Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

INHIBIN B MENURUNKAN KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): UPAYA PENGEMBANGAN KONTRASEPSI HORMON PRIA BERBASIS PEPTIDA Muslim Akmal; Aulanni’am A; M. Aris Widodo; Sutiman B. Sumitro; Basuki B. Purnomo; Tongku Nizwan Siregar; Muhammad Hambal; Amiruddin A; Syafruddin S; Dwinna Aliza; Arman Sayuti; Mulyadi Adam; T. Armansyah; Erdiansyah Rahmi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.745 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2788

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek injeksi inhibin B terhadap penurunan konsentrasi follicle stimulating hormone (FSH) di dalamserum pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dalam penelitian ini digunakan 24 ekor tikus putih berjenis kelamin jantan dengan strain Wistar berumur 4 bulan dengan bobot badan 150-200 g. Tikus-tikus dikelompokkan secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu KK0, KP1, KP2, dan KP3, masing-masing kelompok terdiri atas 6 ekor. Kelompok KK0 merupakan kelompok kontrol hanya diinjeksi dengan phosphate buffer saline (PBS), sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi dengan inhibin B dengan dosis berturut-turut 25, 50, dan 100 pg/ekor. Injeksi inhibin B dilakukan secara intraperitoneum sebanyak 5 kali selama 48 hari dengan interval waktu 12 hari. Injeksi pertama inhibin B dilarutkan dengan0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freud’s complete adjuvant (FCA). Injeksi kedua sampai kelima, inhibin B dilarutkan dengan 0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freud’s incomplete adjuvant (FICA). Pada hari ke-6 setelah injeksi inhibin B terakhir, tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis,lalu darah dikoleksi langsung dari jantung dan didiamkan hingga didapatkan serum untuk pemeriksaan konsentrasi FSH dengan menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi inhibin B dengan dosis 100 pg/ekor menurunkan konsentrasi FSH secara nyata (P0,05) bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut, inhibin B berpeluang untuk dikembangkan sebagai kandidat kontrasepsi pria hormon berbasis peptida.
PENGARUH PEMBERIAN GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN POVIDONE IODINE TERHADAP KESEMBUHAN LUKA KASTRASI PADA KUCING (Felis domestica) JANTAN Amiruddin -; Syafruddin -; Zuraidawati -; Riani Desky; Tongku Nizwan Siregar; Arman Sayuti; Abdul Harris
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian getah buah pepaya (Carica papaya, L.) dan povidone iodine terhadap kesembuhan luka kastrasi pada kucing (Felis domestica) jantan. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing yang dibuat luka kastrasi, dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok I (K1) dioleskan dengan getah buah pepaya dan Kelompok II (K2) dioleskan povidone iodine dua kali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Parameter yang diamati adalah kesembuhan luka dengan memperhatikan tingkat kemerahan pada luka, kebengkakan, cairan radang, dan pertautan tepi luka. Pengamatan dilakukan setiap hari dan data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luka kastrasi pada K1 lebih cepat sembuh yaitu pada hari ke 4-5 dibandingkan K2 yaitu pada hari 6-7. Getah buah pepaya bisa dijadikan alternatif pengobatan tradisional dalam penyembuhan luka terutama luka sayat.
12. Lipid profile in the Blood of the Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus) in Elephant Conservation Center (ECC) Saree, Aceh Besar mahmudi kamaruddin; Al Azhar; Arman Sayuti; Zuhrawati Zuhrawati; Nuzul Asmilia; Sri Wahyuni
Jurnal Medika Veterinaria Vol 11, No 1 (2017): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v11i1.4341

Abstract

This study was done to investigate lipid profile in the blood of Sumatran elephants at the ECC of Saree. In this stud blood samples were drawn from the auricular vein of 8 sumatran elephants at the ECC. Reasurement of total cholesterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), and triglicerida (TG) was carried spectrophotometrically by the commercial service of research laboratory in Banda Aceh. The results showed that the average concentrations of total cholesterol, LDL, HDL, and TG in the blood of Sumatran elephants were 155,86±54,39 mg/dL, 40,13±3,40 mg/dL, 101,13±46,16 mg/dL, dan 84,89±32,86 mg/dL. It can be concluded that the average concentrations of the lipid profile in the blood of the sumatran elephants at the ECC in Aceh were higher than that of reported in other subspecies of Asian elephant
3. Lactobacillus casei Fermented Milk as a Treatment for Diabetes in Mice (Mus musculus) Pratiwi Purnama Sari; Nurliana Nurliana; M. Hasan; Arman Sayuti; Sugito Sugito; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Medika Veterinaria Vol 11, No 1 (2017): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v11i1.4088

