p-Index From 2021 - 2026
6.117
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan PROSIDING SEMINAR NASIONAL FIKkeS Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Majalah Keperawatan Unpad Jurnal Ners Indonesia JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Jurnal NERS Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Public Health of Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Journal Of Nursing Practice Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Faletehan Health Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Keperawatan (JKEP) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Adi Husada Nursing Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Ners ASEAN Journal of Community Engagement Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Jurnal Kesehatan Community Empowerment Lentera Perawat Makara Journal of Health Research Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Elevate : The International Journal of Nursing Education, Practice and Research Jurnal Sahabat Keperawatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan NAPZA pada Remaja di Balai Pemulihan Sosial Bandung Roselina Tambunan; Junaiti Sahar; Sutanto Priyo Hastono
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12 No 2 (2008): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v12i2.202

Abstract

AbstrakPerilaku penggunaan NAPZA pada remaja meningkat tajam tiap tahunnya dan menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Tujuan penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional ini adalah mengetahui hubungan faktor individu dan lingkungan dengan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja di Balai Pemulihan Sosial Bandung. Data dikumpulkan dengan kuesioner dari 72 responden yang sedang mengikuti program rehabilitasi Therapeutic Community. Hasil penelitian menunjukkan faktor individu dengan sub variabel keingintahuan, keinginan diterima kelompok, mengikuti kecenderungan, mencari kenikmatan serta faktor lingkungan dengan sub variabel keluarga tidak harmonis dan kontrol sosial berhubungan dengan perilaku penggunaan NAPZA dengan nilai p < 0,25. Sub variabel determinan dengan perilaku NAPZA adalah keingintahuan, mencari kenikmatan, dan keluarga tidak harmonis nilai r = 0,548 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dan koefisien determinasi (r²) sebesar 0,301 menjelaskan variasi variabel perilaku penggunaan NAPZA pada remaja sebesar 30,1% sehingga dapat dikatakan ketiga variabel memiliki hasil yang cukup baik untuk menjelaskan variasi perilaku penggunaan NAPZA pada remaja. Sub variabel paling besar hubungannya dalam menentukan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja adalah variabel keluarga tidak harmonis dengan nilai B 1,272. Keluarga dan remaja menjadi fokus intervensi dalam pencegahan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja melalui pemberdayaan keluarga, promosi kesehatan, dan pencegahan masalah kesehatan. AbstractDrug abuse case in adolescent is significantly increased every year. This study was aimed to find the relationship between individual and environmental factor with the drug abuse in adolescent at a Social Rehabilitation Center in Bandung. This correlative-descriptive research was conducted on a cross sectional design involving 72 responders who were joining the Therapeutic Community program. The data was collected through a questionnaire. This study indicated that the individual factors with the sub variables curiosity, group acceptance, following trend, getting pleasure and the environmental factors including non-harmonic family and social control were related to the use behavior of NAPZA with the p value < 0,25. The determinant sub variable of drug abuse which were curiosity, getting pleasure, and non-harmonic family showed strong relationship with the r-value 0,548 (r2 = 0,301). Non-harmonic family had the highest B value (1,272) which also showed the closest relationship with the drug abuse behavior in adolescent. Family and adolescent are the focus of intervention to prevent the drug abuse behavior in adolescent by a preventive and health promotive actions.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RS PGI JAKARTA Meilati Suryani; Junaiti Sahar; Dewi Gayatri
Majalah Keperawatan Unpad Vol 13, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.952 KB)

Abstract

Meilati Suryani*Junaiti Sahar**Dewi gayatri** ABSTRAKKepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan lebih didasarkan kepada perilaku caring perawat seperti sikap yang ramah, cepat tanggap terhadap kebutuhan pasien serta mau mendengarkan keluhan pasien yang disebut dengan perilaku caring. Perilaku caring perawat selain ditentukan oleh faktor individu juga didukung oleh lingkungan kerja yang baik. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan perilaku caring. Jenis penelitian  deskriptif korelasi dengan sampel 95 pasien dan 95 perawat. Persentase perawat yang berperilaku caring tinggi menurut persepsi pasien adalah 53%. Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menyatakan pengaturan beban kerja dan pengembangan profesional berhubungan dengan perilaku caring (p = 0,000). Perawat perlu meningkatkan kompetensi dan komunikasi dengan pasien. Rumah sakit perlu meninjau kembali kebutuhan tenaga dan beban kerja perawat, menjadikan caring sebagai salah satu komponen penilaian kinerja perawat, serta meningkatkan  role model  kepala ruangan. Kata Kunci: Lingkungan kerja, Perilaku caring perawat, Persepsi pasien ABSTRACTPatient satisfaction to nursing delivery service is most base on nurse attitude which called caring. Caring nurse behavior not only determined by individual factor but also supported by good work environment. This research was to recognize the relationship between work environment and nursing caring behavior according to patient’s perception. This is descriptive correlation with 95 patient and 95 nurse as samples.  According to patient’s perception, as much as 53% of nurses are caring. The result showed that professional development and workload management are significantly associated with nursing caring behavior (p=0.000). Nurses require to improve communication skill. The hospital require improve head nurse as role model, make caring as component for nursing appraisal performance, asses the need for nursing workload and staffing.  Keywords: Nursing caring behavior, Patient’s perception, Work environment
Peran Keluarga Perhadap Perilaku Gizi Anak Usia Sekolah Andi Saifah; Junaiti Sahar; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 2 (2019): Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32668/jkep.v4i2.282

