Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA KEDUNG BANTENG KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO TERKAIT KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIANA PUTRI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan tingkat kesadaran hukum masyarakat Desa Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terkait kekerasan dalam rumah tangga. Kesadaran hukum tersebut dapat diketahui dari pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat terkait kekerasan dalam rumah tangga. Metode penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 responden dengan kriteria masyarakat yang sudah menikah. Angket dalam penelitian ini berjumlah 40 pertanyaan. Angket untuk pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masing-masing sebanyak sepuluh pertanyaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah berupa angket tertutup. Teknik analisis data penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dalam bentuk deskriptif kuantitatif yang diprosentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terkait KDRT tergolong tinggi. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum yaitu jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Laki-laki memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi namun memiliki sikap dan perilaku lebih rendah dibandingkan perempuan terkait KDRT. Responden yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman KDRT yang lebih baik, namun tingkat pendidikan tidak mempengaruhi sikap dan perilaku responden terkait persoalan KDRT. Kata Kunci: kesadaran hukum, KDRT Abstract This study aims to explain the level of legal awareness in Kedung Banteng Village, Tanggulangin District, Sidoarjo Regency, is related to domestic violence. The legal recognition can be known from the knowledge, understanding, attitudes, and behavior the community related to domestic violence. This research method is a quantitative descriptive approach. The sample of this study were 94 respondents with criteria of married community. The questionnaire in this study amounted to 40 questions. Survey for knowledge, understanding, attitudes, and behavior of each ten questions. Data collection technique this study is a closed questionnaire. The data analysis technique of this research was quantitative descriptive in the way of quantitative descriptive, which was pre-tested. The results showed the level of public legal awareness related to domestic violence was high. Two factors influence legal perception, gender, and education level. Men have higher level of knowledge and understanding but have lower attitudes and behaviors compared to women related to domestic violence. Respondents who have higher level of education have higher level of knowledge and understanding on domestic violence. The level of education does not affect attitudes and behavior of respondents regarding domestic violence. Keywords: law awareness, domestic violence.
UPAYA PAGUYUBAN SUGENG DI SURABAYA DALAM MEMBANGUN SIKAP SOLIDARITAS ANGGOTA WIWIN MUSYAADAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Paguyuban Sugeng di Surabaya dalam membangun sikap solidaritas anggota. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Informan dalam penelitian ini sejumlah enam orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah ketua, sekretaris dan anggota Paguyuban Sugeng. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Paguyuban Sugeng di Surabaya. Teknik analisis data dimulai dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, selanjutnya ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya Paguyuban Sugeng di Surabaya dalam membangun sikap solidaritas anggota yakni dengan penguatan perasaan kekeluargaan dan pembentukan identitas kebanggaan Paguyuban. Penguatan perasaan kekeluargaan melalui pertemuan rutin arisan, perayaan ulang tahun Paguyuban, dan memberi bantuan kepada anggota yang sedang bermusibah. Sedangkan pembentukan identitas kebanggaan Paguyuban melalui kegiatan bakti sosial dan penggunaan baju seragam. Kata Kunci: Paguyuban, sikap solidaritas. Abstract This study aims to describe the efforts of Paguyuban Sugeng in Surabaya to build members solidarity attitudes. This study uses Max Webers theory of social action. This study uses a qualitative approach with explorative descriptive methods. Six informants in this study were selected by using purposive sampling technique. The informants in this study were the chairman, secretary and members of Paguyuban Sugeng. Data collected by in-depth interviews and documentation. The location of this research is in Paguyuban Sugeng in Surabaya. The data analysis technique starts using data reduction, data presentation, and then conclusions are drawn. The validity technique in this research is technique triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the Paguyuban Sugeng effort in Surabaya in building members solidarity attitudes namely by strengthening the feeling of kinship and the formation of the Paguyuban pride of identity. Strengthening the feeling of kinship through regular social gathering meetings, the celebration of the Anniversary of the Circle of Friends, and providing assistance to members who are in disasters. While the formation of the Paguyuban pride of identity through social service activities and the use of uniforms. Keywords: Circle of Friends, attitude of solidarity.
