Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendidikan berbasis nilai untuk guru taman kanak-kanak Rukiyati Rukiyati; Lusila Andriani Purwastuti; Mami Hajaroh; Arif Rohman
FOUNDASIA Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v12i2.46494

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam menghidupkan nilai-nilai yang diterapkan di sekolah. Kegiatan ini menggunakan strategi berupa teori, dialog, dan proyek. Instrumen yang digunakan adalah kuis dan angket. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Subjek kegiatan adalah guru Taman Kanak-Kanak di berbagai wilayah di Indonesia, meliputi Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Jawa dan Hong Kong sejumlah 142 orang. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa para guru telah dapat memahami nilai-nilai dan mempraktikkannya di dalam kegiatan pembelajaran. Para peserta mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan juga dapat bertukar pengalaman dengan guru di luar Yogyakarta sehingga pertemanan peserta tampak semakin akrab. Peserta menilai kegiatan telah berjalan sangat baik dan bermanfaat.  Saran dalam kegiatan selanjutnya adalah dilibatkannya orang tua siswa dalam kegiatan ini sehingga tujuan pendidikan berbasis nilai dapat dicapai dengan lebih optimal.Kata kunci: Pendidikan taman kanak-kanak, nilai-nilai, kompetensi guru
High order thinking skill sebagai landasan dalam pengembangan asesmen dan evaluasi pendidikan Mami Hajaroh
FOUNDASIA Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v12i2.47332

Abstract

Studi ini memberikan wawasan tentang konsep keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagai kompetensi yang integral dengan keterampilan berpikir tingkat rendah. Kompetensi berpikir kritis dan kreatif sebagai kompetensi tingkat tinggi terbentuk dari kompetensi berpikir tingkat rendah dari kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalitis, hingga mampu berpikit kritis dan kreatif. Pengetahuan sebagai obyek berpikir memiliki dimensi-dimensi dari pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan pengetahuan metakognitif. Pendidik dalam proses pembelajaran membantu peserta didik berproses untuk mencapai kompetensi yang tinggi melalui pembelajaran yang multi dimensi tersebut dan melakukan penilaian untuk membantu proses pelaksanaan kompetensi serta memastikan ketercapaian evaluasi hasil belajar. Taksonomi pendidikan yang ditemukan oleh Bloom merupakan konsep dasar yang selalu menjadi rujukan dalam menyusun tujuan atau kompetensi pendidikan dan evaluasinya. Kompetensi berpikir kreatif sebagai kompetensi berpikir tinggi yang ditambahkan oleh Andersen di tahun 2001. Pembaruan taksonomi Bloom yang dilakukan oleh Andersen menjadikan konsep ini relevan dengan konteks dunia di abad 21.Kata kunci: Berfikir tingkat tinggi, asesmen, evaluasi pembelajaran.
Model-Model Evaluasi Pendidikan Dasar (Scriven Model, Tyler Model, dan Goal Free Evaluation) Helda Kusuma Wardani; Fajarsih Darusuprapti; Mami Hajaroh
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.49 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v6i1.446

Abstract

Microsoft Office Translator Program evaluation becomes important for educators to understand and do, because every educator must be able to become an evaluator. Program evaluation models are wide variety and their function depends on the type of program evaluated. In education there are at least three types of programs, namely processing programs, services, and general. Evaluation of suitable processing programs is evaluated with the Formative-Summative Evaluation Model or Scriven Model, GOE or Tyler Model, and GFE Model. Two program evaluation models namely Scriven model and Tyler model are used in Indonesia. Both of these models are often used by teachers when designing, implementing, and evaluating their learning programs.
Peningkatan Keterampilan Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester di STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya Ebni Sholikhah; Lorensius Hendrowibowo; Mami Hajaroh; Lusila Andriani Purwastuti
Serambi Abdimas Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Serambi Abdimas
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sa.2023.4.1.7841

