Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) BAWANG KOTA TANGERANG Sukamto; Despa, Dikpride; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.551

Abstract

Dalam rangka pengelolaan masalah sanitasi di wilayah Kota Tangerang ini maka diperlukan Evaluasi Kinerja Sistem Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bawang Kota Tangerang. Metode evaluasi yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisa kondisi eksisting stakeholders dari IPLT dan fungsi dari IPLT serta mengukur IPLT sesuai dengan standar atau kriteria desain yang berlaku. Hasil evaluasi kinerja yang dilakukan Sistem Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bawang Kota Tangerang memberikan informasi kurangnya pemeliharaan pada masing-masing unit instalasi yang ada, mengakibatkan terjadinya pendangkalan dari lumpur yang dihasilkan hal ini menyebabkan berkurangnya volume basah sehingga waktu tinggal dalam unit menjadi turun, dan pada akhirnya kinerja dari sistem juga menurun. Sistem IPLT Bawang belum dilengkapi dengan alat ukur debit baik di titik inlet maupun outlet sehingga susah dalam menghitung jumlah air yang masuk maupun keluar dari sistem. Agar unjuk kinerja IPLT menjadi baik maka harus dilakukan upaya segregasi/pemilahan dari sumber air limbah yang masuk ke dalam sistem, terutama yang bersumber dari rioll dan truk tinja. Dalam rangka meningkatkan kinerja dari masing masing unit yang ada, upaya pemeliharaan/pembersihan dari lumpur yang terbentuk akibat proses yang terjadi harus dilakukan secara rutin. Sehingga waktu tinggal limbah pada masing-masing unit yang ada dapat maksimal.
ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PT. BANK CENTRAL ASIA,Tbk KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) TANJUNG KARANG Fajriyati, Lely; Afriani, Lusmeilia; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.567

Abstract

Kantor Cabang Pembantu Bank BCA yang berada di Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu Kantor Cabang Pembantu BCA di bawah Kantor Cabang Utama Bandar Lampung, terletak di Jalan Raden Intan nomor 38 Bandar Lampung. BCA Kantor Cabang Pembantu Tanjungkarang telah berdiri sejak tahun ± 1990an dan merupakan gedung pelayanan umum yang dimiliki oleh PT. BANK BCA, Tbk yang dipergunakan untuk melayani nasabah Bank BCA untuk membuat rekening baru, membuat rekening bca bisnis, setor tunai, penarikan dana simpanan, cek saldo BCA, pengecekan BCA swift code, pembuatan BCA credit card, halo BCA dan layanan pada produk BCA lainnya. Tentunya sebagai gedung pelayanan umum yang mewakili salah satu Bank terbesar di Indonesia ini, maka keadaan gedungpun harus terlihat aman, nyaman dan kokoh yang tidak hanya diperuntukkan bagi staf atau karyawan Bank sebagai penghuni gedung namun juga bagi nasabah Bank BCA. Namun tidak demikian yang terjadi pada gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang pada saat penelitian ini dilakukan, secara visual terlihat kondisi bangunan sudah tidak layak dan berbahaya bagi nasabah, misalnya Pintu tidak berfungsi dengan baik, Lampu ada yang tidak menyala dan bagian gedung lain juga tidak berfungsi dengan baik.Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui Jenis kerusakan yang terjadi Pada Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang; (2) Mengetahui Kuat Tekan Beton Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang.Berdasarkan Pengamatan langsung di lapangan dan Pengujian Hammer Test yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa nilai kuat tekan (fc’) beton struktur eksisting gedung kurang dari nilai kuat tekan beston struktur yang disyaratkan oleh SNI dalam Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Standar Nasional Indonesia.
Perencanaan Perkerasan Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau Menggunakan Metode MDP 2017 Susanti, Sevi; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.569

Abstract

Ruas Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau melintasi beberapa wilayah kecamatan yaitu Kec. Lubuklinggau Barat I, Barat II, Utara I dan Kec. Lubuklinggau Utara II (Simpang Sport Center menuju kawasan Bukit Sulap sepanjang 18,618 Km. Kondisi jalan tersebut sering dilintasi oleh kendaraan berat yang melebihi muatan dan kendaraan ringan secara otomatis akan menambah pergerakan lalu lintas dan beban yang dipikul oleh jalan tersebut yang menyebabkan jalan tersebut akan cepat mengalami kerusakan pada perkerasannya seperti retakan, jalan bergelombang dan lubang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan tebal perkerasan baru dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Prosedur desain perkerasan jalan menggunakan Metode MDP NO. 02/M/BM/2013 adalah menentukan umur rencana, menentukan nilai-nilai CESA4 dan CESA 5 untuk umur desain yg dipilih, menentukan tipe perkerasan, dan menentukan struktur pondasi jalan. Berdasarkan desain perkerasan lentur aspal dengan lapis pondasi berbutir dan ketebalan lapisan yang diizinkan untuk pembatasan diatas maka didapat hasil sebagai berikut: AC-WC= 40 mm; AC-BC= 60 mm; AC-Base = 75 mm; Agregat A = 150 mm; Agregat B = 200 mm. Perhitungan dengan menggunakan MDP 2017 lebih dipermudah karena pada metode ini tebal masing masing lapis perkerasan telah ditentukan sesuai dengan nilai CESA yang didapat dalam perhitungan.
Analisis Penilaian Kondisi Jembatan Malus II Berdasarkan Metode Bridge Management System (BMS) di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Zulfi, M. Ichfan; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.570

Abstract

Jembatan merupakan sebuah struktur fisik yang menjadi penghubung antara dua tempat yang terpisah oleh aliran sungai, jurang, atau jalan lainnya. Struktur jembatan sering mengalami kerusakan akibat waktu dan penggunaan yang terus-menerus. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan pada struktur yang rusak untuk menjaga kekuatan dan kestabilan jembatan. Agar jembatan tidak cepat rusak, maka diperlukan upaya preventif berupa pemeriksaan jembatan. Kegiatan pemeriksaan jembatan dilaksanakan dibawah sistem manajemen jembatan atau Bridge Management System (BMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jembatan dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau penanganan yang tepat pada jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penelitian ini dilakukan pada jembatan Malus II di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Data yang digunakan berupa data primer dan data skunder. Data primer didapatkan melalui survei kondisi jembatan dengan dimensi kerusakan komponen jembatan yang hilang dan foto elemen elemen jembatan, sedangkan data sekunder didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan yaitu, SK jalan Kota Lubuklinggau dan peta jalan Kota Lubuklinggau. Dari hasil pemeriksaan dan penilaian menggunakan metode BMS didapatkan nilai kondisi Jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I dikategorikan Jembatan/elemen mengalami kerusakan yang memerlukan tindakan secepatnya (nilai = 3) dengan diperlukan usulan penanganan yaitu berupa rehabilitasi jembatan.
Perencanaan Kampus Universitas Rahmaniyah Sekayu. Herianto; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.573

Abstract

Sejalan dengan amanat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, Undang-Undang No. 20 Thn 2003 tentang Pendidikan Nasional pasal 1, 2, dan 3 menyatakan bahwa Pendidik Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. Pembangunan dimasa ini sangat pesat sebagaimana dengan perkembangan pembangunan dimana-mana dan juga diiringi dengan sektor ilmu pendidikan yang banyak didirikan dari privat sampai dengan pendidikan gratis sesuai dengan program Pemerintah Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yaitu pendidikan gratis. Kota Sekayu merupakan kota yang baru berkembang dimana pendidikan merupakan sumber untuk menghasilkan tenag SDM yang dewasa ini diperlukan untuk kemajuan bangsa, ini terbukti dengan adanya perguruan tinggi yang didirikan untuk kepentingan para warga terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Sekayu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Implementasi Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Dalam Pelaksanaan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Marianza, Yuda; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.575

Abstract

Kota Lubuklinggau merupakan salah satu kota setingkat kabupaten yang letaknya paling barat dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas. Secara geografi, Kota Lubuklinggau memiliki posisi strategis pada jalur transportasi lintas Sumatera. Dengan Luas Wilayah 36.773 Ha serta populasi penduduk sebanyak 240.243 Jiwa dan tingkat kepadatan 598 Jiwa/Km2. Luas Kawasan Kumuh Kota Lubuklinggau Sesuai dengan Surat Keputusan Walikota No 190/KPTS/BAPPEDALIBANG/2019 Tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh Kota Lubuklinggau adalah sebesar 517,66 Ha, dengan adanya Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) diharapkan dapat terciptanya keterpaduan program dan pembiayaan berbagai pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangannya. Selanjutnya Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) sebagai acuan dalam pencapaian penanganan permukiman yang bebas kumuh.
Evaluasi Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau Syahputra, Deka; Despa, Dikpride; Mardiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.576