PENANAMAN NILAI NASIONALISME PADA SANTRI MADRASAH ALIYAH (MA) DI PONDOK PESANTREN ASH SHOMADIYAH TUBAN Laili Maghfiroh; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p809-825

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan penanaman nilai nasionalisme santri MA di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan karakter Thomas Lickona. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif. Informan penelitian ini berjumlah 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yakni kepala sekolah, koordinator kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, guru dan sembilan santri MA. Data dikumpulkan dengan dokumentasi dan wawancara mendalam secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penanaman nilai nasionalisme pada santri MA di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban dapat dilihat pada proses pembelajaran (intrakurikuler), ektrakurikuler, budaya sekolah dan kegiatan pendidikan diniyah. Pelaksanaan penanaman nilai nasionalisme dalam kegiatan pembelajaran terutama melalui mata pelajaran PPKn, Sosiologi, Sejarah, dan Olahraga. Pada kegiatan ekstrakurikuler melalui kegiatan mimbar bebas, pramuka, dan LDKS meliputi kegiatan sekolah multikultural, sekolah demokrasi, dan pesantren inkompi. Pada budaya sekolah, dibiasakan untuk ta’dzim terhadap guru, kerja bakti, penghijauan kembali (go green), upacara hari besar nasional, peringatan hari santri dan kegiatan lomba 17 Agustus. Sedangkan kegiatan pendidikan diniyah dilakukan melalui kegiatan stadium general kebangsaan dan disiplin dalam keagamaan yaitu pembiasaan sholat berjamaah diikuti oleh santri perempuan. Proses pembelajaran, ektrakurikuler, budaya sekolah dan kegiatan pendidikan diniyah menciptakan arena bagi terbentuknya pengetahuan moral, sikap moral, dan perilaku moral para santri bagi tumbuhnya sikap nasionalisme. Kata Kunci: Nasionalisme, Santri, Madrasah Aliyah, Ash Shomadiyah Tuban. Abstract This study aims to describe the implementation of the planting of nationalism values in MA students at the Ash Shomadiyah islamic Boarding School in Tuban. This study uses the theory of character development of Thomas Lickona. This research uses explorative descriptive qualitative approach. There were 16 informant in this study who werw selected using purposive sampling techniques, namely school principals, student coordinators, extracurricular coaches, teachers, and nine students of the MA. Data is collected by documentation and in-depth interviews online. The results showed that the implemantation of the planting of nationalist values in MA student in the Ash Shomadiyah Islamic Boarding School in Tuban can be seen instructional process, extracurricular, school culture and Diniyah education. Implementation of the inculcation of the value of nationalism in learning activities through the PPKn Sosiology, History, and sports subjects. In extracurricular activities through free speech, scouting, and LDKS activities including multicultural school activities, democratic schools, and Inkompi boarding school. On school culture is accustomes to teachers’ regimes, voluntary work, greening (go green), national holidays, commemoration of santri day and August 17 competition activities. Whereas in diniyah education activities through the general stadium activities of nationality and discipline in religious matters such as the customary worship in congregation followed by female students. Instructional process, extracurricular, school culture and Diniyah education create an arena for building nationalism character. Keywords: Nationalism, Santri, Senior High School, Ash Shomadiyah Tuban.
Ketidakhadiran Pemimpin Perempuan di Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro Universitas Negeri Surabaya dalam Persepsi Pengurus dan Anggota Charisa Candra Selvia; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FKMB Unesa is a Regional Student Organization from Bojonegoro at Unesa. Since its formation, no woman has been in the highest leadership position in the organizational structure, namely the general chairperson. The formulation of the problems in the research are: (1) How are the perceptions of the management and members of the FKMB Unesa regarding the absence of women as leaders. (2) What are the inhibiting factors for the election of women as leaders in FKMB Unesa? The theory used in this study is Rosmarie Putnam Tong's Theory of Liberal Feminism. This study uses a descriptive qualitative research method. Data from the study were obtained from interviews with seven administrators and two members, focus group discussions (FGD) with 10 administrators and two members, observation and documentation. The research informants are the management and members of the Unesa FKMB for the 2022/2023 period. In general, informants were of the view that women were not suitable to be general chairmen at FKMB Unesa because women were emotional, women were not destined to be leaders, were hampered by distance and time, were not authoritative, were not suitable as top leaders, and were not flexible as leaders. Meanwhile, women themselves also feel unable to carry out the role of leader. As in the theory of Liberal Feminism, the inhibiting factors for the presence of female leaders are caused by internal and external factors. It can be argued that men and women have different opportunities, women's opportunities to become leaders are not as big as men's opportunities. The absence of women as leaders is caused by two inhibiting factors that reinforce each other, so that women will be further away from opportunities to become leaders. The power of change can occur when both factors want to break down, both men and women can support each other to erode the patriarchal culture that is rooted in the organization. Keywords: Perceptions, Absence of Women Leaders, Inhibitors.
KESIAPAN ORANG TUA MELEPAS ANAKNYA KEMBALI KE SEKOLAH DITINJAU DARI KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN (STUDI PADA ORANG TUA SISWA SMP DUSUN JATIREJO DESA PAYAMAN KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI) Silvi Putri Permadani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.905 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p602-616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan mental orang tua di Dusun Jatirejo desa Payaman dalam melepas anak kembali ke sekolah ditinjau dari kepatuhan protokol kesehatan. Di samping itu, terdapat tindakan orang tua dalam menyiapkan anaknya kembali ke sekolah ditinjau dari protokol kesehatan setelah masa pandemi. Teori yang digunakan merupakan teori penilaian kognitif (Cognitive Appraisal Theory) dari Lazarus & Folkman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Informan penelitian adalah tiga informan yang dipilih secara purposive, yaitu orang tua siswa jenjang SMP di Dusun Jatirejo Desa Payaman. Data diperoleh menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang diantaranya, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di Dusun Jatirejo Desa Payaman memiliki kesiapan melepas anaknya kembali ke sekolah. Terdapat tindakan yang dilakukan untuk menyiapkan selama PTM yaitu, (1) Memenuhi kebutuhan diri pada anak selama Pertemuan Tatap Muka (PTM), (2) Menyiapkan kesiapan perilaku anak kembali ke sekolah dengan kondisi yang berbeda, (3) Memahami Pembaruan Protokol Kesehatan 5M oleh Pemerintah, (4) Strategi orang tua agar anak menerapkan protokol kesehatan 5M. Tindakan yang dilakukan orang tua tersebut menunjukkan pentingnya dalam menerapkan protokol kesehatan, dalam kehidupan sehari-hari namun juga mempersiapkan anak yang akan melakukan PTM. Dapat dikatakan orang tua di Dusun Jatirejo Desa Payaman sangat mematuhi protokol kesehatan.
PENGUATAN KARAKTER ANAK JALANAN: MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI DAPUR UMUM DI SANGGAR PUTRA BIMA BOJONEGORO Didin Fatmawati Sukma; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.081 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p773-788

Abstract

Anak jalanan tidak selalu menjadi anak yang liar dan egois. Dengan belajar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Melalui Dapur umum, mereka diberi kesempatan untuk belajar bagaimana menjadi individu yang bermanfaat untuk orang lain. Dapur umum sengaja dirancang oleh sanggar untuk menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama. Fenomena ini menarik untuk dikaji di tengah kesulitan hidup yang dihadapi, mereka diajak untuk memiliki sikap peduli kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya Sanggar Putra Bima dalam menumbuhkan karakter kepedulian sosial pada anak jalanan serta mengetahui gambaran karakter kepedulian sosial anak jalanan setelah mengikuti dapur umum. Teori yang digunakan penelitian ini adalah operant conditioning B.F. Skinner, menjelaskan bahwa terdapat Stimulus dan Respons dalam praktik pembentukan perilaku manusia. Penelitian dilaksanakan di terminal bus Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian ini ada tujuh orang dipilih secara purposive sampling. Fokus penelitian ini adalah upaya Sanggar Putra Bima dalam menguatkan karakter anak jalanan serta gambaran karakter kepedulian sosial anak jalanan setelah mengikuti dapur umum. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Untuk keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penguatan karakter anak jalanan peduli sosial dilakukan dengan pengondisian perilaku negatif menjadi positif, membiasakan melakukan kegiatan sosial dan menolong sesama seperti dapur umum yang kegiatannya membagikan makanan, minuman, dan masker gratis. Penguatan persaudaraan dan persatuan melaui kegiatan sosial, melakukan kegiatan positif untuk menghilangkan citra negatif dan membangun citra positif diri. Kata Kunci: anak jalanan, penguatan karakter, peduli sosial.
