Claim Missing Document
Check
Articles

APPLIKASI BIOCHAR BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU MERANTI (Shorea spp.) UNTUK PERTUMBUHAN MAHONI (Swietenia macrophylla) MENGGUNAKAN MEDIA TAILING EMAS MERANTI (Shorea spp.) BIOCHAR APPLICATION TO MAHONI (Swietenia macrophylla) GROWTH IN GOLD TAILING MEDIA Maulani, Qori; Riniarti, Melya; Duryat, Duryat; Hidayat, Wahyu
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i1.3331

Abstract

ABSTRACTTailings are the final result of mining industry activities. Tailings are in the form of sludge waste produced from mining gold, copper, silver and other minerals. Tailings can potentially damage the environment and be dangerous to human life and other creatures. One effort to restore land from tailings is bioremediation technology. Biochar is a soil amendment material that can be used for environmental remediation. Utilizing meranti wood waste as biochar can reduce waste and increase economic value. Mahogany is a type of plant that is known to have potential as a phytoremediation plant. The aim of this research is to determine the effectiveness of meranti wood biochar to improve the growth of mahogany planted in gold tailings media. This research was carried out for four months in a greenhouse. The research was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with the treatment of gold tailings and meranti-based biochar in the growing media used. There were 12 treatments with four repetitions. The treatment given is (1) 0% tailings+0% Biochar; (2) 25% tailings+0% biochar; (3) 50% tailings +0% biochar; (4) 0% tailings+5% biochar; (5) 25% tailings + 5% biochar; (6) 50% tailings +5% biochar; (7) 0% tailings + 10% biochar; (8) 25% tailings + 10% biochar; (9) 50% tailings + 10% biochar; (10) 0% tailings + 15% biochar; (11) 25% tailings + 15% biochar; (12) 50% tailings + 15% biochar. The parameters observed were height increase, diameter increase, leaf area and root length. The research results showed that the application of biochar was able to improve the growth of mahogany planted in gold tailings media. Providing 10 and 15% biochar on media with gold tailings even resulted in better mahogany growth compared to those grown on media without tailings. This shows that meranti-based biochar has the ability to become a soil amendment for land contaminated with gold tailings.ABSTRAKTailing merupakan hasil akhir dari kegiatan industri pertambangan. Tailing berbentuk limbah lumpur yang dihasilkan dari pertambangan emas, tembaga, perak maupun mineral lainnya. Tailing dapat berpotensi merusak lingkungan dan berbahaya bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Salah satu upaya restorasi lahan dari tailing adalah dengan teknologi bioremediasi. Biochar adalah salah satu bahan pembenah tanah yang dapat digunakan untuk remediasi lingkungan. Pemanfaatan limbah kayu meranti sebagai biochar dapat mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomi. Mahoni termasuk tipe tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai tanaman fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan efektifitas biochar kayu meranti untuk memperbaiki pertumbuhan mahoni yang ditanam pada media tailing emas. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan di rsumah kaca. Penelitian didesign dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian tailing emas dan biochar berbahan dasar meranti pada media tumbuh yang digunakan.  Ada 12 perlakuan dengan ulangan sebanyak empat kali.   Perlakuan yang diberikan adalah (1) 0% tailing+0% Biochar; (2) 25% tailing+0% biochar; (3) 50% tailing +0% biochar; (4) 0% tailing+5% biochar; (5) 25% tailing + 5% biochar; (6) 50% tailing +5% biochar; (7) 0% tailing + 10% biochar; (8) 25% tailing + 10% biochar; (9) 50% tailing + 10% biochar; (10) 0% tailing + 15% biochar; (11) 25% tailing + 15% biochar; (12) 50% tailing + 15% biochar.  Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi, pertambahan diameter, luas daun dan panjang akar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar mampu memperbaiki pertumbuhan mahoni yang ditanam pada media tailing emas.  Pemberian biochar 10 dan 15% pada media dengan tailing emas bahkan menghasilkan pertumbuhan mahoni yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditanam pada media tanpa tailing. Hal ini menunjukkan bahwa biochar berbahan dasar meranti memiliki kemampuan untuk menjadi bahan pembenah tanah bagi lahan lahan tercemar tailing emas.  
Environmentally Friendly Paving Block Based on Wood Waste: The Effect of Rubber Wood Waste Content on the Physical-Mechanical Properties of Paving Block Fauzi, Daffa Naufalian; Saputra, Bagus; Riniarti, Melya; Duryat, Duryat; Suri, Intan Fajar; Hidayat, Wahyu
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.997-1005