Abstract

Berdasarkan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2015 D.I. Air Kesie I merupakan daerah irigasi dibawah kewenangan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia menganjurkan bahwa daerah mengacu pada sistem yang telah di sepakati untuk dijadikan pedoman pelaksanaan pengelolaan aset irigasi di seluruh Indonesia. Dengan kesamaan sistem tersebut sehingga data dari masih-masing daerah dapat terintegrasi dan dapat di akses oleh publik baik di pusat maupun daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau menggunakan aplikasi Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKSI). Penyusunan Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi dilakukan untuk membentuk sebuah sistem informasi yang berupa kegiatan pengumpulan data di lapangan, pengadministrasian, pengelolaan dan pembuatan laporan informasi yang dibutuhkan baik untuk level operasional maupun manajerial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kombinasi kualitatif kuantitatif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan dengan melakukan survey Pengelolaan Aset Irigasi (PAI) Dan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Dari survey PAI didapatkan hasil inventarisasi luas daerah layanan irigasi sebesar 85,42% dari luas layanan awal yaitu 98,10 Ha, sedangkan sisanya telah beralih fungsi menjadi lahan kebun karet dan kebun sawit. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini masih layak untuk dikelola atau dikembangkan, karena masih ada fungsi lahan persawahan dan sumber air yang masih tersedia continue serta direkomendasikan untuk dilakukan rehabilitasi pada bangunan dan saluran yang sudah mengalami kerusakan. Dengan nilai total IKSI = 41,32% maka dapat disimpulkan Kinerja Sistem Irigasi Air Kesie I masuk kedalam kategori kinerja buruk dan kurang serta perlu perhatian.
Evaluasi Penilaian Kondisi Jalan Kota Lubuklinggau (Studi Kasus Ruas Jalan Lingkar Barat) Utami, Faradina; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan jenis penanganan ruas jalan Lingkar Barat di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penilaian kondisi jalan adalah SDI (Surface Distress Index). Metode SDI merupakan penilaian kondisi jalan secara visual melalui survei kondisi jalan yang menghasilkan nilai SDI. Penggunaan metode SDI pada penelitian ini karena merupakan metode yang terbaru sesuai dengan Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2011 tentang panduan survei kondisi jalan. Menurut SK Walikota tentang Ruas Jalan Kota Lubuklinggau memiliki panjang total 283,81 km. Ruas Jalan Lingkar Barat merupakan salah satu ruas jalan kota yang menghubungkan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Bengkulu dengan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Sorolangun dengan panjang 15 km. Dari hasil pengukuran dan pengamatan kondisi jalan di lapangan per 100 meter pada ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dengan metode SDI, didapatkan hasil dari survei kondisi baik sepanjang 5,69 km dan kondisi rusak berat sepanjang 9,31 km. Berdasarkan Kondisi ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dan tabel penentuan penanganan jalan (Bina Marga, 2011) maka dapat direkomendasikan peningkatan struktur jalan dengan rencana penanganan jalan yang akan dilakukan adalah rekonstruksi/ peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala jalan/ rehabilitasi. Rekomendasi penanganan dengan kondisi rusak berat berupa penanganan hingga lapis pondasi, dan untuk rehabilitasi dilakukan perbaikan lapis permukaan.
PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI PENANGGULANGAN BANJIR KELURAHAN BATURAJA PERMAI PERUMAHAN RS HOLINDO Ardia, Herlian; Dikpride, Despa; Ratna, Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.578

