Claim Missing Document
Check
Articles

GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmad Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
PENDAMPINGAN KELUARGA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS MEUKEK DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA Rizka Amalia Putri; Ulfa Husna Dhirah; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan anak. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting dan gangguan perkembangan anak. Namun, masih terdapat keluarga yang belum optimal dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin. Peran keluarga sebagai pengasuh utama sangat menentukan keberhasilan pemantauan tersebut, namun masih banyak keluarga yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pendampingan oleh bidan di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah pendampingan keluarga berbasis edukasi dan praktik langsung, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS), pemantauan antropometri, serta stimulasi perkembangan sesuai usia balita. Sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memahami indikator tumbuh kembang balita, meningkatnya kepatuhan terhadap pemantauan rutin, serta meningkatnya kunjungan ke Posyandu. Pendampingan keluarga oleh bidan terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam mendukung deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat dan pelayanan kebidanan komunitas yang berkelanjutan.
SOSIALISASI TENTANG STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang). Masalah gizi dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan gizi pada remaja. Remaja perempuan di Indonesia mayoritas memiliki aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 85% , sedangkan laki-laki sebesar 78%. Kebiasaan makan yang buruk akan menjadi penyebab timbulnya masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang), seperti sering melewatkan sarapan pagi dan mengkonsumsi jajanan yang tinggi kalori menyebabkan sebagian remaja di Nigeria memiliki status gizi yang kurang. Remaja yang berusia 10-14 tahun memiliki prevalensi aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 68,95% dan umur 15-19 tahun pada kategori aktivitas fisik yang kurang sebesar 54,36 Penyuluhan dilakukan dengan topik “Sosialisasi tentang status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Dengan 35 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Sosialisasi pada remaja putri tentang status giziThe nutritional problems that occur in Indonesia today have become multiple nutritional problems, namely undernutrition and overnutrition. Adolescents are a group that is prone to nutritional problems (over nutrition or under nutrition). Nutritional problems are influenced by an imbalance between physical activity and nutritional intake in adolescents. The majority of teenage girls in Indonesia have less physical activity, namely 85%, while boys are 78%. Poor eating habits will be a cause of nutritional problems (over nutrition or under nutrition), such as often skipping breakfast and consuming snacks that are high in calories causing some adolescents in Nigeria to have poor nutritional status. Adolescents aged 10-14 years have a prevalence of less physical activity which is equal to 68.95% and aged 15-19 years in the category of less physical activity of 54.36 Counseling is carried out on the topic "Socialization of the nutritional status of adolescents in SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar District”. This community service took place at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. With 35 Girls. The peak time is 1 day on February 9 2023 at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District.Keywords: Socialization to young women about nutritional status
GREEN ACCOUNTING: NILAI EKONOMIS SAMPAH DI MASA PANDEMI COVID-19 Soraya Lestari; Sarini Vita Dewi; Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan hasil dari aktivitas manusia yang tidak dimanfaatkan lagi. Namun demikian bukan berarti sampah tersebut tidak bermanfat. Hanya saja banyak masyarakat yang belum terbiasa untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya sehingga sampah tersebut bisa didaur ulang. Hal ini sangat penting, karena sampah yang tidak dimanfaatkan akan terus menumpuk dan berdampak buruh terhadap manusia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memelihara lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah menggunakan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle). Hal ini dikarenakan sampah juga memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan masyarakat sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan terutama di masa pandemi Covid-19. Di Masa Pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk lebih memperhatikan kesehatan, hidup bersih dengan mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan antusias masyarakat yang baik dalam mengelola sampah. Karena banyak dari masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara memisahkan sampah yang baik, dan mengasah kreativitas untuk membuat produk-produk yang dapat dijual kembali. Keywords: Green Accounting, Pengelolaan Sampah, Pandemi Covid-19Â