Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi tentang Diet bagi Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dalam Upaya Penanggulangan Glukosa Darah di Puskemas Somagede Endang Setyowati; Ririn Isma Sundari; Mariah Ulfah
Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pandawa.v4i3.3007

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease requiring continuous management, including appropriate dietary regulation. Limited knowledge of diabetic diets may affect patients’ adherence to dietary recommendations and blood glucose control. This community service program aimed to improve dietary knowledge among patients with type 2 DM and support blood glucose control at Somagede Primary Health Center. The program involved 15 patients with type 2 DM and provided education through lectures and question-and-answer sessions supported by PowerPoint presentations, leaflets, animated videos, and follow-up assistance through a WhatsApp group. Evaluation was conducted using pretests and posttests as well as blood glucose measurements before and after the educational intervention. Before education, 2 participants (13.3%) had good knowledge, 7 (46.7%) had moderate knowledge, and 6 (40.0%) had poor knowledge. After education, the proportion with good knowledge increased to 12 participants (80.0%), while 3 (20.0%) had moderate knowledge and none had poor knowledge. Blood glucose measurements also showed an increase in participants with levels <140 mg/dL, from 8 participants (53.3%) before education to 13 participants (86.7%) after education. Multimodal dietary education was followed by improved participant knowledge and a descriptive improvement in blood glucose profiles. Regular and continuous dietary education should be maintained as part of type 2 DM management in primary health care settings.
EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) METODE INDUKSI ALOKSAN Muhammad Nurul Fadel; Endang Setyowati; Emma Jayanti Besan; Izda Rahmawati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2251

Abstract

Diabetes adalah permasalahan penting bagi kesehatan masyarakat. Selama beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi dan jumlah kasus diabetes. Beberapa obat golongan antidiabetes mempunyai efek samping dengan demikian dilaksanakan penelitian dengan menggunakan bahan alam sebagai obat tradisional seperti bunga telang. Penelitian dilaksanakan dengan tujuannya yakni mengetahui efektivitas antidiabetes ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan putih yang diinduksi aloksan. Metode ekstraksi pada penelitian ini dilaksanakan melalui cara maserasi. Kelompok dosis yang digunakan adalah 300 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, dan 500 mg/KgBB, diberikan secara oral pada mencit jantan putih yang diinduksi aloksan secara intraperitoneal. Penurunan kadar glukosa darah diperhitungkan di hari ke 7 dan 14 sesudah perlakuan. Analisis data mempergunakan uji ANOVA dengan nilai signifikan (p0,05) dan diteruskan memakai uji post hoc LSD dengan nilai signifikan (p0,05). Hasil penelitian ditemukan rata-rata hasil penurunan yang diperoleh pada kelompok positif (glibenklamid) 90 mg/dL, pada kelompok dosis I (300 mg/KgBB) 182 mg/dL, pada kelompok dosis II (400 mg/KgBB) 168 mg/dL, pada kelompok dosis III (500 mg/KgBB) 96 mg/dL. Uji ANOVA dimunculkan nilai (p=0,043) 0,05. Ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang mempunyai efektivitas dalam penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan putih dengan dosis paling efektif yakni pada dosis III (500 mg/KgBB).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA BLUME) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA SEDIAAN SPRAY ANTISEPTIK Endang Setyowati; Muhammad Nurul Fadel; Ulviani Yulia Husna; Sabila Febrianisa
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2266

Abstract

Parijoto memiliki potensi sebagai antibakteri, daun parijoto berpotensi untuk di kembangkan menjadi sediaan antiseptik. Antiseptik tangan merupakan salah satu produk higienis sebagai antibakteri dan praktis penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat setiap konsentrasi semprotan antiseptik ekstrak etanol daun parioto (Medinilla speciosa Blume) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Ekstrak daun pariote diambil dengan metode perendaman menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak daun parioto yang dipake di semprotan antiseptik yaitu1%, 3% dan 5%. Enam formula yang digunakan pada penelitian ini yaitu Formula 1 (ekstrak murni 1%), Formula 2 kontrol negatif (base spray dengan Pariote 1%), Formula 3 (base spray dengan Pariote 1%), Formula 4 (base spray dengan Pariote 3%), Formula 5 (basic spray dengan Parioto 5%) dan formula 6 dengan kontrol positif (antiseptik antiseptik). Uji antibakteri pada perkembangan Staphylococcus aureus dengan metode difusi lempeng (Kirby-Bauer).Ekstrak daun parijoto positif mengandung senyawa fitokimia yang meliputi flavonoid, tanin, dan saponin. Spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto memenuhi persyaratan pada uji karakteristik fisik yang meliputi uji Organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji hedonik. Hasil uji daya hambat spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada formula 1 memiliki zona hambat 7,5 mm, formula 2 tidak terdapat zona hambat, formula 3 zona hambatnya 7,9 mm, formula 4 zona hambatnya 9 mm, formula 5 zona hambatnya 9,2 mm dan formula 6 zona hambatnya 9,8 mm.Sediaan spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto (Medinilla speciosa Blume) terbukti mampu menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus kategori sedang yaitu berkisar 6-10 mm.
STUDI EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HEMODIALISA DI RSI SUNAN KUDUS Ulviani Yulia Husna; Endang Setyowati; Eko Retnowati; Yulis Trinovitawati; Nur Wahidah
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2412

Abstract

Pasien dengan kejadian hipertensi intradialitik pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis lebih berisiko pada kematian. Pemberian obat akan memberikan efek optimal apabila dosis yang diberikan sesuai kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan antihipertensi terhadap tekanan darah pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental kategori observasional dengan desain retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisa dan mendapatkan terapi antihipertensi di RSI Sunan Kudus dalam kurun waktu 3 bulan terakhir di RSI Sunan Kudus. Teknik sampling dengan total sampling sebesar 53 responden. Analisa data diolah dengan SPSS for Windows (Versi 22.0) menggunakan uji Chi Square. Jenis pengobatan antihipertensi paling banyak kategori kombinasi 33 responden (62,3%), pengobatan antihipertensi tunggal sebanyak 20 responden (37,7%). Rata-rata tekanan darah pasien hemodialisa ketika masuk rumah sakit adalah 177,51/101,32 mmHg dan ketika keluar rumah sakit (pulang) adalah 132,38/79,49 mmHg. Tekanan darah setelah pengobatan paling banyak adalah kategori normal atau 140/90 mmHg sebanyak 35 responden (66%) dan kategori tidak normal atau 140/90 mmHg sebanyak 18 responden (34%). Hasil analisa chi square didapatkan nilai p 0,000 ( 0,05). Penggunaan antihipertensi efektif terhadap penurunan tekanan darah pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus.