p-Index From 2021 - 2026
7.633
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Professional : Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ARISTO Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Risenologi Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Sosial dan Teknologi ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Jurnal Media Informatika Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha (JIKOBA) KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Journal of Comprehensive Science Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Media Bina Ilmiah Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Journal International Dakwah and Communication Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Iqtida: Journal of Da'wah and Communication West Science Social and Humanities Studies QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Komunikasi Indonesia Jurnal Ragam Pengabdian Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Therapeutic Communication For Children Victims of Sexual Violence in Citra Tepian-Samarinda Juwita, Rina; Dwivayani, Kadek Dristiana; Hananah, Najahatul
ARISTO Vol 10 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v10i1.3876

Abstract

The phenomenon of sexual violence against children shows an increase trend from year to year so it requires special handling to not cause psychological trauma that might affect their future. This was the reason behind the establishment of the Protection of Women and Children Unit by the government to handle cases relate to sexual violence which one of it is against children. By using a narrative qualitative approach, this research is conducted at the UPTD PPA Citra Tepian in Samarinda City to analyse the children trauma healing process psychologists must go through therapeutic communication which divided into 4 stages; namely pre-interaction, orientation, problem solving, and termination to get maximum results. This is very important fully help restoring a sense of security within the victim so that it will be easier for the child victim to re-enter and re-interact with their social environment. Therapeutic communication that emphasizes the interpersonal approach carried out by accompanying psychologists is believed to be an important key that determines the success of the 'trauma healing' process. However, it is necessary to pay more attention to the aspects of ethnicity, race, economy and culture of the victims so that the process can be more effective and efficient in the future
Manajemen Komunikasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda dalam Melestarikan Budaya Lokal Melalui Festival Mahakam Pertiwi, Hanna; Juwita, Rina; Nurliah, Nurliah; Ibrizah, Ziya
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32593

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur tidak hanya berdampak pada infrastruktur saja, melainkan dari aspek sosial budaya masyarakat juga akan berubah. Samarinda sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara harus sigap menghadapi transformasi sosial budaya dengan menggaungkan Festival Mahakam sebagai event budaya daerah. Manajemen dalam komunikasi Festival Mahakam dibutuhkan guna untuk mencapai kesepahaman koordinasi antar anggota. Penelitian ini menggunakan teori Four Stepp Process Cutlip, Center & Bloom’s yang dimana penelitian diawali dengan Defending Public Problems, Planning and programming, Taking action and communication, Evaluating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen komunikasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi guna mempertahankan budaya Kalimantan Timur melalui Festival Mahakam Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Manajemen Komunikasi yang tejadi pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda belum dilakukan secara komperehensif. Perencanaan pada Festival Mahakam tidak melibatkan masukan masyarakat umum diluar organisasi terkait. Sehingga tema yang diangkat dianggap tidak bervariasi untuk bersaing di tingkat nasional.
Opini Publik Terhadap Revitalisasi Citra Niaga Samarinda Alvis, Lauransia Soraida; Ibrizah, Ziya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4472

Abstract

Revitalisasi Citra Niaga Samarinda merupakan upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengembalikan fungsi Citra Niaga sebagai ruang publik yang inklusif, sebagaimana kejayaannya pada era 1990-an. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap menurunnya daya tarik Citra Niaga, baik sebagai kawasan wisata maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis penelitian menggunakan teori Spiral of Silence serta konsep pembentuk opini publik dari Renald Kasali yang mencakup aspek cognition, affection, dan behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga cenderung mengikuti arus opini dominan di masyarakat, sesuai dengan asumsi teori Spiral of Silence. Publik memahami revitalisasi sebagai upaya perbaikan kawasan, meskipun pemahaman tersebut hanya berada pada tataran dasar dan belum menyentuh arah jangka panjang maupun dampak terhadap aktivitas perdagangan. Publik menunjukkan reaksi emosional yang positif karena revitalisasi dinilai mampu menghidupkan kembali eksistensi kawasan, meskipun terdapat kekecewaan terkait aspek-aspek penting yang tidak dipenuhi, seperti kebutuhan pendampingan usaha. Selanjutnya, publik menunjukkan dukungan melalui kepatuhan terhadap arahan pengelola, menjaga kebersihan kawasan,, serta perilaku pengunjung yang turut merekomendasikan Citra Niaga melalui media sosial. Secara keseluruhan, opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga bersifat positif, namun diiringi dengan kritik yang tidak sepenuhnya diungkapkan secara terbuka.
Hubungan Antara Fear of Missing Out Dengan Penggunaan Fitur Streak TikTok Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman Syahdam Imansa; Kadek Dristiana Dwivayani; Rina Juwita; Kezia Arum Sary
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/28qdyd63

Abstract

Pemanfaatan media sosial oleh mahasiswa semakin berkembang seiring hadirnya fitur interaktif yang mendorong keterlibatan berkelanjutan salah satu fitur tersebut adalah fitur streak pada aplikasi TikTok yang dapat memungkinkan pengguna menjaga komunikasi harian yang dilakukan secara berulang setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan penggunaan fitur streak TikTok pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode kuesioner pada 83 mahasiswa pengguna aktif fitur streak TikTok, data diperoleh melalui kuesioner skala Likert dan analisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan tingkat kekuatan sedang antara FoMO dan penggunaan fitur streak TikTok. Temuan ini menunjukkan bahwa FoMO merupakan bentuk intensitas penggunaan fitur streak, meskipun bukan menjadi satu-satuya faktor dalam praktik komunikasi digital mahasiswa. Penelitian ini memperkuat relevansi teori Uses and Gratifications dalam memahami penggunaan media sosial berbasis fitur interaktif.
Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Dalam Mempromosi Rambu Solo Andini Setia Murti; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z9vfq531

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dalam mempromosikan Rambu Solo sebagai daya tarik wisata budaya. Rambu Solo tidak hanya merupakan ritual kematian yang sakral, tetapi juga representasi identitas budaya Toraja yang memiliki nilai simbolik, sosial, spiritual, dan estetis yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas Kepala Bidang Pemasaran, Seksi Promosi, Seksi Komunikasi Pemasaran, dan satu informan masyarakat Toraja. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Disbudpar Toraja Utara berorientasi pada tahapan attention, interest, desire, decision, dan action. Tahap perhatian dibangun melalui penonjolan visual dan narasi budaya; tahap ketertarikan dan keinginan diperkuat dengan konten digital, pameran, dan paket wisata budaya; sedangkan tahap keputusan masih menghadapi kendala berupa jadwal upacara yang tidak tetap, keterbatasan informasi real time, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas promosi diperkuat oleh identitas budaya yang kuat, pengalaman wisatawan, dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat. Namun, konsistensi informasi dan penguatan pengelolaan media digital masih perlu ditingkatkan. 
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Segmen Konten “SORRY, BUKAN TIPE GUE” Di Akun Tiktok @Tenuedeattire Muthia Maudi; Kezia Arum Sary; Rina Juwita; Ainun Ni’Matu Rohmah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7246

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran akun TikTok @Tenuedeattire pada segmen konten “Sorry, Bukan Tipe Gue” menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus dan analisis konten. Data diperoleh dari observasi konten TikTok serta wawancara mendalam dengan tujuh informan selama periode Maret hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis humor berhasil menarik perhatian audiens karena konten dikemas secara menghibur sehingga tidak terlihat seperti iklan. Strategi tersebut membuat banyak konten masuk ke halaman FYP dan meningkatkan brand awareness audiens terhadap produk yang dipromosikan. Selain itu, interaksi dua arah antara akun dan pengikut juga mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa unsur hiburan yang terlalu dominan menyebabkan audiens lebih fokus pada isi konten dibandingkan produk yang dijual. Akibatnya, minat untuk membeli produk menjadi kurang maksimal. Selain itu, tingginya jumlah like, share, komentar, dan followers belum mampu meningkatkan penjualan secara signifikan karena tidak adanya tautan pembelian langsung yang memudahkan audiens melakukan transaksi. Kesimpulannya, strategi humor dalam soft-selling efektif untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran merek, tetapi tetap memerlukan Call-to-Action yang jelas agar perhatian audiens dapat diubah menjadi konversi penjualan.
Analisis Manajemen Komunikasi Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS) pada Event Donor Darah: Penelitian Triana Ayu Januar; Kezia Arum Sary; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6979

Abstract

Komunitas Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS) telah hadir sejak 2016 sebagai jembatan antara pendonor dan keluarga pasien yang membutuhkan darah di Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana BDDS mengelola komunikasinya dalam menyelenggarakan event donor darah periode September–November 2025, dengan melihat keterlibatan berbagai pihak di setiap tahapan kegiatan. Analisis menggunakan kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) George R. Terry, dipadukan dengan Stakeholder Theory R. Edward Freeman. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh dari wawancara mendalam bersama tiga informan kunci, observasi partisipatif di enam event, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa manajemen komunikasi BDDS tumbuh dari pengalaman lapangan, bukan prosedur tertulis yang kaku. Setiap tahap POAC memunculkan dinamika berbeda: PMI menjadi penentu kapasitas event sejak perencanaan, pendonor memiliki choice power yang mendorong BDDS terus berinovasi, sementara sponsor berperan sebagai daya tarik yang harus dikelola agar tidak menggeser karakter sosial kegiatan. Penelitian menemukan sejumlah tantangan struktural: sentralisasi koordinasi pada satu figur, minimnya panduan bagi mitra baru, dan evaluasi masih bersifat internal belum menyertakan pihak eksternal.
Peran Media Sosial Instagram Dalam Pembentukan Identitas Olahraga Sebagai Praktik Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan Richard Dio Commas; Ziya Ibriyah; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial Instagram dalam pembentukan identitas komunitas olahraga Tenis Akhir Pekan (TAP) Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teori Konstruksi Realitas Sosial Berger dan Luckmann yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas pendiri komunitas, admin media sosial, pelatih, dan tiga peserta aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas komunitas TAP Samarinda dibangun melalui nilai-nilai gaya hidup sehat, sportivitas, inklusivitas, dan kekeluargaan yang kemudian direpresentasikan secara konsisten melalui konten Instagram. Representasi tersebut membentuk citra komunitas yang aktif, sehat, dan terbuka serta mendorong anggota untuk mengembangkan rasa memiliki dan identitas kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram berperan penting sebagai media konstruksi identitas komunitas olahraga yang menghubungkan aktivitas di ruang nyata dengan representasi di ruang digital.  
Komunikasi Keluarga Asia dalam Film “Turning Red” Analisis Semiotika Roland Barthes Eksa Tri Imarti; Silviana Purwanti; Rina Juwita
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32773

Abstract

Family communication is an important aspect in shaping individual character, values, and identity, especially in Asian families that are known to have a communication pattern based on obedience and collectivism values. The film Turning Red represents the dynamics of Asian family communication through the conflict between the demands of family traditions and the needs of adolescent self-expression. This study aims to analyze the meaning of Asian family communication shown in the film through Roland Barthes' semiotic approach, including the meaning of denotations, connotations, and myths, and examine family communication patterns based on the concept of Family Communication Patterns, namely conformity orientation and conversation orientation. This study uses a qualitative method with semiotic analysis techniques on selected scenes that depict the family interaction of the main character. The results of the study show that Asian family communication in this film represents the dominance of the values of parental obedience, family control over children, and the process of negotiating adolescent identity in the family. In addition, it was found that open communication can be a solution in alleviating family conflicts. The conclusion of this study shows that the film Turning Red is not only an entertainment medium, but also represents the reality of Asian family communication which is full of cultural values, social pressures, and the importance of a balance between obedience and open communication within the family
Analisis Personal Branding Anya Melfissa Sebagai Vtuber Indonesia di Media Sosial Muhammad Hendi Al Ishar; Rina Juwita
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v5i1.551

Abstract

Today’s digital technology has developed and can be utilized by its users, one of whom is doing Personal branding by becoming a VTuber (Virtual YouTuber). This research aims to find the Personal branding of an Indonesian VTuber named Anya Melfissa by utilizing YouTube and Twitter/X in her career. This research uses a qualitative method with a qualitative descriptive approach and is based on the Personal branding theory coined by Peter Montoya. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. In the interviews, three informants were obtained using purposive sampling technique. This research uses data analysis techniques from Matthew B. Miles and Michael Huberman. Based on the results of the study, Anya Melfissa’s personal brand has relevance to Peter Montoya’s Personal branding theory, which includes the concepts of specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, persistence, and goodwill. The results showed that specialization in Anya Melfissa’s Personal branding, which is fluent in Indonesian, English, and Japanese, is the dominant characteristic in her Personal branding.
Co-Authors - Purwaningsih Agus Bambang Nugraha Agustian, Jaka Farih Ainun Ni’Matu Rohmah Aji, Dandi Anggoro Alfando WS, Johantan Alvis, Lauransia Soraida Ananda Gamas Octavia Andini Setia Murti Arimbi Arnila Arsyad, Annisa Wahyuni Aulia Febriani Azra Zahra Cintami Bang, Fredi Kristian Berly, Uria Angkasa Cindy Elysa Dandi Anggoro Aji Dang Syaras Ahmad, Dang Syaras Daryono Daryono, Daryono Dea Adella Dhemas Pawae, Resky Dwivayani, Kadek Dristiana Eksa Tri Imarti Eliyya Mursyida Faishal Arif Erawan Fajar Ade Putra Febrillia Evitasari Fikran H, Moh Firdausi, Hilda Annisa Nur H Abdullah Karim Hananah, Najahatul Harry Isra Muhammad Herliani, Ade Hilda Annisa Nur Firdausi Inda Fitryarini Irhamurrahman, Muhammad Johan Fredrik Riedel Thomas Joshua, Wang Kadek Dristiana Dwivayani Kamsiah Kamsiah Karim, H Abdullah Karimuddin Abdullah Lawang Kezia Arum Sary Khansa Yumna Abiyyu Kheyene Molekandella Boer Kristian, Dony Mazaya, Hisyam Ihsan Miftakhur Rohmah, Miftakhur Muchlis Muchlis Muhammad Faisal Muhammad Hendi Al Ishar Muhammad Irhamurrahman Muhammad Rizky Aidil Fitri Muhammad Sadam Usdin Muhammad, Harry Isra Muthia Maudi Najahatul Hananah Noor, M. Fauzan Novyan Lusiyana Nur Amelia Oktaviany Nurhaliza, Jihan Nurhayai, Nurhayai Nurliah Nurliah nurliah, nurliah Octavia, Ananda Gamas Oktaviany, Nur Amelia Pertiwi, Hanna Purwanti, Silviana Rahayu, Diah Rahmawati, Alia Rahmawati, Rahmawati Randy Surya Putra Ratna Rintaningrum, Ratna Richard Dio Commas Rifqy Wardana Rizaldy Rizaldy Rizaldy, Rizaldy Rohmah, Ainun Nimatu Rohmah, Ainun Ni’Matu Salsabila, Unik Hanifah Samuel Hot Anugrah Simanjuntak Samuel Sari, Adinda Yuriza Permata Sary, Kezia Arum Satria Adi Pradana Silviana Purwanti Sri Irawati Sucipta, Johantan Alfando Wikandana Sulitianna Sulitianna Sulitianna, Sulitianna Sy. Nurul Syobah Syafi'i, Abdullah Syahdam Imansa Tirta Yoga Triana Ayu Januar Wahab, Annisa Patricia Wesa Nurrahim, Irsalinda Wira bharata WS, Johantan Alfando WS Yana Ulfah Yulistiawan, Tasyadilla Nur Azmi Zainal Arifin Zani, Benny Novico Zidani Abdillah, Achmad Faroq Ziya Ibriyah Ziya Ibrizah Ziya Ibrizah