Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI WARGA SEKOLAH TENTANG RELASI GENDER DALAM ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) MAN 5 KABUPATEN KEDIRI DINI ASLAMYAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengungkap gambaran relasi gender dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 5 Kabupaten Kediri, dan (2) Mengungkap faktor apa yang mempengaruhi terbentuknya konstruksi warga sekolah terkait relasi gender dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 5 Kabupaten Kediri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik wawancara mendalam digunakan untuk mengetahui konstruksi informan mengenai relasi gender dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Teknik observasi partisipan digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang pelaksanaan relasi gender pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh OSIS. Teknik dokumentasi sebagai pelengkap dari penggunaan observasi dan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya karena dapat memberikan kebenaran atas fakta yang telah diketahui sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi warga sekolah tentang relasi gender dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) secara umum sudah mengarah menuju egalitarian, meskipun terdapat guru agama yang cenderung patriarki. Faktor yang mempengaruhi konstruksi warga sekolah yakni (1) Pengaruh sosial budaya (2) Kultur sekolah (3) Pengaruh lingkungan keluarga. Kata Kunci: Relasi Gender, OSIS, Konstruksi Warga Sekolah.
KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA JANTI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO TERHADAP PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI BAGI ANAK CHOIRON YUSUF; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Pada hakikatnya pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. Selain itu, sebagian orang tua beranggapan bahwa pendidikan tinggi bagi anak perempuan tidak terlalu penting, karena sebagian orang tua beranggapan nantinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan tidak membutuhkan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua metode pengumpulan data berupa wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap fakta bagaimana Konstruksi Masyarakat Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terhadap Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Anak. Berdasarkan hasil penelitian ada tiga sub tema yang ditemukan. Pendidikan Tinggi penting untuk persaingan dunia kerja, Pendidikan Tinggi penting sebagai prestise sosial dan Pendidikan Tinggi penting untuk mendapatkan jodoh yang baik. Dalam hal ini yang melatar belakangi hal tersebut yakni konstruksi pengetahuan masyarakat Desa Janti itu sendiri. Dalam penelitian ini digunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk mengupas realitas yang terjadi. Masyarakat Desa Janti mengonstruksi pengetahuan tersebut melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Kata Kunci: Pendidikan Tinggi, Konstruksi Masyarakat
Perkawinan Siri Dalam Persepsi Perempuan Pelakunya di Desa Sumberrejo Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo PIPIN MAILINAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi perempuan pelaku tentang perkawinan siri di Desa Sumberrejo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informanxpenelitian berjumlah empat orang. Dalam penelitian ini menggunakan teori persepsi dari Brunner.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasixsumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perempuan terhadap perkawinan siri menunjukkan ketidaksetujuan terhadap perempuandengan perkawinan siri dikarenakan mendatangkan kerugian bagi perempuan dan anak dari hasil perkawinan siri. Perempuan pelaku perkawinan siri menganggap bahwa perkawinan siri yang di lakukan untuk menghindari zina dan memudahkan mendapatkan pasangan yang sesuai setelah mengalami kegagalam dalam rumah tangga. Persepsi perempuaan tersebut bersifat negatif dengan menunjukkan ketidaksetujuannya mengenai perkawinan siri yang hanya akan membuat keuntungan bagi laki-laki. KataKunci: Perkawinan Siri,Perempuan ,Persepsi. Abstract The purpose of this study is to describe the perceptions of women perpetrators of marriage siri in Sumberrejo Village. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method. Research informants numbered four people. In this study using the theory of perception from Brunner. Data collection techniques used were in-depth interviews. While the data validity technique used is the triangulation of sources. The results of this study indicate that womens perceptions of Siri marriages indicate disapproval of women with Siri marriages because it brings harm to women and children from the results of Siri marriages. Women perpetrators of siri marriages assume that siri marriages are carried out to avoid adultery and make it easier to get a suitable partner after experiencing failure in the household. The perception of women is negative by showing their disapproval of a Siri marriage which will only make a profit for men.Keywords: Siri Marriage, Woman, Perception