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu terletak pada posisi yang cukup strategis karena dihubungkan oleh sistem jaringan jalan arteri primer Lintas Tengah Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai wilayah yang ada di perlintasan, Kabupaten Ogan Komering Ulu menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera dengan kota-kota di Pulau Jawa. Selain itu, akses ke Kabupaten Ogan Komering Ulu selain menggunakan kendaraan roda empat dapat pula melalui Jaringan Kereta Api yang merupakan angkutan Barang dan Penumpang yang menghubungkan Kota Palembang–Baturaja–Tanjung Karang. Curah hujan yang sangat tinggi berkisar antara 2.500 – 3.000 mm per tahun dan daerah yang berbukit serta kerusakan vegetasi pada daerah aliran sungai, yang mempermudah terjadinya, alur sungai yang berkelok dengan kemiringan dasar sungai yang besar menyebabkan laju sidimentasi yang tinggi.  Mitigasi terhadap kondisi ini harus segera dilakukan dengan cara- cara pengendalian banjir mulai dari bagian hulu yaitu dengan membangun tampungan- tampungan air untuk memperlambat waktu tiba banjir dan menurunkan besarnya debit banjir. Penghijauan di Daerah Aliran Sungai dan pembuatan kolam retensi yang dapat merubah pola hidrograf banjir. Bangunan pengendali banjir yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Ogan Komering Ulu yang berada di bagian hulu beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Sumatera Selatan adalah bangunan air yang besifat bangunan konservasi berupa retention basin, detention basin dan retarding basin. Hal ini sangat relevan dengan komitmen Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai kabupaten konservasi. Kegiatan yang bersifat konservasi harus segera direalisasi secara berkesinambungan sehingga memberikan banyak dampak menurunkan kejadian banjir dan kerusakan sungai, serta menambah ketersediaan air.
ANALISA BERAT JENIS NYATA CAMPURAN ASPAL TERHADAP HASIL COREDRILL UJI PETIK LAPANGAN PEMELIHARAAN JALAN LETTU KARIM (GANDUS) – BTS KAB BANYUASIN KOTA PALEMBANG Sari, Dian Novita; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat jenis ( specific gravity) adalah perbandingan berat dari suatu volume bahan pada suatu temperature terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperature tersebut. Besarnya berat jenis agregat penting dalam perencanaan campuran agregay denga aspal karena umunya direncanakan berdasarkan perbandingan berat dan juga untuk menentukan banyaknya pori. Agregat dengan berat jenis yang kecil mempunyai volume yang besar sehingga berat yang sama membutuhkan jumlah aspal yang lebih banyak. Disamping itu agregat dengan pori besar membutuhkanjumlah aspal yang banyak.Terdapat 4 (empat) besaran berat jenis yang berkaitan dengan volumetric campuran beraspal, yaitu :Berat jenis bulkBerat jenis semuBerat jenis efektif danBerat jenis maksimum campuran.Adanya perbedaan istilah berat jenis ini disebabkan karena adanya perbedaan asumsi kemampuan agregat menyerap air dan aspal.Berat jenis bult adalah perbandingan antara berat bahan diudara (termasuk rongga yang kedap dan yang menyerap air ) pada satuan volume dan suhu tertentu, dengan berat air suling serta volume yang sama pada suhu tertentu pula.Dalam perencanaan campuran, pengguna berat jenis bulk dari agregat diasumsikan aspal tidak dapat menyerap ke dalam agregat (hanya menyelimuti bagian luar saja) sehingga penggunaan berat jenis bulk akan menghasilkan kadar aspal yang sedikit, padahal kenyataan aspal akan menyerap kedalam rongga dalam agregat sehingga hasil dari perencanaan campuran akan menghasilkan nilai rongga dalam campuran yang lebih besar dari anggapan semula, apabila perencanaan ini diterapkan, akan terjadi kerusakan dini berupa lepas – lepas dan retak – retak.Berat jenis semu adalah perbandingan antara berat bahan di udara (tidak termasuk rongga yang memyerap air) pada satuan volume dan suhu tertentu, dengan berat air suling serta volume yang sama pada suhu tertentu pula.Berat jenis efektif adalah perbandingan antara bahan di udara (tidak termasuk yang menyerap aspal) pada satuan volume dan suhu tertentu, dengan berat air dengan volume yang sama dan suhu temperature pula.Dalam perencanaan campuran, penggunaan berat jenis efektif dari agregat diasumsikan aspal dapat menyerap sebagian kedalam agregat dan sebagian lagi menyelimutinya sehingga penggunaan berat jenis efektif agregat akan menghasilkan kadar aspal yang relative cukup seimbang.Berat jenis maksimum campuran yaitu dimana rongga udara dalam campuran dianggap nol. padahal dalam kenyataan Rongga udara akan selalu ada walupun dalam campuran beraspal
Co-Authors Abdul Haris Abdul Khoir Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Aditama, Rendy Ady Kurniawan afrisol putra Agung, Damar Agus Setiawan Agus Wantoro Ahmad Saudi Samosir Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Ali Rahmat Ali Rahmat Andi Fiardi Andika Wiratama Suparto Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Anik Suryani Anisa Ulya Darajat Annisa Ulya Anwar Solihin Apriansyah KM Ardhi Muhammad, Meizano Ardia, Herlian Ardinal Saputra Arif Rohman Arlinsyah Arlinsyah Arya Wiguna B Benedictus Adi Oktawidyanto Besma Nugraha AP Budi Firmansyah Budi Rachmat Hidayat Budi Setya Budiyanto, Deny Dedi Pria Armada Deni Danial Derry Ferdiansyah Diah Permata Dian Novita Sari, Dian Novita Djausal, Gita Paramita Doddy Irawansyah Dwi Feriyanto Efendi, R Efransyah Eka Kurniawan Endah Komalasari F X Arinto Fachrial Ikram Ayusar Fahrur Riza Priyana Fajriyati, Lely Fernanda, Imam Ghozali Fetty Z Firdy Hamzah Fitra, Rifandy Ghalih Huriarto Gigih Forda Nama Giri Woryanto Gunawan Wibisono Habibi , Budi Muhammad Habibi Nur Arifin Habibi, Budi Habibi, Budi M. Habibi, L Haidi, F Hakim, Lukmanul Hakim, Rasyid Hamdani, Fadil Hamonangan, Indra Hanaf Qowiyyul Adib Harahap, Charles Hari Soetanto Haryono Haryono Helmy Fitriawan Herianto Herlinawati Herri Gusmedi Herry Wardono Huda, Zulmiftah Ibnu P Ihtiyan Hermansyah Ika Kustiani Ikhtiyan Hermansyah Imron HS Iqbal Attaqi Abel Irza Sukmana, Irza Ismail Ismail Ivan Sukastian Jannus Maurits Nainggolan Jofanda Delano Juarsyah, Muhammad Julisman, Iwan Karmolo, Irwan Karyatama , Coco Cesar Khairudin Lanosin Lenggana, M. Kendy LIKA ANDRIATI Lorenza, Tiara Ayu Lukmanul Hakim Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M. Komarudin M. Syafruddin Mahendra Pratama Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Martinus Marwansyah Marwansyah Marwansyah, Marwansyah Medriansyah Meizano Ardhi Muhammad Meizano Ardhi Muhammad Melwi Melwi Muh Sarkowi Muhammad Akib Muhammad Hanif Muhammad Irfan S Muhammad, Meizano Ardhi Muhlisin Muhlisin Mulawarman Mundir N.S, Masri Najib Amaro Nandi Haerudin Nining Purwasih Nining Purwasih Noer Soedjarwanto Noer Sudjarwanto Noer Sudjarwanto Noor Sulistiyono Notodarmojo , S Notonegoro, Agung Novalia, Astri Nugraha, Perdana Agung Nur Aminudin Ocazy Harun Oman Jaya Pahlupi, Belli Parliansyah, Parliansyah Pelayer, Meijon Petrus Prasetyo Purba, A Purne, K Putra, Andika Dwi R Widyawati Rahendra , Erik Rahmadi, Ahmad Ratna Widyawati Ratna, Widyawati Remy Martin Retno Wulandari Retno Wulandari Riza Ariesta RM Haromie Aqsho Saputra, Agung Ahmad Sulton Saputra, Muhammad Bayu Sari, Ratna Kurnia Setyawan, FX Arinto Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji siregar, amril maruf Siti Nurul Khotimah Sugianto Sugianto Sugiyanto Sugiyanto Suharno Suharno Suharno Sukamto Sultan , Masri Nur Sultan, M N Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susy Hariany Syahputra, Deka Syidiq, M. Al Rasyid Tahta Herdian Andika Toman Hendra Lumban Gaol Trisya Septiana Ubaidah ubaidah ubaidah Ubaidah, Ubaidah Ulya, Annisa Upik, Upik Utami, Faradina Utaminingtyas, Ika Wulandari Vina Aprilia Wahyu Eko Sulistiono Wan Novri Saputra Widiastuti, Ari Widyawati, R Willy Young Yanuar Aulia Kamal Yoriska Indah Sari Yul Martin Yul Martin Yul Martin Yuli Ermawati YULI TRIAWATI YULIA RAHMAWATI Yusniati Eka Saputri Yusuf Yoekie Permadi ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan