p-Index From 2021 - 2026
7.144
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Batik Cap bagi Santriwati Untuk Menanamkan Nilai Kreativitas dan Kecintaan Budaya Lokal di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Tuban Dwi Aminatus Sa'adah; Misbahul Huda; Ziana Dhurrotul Ainiyah; Agus Fathoni Prasetya; Anikmah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/vhp8my67

Abstract

Abstract This community service initiative was motivated by the limited access of female students at the Darul Ma'arif Islamic Boarding School in Tuban to local creative and cultural activities, as well as the suboptimal use of cardboard waste as a learning medium. This activity aims to increase creativity, love for local culture, and ecological awareness through training in making stamped batik from recycled cardboard. The approach used was Participatory Action Research (PAR) with a participatory-educational strategy through stages of socialization, technical training, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills in batik making, the growth of creativity and cooperation, and the emergence of a group of female students who are ready to become drivers of cultural activities at the Islamic boarding school. In conclusion, this program effectively empowers female students and supports the preservation of local culture while utilizing waste productively. Keywords: Stamped Batik, Values ​​of Creativity, Love of Culture. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses santri putri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Tuban terhadap aktivitas kreatif dan budaya lokal, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kardus sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kecintaan terhadap budaya lokal, dan kesadaran ekologis melalui pelatihan pembuatan batik cap berbahan kardus daur ulang. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan strategi partisipatif-edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan batik, tumbuhnya kreativitas dan kerja sama, serta munculnya kelompok santri putri yang siap menjadi penggerak kegiatan budaya di lingkungan pesantren. Kesimpulannya, program ini efektif dalam memberdayakan santri putri serta mendukung pelestarian budaya lokal dengan memanfaatkan limbah secara produktif. Kata kunci: Batik Cap, Nilai Kreativitas, Kecintaan Budaya.
Corruption in Qur’anic Exegesis Articles in Indonesia: A Systematic Literature Review Misbahul Huda
Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62109/ijiat.v6i2.243

Abstract

This study maps the development and methodological trends of Indonesian Qur’anic exegesis (tafsīr) research on corruption from 2011 to 2025 using a Systematic Literature Review (SLR). Publications were retrieved from Google Scholar with the keyword “tafsir korupsi”; 35 articles out of over 50 identified met the inclusion criteria and were analysed through focus formulation, data selection, quality assessment, and finding synthesis. The findings reveal three phases: (1) early phase (2011–2015) dominated by terminological tracing of Qur’anic concepts such as ġulūl, suḥt, and sariqah; (2) middle phase (2016–2020) characterised by contextual, tarbawī (educational), and fiqh ta‘zīr approaches; and (3) recent phase (2021–2025) marked by a sharp increase in publications and methodological diversification, including liberation hermeneutics, semiotics, and mufasir-figure analysis. Qualitative literature-based studies and thematic exegesis (tafsīr mawḍū‘ī) remain dominant, whereas interdisciplinary, political-economy, critical discourse, and historical-critical approaches are still scarce. The study recommends broader methodological expansion to enable more relevant Qur’anic responses to contemporary structural corruption. Abstrak Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan dan kecenderungan metodologis penelitian tafsir Al-Qur’an bertema korupsi di Indonesia periode 2011–2025. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri publikasi melalui Google Scholar menggunakan kata kunci terkait “tafsir korupsi”. Dari lebih dari 50 publikasi yang ditemukan, 35 artikel memenuhi kriteria inklusi, kemudian dianalisis melalui tahap perumusan fokus, seleksi data, penilaian kualitas, serta sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga fase perkembangan. Pertama, fase awal (2011–2015) artikel umumnya berfokus pada pelacakan istilah Qur’ani seperti ġulūl, suḥt, dan sarqah. Kedua, fase tengah (2016–2020) artikel umumnya menggunakan pendekatan kontekstual, tarbawī, dan fiqh ta‘zīr. Ketiga, fase akhir (2021–2025) yang memperlihatkan peningkatan signifikan dalam hal jumlah publikasi dan diversifikasi metodologis, termasuk hermeneutika pembebasan, semiotika, dan analisis tokoh mufasir. Secara umum, penelitian didominasi metode kualitatif berbasis studi literatur dan tafsir tematik. Sementara pendekatan interdisipliner, ekonomi-politik, analisis wacana kritis, dan historis-kritis masih terbatas. Studi ini menegaskan perlunya perluasan metodologi tafsir agar respons Al-Qur’an terhadap isu korupsi lebih relevan dengan tantangan struktural kontemporer.
EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN MUHAMMAD TAHIR-UL-QADRI TERHADAP TERM AYAT PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI (WAḌRIBŪHUNNA) Huda, Misbahul; Misbahul Huda; Mohammad Alfin Niam
At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 2 (2025): At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/hccwz492