Abstract

The wood sawing industry generates significant waste, consisting of wood chips, wood scraps, and sawdust. This research aims to evaluate the effect of rubber wood sawdust addition on the moisture content, water absorption capacity, and compressive strength of paving blocks. The study was conducted in August–September 2023, starting with preparing raw materials, composition planning, and test specimen fabrication. The parameters in this study included density testing, moisture content, water absorption capacity, and compressive strength. The density test results for treatments P0 were 1.11 g/cm3, P1 1.09 g/cm3, P2 1.07 g/cm3, P3 1.08 g/cm3, and P4 1.09 g/cm3. The moisture content test yielded values of 11.38% for P0, 12.56% for P1, 12.94% for P2, 13.24% for P3, and 13.80% for P4. The water absorption capacity values obtained were, for P0, 5.17%; P1, 5.40%; P2, 6.36%; P3, 8.11%; and P4, 9.27%. Compressive strength tests produced values for P0 at 7.19 N/mm2, P1 at 5.67 N/mm2, P2 at 4.22 N/mm2, P3 at 3.48 N/mm2, and P4 at 3.07 N/mm2. The addition of rubber wood sawdust to paving blocks significantly influences density, moisture content, water absorption capacity, and compressive strength values. Keywords: Composition, Compressive strength, Paving block, Sawdust waste.
Peningkatan Kualitas Dan Produk Tanaman Agroforestry Berbasis Masyarakat Winarno, Gunardi Djoko; Harianto, Sugeng Prayitno; Yuwono, Slamet Budi; Safe'i, Rahmat; Darmawan, Arief; Bakri, Samsul; Wulandari, Christine; Dewi, Bainah Sari; Kaskoyo, Hari; Febryano, Indra Gumay; Asmarahman, Ceng; Hilmanto, Rudi; Duryat; Hidayat, Wahyu; Salsabila, Sahda
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11975

