Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Aspek Sosio Budaya Gizi Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Etnik Madura Di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan, Madura Anis Zaiti Mubarokah; Lailatul Muniroh
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i3.2020.239-243

Abstract

ABSTRACT Background: Breast milk is the best nutrition for children's health and intelligence. Exclusive breastfeeding can prevent death and infectious diseases in infants. The socio-cultural factor is one of the strong driving factors towards mother's behavior in giving exclusive breastfeeding, especially to people who have strong adherence to the traditions of their ancestors such as the Maduranese.Objectives: The purpose of this study was to analyze the influence of socio-cultural nutrition on exclusive breastfeeding in the Bangkalan Health Center, Madura Methods: This study was using a cross sectional research design with a sample of mothers who have babies aged 6-12 months. The sample size of this study was 87 respondents. Sampling is done by stratified random sampling. Data collection through interviews using questionnaires and research results were analyzed using logistic regression tests.Results: There was an influence between socio- culture of nutrition in infants (P=0,000) on exclusive breastfeedingi the Bangkalan public health center. Mothers who have socio-culture of nutrition in infants more do not provide exclusive breastfeeding for 6 months.Conclusions: In conclusion, socio-culture of nutrition in infants in the form of prelacteal feeding and early MP-ASI can influence exclusive breastfeeding for infants for 6 months. It is hoped that health workers will educate mothers and husbands about the dangers of giving honey and MP-ASI early to babies and motivate husbands to provide support to mothers for exclusive breastfeeding. Increasing the role of cadres in moving the community to want to come in counseling about exclusive breastfeeding with her husband.ABSTRAKLatar Belakang: ASI merupakan nutrisi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah kematian dan penyakit infeksi pada bayi. Faktor sosio budaya merupakan salah satu faktor pendorong yang cukup kuat terhadap perilaku ibu dalam  memberikan ASI eksklusif, terutama pada masyarakat yang memiliki kepatuhan yang kuat pada tradisi nenek moyang seperti pada etnik Madura.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosio budaya gizi terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan, Madura.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan.  Besar sampel dari penelitian ini yaitu 87 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan hasil penelitian dianalisis menggunakan uji regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sosio budaya gizi pada bayi (P=0,000) terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Ibu yang terdapat sosio budaya gizi pada bayi lebih banyak tidak memberikan ASI eksklusif selama 6 bulanKesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sosio budaya gizi pada bayi berupa pemberian makanan prelakteal dan MP-ASI dini dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Diharapkan agar tenaga kesehatan mengedukasi ibu dan suami tentang bahaya memberian madu dan MP-ASI dini kepada bayi serta memotivasi suami agar memberikan dukungan kepada ibu untuk menyusui eksklusif. Meningkatkan peran kader dalam menggerakkan masyarakat agar mau datang dalam penyuluhan tentang ASI eksklusif bersama suami.
Hubungan Screen Based Activity dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Anak Usia 10-12 Tahun (Studi di SDI Darush Sholihin Kabupaten Nganjuk) Silvia Alfinnia; Lailatul Muniroh; Dominikus Raditya Atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.223-229

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anak usia sekolah mengalami peningkatan kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang. Di usia ini, anak-anak bisa memilih makanan maupun media bermain sesuai keinginan mereka. Aktivitas menggunakan layar yang berlebih serta perilaku makan yang buruk dapat memicu terjadinya obesitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Screen Based Activity (SBA) dan perilaku makan dengan status gizi anak usia sekolah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di SDI Darush Sholihin Kabupaten Nganjuk. Besar sampel sebanyak 48 siswa yang dipilih secara proportional random sampling. Pengumpulan data meliputi berat badan, tinggi badan, kuesioner SBA, Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Kendall’s tau dengan nilai signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan SBA (p=0,151), perilaku makan makanan pokok (p=0,101), perilaku makan lauk hewani (p=0,212), perilaku makan lauk nabati (p=0,829), perilaku makan sayuran (p=0,751) dan perilaku makan jajanan (p=0,109) dengan status gizi. Namun, terdapat hubungan perilaku makan buah (p=0,040) dengan status gizi.Kesimpulan: Konsumsi buah-buahan yang sering tanpa memperhatikan kandungan gula dan cara penyajian dapat memberikan risiko obesitas pada anak. Diperlukan pendidikan gizi kepada pihak sekolah maupun orang tua mengenai pembatasan SBA dan perilaku makan sehat terutama buah untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal dan terhindar dari obesitas.
The Correlation between Body Image and Physical Activity in Female Students of State Senior High School 2 Surabaya (SMA Negeri 2 Surabaya) Nandia Firsty Dhorta; Lailatul Muniroh
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i4.2021.370-376

