p-Index From 2021 - 2026
6.117
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan PROSIDING SEMINAR NASIONAL FIKkeS Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Majalah Keperawatan Unpad Jurnal Ners Indonesia JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Jurnal NERS Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Public Health of Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Journal Of Nursing Practice Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Faletehan Health Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Keperawatan (JKEP) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Adi Husada Nursing Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Ners ASEAN Journal of Community Engagement Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Jurnal Kesehatan Community Empowerment Lentera Perawat Makara Journal of Health Research Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Elevate : The International Journal of Nursing Education, Practice and Research Jurnal Sahabat Keperawatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Dimensi Kecerdasan Emosional: Memahami dan Mendukung Orang Lain Terhadap Perilaku Caring Perawat Pelaksana Menurut Persepsi Klien Anisah Ardiana; Junaiti Sahar; Dewi Gayatri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 3 (2010): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i3.243

Abstract

AbstrakKemampuan memahami dan mendukung emosi orang lain memampukan perawat menerima perasaan klien sehingga akan terbentuk hubungan saling percaya, salah satu wujud perilaku caring. Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan mengetahui hubungan dimensi kecerdasan emosional: memahami dan mendukung emosi orang lain dengan perilaku caring perawat menurut persepsi klien. Sampel meliputi 92 perawat pelaksana dan 92 klien. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Menurut persepsi klien, 54% perawat berperilaku caring dan 59,8% perawat memiliki dimensi memahami dan mendukung emosi orang lain. Terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi memahami dan mendukung emosi orang lain dengan perilaku caring perawat. Perawat dengan dimensi memahami dan mendukung emosi orang lain yang tinggi berpeluang 2,567 kali lebih caring. Rumah sakit perlu mengembangkan program pelatihan komunikasi efektif dan terapeutik. AbstractNurse's caring behavior based on high emotional intelligence can encourage the quality of nursing service. The descriptive correlation research with samples of 92 nurses and 92 patients, was to recognize the relationship between dimension of understanding and support of other people's emotions with nurse's caring behavior according to patients' perceptions. An approximately 54 % of nurses are caring and 59,8 % nurses have dimension of understanding and support of other people's emotions. Chi-Square test showed that the dimension of understanding and support of other people's emotions is significantly associated with nurses caring behavior. Nurses who are having high level in this dimension are having opportunity as much as 2,567 times more caring. A training program on effective and terapheutic communication should be developed.
Peran Perawat Dalam Penerapan ‘PHC’ Pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak – Keluarga Berencana Junaiti Sahar
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1 No 1 (1997): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i1.67