Abstract

Peningkatan kualitas dan produk tanaman agroforestry sangat penting dilakukan untuk meningkatkan harga jual dan pemanfaatan ruang yang lebih efisien. Umumnya produk agroforestry tidak disematkan nama produknya sehingga pembeli tidak mendapat kepuasan dan harapan. Kondisi ini terjadi seperti halnya buah MPTS yang tidak ada namanya dari suatu varitas MPTS, sehingga harga jualnya sangat rendah. Para petani perlu dibina dalam pemberian nama suatu produk sehingga konsumen akan percaya dan yakin kualitas dari buah MPTS. Disisi lain pemanfaatan lahan masih kurang efisien terutama pada lahan permukaan tanah. Beberapa lahan garapan tumbuh gulma yang dapat menyebabkan menurunnya produksi kebun. Pengabdian ini dilaksanakan di area kelola Sistem Hutan Kemasyarakatan (SHK) Lestari terhadap kepala keluarga yang menggarap lahan di dalam kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Petani setuju bahwa kualitas bibit dan pemberian nama atau merk sebagai jaminan kualias produk adalah penting untuk peningkatan nilai penjualan produk agroforestry. Secara teknis mereka setuju jika pembatasan jumlah pohon dan pemupukan itu penting dilakukan untuk meningkatkan produksi agroforestry. Mereka menganggap bahwa tidak semua satwa liar mengganggu tanaman. Adapun organisasi dan keamanan adalah penting dilakukan untuk memberikan jaminan keberhasilan panen dan ketenangan dalam bekerja di lahan garapan mereka hingga masa depan. Kata kunci : Kualitas, produk, tanaman agroforestry
Pengaruh Biochar pada Simbiosis Rhizobium dan Akar Sengon Laut (Paraserianthes falcataria) dalam Media Tanam Aulia Asmara Loka Br Tarigan; Melya Riniarti; Hendra Prasetia; Wahyu Hidayat; Ainin Niswati; Irwan Sukri Banuwa; Udin Hasanudin
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengon laut ( Paraserianthes falcataria) merupakan tanaman yang bersimbiosis secara mutualisme dengan Rhizobium. Rhizobium adalah bakteri yang menginfeksi akar tanaman yang berfungsi dalam fiksasi nitrogen. Adanya rhizobium yang ditunjukkan dengan timbulnya tonjolan berupa bintil pada akar. Perkembangan bintil terlihat oleh media tanam. Kondisi pada media tanam dapat dibenah dengan biochar untuk meningkatkan ruang tumbuh akar dan penyerapan unsur hara salah satunya nitrogen. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh biochar pada media tanam bibit sengon laut ( Paraserianthes falcataria)) terhadap simbiosis rhizobium dan akar yang dilihat dari akar bintil (nodul). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan selama 6 bulan. Perlakuan yang diteliti yaitu Kontrol atau 100% tanah (K), Meranti 5% atau penambahan biochar 5% (M5), dan Meranti 10% atau penambahan biochar 10% (M10). Parameter yang diamati adalah jumlah bintil root, persen bintil efektif dan warna daun. Hasil menunjukkan dibandingkan dengan kontrol peningkatan peningkatan pada jumlah bintil (61-75%), persen bintil efektif (527-2381%) dan warna daun (16-22%) dengan aplikasi biochar pada media tanam bibit sengon laut.
Persepsi Masyarakat dalam Pemilihan Kayu Untuk Bangunan Fajar Nugraha Fahriza; Hari Kaskoyo; Rahmat Safe'i; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4496

Abstract

Kayu merupakan bahan bangunan yang sangat banyak digunakan dan diminati  sejak dahulu. Penggunaan kayu sebagai bahan bangunan kian hari cenderung meningkat oleh karena itu tujuan dari peneliti mengetahui persepsi masyarakat sebagai bahan bangunan. Penilitian ini menggunakan metode purposive sampling dan analytic hierarki product dengan jumlah responden 10 orang . Metode analisis data yang digunakan dalam penilitian adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kayu merbau darat (Intsia palembanica) dan jati (Tectona grandis) merupakan kayu yang mendominasi digunakan sebagai bahan baku rumah.Kata kunci: jenis kayu, rumah tradisional, masyarakat.  
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PERUBAHAN WARNA PAPAN PARTIKEL HASIL UKIR LASER CO2 Rasyidah Amany; Alim Fadila Rahman; Indra Gumay Febryano; Dian Iswandaru; Intan Fajar Suri; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i2.5991