MAKNA BERDAYA BAGI PESERTA SEKOLAH PEREMPUAN DESA DI DUSUN SUKOREMBUG DESA SIDOMULYO KECAMATAN BATU KOTA BATU HARI WIJAYANTI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Ketidakberdayaan perempuan membuat mereka bergantung pada orang lain secara pasif. Perempuan desa yang berpendidikan rendah adalah kelompok yang rentan tersubordinasi atau dinomorduakan. Mereka dianggap makhluk lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan berpikir yang cakap. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi transendental Edmund Husserl dengan menggunakan komponen Intentionality/kesadaran, Noema dan Noesis, Intuisi dan Intersubjektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna berdaya bagi perempuan peserta yang sudah selesai belajar dari Sekolah Perempuan Desa di Dusun Sukorembug Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan penelitian berjumalah tujuh orang, peneliti menggunakan teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Makna berdaya ditunjukkan dengan keterangan-keterangan yang digunakan sebagai fokus penelitian, yaitu gabungan dari tiga ahli di antaranya adalah H.D Bastaman, Viktor E. Frankl dan Louise L. Hay. Letak keberdayaan perempuan ketika ia mampu berkorban untuk mempertahankan keutuhan serta keharmonisan keluarganya. Perempuan memiliki nilai hakiki transendental untuk mengabdi yang begitu tinggi. Keberdayaan seorang perempuan selalu diletakkan dalam kerangka kepentingan yang lain, yaitu suaminya atau anaknya. Makna intersubjektif pada diri perempuan berdaya memiliki kesadaran bahwa dia harus berjuang dan berkorban demi membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Pereampuan berdaya ketika dia berani mengambil keputusan yang besar, agar ia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka dapat menjadi kepanjangan tangan Tuhan karena perubahan baik secara psikis, material, dan pengetahuan, untuk membuat perempuan lain dapat memaknai keberdayaan sebagaimana dirinya. Kata Kunci : Sekolah Perempuan Desa, Makna, Berdaya. Abstract Womens powerlessness makes them passively dependent on others. Low-educated village women are a group that is vulnerable to being subordinated or nominated. They are considered to have weak abilities, are helpless and do not have the ability to think capable. This study uses Edmund Husserls transcendental phenomenology theory by using the components of Intentionality, Noema and Noesis, Intuition and Intersubjectivity. The purpose of this study is to uncover the meaning of empowerment for women participants who have finished learning from the Village Womens School in Sukorembug Hamlet, Sidomulyo Village, Batu City, Batu District. The research method uses qualitative methods with a phenomenological design. There were seven informants of the research informants, the researchers used the informant selection technique with purposive sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The meaning of arguing with the information used as the focus of research, that is a combination of the three experts who are supported are H.D Bastaman, Viktor E. Frankl and Louise L. Hay. The location of the sustainability of the compilation woman is able to sacrifice to maintain the integrity and harmony of the farm. Women have an intrinsic transcendental value to serve so high. The success of a woman is always determined in other agreements, that is, given or taken. The meaning of intersubjective in the powerless woman has the awareness that she must fight and sacrifice for the happiness of the people she loves. Ability to empower when she dares to make big decisions, so he can live a better life. They can be an extension of God because of changes both psychologically, materially, and knowledgeably, to make other women can interpret empowerment as they themselves. Keywords: Village Womens School, Meaning, Empowerment.
PENGETAHUAN DEMOKRASI DAN PERILAKU MEMILIH KEPALA DESA DI DESA MANDIREJO KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN DAHLIATUN NAJAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Di dalam negera yang menganut sistem demokrasi, setiap orang memiliki hak yang sama. Salah satu contoh dari proses demokrasi adalah adanya kegiatan pemilihan umum. Adanya pemilihan kepala desa di desa Mandirejo yang mana pada waktu terjadi suatu masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan demokrasi dan perilaku memilih kepala desa di desa Mandirejo. Penelitian ini menggunakan metode deskrisptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah masyarakat yang telah berumur 17 atau yang sudah menikah dengan kriteria lulus sekolah menengah pertama, lulus sekolah menengah atas, dan sarjana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode random sampling untuk menentukan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa ada hubungan pengetahuan demokrasi dan perilaku memilih kepala desa di desa Mandirejo bahwa semakin tinggi pengetahuan demokrasi seseorang maka semakin baik perilaku memilihnya. Kata kunci: Pengetahuan Demokrasi, Perilaku Memilih, Pemilihan umum. Indonesia is a country that adheres to a democratic system. In a country that adheres to a democratic system, everyone has the same rights. One example of the democratic process is the existence of general election activities. With the election of a village head in the village of Mandirejo where a problem occurred, the purpose of this study was to describe the knowledge of democracy and the behavior of choosing a village head in the village of Mandirejo. This study uses a quantitative descriptive method. The sample of this study was people who were 17 or married with the criteria for junior high school graduation, high school graduation, and bachelor. The data collection technique uses a random sampling method to determine the informant. Data collection techniques used were questionnaire questionnaires. The data analysis technique used is using the product moment correlation formula. Based on the research results obtained data that there is a relationship between knowledge of democracy and behavior of choosing village heads in the village of Mandirejo that the higher the knowledge of ones democracy, the better the behavior of choosing it. Keywords : Democratic Knowledge, Voting Behavior, Election.
HUBUNGAN MEDIA MASSA PADA PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI DUSUN GLATIK DESA WATESNEGORO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Indonesia merupakan negara demokrasiBerita dan informasi yang telah tersebar di era modern ini merupakan tuntutan kemajuan technologi yang semakin pesat, tidak terbatas nya ruang dan waktu dalam mengakses berita di era milenial ini menjadikan media massa merupakan sesuatu yang sangat diperhitungkan dalam penyampaian informasi, Seiring dengan perkembangan teknologi informasi berbasis internet, maka semakin penting peran media sosial online sebagai salah satu faktor yang dapat memberikan efek positif dalam peningkatan partisipasi politik dikalangan pemilih pemula di dalam pemilihan umum di Desa Watesnegoro Dusun Glatik Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif diadakan dengan responden sebanyak 68 orang dan semua responden merupakan para pemilih pemula di desa dusun Watesnegoro hal ini Nampak nya amat sangat disambut respontif oleh para konstestan partai politik demi menggaet suara anak muda atau milenial melalui media sosial. . penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan random sampling dan menggunakan angket sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan penelitian diketahui tingkat partisipasi politik pemilih pemula di Desa Watesnegoro Dusun Glatik Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto mengalamami peningkatan sesuai dengan pemanfaatan media yang dikosumsi sebagai mana telah disampaikan kpu pusat bahwa partisipasi masyarakat mencapai 80% berbeda dari pemilu sebelum nya, dan merupakan cerminan, naik nya kesadaran partisipasi politik masyarakat di era millennial ini Kata kunci : partisipasi, politik, pemilih pemula, Indonesia is a democratic countryNews and information that has spread in the modern era is a demand for increasingly rapid technological advances, unlimited space and time in accessing news in this millennial era makes mass media something that is very calculated in the delivery of information, along with technological developments internet-based information, the increasingly important role of online social media as one of the factors that can have a positive effect in increasing political participation among novice voters in the general election in Watesnegoro Village, Glatik Hamlet, Ngoro Sub-District, Mojokerto Regency. This research uses quantitative descriptive method which is held with 68 respondents and all respondents are beginner