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksploratif yang bertujuan menguraikan kegiatan yang dilakukan perawat dan mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi kegiatan perawatan dalam pelayanan KIA dan KB di Puskesmas dan di masyarakat.Penelitian dilakukan terhadap empat perawat yang masing-masing bekerja di Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di Bogor dan Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di Depok. Tiap perawat diamati oleh dua orang peneliti selama jam kerja untuk mengetahui jumlah waktu yang digunakan untuk kegiatan KIA dan KB.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase waktu rata-rata yang digunakan perawat untuk pelayanan KIA dan KB adalah 29,6% dari total waktu pelayanan Puskesmas. Waktu yang lain digunakan oleh perawat untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan, penyuntikan, pengisian kartu pemanggil pasien dan menyiapkan obat. Perawat yang bekerja pada Puskesmas di Bogor menunjukkan bobot kegiatan paling tinggi dalam pelayanan KIA dan KB, sedangkan tiga perawat lainnya, hanya melakukan kegiatan pada Balai Pengobatan, depot obat dan kegiatan non keperawatan lain. Kegiatan perawat tertinggi di Posyandu adalah pemberian imunisasi dan pemantauan pertumbuhan yaitu 89,3% dari kegiatan lain. Puskesmas yang memberikan kewenangan yang lebih besar kepada perawat dan perawat dengan kemampuan lebih untuk melakukan pelayanan KB, ternyata menunjukkan cakupan KB yang cukup tinggi, yaitu 82,4%.Beberapa faktor yang menyebabkan perawat kurang berperan dalam pelayanan KIA dan KB antara lain karena perawat tidak diberikan kewenangan untuk memberikan pelayanan KIA dan KB, serta uraian tugas yang kurang jelas dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan perawat. This resort utilized exploratif descriptive design with the purpose of describing the nurse’s activities and identification of factor affective nursing activities in maternal child healt care and family planning services in health center and community.For nurses working at twograin health center and to subdistrict health center located in Bogor and Depok were included in this study. Each nurse was observed by two observers throughout the working in hours to collect data on time spent bu nurses for maternal child health care and family planning services.The result of study revealed that the average of presentage time spent by nurses to provide maternal child health care and family planning sevices was 26,6% of total time spent in health center. The rest of time was spent by nurses for non-nursing activities such as examination parenteral medication, filling out frames, calling for patients and preparing the madication. The nurse who worked at health center in Bogor. Showed the most time spent for maternal child health care and family planning services, while another three nurses only worked at medical room, and drug counter and did non-nursing activities. Imunization and mentoring of child growth were reported as the most activities done (89,3%) at integrated health post (Posyandu) compared to another nurses’s activities. The health center with more autonomy giren to the nurses and asses with more competencies to provide family planning services that infact had an high coverage of family planning which was 82,4%.Several factors affecting the low contributing of nurses on mater hal child health care of family planning have been identified in this study were that those nurses were not authorized to offer maternal child health care of family planning, and the unclear job descriptions, as well ad inadequate educational background of nurses.
Penyuluhan Kesehatan Langsung dan melalui Media Massa Berpengaruh terhadap Perawatan Hipertensi pada Usia Dewasa Di Kota Depok Sri Haryani; Junaiti Sahar; Sukihananto Sukihananto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v19i3.469

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan cara yang digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan. Penyuluhan dapat dilakukan langsung melalui metode tatap muka atau dengan menggunakan media massa sebagai sarana dalam penyampaian informasi. Pada kenyataannya belum diketahui cara mana yang paling efektif dalam penyuluhan kesehatan untuk perawatan hipertensi usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan langsung dan melalui media massa dengan perawatan hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini menggunakan  desain cross sectional. Responden yang terlibat adalah 122 usia dewasa yang merupakan total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan langsung dan melalui media massa berhubungan secara bermakna dengan perawatan hipertensi pada usia dewasa. Penyuluhan kesehatan melalui media cetak merupakan faktor dominan pada perawatan hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukannya penyuluhan kesehatan secara berkala melalui selebaran, majalah dan poster.  AbstractThe influence of Direct Health Education and Using Mass Media to Treatment of Hypertension at the Age of Adult. Health education is a means of conveying health information to public. Health education can be done through giving face-to-face information to the adult patients and also by using mass media as supporting facilities in forwarding the information. However, it is not yet identified which method of education is more beneficial for the treatment of hypertension in adult. This study aimed to determine the influence of direct and mass media health education to the hypertension treatment in adult. This study used cross sectional design involving the total population of  122 adults. The results of the study showed that direct and mass media health education were significantly associated with hypertension treatment in adult. Health education via printed media became a dominant factor in the treatment of hypertension. This research recommends that regular health education should be done by means of leaflets, magazines and posters. Keywords: electronic media, print media, health education, face-to-face, hypertension, adult.
Karakteristik Orangtua dan Lingkungan Rumah Mempengaruhi Perkembangan Balita Agrina Agrina; Junaiti Sahar; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 2 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.31

