Articles
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TERHADAP KINERJA DOSEN DALAM PROSES PERKULIAHAN
Nani Kurniati;
Baidowi Baidowi;
Nurul Hikmah
Jurnal Pijar Mipa Vol. 13 No. 1 (2018): MARET
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.018 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v13i1.471
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan dan untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan dalam proses perkuliahan berdasarkan persepsi mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan tahun akademik 2015/2016. Untuk mencapai tujuan tersebut peneltian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif, untuk pengambilan data dilakukan melalui penyebaran angket, dengan populasi mahasiswa pendidikan matematika yang aktif pada tahun akademik 2015/2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah angket tertutup, dimana responden tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram terhadap kinerja dosen berkategori baik dengan prosentase skor 69,50 %. Artinya lebih dari 50 % dan kurang dari atau sama dengan 75 % dari jumlah dosen yang aktif di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unram sudah melaksanakan proses perkuliahan dengan baik. Berdasarkan hasil prosentase skor untuk setiap indikator kinerja menurut persepsi mahasiswa ada beberapa hal yang harus dipertahankan dan dikembangkan oleh dosen yaitu 1). Memberikan apersepsi diawal perkuliahan yaitu dosen menjelaskan kaitan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. 2). Dosen menggunakan metode mengajar yang bervariasi dalam pekuliahan. 3). Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 4). Dosen memberikan tugas yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 5). Dosen memberikan tambahan nilai bagi mahasiswa atau kelompok yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik. 6). Dosen menyusun soal ujian sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 7). Dosen menhargai pendapat atau jawaban mahasiswa meskipun dipandang kurang tepat. 8). Dosen bersikap obyektif dalam penilaian, dan 9). Dosen dapat dijadikan contoh baik sikap maupun prilaku. Namun ada juga beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu masih banyak dosen yang tidak membagikan hasil ujian kepada mahasiswa, dosen tidak membahas soal ujian, dan dosen tidak mengadakan remedial untuk mahasiswa yang belum tuntas.This study aims to determine the perception of mathematics education students on the performance of lecturers, and to evaluate aspects that need to be improved and developed in the lecture process based on student perceptions of lecturer's performance in the academic year 2015/2016. This research is conducted by descriptive research method. Data was collected by questionnaires toward the population of active mathematics students. Closed questionnaire was applied as instrument whereas respondents just choose the answers that are already available. The results show that the perception of students of mathematics education FKIP Mataram University on the performance of their lecturers is categorized ââ¬Ågoodââ¬Â with the percentage score of 69.5 %. This means that more than 50 % and less than or equal to 75 % of the number of active lecturers in the mathematics educationàFKIP Mataram University has done the lecture well. The percentage score result indicates that for each performance indicator according to student perception there are some aspects that must be maintained and developed by lecturer: 1). Giving apperception at the beginning of lecture, whereas lecturer explain relation of previous topic with topic to be studied. 2). Lecturers use teaching methods that varied in lecturer. 3). Lecturers give students the opportunity to ask questions. 4). Lecturers provide tasks in accordance with the topics that has been taught. 5). Lecturers provide appreciation for students or groups who are able to complete the task well. 6). Lecturers compile test questions in accordance with the topics that have been taught. 7). Lecturers appreciate the opinions or answers of the students, although considered inappropriate. 8). Objective in the assessment, and 9). Lecturers acts as role model for both attitude and behavior. However, there are also some things that must be fixed: many lecturers do not share the exam results to students, lecturers do not discuss the exam, and lecturers do not hold remedial for students who have not completed.
