Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Bughat dalam Al-Qur’an dan Bentuk-Bentuknya dalam Sejarah Pemerintahan Islam (Kajian Tafsir Maudhu’i) Elviani, Elviani; Munir, Akmal Abdul; Jamal, Khairunnas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Konsep bughat (بغاة) dalam Al-Qur'an merujuk pada kelompok yang melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan yang sah dalam masyarakat Muslim. Dalam konteks, bughat diartikan sebagai pihak yang keluar dari ketaatan terhadap pemerintahan yang adil, baik itu dalam bentuk pemberontakan fisik maupun ideologis. Istilah ini terdapat dalam Surat Al-Hujurat : 9 di mana Allah memerintahkan umat Islam untuk berdamai jika terjadi perselisihan antara dua kelompok, dengan ketentuan bahwa salah satu kelompok mungkin merupakan bughat, yang berbuat zalim terhadap kelompok lainnya. Ayat ini memberikan dasar untuk pengertian dan penanganan kelompok pemberontak dalam Islam. Secara teologis, bughat tidak hanya mencakup tindakan kekerasan, tetapi juga berhubungan dengan pelanggaran terhadap norma sosial dan agama yang disepakati oleh umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Bughat dalam Al-Qur’an serta bentuk bughat dalam pemerintahan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Maudhu’i dan pengumpulan datanya diperoleh melalui kajian Library Research baik data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama dalam menjelaskan objek dari ayat Bughat yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian yakni QS. Al-Hujurat  9, Al-A’raf  33, As-Syura 42, dan term bughat  berasal dari al-baghiya yang secara bahasa berarti melanggar batas, berbuat sewenang-wenang, kejam atau menindas, melampau, aniaya. Dalam sejarah pemerintahan Islam, konsep bughat telah mencatatkan peristiwa penting yang melibatkan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. Salah satu peristiwa yang terkenal adalah Perang Jamal dan Perang Siffin pada masa awal kekhalifahan Islam. Kedua peristiwa dianggap sebagai contoh nyata pemberontakan yang berkaitan dengan bughat, di mana kedua pihak terlibat dalam konflik yang mengarah pada perpecahan umat.
Kontekstualisasi Pemaknaan Zawj dan Ba‘l Dalam al-Qur’an: Analisis Terhadap Qs. al-Baqarah [2]: 232 dan Qs. al-Nisā’ [4]:128 Akbar, Ali; Malia Hayati, Safira; Yasir, Muhammad; Jamal, Khairunnas
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 12 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mutawatir.2022.12.1.157-174

Abstract

Abstract: This article aims to discuss the meaning of zawj and ba‘l in the Qur’an, as both terminologies, however, perceived to denote similar sense of meaning, namely husband, though the two words have different context of narratives. The verses addressed in this study are Qs. al-Baqarāh [2]: 232 and Qs. al-Nisā’ [4]: 128. By using contextual approach, namely ma‘nā-cum-maghzā, as framework of study, this article attempts to unveil the meaning of related concept above, mainly on its historical meaning, historical phenomenal significance, and dynamic phenomenal significance. Based on these three methods of analysis, this article argues that the significance (maghzā) contained in this verse are: first, the words of zawj and ba‘l are used in different contexts of ‘husband’. Second, the Qur’an views that women have the right to ‘choose and make decisions’ for their own life particularly related to their future marriage. Third, the Qur’an views men and women equally in household relations.
KONSEP NAFKAH BATIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Jamal, Khairunnas; Ramadanti Cania, Awni
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(1), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i1.40853

