Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) PADA HANDSOAP MENGGUNAKAN METODE CAKRAM Aiga Sheira Rait; Nurhasanah Nurhasanah; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i2.2021.p122-133

Abstract

Sabun cair adalah bahan pembersih berbentuk cair yang ditambahkan surfaktan dan banyak digunakan untuk keperluan manusia. Salah satunya adalah sabun cair cuci tangan atau handsoap digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan kulit pada bagian tangan. Penelitian ini bertujuan  untuk  mempelajari aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau pada  handsoap. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi daun sirih menggunakan pelarut air, uji aktivitas antibakteri, uji variasi konsentrasi, uji variasi lama penyimpanan dan uji ekstrak daun sirih hijau sebagai pengganti isopropil pada handsoap. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cakram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau segar memiliki daya hambat yang paling besar dibandingkan dengan ekstrak daun sirih kering dan ekstrak daun sirih yang disimpan 3 bulan yakni sebesar 10 mm/disk terhadap B subtilis dan 9 mm/disk terhadap E. coli. Variasi konsentrasi 100% menunjukkan daya hambat yang paling besar yakni  9 mm/disk terhadap B. subtilis dan 10 mm/disk terhadap E. coli. Variasi lama penyimpanan menunjukkan tidak ditemukannya zona hambat pada masing-masing media uji. Perbandingan ekstrak daun sirih segar 1:10 memiliki daya hambat yang paling besar yaitu 8 mm/disk terhadap B. substilis dan 9 mm/disk terhadap E. coli dibandingkan dengan isopropil. Handsoap yang mengandung ekstrak daun sirih hijau segar 1:10 menunjukkan daya hambat yang lebih besar dibandingkan dengan handsoap yang mengandung isopropil yakni sebesar 14 mm/disk terhadap B. subtilis dan 13 mm/disk terhadap E. coli.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i2.2021.p122-133 
VALIDASI METODE FOTODEGRADASI CONGO RED TERKATALIS ZnO/ZEOLIT Y SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Regina Gita Riani Dio; Syaiful Bahri; Agung Abadi Kiswandono; R. Supriyanto
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i2.2021.p134-144

Abstract

Industri tekstil memproduksi pakaian dengan berbagai macam warna. Dalam proses pewarnaan tekstil, sebagian besar zat warna yang digunakan akan terbuang sebagai limbah. Congo red merupakan salah satu zat warna tekstil yang banyak digunakan. Namun keberadaan zat warna congo red dalam lingkungan perairan dapat merusak berbagai spesies makhluk hidup karena sifat zat warna congo red yang mempunyai toksisitas cukup tinggi. Metode alternatif yang sekarang sedang dikembangkan oleh peneliti untuk mendegradasi limbah adalah metode fotodegradasi.  penelitian tentang validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis, validasi metode bertujuan untuk mendapatkan panjang gelombang optimum, pH optimum, waktu optimum. Pada penelitian ini dilakukan validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan linieritas kurva kalibrasi larutan congo red, menentukan limit deteksi (LoD) dan limit kuantifikasi (LoQ), menentukan presisi, menentukan akurasi, dan pengaruh penggunaan katalis ZnO/Zeolit Y. Panjang gelombang optimum larutan pewarna Congo Red 498 nm dengan pH optimum pada pH 5, degradasi warna Congo Red tanpa katalis terjadi pada waktu optimum 120 menit dengan persentase degradasi sebesar 21,68%, penambahan katalis zeolit Y  0,6 mg dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 63,30%, sedangkan penambahkan 0,6 mg ZnO/Zeolit Y dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 78,01%http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i2.2021.p134-144 
PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING BERBASIS SURFAKTAN SODIUM LOURYL SULFATE Dahliani Silvia Sianiar; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i2.2021.p189-197

Abstract

Penggunaan sabun untuk kalangan rumah tangga sangat banyak diantaranya sabun cair cuci piring, sabun cair cuci piring adalah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan untuk membersihkan peralatan dapur khususnya. Pada pembuatan sabun ini menggunakan surfaktan Sodium louryl sulfate (SLS) dan dengan berbagi macam uji. Metode pembuatan sabun dengan menggunakan cold procces. Sodium louryl sufate adalah surfaktan yang murah dan biasa digunakan dalam pembuatan sabun cair pencuci piring. Stabilitas busa yang diperoleh dari hasil ini sebesar 0.14 %, nilai pH yang stabil pH 7,  bahan yang tidak larut dalam etanol sebannyak 0,345 gr dan sesuai dengan syarat mutu sabun SNI 2588–2017  dan layak digunakan, dan untuk uji aktivitas bakteri Esherichia coli dengan ekstrak daun sirih daya hambat yang terbentuk dari semua konsentrasi 15 ml, 30 ml, 45 ml setelah perlakuan selama 24 jam.https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/analit/article/view/2884/2010
FORMULA SABUN SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN CENGKEH Siti Fatimah; Ulfa Nurul Marfu'ah; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i1.2021.p56-65

Abstract

Bagian terluar dari tubuh yang terkena paparan sinar ultraviolet adalah kulit. Terjadi penumpukan kotoran akibat dari pengaruh eksternal lingkungan, sehingga perlu adanya perlindungan dasar untuk merawat kulit dengan menggunakan sabun untuk menjaga kebersihan kulit. Sabun adalah bahan pembersih yang dibuat berdasarkan reaksi saponifikasi antara basa kalium atau natrium dan asam lemak (minyak). Penambahan bahan pengisi berupa daun cengkeh ditambahkan pada pembuatan sabun susu sapi sebagai bahan antiseptik dan aromatik. Kandungan bahan kimia yang terdapat pada cengkeh berupa flavonoid, minyak atsiri (eugenol) dan antibakteri.  Metode pembuatan sabun dengan menggunakan cold process. Ekstraksi daun cengkeh dengan menggunakan ekstraksi suhu ruang dinggap proses yang paling sederhana dan variabel perbedaan komposisi NaOH yaitu 26%, 28%, 30%, 32%, dan 34%, lalu mengambil 150 mL dari masing -masing konsentrasi untuk melihat hasil sabun yang sesuai standar SNI. Pengujian sabun dilakukan dengan menggunakan standar SNI  sabun padat dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil pengujian sabun yang paling mendekati standar SNI yaitu NaOH 30%.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i1.2021.p56-65 
SABUN SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN KULIT KAYU MANIS SEBAGAI ANTIBAKTERI Ria Dinastuti; Agung Abadi Kiswandono; Siti Fatimah
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i1.2021.p66-73

Abstract

Sabun terdiri dari campuran senyawa natrium dengan asam lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat, berbusa, dengan atau tanpa penambahan zat lain dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Batang kayu manis digunakan untuk meningkatkan harga jual dari batang kayu manis, mengedukasi masyarakat bahwa kayu manis dapat digunakan sebagai bahan kosmetik selain sebagai bumbu masakan dan untuk ketersediaan tanaman kayu manis sangat melimpah dan mudah ditemui dilingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun susu sapi dengan penambahan kulit kayu manis sebagai aroma dengan menggunakan variasi pengaruh konsentrasi NaOH, metode ekstraksi, dan karakteristik pada sabun yang akan dihasilkan menggunakan proses dingin. Sebelum ditambahakan, kulit kayu manis harus di ekstrak terlebih dahulu. Setelah di ekstraksi kemudian di olah menjadi sabun batang, sabun yang dihasilkan adalah sabun dengan konsentrasi NaOH 35% dengan metode ekstraksi pada suhu tinggi. Hasil uji karakteristik sabun dengan konsentrasi 35% dengan metode ekstraksi suhu tinggi menghasilkan kadar air sebesar 1,82%, pH 10, stabilitas busa 88,24%, alkali bebas 0,01%, dan bilangan penyabunan 15,09%. Sabun yang dihasilkan memenuhi standar SNI sabun batang 3532:2016.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i1.2021.p66-73 
SENYAWA KOMPLEKS Fe(II)-BASA SCHIFF: SINTESIS, KARAKTERISASI SPEKTROSKOPI DAN STUDI TERMAL Zipora Sembiring; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i2.2020.p123-134

Abstract

Telah dilakukan sintesis, karakterisasi dan analisis termal senyawa kompleks dari ion Fe(II) dengan ligan basa Schiff DPCO-p-T. Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan menggunakan metode variasi kontnyu dari Job berdasarkan perbandingan mol. Hasil perbandingan mol antara ion Fe(II) dengan ligan basa Schiff diperoleh 1 : 3. Berdasarkan perbandingan mol tersebut, senyawa kompleks [Fe(DPCO-p-T)3]SO4. disintesis dan diperoleh kristal murni berwarna coklat terang, titik leleh: 167-168 ºC dengan rendemen hasil 77,68%. Berdasarkan identifikasi dan karakterisasi struktur, senyawa kompleks [Fe(DPCO-p-T)3]SO4 memiliki gugus-gugus azometin, azo dan metil. Analisis termal dengan DTA-TG menunjukkan perubahan struktur pertama terjadi pada suhu 150-200ºC, reaksi endotermik dengan kehilangan massa sebesar 9,4% yang menandakan lepasnya 1 mol ion SO42- sebagai ion penetral senyawa kompleks. Perubahan kedua terjadi reaksi eksotermik pada suhu 200-275°C kehilangan massa sebesar 83,5% ekivalen dengan kehilangan massa 3 mol ligan yang terkoordinasi pada senyawa kompleks. Perubahan massa berikutnya terjadi pada suhu 300-400ºC menunjukkan kehilangan massa sebesar 6,7% merupakan residu dari senyawa kompleks yaitu metal oksida. Nilai entropi aktivasi ditemukan dalam bentuk negatif menunjukkan bahwa proses dekomposisi dengan laju reaksi lebih rendah dari yang normal dan kompleks teraktifkan memiliki sifat yang lebih menentukan dari pada reaktan hal ini disebabkan karena chemisorptions dari hasil dekomposisi.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i2.2020.p123-134 
ANALISA KUALITAS AIR INJEKSI BERDASARKAN PARAMETER H2S, BAKTERI, DAN SCALE INDEX DI SP VI TALANG JIMAR PT. PERTAMINA EP ASSET 2 FIELD PRABUMULIH Agnesa Anugrah; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Agung Abadi Kiswandono; Dewi Shinta
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p82-91

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kualitas air injeksi yang diambil dari Outlet FWKO, Outlet Wash tank, Inlet Nutshell, dan Outlet Pompa di SP VI Talang Jimar PT. Pertamina Asset 2 Field Prabumulih. Pada proses air injeksi masalah yang sering terjadi adalah mengenai korosi dan scale selain itu bakteri yang bertumbuh pesat yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang merugikan bagi jalannya produksi migas. Air yang diinjeksi juga belum benar-benar baik dan jernih untuk digunakan kembali sehingga perlu dilakukan analisa untuk mengetahui kualitas air injeksi sehingga proses air injeksi tidak mengalami permasalahan yang baru pada peralatan-peralatan yang akan digunakan. Penentuan kualitas air injeksi ini didasarkan pada parameter H2S, bakteri, dan scale index. Untuk pelaksanaannya analisa yang dilakukan diantaranya analisa kandungan CO3, CO2, Ca2+, Mg2+, Cl¯, HCO3¯, SO42-, Fe, Specific gravity (SG), pH, H2S, dan SRB (Sulfate Reducing Bacteri). Berdasarkan hasil analisa dan standar baku air injeksi dengan parameter H2S, bakteri, dan scale index pada Outlet FWKO, Outlet Wash tank, Inlet Nusthell, dan Outlet Pompa dapat diketahui air injeksi layak untuk di injeksikan pada sumur-sumur dan memenuhi standar baku mutu.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p82-91
KAJIAN SEBARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KROMIUM (Cr) PADA SEDIMEN DI SEKITAR PERAIRAN TELUK LAMPUNG Fatimah Milasari; Diky Hidayat; Rinawati Rinawati; R. Supriyanto; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p92-100

Abstract

Telah dilakukan kajian sebaran logam berat Timbal (Pb) dan Kromium (Cr) pada sedimen di sekitar perairan Teluk Lampung.  Konsentrasi logam Pb dan Cr ditentukan dengan menggunakan spektofotometer serapan atom (SSA) dengan menggunakan tiga validasi metode yaitu limit deteksi, presisi (ketelitian) dan linieritas. Hasil analisil menunjukan konsentrasi logam Pb pada sedimen di sekitar Perairan Teluk Lampung berada pada rentang 77,6673 ± 0,1549 ppm hingga 80,1263 ± 0,944 ppm.Konsentrasi logam berat Cr pada sampel sedimen di perairan Teluk Lampung berada pada rentang 48,7350 ± 0,3638 ppm sampai 66,0250 ± 0,1900ppm. Nilai konsentrasi logam berat Pb dan Cr yang di peroleh dalam penelitian ini berada diantara baku mutu logam berat pada sedimen yang telah di tetapkan oleh National Sediment Quality Survey (USEPA) yaitu 47,82 – 161,06 ppm untuk logam berat Pb dan 26 – 110 ppm untuk logam berat Cr.Validasi metode pada penentuan konsentrasi logam berat Pb dan Cr pada sedimen menunjukan nilai koefisien korelasi yaitu 99,9 %; limit deteksi untuk masing-masing logam Pb dan  Cradalah 0,0000 dan 0,4016; serta presisi dengan nilai RSD < 5%.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p92-100 
STUDI ANALISIS ION LOGAM Hg(II) DENGAN ASAM TANAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAUNGU-TAMPAK Fitri Ayu Lestari; R. Supriyanto; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p42-49

Abstract

Telah dilakukan studi analisis ion logam Hg(II) dengan asam tanat secara spektrofotometri ultraungu-tampak.  Studi ini dilakukan untuk mengetahui panjang gelombang maksimum kompleks Hg(II)-asam tanat pada pH optimum, konsentrasi optimum, volume optimum dan waktu kestabilan.  Hasil penelitian menunjukan, bahwa panjang gelombang maksimum untuk kompleks Hg(II)-asam tanat adalah 420 nm pada pH 9, dengan perbandingan stoikiometri variasi konsentrasi Hg(II) : asam tanat yaitu 1:4, dengan perbandingan stoikiometri variasi volume Hg(II) : asam tanat 1:1 dan mencapai waktu kestabilan setelah 40 menit.  Validasi metode pembentukan kompleks Hg(II)-asam tanat diperoleh nilai r sebesar 0,9995, nilai LoD dan LoQ yang diperoleh sebesar 0,00019 dan 0,00065, nilai pesisi dengan %RSD sebesar 0,8732%, serta nilai akurasi dengan % recovery yang diperoleh yaitu 99,45%.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p42-49
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI NAPHTHOL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2 Rika Sulistyo Rini; Imelda Fajriati; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p26-40

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2 dengan dan tanpa penambahan H2O2. Penelitian ini dilakukan pada sampel buatan dan sampel limbah batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan H2O2 terhadap variasi waktu penyinaran, massa TiO2, konsentrasi H2O2 dan pH terhadap efektivitas fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2. Berdasarkan hasil penelitian H2O2 yang ditambahkan berpengaruh  terhadap fotodegradasi naphthol karena laju reaksi dengan penambahan hidrogen peroksida lebih besar daripada laju reaksi tanpa penambahan hidrogen peroksida. Penyinaran selama 90 menit dengan degradasi sebesar 81,1762%. Massa TiO2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi dengan efektivitas fotodegradasi tertinggi dicapai pada massa TiO2 95 mg dengan presentase degradasi 85,4468%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi ditunjukkan oleh F hitung = 67,2730 > F tabel = 2,8500. Efektivitas fotodegradasi tertinggi yaitu 39, 8339% dengan konsentrasi H2O2 15%. Pada variasi pH efektivitas fotodegradasi tertinggi pada pH 5 dengan persentase degradasi 99,5708%. Pada aplikasi limbah batik, efektifitas degradasi zat warna tertinggi yaitu 91,2186% pada saat ditambahkan TiO2 saja dan untuk persentase penurunan COD tertinggi pada saat ditambahkan TiO2 dan H2O2 yaitu 76,6645%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap degradasi zat warna pada sampel limbah karena F hitung = 156,375 > F tabel = 5,1400.doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p26-40  
Co-Authors Adelia, Riska Afriyani, Hapin Agnesa Anugrah Ahmad Nasir Pulungan Aiga Sheira Rait Aini, Fadhillah Nurul Al Madya, Vitha Ali Hasymi Romanov Amalia, Fildza Amelia Oktaviani Anang Risgiyanto Anisa Rahmawati Anisa Rahmawati Annisa Nurul Sa'diah Anugrah, Agnesa Apriawati, Eka Aprilia, Kharisma Citra Ariska, Nova Arissa, Rohni Atiqah, Haya Ulfa Bambang Irawan Bella, Adelia Citra Buhani Buhani Christian Paul Partogi Sidabalok Cici Doria Cintia, Mesy Citra Farshilia Gayansa Rezinda Dahliani Silvia Sianiar Dessy Tiara Elvia Nita Sari Devi Nur Annisa Devi Nur Annisa Dewi Shinta DEWI SHINTA Dewi Utari Murti Dian Herasari Dian Herasari, Dian Dian Pratama Dian Pratama Dian Puspita Larasati Dian Sastra Nugraha Diky Hidayat Diky Hidayat Dimas Saman Dinastuti, Ria Dinda Mezia Physka Dio, Regina Gita Riani Dwi Asmi Dwi Asmi Dwi Siswanta Dwi Siswanta Dwiyoga, Raden Fadly Bayu Dzilhaj, Trie Choirunnisa Eka Apriawati Eka Nala Puspita Elmo Rialdy Arwanda Eni Kartika Sari Ermi Girsang Fathia Sa'adah Fatimah Milasari Febriasari, Arifina Febriasari, Arifina Ferdian Dicky Permana Fidelis Nitti Fitri Ayu Lestari Fitrilia Silvianti Girsang, Ermi Hapin Afriyani Hardoko Insan Qudus Hardoko Insan Qudus Hartono Hendri Busman Heni Siswanto Heri Satria Heri Satria Hermansyah Aziz Hidayat, Diky Husin, Nurhasanah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iip Sugiharta Ilham S.W. Mauraji Ilim Imelda Fajriati Imelda Fajriati Inas Salsabila Indra Cipta Innamaa Trina Innaya Rizky Irlan Rahmat Maulana Izzati, Alya Nurul Jamiatul Akmal Juliasih, Ni Luh Gede Ratna Juniva Laila Sihombing, Juniva Laila Karina Nathania Khairati, Rusyda Maulida Khusna Arif Rakhman Laksono Trisnantoro Larasati Khosyatillah Lestari, Fitri Ayu Lumbasiantar, Flora Rosdiana M. Bintang Al Farrel Mamay Maslahat Marfu'ah, Ulfa Nurul Melissaputri Melissaputri, Melissaputri Mesy Cintia Miftahur Rahman Milasari, Fatimah Mita Rilyanti Muhammad Niki Wijaya Munaris . Mutawakkilah, Qudwah Nasy'ah, Yunsy'u Nazhifah, Naurah Ni Lu Gede Juliasih Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Luh Gede Ratna Juliasih Ni Made Wiratini Ning Tyas, Marsanda Nur Wahyu Ningsih, Nurhudawati Noldy Masyitha Normalita, Amelia Nova Ariska Nur Jannah Baturante Nur'alifah, Tiara Zalfa Nurfatimah Sugrah Nurfitria, Tyas Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurul Hidayat Aprilita Pandiangan, Kamisah Delilawati Patricia Cristina Wati Physka, Dinda Mezia Pigo Nauli Pirdaus, Purna Prasetyo, Sangaji Ilham Pratama, Dian Septiani Pratiwi, Inggit Purna Pirdaus Putranto Manalu Qudus, Hardoko Insan Qudwah Mutawakkilah Qudwah Mutawakkilah R Supriyanto R Supriyanto R Supriyanto R Supriyanto R. Supriyanto Radho Al Kausar Rahman, MIftahur Rahmat Safe'i Rahmiana Zein Rait, Aiga Sheira Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Juliasih, Ni Luh Gede Regina Gita Riani Dio Rezamita Hapsari, Roro Ria Dinastuti Ria Dwi Yunita Ria Dwi Yunita, Ria Dwi Riandra Pratama Usman Rika Sulistyo Rini Rina Wati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rini, Rika Sulistyo Rio Tedi Prayitno Risgiyanto, Anang Rizky Prabowo Rizqohayyu Khusnul Khotimah Rohni Arissa S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salman Farisi Sangaji Ilham Prasetyo Sari, Dian Nopita Sari, Ni Luh Gede Ratna Sianiar, Dahliani Silvia Sidabalok, Christian Paul Partogi Simparmin Ginting Siregar, Siti Hafijah Zahra Siti Fatimah SITI FATIMAH Sonny Widiarto Sonny Widiarto Sri Juari Santosa Sri Juari Santosa Sudir Umar Suharso Suharso Suharso Suharso Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Supriyanto Supriyanto Supriyanto, R. Suratman Suratman SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Takashi Hayashita Takashi Hayashita Teguh Endaryanto Tommy Ferdiansyah Albarado Trina, Innamaa Ulfa Atiqah, Haya Ulfa Nurul Marfu&#039;ah Ulfa Nurul Marfu'ah Usman, Riandra Pratama Utari, Erwanda Lili Wahyu Devariani Wahyuni, Yuli Anita Dwi Wasinton Simanjuntak Yanti Yulianti Yanti Yulianti Yeremia Hasiholan Yuli Anita Dwi Wahyuni Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Yunsy&#039;u Nasy&#039;ah Yunsy'u Nasy'ah Zipora Sembiring Zipora Sembiring Zulaicha, Annisaa Siti Zulkarnain Chaidir