Abstract

The study aimed to find out the effect of Lactobacillus casei fermented milk as diabetic drug (Therapeutic). Mice were 3-4 month old, male and body weight ranged 20-30 g. This Research used Completely Randomized Design with factorial pattern, consisted of dose and  duration of  feeding. Treatments were divided into four treatment, P1 (no treatment), P2 (mice were induced with alloxan), P3 (mice were induced with alloxan and fed with fermented milk L. casei with 0.5 mL/mice) and P4 (mice were induced with alloxan and fed with Lactobacillus casei fermented milk 1 mL/mice). Provision of L. casei fermented milk provided at libitium and L. casei fermented milk given for 7 and 14 days. Blood  were collected from Vena lateralis and dropped on the strip test Easy Touch GGHb. The results showed that not only dose administration of L. casei fermented milk had significantly decrease (P0.01) of glucose levels in mice, but also duration of treatment. It can be concluded that the administration of fermented milk L. casei can be used as a complement therapy for diabetic mice
INTERPRETASI UKURAN JANTUNG ORANGUTAN SUMATERA(Pongo abelii) BERDASARKAN FOTO RONTGEN TORAKS DI PUSAT KARANTINA ORANGUTAN SUMATERA UTARA Qaida Minati; Arman Sayuti; Idawati Nasution
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2936

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ukuran jantung orangutan sumatera (Pongo abelii) berdasarkan foto rontgen toraks dengan proyeksi posterior anterior. Foto yang digunakan adalah foto rontgen orangutan sehat sebanyak 48 ekor di Pusat Karantina Orangutan Sumatera Utara yang terdiri atas 24 ekor jantan dan 24 ekor betina yang merupakan sitaan dari Mei 2003 hingga November 2011.  Foto rontgen dikelompokkanberdasarkan jenis kelamin dan tingkatan umur. Pengukuran ukuran jantung dilakukan berdasarkan foto rontgen toraks dan selanjutnya  dilakukanperhitungan dengan cardiothoracic ratio (CTR). Nilai rata-rata CTR pada orangutan jantan dengan kelompok umur  bayi (0-2,5 tahun), anak(2,5-7 tahun), remaja (7-10 tahun) masing-masing adalah 45,2;  41,6; dan 38,8% sedangkan untuk orangutan betina masing-masing adalah 45,6;42,1; dan 40,3%.  Bayi orangutan memiliki nilai CTR yang paling besar.  Cardiothoracic ratio (CTR) menurun pada setiap peningkatan umurdari kedua jenis kelamin
TINGKAT KERENTANAN Fasciola gigantica PADA SAPI DAN KERBAU DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Muhammad Hambal; Arman Sayuti; Agus Dermawan
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang perbedaan tingkat kerentanan sapi dan kerbau terhadap Fasciola gigantica di Kecamatan Lhoong, Kebupaten Aceh Besar. Sampel diperoleh dari lima desa yang  terdapat di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Sampel terdiri atas 150 ekor  sampel  feses kerbau dan 150 sampel feses sapi segar, masing-masing terdiri atas 75 ekor sampel feses kerbau jantan, 75 ekor sampel feses kerbau betina,75 ekor sampel  feses sapi  jantan, 75 ekor sampel feses sapi betina. Identifikasi dan perhitungan telur Fasciola gigantica menggunakan metode sedimentasi modifikasi Borray. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian terlihat perbedaan tingkat kerentanan sapi dan kerbau terhadap Fasciola gigantica di Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar dengan total prevalensi pada kerbau jantan; kerbau betina; sapi jantan; dan sapi betina masing-masing adalah 93,3; 90,6; 92,0; dan 89,3%. Rata-rata intensitas telur pada kerbau jantan; kerbau betina; sapi jantan; dan sapi betina masing-masing adalah 26,16; 29,11; 20,96; dan 10,29. Rata-rata intensitas telur pada kerbau dan sapi masing-masing 25,40 dan 14,24. Prevalensi pada kerbau umur 0-6, 7-12, dan 12 bulan masing-masing adalah 80, 96,  dan100%. Prevalensi pada sapi umur 0-6, 7-12, dan 12 bulan masing-masing adalah 78, 100, 94%. Intensitas telur pada kerbau umur 0-6; 7-12; dan12 bulan masing-masing adalah 7,79; 19,49;  dan 51,27. Intensitas telur pada sapi umur 0-6; 7-12; dan12 bulan masing-masing adalah7,38; 18,87; dan 19,24. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya tingkat kerentanan terhadap Fasciola gigantica pada sapi dan kerbau di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.
4. Hemoglobin and hematocrit Levels of the Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus) at the Elephant Conservation Center (ECC) of Saree, Aceh Besar Ayu Andella Agustina; Al Azhar; Nuzul Asmilia; Amiruddin Amiruddin; Arman Sayuti; Sri Wahyuni
Jurnal Medika Veterinaria Vol 11, No 1 (2017): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v11i1.3748

Abstract

This research was done to determine the levels of hemoglobin (Hb) and hematocrit (Ht) of the sumatran elephants captivated at the Elephant Conservation Center (ECC) of Saree, Aceh Besar. In this study blood samples were drawn from 16 sumatran elephants at the ECC using EDTA as an anticoagulant. The levels of Hb and Ht were determined using Sahli and micro-hematocrit methods, respectively. Data was analyzed using t-test. The results showed that Hb concentrations in male and female sumatran elephans were 11.74±0.58 g/dL and 11.84±0.55 g/dL, respectively. Hb levels in sumatran elephants aged 10-30 and 30 years old were 11.87±0.56 g/dL and 11.79±0.50 g/dL, respectively. There was no significant different of Hb levels (P0.05) according to sex and age. Ht values in male sumatran elephants were 38.140.79% and significantly lower (P0.05) than that in female sumatran elephants, 42.001.37%. Similar to that of Hb, Ht values in sumatran elephants aged 10-30 and 30 years old, 40.45±1.21% and 40.22±1.48%, respectively, were not significantly different (P0.05). In conclusion, in the sumatran elephants Hb values were not influenced by sex and age, but Ht values were influenced by sex.
12. The Effect Of Neem Leaves (Azadirachta Indica) Extract To The Blood Profile Of Male Rat (Rattus Norvegicus) Infected With Trypanosoma Evansi Of Krueng Raya Isolat Atika Agusty; Yudha Fahrimal; Triva Murtina Lubis; Muhammad Hambal; Zuhrawaty NA; Arman Sayuti
Jurnal Medika Veterinaria Vol 12, No 1 (2018): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v12i1.4134

Abstract

This study aimed to determine the ability of neem leaf extract to maintain the normal blood profile of white male rat (Rattus norvegicus) infected with Trypanosoma evansi. A total of 24 male white rats were divided into 6 groups. The K0 group as the negative control received no T. evansi infection and no neem leaf extract. Furthermore, K1  group (positive control) only infected with T. evansi,  K2 and K3 were given neem leaf extract 50mg/kg BW and 100mg/kgBW, while K4 and K5 were given neem leaf extract 400mg/KgBW and  K5 800mg/kgBW. The neem leaf extract was administered for 3 consecutive days after infection established. The blood of the rats was collected to determine the amount of erythrocyte and leukocyte, hemoglobin level and hematocrit value. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) through SPSS for Windows 16.0. The averages (+SD) of erythrocyte of K0, K1, K2, K3, K4, and K5 were 5,64±0,57; 2,31±1; 1,93±0; 0; 2,55±0,33; and 2,56±0,48. The amount of leukocyte were 4,46±1,09; 4,45±1,91; 5,25±0; 0; 8,42±1,66; and 8,14± 5,17. The value of hemoglobin were 12,00±0,47; 10,50±0,57; 4,30±0; 0; 5,60±0,20; and 9,03±0,66. The level of hematocrit 38,00±1,83; 25,00±9,90; 15±0; 0; 18,00±2,65, and 20,75±1,71. The result showed that the administration of neem leaf extract with doses 400mg/kgBW and 800mg/kgBW were difference significantly (P0.05) compare to the positive control of rats, but could not equalize blood profile of uninfected white male rats
3. The Effect of Audio Recording for Playback Experiment to the Alteration of Orangutan’s Territorial Behavior Rahmat Nazif; Gholib Gholib; Erdiansyah Rahmi; Arman Sayuti; Triva Murtina Lubis; Ummu Balqis
Jurnal Medika Veterinaria Vol 12, No 1 (2018): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v12i1.4253