Abstract

Abstract. This study explores the interpretation of Qur'anic verses related to emotional support (nafkah batin) and its implications for family life in modern times. The research uses a library research approach by collecting tafsir (Qur'anic exegesis), fiqh (Islamic jurisprudence) texts, and relevant books, followed by an analysis using the thematic interpretation method (tafsir maudhu’i). The findings of this study are twofold: First, the concept of emotional support for a wife, as outlined in the Qur'an, highlights the significance of meeting the wife's emotional, psychological, and spiritual needs within the marital relationship. Husbands are responsible for treating their wives with care and respect, as taught in the Qur'an. Second, fulfilling these emotional needs can positively impact marital harmony and contribute to the wife's overall well-being. Abstrak. Penelitian ini memaparkan penafsiran ayat-ayat tentang nafkah batin dalam perspektif al- Qur’an, dan implikasinya dalam kehidupan berumah tangga pada zaman sekarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode library research (kepustakaan) yaitu dengan mengumpulkan kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab fiqih maupun buku-buku yang berhubungan dengan penelitian ini, kemudian data-data tersebut dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu’i. Setelah dilakukan kajian dan analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Pertama, konsep nafkah batin istri  dalam perspektif Al-Quran, menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan batin istri dalam hubungan suami-istri. Nafkah batin meliputi aspek emosional, psikologis, dan spiritual, dimana suami memiliki tanggung jawab untuk memperlakukan istri dengan baik sesuai ajaran Al-Quran. Kedua, pemenuhan nafkah batin dapat berimplikasi pada keharmonisan rumah tangga dan perkembangan jiwa istri. 
POLYGAMY IN THE LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 1 OF 1974 AND THE EGYPTIAN FAMILY LAW NUMBER 100 OF 1985 FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND MAQASHID SHARIA Irsan; Koto, Alaiddin; Jamal, Khairunnas
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 11 No 2 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/amj.v11i2.480

Abstract

ndonesia is currently in a state of emergency for adultery. The National Commission on Human Rights of the Republic of Indonesia, on its official website (2019), informs that the number of commercial sex workers (PSK) in Indonesia reaches around 230,000 people. This condition should be of concern to the government as a regulator. This research aims to analyze and compare the polygamy regulations in the Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 and the Egyptian Family Law Number 100 of 1985 from the perspective of Islamic law and maqashid sharia. This research is library research. The data analysis technique in this research is content analysis and comparison. This research concludes that first, in the polygamy regulations in Indonesia, there are requirements that are very difficult to fulfill by most husbands who want to be polygamous, namely that the court only grants permission to be polygamous if the first wife or wives are in an incurable disability or illness, cannot bear offspring, and must be with the consent of the first wife or wives. Meanwhile, the polygamy regulations in Egypt include requirements that can generally be fulfilled by husbands who want to practice polygamy, namely that they only have to explain their marital status in the marriage certificate, make a statement letter including the names of their wives and their places of residence, and the notary must notify the first wife about the new marriage. Then, polygamy can be carried out officially without permission from the court. Second, the polygamy regulations in Indonesia and Egypt are basically both built on maslahah considerations, but what distinguishes the two is that in the polygamy regulations in Indonesia there are provisions, as mentioned above, are not relevant to Islamic law because the potential harm that will arise is greater than the maslahah that will be achieved. The polygamy regulations in Egypt are all relevant to Islamic law. Third, the polygamy regulations in Indonesia and Egypt are basically both able to facilitate the realization of maqashid sharia, but what distinguishes the two is that in the polygamy regulations in Indonesia there are provisions, as mentioned above, that can hinder the process of realizing two maqashid sharia, namely protecting religion and offspring. The provisions of polygamy in Egypt are all relevant to maqashid sharia, especially in terms of protecting religion and protecting offspring. The theory found in this research is kullu tanzhimin mabniyyin 'ala al-masya'ir wahdaha, fa-inna mafsadatahu takunu a'zham min al-mashlahah al-murad tahqiquha (every regulation that is built on the consideration of feelings alone, then the mafsadah will be greater than the maslahah to be achieved). This theory is strengthened by the finding that 73.01% of polygamy requests in Indonesia were rejected, even though 34.8% of them were approved by the old wives.
KONSEP ADIL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-BAYYINAH: ANALISIS KISAH UBAY BIN KA’AB Daulay, Ahmad Rizki; Jamal, Khairunnas
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 1 (2025): MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adil adalah suatu konsep yang penting dalam kehidupan manusia, adil dalam arti sama, adil dalam arti seimbang, adil adalah perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada pemiliknya, adil yang dinisbahkan kepada Allah. Ubay bin Ka’ab adalah penduduk Yatsrib (Madinah) yang sangat cerdas, gemar membaca dan pandai menulis Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adil dalam Surah Al-Bayyinah dengan pendekatan kisah Ubay bin Ka’ab, seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal sebagai ahli Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tafsir dan kajian historis terhadap riwayat Ubay bin Ka’ab yang berkaitan dengan nilai-nilai keadilan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan dalam Surah Al-Bayyinah mencakup aspek keadilan dalam keimanan, sikap terhadap kebenaran, serta dalam hubungan sosial. Kisah Ubay bin Ka’ab memberikan ilustrasi konkret tentang bagaimana seorang Muslim harus bersikap adil dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, Beliau pernah mengeksekusi putranya sendiri, karena melakukan perbuatan zina. Dalam soal hukum beliau tegakkan tanpa pandang bulu, serta beliau putuskan secara adil  meskipun terhadap dirinya sendiri.
Tipologi Dakwah Nabi Musa ‘Alaihissalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik) Daulay, Ahmad Rizki; Jamal, Khairunnas; Husin, Nixson
Jurnal An-Nur Vol 12, No 1 (2023): Jurnal An-Nur Juni 2023
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v12i1.23916

Abstract

This research discusses the preaching of Prophet Musa 'Alaihissalam from the typology of his preaching, both with the rulers in his era, his brothers and he mad'u. So this study examines the views of commentators regarding the Typology of Da'wah of Prophet Musa 'Alaihissalam from the Perspective of the Qur'an. This research is a library research and the methodology used in this research is a thematic study. The data related to this study were collected through literature study and presented with descriptive analysis techniques, namely by explaining the relevant verses, referring to the Qur'an and its interpretations as primary data and related literature books as secondary data. The research that the writer will do is thematic research, so to get objective results, the research steps or data collection that the writer will do refers to the Maudhuiy interpretation research method made by Dr. Abd Al Hayy Al Farmawi. The results of this study show that the Prophet Musa preached with the first type, the type that emphasizes faith. The second type, with the theoretical type. a theocracy is a system of government that upholds and is guided by divine principles. The third type, the patient type. The fourth type, puts forward optimism, the fifth type, qualified knowledge. The sixth type, the assertive type. The seventh type, the type of altruism. Keywords: Da'wah, type, Moses
Pendampingan Pembelajaran Qira’at dan Ilmu Al-Quran di Komplek Tahfiz Sukan Sofiuddin Selangor, Malaysia Putra, Ali Musri Semjan; Jamal, Khairunnas; S, Mochammad Novendri; Syafii
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i1.3382

Abstract

The community service activity titled "Assistance in Qira’at and Qur’anic Studies Learning at Komplek Tahfiz Sukan Sofiuddin, Selangor, Malaysia" aimed to improve the quality of Qira’at and Qur’anic studies through a participatory approach. This program targeted enhancing the competencies of educators, increasing student motivation, and utilizing interactive digital media. Conducted over two days, the activity was attended by five teachers and 84 students from various halaqahs and age levels. The results demonstrated significant impacts on improving teachers’ abilities to effectively teach Qira’at variations and create an engaging classroom environment. Students exhibited greater interest in the technical aspects of Qira’at, with significantly improved learning outcomes. Moreover, the direct assistance achieved success in terms of quantity, with participant numbers exceeding the initial target. Despite challenges such as limited student understanding, varying technological skills among participants, and the short duration of training, implemented solutions effectively addressed these issues. This program has great potential to be replicated in other tahfiz institutions, supported by participatory approaches and digital technology. Therefore, this activity made a tangible contribution to the innovative and sustainable development of Qur'anic education.
Analisis Life Style Istri dalam Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah : Studi Kasus di Desa Setia Marga Lubuklinggau Munawaroh, Unzila; Irsan, Irsan; Jamal, Khairunnas; Firyal, Adipa
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup istri di Desa Setia Marga dalam konteks membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Keluarga sebagai institusi sosial fundamental memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu, terutama dalam masyarakat Muslim. Gaya hidup istri yang aktif dan berperan dalam pendidikan, keterlibatan sosial, dan praktik spiritual diharapkan dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, penelitian ini melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami dinamika kehidupan para istri di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri-istri di Desa Setia Marga secara aktif terlibat dalam pendidikan formal dan non-formal, berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti pengajian dan arisan, serta menjalankan praktik spiritual yang mendalam. Partisipasi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam mendidik anak-anak. Keterlibatan dalam kegiatan sosial memperkuat solidaritas dan kebersamaan di lingkungan masyarakat, sehingga menciptakan jaringan dukungan yang kuat. Selain itu, praktik spiritual yang konsisten memberikan dampak positif terhadap ketenangan jiwa dan keharmonisan keluarga. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup istri yang proaktif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk keluarga yang harmonis dan sejahtera. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
UNSUR RIBA DALAM LAYANAN PAYLATER MODERN ANALISIS TAFSIR DENGAN PENDEKATAN DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN PADA EKONOMI DIGITAL Aulia, Janna; Jamal, Khairunnas; Novendri, Mochammad
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1752