Abstract

ABSTRACTBackground: Nutritional problems, such as over-nutrition and under-nutrition, will raise the risk of non-communicable diseases. Adolescence happens to be one of the most important phase in life since it is a transition phase to adulthood so that nutritional status at this phase could define the health status in adulthood. The limitation of outdoor activities during the pandemic has been done as an effort to break the chain of the Covid-19 virus spread causes decline in physical activity, increase in sedentary behavior and stressful events in the form of a negative body image. Changes in physical activity and the presence of a negative body image, especially in adolescent girls, will likely cause changes in nutritional status and increase the risk of nutritional problems in both over-nutrition and under-nutrition.Objective: To analyze the relationship of body image and physical activity of female students in State Senior High School 2 Surabaya (SMA Negeri 2 Surabaya).Methods: The study design was a cross-sectional study, with a total sample of 61 female students of SMA Negeri 2 Surabaya, aged 15-17 years who were randomly selected using the simple random sampling method. The study instruments were BSQ-16a, IPAQ-short form, personal data including body height and body weight which were designed online. Data analysis were cross tab analysis and the fisher’s exact test using IBM SPSS Statistics v23.Results: There were seven out of ten (70.5%) students that had a negative body image; most of them had normal nutritional status (77%), but the prevalence of overweight (14.8%) was high and the levels of physical activity varied (light=32.8, moderate=31.1%, strenuous=36.1% ). In addition, there was a correlation between body image (p = 0.011) and physical activity (p = 0.006) with nutritional status of female students in SMA Negeri 2 Surabaya.Conclusion: Negative body image and lower physical activity or sedentary behavior contributed to overweight and obesity in female students of State Senior High School 2 Surabaya (SMA negeri 2 Surabaya).
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KALIUM DAN MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI KOTA SURABAYA Fina Zahrotun Ni'mah; Faricca Kusuma Widyaningsih; Lailatul Muniroh
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v8i3.533

Abstract

Tidur merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan atau hilangnya persepsi dan reaksi terhadap lingkungan, namun individu masih dapat dibangunkan kembali dengan rangsangan yang cukup kuat. Kualitas tidur merupakan suatu fenomena kompleks yang meliputi aspek kuantatif dan kualitatif tidur seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa tertidur, frekuensi terbangun, dan aspek subjektif seperti kedalaman dan kepulasan tidur. Kualitas tidur yang buruk pada responden dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat konsentrasi mahasiswa. Penelitian design analitic observasional dengan pendekatan cross sectional study. Subjek adalah mahasiswa kedokteran berjumlah 60 orang yang diperoleh melalui teknik random sampling. Kualitas tidur dukur menggunakan PSQI dan konsentrasi menggunakan stroop test. Uji statistik menggunakan Koefisien Kontigensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 orang memiliki kualitas tidur baik dengan tingkat konsentrasi yang baik, 12 orang memiliki kualitas tidur buruk dengan tingkat konsentrasi yang baik, 5 orang memiliki kualitas tidur baik dengan tingkat konsentrasi buruk, 14 orang memiliki kualitas tidur buruk dengan tingkat konsentrasi yang buruk. Uji analisis Koefisien Kotegensi menunjukan adanya hubungan kualitas tidur dengan tingkat konsentrasi dengan nilai p-value 0,001 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat konsentrasi mahasiswa.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN VITAMIN B6 DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI Maria Alfa Kusuma Dewi; Lailatul Masruroh; Lailatul Muniroh
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v8i3.534