Abstract

The aim of this study was to find an alternative method to prevent the conflict between the orangutan and human with the utilization of audio recording as biofence. The location of this study was in Leuser National Park on Bukit Lawang, Langkat, North Sumatra using 16 orangutans as the subject of this study. The method used in this study was a simulation and playback experiment which were using long call, spontaneous call, predator voice, and siren sound in the audio recording of non-alpha orangutans. The respond was observed using binocular and recorded using camera recorder. The data obtained were analyzed using Krustal Wallist test. The result showed that 87% of orangutan showed an interest in the attractor, on the other hand, 13% showed disinterest to the attractor. The facial expression shown by orangutan was fear, submission, aggression, and worry. The statistical analyzing result showed that long call and the spontaneous call was very significant (P0.01), while the predator and siren voice were insignificant (P0.05). The result can be concluded that long call and spontaneous calls showing the effective result to the alteration of territorial behavior on orangutan and have a potential as a biofence that is used as an alternative method to prevent the conflict between orangutan and human.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia sp.)LOKAL TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA Roslizawaty -; Rusli -; Sastika Rani; Zuraidawati -; T. Armansyah; Zuhrawaty -; Arman Sayuti
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia sp.) terhadap kadar kolesterol darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor tikus putih jantan umur tiga bulan yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak, seluruh tikus dibagi menjadi 4 perlakuan, masing-masing terdiri atas lima ekor tikus. Perlakuan K1 adalah kelompok kontrol negatif, K2 adalah kelompok kontrol positif yang diinduksi pakan hiperkolesterolemia, K3 adalah kelompok yang diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 100 mg, dan K4 adalah kelompok yang diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 200 mg. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata kadar kolesterol setelah perlakuan pada K1; K2; K3; dan K4 masing-masing adalah 11,88±0,94; 26,30±1,37; 14,66±1,50; dan 10,86±0,17 mg/dl. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian estrak etanol sarang semut berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap penurunan kadar kolesterol tikus putih yang diinduksi pakan hiperkolesterolemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol sarang semut 100 dan 200 mg dapat menurunkan kadar kolesterol tikus putih jantan. Dosis 200 mg lebih baik dalam menurunkan kadar kolesterol tikus putih jantan yang mengalami hiperkolesterolemia.
Co-Authors . Darmawi . Darniati . Syafruddin Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Harris Abdul Rahman Abdullah Hamzah Agus Dermawan Al Azhar Al- Azhar Amalia Sutriana Amiruddin - Amiruddin . Amiruddin A Amiruddin Amiruddin Atika Agusty Atikah Rahma Putri Aulanni'am, Aulanni'am Ayu Andella Agustina Basuki B. Purnomo Budianto Panjaitan Dessy Ayu Mega Putri Dian Masyitha Dimas Rizqo Sucitrawan Dwinna Aliza Erdiansyah Rahmi Erdiansyah Rahmi Erina Erina fadli amri Farida Athaillah Farida Farida Farida Farida Fhatania Amalia Gholib Gholib Hafizuddin Hafizuddin Hamdan Hamdan Hamdani . Herrialfian Herrialfian Idawati Nasution Indah Kesuma Siregar Juli Melia Lisa Syabaniar M Hanafiah M Hasan M Isa M Jalaluddin M. Aris Widodo M. Hasan mahmudi kamaruddin Megi Satria Muhammad Hambal Muhammad Hambal Muhammad Hanafiah Muhammad Isa Mulyadi Adam Muslim Akmal Muslim Akmal Nazaruddin Nazaruddin Nur Afriyanti NURLIANA NURLIANA Nuzul Asmilia Oppi Oktaviany Pratiwi Purnama Sari Purnama Sari Putri Utami Jenantika Qaida Minati R Roslizawaty Rahmat Nazif Riani Desky Roslizawaty - Roslizawaty Roslizawaty Rosmaidar Rosmaidar roza Agravion Rusli - Rusli Rusli S Syafrudddin Sara Febria Putri Sastika Rani Sri Wahyuni Sugito Sugito Sugito Sugito Sutiman B. Sumitro syafriza harliyanda Syafruddin - Syafruddin . Syafruddin S Syafruddin Syafruddin Syarifah Mawaddah Zilfa t fadrial karmil T. Armansyah Teuku Armansyah Tongku N Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar, MP Triva Murtina Lubis Ummu Balqis wahyu eka sari Winaruddin Winaruddin Yudha Fahrimal Zainuddin Zainuddin Zakiah Heryawati Manaf Zoerul Fahlevi Zuhrawati Zuhrawati Zuhrawaty - Zuhrawaty NA ZURAIDA ZURAIDA Zuraidawati -