Perancangan Media Peraga dan Pedoman Operasionalnya Kepada Para Guru Sekolah Dasar
Ketut Sarjana Sarjana;
Baidowi Baidowi;
Arjudin Arjudin;
Hapipi Hapipi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 3 (2020): Juni
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.81 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i3.1460
Merancang media peraga yang disertai pedoman operasionalnya merupakan tantangan tersendiri bagi guru di tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya tentang merancang media peraga lengkap dengan pedoman operasionalnya. Upaya desiminasi hasil penelitian dilakukan pada guru-guru kecamatan Gerung, Lombok Barat dalam mengatasi persoalan pembelajaran matematika. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan para guru SD di Kecamatan Gerung tentang konsep dan prinsip tentang pengukuran khususnya konsep luas daerah; kedua, meningkatkan keterampilan merancang media peraga geometri tentang luas daerah serta pedoman operasionalnya. Sebelum melakukan kegiatan ini para peserta diberikan Pretest untuk melihat perubahan yang terjadi setelah kegiatan dilakukan. Kegiatan diikuti oleh 18 orang guru yang berasal dari berbagai sekolah dasar di Gugus V Kecamatan Gerung. Kegiatan pengabdian diawali dengan pendalaman tentang konsep dan prinsip luas daerah utamanya parameter penentu luas daerah dengan cara presentasi, demonstrasi. Kedua, simulasi dan praktek merancang media peraga prinsip luas dan ketiga adalah diskusi dalam kelompok kerja dan presentasi tentang media dan pedoman yang telah dirancang dan demontrasi cara penggunaaannya. Media peraga tentang luas daerah ada 6 yakni prinsip luas daerah persegi panjang, Jajaran genjang, segitiga, trapesium, layang-layang dan prinsip luas daerah lingkaran. Setelah kegiatan pengabdian dilakukan para peserta diberikan Postest. Hasil pelatihan sangat efektif, ini ditunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil Pretest dan post-tes. Rata-rata hasil Pretest sebesar 3,9 dan rata-rata Postest sebesar 7,1. Hasil uji t menunjukkan bahwa th = 8,74 > ttab ÃÂ = 2,03, taraf signifikansi 5%. Hal ini juga berarti bahwa terjadi perubahan yang signifikan pada guru Sekolah Dasar di Gugus V di Kecamatan Gerung setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini. Selanjutnya, kegiatan ini perlu diperluas ke wilayah yang lain agar para guru SD memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang sama dalam rangka menghadapi pendidikan abad 21.
Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele
Huratul Ain;
Baidowi Baidowi;
Hapipi Hapipi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 3 (2020): Juni
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.867 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i3.1886
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Mataram tahun pelajaran 2018/2019 berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Mataram secara umum dominan berada pada level 0 (visualisasi) yaitu sebanyak 47 orang (48,45%) dari 97 peserta didik yang mengikuti tes. Dalam pemecahan masalah geometri sesuai tahapan Polya, peserta didik yang berada pada kelompok level 0 (visualisasi) sudah mampu melakukan tahap memahami masalah dengan baik namun masih kurang sempurna dalam membuat rencana dan melaksanakan rencana penyelesaian. Peserta didik kelompok level 1 (analisis) sudah mampu melakukan tahap memahami masalah, membuat rencana dan melaksanakan rencana, namun dalam tahap melihat kembali, peserta didik tidak mampu memeriksa kembali hasil penyelesaiannya. Peserta didik kelompok level 2 (deduksi informal) sudah mampu melakukan tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana penyelesaian dan melihat kembali meskipun belum sempurna pada tahap melihat kembali. Peserta didik kelompok level 3 (deduksi) memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik, mereka sudah mampu melakukan tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan melihat kembali dengan tepat dan proses perhitungan juga dilakukan dengan tepat. Hal tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat berpikir Van Hiele peserta didik, maka kemampuan pemecahan masalah geometri yang dimilikinya akan semakin baik.