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh daya laser CO2 terhadap warna dan preferensi konsumen dari produk papan parikel. Papan partikel tersebut dilakukan pengukiran dengan menggunakan daya laser 2,5 Watt, 5 Watt dan 7,5 Watt. Perubahan warna diuji dengan sistem CIE-LAB dan preferensi konsumen dilakukan dengan wawancara responden. Hasil pengujian kecerahan (L*), kromatisasi merah/hijau (a*) dan kromatisasi kuning/biru (b*) mengalami penurunan seiring dengan naiknya daya laser, sedangkan nilai perubahan warna (∆E*) memperoleh nilai > 12 yang berarti warna berubah total. Preferensi konsumen menunjukkan bahwa laser dengan daya laser 7,5 Watt memiliki hasil yang lebih besar, yang artinya lebih disukai oleh konsumen. Hasil tersebut memperoleh kesimpulan bahwa tingginya daya laser yang dipakai untuk pengukiran menyebabkan warna yang dihasilkan oleh produk papan partikel menjadi lebih gelap, hal tersebut menambah minat para konsumen dalam membeli produk.
PENGARUH DAYA LASER CO2 TERHADAP PERUBAHAN WARNA PERMUKAAN KAYU MERANTI (Shorea sp.) DAN PREFERENSI KONSUMEN Alim Fadila Rahman; Rasyidah Amany; Intan Fajar Suri; Indra Gumay Febryano; Duryat Duryat; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i2.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya laser CO2 terhadap perubahan warna pada permukaan kayu meranti dan mengetahui hasil laser yang paling disukai oleh konsumen. Pengukiran pada permukaan kayu meranti menggunakan daya laser 2,5 Watt, 5 Watt dan 7,5 Watt. Perubahan warna dianalisis menggunakan system CIE-Lab dan preferensi konsumen dilakukan dengan mewawancarai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerahan (L*), kromatisasi merah/hijau (a*) dan kromatisasi kuning/biru (b*) cenderung mengalami penurunan seiring meningkatnya daya laser. Nilai perubahan warna (∆E*) didapatkan nilai > 12 yang berarti warna berubah total. Preferensi konsumen diketahui bahwa hasil laser 7,5 Watt lebih disukai oleh konsumen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perubahan warna keseluruhan (∆E*) meningkat dengan meningkatnya daya laser. Hasil uji preferensi konsumen menunjukkan bahwa warna yang lebih gelap lebih disukai konsumen. Dengan demikian, laser CO2 dapat meningkatkan warna kayu meranti dan nilai tambah produk.
Color Modification of Andong Bamboo (Gigantochloa pseudoarundinacea) through Oil Heat Treatment: Aesthetic Enhancement and Consumer Preferences Hafizh Awandi; Indra Gumay Febryano; Afif Bintoro; Intan Fajar Suri; Wahyu Hidayat
Forest and Nature Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i2.7

Abstract

Bamboo is a sustainable alternative to wood and is classified as a non-timber forest product. The primary raw material for this research is andong bamboo (Gigantochloa pseudoarundinacea). which exhibits vivid physical coloration that may reduce its aesthetic appeal. Additionally, it is susceptible to fungal and insect infestations. Heat treatment has been identified as an effective method for modifying the color properties of bamboo, with oil heat treatment offering potential advantages. This study investigated the impact of oil heat treatment on the color properties of andong bamboo and evaluates consumer preferences regarding its modified appearance. Andong bamboo specimens were subjected to oil bath at temperatures of 180°C, 200°C, 220°C, and 240°C for three hours. Colorimetric analysis was conducted using the CIE-Lab system, measuring parameters such as lightness (L*), red-green chromaticity (a*), yellow-blue chromaticity (b*), and overall color change (ΔE*). The results indicate a significant reduction in L* values with increasing treatment temperature, leading to a darker appearance. Similarly, a* and b* values decreased, indicating a shift in chromatic characteristics. A value of ΔE* above 12 suggests a total color change. Consumer preference analysis revealed that respondents favored andong bamboo heat-treated at 180°C and 200°C, perceiving these treatments as producing a more exotic and visually appealing. These findings suggest that oil heat treatment not only enhances the aesthetic value of andong bamboo but also increases its potential for high-value applications in furniture and interior design.
Thermal Degradation-Induced Hydrophobicity and Improved Moisture Resistance of Pyrolyzed Betung Bamboo and Rubberwood Pellets Ahmad Izzuddin Arrofi; Indra Gumay Febryano; Hendra Prasetia; Wahyu Hidayat
Forest and Nature Vol. 1 No. 3 (2025): July
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i3.21

Abstract

The increasing global demand for sustainable energy highlights the need for efficient biomass utilization as an alternative to fossil fuels. This study investigates the effect of pyrolysis temperature on the moisture behavior, hydrophobicity, and storage stability of betung bamboo (Dendrocalamus asper) and rubberwood (Hevea brasiliensis) pellets. Pellets were pyrolyzed at 350°C, 400°C, and 450°C for 30 minutes, and their physical properties, including moisture content, water resistance, and water vapor adsorption, were evaluated. Results show that increasing the pyrolysis temperature significantly reduced the moisture content from 9.33% to 1.18% in bamboo pellets and from 10.18% to 1.10% in rubberwood pellets. Pyrolysis enhanced hydrophobicity, as evidenced by stable water vapor adsorption below 5% over 14 days, compared to more than 15% in untreated pellets. Pyrolyzed pellets also exhibited superior water resistance, retaining their structural integrity after 24 hours of immersion, whereas the control samples deformed completely. These improvements enhance storage stability, minimize the risk of self-ignition, and increase combustion efficiency by reducing water-related energy losses. The findings demonstrate that optimizing pyrolysis temperature effectively improves pellet quality, offering a promising approach for sustainable bioenergy production from forest-based biomass resources.
Thermochemical Conversion of Rubber Wood Pellets via Downdraft Gasification: Syngas Composition, Heating Value Trends, and By-Product Characterization Wana Putri Anastasya Hutasoit; Bugae Park; Bainah Sari Dewi; Wahyu Hidayat
Forest and Nature Vol. 1 No. 4 (2025): October
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i4.30

Abstract

The increasing global energy demand, coupled with declining fossil fuel reserves, is driving the development of biomass-based renewable energy. Rubber wood (Hevea brasiliensis) is a potential biomass source due to its abundant availability from the rejuvenation of community gardens. This study aims to analyze the energy characteristics of rubber wood pellets as biomass fuel, analyze the composition of synthesis gas (syngas) and lower heating value (LHV), and the characteristics of ash (residue from the gasification process) using a downdraft gasifier. The study was conducted at the Forest Products Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung, using 20 kg of rubber wood pellets as the raw material. The gasification procedure progresses through four fundamental stages, including drying, pyrolysis, combustion, and reduction, which are conducted within a downdraft gasifier system. Syngas analysis was performed using a portable infrared syngas analyzer (Gasboard G3100-P) to determine the concentrations of CO, CO2, CH4, H2, and O2. The results showed that the average composition of the syngas produced was 17.98% CO, 8.58% CO2, 1.57% CH4, 10.04% H2, and 1.78% O2. The average calorific value (LHV) was 725.81 kcal/m3 with a range of 690–775 kcal/m3. The proximate analysis results showed a moisture content of 10.93%, volatile matter 74.37%, ash content 8.60%, and fixed carbon of 6.20% in the pellet biomass, while the ash (by-product) had a moisture content of 9.58%, volatile matter 14.42%, ash content 71.61%, and fixed carbon 4.37%. The composition of the syngas produced was within the ideal range for a downdraft, indicating that rubber wood pellets have high potential as a biomass-based renewable energy fuel.
Co-Authors Abdullah Aman Damai Abimanyu, Bondan Abimanyu, Bondan Adesna Fatrawana Adesna Fatrawana Afif Bintoro Afif Bintoro Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Setiawan Ahmad Izzuddin Arrofi Ainin Niswati Ainin Niswati Ainin Niswati Al Qorny, Faiz Alim Fadila Rahman Anis Ambarwati Anne Carolina Apri H Iswanto Apri Heri Iswanto Apri Heri Iswanto Apriyanita Pitri Ningrum Apriyanita Pitri Ningrum Arief Darmawan Augustina, Sarah Aulia Asmara Loka Br Tarigan Awandi, Hafizh Bagus Saputra Bagus Saputra Bagus Saputra Bagus Saputra Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bangun Adi Wijaya Bangun Adi Wijaya Bondan Abimanyu Bugae Park Bugae Park Byantara Darsan Purusatama Byung Bae Park Ceng Asmarahman Ching K Man Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Chrisyan Fito Simamora Damai, Abdulah Aman Dani, Hafiz Ansori Deded Sarip Nawawi Denni Prasetia Destia Novasari Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dini Lestari, Dini Donghyuk Chun Doni Hapsoro Dungani, Rudi Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Elvara D Satria Eti Artiningsih Octaviani Eva Yunita Fahriya Puspita Sari Faiz Al Qorny Faizatul FALAH Fajar Nugraha Fahriza Fajri, Ahmad Khairil Fauzan Aulia Fauzi Febrianto Fauzi, Daffa Naufalian Febrian, Ardi Febryanto, Indra Gumay Fitriana, Yulia Rahma Fitrianum, Fadilah Go Un Yang Gunawan, Rhezandy