Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Strengthening Youth Morality through Faith, Technology, and Community Empowerment; A Sustainable Education Model In Aceh. Hayati; Aisyah; Sri Hardianty
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/z1stbj77

Abstract

The moral decline among Indonesian youth, especially in Aceh, requires serious attention in the context of rapid globalization and digitalization. This study aims to formulate a sustainable education model that combines faith, technology, and community empowerment to strengthen the moral character of the younger generation. The method used is a qualitative study with a case study approach in several Acehnese youth communities. Data were obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results of the study indicate that strengthening spiritual values through faith-based education, creative and positive use of technology, and active involvement in social activities can increase moral awareness and social responsibility of youth. These findings underline the importance of collaboration between educational institutions, religious leaders, and the community in building a sustainable contextual education model. This model is proposed as an alternative strategy in responding to moral resistance in the digital era.
Alternatif Strategi Pemasaran Hasil Olahan Ubi Kayu di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat M. Fahed Ramadhan; Muktasam; Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7608

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan produk olahan ubi kayu di Kecamatan Gunungsari terletak pada aspek pemasaran yang belum terstruktur dan belum berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi pemasaran olahan ubi kayu di Kecamatan Gunungsari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan responden sebanyak 9 pelaku usaha olahan ubi kayu dan 3 responden pendukung, yaitu pengepul, pemasok bahan baku, dan aparat desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal usaha meliputi kekuatan berupa modal usaha yang memadai, lokasi strategis, harga terjangkau, pengalaman tenaga kerja, dan ketersediaan bahan baku. Kelemahan yang dihadapi antara lain kemasan sederhana, kurang variasi produk, manajemen usaha yang lemah, produktivitas rendah, serta promosi yang minim. Faktor eksternal mencakup peluang seperti kemajuan teknologi, konsumen tetap, pasar berkembang, dan dukungan pemerintah, dengan ancaman berupa fluktuasi harga bahan baku, munculnya pesaing baru, ketergantungan pasokan bahan baku, dan fluktuasi permintaan pasar. Strategi yang direkomendasikan meliputi promosi musiman, pemanfaatan teknologi produksi dan pengemasan, akses pembiayaan, pelatihan pemasaran digital, dan penguatan citra lokal.
Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Penghasil Bioenergi dan Pupuk Organik untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Setiling, Batukliang Utara, Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Ni Made Wirastika Sari; Bambang Dipokusumo; Hayati; Nurtaji Wathoni; I Gusti Ngurah A. Asasandi; Moh. Irfandi; Lalu Dodi N. Lauda
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12791

Abstract

Pengelolaan limbah menjadi biogas dan pupuk organik merupakan salah satu aspek yang sangat krusial untuk dilakukan di Desa Setiling. Selain untuk mengatasi permasalahan tidak adanya pengelolaan sampah secara terpadu di desa yang memiliki agenda menjadi desa wisata, pengelolaan limbah ini juga dapat memberikan dampak ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat. Untuk menjadikan Setiling sebagai desa ekowisata berbasis edukasi, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat pemanfaatan limbah ternak dan sampah organik yang diolah menjadi sumber bioenergi (biogas) dan pupuk organik. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Senamian Desa Setiling. Mereka akan dibantu oleh warga desa untuk membuat instalasi biogas untuk kepentingan kelompok memasak jamu. Pengadaan peralatan akan disediakan melalui pengabdian ini sebagai pilot percontohan bagi rumah tangga di desa. Instalasi ini merupakan inovasi yang dikonsultasikan dengan peneliti biogas Universitas Mataram dan juga dari Yayasan Rumah Energi. Sisa fermentasi biogas akan dikeluarkan dan ditampung untuk dijadikan pupuk bagi usaha tani KWT tersebut. Sisanya akan dijual. Output dari kegiatan ini adalah instalasi biogas yang lebih murah, pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani dan juga dijual, dan publikasi ilmiah.
Total Flavonoid Content in Hydro-ethanolic Extract of Sauropus androgynus (L.) Merr Leaves from Three Regions with Different Altitude Ni Putu Ermi Hikmawanti; Hayati; Yeni Andriyani
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v6i2.195

Abstract

Sauropus androgynus (L.) Merr (Phyllanthaceae), also known as katuk in Indonesia, is a plant that grows in tropical climates. The study aimed to determine the total flavonoid levels of hydroethanolic extract of katuk leaves from three regions with different altitudes. Dried katuk leaves were macerated using hydroethanolic (the mixture of ethanol:H2O (7:3, v/v)) as solvent extraction at room temperature. Determination of flavonoid levels was carried out by the colorimetry method using AlCl3 reagent. Quercetin was used as a reference. A UV-Visible spectrophotometer measured the absorbance at the maximum wavelength of 434.50 nm. The total flavonoids level of hydroethanolic extract of katuk leaves from a different region with low-altitude (Bogor), medium-altitude (Sleman), and high-altitude (Bandung) are 8.56±0.63 mgQE/g, 4.67±0.30 mgQE/g, and 9.72±0.24 mgQE/g, respectively. Thus, it can be concluded that there are differences in total flavonoid levels of hydroethanolic extract of katuk leaves from three regions with different altitudes.
DEVELOPMENT OF VILLAGE TOURISM THROUGH RIVER WATER SPORTS IN WONODADI KULON VILLAGE, NGADIROJO SUB-DISTRICT, PACITAN DISTRICT: PENGEMBANGAN WISATA DESA MELALUI OLAHRAGA AIR SUNGAI di DESA WONODADI KULON KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN Indra Kusuma, Angga; Rentika Hadi, Santika; Hayati; Rangga Prastyana, Brahmana; Wahyono, Muhammad; Hanafi, Moh; Emir Rizkanto, Billy
Journal of Social Comunity Services Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Social Comunity Services (JSCS)
Publisher : Antis-publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/jscs.v1i1.15

Abstract

The potential that exists in each region is often not fully utilized, especially in relation to the development of village tourism, including in Wonodadi Kulon village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, East Java Province. One of the village potentials that can be developed is village tourism based on river water sports. Through Community Service Program activities, it is hoped that existing resources can be optimized so that the village becomes a tourist village based on river water sports. The Community Service Program will be implemented from October to November 2023 in Wonodadi Kulon Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, East Java Province. The method used in community service program activities is based on the asset-based approach (ABA). The activity stages include field observations, drafting material requirements and implementation, licensing, implementation of service, evaluation, up to the final report. The general results of the activity were that training and mentoring activities related to the development of village tourism based on river water sports were carried out with 35 participants. Activity material includes introduction to river water sports, management, water sports facilities and infrastructure, prevention and first aid for accidents, as well as publication and marketing using social media. The conclusion from these activities is that the development of water sports-based village tourism can be carried out, including through training and mentoring activities, especially in Wonodadi Kulon Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, East Java Province
Strategi Membangun Citra Positif Dengan Teknologi Artificial Intelegence (AI) Untuk Siaran Berita Tvone Sudinta, Heru; Hasan, Basri Made; Kuswoyo, Eko; Hayati
Jurnal Esensi Komunikasi Daruna Vol. 3 No.1 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v3i1.83