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala baik fisik, emosional dan perilaku berkaitan dengan siklus menstruasi dan biasanya terjadi 7-10 hari sebelum menstruasi dimulai. Beberapa faktor yang memengaruhi PMS yaitu status gizi dan tingkat kecukupan vitamin B6. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan tingkat kecukupan vitamin B6 dengan kejadian PMS pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 83 orang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga angkatan tahun 2015-2017 yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Metode penelitian ini adalah pengukuran tinggi badan dan berat badan (data status gizi), kuesioner food recall 2x24 jam (data tingkat kecukupan vitamin B6) dan kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (data kejadian PMS). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan 53% responden mengalami PMS ringan dan 47% responden mengalami PMS sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,012) dengan kejadian PMS, namun tidak terdapat hubungan antara asupan vitamin B6 (p=1) dengan kejadian PMS. Dapat disimpulkan bahwa wanita dengan kelebihan berat badan lebih memiliki peluang mengalami PMS yang lebih parah dan wanita yang tingkat kecukupan vitamin B6-nya rendah tidak mengalami pola yang mencolok dalam tingkat keparahan PMS mereka.
RELATIONSHIP BETWEEN INDIVIDUAL CHARACTERISTICS, NUTRITIONAL KNOWLADGE, ENERGY INTAKE AND PHYSICAL ACTIVITY WITH OVERWEIGHT IN OFFICE EMPLOYEES Elfira Elfiyanti; Aries Nilla Dwi R.N; Lailatul Muniroh
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v5i1.1260

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi gizi lebih pada kelompok dewasa di Jawa Timur masih diatas target nasional (15,4%). Pegawai kantoran merupakan salah satu kelompok masyarakat dengan risiko tinggi mengalami gizi lebih karena pola kerja yang statis dan minim perpindahan gerak, hal tersebut menyebabkan energi yang masuk tidak terpakai secara maksimal, namun disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak tubuh. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik individu, pengetahuan gizi, asupan energi dan aktifitas fisik dengan status gizi lebih pada pegawai kantoran . Metode: Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Proses penelitian berlangsung pada Desember 2021. 40 sampel pegawai di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Malang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data karakteristik individu, pengetahuan gizi, asupan energi dan aktifitas fisik diperoleh dari kuesioner dengan pengujian validitas dan reliabilitas sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil: 65% pegawai mengalami gizi lebih. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan kisaran usia 36-45 tahun. 77,5% merupakan lulusan dari perguruan tinggi yang telah bekerja > 10 bulan. Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan gizi lebih (p-value=0,008). Usia, jenis kelamin, lama bekerja, pengetahuan gizi, asupan energi dan aktifitas fisik tidak berkorelasi dengan gizi lebih pada pegawai (p-value=0,377; 0,186; 0,339; 0,558; 0,539; 0,895). Kesimpulan: Gizi lebih pada pegawai di Kantor sekretariat DPRD Kabupaten Malang berhubungan dengan faktor tingkat pendidikan yang dimiliki, semakin tinggi tingkat pendidikan, maka akses untuk medapatkan dan memilih bahan pangan akan semakin mudah.
Penguatan peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan kesehatan mental anak sekolah selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 Lailatul Muniroh; Ika Yuniar Cahyanti; Septa Indra Puspikawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4712