Gusri Akhyar Ibrahim Gusti Wijaya Hadida, Ratu Husaina Hadiyane, Anne Hafizh Awandi Handian Purwawangsa Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Harianto, Sugeng P. Harianto, Sugeng Prayitno Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hokyung Choi Hyuk Im Ina Winarni, Ina Indra G Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Intan F Suri Intan Fajar Suri Irma Thya Rani Irma Thya Rani Irma Thya Rani Irma Thya Rani Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Ismayati, Maya Jacky Michael Pah Jiho Yoo Jiho Yoo Jiho Yoo Jiho Yoo Jong Ho Kim Kadek Wikan Nandini Karina Gracia Agatha Tambunan Karina Gracia Agatha Tambunan Kaskoyo, Hari Kim, Nam Hun Kukuh Setiawan Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Laksana, Raden Permana Budi Lia Mulyana Lina Nur Aminah Lina Nur Aminah Lisman Suryanegara Lubis, Muhammad Adly Rahandi Manggar Arum Aristri Mareli Talaumbanua Marwanto Marwanto Marwanto Maulana, Muhammad Iqbal Maulana, Sena Maulana, Sena Maulani, Qori Medita Hermawan Melya Riniarti Melya Riniarti Mhd Muhajir Hasibuan Mia Putri Utami Mia Putri Utami Mohamad I Sya'bani Muhammad Adly Rahandi Lubis Muhammad Adly Rahandi Lubis Muhammad Adly Rahandi Lubis Muhammad Aldo Kurniansyah Muhammad Alfaridzi Muhammad Iqbal Adi Baskara Muhammad Iqbal Maulana Naili Rahmah Nam Hun Kim Nam Hun Kim Nindya Triya Puspita Nissa Nurfajrin Solihat Nugraha, Muhammad Dimaz Nurpine Nadeak Nurpine Nadeak Oktarine Melly Aminah Harum Park, Byung Bae Park, Byung Dae Permana, Anom Tahta Prasetyo, Pangestu Purusatama, Byantara Darsan Putri, Mangifera Indica Dhaifullah Wangun Rafical Cahaya Utama Rahmat Safe'i Rahmat Safe’i Rahmi Adi Bazenet Rahmi Adi Bazenet Rahmi Adi Bazenet Rani, Irma Tya Rara Diantari Rasyidah Amany Rianjanu, Aditya Rini Nurindarwati Rio Ardiansyah Murda Rita K Sari Rita Kartika Sari Rodiani Rodiani Rodiani Rommy Qurniati Rommy Qurniati Rubiyanti, Tri Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rynaldo Davinsy Safe’i, Rahmat Salsabila, Sahda Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Sandi Asmara Sanena, Tia Silvia Sangdo Kim Sangdo Kim Sangdo Kim Sangdo Kim Saputra, Bagus sari, nurika arum See P Hwee Seldi Prayoga Seldi Prayoga Seung Hwan Lee Shalehudin Denny Ma’ruf Sihyun Lee Sihyun Lee Sihyun Lee Sihyun Lee Silvia Uthari Nuzaverra Mayang Mangurai Siti Aisyah Siti Mutiara Ridjayanti Siti Mutiara Ridjayanti Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sofiyan, Ade Sofiyan, Ade Soleh Muhamad Soleh Muhamad Soohyun Kim Sri Hidayati Sumaryo Gito Saputro Suri, Intan Fajar Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Suwanda, Astri Aulia Tarmizi Taher Tati Karliati Tengku Muhammad Renzy Hariz Tri Putri Siadari Tri Putri Siadari Tri Yulianto Tri Yulianto Tri Yulianto Tsani, Machya Kartika Udin Hasanudin Udin Hasanudin Udin Hasanudin Udin Hasanudin Utami, Mia Putri Wahyu Abdul Rahman Wana Putri Anastasya Hutasoit Widya FATRIASARI Wijaya, Bangun Adi Winarno, Gunardi Djoko Winarno, Gunardi Djoko Wisnu Satyajaya Wulandari, Christin Yadav, Sumit Manohar Yazid Bindar Yogi Sulistio Yoo, Jiho Yusuf Sudo Hadi Zaini, Lukmanul Hakim