Abstract

Memiliki citra yang baik bagi suatu organisasi dipercaya sejalan dengan keuntungan. Bahkan akumulasi citra yang terpupuk dalam waktu lama juga dipercaya mampu membuahkan reputasi yang akan menjadi senjata dalam berkompetisi dan mempermudah meraih keuntungan. Begitupun sebaliknya, jika sebuah organisasi menghasilkan citra buruk, maka organisasi tersebut bias dibilang tengah berhadapan dengan ancaman kerugian. Artinya citra mampu menentukan kesan publik terhadap perusahaan, sementara kesan publik menjadi penentu sebuah organisasi dalam meraih keuntungan.Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau dikenal sebagai kecerdasan buatan dalam menyiarkan berita, menjadi strategi televisi swasta tvOne dalam membentuk kesan publik yang positif dari kepercayaan pemirsa atas program acara berita. Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dipercaya mempersingkat waktu bekerja, menganalisa dan ketajaman informasi. Pemahaman ini diharapkan mampu mendulang kepercayaan publik sehingga menimbulkan citra positif atas prestasi organisasi. Having a good image for an organization turns out to be in line with profits. Even the accumulation of images that have been nurtured for a long time is also believed to be able to produce a reputation that will become a weapon in competition and make it easier to gain profits. Vice versa, if an organization produces a bad image, then the organization is said to be facing the threat of loss. This means that image is able to determine the public's impression of the company, while the public's impression determines an organization's profit. The use of Artificial Intelligence (AI) technology, also known as artificial intelligence in broadcasting news, is tvOne's private television strategy in forming a positive public impression from viewers' trust in news programs. The use of Artificial Intelligence (AI) technology is believed to shorten working time, analyze and sharpen information. This understanding is expected to be able to gain public trust so as to create a positive image of organizational achievements.
Pemberdayaan Petani Sekitar Hkm (Hutan Kemasyarakatan) Dalam Budidaya Kopi Arabika Di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur IGN Aryawan Asasandi; Muktasam; Hayati; Ni Made Wirastika Sari; Mutiara Mita Kasia
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.225

Abstract

Permasalahan petani Hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Sapit yaitu: (1) Tidak memiliki pengetahuan yang cukup terkait budidaya kopi dan agribisnis kopi; (2) Tidak memiliki keterampilan dalam menanam dan membudidayakan tanmaan kopi yang baik sehingga petani tidak memiliki gambaran yang utuh terkait budidaya kopi; (3) Tidak memiliki modal yang cukup dalam pengadaan bibit kopi yang baik. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini yaitu untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan petani kopi terkait budidaya kopidan potensi agribisnis kopi; (2) meningkatkan keterampilan dalam membudidayakan kopi; (3) memberikan bibit kopi yang berkualitas baik kepada petani. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) Penyuluhan terkait budidaya tanaman kopi yang baik serta peluang agribisnis kopi kedepan; (2) Pelatihan dan pendampingan terkait budidaya kopi yang difasilitasi juga oleh pengelola Sapit Farm. Sehingga diharapkan nanti dapat menghasilkan biji kopi sesuai standar dan dapat dijual dengan harga yang baik; (3) Pengadaan bibit kopi yang sesuai dengan kondisi lapangan di Desa Sapit. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini yaitu: (1)Meningkatkan pengetahuan petani terkait budidaya dan sistem usaha agribsinis kopi, (2) Meningkatkan keterampilan petani dalam budidaya kopi arabika; (3) meningkatkan akses bibit kopi bersertifikat bagi petani.
Prospek Pengembangan Agribisnis Kelor Bagi Peningkatan Ekonomi Petani di Kabupaten Lombok Utara Erwin Irawan; Muktasam; Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/nh2req60

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam) memiliki potensi besar sebagai komoditas agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani, namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek pengembangan agribisnis kelor bagi peningkatan ekonomi petani di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha agribisnis kelor. Lokasi penelitian di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, melibatkan anggota KWT Sari Kelor sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan usaha budidaya dan pengolahan kelor layak secara ekonomi dengan margin keuntungan yang menguntungkan. Analisis SWOT menempatkan usaha pada kuadran I dengan strategi agresif, yang meliputi optimalisasi pemasaran online, pengembangan wisata edukasi, diversifikasi produk, peningkatan teknologi pengolahan, dan sertifikasi produk. Implementasi strategi ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan anggota secara signifikan dalam jangka menengah. Penelitian menyimpulkan bahwa agribisnis kelor memiliki prospek sangat baik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani di Lombok Utara.
Analisis Keuntungan dan Nilai Tambah Pada Usaha Penggilingan Jagung di Desa Jelantik Lombok Tengah (Studi Kasus Usaha Penggilingan Jagung Milik Pak Azam) Hana Restika; Muktasam; Hayati; Taslim Sjah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fcs0v961