Abstract

Umumnya para ulama menafsiri waḍribūhunna dengan penafsiran haqiqi yakni menimpakan seuatu atas sesuatu (memukul). Tetapi Muhammad Tahir-Ul-Qadri menafsiri waḍribūhunna secara majazi. Ia menafsiri Waḍribūhunna bukan dengan memukul, tetapi melakukan perpisahan sementara antara kedua belah pihak (suami dan istri). Penulis bermaksud akan menelusuri bagaimana sumber, metode dan validitas penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap Waḍribūhunna dalam an-Nisa 34. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan. Data primer bersumber dari artikel Muhammad Tahir-Ul-Qadri yang berjudul The Linguistic and Legal Implications of ‘Waḍribūhunna’in Sūra al-Nisāʾ (4: 34) dan sumber sekunder yang bersumber dari buku-buku dan dokumen yang terkait dengan objek penelitian. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis, yaitu melalui teori epistemologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap waḍribūhunna yaitu bersumber dari teks, rasio dan realitas. Kemudian metode yang dipakai adalah metode tematik (maudhu’i), termasuk dalam corak tafsir ijtima’i dengan pendekatan tafsir kontekstual (sosio-historis). Penafsiran Qadri valid secara pragmatis karena memiliki manffat dan dapat di implementasikan. Secara korespondensi kurang valid karena bertentangan dengan salah satu riwayat fakta asbab nuzul. Sementara secara koherensi juga kurang begitu valid karena bertentangan dengan klaim ijmak para ulama. 
EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN MUHAMMAD TAHIR-UL-QADRI TERHADAP TERM AYAT PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI (WAḌRIBŪHUNNA) Huda, Misbahul; Misbahul Huda; Mohammad Alfin Niam
At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 2 (2025): At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/hccwz492

Abstract

Umumnya para ulama menafsiri waḍribūhunna dengan penafsiran haqiqi yakni menimpakan seuatu atas sesuatu (memukul). Tetapi Muhammad Tahir-Ul-Qadri menafsiri waḍribūhunna secara majazi. Ia menafsiri Waḍribūhunna bukan dengan memukul, tetapi melakukan perpisahan sementara antara kedua belah pihak (suami dan istri). Penulis bermaksud akan menelusuri bagaimana sumber, metode dan validitas penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap Waḍribūhunna dalam an-Nisa 34. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan. Data primer bersumber dari artikel Muhammad Tahir-Ul-Qadri yang berjudul The Linguistic and Legal Implications of ‘Waḍribūhunna’in Sūra al-Nisāʾ (4: 34) dan sumber sekunder yang bersumber dari buku-buku dan dokumen yang terkait dengan objek penelitian. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis, yaitu melalui teori epistemologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap waḍribūhunna yaitu bersumber dari teks, rasio dan realitas. Kemudian metode yang dipakai adalah metode tematik (maudhu’i), termasuk dalam corak tafsir ijtima’i dengan pendekatan tafsir kontekstual (sosio-historis). Penafsiran Qadri valid secara pragmatis karena memiliki manffat dan dapat di implementasikan. Secara korespondensi kurang valid karena bertentangan dengan salah satu riwayat fakta asbab nuzul. Sementara secara koherensi juga kurang begitu valid karena bertentangan dengan klaim ijmak para ulama. 
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Jumlah Bakteri Pada Jamu Beras Kencur Yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung Huda, Misbahul
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2015): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v4i2.282

Abstract

Salah satu jamu yang banyak disukai oleh masyarakat adalah jamu beras kencur karena rasanya yang tidak pahit, segar, mudah didapat, dan harga yang terjangkau. Banyak pedagang jamu yang menjual dagangannya di pasar tradisional, karena pasar tradisional merupakan tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah  bakteri dan persentase jumlah jamu beras kencur yang dijual di pasar tradisonal di beberapa kecamatan Kota Bandar Lampung yang tidak memenuhi persyaratan Kepmenkes RI No. 661/Menkes/SK/VII/1994 yaitu tidak lebih dari 104 koloni/ml sampel, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah bakteri pada jamu beras kencur yang dijual di pasar tradisional Kota Bandar lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan menggunakan metode angka lempeng total. Sampel berjumlah 66 jamu beras kencur yang diambil dari pasar tradisional  Kota Bandar Lampung. Hasil perhitungan jumlah bakteri pada jamu beras kencur yang dijual di pasar tradisonal Kota Bandar Lampung dengan jumlah antara 3,0 × 101 koloni/ml sampel sampai 8,9 × 107 koloni/ml sampel. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebanyak 10 sampel (15,2%) jamu beras kencur memenuhi syarat dan sebanyak 56 sampel (84,8%) jamu beras kencur tidak memenuhi persyaratan. Kepmenkes RI No. 661/Menkes/SK/VII/1994 yaitu tidak lebih dari 104 koloni/ml sampel.  Ada 9 faktor yang berhubungan antara perilaku dan kebiasaan pedagang jamu beras kencur baik pada proses pembuatan maupun proses penyajian dengan peningkatan jumlah bakteri pada jamu beras kencur yang dijual di pasar di pasar tradisional Kota Bandar Lampung.
Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Usaha Perikanan Yang Tidak Memiliki Perizinan Berusaha Di Indonesia (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor 5/Pid.Sus-Prk/2025/Pn Bit) Yulaekhah, Umi; Huda, Misbahul
FOCUS Vol 7 No 1 (2026): FOCUS: Jurnal Kajian Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v7i1.2200

