Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Eksplorasi Karakter Politik Demokrasi Buya Hamka Dalam Membentuk Civic Disposition Pada Mahasiswa Ramsul Nababan; Ira Safitri; Junaidi Junaidi; Surya Dharma; Hodriani Hodriani
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12395

Abstract

Saat ini, demokrasi di Indonesia belum secara maksimal terlaksana. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya pelanggaran-pelanggaran demokrasi. Untuk itu, agar demokrasi pada masa kini dan pada masa yang akan datang menjadi lebih baik, maka mahasiswa sebagai agen perubahan sangat diperlukan kehadirannya. Membentuk mahasiswa yang berkarakter demokrasi, salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan menelusuri karakter politik demokrasi Buya Hamka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter politik demokrasi Buya Hamka dalam membentuk civic disposition (karakter kewarganegaraan) pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemikiran Buya Hamka memiliki relevansi kuat dalam membentuk civic disposition mahasiswa di era kontemporer. Tiga pilar utama yang ditekankan yaitu kepemimpinan berakhlak, musyawarah, dan ketakwaan sebagai landasan moral. Pilar-pilar ini membentuk karakter kewarganegaraan yang religius, bertanggung jawab, adil, dan menjunjung persatuan. Nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui aktivitas akademik dan sosial mahasiswa. Pemikiran Buya Hamka berkontribusi pada pengembangan demokrasi yang etis, humanis, dan berlandaskan Pancasila.
Pengembangan Elektronic Book Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Literasi Pancasila Peserta Didik Sekolah Dasar Umi Rahman; Surya Dharma; Mursid Mursid
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 14 No. 3 (2024): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/esjpgsd.v15i3.65557

Abstract

yang layak dan efektif untuk meningkatkan literasi Pancasila peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Dengan 10 langkah instruksional berdasakan pendekatan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 3 tahapan oleh Sukmadinata. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling, dimana kelas VA menggunakan produk sebagai kelas Eksperimen dan kelas VB tidak menggunakan produk sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan soal untuk mengetahui hasil belajar siswa dan menggunakan angket untuk mengetahui pemahaman penerapan nilai-nilai Pancasila siswa. Validasi ahli dan uji coba siswa dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk. Uji-T dilakukan untuk membandingkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelayakan produk berdasarkan hasil validasi 3 ahli dikategorikan sangat layak. Hasil uji coba terbatas menunjukkan nilai 92% dan hasil uji coba luas menunjukkan nilai 96%. Hasil Uji-T diperoleh 0,000 < 0,005 yang
Strategi Guru Dalam Mengimplementasikan Technological Pedagogical And Content Knowledge (Tpack) Pada Pembelajaran di SMA Swasta Pab 5 Klumpang Ayu Novidaniati Rusnita; Fazli Rachman; Yakobus Ndona; Surya Dharma; Sampitmo Habeahan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada proses pembelajaran di SMA Swasta PAB 5 Klumpang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten secara seimbang dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan mencakup integrasi teknologi dan pedagogi melalui penggunaan media digital interaktif, integrasi teknologi dan konten dengan memanfaatkan sumber belajar daring, serta integrasi pedagogi dan konten melalui penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL). Implementasi TPACK memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik. Namun, penelitian juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana teknologi, perbedaan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru berbasis TPACK berkontribusi penting terhadap pengembangan kualitas pembelajaran di era digital.
ANALISIS MATERI HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PADA BUKU PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD TERHADAP PEMBENTUKAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN Ivo Ardila; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi hak dan kewajiban warga negara pada buku Pendidikan Pancasila kelas IV SD terhadap pembentukan kompetensi kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan membaca, mencatat, dan mengolah informasi relevana. Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi isi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi hak dan kewajiban dalam buku Pendidikan Pancasila kelas IV SD memuat unsur-unsur yang berpotensi mendukung kompetensi kewarganegaraan siswa, meliputi aspek civic disposition (materi memuat nilai tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, toleransi, dan kepatuhan terhadap aturan), civic knowledge (materi memberikan pemahaman mengenai aturan, hak, dan kewajiban dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan civic skills (materi disajikan melalui aktivitas pembelajaran seperti diskusi, refleksi, dan penyelesaian situasi kontekstual). Dengan demikian, materi hak dan kewajiban dalam buku Pendidikan Pancasila kelas IV SD memiliki potensi kontribusi terhadap penguatan kompetensi kewarganegaraan siswa, meskipun lebih dominan berfokus pada konteks kehidupan sehari-hari yang bersifat sederhana.
Analisis Tingkat Kesadaran Diri sebagai Warga Negara pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Era Globalisasi Dinda Boru Anugrah; Adinda Mutia Rahma Siregar; Tria Amanda Nasution; Mairani; Surya Dharma; Sri Yunita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14697

Abstract

Kesadaran kewarganegaraan merupakan fondasi pembentukan karakter bangsa yang semakin terancam oleh derasnya arus globalisasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tingkat kesadaran diri siswa kelas V SD Negeri 064037 sebagai warga negara Indonesia di tengah paparan globalisasi yang semakin masif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas V dan guru Pendidikan Pancasila. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran diri siswa sebagai warga negara masih berada pada kategori sedang dan cenderung bersifat formalistik. Siswa mampu mengenali simbol dan identitas negara, tetapi belum sepenuhnya memahami makna kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Era globalisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap pola pikir dan orientasi budaya siswa melalui dominasi media digital dan konten asing. Faktor yang paling dominan dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan siswa adalah keluarga, pembelajaran Pendidikan Pancasila, lingkungan sekolah, dan penggunaan media digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman nyata agar kesadaran kewarganegaraan siswa dapat berkembang secara lebih mendalam.
ANALISIS MUATAN NILAI-NILAI DEMOKRASI DALAM BUKU PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SEKOLAH DASAR Al Hilal Hamdi Rambe; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15057

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the democratic values contained in the Pancasila Education Book for Elementary Schools/Islamic Elementary Schools (SD/MI) Grade VI. The research is motivated by the importance of democratic education from elementary school level as an effort to form participatory, responsible citizens who uphold the values of Pancasila. The study uses a qualitative research method with a content analysis approach. The data source is the Pancasila Education Book for Elementary Schools/IS Grade VI. Data collection techniques are carried out through documentation studies by identifying, classifying, and analyzing the democratic values contained in the materials, images, learning activities, assignments, and evaluations. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the book contains various democratic values including deliberation, freedom of opinion, tolerance, equal rights, responsibility, cooperation, participation, respect for diversity, and joint decision-making. The most dominant democratic values are found in Chapter 4 on Learning to Deliberate, followed by Chapter 5 on cultural and religious diversity and Chapter 7 on mutual cooperation. These findings indicate that the Pancasila Education textbook for grade VI has integrated democratic values comprehensively and contextually as a means of forming elementary school students' civic competence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis muatan nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Buku Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan demokrasi sejak jenjang sekolah dasar sebagai upaya membentuk warga negara yang partisipatif, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data berupa Buku Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis muatan nilai demokrasi yang terdapat dalam materi, gambar, aktivitas pembelajaran, tugas, dan evaluasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku memuat berbagai nilai demokrasi yang meliputi musyawarah, kebebasan berpendapat, toleransi, persamaan hak, tanggung jawab, kerja sama, partisipasi, penghormatan terhadap keberagaman, dan pengambilan keputusan bersama. Nilai demokrasi paling dominan ditemukan pada Bab 4 tentang Belajar Bermusyawarah, disusul Bab 5 tentang keberagaman budaya dan agama dan Bab 7 tentang gotong royong. Temuan ini menunjukkan bahwa buku Pendidikan Pancasila kelas VI telah mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi secara komprehensif dan kontekstual sebagai sarana pembentukan kompetensi kewarganegaraan siswa sekolah dasar
Internalisasi Nilai-Nilai HAM melalui Pembelajaran Kewarganegaraan Digital untuk Mencegah Perundungan Siber di Sekolah Dasar Indah Mutia; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1104

Abstract

Perundungan siber (cyberbullying) di lingkungan sekolah dasar di Indonesia kini berkembang menjadi ancaman serius seiring dengan tingginya penetrasi internet sejak usia dini. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, kerangka integrasi konseptual, dan strategi implementasi internalisasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) seperti hak atas martabat pribadi, perlindungan dari kekerasan, dan hak atas privasi. Melalui pembelajaran kewarganegaraan digital (digital citizenship) guna mencegah perundungan siber di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus sosio-pedagogis dan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan perundungan siber tidak dapat mengandalkan pencapaian akademik kognitif siswa semata, melainkan menuntut penguatan perilaku etis di ruang digital yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Strategi intervensi dirancang melalui model Digital Citizenship Character Habituation (DCCH) berbasis proyek pembuatan poster digital yang menyasar ranah kognitif, afektif, dan konatif secara utuh. Selain itu, kolaborasi ekologis antara guru kelas sebagai fasilitator di sekolah dan orang tua sebagai pengawas aktivitas digital di rumah menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem siber yang aman dan humanis bagi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC Berbantuan Video Animasi Warisan Budaya terhadap Kemampuan Literasi Budaya Siswa Sekolah Dasar: The Effect of the RADEC Learning Model Assisted by Cultural Heritage Animation Videos on the Cultural Literacy Skills of Elementary School Students Debi Servinta Br Perangin-angin; Surya Dharma; Hapni Laila Siregar; Yakobus Ndona; Noni Rozaini; R Mursid
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 02 (2026): Research Articles, August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i02.9032

Abstract

21st-century education emphasizes student-centered learning that develops various competencies, including cultural literacy. The low level of cultural literacy among elementary school students indicates that existing models and supporting media have not effectively developed this competence. The RADEC learning model, supported by cultural heritage animation videos, is expected to serve as an alternative for creating learning experiences that are more active, contextual, and meaningful. This study aims to analyze the impact of the RADEC learning model—supported by cultural heritage animation videos—on elementary school students' cultural literacy skills. A quasi-experimental, non-equivalent group design was employed, and data were analyzed using SPSS version 25.0. A cultural literacy skills questionnaire served as the research instrument. The results indicate: (1) a significant effect of the RADEC learning model (supported by cultural heritage animation videos) on students' cultural literacy skills, with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05). The average N-Gain score for the experimental class—which received the RADEC learning model treatment supported by cultural heritage animation videos—was 56.4603 (or 56.5%). These results demonstrate that implementing the RADEC learning model supported by cultural heritage animation videos effectively enhances students' cultural literacy skills. Furthermore, the Independent-Samples T-Test results (Sig. 2-tailed = 0.000 < 0.05) confirm the model's significant impact on cultural literacy skills. At the same time, the average N-Gain score of 56.4603 (56.5%) indicates the model's effectiveness in improving these skills.
Pengembangan E-LKPD berbasis PBL untuk meningkatkan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada Pendidikan Pancasila Rijal Sianturi; Daulat Saragi; Surya Dharma; Samsidar Tanjung; Yakobus Ndona; R Mursid
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 2 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i2.683

Abstract

The Problem-Based Learning (PBL) approach to Pancasila education in elementary schools positively impacts student engagement. However, the limited availability of interactive worksheets that facilitate and stimulate critical thinking remains a major obstacle in the field, so the development of innovative, cutting-edge teaching materials is urgently needed. This study aims to develop and test the feasibility, practicality, and effectiveness of a PBL-based E-LKPD on Indonesian diversity for fourth-grade students at SDN 066047 Medan Helvetia. Using the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model, data were collected through observation, interviews, questionnaires, and tests. The results showed a high level of validity. This product proved to be very practical based on teacher and student responses. In addition, this E-LKPD significantly improved critical thinking skills. This PBL-based E-LKPD is very feasible, practical, and effective for application in learning. In its implementation, supporting infrastructure is still needed to facilitate the integration of E-LKPD as an interactive worksheet, so that students can also learn independently in the future.
Development of CTL video media based to strengthen Pancasila character in elementary school Rinny Sartika; Surya Dharma; Sri Milfayetti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.125

Abstract

The decline in students’ interest and character development in elementary schools highlights the urgency of designing innovative learning media that integrate value-based education with engaging methods. Video learning media based on Contextual Teaching and Learning (CTL) convey messages through visual and audio elements, enabling students to construct knowledge in a meaningful way while internalizing values. This study aimed to develop CTL-based video learning media to strengthen Pancasila character among grade IV students at SD Negeri 104282 Batu Lokong. The research adopted Thiagarajan’s 4D model, which consists of stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The feasibility of the developed media was validated by material, media, and language experts, all categorized as very feasible. Practicality testing with classroom teachers showed that the media was very practical. Effectiveness testing using N-Gain analysis indicated high and moderate improvement levels in strengthening students’ Pancasila character, supported by reliable results. These findings confirm that CTL-based video learning media is feasible, practical, and effective in fostering Pancasila character in elementary students. It is therefore recommended that schools adopt this media as an alternative resource to integrate character education with meaningful learning. Future studies may extend its application to other subjects or different educational levels to further explore its potential impact.    Abstrak Menurunnya minat dan pengembangan karakter siswa di sekolah dasar menyoroti urgensi merancang media pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pendidikan berbasis nilai dengan metode yang menarik. Media pembelajaran video berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) menyampaikan pesan melalui elemen visual dan audio, yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan secara bermakna sambil menginternalisasi nilai-nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video berbasis CTL untuk memperkuat karakter Pancasila pada siswa kelas IV di SD Negeri 104282 Batu Lokong. Penelitian ini mengadopsi model 4D Thiagarajan, yang terdiri dari tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan media yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, semuanya dikategorikan sangat layak. Uji praktikalitas dengan guru kelas menunjukkan bahwa media sangat praktis. Uji efektivitas menggunakan analisis N-Gain menunjukkan tingkat peningkatan yang tinggi dan sedang dalam memperkuat karakter Pancasila siswa, didukung oleh hasil yang reliabel. Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran video berbasis CTL layak, praktis, dan efektif dalam menumbuhkan karakter Pancasila pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah mengadopsi media ini sebagai sumber daya alternatif untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pembelajaran yang bermakna. Penelitian selanjutnya dapat memperluas penerapannya ke mata pelajaran lain atau jenjang pendidikan yang berbeda untuk lebih mengeksplorasi potensi dampaknya. Kata Kunci: contextual teaching learning; CTL; media video; sekolah dasar