Abstract

Salah satu perangkat pembelajaran yang harus disiapkan dosen adalah RPS. RPS yang baik wajib ditinjau dan diperbaharui secara berkala sesuai capaian pembelajaran lulusan. Perubahan kurikulum Pendidikan tinggi menjadi kurikulum merdeka menuntut adanya pembaruan RPS berbasis outcome. Akan tetapi di STKIP Bina Insan Mandiri, masih ditemukan RPS yang belum memenuhi unsur-unsur RPS berbasis outcome. Oleh karenanya perlu peningkatan kompetensi pedagogis dosen dalam pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPS. Artikel ini mendeskripsikan peningkatan kemampuan dosen STKIP Bina Insan Mandiri dalam mengembangkan RPS melalui workshop. Pelatihan dilaksanakan dengan dua kali pertemuan secara daring dan luring. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan peserta workshop dalam menyusun RPS lebih optimal daripada sebelumnya. Peserta mampu memperbaharui kembali RPSnya sesuai unsur-unsur yang tertera pada SN-DIKTI. Peserta juga menunjukkan respon positif terhadap proses workshop melalui angket evaluasi yang dibagikan dengan rata-rata nilai 3.87 dari skala 4. Berdasarkan evaluasi tersebut, pelatihan dapat ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan workshop untuk mengembangkan perangkat pembelajaran lain seperti instrument evaluasi, media, dan bahan pembelajaran.
Model Konseptual Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Madrasah suliki; Mami Hajaroh; Aris Fauzan
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model konseptual kepemimpinan kepala madrasah muhammadiyah Bantul dalam mengembangkan madrasah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di MTs Muhammadiyah Bantul. Informan dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, guru dan siswa. Pengumpulan data mengguanakana teknik observasi langsung, observasi partisipan, dokumentasi, wawancara, rekaman arsip dan perangkat fisik sedangkan analisis data menggunakan pengumpulan kategori, Interpretasi langsung, membentuk pola, dan mengembangkan generalisasi naturalistik. Uji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini kepemimpinan kepala madrasah muhammadiyah Bantul dalam mengembangkan madrasah menggunakan 2 model yaitu: model kepemimpinan transformasional dalam mengembangkan SDM, dan kurikulum kemudian menggunakan model kepemimpinan partisipatif dalam mengembangkan sarana dan prasarana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Model kepemimpinan transformasional di MTs Muhammadiyah Bantul mentransformasi kompetensi sumber daya manusia dari biasa menjadi profesional mentransformasi visi dan misi sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat sedangkan model kepemimpinan partisipatif melibatkan semua pihak dan terbuka. Kata kunci: kepemimpinan, model konseptual, madrasah
Personal social responsibility in ecological citizenship: Dimensionality and scale measurement with Aiken Index Analysis Istiqomah, Annisa; Murdiono, Mukhamad; Hajaroh, Mami
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i2.76295

Abstract

Personal social responsibility emphasises the importance of positively benefiting society, including the environment. Responsibility is one of the values influencing ecological citizenship so that individuals can prioritise environmental issues and realise the importance of sustainable living. This research aims to develop an instrument for personal social responsibility in ecological citizenship as a measurement scale. The instrument's contents are validated by experts (expert judgment), and the test is then performed using the Aiken-V formula. The research results show that: 1) The dimensions of personal social responsibility in ecological citizenship are determined by  indicators, namely a) Have an interest in considering environmental issues and resolving environmental issues; b) Have an interest in sustainable behavior in protecting and preserving the environment; c) Have awareness in considering and resolving environmental issues; d) Have awareness of sustainable behavior in protecting and preserving the environment; e) Actively participate in considering environmental issues and resolving environmental issues; f) Actively participate in sustainable behavior in protecting and preserving the environment; g) Take collective action in considering environmental issues and resolving environmental issues; h) Take sustainable collective action in protecting and preserving the environment; 2) The results of content validation using the Aiken V coefficient show that the 60 items have a very high level of validity, because they meet the criterion index of 0.80 < V ≤ 1.00. Further research should be able to examine public policy and develop environmental education and awareness.
Training on Education Policy Analysis for Education Stakeholders in Brebes Nurhayati, Riana; Hajaroh, Mami; Purwastuti, Lusila Andiani; Rohman, Arif
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol. 11 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v11i1.72653

Abstract

The Brebes district youth education and sports office is one of the districts responsible for making education policies based on local wisdom and innovative policies. In addition, the qualifications needed by the Brebes Youth and Sports Education office are as an evidence-based policy maker based on research analysis for policy, policy analysis, policy implementation, and evaluation, which can ultimately provide policy recommendations. However, only some education personnel in Brebes district's education, youth and sports offices have competence in policy analysis. Based on the situation analysis, it is urgent to conduct policy analysis training for education stakeholders, especially the Brebes Regency youth and sports education office. The target audience in this training is stakeholders in the Brebes district, consisting of school principals, supervisors, and administration/managers. The implementation method includes lectures, discussions/questions and answers, educational games, training with problem-based learning, and (post-test) evaluation of training implementation. The training results showed that the participants gave an assessment related to the review of this education policy analysis training in the "outstanding" category of 90%; all participants gave relatively the same evaluation associated with the response in the training, which was 95%. Participation of training participants who, on average, stated that participation in the training was classified as very good as 90%. In addition, 90% of participants felt empowered during the training. On average, 90% of trainees stated that the training significantly impacted them. Furthermore, 85% of participants noted that the training was relevant to their problems.
TREN RATA-RATA LAMA SEKOLAH DAN PERENCANAAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SRAGEN Hani'ah, Munnal; Mami Hajaroh
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 3 No. 1 (2024): Februari Jurnal PERISAI
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/perisai.v3i1.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan tren rata-rata lama sekolah dan perencanaan kebijakan pendidikan di Kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Sragen, yang dianalisis dengan Software Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren rata-rata lama sekolah (RLS) pada laki-laki ialah s-curve trend model, dengan grafik yang fluktuatif (naik dan turun), serta nilai MAPE = 0,280192, MAD = 0,022211, dan MSD = 0,000508. Sedangkan, tren rata-rata lama sekolah (RLS) pada perempuan adalah quadratic trend model, dengan grafik yang cenderung naik, serta nilai MAPE = 0,829394, MAD = 0,052789, dan MSD = 0,005083. Hasil analisis tren tersebut dibarengi dengan kebijakan berupa peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas guru, wajib belajar 12 tahun, peningkatan jaminan kualitas (quality assurance) pendidikan, serta pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komputer.
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL PARA BURUH MIGRAN DI HONG KONG Rukiyati, Rukiyati; Hajaroh, Mami; Purwastuti, Lusila Andriani
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26162

