p-Index From 2021 - 2026
10.189
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK REYOG BULKIYO DALAM MENDUKUNG DESA WISATA KEMLOKO, KECAMATAN NGLEGOK, KABUPATEN BLITAR Ratnawati, Nurul; Ruja, I Nyoman; Wahyuningtyas, Neni; Adi, Khofifatu Rohmah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemloko merupakan daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Potensi inilah yang kemudian dieksplor dan dijadikan sebagai aset pengembangan Desa Wisata Kemloko. Potensipotensi tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa program wisata Desa Kemloko yang ditawarkan pada masyarakat umum. Saat ini Desa Kemloko sedang gencar mengembangkan desa wisata tersebut. Oleh sebab itu dukungan komoditi oleh-oleh khas atau cinderamata yang mampu memikat wisatawan sangat diperlukan. Salah satu karya seni khas yang telah ada di Desa Kemloko dan berpotensi untuk dijadikan oleh-oleh adalah kain batik reyog bulkiyo. Kain batik reyog bulkiyo ini telah mendapatkan hak paten yang diajukan oleh Pokdarwis Desa Kemloko. Namun, jika dilihat dari desainnya, motif batik reyog bulkiyo masih tradisional, warna-warna yang kurang bervariasi sehingga kesannya monoton, cepat membosankan, kuno, dan tua. Ironis, ketika masyarakat memiliki potensi lokal yang bernilai ekonomis tetapi tidak dikembangkan. Berdasar permasalahan di atas, fokus kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang seputar batik, teknik membatik, dan bagaimana pengembangan motif batik kepada kelompok sasaran yaitu pokdarwis. Metode pelaksanaan untuk merealisasikan pemecahan masalah dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan tiga tahapan yaitu: 1) tahap persiapan meliputi penyusunan jadwal, peserta, tempat, bahanbahan; 2) tahap pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan membatik; dan 3) tahap tindak lanjut meliputi perencanaan batik & pengembangan produk unggulan. Hasil dari kegiatan ini berupa inovasi kain batik reyog bulkiyo baru dengan motif-motif baru. Kain batik pertama terdiri dari kombinasi 3 motif yaitu penari reyog bulkiyo, slompret, dan sinar rembulan. Sedangkan kain batik kedua terdiri dari dua motif yaitu motif penari reyog bulkiyo dan barong.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DESA (SID) GUNA MENINGKATKAN GOOD GOVERNMENT DI DESA GONDOSULI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Afnani, Wahyu Nurvita; Wahyuningtyas, Neni; Pebrianto, Mohammad; Sholichah, Anif Fatimatus; Gandi, Riski Nabila
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Sistem Informasi Desa ini bertujuan meningkatkan good government di DesaGondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Alasan Desa Gondosuli dipilih untukpengembangan Sistem Informasi Desa dikarenakan selama ini belum optimal sebagai media integratifdalam membangun desa. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikanbimbingan teknis berupa penerapan pengisian data, serta evalusi secara langsung kepada perangkatdesa. Program Sistem Informasi Desa akan dilauncing kepada masyarakat desa dengan carasosialisasi melalui Rukun Tetangga atau Rukun Warga maupun karangtaruna. Hasil dari kegiatanpengabdian ini adalah perangkat desa mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik berupapengoperasian Sistem Informasi Desa Dengan baik. Sehingga masyarakat desa setempat dapat lebihmudah dalam melakukan pengurusan administrasi melalui Sistem Informasi Desa
Pelatihan Dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Bagi Guru-Guru Ips Kabupaten Malang Wahyuningtyas, Neni; Ratnawati, Nurul
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai guru profesional tentunya harus memiliki berbagai kemampuan, salah satunya adalah kemampuan menulis karya ilmiah. Dengan menulis karya ilmiah selain guru dapat naik pangkat, jabatan dan golongan sehingga mengalami peningkatan karier, guru juga mendapatkan penghargaan dan pengakuan. Namun sayangnya kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru-guru yang belum menulis karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal maupun menjadi pemakalah pendamping di acara seminar nasional atau regional. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah in-service training program yaitu pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru IPS MTs Kabupaten Malang. Adapun langkah-langkah kegiatan yang ditempuh adalah koordinasi, penyemaian informasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan jika sebagian besar guru-guru IPS Kabupaten Malang belum paham dan menguasai teknik penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan aturan penulisan karya ilmiah. Selain itu peserta juga menjelaskan jika kesulitan mendasar yang banyak dialami dalam menyusun artikel yaitu merasa sulit ketika mengawali membuat penelitian, karena pada dasarnya penelitian ini akan dijadikan bahan dalan menyusun artikel. Kesulitan ini berawal dari tidak adanya ide yang akan dituangkan dalam penelitian. Ide tidak muncul karena budaya membaca dan menulis belum menjadi kebiasaan.
PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT DENGAN HYBRID LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Sumarmi, Sumarmi; Wahyuningtyas, Neni; Putra, Alfyananda Kurnia; Mutia, Tuti; Wijayanto, Bayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROJECT-BASED STUDENTS WORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS'PANCASILA PROFILE IN HYBRID LEARNING The COVID-19 pandemic has had a changing impact on various aspects of life. One of them isthe aspect of education which so far tends to be carried out in a conventional classical manner,which must develop towards digitalization. Therefore, this article discusses community servicewith the aim of improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Javain making project-based worksheets with hybrid learning to strengthen the profile of Pancasilastudents. The method adopted is empowerment through training and mentoring for teachers inschools under the auspices of YPK East Java with three stages namely preparation,implementation and follow-up. Based on an analytical study, the results of community serviceactivities showed a positive impact on improving the skills of teachers in schools under theauspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning. Thus,teachers in schools have skills in implementing learning that is able to support strengthening theprofile of Pancasila students. Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salahsatunya yaitu aspek pendidikan yang selama ini cenderung dilaksanakan secara klasikalkonvensional harus berkembang ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, artikel ini membahastentang pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru-guru di sekolahyang ada di bawah naungan YPK Jatim dalam pembuatan LKPD berbasis project dengan hybridlearning untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang ditempuh yaitu pemberdayaanmelalui pelatihan dan pendampingan pada guru-guru di sekolah yang ada di bawah naunganYPK Jatim dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkankajian analisis, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan dampak positif padapeningkatan keterampilan guru di sekolah yang ada dibawah naungan YPK Jatim dalammembuat LKPD berbasis project dengan hybrid learning. Sehingga, guru di sekolah mempunyaiketrampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mendukung penguatanprofil pelajar Pancasila.
KONTRIBUSI SISTEM AMONG TERHADAP INKLUSI SOSIAL: STUDI KASUS DI SD TAMANSISWA YOGYAKARTA Miftakhuddin, Miftakhuddin; Khoiron, Muhammad; Wahyuningtyas, Neni
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE AMONG SYSTEM'S CONTRIBUTION TO SOCIAL INCLUSION: CASESTUDY AT TAMANSISWA YOGYAKARTA ELEMENTARY SCHOOL Tamansiswa’s among system is a unique teaching model. The teaching model belongs to thefamily of non-directive. In practice, the among system is founded on Tamansiswa's philosophyand belief about the development of students’ knowledge and character, allowing them to be freeto explore their surroundings. So far, the among system has helped to establish both theoreticaland practical frameworks for social inclusion. However, the among system has received littleattention because it is only used in private schools, which the community considers to be lesslegitimate. This study aims to investigate the why and how among system contributes to socialinclusion. In-depth interviews, participatory observation, recording, and anecdotal notes wereused to collect data, which was subsequently validated via triangulation. Data were then analyzedfollowing the procedure introduced by Miles. Based on this analysis, the following importantfindings are highlighted: (a) the among system promotes Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) the among system prioritizes the fulfillment of children’s rights to receive adequateeducation and development services over academic knowledge, and (c) the among systememploys the humanism-constructivism paradigm (avoiding behaviorism). Practically, thisfoundation is manifested by the teacher by making friends with students based on the norms ofpoliteness, respecting the child’s natural traits, and supervising the child in exercising his or herfreedom (both freedom of thought, speech, and action). The findings of this study havesignificance for the necessity for the adoption of the among system in social studies course inorder to develop social studies learning that is based on genuine experiences in a socialenvironment (contextual). This study's findings also contribute to the development of coreconcepts for implementing the Fun School Movement, culture-based schools, and schools forchildren