PRAKTIK PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD MUHAMMADIYAH KOTA MADIUN Rosyida Hanifa Zara'; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.982 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p713-727

Abstract

This qualitative study aims to describe: practices, problems, and character handling solutions for children with special needs at SD Muhammadiyah Kota Madiun. Data were collected through a google form questionnaire, with a total of seven subjects including the principal, vice principal, coordinator of children with special needs, two psychologists, and two classroom teachers. In addition, there were 12 teachers as additional subjects. The results showed that in Muhammadiyah Elementary School, Madiun City, there were 15 children who had special disabilities that required special assistance to the spesial needs children. The problems faced in the character education process for children with special needs are: (1) the difficulty of controlling children; (2) Lack of parental attention to their children. This can be overcome through good cooperation between teachers, psychologists, and shadow teachers. Within that framework, the efforts made are (1) the application of teacher creativity in the implementation of learning and interaction with children. Activities carried out in instructional and non-instructional activities within innovative, creative, and joyful learning such as conditioning in learning through posters. (2) Implementation of the Individual Learning Program (PPI). Keywords: Character education, ABK, Muhammadiyah Elementary School Madiun City.
PENGUATAN BARGAINING POWER KADER PEREMPUAN DI DEWAN PENGURUS WILAYAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) JAWA TIMUR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU KEBIJAKAN PARTAI Naila Adibah; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.984 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p743-757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kader perempuan di DPW (Dewan Pengurus Wilayah) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur dalam membangun bargaining powerdalam pengambilan keputusan atau kebijakan partai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain ekploratif. Subjek dalam penelitian adalah kader perempuan DPWPKS Jawa Timur berjumlah lima orang yang dipilih secara purposive karena mempunyai power dalam partai tersebut. Data yang diperoleh berupa hasil wawancara yang dilakukan secara online dengan kelima informan yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Teknik analisis yang digunakan yaitu, analisis kualitatif yang dilakukan secara interaktif secara terus menerus sampai data jenuh melalui: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Bargaining Power dari Schelling yang mengungkapkan bahwa orang yang kuat, cekatan, dan terampil cenderung memiliki bargaining power yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bargaining Power kader perempuan di dewan pengurus wilayah PKS Jawa Timur dalam pengambilan keputusan atau kebijakan partai dilakukan dengan menjadi bagian dari struktur fungsional tertinggi partai pada Badan Pengurus Harian (BPH). Kader perempuan memiliki kekuatan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan partai sesuai dengan kapasitas individualnya sebagai hal penting dalam penentuan bargaining positionnya. Pada internal partai, memiliki jabatan atau posisi tertinggi partai sebagai BPH, penting bagi perempuan agar dapat turut menjadi pengendali roda kegiatan organisasi. Di lingkup eksternal, kekuatan menentukan keputusan dilakukan melalui keanggotaan perempuan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan masuk di DPTW PKS Jatim Dewan Pimpinan Tinggi Wilayah. Bargaining Power perempuan di DPW PKS dilakukan melalui struktur formal organisasi baik internal maupun eksternal, yang memberinya kesempatan untuk melakukan threat dan promise yang mempengaruhi kebijakan partai. Kata Kunci: PKS, bargaining power, kader perempuan
Konstruksi Pemuda Kampung Arab di Surabaya tentang Pernikahan Poligami Ravena Nur Azizah; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.784 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p902-916

Abstract

Poligami merupakan praktik pernikahan dengan lebih dari satu isteri dan merupakan fenomena yang sudah ada sejak dulu di Indonesia. Praktik pernikahan poligami semakin marak diperbincangkan beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kampung Arab Surabaya. Latar belakang dilakukannya praktik pernikahan poligami pun beragam, baik alasan secara personal hingga dasar agama. Namun, persepsi masyarakat akan selalu berbeda. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Kontruksi Masyarakat Kampung Arab terkait dengan pernikahan poligami berdasarkan agama dan Undang-undang yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara dengan 5 Informan yaitu pemuda Kampung Arab dengan usia 17-40 tahun dan beragama Islam alasannya ingin mengetahui Kontruksi mereka dan apakah pemuda ini akan melakukan poligami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontruksi seluruh informan tentang poligami sebagai pernikahan dengan lebih dari satu isteri yang dibolehkan dalam Islam. Meskipun poligami dibolehkan, mereka tidak memiliki rencana untuk berpoligami dalam jangka waktu panjang. Tidak satu pun informan yang melarang terjadinya poligami tapi poligami harus dilakukan sesuai dengan hukum yang ada. Ada beberapa alasan yang mendasari dilakukannya poligami. Diantaranya karena poligami dianggap sebagai ibadah. kepentingan lain (ingin memiliki keturunan /menambah keturunan), melayani syahat seksual dan keinginan untuk meningkatkan derajat wanita. Kata Kunci: Kontruksi, pernikahan poligami, Kampung Arab Surabaya. Abstract Polygamy is the practice of marriage with more than one wife. Is phenomenon that existed for a long time in Indonesia. The polygamous marriage practice is now increasingly being found in several areas in Indonesia, one of them being in the Kampung Arab Surabaya. The practice of polygamous marriages did for several reasons, both for personal reasons and for religious reasons. However, people's perceptions will always be different in response to this. Thisiistudyiiwasiiconducted with the aim of knowing the perceptions of the people in Kampung Arab related to polygamous marriages based on religion and applicable laws in Indonesia. The research was conducted using a qualitative method and a phenomenological approach. The data used are sourced from interviews with 5 informants , namely Arab Village youths aged 17-40 years because they want to hold their construction and wether these young people will carry out this research shows that the contruction of all informants about polygamy as more than one wife allowed The results show that all informants construct polygamy as marriage with more than one wife which is allowed in Islam although polygamy is allowed to plants polygamy in the long term. None of the informants are polygamy. But polygamy must be carried out in accordance with existing law. One of them is because polygamy is considered as worship. Other interest (want to have offspring/ add offspring), serve sexual desires and desire to improve the status of women . Keywords: contraction , polygamous marriage, Kampung Arab Surabaya.
Strategi Pengembangan Jiwa Kepemimpinan Anak di Panti Asuhan Muslimat NU Darul Muhsinin Ponorogo Dhinda Wahyu Putri Elisya; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v11n1.p237-255

Abstract

The purpose of this study is to describe the strategies used by caregivers to develop children's leadership spirit and to describe the impacts, constraints, and solutions that occur in developing children's leadership qualities in orphanages. The focus of this research is the caregiver's strategy in developing the spirit of leadership through habituation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The informants in the study were four people, namely the caregivers of the orphanage with the criteria of caregivers who were used as informants, namely caregivers in the care section, foster siblings and talents and interests. Data collection techniques used observation and unstructured in-depth interviews. While the data validity technique uses data triangulation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the caregivers of the NU Darul Muhsinin Ponorogo Orphanage have provided habits as a stimulus for children in developing leadership spirit. Habituation is expected to shape the character of children who have a leadership spirit, are responsible, disciplined, independent, work hard and be creative. Equipping with religious knowledge as an effort to form the foundation of leadership character based on religious values ​​and imitating Islamic leaders. Provide habituation of responsibility and discipline to children by obeying the rules and obligations of children, and not violating the agreed rules. While the habit of discussing trains children to be able to respect the opinions of others and train to communicate. Forming a winning mentality with children participating in competition activities. Interest talent training to form children's independence and creativity. Building children's self-confidence through Child Orphanage Organizations or OPA and extracurricular activities at school. Keywords: strategy, development, leadership
Co-Authors , ANDRIANTO Abdillah , Moh Bima Fahrosyid Rizki Abner Atimeta Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahmad Ajib Ridlwan Ahmad Dafa Maulana AINUN ZAHROH, IZZA Aisah, Mas Akbar Maulana Azis Akhmad Qomaru Zaman Alfanani Alfan Ananda Ayu Triwulandari ANATASYA KUSUMA NINGTYAS, NIKEN ANDARISTA, OVIE Andrianto ANIK ANDAYANI Anilawati, Anilawati Arrizq, Ahmad Fatih Aslamya, Zuhaeratul ASLAMYAH, DINI Avita Nur Rohmah AYU NAOMI BESTARI, DIAN Ayu Puspita Sari Berlianti, Risma Nur Bero Santoso Billy Martasandy Budi Santosa C. GHARU LETA, FINSENSIA Cendy Nova Weno Saputra Charisa Candra Selvia CHOIRON YUSUF Citra Sandhika Putri DAHLIATUN NAJAH Darojat, Zakiyatu DELINA GULTOM DEVI ARIF, WURITA DEVI, SHOFYA Dewi Masitha Tamarinda Dhinda Wahyu Putri Elisya DIAN AYU NAOMI BESTARI DIANA PUTRI Diana Putri Diany Catur Nandasari Didin Fatmawati Sukma DINI ASLAMYAH Dyah Maruti Handayani Edy Purnomo EFIT FITRIYAH YAZID Erna Rahayu FANA, FOFI Fatimatuz Zahrah Fauzi, Anggita Aditya Fauziah, Farah Dhiba FINSENSIA C. GHARU LETA Fitria, Bayti Nur FITRIYAH YAZID, EFIT FOFI FANA Genanta, Nabila Enggal GULTOM, DELINA Hanifah, Nadiya Rif’atul HARI WIJAYANTI Heri Sutrisno Hermayeni, Hermayeni HIDAYATUL MAULIDYAH HIDAYATUL UMMAH I Wayan Arsana Ilanti Febria Saraswati Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Irianto, Fredy Irma Oktaviani Irmandini, Putresa Ika Irnawati Irnawati Iskandari, Helen Octania IZZA AINUN ZAHROH Komang Azalia Armaida Kusnah, Faridhatul Laili Maghfiroh Lathif, Muhammad Rifqi Listyaningsih . Listyaningsih Listyaningsih Lucyana Varda Lutfiana Arriza Novianti Lutfiyah Hidayati M. Muwafiqillah Al Hasani Maf'ula Wijayanti Mahdalena Putri, Ayunda Mahendra, Lutfy MAILINAH, PIPIN MAULIDA IKMAL, NOVITA Maulida MAULIDYAH, HIDAYATUL MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Mei Zuliawati Miyah, Nurul Isla Moga Setiawan MOH. ZAINAL ARIFIN Monica Rosyana Muhammad Turhan Yani Muzakkiyah Darojat Naila Adibah NAJAH, DAHLIATUN Natsir B. Kotten NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS Nilakandi, Titis Nurrusama NL Bimo Setyo Utomo Nur Azizah NUR INAYAH ANGGRAENI, SISKA Nur Kholis Nurul Ainni OVIE ANDARISTA Pandu Rudy Widyatama PIPIN MAILINAH Pratama, Ricky Widia Prihatin, Anna Aisyah Rafi Fauzil Akbar Rahayu, Eka Septalia RAHAYU, ERNA Rahayu, Zaidatul Chusnul Rahmanu Wijaya Rahmanu Wijaya Rahmat Suyanto Rahmawati, Naila Risdayana Ravena Nur Azizah Resti Wulansari Rica Damayanti RINI RINI Risma Widia Ramadhanti Ristiarni, Rima Rosyana, Monica Rosyida Hanifa Zara' Rr Nanik Setyowati Rudianto Safitri, Putri Eka Salma, Jihan Aulia Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Sari, Vemy Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini SHOFYA DEVI Sholikhah, Umi Silvi Putri Permadani SISKA NUR INAYAH ANGGRAENI Siti Maizul Habibah Srinarwati, Dwi Retnani Suhartono Suhartono Susi Andriani Suyanto , Rachmad Syafira, Syafira Theodorus Wiyanto Wibowo Totok Suyanto UMMAH, HIDAYATUL Vera Chontesa Vika, Laila Vika Safitri WAHYU WIDHAYAT Wahyu Widiastuti, Ngesti Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Widagdo, Andika Kuncoro WIDHAYAT, WAHYU Widiana, Yulia Nur Widya wati Wijaya, Rahmanu WIJAYANTI, HARI WIWIN MUSYAADAH Wulandari, Eka Mia Wulandari, Novi Fitria WURITA DEVI ARIF Yanuar Rahman Yohana Ervina Widyanti Yoky Armando Sunaryo Yusriah Fajri Al Insani YUSUF, CHOIRON Zahra, Adinda Zanata ZAHRAH, FATIMATUZ Zahroh, Fitrotuz ZAINAL ARIFIN, MOH. ZAKIYATU DAROJAT