Abstract

Para buruh migran yang bekerja di Hong Kong perlu diberi motivasi dan wawasan keindonesiaan dan rasa nasionalisme agar mereka bekerja dengan tekun tetapi mempunyai target yang jelas untuk kembali ke tanah air. Pemberian motivasi dan wawasan dilakukan dengan media kearifan lokal Indonesia berupa pengenalan kembali dan menyanyikan lagu-lagu tradisional, dan  lagu wajib serta memasak makanan tradisional Indonesia. Peserta pelatihan ini adalah para buruh migran yang tergabung dalam organisasi nirlaba TCKLC Hong Kong sebanyak 25 orang, kesemuanya perempuan. Metode PPM yang digunakan adalah ceramah singkat, diskusi, penugasan, praktik, dan bernyanyi. Hasil kegiatan PPM menunjukkan para buruh migran sangat senang menerima pelatihan penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui kearifan lokal. Diperoleh kesadaran dari para buruh migran bahwa walaupun di Hong Kong mereka mendapatkan penghasilan yang cukup besar, tetapi tetap merasa sebagai kurang bermartabat, kurang terhormat. Setelah pelatihan,para buruh migran merasa sangat termotivasi untuk pulang ke tanah air dengan  rencana yang jelas untuk pekerjaan dan kegiatannya masing-masing. Bekal dari Hong Kong berupa uang akan dimanfaatkan untuk usaha dan sekolah,  sedangkan bekal ilmu akan digunakan untuk bekerja menjadi guru di daerahnya masing-masing. Lima bulan setelah pelatihan, diperoleh informasi sebagian buruh migran yang telah selesai masa kontraknya benar-benar telah kembali ke tanah air dan bekerja sesuai rencana ketika pelatihan. Ada yang menjadi guru PAUD, guru bahasa Inggris, melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang berwirausaha. Kata kunci: Nilai nasionalisme, buruh migran, kearifan lokal
POHON TEORI EVALUASI KEBIJAKAN DAN PROGRAM (Metode, Nilai dan Menilai, Penggunaan) Hajaroh, Mami
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26149

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan filosofi keilmuan evaluasi kebijakan dan program. Evaluasi sebagai bagian dari proses kebijakan merupakan tahap penting, yakni sebagai tahap penyediaan informasi tentang kebijakan dan program yang berjalan. Dalam prakteknya, evaluasi memerlukan teori-teori evaluasi. Teori yang dimaksudkan oleh para theorist identik dengan pendekatan atau model teori yang bersifat preskriptif, bukan tentang teori deskriptif atau empiris. Pohon teori evaluasi sebagai ilmu terapan dibangun oleh tiga akar ilmu yakni epistemology, social inqury dan social accountability yang membangun tiga cabang ilmu evaluasi. Ketiga cabang ilmu evaluasi meliputi cabang metode (method), cabang menilai (valuing), dan cabang penggunaan (use). Ketiga cabang pohon ilmu evaluasi dilihat sebagai sesuatu yang saling berhubungan satu sama lain. Bila pohon ilmu evaluasi  itu berada dalam ruang tiga dimensi maka ujung kanan adalah cabang penilaian akan berhubungan dengan sisi paling kiri yakni cabang penggunaan. Para ahli ilmu evaluasi ditempatkan pada setiap cabang dengan melihat kecenderungan utama dan khusus dari pendekatan ilmu yang mereka kembangkan. Kata Kunci: Evaluasi, Pohon Teori, Pendekatan Evaluasi, Evaluasi Kebijakan