p-Index From 2021 - 2026
5.331
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Statistika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) ILMU USHULUDDIN Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Jurnal Wilayah dan Lingkungan Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Jurnal Teknika AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Linguistik Komputasional Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Media Manajemen Pendidikan Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial GEMA : Jurnal Gentiaras Manajemen dan Akuntansi Jurnal Studi Agama Nusantara Journal of Islamic Studies Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran MAHESA : Malahayati Health Student Journal El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Abiwara : Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis AGRONISMA Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir Indonesian Research Journal on Education PANDU: Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum SOSIO KONSEPSIA: JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Pubmedia Social Sciences and Humanities Jurnal Pendidikan Islam Adabuna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Ma'had Aly Journal Of Islamic Studies Media Teknologi dan Informatika Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Journal Arunasita Jurnal Cendekia Ilmiah Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ILMU USHULUDDIN

CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF TERM PEMIMPEN IN TAFSĪR TĀJ AL-MUSLIMĪN BY MISBAH MUSTHOFA Annisa, Ayu; Syefrieni, Syefrieni; Hakim, Lukman Nul
ILMU USHULUDDIN Vol. 11, No. 1, July 2024
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v11i1.40816

Abstract

Abstrak: Al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam, telah menarik perhatian luas untuk diperdalam. Berbagai tafsir Al-Qur’an pun bermunculan, berusaha menjelaskan isi ajaran tersebut dalam beragam bentuk. Namun, penafsiran Al-Qur’an selalu terpengaruh oleh konteks sosial, politik, dan budaya sang mufassir. Sebagai contoh, Tafsir Tāj al-Muslimīn karya Misbah Musthofa, lahir dari dialog dengan budaya pesantren Indonesia, menggunakan aksara Arab Pegon. Dalam tafsirnya, Misbah tidak hanya memberikan kritik terhadap masalah keagamaan, tetapi juga menyoroti masalah-masalah pemerintahan, seperti kebijakan pendidikan yang dianggap tidak sesuai yang sengaja ditujukan kepada soeharto dan menteri pendiddikan masa orde baru. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis dengan tafsir kontekstual dan analisis wacana kritis untuk mengurai teks terkait dengan dinamika kekuasaan dalam konteks sosial-politik dan budaya. Penelitian ini menyoroti wacana dalam tafsir terhadap teks-teks kepemimpinan, seperti pada tafsiran QS. Al-Baqarah ayat 29 yang menyoroti wacana kata “pemimpin” pada aspek pendidikan. Melalui penelitiannya, Misbah menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pemisahan antara ilmu umum dan ilmu agama. Kitab Tafsir Tāj al-Muslimīn menunjukkan bahwa wacana dalam tafsir memiliki dimensi kritis politik yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan dalam dunia penafsiran.
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF TERM PEMIMPEN IN TAFSĪR TĀJ AL-MUSLIMĪN BY MISBAH MUSTHOFA Annisa, Ayu; Syefrieni, Syefrieni; Hakim, Lukman Nul
ILMU USHULUDDIN Vol. 11, No. 1, July 2024
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v11i1.40816

Abstract

Abstrak: Al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam, telah menarik perhatian luas untuk diperdalam. Berbagai tafsir Al-Qur’an pun bermunculan, berusaha menjelaskan isi ajaran tersebut dalam beragam bentuk. Namun, penafsiran Al-Qur’an selalu terpengaruh oleh konteks sosial, politik, dan budaya sang mufassir. Sebagai contoh, Tafsir Tāj al-Muslimīn karya Misbah Musthofa, lahir dari dialog dengan budaya pesantren Indonesia, menggunakan aksara Arab Pegon. Dalam tafsirnya, Misbah tidak hanya memberikan kritik terhadap masalah keagamaan, tetapi juga menyoroti masalah-masalah pemerintahan, seperti kebijakan pendidikan yang dianggap tidak sesuai yang sengaja ditujukan kepada soeharto dan menteri pendiddikan masa orde baru. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis dengan tafsir kontekstual dan analisis wacana kritis untuk mengurai teks terkait dengan dinamika kekuasaan dalam konteks sosial-politik dan budaya. Penelitian ini menyoroti wacana dalam tafsir terhadap teks-teks kepemimpinan, seperti pada tafsiran QS. Al-Baqarah ayat 29 yang menyoroti wacana kata “pemimpin” pada aspek pendidikan. Melalui penelitiannya, Misbah menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pemisahan antara ilmu umum dan ilmu agama. Kitab Tafsir Tāj al-Muslimīn menunjukkan bahwa wacana dalam tafsir memiliki dimensi kritis politik yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan dalam dunia penafsiran.
RECONSTRUCTING “NASIONALISME” WITHIN QUR’ANIC EXEGESIS: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF AHMAD HASSAN’S TAFSIR AL-FURQAN Hanif Yuli Edi Z, M. Khai; Muhajirin; Lukman Nul Hakim; Syefriyeni
ILMU USHULUDDIN Vol. 12, No. 2, December 2025
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.vi.46747

Abstract

This study examines Ahmad Hassan’s interpretation of ‘Nasionalisme’ in Tafsir Al-Furqan by employing Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). It aims to analyze how discourses of ‘nasionalisme’—particularly those concerning love for the homeland and obedience to political authority—are constructed, negotiated, and legitimized within a Qur’anic exegetical framework. Using qualitative library research, the primary sources consist of Tafsir Al-Furqan and Ahmad Hassan’s Islam dan Kebangsaan, while secondary sources include scholarly books, academic journals, and other relevant works. In terms of methodology, this study applies Fairclough’s three-dimensional model of CDA, encompassing textual analysis, discursive practice, and sociocultural practice. The findings demonstrate that Ahmad Hassan constructs a form of religiously grounded “Nasionalisme” through conditional theological framing. Love for the homeland is articulated as a legitimate Islamic value insofar as it remains consistent with tawḥīd and sharī‘ah, while obedience to political leaders if it aligns with Islamic law. From a discursive perspective, Ahmad Hassan’s interpretation functions as an alternative to the dominant secular nationalist discourse that appear during the presidency of Soekarno. His exegetical strategy reveals an effort to reconstruct ‘nasionalisme’ not as an absolute political loyalty, but as a moral and religious commitment oriented toward justice, social responsibility, and resistance to ideological domination. By positioning ‘nasionalisme’ within Islamic normative boundaries and Indonesia’s socio-political context, this study contributes to the broader discourse on Qur’anic exegesis and the dynamic relationship between Islam, ‘nasionalisme’, and the nation-state in Indonesia.
Co-Authors Abdul Kher Aceng Komarudin Mutaqin Afrilla, Dian Agus Syahrani Agus Wartiningsih Agusriana, Sundari Ahmad Rifai Almunadi Andrew, Muhammad Anjani, Alvina Annisa, Ayu Annisaa Tusakdia Arbi Haza Nasution, Arbi Haza Arie Suciyana Sriyanto Arina Dery Puspitasari Asmad, Asma Barliana, Dewi Bayyinah, Iffatul Charyna Ayu Rizkyanti Deddy Ilyas, Deddy Eko Zulfikar Endah Dwi Untari Fatrin, Juan Muliawan Ganti, Mery HALIMATUSSA'DIYAH Halimatussa’diyah, Halimatussa’diyah Hanif Yuli Edi Z, M. Khai Harpetinah Hasiyatiningsih Hayati, Sofia Hayatuddin, Muhammad Ihsan Hermansah Hermansyah, Eka Hidayatulloh, A. Nururrochman Iffatul Bayyinah Imron Taslim Indiyah Murwani Indra Cakra Buana Insyirah, Al Irma Saraswati Joni Saputra Kamarudin Kamarudin Kayen, Hazrat Shah Kusnadi Kusnadi Leliga, Fenny Kusuma Mardiana Mardiana Mawaddah, Midfa'ul Haawan Fitayaatin Miftahul Jannah Mudjiatko Mudjiatko Mudjiatko, Mudjiatko Muh Mawangir Muhajirin Muhammad Ahsanul Muhammad Aknil Sefano Muhammad Numan Muhammad Zulfikar Mulyanto Mulyanto Munir Muslim Sabarisman, Muslim Mustakim, Iqbal Nasrullah, Muhamad Nur Kholifah, Umi Nur, Sulaiman M Nurhidayati Nurhidayati Oktavia, Maria Pathur Rahman Permata Sari, Mega Khadizah Purnama Alamsyah Putri, Alcyva Anindita Aisha Rahman, Pathur Rahmat Richard Ramadani, Deri Nur Reza Amarta Prayoga Reza Amarta Prayoga Ri Munarto, Ri Rosadi, Nora Juwita D. Rusli, Ris’an Salhazan Nasution Salsabiela Samirah Samirah, Samirah Septiana, R.A Erika Soekarsono, Rame Syefrieni, Syefrieni Syefriyeni Taslim, Imron Trimaijon Trimaijon Trimaijon, Trimaijon Tyas Wulandari Widyasari, Sekar Arum Winarti, Destina Yohanson, AK Yusfar, Yunarti