voters in the village of Watesnegoro village. This seems very, very welcomed by the political party contestants in order to attract the voice of young people or millennial through social media. . the study uses descriptive quantitative research, using random sampling and using a questionnaire as a method of data collection. Based on the research, it is known that the level of political participation of novice voters in Watesnegoro Village, Glatik Hamlet, Ngoro Subdistrict, Mojokerto Regency experienced an increase in accordance with the use of media which was reported as being reported by the central office that community participation reached 80% different from the previous election, and was a reflection, increased awareness. peoples political participation in this millennial era . Keywords: participation, politics, novice voters,
PARTISIPASI MASYARAKAT KETANDAN DALAM MEMBANGUN KAMPUNG BUDAYA DI KOTA SURABAYA HIDAYATUL MAULIDYAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan partisipasi masyarakat Ketandan dalam membangun budaya lokal di Kampung Budaya kota Surabaya dan alasan yang mendasari masyarakat melakukan tindakan partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang ditentukan dengan teknikpurposive sampling. Penelitian bertempat di Kampung Budaya Ketandan Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dengan partisipasi pasif, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Fokus dari penelitian ini adalah partisipasi individu maupun kelompok masyarakat Ketandan dalam membangun budaya lokal di Kampung Budaya Kota Surabaya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perbedaan tujuan dan motif masyarakat Kampung Budaya Ketandan menimbulkan perbedaan partisipasi pula. Penelitian ini menggunakan teori tindakan rasional Max Weber yang terdiri atas empat tipe berdasarkan rasionalitas yaitu tindakan rasionalitas instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Berdasarkan analisis, partisipasi masyarakat Kampung Budaya Ketandanmencerminkan keempat tipe partisipasi yang diungkapkan oleh Max Weber, masyarakat memiliki motif dan tujuan tertentu dalam melakukan tindakan pelestarian budaya yang disebabkan karena pengalaman pribadi pada tiap individu. Kata Kunci: Partisipasi, Membangun Budaya lokal, Kampung Budaya Ketandan Abstract The purpose of this study is to describe the participation of the Ketandan community in building local culture in the Surabaya Village of Culture and the reasons underlying the community to take action. This research uses a descriptive qualitative approach. There were ten informants in this study who were determined by purposive sampling technique. The research took place in the Ketandan Cultural Village in Surabaya. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observation with passive participation, and documentation. The data validity technique used is source triangulation and technique triangulation. The focus of this research is the participation of individuals and community groups in Ketandan in developing local culture in Surabayas Cultural Village. The results of this study revealed that differences in the goals and motives of the Kampung Budaya Ketandan community also led to differences in participation. This study uses Max Webers rational action theory which consists of four types based on rationality, namely instrumental rationality action, value rationality action, affective action, and traditional action. Based on the analysis, the community participation of Ketandan Culture Village reflects the four types of participation expressed by Max Weber, the community has certain motives and goals in carrying out cultural preservation actions caused by personal experiences in each individual. Keywords: Participation, Building Local Culture, Ketandan Culture Village
STRATEGI GURU PPKn BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) SMPLB-B DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN PESERTA DIDIK DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK TUNARUNGU (YPATR) KARYA MULIA SURABAYA KECAMATAN WONOKROMO SHOFYA DEVI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam meningkatkan wawasan kebangsaan pada peserta didik tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran PPKn Tunarungu dan peserta didik tunarungu kelas VII. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang berkaitan dalam meningkatkan wawasan kebangsaan pada peserta didik tunarungu dilihat dari cara guru memvisualkan setiap materi atau konsep pembelajaran yang dilengkapi dengan gambar bewarna yang dijadikan sebagai media pembelajaran dan melibatkan langsung peserta didik dalam pemanfaatan media. Guru mengoptimalkan materi Hak Asasi Manusia (HAM) dengan dukungan contoh disekitar lingkungan sekolah, serta adanya bantuan modul modivikasi sebagai bahan ajar peserta didik yang ditandai dengan kalimat singkat dan dilengkapi dengan gambar bewarna. Dengan demikian keseluruhan kegitan yang dilakukan peserta didik tidak dapat lepas dari alat bantu pembelajaran. Kata Kunci: Strategi guru PPKn, Wawasan kebangsaan