with special needs. Sistem among merupakan suatu model pengajaran yang khas perguruan Tamansiswa. Modelpengajaran tersebut termasuk dalam rumpun model pengajaran non direktif. Dalam praktiknya,sistem among didasarkan kepada falsafah dan keyakinan Tamansiswa tentang perkembanganpengetahuan dan budi pekerti pelajar, agar mereka merdeka dalam mengenal dunianya. Selamaini, sistem among menyumbang kerangka teoretik maupun praktik terhadap pembangunan inklusisosial. Namun sampai saat ini sistem among kurang diteliti karena hanya terselenggara disekolah swasta yang oleh masyarakat dianggap kurang bonafit. Riset ini berusaha menelaah mengapa dan bagaimana kontribusi sistem among terhadap inklusi sosial secara detail danmendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi,dan catatan anekdot, kemudian divalidasi melalui triangulasi. Data yang sahih dianalisismengikuti prosedur yang diperkenalkan Miles. Berdasarkan analisis tersebut, riset ini menyorotitemuan penting berikut: (a) sistem among mempromosikan Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) alih-alih memprioritaskan pengetahuan akademik, sistem among memprioritaskanpemenuhan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan yang layak dan pengembangan budipekerti, dan (c) sistem among menggunakan paradigma humanisme-konstruktivisme(menghindari pola-pola behavioristik). Secara praktis, landasan tersebut dimanifestasikan gurudengan menjalin pertemanan dengan siswa berdasarkan norma kesopanan, menghormati kodratalamiah anak, dan mengawasi anak dalam menggunakan kebebasannya (baik kebebasanberpikir, berucap, maupun bertindak). Temuan riset ini berimplikasi kepada perlunya adopsisistem among dalam pembelajaran IPS agar tercipta pembelajaran IPS berbasis pengalaman riildi lingkungan sosial (kontekstual). Temuan riset ini juga berkontribusi kepada penambahandasar-dasar pelaksanaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah berbasiskebudayaan, dan sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus.
Immersive Reconstruction of the Sriwijaya Kingdom: Developing a Metaverse-Based Learning Environment for Cultural Preservation Pratama, Yudi; Wahyuningtyas, Neni; Kurniawan, Bayu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i1.32933

Abstract

This research's purpose is to create and subsequently confirm the efficacy of a virtual world-based learning experience representing a bygone civilization, specifically the Srivijaya Empire, as part of a project to digitally preserve and teach about historic events. The research used research and development techniques based on the 4-D model which includes a definition, design, development, and validation phase. The final products being developed include virtual reality (VR), augmented reality (AR) and other forms of virtual representations such as 3D models, and will also include an immersive video format with 360° views which can be viewed via YouTube in order to make them more widely available as well as accessible to more people. The needs analysis showed there were problems with the way history has been traditionally taught, especially when trying to provide local historical heritage in terms of what happened and how it happened within the context of that particular location. The design phase focused on creating a narrative reconstruction that depicts the maritime trading network and socio/cultural/religious life that existed during the time of the Srivijaya Kingdom, based on both historiography and archaeological evidence. During the development phase, there was a validation process for the two media specialists and the two content specialists who validated the content by completing a limited practicality test with sixty students. Validation results were very positive in each tested area: visual design, navigation systems; use of technology, and historical accuracy (scores averaged above 4.5 on a 5-level Likert scale). Students perceived the research materials as highly practical, especially regarding usability and their ability to increase their historical contextual knowledge. At present this research represents an initial phase limited to validation and practicality testing, and thus has not provided an assessment of learning effectiveness through experimental comparison. This research creates a prototype for immersive digital heritage learning, utilizing historical reconstruction based on metaverse principles and combining these elements and theories for instructional design. Therefore, the results will create a framework that can serve as a basis for further development toward supporting the preservation of digital cultural heritage through educational systems.
Co-Authors Abd Haris Abd Haris, Abd Abdul Haris Abdul Kodir Abidin, Mohammad Yusril Ade Ana Kartikasari Adellia Wardatus Sholeha Afnani, Wahyu Nurvita Agung Suprianto Agung Wiradimadja Agus Purnomo Agus Purnomo Alfania, Sheila Alfyananda Kurnia Kurnia Putra Alfyananda Kurnia Putra Alifian Nabila Alsadaqta Ngelo Andjajani, Budi Arti Anif Fatimatus Sholichah Aprilia Melinda Sholihah Sholihah Ardyanto Tanjung Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan Bayu Wijayanto Bayu Wijayanto Bhaktiyana, Arif Kiyat Bima Wahyu Pratama Bima Wahyu Pratama Bintang Muhammad Sahara Efendi Chania Ratu Iriana Putri Cinde Ririh Windayu David Golddra Pamungkas Bramantya David Golddra Pamungkas Bramantya Defandiari, Wahyu Rio Desinta Dwi Rapita Dewi Saraswati, Dewi Diana Anggita Nareswari Dicky Arinta Diky Al Khalidy Dirti Oktaviana Dwi Putri Ayu Dwi Rosita, Febty Andini Dwicahyani, Alfin El Hayati, Putri Avivah Elviana Febrianti Elviana Febrianti Emillatul Majidah Fachry Abda El Rahman Faizatul Mahmudah Fajar Santoso Fajar Santoso Fatiya Rosyida, Fatiya Febty Andini Dwi R Febty Andini Dwi Rosita Febty Andini Dwi Rosita Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Fitriana, Dedek Fujianti, Windi Gandi, Riski Nabila Habibah, Khoirul I Nyoman Ruja Idris Idris Idris Idris Ilmia Pratiwi Iman Wiratama Intan Aqila Putri Khofifatu Rohmah Adi Khoiron, Muhammad Kholifah, Evalia Nurul Khowatim, Khusnul khusnul khotimah Khusnul Khotimah Lailatul Fitriyah Lailil Nadhifatul Muazaroh Leli Laraswati Leni Fitrianingsih Lisya Zuliasyari Lutfi Bagus Subagio M. Annas Waladul Mufid M. Haris Yahya Mafazah, Elsa Diah Miftakhuddin Miftakhuddin Miftakhuddin Miftakhuddin, Miftakhuddin Mirza Pradila Anggrelia Mochammad Sa’id Moh. Pebrianto Mohammad Pebrianto Muazaroh, Lailil Nadhifatul Muhammad Aliman, Muhammad Muhammad Khoiron Muhammad Mujtaba Habibi Nantana, M. Gebryna Rizki Ninik Yustina Sari Ninik Yustina Sari Nurkhamamah, Zerina Nurul Ratnawati, Nurul Pebrianto, Moh Pebrianto, Mohammad Prasat, Ravinesh Rohid Pratidina Izza Rahmasyah Purnamasari, Yana Dwi Putri, Rosidatul Halim Najib Ramadhani, Novela Wahyu Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rihlah Khoirunnisa' Asshidiqi Riski Nabilla Ghandi Rista Anggraini Rista Anggraini Rizki, M. Gebryna Rofiki , Imam Rosida, Fatiya Rosyidah, Yuniar Sahrina, Alfi Saiful Amin Samsul Bahri Sari, Ninik Yustina Septiana, Wahyu Dwi Sholichah, Anif Fatimatus Siti Mar'atus Sholihah Siti Mar’atus Sholihah Subagio, Lutfi Bagus Subagio, Lutfi Bagus Suhendra, Didi Sukamto Sukamto Sumarmi Tania, Elvara Surya Artha Tanio, Gusti Indra Tuti Mutia Usifa, Krisantus Pius Vian Noer Achmad Hidayat Wahyu Nurvita Afnani Wahyuni Sartini Waladul Mufid, M. Khoirul Annas Wan Ibrahim Wan Ahmad Widiawati, Nani Yaniafari, Rahmati Putri Yosi Maurin Yudi Pratama Yudi Pratama, Yudi Yuniar Rosyidah Yuniarti, Rizka Arinda Yustina Sari, Ninik Zahira, Qonita Rahma Zulfa Meutia Putri