara signifikan lebih panjang pada kelompok kombinasi hiperbarik-isobarik (p = 0,000).
Hubungan Respon Inflamasi terhadap Komplikasi Kemoterapi pada Pasien Ca Mammae yang Menjalani Serial Kemoterapi di RS Ibnu Sina YW UMI: The Relationship Between Inflammatory Response and Chemotherapy Complications in Breast Cancer Patients Undergoing Serial Chemotherapy at Ibnu Sina Hospital, YW UMI Triananda, Dhini Cesaria; Sommeng, Faisal; Mulyadi, Farah Ekawati; Juhamran, Reeny Purnamasari; Harahap, Muh. Wirawan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2568

Abstract

Breast cancer is a malignant disease in which abnormal breast cells grow out of control and form tumors, with the main treatments being surgery, chemotherapy, or radiotherapy. Chemotherapy is a definite treatment option for breast cancer patients, but the treatment is still not very specific, so it can cause damage to normal tissue, especially to cells that can divide rapidly. The cytotoxic effects of chemotherapy agents activate danger signals and increase inflammatory mediators, resulting in clinical complications. Inflammation is mediated by cytokines, which under normal conditions play a role in fighting infection and repairing damaged tissue. However, chemotherapy can cause cytokine dysregulation, which has a detrimental effect on body tissue with additional complications that are not caused by the cancer itself. This study was conducted to determine the relationship between the inflammatory response and complications from chemotherapy in breast cancer patients undergoing serial chemotherapy at Ibnu Sina YW UMI Hospital, by analyzing the relationship between the Systemic Inflammation Index (SII) and various clinical complications from the effects of chemotherapy. The study design used analytical observation with total sampling technique. The research subjects were patients undergoing the third cycle of chemotherapy, 56.6% of whom were over 50 years old with a low SII distribution (73.3%) and high SII (26.7%) patients. The results showed mild pain in 86.7% and no pain in 13.3% (p=0.195), nausea and vomiting (p=0.918), and leukocytosis (p=0.046). It was concluded that an increase in the Systemic Inflammation Index correlates with an increase in leukocyte levels. Keywords:          Inflammatory, chemotherapy complications, breast cancer.   Abstrak Kanker payudara adalah penyakit keganasan dimana sel - sel payudara abnormal tumbuh diluar kendali dan membentuk tumor dengan terapi utama pembedahan, kemoterapi atau radioterapi. Kemoterapi merupakan pilihan perawatan yang pasti dijalani bagi penderita Ca Mammae tetapi pengobatannya masih kurang spesifik sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan normal khusunya pada sel tubuh yang dapat membelah dengan cepat. Efek sitotoksik agen kemoterapi akan mengaktifkan sinyal bahaya dan meningkatkan mediator-mediator inflamasi yang mengakibatkan munculnya komplikasi klinis. Inflamasi dimediasi oleh sitokin, pada kondisi normal sitokin berperan dalam melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, kemoterapi dapat menyebabkan disregulasi sitokin yang berdampak buruk bagi jaringan tubuh dengan komplikasi tambahan yang bukan disebabkan dari kanker itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan respon inflamasi terhadap komplikasi dari kemoterapi pada pasien Ca Mammae yang menjalani serial kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI, dengan menganalisis hubungan antara Systemic Inflammation Index (SII) dengan berbagai komplikasi klinis dari efek kemoterapi. Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah pasien kemoterapi siklus ke-3, 56,6% berusia di atas 50 tahun dengan distribusi SII rendah (73,3%),dan SII tinggi (26,7%) pasien. Hasil penelitian memperlihatkan nyeri ringan 86,7%, dan tidak nyeri 13,3% (p=0,195), mual dan muntah (p=0,918), dan leukositosis (p=0,046). Disimpulkan peningkatan Systemic Inflammation Index berkorelasi dengan peningkatan kadar leukosit. Kata Kunci:         Inflamasi, komplikasi kemoterapi, Ca Mammae
Comparison of The Effectiveness of E-C Positive Pressure Ventilation Technique and Modified Chinlift Positive Pressure Ventilation Technique in Mppd at Ibnu Sina Hospital Maulidya, Dhinda Lunizar; Dwimartyono, Fendy; Maharani, Ratih Natasha; Sommeng, Faisal; Karim, Marzelina
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6634

Abstract

Mask ventilation skills are essential competencies for MPPD to master. According to SKDI, these skills include competency 4A, which is the ability to perform independently by mastering the theory, principles, indications, and steps. To date, there have been few studies evaluating the effectiveness of modified chinlift and E-C techniques regarding the tidal volume delivered (TV). Therefore, the researchers were interested in comparing the effectiveness of the E-C method and modified chinlift positive pressure ventilation technique in mask ventilation (MV) use. This study is a quantitative research with an observational analytical cross-sectional design. Researchers observed the treatments given by MPPD, totaling 22 individuals, to 6 research subjects. Data analysis for this research used Mann-Whitney and chi-square tests as Independence Tests. After applying the E-C technique, 43.8% out of 100% were successful, and 56.3% were not successful. Meanwhile, with the MCL technique, out of 100%, 40.6% were successful, and 59.4% were not successful. The E-C technique showed better results compared to the Modified Chinlift technique in MV, although statistically, the test results for the difference in success scores between the two techniques did not show any significant difference.
Co-Authors A. Husni Tanra Abdul Muthalib Abdul Raqib Rahman Abdullah, Rezky Putri Indarwati Abidin, Nuraini Agung Kurniawan Aisyah, Windy Nurul Alamanda Irwan, A. Alya Nabila, Andi Amkar, Musvirah Safitri Andi Irwansyah Ahmad Anggita, Dwi Angriani, Novita Annisa Nurmayanti S Arina Fathiyyah Arifin Arliana Arlin Avrilya, Reghita Bangsawan, Israfil Raya Butang, Dwiputri Djaya Dahlia Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Damayanti, Fina Darariani Iskandar Darussalam, A. Muh Nurdiansyah Dewanty, Ashita Mary DK, Indah Lestari Ema Magfirah Faisal Syamsu, Rachmat Fathiyyah Arifin, Arina Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Gunawan, Muh Irwan Haizah Nurdin Hamza, Pratiwi Nasir Harahap, Muh. Wirawan Harahap, Muhammad Wirawan Harahap, Wirawan Hasbi, Berry Erida Hasir, Julia Hidayat, Lujna Adharani Hisbullah Hisbullah Husni Tanra, A. Ichsan, Muh. Nur Ikram, Dzul Imran Safei Imran Safei, Imran Irna Diyana Kartika Irsandy Syahrudin, Febie Irwan, Andi Alamanda Ismail, Muhammad Wirasto Juhamran, Reeny Purnamasari K, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika Handayani Kharisma Saeraya Lestari Daeng Kanang, Indah Liaury, Kristian M. Iswan Wahab Magfirah, Ema Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Maulidya, Dhinda Lunizar Muh. Nur Abadi Muhajir, Agung Muhammad Asrul Apris Muhammad Ikhsan Muhammad Rum Mulyadi, Farah Ekawati N, Hermiaty Nevi sulvita karsa Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur, Muh. Jabal Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Pramono, Sigit Dwi Pranomo, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putri, Andi Iin T.C Rachmat Faisal Syamsu Radithya Sahrul, Ralf Rahil Annisyah Putri D Rahmi Utami Ramadhani, Karlinda Novira Reeny Purnamasari Reghita Avrilya Rifa'at, Syahrul Romy Hefta Mulya Rusdam, Sulfikar Sahrul, Ralf Radithya Sam, A. Dhedie Prasatia Sigit Dwi Pramono Siregar, Lenni Sari Swarga, Tirta Syafi, Talita Syadia Syafri K. Arif Syafri Kamsul Arif Tanra, A. Husni Triananda, Dhini Cesaria Wahab, Iswan Wardana, Riqah Nefiyanti Putri Wiriansya, Edward Pandu Yanti, Andi Kartini Eka Zulfa, Atria Putri