PRAKTIK VERBAL BULLYING PADA MAHASISWA CALON GURU DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (UNESA) WURITA DEVI ARIF; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan verbal bullying oleh mahasiswa calon guru di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta mengungkap alasan penggunaan verbal bullying oleh mahasiswa calon guru di UNESA dalam pergaulannya. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang bertempat di UNESA. Informan penelitian berjumlah delapan orang, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, praktik verbal bullying merupakan hal yang biasa dilakukan bagi mahasiswa calon guru di UNESA, namun dalam praktiknya tetap memiliki batas. Para mahasiswa calon guru di UNESA memaknai verbal bullying bukan sebagai hal negatif, melainkan sebagai bentuk keakraban dalam hubungan persahabatan pada masa perkuliahan. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alferd Schutz, menjelaskan makna dan motivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan yang dikelompokkan menjadi because motive and in order to motive. Berdasarkan analisis, alasan yang melatarbelakangi para mahasiswa calon guru di UNESA melakukan praktik verbal bullying: (1) Sebagai alat untuk menjaga solidaritas; (2) Cara baru yang lebih mengasikkan untuk menjalin kedekatan; (3) Cara beradaptasi dengan lingkungan, seperti di Kota Surabaya. Kota Surabaya terbiasa menggunakan kata kotor “misuh” yang khas dalam percakapannya, sehingga turut memberikan ruang bagi para mahasiswa calon guru di UNESA melakukan praktik verbal bullying dalam pergaulan kampus. Kata Kunci: Mahasiswa Calon Guru, Universitas Negeri Surabaya, Verbal Bullying. Abstract The purpose of this study is to describe the use of verbal bullying by prospective teacher student at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) and reveal the reasons that cause the use of verbal bullying by prospective teacher student at UNESA in their relationships. This study is a phenomenological research which is located in UNESA. The informant supposerted eight peoples, who were determined by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation and in-depth intrviews. While for data validity technique using sourch triangulation and technique triangulation. The result of the study revealed that, the practices of verbal bullying is something that is usually done by prospective teacher students in UNESA but in practitice it still has limits. The prospective teacher student in UNESA interpret verbal bullying not as a negative thing, but rather as a form of intimacy in friendly relations during lectures. The study used phenomenological theory from Alferd Scutz, explained that understand the intentions and motivations of doing an action which grouped into because motive and in order to motive. Based on the analysis, the reason behind the prospective teacher students in UNESA doing practice of verbal bullying: (1) A Tool to maintain solidarity; (2) Considered as a more exciting new way to establish closeness; (3) How to adaptation to the environment, like in the city of Surabaya. Surabaya city is accustomed to using specific dirty words “misuh” in its conversation, so that provides space for prospective teacher student of UNESA to practice of verbal bullying in their relationships on campus. Keywords: Prospective Teacher Student, Universitas Negeri Surabaya, Verbal Bullying.
KONTRIBUSI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DI SDN SIMOKERTO V/138 SURABAYA FOFI FANA; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p168-184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi permainan tradisional dalam pembentukan karakter anak di SDN Simokerto V/138. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain deskriptif eksplorasi. Data dikumpulkan selama lima mingu menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif pasif ketika anak sedang bermain. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi pada perkembangan moral tingkat prakonvensional. Perkembangan moral tingkat prakonvensional tahap pertama terlihat dari kecurangan atau “nakalan” masih sering muncul ketika merasa diri hendak kalah. Hal ini menandakan bahwa karakter terjadi belum sebagai bagian yang mendarah daging dalam diri anak. Karena itu, pengawasan orang lain (temannya atau lawan bermainnya) menjadi bagian yang penting untuk dilakukan. Hal ini menandakan bahwa perkembangan moral anak berada di tahap prakonvensional tahap kedua yaitu orientasi instrumental relatif didasarkan pada tindakan anak terjadi semata-mata untuk memuaskan kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain. Tidak pilih-pilihteman digunakan untuk memuaskan kebutuhan orang lain.Kata Kunci: Permainan Tradisional, Pembentukan Karakter, Kohlberg.