Abstract

[Bahasa]: Pandemi COVID-19 memaksa pelaksanaan pembelajaran anak sekolah dilakukan secara daring (online). Hal ini berdampak pada munculnya permasalahan seperti kejenuhan siswa, gangguan mood siswa, psikosomatis yang diawali dari rasa cemas/gelisah, stres hingga depresi, kurang gerak pada siswa, dan kecenderungan makan berlebihan. Dibutuhkan peran orang tua untuk membantu siswa mengatasi permasalah tersebut. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada orang tua siswa mengenai pemenuhan gizi seimbang dan kesehatan mental pada anak sekolah selama pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focuss Group Discussion (FGD) untuk menggali permasalahan siswa dan edukasi penguatan peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan kesehatan mental anak. Hasil FGD digunakan sebagai dasar penyusunan dua modul yaitu modul tips pemenuhan gizi seimbang dan modul pemenuhan kesehatan mental anak. Kegiatan edukasi diawali dengan pemberian pretest dan diakhiri dengan pemberian posttest kepada orang tua siswa. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua siswa mengenai gizi seimbang dan kesehatan mental anak sebesar 54,5%. Orang tua siswa antusias dan terlibat aktif dalam diskusi selama edukasi berlangsung. Kegiatan edukasi ini ditindaklanjuti dengan pembentukan group Whatsapp sebagai upaya untuk mengontrol agar kegiatan terus berkesinambungan. Kata Kunci: COVID-19, gizi seimbang, kesehatan mental, peran orang tua [English]: COVID-19 pandemic made students do online learning, which resulted in the emergence of problems, such as students’ boredom, mood disorders, psychosomatic starting from anxiety, stress to depression, lack of movement, and the tendency of overeating. It takes the role of parents to help students overcome these problems. The purpose of this community service program was to provide education to parents regarding the fulfillment of balanced nutrition and mental health in school children during online learning. The method used in this program was Focus Group Discussions (FGD) to explore student problems and strengthen the role of parents in fulfilling children's nutrition and mental health. The results of the FGD were used for compiling two modules, namely the tips for fulfilling balanced nutrition and children's mental health. The education program was carried out by administering a pre-test and a post-test. This program showed an increase in the knowledge of parents by 54.5%. During the educational session, the parents were enthusiastic and actively involved in discussions. Then it was followed up with a Whatsapp group as an effort to keep the program sustainable. Keywords: COVID-19, balanced nutrition, mental health, the role of parents
Associations of Complementary Feeding Practice History and Protein Adequacy Level with Childhood Stunting in the Working Area of Puskesmas Bantaran in Probolinggo Regency: HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN MP-ASI DAN KECUKUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTARAN KABUPATEN PROBOLINGGO Riza Amalia; Ade Lia Ramadani; Lailatul Muniroh
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 3 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i3.310-319

Abstract

Stunting is often associated with too early complementary feeding time and inadequate protein intake. The purpose of this study was to analyze the relationship between the practice of complementary feeding and the level of protein adequacy with the incidence of stunting in toddlers in the working area of Puskesmas Bantaran Probolinggo regency, East Java. Research used observational analytic with retrospective case control design. The sample were 22 stunted group and 22 non-stunted control group who met the inclusion criteria, and taken by simple random sampling. The sample was a stunting locus village toddler in the working area of Puskesmas Bantaran, Probolinggo Regency with mother as respondents. Data collection instruments included questionnaires of characteristic, SQ-FFQ to assess protein adequacy, and microtoise to measure height. Analysis using Chi-Square and Spearman test. The results showed that stunted toddlers get inappropriate complementary feeding (81.8%) and deficit of protein intake (81.8%). Non-stunted toddlers get the right complementary feeding practices (63.6%) and adequate protein intake (59.1%). There is a relationship between the practice of complementary feeding (p=0.002, OR=7.87) and the level of protein adequacy (p=0.005, OR=6.5) with the incidence of stunting in toddlers. The conclusion of this study is that toddlers with improper complementary feeding practices are 7.87 times higher risk of stunting and toddlers with adequate levels of protein deficit are 6.5 times higher risk of stunting. Mothers should be able to increase the amount of protein intake and proper complementary feeding.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI TERKAIT MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) MELALUI EDUKASI DAN HANDS-ON-ACTIVITY PADA KADER DAN NON-KADER Qonita Rachmah; Lailatul Muniroh; Atmaka Dominikus Raditya; Fitria Anisa Lailatul; Pratiwi Azizah Ajeng; Agustin Asri Meidyah; Nastiti Aliffah Nurria; Arum Damar Aditya Bayu Sukma; Helmyati Siti; Wigati Maria
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.47-52