Abstract

The fisheries sector plays a strategic role in supporting economic growth, food security, and Indonesia’s maritime sovereignty. However, illegal fishing remains a serious issue that causes state losses and marine ecosystem degradation. This problem is closely related to violations of fisheries business licensing requirements, which function as key instruments for controlling sustainable resource management. This study examines legal accountability for fisheries business actors operating without valid licenses and analyzes judicial considerations in Case Number 5/Pid.Sus-PRK/2025/PN Bit. The findings show that the enforcement of criminal and administrative sanctions reflects efforts to balance justice, legal certainty, and environmental sustainability. Under the Fisheries Law, intentional licensing violations may result in imprisonment and fines, alongside administrative sanctions under the Job Creation Law. In the case of Crisanto Sumilhig Langamon, the court imposed imprisonment, a monetary fine, and confiscation of fishing equipment, emphasizing both punitive and preventive functions of sanctions. This decision demonstrates the application of the combined theory (verenigings theorie), prioritizing justice, legal certainty, and legal utility in fisheries law enforcement.
Analisis Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pelaku Usaha Perikanan Tanpa Izin dan Penggunaan Alat Tangkap Yang Merusak Ekosistem Perikanan (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 2868 K/Pid.Sus/2025) Effendi, Yogi Darmawan; Huda, Misbahul
FOCUS Vol 7 No 1 (2026): FOCUS: Jurnal Kajian Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v7i1.2201

Abstract

The fisheries sector plays a vital role in supporting economic growth, food security, and the sustainability of Indonesia’s marine resources. However, violations persist in the form of unlicensed fisheries business activities and the use of fishing gear that damages marine ecosystems, threatening environmental balance within the Fisheries Management Areas of the Republic of Indonesia (WPPNRI). This study examines the regulation of fisheries-related criminal offenses under Indonesian positive law and analyzes judicial considerations in Supreme Court Decision Number 2868 K/Pid.Sus/2025. Using a normative juridical method with statutory, case, and conceptual approaches, this research relies on primary legal materials in the form of relevant legislation. The findings indicate that fisheries business activities must comply with the principles of legality and sustainability, requiring valid licenses such as SIUP, SIPI, and SIKPI. The Supreme Court confirmed that the defendant was legally and convincingly proven to have committed a fisheries-related criminal offense and imposed sanctions in accordance with applicable law. This decision demonstrates the enforcement of legal certainty and the protection of sustainable fisheries resources in Indonesia
PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PANCASILA SISWA KELAS V MI SALAFIYAH Novi Rahayu; Misbahul Huda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52314

Abstract

This research was motivated by the low interest and learning outcomes of students in Pancasila subjects due to teacher-centered learning and the lack of innovative learning media. This study aimed to develop a local wisdom-based Smart Box learning media that is valid, practical, and effective for fifth-grade students at MI Salafiyah. This research used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research instruments included media expert validation sheets, material expert validation sheets, student response questionnaires, learning implementation observation sheets, and pretest-posttest tests. The results showed that material expert validation obtained a percentage of 80% in the feasible category. Media expert validation increased from 82% before revision to 94% after revision in the very feasible category. Student responses obtained a percentage of 94% in the very practical category, while the implementation of learning obtained 92% in the very good category. The average student learning outcomes increased from 56.18 in the pretest to 92.11 in the posttest with an N-Gain score of 0.81 in the high category. Therefore, the local wisdom-based Smart Box media was declared valid, practical, and effective in improving students’ learning outcomes in Pancasila subjects.
ANALISIS KURIKULUM MERDEKA PADA JENJANG DASAR: STUDI KASUS PENGUATAN TRANSISI SISWA KELAS I DI MI MANBAIL HUDA Shoda, Khozinatul Fikriya; Misbahul Huda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52787

Abstract

This study is motivated by the importance of strengthening the transition period of students from early childhood education to elementary school as part of the implementation of the Merdeka Curriculum through the development of six foundational competencies in the early phase of primary education. This study aims to describe the implementation of transition strengthening for first-grade students based on six foundational competencies at MI Manbail Huda Jenu Tuban and to identify supporting factors and obstacles in its implementation. This study used a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of first-grade teachers and students, while data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of transition strengthening was carried out through religious habituation activities, adaptive and enjoyable learning processes, the use of varied learning media, and strengthening students’ social interactions oriented toward the development of six foundational competencies, namely religious and moral values, social and language skills, emotional maturity, readiness for literacy and numeracy, motor development and independence, and positive learning engagement. The implementation was supported by teachers’ commitment and a conducive school environment; however, several obstacles were found, including differences in students’ early literacy readiness and diverse preschool educational backgrounds.