Co-Authors , ANDRIANTO Abner Atimeta Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahmad Ajib Ridlwan Ahmad Dafa Maulana AINUN ZAHROH, IZZA Aisah, Mas Akbar Maulana Azis Akhmad Qomaru Zaman Alfanani Alfan Ananda Ayu Triwulandari ANATASYA KUSUMA NINGTYAS, NIKEN ANDARISTA, OVIE Andrianto ANIK ANDAYANI Anilawati, Anilawati Aslamya, Zuhaeratul ASLAMYAH, DINI Avita Nur Rohmah AYU NAOMI BESTARI, DIAN Ayu Puspita Sari Berlianti, Risma Nur Bero Santoso Billy Martasandy Budi Santosa C. GHARU LETA, FINSENSIA Cendy Nova Weno Saputra Charisa Candra Selvia CHOIRON YUSUF Citra Sandhika Putri DAHLIATUN NAJAH Darojat, Zakiyatu DELINA GULTOM DEVI ARIF, WURITA DEVI, SHOFYA Dewi Masitha Tamarinda Dhinda Wahyu Putri Elisya DIAN AYU NAOMI BESTARI DIANA PUTRI Diana Putri Diany Catur Nandasari Didin Fatmawati Sukma DINI ASLAMYAH Dyah Maruti Handayani Edy Purnomo EFIT FITRIYAH YAZID Erna Rahayu FANA, FOFI Fatimatuz Zahrah Fauzi, Anggita Aditya Fauziah, Farah Dhiba FINSENSIA C. GHARU LETA FITRIYAH YAZID, EFIT FOFI FANA Genanta, Nabila Enggal GULTOM, DELINA Hanifah, Nadiya Rif’atul HARI WIJAYANTI Heri Sutrisno Hermayeni, Hermayeni HIDAYATUL MAULIDYAH HIDAYATUL UMMAH I Wayan Arsana Ilanti Febria Saraswati Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Irianto, Fredy Irma Oktaviani Irmandini, Putresa Ika Irnawati Irnawati Iskandari, Helen Octania IZZA AINUN ZAHROH Komang Azalia Armaida Kusnah, Faridhatul Laili Maghfiroh Lathif, Muhammad Rifqi Listyaningsih . Listyaningsih Listyaningsih Lucyana Varda Lutfiana Arriza Novianti M. Muwafiqillah Al Hasani Maf'ula Wijayanti Mahdalena Putri, Ayunda Mahendra, Lutfy MAILINAH, PIPIN MAULIDA IKMAL, NOVITA Maulida MAULIDYAH, HIDAYATUL MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Mei Zuliawati Miyah, Nurul Isla Moga Setiawan MOH. ZAINAL ARIFIN Monica Rosyana Muhammad Sahrul Muhammad Turhan Yani Muzakkiyah Darojat Naila Adibah NAJAH, DAHLIATUN Natsir B. Kotten NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS Nilakandi, Titis Nurrusama NL Bimo Setyo Utomo Nur Azizah NUR INAYAH ANGGRAENI, SISKA Nurul Ainni OVIE ANDARISTA Pandu Rudy Widyatama PIPIN MAILINAH Pratama, Ricky Widia Rafi Fauzil Akbar RAHAYU, ERNA Rahayu, Zaidatul Chusnul Rahmanu Wijaya Rahmanu Wijaya Rahmat Suyanto Rahmawati, Naila Risdayana Ravena Nur Azizah Resti Wulansari Rica Damayanti RINI RINI Risma Widia Ramadhanti Ristiarni, Rima Rosyana, Monica Rosyida Hanifa Zara' Rr Nanik Setyowati Rudianto Safitri, Putri Eka Salma, Jihan Aulia Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Sari, Vemy Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini SHOFYA DEVI Sholikhah, Umi Silvi Putri Permadani SISKA NUR INAYAH ANGGRAENI Siti Maizul Habibah Srinarwati, Dwi Retnani Suhartono Suhartono Susi Andriani Suyanto , Rachmad Syafira, Syafira Theodorus Wiyanto Wibowo Totok Suyanto UMMAH, HIDAYATUL Vera Chontesa Vika, Laila Vika Safitri WAHYU WIDHAYAT Wahyu Widiastuti, Ngesti Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Widagdo, Andika Kuncoro WIDHAYAT, WAHYU Widiana, Yulia Nur Widya wati Wijaya, Rahmanu WIJAYANTI, HARI WIWIN MUSYAADAH Wulandari, Eka Mia WURITA DEVI ARIF Yohana Ervina Widyanti Yoky Armando Sunaryo Yusriah Fajri Al Insani YUSUF, CHOIRON ZAHRAH, FATIMATUZ Zahroh, Fitrotuz ZAINAL ARIFIN, MOH. ZAKIYATU DAROJAT