Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI METODE HASIL PENGECORAN KOLOM TOPDOWN DI PROYEK APARTEMEN THE PAKUBUWONO MENTENG, JAKARTA PUSAT Agung, Damar; Despa, Dikpride; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meninjau kondisi hasil pengecoran kolom Top Down di lantai basement 1 dengan menggunakan beton normal semakin hari kurang membaik. Beberapa cara yang sudah dicoba yaitu dengan menaikkan nilai slump hingga mengganti material beton normal menjadi screening, hasil pengecoran kolom tetap tidak memberikan hasil yang membaik. Masalah yang menjadi sorotan bersama, yakni pada kolom masih terdapat yang keropos dan munculnya gelembung-gelembung pada permukaan sisi-sisi kolom. Oleh karena itu akan dilakukan evaluasi hasil pengecoran kolom dengan membagi kondisi kolom yang mengalami keropos dan gelembung. Kemudian, dikelompokkan kondisi hasil pengecoran kolom sesuai dengan mutu dan nilai slumpnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui akurasi hasil uji UPV dalam mendeteksi keropos dan gelembung pada beton kolom Top Down. Terdapat 36 kolom yang akan dievaluasi secara visual dan 6 kolom untuk dilakukan UPV Test terdiri dari 22 kolom bermutu fc40 Mpa dan 14 kolom bermutu fc55 Mpa. Dalam pengujian didapatkan bahwa terdapat 2 kolom yang tidak mengalami keropos dan gelembung, terdapat 21 kolom yang mengalami keropos dan gelembung, terdapat 5 kolom yang hanya mengalami keropos, terdapat 8 kolom yang mengalami gelembung, dan terdapat 1 kolom yang tidak dapat dilihat karena masih tertutup bekisting. Dari hasil UPV Test, 6 kolom yang dilakukan pengujian UPV Test termasuk dalam kategori kondisi bagus. Untuk review metode akses vibrator dilakukan perubahan lubang akses dari ukuran 200x200 mm menjadi 100x300 mm. Diharapkan vibrator internal yang masuk ke dalam kolom mampu memvibrasi secara vertikal, sehingga hasil pengecoran kolom menjadi lebih baik.
Pemeriksaan Lapisan AC-WC dengan Core Drill Test pada Ruas Jalan Tanjung Raja – Sp. Tambang Rambang Despa, Dikpride; Upik, Upik; Sarkowi, Muh.
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mewujudkan infrastruktur jalan yang handal dan menunjang kenyamanan pengguna infrastruktur jalan, diperlukan perkerasan jalan raya terutama perkerasan fleksibel yang memenuhi persyaratan dan layak pakai. Salah satu studi kelayakan perkerasan fleksibel pada ruas pemadatan aspal yang dilakukan dalam Proyek Rehabilitasi Jalan Tanjung Raja - Sp. Tambang Rambang di Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan adalah dengan menguji bor inti di lapangan. Core drill test merupakan metode yang melakukan pengambilan sampel aspal pada suatu ruas jalan. Sampel yang telah diambil dalam bentuk silinder kemudian dibawa ke laboratorium untuk diuji berat jenisnya dan kemudian dibandingkan dengan berat jenis aspal padat, jika rasio kedua berat jenis tersebut di atas 98%, pemadatan pada ruas jalan memenuhi persyaratan dan layak pakai. Ketebalan rata-rata yang diperoleh sebesar 4,01 cm yang sudah melebih batas syarat tebal minimum AC-WC yaitu 4,0 cm dengan toleransi -0,3 cm. Sementara dari hasil pemeriksaan kadar aspal hasil ekstraksi diperoleh kadar aspal rata- rata 6,00%. Berdasarkan hasil analisis pemeriksaan lapisan aus aspal AC-WC pada Ruas Jalan Tanjung Raja - Sp. Tambang Rambang STA. 55+430 sampai STA. 57+325 memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
Pemanfaatan Bio Slurry Menjadi Pupuk Organik Cair Guna Meningkatkan Pendapatan Peternak. /Analisis Pendapatan Pengolahan Bio Slurry menjadi Pupuk Organik Cair Anggraeni, Imelda Delima; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sangat tinggi padahal efek samping yang ditimbulkan oleh pupuk kimia sangat berbahaya bagi lingkungan baik pencemaran saluran air maupun kerusakan sifat kimia tanah dan kualitas hasil pertanian. Gaya hidup sehat belakangan ini menjadi trend posistif sehingga mengharuskan petani untuk mengganti penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik. Bio-slurry adalah produk akhir pengolahan limbah yang berbentuk cair yang sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Selain itu Bio-slurry merupakan pupuk organik berkualitas tinggi yang kaya kandungan humus. Tak hanya memiliki kandungan nutrisi yang baik, pupuk Bio-slurry mengandung mikroba yang bermanfaat “Pro Biotik” yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan lahan pertanian. Sehingga berdampak dengan peningkatan kualitas dan kuantitas panenan. Sebagai pupuk organik berkualitas Bio-slurry aman digunakan oleh manusia untuk pemupukan aneka tanaman pangan, sayuran, bunga, buah dan tanaman perkebunan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Bio Slurry merupakan limbah yang baik digunakan untuk bahan baku pupuk organik cair dan layak diusahakan karena biaya yang diperlukan cukup kecil namun memperoleh pendapatan yang cukup besar dan jika dikembangkan secara continue dapat meningkatkan pendapatan petani dan sebagai alternatif dalam mengatasi kelangkaan pupuk.