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang optimal merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, edukasi pasrtisipatif terkait MPASI, terutama pada kader perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberian MPASI yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi yang bersifat partisipatif dengan hands-on-activity terhadap peningkatan pengetahuan pada kelompok kader dan non-kader. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pre-post test pada total 128 subjek yang dipilih secara purposif. Pendidikan gizi dilakukan melalui edukasi konvensional terkait dengan stunting dan MPASI lalu diikuti dengan demo masak MPASI sebagai bagian hands-on-activity. Pengetahuan dinilai dengan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang diisi sebelum dan selesai edukasi gizi partisipatif. Data kemudian di analisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan secara total, skor pengetahuan terkait MPASI meningkat dari 9,55+1,9 menjadi 10,40+1,5 (Pvalue < 0,000). Dengan analisis terpisah, hasil yang sama ditunjukkan pada kelompok kader dan non-kader, dimana skor pengetahuan sebelum dan setelah edukasi gizi mengalami peningkatan yang signifikan (8,47+1,6 menjadi 9,73+1,1 pada kelompok kader vs 10,22+1,9 menjadi 10,81+1,6 pada kelompok non-kader; Pvalue<0,000). Jika dibandingkan antara kedua kelompok, ternyata kelompok kader memiliki rata-rata peningkatan skor pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok non-kader (1,2 vs 0,6;Pvalue = 0,017). Penelitian ini menunjukkan dua hal penting, pertama adalah edukasi konvensional dan hands-on-activity terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan baik pada kelompok kader maupun non-kader; kedua, kelompok kader memiliki skor pengetahuan lebih tinggi dibandingkan non-kader. Kader posyandu memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat ditingkatkan potensinya dalam mengedukasi masyarakat sehingga edukasi serupa dapat dilakukan dengan cakupan kader yang lebih luas.
Pemahaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa di Masa Pandemi Covid-19 Putri Nia Mulyono; Lailatul Muniroh
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.357 KB)

Abstract

Di masa pandemi COVID-19, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat mempengaruhi penyebaran penyakit. Berdasarkan pengamatan penulis pelaksanaan PHBS belum berjalan dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif, yaitu pengumpulan data dengan mengamati variabel tanpa melakukan perlakuan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pemahaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa MTs Al Muawanah Candi Sidoarjo Tahun Pelajaran 2020/2021 selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Metode yang digunakan adalah wawancara kuesioner. Mayoritas responden mendapat kategori sangat rendah yaitu sebesar 71,9%. Mayoritas PHBS makanan dan minuman berada pada kategori sangat kurang tinggi (62,5%). PHBS terhadap diri sendiri berada pada kategori sangat tinggi (21,9%) dan cukup tinggi (21,9%). Penerapan PHBS terhadap lingkungan masih sangat kurang tinggi (37,5%). Penerapan PHBS terhadap sakit dan penyakit sebagian besar responden masih sangat kurang tinggi (75%). Mayoritas penerapan PHBS pada kebiasaan yang merusak kesehatan cukup tinggi (43,8%).
Co-Authors Abdul Aziz Abdullah Syakur Novianto Abihail, Chrysoprase Thasya Ade Lia Ramadani Adhelia Niantiara Putri Adiningsih, Sri Agustin Asri Meidyah Airin Levina Alfadhila Khairil Sinatrya Alfin Lailatul Fadilah Alfinnia, Silvia Alfinnia Alifatuz Zahrah Amanda Nurqisthy Ambarini, Tri Kurniati Amelia Yomanda Anggraeny Monica Putri Anis Zaiti Mubarokah Anisa Lailatul Fitria Anisah Firdaus Rahmawati Anisaul Makarimah Anja Farahyani Ferwanda Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Risqi Wulandari Aprilia, Syifa Kanza Ardiansyah, Miko Aries Nilla Dwi R.N Arini Rahmatika Sari Arnoveminisa Farinendya Arum Damar Aditya Bayu Sukma Aulia Rahmah Azizah, Bertaniezia Nur Bahtiar, Dimas Vigo Basuki, Dinda Ayu Lestari Bella Hayyu Risky Herlistia Bessy, Nilam Sahnur Cahyani, Arian Susanti Dewi Cahyanti, Ika Yuniar Chandramanda Dewi Damara Cholifatun Ni’mah Christa, Theresa Angelina Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindhy Pamela Kesuma Cynthia Almaratus Sholicha Dewi Sekarani Paramita Dhenok Widari Diah Indriani Dian Anita Nilawati Dila Ningrum Dinda Laminia Dini Ririn Andrias Dominikus Raditya Atmaka Elfira Elfiyanti Endriano, Firn Al Taftazani Faizzatur Rokhmah Fannani, Muhammad Rovi Tanwirul Fanti Septia Nabilla Farapti Farapti Faricca Kusuma Widyaningsih Fauziah, Rafita Fenny Putri Maharani Fina Zahrotun Ni&#039;mah Fina Zahrotun Ni'mah Firyal Faris Naufal Firyal Faris Naufal Gracela, Eveline Hafifah Rahmi Indita Hakiki, Muchammad Insan Kharisma Hashifah Dzihniyah Zhafirah Ilyas Ibrahim, Fitriyah Shuci Rahmawaty Imas Nur Jannah Indita, Hafifah Rahmi Intan Sekar Putri Nugroho Isaura, Emyr Reisha Ismi Faizah Iwan Sahrial Hamid Izdihar, Hasna Karina Septea Asie Sawong Ketut Herlin Simanoah Khasanah, Indi Julia Ridhatul Khaulah Ali Badjree Khoiroh, Mawadatul Laila Maulida Hidayah Lailata, Irina Lailatul Masruroh Lailatul Masruroh Laili, Putri May Wahyu Latersia, Yovicristy Levina, Airin Levina, Airin Lydia Verdiana Maharani, Fenny Putri Mahmud Aditya Rifqi Mar'atik, Khusnatul Margareta Fatimah Azzahra Maria Alfa Kusuma Dewi Maria Alfa Kusuma Dewi Maryam Jamilah Maulidya, Hikmah Mentari Indah Saputri Merryana Adriani Mita Femidio Mubarokah, Wida Wahidah Muchammad Insan Kharisma Hakiki Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh Mulyadi, Rafiqi Dwi Nabilla, Fanti Septia Nadia Kenyo Peni Dewantoro Nandia Firsty Dhorta Nasiruddin, Mukhammad Nastiti, Aliffah Nurria Nelsa Kurnia nFN Arikah, nFN Nindyaningrum, Salsabila Farahdea Nur Hikmah Wati Nurkusumahputri, Renatasaskia Nurul Fadilah, Nurul Nurul Mawaddah Nyoman Wahyu Meta Wulandari Ona Oktalina Pandwita, Siska Mareta Pradnyaparamita, Alya Prasetyo, Moch Richo Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi, Rachmahnia Puspikawati, Septa Indra Puspita, Fina Intan Putri Nia Mulyono Putri, Anggraeny Monica Putri, Evita Hasana Rachmah, Qonita Rahayuningsih, Aries Nilla Rahmadani, Qurrota A’yun Nur Ramadani, Ade Lia Ramadhani, Tsamara Alifia Ramadhani, Zulfa Taqiyyah Ramdhan, Muhammad Risqi Ihya Ratna Dwi Puji Astuti Retty Anisa Damayanti Riswandha Ichsan Noor Riza Amalia Rizki Kurnia Illahi Rizky Prihandari Rizqita Catur Wulandari Rondius Solfaine Said, Avicenna Muhammad Salsabila Farahdea Nindyaningrum Santi Martini Santosa, Faradyah Lulut Shamarayunda Zulkarnain Shanty Oktavia Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Silvia Alfinnia Simanoah, Ketut Herlin Siti Helmyati Siti Rahayu Nadhiroh Sobhita Paramita Socadevia, Annisa Sofia, Himatus Sri Sumarmi Tetasa, Sarah Thalita, Kanasya Triska Susila Nindya Ulaganathan, Vaidehi Ulfah, Zakiyyah Vidya Anggarini Rahmasari Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wigati Maria Yuly Sulistyorini Zuhairoh Naily Syarofi Zuhro, Nurhidayatus Zulfa Taqiyyah Ramadhani Zulkarnain, Shamarayunda