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita memerlukan stimulasi yang adekuat dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Bilastimulasi tidak adekuat maka pertumbuhan dan perkembangan balita mengalami gangguan. Tujuan penelitian mengetahuipengaruh karakteristik orangtua dan lingkungan rumah terhadap perkembangan balita. Disain penelitian deskriptif korelasidengan pendekatan cross sectional dengan sampel 98 orang dipilih secara proporsional cluster sampling di wilayah kerjasebuah Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap di Pekanbaru. Pengumpulan data dengan kuisioner, analisis dengan chi square danregresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pekerjaan bapak dan lingkungan fisik terhadapperkembangan balita dengan lingkungan fisik sebagai variabel dominan (p= 0,029; α= 0,05). Peneliti merekomendasikan agarkeluarga mendapat sosialisasi mengenai bagaimana cara menciptakan lingkungan fisik yang penuh stimulasi, guna mencapaiperkembangan balita yang optimal.
Model Kolaborasi Guru, Siswa, dan Keluarga (Kogusiga) Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Guru Tentang Keamanan Makanan Anak Sekolah Sigit Mulyono; Elly Nurachmah; Junaiti Sahar; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v20i2.534

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan akibat makanan yang tidak aman di Indonesia masih sering terjadi, terutama pada kelompok anak usia sekolah untuk itu dikembangkan sebuah model yang melibatkan pihak sekolah, orang tua dan siswa. Penelitian ini merupakan bagian dari sebuah penelitian besar. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh model kolaborasi guru, siswa, dan keluarga (KOGUSIGA) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru tentang keamanan makanan pada siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pre-post test dengan menggunakan kelompok kontrol. Subjek sampel penelitian menggunakan total sampling sebanyak 28 responden guru. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa proses kelompok yang dilakukan selama 10 minggu sebagai implementasi model KOGUSIGA dengan kelengkapan modul untuk guru. Hasil penelitian menunjukkan model KOGUSIGA berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p= 0,003) dan keterampilan (p= 0,015) guru tentang keamanan  makanan pada anak usia sekolah. Model KOGUSIGA diharapkan dapat menjadi program intervensi dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan disarankan perawat kesehatan sekolah menjadi koordinatornya. Kata kunci: Anak usia sekolah, guru, keamanan makanan, kolaborasi, perawat UKS Abstract Improvement of Knowledge and Skills Related to Food Safety for School Age Children Through Teacher, Student and Family Collaboration (KOGUSIGA) Model. Food insecurity, especially in school-age children often caused health problems. The purpose of this study was to determine the effect of collaboration model for teachers, students, and families (KOGUSIGA) toward knowledge and skills of teachers about food safety in elementary school students (SD). This study applied quasi–experiment design pre–posttest with a control group. The total sampling included 28 teachers.  Intervention was provided over 10 weeks and supported by modules for the teachers. The results showed that KOGUSIGA mode significantly affected on knowledge (p= 0.003 and the teachers’ skills (p= 0.015) about food insecurity. It is concluded that KOGUSIGA model tends to promote food safety for students. It is expected that KOGUSIGA model applied under school health nurses’ supervision.   Keywords: School age children, teachers,  food safety, collaboration, school nurse
Model Kepemimpinan Kepala Ruangan menurut Pandangan Perawat Pelaksana Berhubungan dengan Retensi Yulia Yasman; Junaiti Sahar; Tuti Nuraini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i1.395

Abstract

Retensi perawat adalah hal penting untuk memelihara stabilitas tenaga kerja keperawatan. Namun, angka turnover perawat yang tinggi mengindikasikan rendahnya retensi perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X di Jakarta. Di sisi lain, kepemimpinan berkontribusi hampir pada setiap kegiatan dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model kepemimpinan kepala ruangan menurut pandangan perawat pelaksana dengan retensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi. Sampel berjumlah 166 perawat pelaksana. Hasil analisis menunjukkan proporsi perawat dengan tingkat retensi tinggi sebesar 50%. Model kepemimpinan situasional, transformasional, transaksional, visioner, dan servant mempunyai hubungan yang bermakna dengan retensi perawat (p< 0,05). Model kepemimpinan yang paling berhubungan dengan retensi adalah model kepemimpinan transaksional (OR= 2,81). Model kepemimpinan memberikan pengaruh yang positif terhadap lingkungan kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja perawat yang pada akhirnya akan meningkatkan retensi perawat sehingga perlu diimplementasikan dengan baik. Abstract Leadership Model of Nurse’ Unit Manager and Nurse Retention: the Staffs’ Perception. Nurse retention is important to maintain the stability of nursing workforce. But, the high nurse turnover indicates low nurse retention in RSUD X at Jakarta. Other sides, leadership contributes to nearly every activity within organization. The research aims to determine the relationship of nurse unit manager’s leadership models from the viewpoint of nursing staff to retention. The study used a descriptive correlation design. The sample consisted of 166 nurses. The result showed high retention of nurse proportion in 50%. The situational, transformational, transactional, visionary, and servant leadership model had significant relationship with nurse retention (p<0,05). The leadership model which has high correlation to retention was transactional leadership (OR= 2,881). Leadership model gives positive influence to work environment, job satisfaction, organizational commitment, and nurse performance which are finally increase nurse retention. Keywords: job satisfaction, leadership model, organizational commitment, retention
Kepatuhan Perawat Menerapkan Pedoman Patient Safety Berdasarkan Faktor Individu dan Organisasi Christina Anugrahini; Junaiti Sahar; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 3 (2010): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i3.244

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor individu dan organisasi dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pedoman patient safety di RS X. Desain penelitian korelasi deskriptif dengan cross sectional. Sampel 144 perawat. Analisis data Chi Square, uji T independen, dan regresi logistik. Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara usia, tingkat pendidikan, masa kerja, kepemimpinan, struktur organisasi, dan desain kerja dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pedoman patient safety. Variabel yang dominan adalah desain kerja (p= 0,000, α= 0,05; OR= 35,897). Disarankan agar pihak manajer rumah sakit mempertahankan dan meningkatkan desain kerja yang baik guna mencapai kepatuhan perawat dalam menerapkan pedoman patient safety untuk mencapai keselamatan klien di rumah sakit. AbstractThis study is to determine the relationship between individual and organizational factors on adherence of nurses in implementing patient safety guidelines in RS X. Descriptive study with cross sectional correlation design. The sample of 144 nurses. Data analysis Chi Square test, independent T test, and logistic regression. Results found significant relationship between age, educational level, years of service, leadership, organizational structure, and job design to the compliance of nurses in implementing patient safety guidelines. Dominant variable is the design of work (p= 0.000, α= 0,05; OR= 35.897). Suggestion that the hospital managers to maintain and enhance good evil design to achieve compliance with the nurse in implementing patient safety guidelines to achieve patient safety in hospitals.
Pengalaman Mantan Penggunadalam Penyalahgunaan Napza Suntik Budi Santoso; Junaiti Sahar; Wiwin Wiarsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 2 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.36

Abstract

Kasus penyalahgunaan NAPZA khususnya NAPZA suntik mengalami peningkatan. Kecenderungan peningkatan tersebuttercermin dalam peningkatan kasus NAPZA suntik di Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan artidan makna pengalaman mantan pengguna dalam penyalahgunaan NAPZA suntik di Kota Palembang. Desain penelitian yangdigunakan yaitu fenomenologi deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Wawancara mendalamdigunakan dalam pengumpulan data. Hasil wawancara direkam menggunakan tape recorder, data diolah dalam bentuk transkripverbatim dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian menghasilkan sembilan tema sesuai tujuan khusus yaitu:alasan menggunakan NAPZA suntik diklasifikasikan menjadi alas an pertama kali dan alasan tetap menggunakan; respon yangtimbul setelah menggunakan NAPZA suntik yaitu respon personal dan respon orangtua; persepsi terkait efek samping danbahaya yaitu mempunyai nilai lebih dan mempunyai dampak buruk; makna menggunakan NAPZA suntik yaitu makna selamamenggunakan dan makna setelah sembuh; dan harapan terhadap dukungan pihak terkait yaitu dukungan pihak kepolisian,petugas kesehatan dan pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan NAPZA suntik merupakankebiasaan yang harus segera dicegah dan ditanggulangi sedini mungkin. Perawat spesialis komunitas sebagai salah satu tenagaprofesional dibidang kesehatan mempunyai peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yaitu upaya primer,sekunder dan tertier.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Berdasarkan Faktor Pencetus, Penguat dan Pemungkin Pada Anak Jalanan Binaan Rumah Singgah Yuli Isnaeni; Junaiti Sahar; Sigit Mulyono
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12 No 3 (2008): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v12i3.219

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor pencetus (karakteristik), faktor penguat, factor pemungkin dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak jalanan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada 79 anak jalanan binaan rumah singgah di Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah chi-square. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat sudah cukup baik, tetapi sikap dan praktek PHBS menunjukkan proporsi yang hampir sama (p= 0,002, α= 0,05) antara baik dan kurang baik. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara perilaku panutan teman sebaya dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak jalanan binaan rumah singgah di Yogyakarta. Pimpinan rumah singgah atau panti sosial disarankan untuk membentuk peer group dan melakukan pembinaan dengan cara mengadakan pertemuan secara berkala dengan peer group tersebut. AbstractThis research aimed to identify the relationship between the predisposing factors (characteristics), reinforcing factors and enabling factors with healthy and cleanliness life style among streets children, this descriptive co-relational research was conducted toward 79 streets children accommodated and directed in Yogyakarta. The result, using bivariate analysis with chi-square statistical test, indicated that whether the knowledge about healthy life style was fairly good, but the attitude and the implementation of healthy and cleanliness life style was of equal proportion between the well-behaved and the poor (p= 0.002, α= 0,05). This research denoted that there was a significant relationship between the attitudes of role model and healthy life style among streets children. It is suggested that the chairperson of social house for streets children proposed a number of peer group, furthermore those peer group should receive regular mentoring by having a regular meeting with them.
Persepsi Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan: Studi Fenomenologi Muhidin Muhidin; Junaiti Sahar; Wiwin Wiarsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i2.235

Abstract

AbstrakMutu pelayanan keperawatan merupakan hasil dari harapan ideal yang dipersepsikan pasien dengan kenyataan yang diterima. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pasien terhadap pelayanan keperawatan di RS X Madiun. Desain penelitian adalah fenomenologi deskriptif menurut Spiegelberg dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling sejumlah 7 informan. Pengumpulan data menggunakan teknik in depth-interview dengan bentuk pertanyaan terbuka semi terstruktur. Hasil wawancara direkam dengan alat perekam kemudian ditranskrip verbatim dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian menghasilkan 18 tema tentang persepsi pasien terhadap pelayanan keperawatan: alasan utama memilih rawat inap; alas an penunjang memilih rawat inap; puas pada pelayanan keperawatan; kecewa pada pelayanan keperawatan; toleran pada pelayanan keperawatan; sikap dalam merawat; atribut perawat; kemampuan kognitif; kemampuan teknikal; pengelolaan tugas; pemenuhan gizi; pemeliharaan lingkungan; pelaksanaan program terapi; aktivitas perawatan; perilaku perawat; penataan SDM keperawatan; pengembangan layanan keperawatan dan pengembangan strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan keperawatan yang dilaksanakan di RS X Madiun belum memenuhi harapan pasien, penerapan prinsip caring oleh perawat belum optimal, disebabkan oleh terbatasnya perawat baik secara kuantitas maupun kualitas. Pemerintah kota Madiun sebagai pengambil kebijakan disarankan untuk membenahi SDM keperawatan dengan cara menambah jumlah perawat, seleksi tenaga perawat yang kompeten, evaluasi kinerja, pendidikan dan latihan, dan supervisi keperawatan. AbstractNursing service quality is results of an ideal hope which could create the patient perception based on received reality. The objecitives of this study was to explore the patient perception related to nursing services at RSUD Sogaten in Madiun District. This study used a descriptive phenomenology according to Spiegelberg by convenience sampling technique from 7 informants. Collecting data used in-depth interview technique in form of open-ended question by structural. Interview result recorded by tape recorder, and then it was transcripted by verbatim and it was analyzed by Colaizzi method. Study yield 18 themes concerning patient perception to nursing service: main reason to choose inpatient; reason of supporter choose taking care of to lodge; satisfied at service of treatment; satisfaction of nursing service; lenient of nursing service; attitude of nursing; nurse attribute; cognitive ability; technical ability; job management; nutrition accomplishment; environment maintenance; execution of therapy program; nursing activity; nurse behavior; settlement of nursing human resources; nursing service and strategic development. This conclusions of this study is nursing services at RS X Madiun did not fulfill patient hope yet, applying of caring principle by nurse is not optimal yet, because of limited of nurses both amounts and qualities. Government in Madiun District as policy maker was suggested to correct nursing human resources by the way of adding amount of nurse, select a competence nurse, performance evaluation, education, practice and nursing supervise.
Co-Authors Achir Yani S. Hamid Achjar, Komang Ayu Henny Achmad, Fariz Adang Bachtiar Agrina Agrina Agus Setiawan Akbar, M. Agung Aldri Frinaldi Andi Saifah Anisah Ardiana Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Aria Kekalih Arief Andriyanto Arruum, Diah Asniar Asniar Asti Nuraeni Astrid Widayati Hardjono Astuti Yuni Nursasi Bahrul Hayat, Bahrul Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Balqis, Ummi Malikal Bambang Budi Siswanto Basmanelly . Besral . Budi Anna Keliat Budi Santoso Budy Wiryawan Caecilia Titin Retnani Christina Anugrahini Deby Zulkarnain Rahadian Syah, Deby Zulkarnain Rahadian Delly Arfa Syukrowardi Dewi Gayatri Dewi Irawati Diah Ratnawati Didi Kurniawan Didi Kurniawan Diksi Hera Berliana Diorarta, Raphita Dwi Cahya Rahmadiyah Eka Malfasari Elki Putri, Silvia Elly Nurachmah Etty Rekawati Faridah, Ida Fitriani Fitriani Gipta Galih Widodo Gupta, Prateek Handayani, Eka Sila Hasmila Sari Henny Permatasari Herni Susanti I Ketut Suada Imami Nur Rachmawati Indrayanti Indrayanti Indrayanti, Indrayanti Joko Wiyono Junus, Kasiyah Kiik, Stefanus Mendes Koko Wahyu Tarnoto Krisna Yetti Kumboyono . Kumboyono Kumboyono Kuntarti Kusuma, Ceacilia Nika Candra Laksono Trisnantoro Lia Meilianingsih Limansyah, Dodik Malikal Balqis, Ummi marsito - Masyithah Fadhani Meilati Suryani Mona Saparwati Muchtarrudin Mansyur Mulyono Mulyono Mustikasari - Mustikasari Mustikasari Ni Made Riasmini Nining Nirmalasari Novy Helena Chatarina Daulima Nur Miladiyah Rahmah Nurlinawati Nurul Miftahul Jannah Parashita, Sri Astiti Padma Poppy Fitriyani Pradana, Anung Ahadi Prateek Gupta Prio, Asminarsih Zainal Putu Ayu Sani Utami Rachmawati, Utami Raden Siti Maryam Rahayu Wijayanti Ratu Ayu Dewi Sartika Ratu Ayu Dewi Sartika Reisani Hardi Kamagi Reska Handayani Rianty, Dian Asih Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rochani Istiawan Ros Endah Happy Patriyani Roselina Tambunan Royani Royani Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Haryati Sabarinah Prasetyo Saltar, Laode Saraswati, Sarita Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita Sigit Mulyono Sigit Priyanto Sinurat, Diana Nurhayati Siregar, Tatiana SITI AISAH Sri Haryani Sukihananto Sukihananto Sukihananto, Sukihananto Susana Susana Sutanto Priyo Hastono Sutanto, Tiodora, Tiodora Tuti Nuraini Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma Widya Naralia Widyatuti Widyatuti Widyatuti, Wdiyatuti Wiwin Wiarsi Wiwin Wiarsih Yeti Resnayati Yossie Susanti Eka Putri Yulia Yasman