Abstract

Nutrition problem is one of the health problems of school-age children which can cause physical, psychological and academic performance to decline. The purpose of this research is to analyze the relationship between the role of the family and the nutritional behavior of school-age children in the working area of ​​the Mabelopura Public Health Center in Palu. The research design was a cross sectional correlation study. The research population was 4944 students of elementary school. The number of samples was 174 students through cluster proportional sampling. Inclusion criteria, namely class of 4,5 and 6, are willing to be respondents and can read and write. The sample selection was done by drawing proportionally with attendance numbers. The research instrument was a weight scale, meter, questionnaire to measure the role of family and nutritional behavior with the validity test r-value between 0.361-0.718 and Cronbach α value> 0.9. Hypothesis testing using the Spearman correlation test, obtained p = 0.035, r = 0.16. The research concludes that there is a positive correlation between the role of family and nutritional behavior of school-age children, it is very important as an example of a good role and the provision in fulfilling balanced nutrition.
Strategi Mengurangi Stigma Penyakit Kusta di Komunitas Koko Wahyu Tarnoto; Junaiti Sahar
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v9i1.182

Abstract

Background: The impact of the stigma caused people with leprosy not only suffer physically but also psychologically because they were isolated and ignored by family members and the surrounding community. Aims this study is to describe strategy to decrease stigma for leprae patient. Methods: The type of research design included in the literature review. The studies will be reviewed in English using qualitative, quantitative, and mixed methods. Searches were carried out using Science direct, PubMed (Medline), Google Search and Proquest with keywords for each variable. Keywords in leprosy search, AND (Stigma or discrimination) AND (Intervention or IEC or counseling). Results: The stigma is explained in five categories, namely the integration of leprosy services into health care, communication, information and education programs, socio-economic rehabilitation, change in name of leprosy, and counseling. Conclusion: The interventions carried out provide at least evidence of success in efforts to deal with stigma with various strategies, namely the integration of leprosy programs into health care, IEC and SER interventions.
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Siti Aisah; Junaiti Sahar; Sutanto Priyo Hastono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.945 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyakterbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yangterjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkandapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenispenelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensiedukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 diKota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 respondenkelompok perlakuan, dan 55 responden kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umurWUS 35.5 tahun dengan pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usiadengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dansikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilanantara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-ratanilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasikelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilaip<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkatpendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perluoptimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotifdan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Siti Aisah; Junaiti Sahar; Sutanto Priyo Hastono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.945 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk  mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan  perilaku dalam pencegahan AGB,  jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompok perlakuan, dan 55 responden  kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur WUS 35.5 tahun dengan  pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuan yang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP SENSITIVITAS KAKI DAN KADAR GULA DARAH PADA AGGREGAT LANSIA DIABETES MELITUS DI MAGELANG Sigit Priyanto; Junaiti Sahar; - Widyatuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.91 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas kaki dan kadar gula darah pada aggregate lansia diabetes melitus di Magelang. Penelitian eksperimen semu desain pre and post test groupdesign with control group. Sampel secara aksidental atau convenience sampling, 125 responden (62 lansia kelompok intervensi dan 63 kelompok kontrol). Instrumen penilaian menggunakan skala sensitivitas dan nilaikadar gula darah. Senam kaki dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian kadar gula darah lebih baik pada lansia sesudah diberikan senam kaki (p value 0,000). Sensitivitas kaki lebih baik pada lansiasesudah diberikan latihan senam kaki (p value 0,000).Kata kunci: senam kaki, sensitivitas kaki, kadar gula darah
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENGEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Siti Aisah; Junaiti Sahar; Sutanto Priyo Hastono
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.843 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tuiuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah ditaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompokperlakuan, dan 55 responden kelompokkontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata+ata umur WUS 35.5 tahun dengan pendidikan W|JS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0,05).Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05), Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi Relompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nitai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. lntervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p <0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan Retrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci : Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI KOTA JAMBI Nurlinawati - -; Junaiti Sahar; Henny Permatasari
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 4 No. 1 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.926 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v4i1.3102

Abstract

Abstract   Exclusive breast feeding program coverage in Indonesia and Jambi is still relatively low, although Indonesian government had launched thisexclusive breast feeding program in 2010 that at least 80%baby should be covered in the program. The purpose of this study was to examine the correlation between family support on exclusive breast feeding and the coverage of the program on baby in Jambi. This is descriptive correlation study used cross sectional in recruiting 70 mothers who have 0-6 months oldbaby. The sample was recruited using cluster sampling. The result shows that there is significant correlation between information, instrumental, emotional, and acknowledgement support on exclusive breast feeding and the most dominant on family support was instrumental support. It is recommended that nurses’ role in the community is needed to motivate family in giving instrumental support in exclusivebreast feeding program for baby.   Keywords: exclusive breast feeding, family support, instrumental support
PENGALAMAN KEPALA RUANG DALAM MENGELOLA RUANG RAWAT INAP DI RSUD AMBARAWA Mona Saparwati; Junaiti Sahar; - Mustikasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.464 KB)

Abstract

Kepala ruang adalah manajer operasional yang merupakan pimpinan yang secara langsung mengelola seluruh sumber daya di unit perawatan untuk menghasilkan pelayanan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk memperoleh gambaran arti dan makna pengalaman kepala ruang dalam mengelola ruang rawat inap di RSUD Ambarawa. Desain penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi deskriptif, pengumpulan data dengan FGD dan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling,analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian teridentifikasi lima belas tema tentang gambaran respon kepala ruang terhadap peran dan fungsinya sebagai manajer lini, persepsi kepala ruang dalammenjalankan fungsi manajemen, hambatan dalam mengelola ruang rawat inap, dukungan dan harapan yang diperoleh kepala ruang agar perannya optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, kepala ruang perlumemahami, melaksanakan fungsi manajemen guna mendukung kelancaran pelayanan di ruang rawat inap yang menjadi tanggungjawabnya dan diharapkan meningkatkan perencanaan dan ketenagaan di ruangan. Kata kunci: pengalaman, kepala ruang, mengelola, ruang rawat inap
Co-Authors Achir Yani S. Hamid Achjar, Komang Ayu Henny Achmad, Fariz Adang Bachtiar Agrina Agrina Agus Setiawan Akbar, M. Agung Aldri Frinaldi Andi Saifah Anisah Ardiana Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Aria Kekalih Arief Andriyanto Arruum, Diah Asniar Asniar Asti Nuraeni Astrid Widayati Hardjono Astuti Yuni Nursasi Bahrul Hayat, Bahrul Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Balqis, Ummi Malikal Bambang Budi Siswanto Basmanelly . Besral . Budi Anna Keliat Budi Santoso Budy Wiryawan Caecilia Titin Retnani Christina Anugrahini Deby Zulkarnain Rahadian Syah, Deby Zulkarnain Rahadian Delly Arfa Syukrowardi Dewi Gayatri Dewi Irawati Diah Ratnawati Didi Kurniawan Didi Kurniawan Diksi Hera Berliana Diorarta, Raphita Dwi Cahya Rahmadiyah Eka Malfasari Elki Putri, Silvia Elly Nurachmah Etty Rekawati Faridah, Ida Fitriani Fitriani Gipta Galih Widodo Gupta, Prateek Handayani, Eka Sila Hasmila Sari Henny Permatasari Herni Susanti I Ketut Suada Imami Nur Rachmawati Indrayanti Indrayanti Indrayanti, Indrayanti Joko Wiyono Junus, Kasiyah Kiik, Stefanus Mendes Koko Wahyu Tarnoto Krisna Yetti Kumboyono . Kumboyono Kumboyono Kuntarti Kusuma, Ceacilia Nika Candra Laksono Trisnantoro Lia Meilianingsih Limansyah, Dodik Malikal Balqis, Ummi marsito - Masyithah Fadhani Meilati Suryani Mona Saparwati Muchtarrudin Mansyur Mulyono Mulyono Mustikasari - Mustikasari Mustikasari Ni Made Riasmini Nining Nirmalasari Novy Helena Chatarina Daulima Nur Miladiyah Rahmah Nurlinawati Nurul Miftahul Jannah Parashita, Sri Astiti Padma Poppy Fitriyani Pradana, Anung Ahadi Prateek Gupta Prio, Asminarsih Zainal Putu Ayu Sani Utami Rachmawati, Utami Raden Siti Maryam Rahayu Wijayanti Ratu Ayu Dewi Sartika Ratu Ayu Dewi Sartika Reisani Hardi Kamagi Reska Handayani Rianty, Dian Asih Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rochani Istiawan Ros Endah Happy Patriyani Roselina Tambunan Royani Royani Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Haryati Sabarinah Prasetyo Saltar, Laode Saraswati, Sarita Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita Sigit Mulyono Sigit Priyanto Sinurat, Diana Nurhayati Siregar, Tatiana SITI AISAH Sri Haryani Sukihananto Sukihananto Sukihananto, Sukihananto Susana Susana Sutanto Priyo Hastono Sutanto, Tiodora, Tiodora Tuti Nuraini Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma Widya Naralia Widyatuti Widyatuti Widyatuti, Wdiyatuti Wiwin Wiarsi Wiwin Wiarsih Yeti Resnayati Yossie Susanti Eka Putri Yulia Yasman