Pembelajaran Daring Kombinasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Aljabar Abstrak
Nani Kurniati;
Sripatmi Sripatmi;
Baidowi Baidowi;
Syahrul Azmi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.649 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2240
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran daring kombinasi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah aljabar abstrak program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram. Pembelajaran daring kombinasi adalah model pembelajaran yangÃÂ memadukan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran dalam jaringan atau yang dikenal dengan e-learning. Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring kombinasi ini terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram yang sedang memprogramkan matakuliah aljabar abstrak. Subyek penelitian sebanyak 2 kelas dengan jumlah mahasiswa 32orang. Hasil yang diperoleh adalah bahwa penerapan pembelajaran daring kombinasi pada matakuliah aljabar abstrak meliputi 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Nilai akhir yang diperoleh mahasiswa pada matakuliah aljabar abstrak digunakan sebagai data hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh adalah 71 untuk rata-rata nilai kelas B dan 62 untuk kelas D secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa sebagai subyek dalam penelitian ini adalah 67,3. Jika ditinjau dari tingkat kelulusannya jumlah mahasiswa yang lulus dengan nilai minimal 56 atau C adalah sebanyak 30 orang mahasiswa atau 93,75 %.
Peningkatan Kemandirian dan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika dengan Lesson Study melalui Blended Learning
Baidowi Baidowi;
Ketut Sarjana;
Dwi Novitasari;
eka kurniawan
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.153 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2267
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dengan mengkonstruksi kemampuan yang mereka miliki sendiri yang akan berdampak pada peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan lesson study melalui blended learning pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika. Penelitian ini akan dilaksanakan di FKIP Universitas Mataram dengan subjeknya adalah mahasiswa pendidikan matematika semester III yang mengambil mata kuliah Kapita Selekta Matematika. Pada penelitian ini perlakuan pada siklus I adalah a). Pembentukan kelompok secara heterogen; b) memberikan motivasi di awal pertemuan c) Melakukan persentasi berbasis online melalui Google Meet d). Sesi diskusi; e) Penguatan oleh dosen model; f) memberikan evaluasi dan pengisian angket untuk mengukur kemandirian belajar. Untuk siklus II tidak jauh beda dengan siklus I, pada siklus II diawal pertemuan memberikan pengutan pada materi prasyarat. Sedangkang untuk siklus IIIÃÂ hampir sama dengan siklus II, yang membedakan hanya pada tahap sesi diskusi dirancang lebih menarik lagi berupa sebuah permainan. Sehingga didapatkan hasil kemandirian belajar mahasiswa meningkat di siklus IIIÃÂ sebesar 4,43 % dibandingkan pada siklus I sedangkan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa meningkat 8,44 poin dari 70,63 pada siklus I menjadi 79,07 pada siklus III. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan lesson study melalui blended learning berhasil meningkatkan kemandirian dan hasil belajar mahasiswa.
The effect of cooperative learning model of team game tournament (TGT) type on students mathematical learning achievement of junior high school
Muhammad Arifuddin;
Laila Hayati;
Amrullah Amrullah;
Baidowi Baidowi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 5 (2021): November 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.426 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i5.2770
This research aims to find out the effect of cooperative learning models of the Teams Games Tournament (TGT) type on the studentsââ¬â¢ mathematics learning achievement of the 8th-grade students of SMPN 13 Mataram Academic Year 2019/2020. This study is a quasi-experimental with the post-test only non-equivalent control group design type. The population of the research was the whole 8th-grade students of SMPN 13 Mataram Academic Year 2019/2020. In determining the sample, probability sampling was being used in the of form cluster random sampling, the sample of the research was the VIII-A class as the experimental class and VIII-B class as the controlling class. The instrumen which was used in this research was the test of the students learning achievement (post-test). Quantitave analysis obtained by using t-test. The results of this research showed that there were differences in students learning outcomes with the TGT type cooperative model and direct learning model students. By the effect size method, we obtain that the effect of TGT type on the student's achievement was high category. Furthermore, thatââ¬â¢s mean that TGT type can be given a high effect on students' achievement in the concept of linear equation system for two variables. For teachers, especially in SMPN 13 Mataram should be an alternative learning model of the TGT cooperative model as an one of the next mathematics learning.
Analysis of students' mathematics communication ability based on cognitive styles and mathematical knowledge
Syahrul Azmi;
Baidowi Baidowi;
Nurul Hikmah;
Ratna Yulis Tyaningsih;
Eka Kurniawan
Jurnal Pijar Mipa Vol. 17 No. 2 (2022): March 2022
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.729 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v17i2.3384
This study aims to describe the mathematical communication skills of mathematics education students based on their cognitive styles and mathematical knowledge. This research is a qualitative approach. Data were collected by giving the MFFT test to the students to measure their cognitive styles and essay tests for determining their mathematical communication skills. Data were analyzed by comparing the scores of cognitive styles, mathematical communication, and their mathematical performances. The result shows that students with reflective cognitive styles perform better on mathematical communication than impulsive cognitive styles. Moreover, their mathematical knowledge significantly affects their abilities in solving mathematical communication tests.
Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Digit secara Simultan untuk Mengembangkan Intuisi Bilangan Siswa
Ratih Ayu Apsari;
Sariyasa Sariyasa;
I Gusti Putu Suharta;
Baidowi Baidowi;
Tabita Wahyu Triutami
Jurnal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/jtm.2021.4.1.31-40
The learning of addition and subtraction that usually be done in sequence impact students’ tendency to separate type of the strategies employ to solve the related problems. In fact, there are a number of situations that can be observed and solved through both lenses. Therefore, in this study we designed a simultaneous addition and subtraction of two-digit numbers learning trajectory. The learning activities were constructed based on Realistic Mathematics Education (RME) Approach. This design study was conducted in three steps consist of preliminary study, teaching experiments, and retrospective analysis. The teaching experiments were done in two cycle, the first was done with four students and the second was done with 33 students in two classes of an elementary school located in Singaraja, Bali. The data related to number sense ability were gathered from observation and students’ written work in solving worksheet and post-test. The collected data were analyzed using constant comparative method. From the results, we found that a simultaneous learning of two-digit numbers addition and subtraction were effectively develop the students’ number sense and encourage the students to develop efficient counting strategies.
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Secara Online (E-learning) Selama Masa Pandemi Covid-19
Muhammad Turmuzi;
Arifman S. Haji Dasing;
Baidowi Baidowi;
Junaidi Junaidi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.482
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan permasalahan yang dihadapi mahasiswa pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram selama proses pembelajaran secara online serta untuk mengaitkan antara gambaran nyata terkait kesiapan mahasiswa dalam beradaptasi pada pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah 53 responden yang terdiri dari mahasiswa aktif pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram angkatan 2018/2019. Sampel yang diambil menggunakan teknik Proportional Stratification Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket. Teknik analisis data meliputi data reduction, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat berbagai macam kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram selama pembelajaran secara online. Adapun kesulitan dalam proses pembelajaran online yang di alami oleh mahasiswa terletak pada efektifitas proses belajar mengajar dan juga faktor kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil, kuota yang terbatas dan juga Interaksi yang minim ketika proses pembelajaran online berlangsung
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP
Maya Fitria Ningsih;
Ketut Sarjana;
Syahrul Azmi;
Baidowi Baidowi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 1 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v1i1.9
Purpose of this research is to know influence of learning independence on student mathematic study result in VIII grade in SMP Negeri 9 Mataram academic year 2020/2021. Types of research is Causal comparative Quantitative research or ex-post facto. The sample was selected using simple random sampling technique, obtained 39 students were taken 4 or 5 students from each class randomly spread over 8 classes in class VIII SMP Negeri 9 Mataram. Data collection in this study was carried out by providing a learning independence questionnaire in the research sample and documentation of mid-semester test scores obtained from mathematics subject teachers. The results showed that there was a positive correlation between learning independence and learning result, namely α = 0.610. With the other catalyst, the correlation was in the strong category. The amount of the contribution of learning independence to the mathematics learning result of class VIII students of SMP Negeri 9 Mataram academic year 2020/2021 is 37.20% and this is quite significant at the 0.05 significant level. This result can also be shown by the regression equation Y = 19.187 + 0.523X where Y is the learning independence and X is the result of learning mathematics.