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang perannya semakin bergeser dari konsumsi rumah tangga menuju bahan baku industri pakan ternak. Permintaan jagung yang terus meningkat mendorong munculnya inisiatif lokal berupa unit usaha penggilingan jagung rakyat, salah satunya berada di Desa Jelantik, Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan nilai tambah yang diperoleh dari penggilingan jagung menjadi bahan baku pakan ternak. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada usaha milik Pak Azam. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis keuntungan, Break Even Point (BEP), dan metode hayami untuk menghitung nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha penggilingan jagung rakyat menghasilkan keuntungan sebesar Rp255.935.200 per tahun. Analisis BEP menunjukkan titik impas produksi sebesar 516.604 kg dan BEP harga Rp4.843/kg, keduanya lebih rendah dibandingkan produksi aktual dan harga jual, sehingga usaha berada pada kondisi menguntungkan. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp588,7/kg dengan rasio 11,2% yang tergolong rendah. Dengan demikian, unit usaha penggilingan jagung rakyat di Desa Jelantik memiliki prospek ekonomi positif, namun perlu peningkatan efisiensi serta diversifikasi produk untuk memperbesar nilai tambah yang diperoleh.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Di Desa Pango Deah Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh Hayati; Salami Mahmud; Nurbayani
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/57k09067

Abstract

Ketahanan pangan berbasis komunitas atau kearifan lokal menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan dan ketergantungan tinggi pada pasokan eksternal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan difokuskan pada optimalisasi pekarangan, pemanfaatan tanaman lokal, penguatan kapasitas kelembagaan KWT, serta pengolahan hasil pertanian rumah tangga. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya pangan lokal, meningkatnya ketersediaan pangan rumah tangga, serta tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kemandirian pangan. Selain itu, program ini memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan pangan berkelanjutan berbasis nilai-nilai lokal Aceh. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan masyarakat sekaligus pelestarian kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Co-Authors Abraham Manuhutu Ade Taufan Aisyah Angga Indra Kusuma Anwar Anwar Daud Bagus, Shalahuddin Serba Baiq Yulfia Elsadewi Yanuartati Billy Emir R Billy Emir Rizkanto Brahmana Rangga Cut Nyakdhin Darisman, Eka Kurnia Dipokusumo, Bambang DR DR. Ego Ishariyanto Embong, Rahimah Epostam, Adim Batuhan Soyadim Onay Erwin Irawan Faradila Ishara Lestari Gozali, M. Rijalul Graha Permata Sari Hadi , Muhammad Anwar Hadini Hana Restika Hanafi, Moh. Hasan, Basri Made I Gede Dharma Utamayasa I Gusti Ngurah A. Asasandi IGN Aryawan Asasandi Imam Prawiranegara Gani Indra Jaya Johan Bachry Kuncoro, Cipto Kuswoyo, Eko Lalu Dodi N. Lauda M. Fahed Ramadhan M.kes Megawati Simanjuntak Moh Hanafi Moh. Hanafi Moh. Irfandi Muhammad Furqan Muhammad Nawawi Muktasam Munawarah Mutiara Mita Kasia Naila Eka Fazlin Nashrudin Latif Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Putu Ermi Hikmawanti Niechi Valentino Nufiar Nufiar Nurbayani Nurbayani Nurman Nurtaji Wathoni Nurul Azmi Panggabean, F.M Pelamonia, Shandy Pieter Prasetyo, Andrie Ridzki Priatmojo, Hanif Setyo Putri Julia Anisah Raharja, Dimetry Pambuka Rangga Prastyana, Brahmana Ratna Mutia Ridwan Riri Wulandari Sakdiah Salami Mahmud Santika Rentika Hadi Savitri, Lisna Setiawan, Budhy Shaleh, Ibnu Shandy Pieter Pelamonia Sri Hardianty Subahagiyo, Yovanza Ricky Sudinta, Heru Suharti Sumardi Sundari, Ariefah Syahruanda, Eggi Taslim Sjah Ujang Rohman Unan Yusmaniar Oktiawati Wahyono, Muhammad Webliana, Kornelia Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi Yeni Andriyani Yuda Seta Mahendra Zen, Mohammad Zaim