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah menghadirkan beragam instrumen keuangan baru, salah satunya layanan paylater yang menawarkan kemudahan transaksi berbasis kredit jangka pendek. Meskipun inovatif, model ini menimbulkan persoalan etis terkait potensi riba akibat adanya bunga, biaya layanan, serta denda keterlambatan yang berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan riba pada transaksi paylater melalui perspektif Fazlur Rahman dengan menerapkan metode double movement sebagai pendekatan hermeneutika dalam memahami ayat-ayat riba secara kontekstual. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, menelusuri konsep riba dalam Al-Qur’an, pemikiran Fazlur Rahman, serta karakteristik sistem keuangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, menurut Rahman, merupakan praktik ekonomi yang bersifat eksploitatif dan merugikan pihak yang lemah. Melalui gerakan pertama double movement, ayat riba dipahami dalam konteks sosial-ekonomi Arab pra-Islam yang menekankan pencegahan penindasan utang. Pada gerakan kedua, prinsip moral Qur’ani tersebut diterapkan pada sistem paylater modern yang dalam praktiknya sering memuat unsur-unsur ketidakadilan, khususnya dalam penetapan bunga tinggi, biaya tersembunyi, dan penalti berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman relevan dalam menilai transaksi paylater dan memberikan kerangka etis untuk membaca riba modern secara lebih substantif dalam ekosistem keuangan digital.
Mutiara Kasih, Khairunnas Jamal, Mochammad Novendri Mutiara Kasih; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6548

Abstract

Artikel ini membahas tafsir keadilan sosial dalam Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Qutb dengan menggunakan pendekatan adabi ijtima‘i, yang memadukan keindahan bahasa Al-Qur’an dengan kesadaran sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), serta analisis tekstual dan kontekstual untuk menelaah hubungan antara tafsir Qutb dan realitas kolonialisme Mesir pada abad ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pribadi Qutb, kondisi kolonial Mesir, dan interaksi dengan budaya Barat membentuk tafsirnya yang kritis terhadap ketidak adilan politik, diskriminasi hukum, tirani penguasa, dan sekularisme Barat. QS. An-Nisā’ [4]:58 menjadi fondasi utama dalam menegaskan prinsip amanat, keadilan, dan tanggung jawab moral yang bersifat universal. Pendekatan adabi ijtima‘i memungkinkan bahasa Al-Qur’an menjadi sarana membangkitkan kesadaran kolektif, motivasi etis, dan kepedulian sosial, sehingga tafsir Qutb relevan untuk membaca problem ketidakadilan historis maupun kontemporer. Artikel ini menyimpulkan bahwa tafsir Qutb tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga aplikatif, menegaskan peran Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menegakkan keadilan, menolak penindasan, dan membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bertanggung jawab.