Pelaksanaan Penutupan Lubang Menggunakan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) Karmolo, Irwan; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan jalan agar tetap dalam kondisi mantap dan dapat dipergunakan secara maksimal menjadi tujuan dari Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan. Pemeliharaan sepanjang tahun pada 26 (dua puluh enam) ruas jalan kewenagan Provinsi Sumatera Selatan yang ada di Kota Palembang diupayakan dengan mencari solusi agar penanganan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu solusi yang telah digunakan yaitu penggunaan aspal CPHMA untuk menutupi lubang-lubang yang muncul di badan jalan. Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, melalui UPTD Jalan dan Jembatan Kota Palembang, telah menggunakan Asbuton Campuran Panas Hampar Dingin (CPHMA) sebagai bahan untuk menutup kerusakan jalan (lubang) pada ruas-ruas jalan kewenangan Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang. Penggunaan CPHMA dinilai lebih efektif dan efisien untuk penanganan sementara kerusakan jalan karena selain harga yang lebih murah, kemasan CPHMA juga lebih ekonomis untuk supply dan mobilisasinya. Selain itu, dari penggunaan tenaga kerja dan alat tidak memakan biaya yang besar. Adapun perumusan masalah pada penelitian adalah manfaat penggunaan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) atau Asbuton Campuran Panas Hampar Dingin. Data tersebut juga dapat menjadi referensi atau solusi dalam perencanaan umum jaringan jalan, pemrograman dan penganggaran, meminitor kinerja jarjngan jalan, pengelolaan pengadaan kontrak pekerjaan pemeliharaan jalan, rehabilitasi jalan dan rekonstruksi jalan. Manajemen pemeliharaan jalan lebih tepat dipandang sebagai sebuah siklus yang dilakukan tahun demi tahun sebagai sebuah proses peningkatan kinerja yang bertujuan untuk memaksimalkan umur jalan. Dapat dijadikan bahan rujukan dalam menentukan nilai kondisi perkerasan jalan.
PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN AIR PADANG II KABUPATEN LAHAT Parliansyah, Parliansyah; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan sarana transportasi jalan raya yang sangat penting untuk menghubungkan suatu daerah yang sulit dijangkau karena adanya rintangan misalnya laut, danau, sungai, rawa, lembah ataupun jurang. Perkembangan wilayah di suatu daerah memerlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan perekonomian, pemerintahan, pengembangan wilayah dan lain-lain. Mobilisasi kegiatan kegiatan tersebut sangat tergantung pada sarana transportasi. Oleh karenan itu diperlukan suatu pelayanan transportasi yang effisien. Salah satu prasarana transportasi darat yang paling penting adalah jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan ruas jalan yang terputus oleh rintangan yang dapat berupa rintangan alam maupun lalu lintas itu sendiri sehingga ruas jalan yang terputus tersebut dapat ditempuh dengan mudah dan hanya memakan waktu yang lebih singkat. Tahapan kegiatan yang berkaitan dengan program pembangunan jalan adalah dengan perencanaan yang sesuai dengan kaidah, dan pelaksanaan yang termonitor. Melalui Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2023, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang mempunyai kewajiban dalam menyiapkan rancangan yang baik guna mendukung program pemerintah sebagaimana tersebut diatas. Untuk mendapatkan hasil perencanaan yang baik pada ruas jalan Provinsi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, oleh karena itu maka dilakukanlah kegiatan penelitian Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan dalam membuat Perencanaan – Perencanaan Teknis Jembatan Air Padang II. Berdasarkan perencanaan yang dilakukan, maka data teknis rencana Jembatan Air Padang II adalah sebagai berikut: Panjang total jembatan yang direncanakan adalah 18,6 meter, lebar jembatan 9 meter, bangunan atas dan bangunan bawah jembatan merupakan pelat beton bertulang dengan kuat tekan beton 30Mpa, pondasi yang digunakan adalah bore pile beton pratekan pracetak dengan tinggi 8 meter. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk pembangunan Jembatan Air Padang II adalah Rp. 4,118,914,871 atau Empat Milyar Seratus Delapan Belas Juta Sembilan Ratus Empat Belas Ribu Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah.
PENGAWASAN TEKNIK PEMELIHARAAN JALAN KURUNGAN NYAWA – MARTAPURA PROVINSI SUMATERA SELATAN Haryono, Haryono; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Jalan Kurungan Nyawa–Martapura Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah Perkebunan rakyat dan daerah Perkebunan Pemerintah di Kabupaten OKU Timur, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan Kurungan Nyawa–Martapura. Pekerjaan Kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain Pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Maksud diadakannya kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Selatan ini adalah mencapai pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak dan untuk menghindari kegagalan pekerjaan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tujuan kegiatan pengawasan teknis ini adalah untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan teknis penyelenggaraan jalan/jembatan provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan selama enam bulan masa pekerjaan, adapun progress bulan pertama adalah 1,919%, bulan kedua adalah 10,317%, bulan ketiga adalah 21,469%, bulan keempat adalah 54,453%, bulan kelima adalah 86,985% dan bulan keenam adalah 100%.
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN TALANG BULANG (091- SP. BELIMBING – PENDOPO (PALI) Susanto, Rino Abi; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melelui rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pengawasan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik merupakan satu aspek penting untuk menunjang keberhasilan pembinaan Bidang Jalan dan Jembatan, utamanya keberhasilan dalam meningkatkan mutu pelaksanaan pekerjaan fisik jalan dan jembatan. Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Desa Talang Bulang Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah perkebunan rakyat dan daerah perkebunan Pemerintah di Desa Talang Bulang Kab.PALI, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Paket Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp. Belimbing - Pendopo (PALI). Adapun kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengawasan di lapangan, pekerjaan pembangunan Jalan Akses Wisata Petanang telah memenuhi pesyaratan secara kualitas dan kuantitas, dimana Pekerjaan struktur jembatan mulai dari pemasangan tiang pancang, pembangunan abutmen, pembuatan lantai jembatan, pemasangan gelagar, pemsangaan tulangan dan pengecoran beton pada badan jembatan telah dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan Spesifikasi Umum Tahun 2018. Selain itu, Berdasarkan kurva S, diketahui jika pekerjaan lapangan dilakukan sesuai dengan waktu yang diettapkan dalam kontrak antara penyedia jasa dan Dinas PU BMTR Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Morfometri pada Daerah Banjir di Pesisir Teluk Lampung Septiana, Trisya; Rohman, Arif; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir Teluk Lampung yang memiliki karakteristik banjir beragam, seperti banjir sungai, banjir bandang, dan banjir akibat kegagalan sistem drainase. Analisis morfometri drainase menjadi salah satu pendekatan penting untuk memahami dinamika hidrologis dan morfologis wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter morfometri Daerah Aliran Sungai (DAS), meliputi luas tangkapan, panjang sungai utama, pola aliran, dan kerapatan jaringan sungai, guna memberikan informasi dasar yang relevan untuk mitigasi banjir. Data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) digunakan untuk mendelineasi batas DAS dan menganalisis parameter morfometri dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga DAS utama yang terkait dengan lokasi banjir di Teluk Lampung: DAS Teluk Betung Timur dengan luas 1.600 ha dan panjang sungai utama 8 km, DAS Teluk Betung Barat dengan luas 6.000 ha dan panjang sungai utama 15 km, serta DAS Panjang dengan luas 10.000 ha dan panjang saluran perkotaan sekitar 10 km. Analisis menunjukkan hubungan antara karakteristik DAS dan potensi banjir di masing-masing wilayah. DAS dengan luas tangkapan lebih besar dan saluran utama lebih panjang, seperti Teluk Betung Barat, menunjukkan risiko banjir yang lebih tinggi, terutama saat curah hujan ekstrem. Informasi ini memberikan dasar penting untuk perencanaan pengelolaan DAS, optimalisasi sistem drainase, dan penerapan strategi mitigasi banjir berbasis ekosistem. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan wilayah pesisir Teluk Lampung secara berkelanjutan.
Analisa Penyebab kebakaran di Area Make Up Gas Compressor HCU (Hydro Cracker Unit) PT. Kilang Pertamina International (KPI) RU II Dumai Provinsi Riau Saputra, Agung Ahmad Sulton; Despa, Dikpride; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydrogen merupakan komponen penting dalam proses hydrocracking yang mengubah distilat menjadi bahan penting berupa bensin, pertadex, avtur dan minyak pelumas. Proses ini dilakukan dengan pemindahan hydrogen dari H2 Plant ke HCU melalui serangkaian kompresor, Dimana hydrogen diberi tekanan 160 Bar. Hidrogen bertekanan tinggi ini kemudian di injeksikan ke dalam reactor perengkahan hydrocarbon dibawah kondisi suhu dan tekanan tinggi. Sifat Hydrogen yang sangat reaktif dan ukuran molekulnya yang kecil, menjaga keandalan pipa hydrogen sangat penting untuk operasi yang aman dan efisien. Sifat yang mudah terbakar mengharuskan langkah keamanan yang ketat untuk mencegah terjadinya gangguan seperti kebocoran dan kebakaran. Ditemukan Pipa H2 (Hydrogen) di Area Make Up Gas Compressor digunakan untuk transfer gas H2 dari area H2 Plant dengan tekanan 14-15 Bar untuk diberikan bertekanan (dikompresi) dengan kompresor tipe gas turbin (stage 1 sampai dengan stage 3) sehingga tekanan lebih tinggi menjadi tekanan 160 Bar sebagai syarat untuk dapat di olah di HCU (Hydro Cracker Unit) fraksi berat-intermediate menjadi produk BBM yang dibutuhkan sesuai dengan rencana di Area RU II, Proses ini menghasilkan panas sehingga dalam proses nya diperlukan pendinginan sebelum masuk ke Vessel (bejana bertekanan) pada setiap stage kemudian setelahnya ke reactor. Proses Hydrocracking adalah suatu proses pembuatan hydrocarbon secara catalytic dengan injeksi H2 (Hydrogen) pada temperature dan tekanan tinggi. Proses Hydrocracking dipakai untuk mengkonversi distillate sedang (intermediate) dan berat (heavy). Proses hydrocracking menghasilkan produk-produk seperti : Gasoline, Avtur, Pertadex, Lube Oil dan lainnya. Proses terjadinya kebakaran dikarenakan adanya kebocoran pada Pipa Jalur H2 (Hidrogen) pada Output Gas Kompressor Stage 2 arah Vessel 29 stage 2 212 C2 Area Make Up Gas Compressor HCU (Hydro Cracker Unit). Akibat dari kebocoran Pipa Jalur H2 (Hidrogen) pada Output Gas Kompressor Stage 2 arah Vessel 29 stage 2 212 C2 Area Make Up Compressor terdapat kandungan gas H2 (Hidrogen) dan Methana dalam pipa yang bertekanan yang bercampur dengan oksigen di udara yang sudah mencapai batas mudah terbakar (flammable range) sebagai sumber bahan bakar penyebab kebakaran. Penyebab kebocoran tersebut akibat adanya proses korosi pada permukaan pipa yang menyebabkan penurunan ketebalan dan terjadi penurunan kekuatan struktur pipa dalam menahan beban tekanan gas H2 terkompresi.
Analisa Penurunan Produksi Air Tawar Pada Fresh Water Generator AFGU ke 5 SULISTIYONO, NOOR; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan Fresh water generator memanfaatkan panas yang diperoleh dari jacket cooling mesin induk, panas yang diperoleh dari water jacket cooling main engine cukup panas untuk mendidihkan air laut. Untuk mengoperasika fresh water generator diperlukan panas yang cukup dan stabil, panas tersebut didapat pada saat kapal sudah mencapai kecepatan penuh (full away) hal ini bertujuan agar suhu air jacket cooling mesin induk yang digunakan untuk pengoperasian fresh water generator tidak berubah ubah. Penurunan produksi air tawar dikarenakan beberapa faktor antara lain menurunnya tingkat kevakuman didalam evaporator, dengan penurunan mencapai 64 CmHg sedangkan seharusnya 76 CmHg, hanya mencapai atau mengalami penenurun mencapai 14,5%. Sehingga dibutuhkan pemeriksaan dan penggantian paking pada bagian-bagian yang bocor serta penggantian spare part pada bagian yang rusak Kebocoran pada paking karet antar plat flans akan menimbulkan penurunan tingkat kevakumannya dan ini akan mengakibatkan penurunan produksi air tawar yang dihasilkan oleh FWG, unttuk itu segera dilakukan perbaikan dengan mengganti paking paking pada Flans atau paking pada pompa. Kurang pemahaman tentang PMS (Plan Maintenance System) perawatan fresh water generator Belum dilaksanakannya perawatan yang sesuai dengan buku petunjuk pengoperasian.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Khoir Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Aditama, Rendy Ady Kurniawan afrisol putra Agung, Damar Agus Setiawan Agus Wantoro Ahmad Saudi Samosir Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Ali Rahmat Ali Rahmat Andi Fiardi Andika Wiratama Suparto Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Anik Suryani Anisa Ulya Darajat Annisa Ulya Anwar Solihin Apriansyah KM Ardhi Muhammad, Meizano Ardia, Herlian Ardinal Saputra Arif Rohman Arlinsyah Arlinsyah Arya Wiguna B Benedictus Adi Oktawidyanto Besma Nugraha AP Budi Firmansyah Budi Rachmat Hidayat Budi Setya Budiyanto, Deny Dedi Pria Armada Deni Danial Derry Ferdiansyah Diah Permata Dian Novita Sari, Dian Novita Djausal, Gita Paramita Doddy Irawansyah Dwi Feriyanto Efendi, R Efransyah Eka Kurniawan Endah Komalasari F X Arinto Fachrial Ikram Ayusar Fahrur Riza Priyana Fajriyati, Lely Fernanda, Imam Ghozali Fetty Z Firdy Hamzah Fitra, Rifandy Ghalih Huriarto Gigih Forda Nama Giri Woryanto Gunawan Wibisono Habibi , Budi Muhammad Habibi Nur Arifin Habibi, Budi Habibi, Budi M. Habibi, L Haidi, F Hakim, Lukmanul Hakim, Rasyid Hamdani, Fadil Hamonangan, Indra Hanaf Qowiyyul Adib Harahap, Charles Hari Soetanto Haryono Haryono Helmy Fitriawan Herianto Herlinawati Herri Gusmedi Herry Wardono Huda, Zulmiftah Ibnu P Ihtiyan Hermansyah Ika Kustiani Ikhtiyan Hermansyah Imron HS Iqbal Attaqi Abel Irza Sukmana, Irza Ismail Ismail Ivan Sukastian Jannus Maurits Nainggolan Jofanda Delano Juarsyah, Muhammad Julisman, Iwan Karmolo, Irwan Karyatama , Coco Cesar Khairudin Lanosin Lenggana, M. Kendy LIKA ANDRIATI Lorenza, Tiara Ayu Lukmanul Hakim Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M. Komarudin M. Syafruddin Mahendra Pratama Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Martinus Marwansyah Marwansyah Marwansyah, Marwansyah Medriansyah Meizano Ardhi Muhammad Meizano Ardhi Muhammad Melwi Melwi Muh Sarkowi Muhammad Akib Muhammad Hanif Muhammad Irfan S Muhammad, Meizano Ardhi Muhlisin Muhlisin Mulawarman Mundir N.S, Masri Najib Amaro Nandi Haerudin Nining Purwasih Nining Purwasih Noer Soedjarwanto Noer Sudjarwanto Noer Sudjarwanto Noor Sulistiyono Notodarmojo , S Notonegoro, Agung Novalia, Astri Nugraha, Perdana Agung Nur Aminudin Ocazy Harun Oman Jaya Pahlupi, Belli Parliansyah, Parliansyah Pelayer, Meijon Petrus Prasetyo Purba, A Purne, K Putra, Andika Dwi R Widyawati Rahendra , Erik Rahmadi, Ahmad Ratna Widyawati Ratna, Widyawati Remy Martin Retno Wulandari Retno Wulandari Riza Ariesta RM Haromie Aqsho Saputra, Agung Ahmad Sulton Saputra, Muhammad Bayu Sari, Ratna Kurnia Setyawan, FX Arinto Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji siregar, amril maruf Siti Nurul Khotimah Sugianto Sugianto Sugiyanto Sugiyanto Suharno Suharno Suharno Sukamto Sultan , Masri Nur Sultan, M N Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susy Hariany Syahputra, Deka Syidiq, M. Al Rasyid Tahta Herdian Andika Toman Hendra Lumban Gaol Trisya Septiana Ubaidah ubaidah ubaidah Ubaidah, Ubaidah Ulya, Annisa Upik, Upik Utami, Faradina Utaminingtyas, Ika Wulandari Vina Aprilia Wahyu Eko Sulistiono Wan Novri Saputra Widiastuti, Ari Widyawati, R Willy Young Yanuar Aulia Kamal Yoriska Indah Sari Yul Martin Yul Martin Yul Martin Yuli Ermawati YULI TRIAWATI YULIA RAHMAWATI Yusniati Eka Saputri Yusuf Yoekie Permadi ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan