Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA MENSTRUASI SEHAT DENGAN PENGGUNAAN PEMBALUT KAIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Salisatul Uqrha; Ulfi Mawaddah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologi normal yang terjadi setiap bulannya selama usia produktif wanita. Lama menstruasi merupakan jarak dari hari pertama menstruasi hingga darah berhenti keluar normalnya 3 sampai 7 hari.. Jumlah darah yang keluar selama satu kali haid dikatakan normal apabila tidak melebihi 80 ml. Pembalut merupakan salah satu alternatif untuk menahan rembasan darah haid. Kondisi ini menjadikan pembalut seakan menjadi kebutuhan pokok bagi kaum perempuan. Perilaku pemilihan pembalut merupakan hal sangat penting, dimana produk pembalut wanita harus bersih dan tidak mengandung zat berbahaya karena mempertimbangkan terjadinya kontak langsung antara pembalut dengan area intim perempuan. Muncul  terobosan  untuk  kembali  menggunakan pembalut wanita berbahan kain yang biasa dicuci ulang sehingga  lebih  hemat  dan  mengurangi  pembuangan sampah  pembalut  yang  mengandung  bahan  sulit  diurai oleh alam. Penggunaan kembali pembalut dengan bahan kain  haruslah  memenuhi  aspek  praktis  sehingga  cocok untuk  dipergunakan  oleh  wanita  masa  kini  yang  sibuk dengan   berbagai   aktivitas. Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pemaparan materi melalui media laptop dan LCD serta membagikan poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu pengertian menstruasi, fase-fase menstruasi, tanda dan gejala menstruasi, manfaat penggunaan pembalut kain dan kekurangan pembalut kain.Kata Kunci: Menstruasi, Pembalut Kain Menstruation is a normal physiological process that occurs every month during a woman's productive age. The duration of menstruation is the distance from the first day of menstruation until the blood stops coming out, normally 3 to 7 days. The amount of blood that comes out during one menstruation is said to be normal if it does not exceed 80 ml. Sanitary napkins are an alternative to prevent menstrual bleeding. This condition makes sanitary napkins seem to be a basic necessity for women. The behavior of selecting sanitary napkins is very important, where women's sanitary napkin products must be clean and do not contain dangerous substances because they take into account the direct contact between the sanitary napkins and women's intimate areas. There has been a breakthrough to return to using cloth sanitary napkins that are usually rewashed so that they are more economical and reduce the disposal of sanitary napkin waste that contains materials that are difficult for nature to decompose. The reuse of cloth sanitary napkins must fulfill practical aspects so that they are suitable for use by today's women who are busy with various activities. Health promotion efforts have been carried out through outreach by presenting material via laptop and LCD media as well as distributing posters. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented is the meaning of menstruation, menstrual phases, signs and symptoms of menstruation, the benefits of using cloth sanitary napkins and the disadvantages of cloth sanitary napkins.Keywords: Menstruation, Cloth Sanitary Pad
EDUKASI DAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANEMIA PADA REMAJA DI PASANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yaitu sekitar usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat (WHO, 2021). Periode remaja menjadi fase krusial karena di masa ini terjadi proses pematangan organ reproduksi dan pembentukan perilaku hidup yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan (Kemenkes RI, 2022). Dampak anemia tidak hanya sebatas kelelahan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan konsentrasi, mempengaruhi prestasi akademik, dan menurunkan daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa dewasa dan kehamilan, yang kemudian meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan (Almatsier, 2019; WHO, 2021). Secara jangka panjang, peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja di pesantren ini akan berkontribusi terhadap penurunan angka kejadian anemia di kalangan remaja, peningkatan kualitas generasi muda, serta mendukung program nasional Indonesia Sehat 2045.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
SOSIALISASI 1000 HPK (HARI PERTAMA KEHIDUPAN) CEGAH STUNTING DI DESA PAYA KEUREULEH KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya disebut stunting. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan karena tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa. Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk untuk mencegah agar terhindar dari terjadinya stunting pada anak-anak dan status gizi yang kurang.Keywords : Sosialisasi, 1000 HPK, StuntingIn Indonesia, stunting cases are still a health problem with a large number. This is caused by chronic malnutrition with manifestations of growth failure (growth faltering) which starts from the time of pregnancy until the child is 2 years old. The condition of failure to thrive in children under five so that children are too short for their age is called stunting. Stunting experienced by children can be caused by not receiving special attention in the first 1000 days of life which determines the level of physical growth, intelligence and productivity of a person in the future. During this period, the nutrition that the baby receives while in the womb and receiving breast milk has a long-term impact on life as an adult. This socialization is one of the efforts to prevent stunting in children and poor nutritional status.Keywords : Socialization, 1000 HPK, Stunting
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MAN RUKOH DARUSSALAM Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu sekumpulan perilaku yang berupa tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu atau kelompok mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan mau berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Dalam program PHBS ini sasaran utamanya adalah masyarakat. Tujuan dari dilakukannya PHBS adalah untuk menjaga, memelihara, melindungi serta meningkatkan kesehatan setiap individu (Kemenkes, 2017). Perilaku PHBS disekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar mau melakukan pola hidup yang sehat (Kemenkes, 2018). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang PHBS dan pentingnya menjalankan PHBS di lingkungan sekolah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi MAN Rukoh Darussalam pada tanggal 18 September 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 22 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang pentingnya PHBS dan bagaimana cara melaksanakan PHBS yang baik dan benar. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan promosi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan bersedia untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah sebagaimana yang disampaikan oleh pemateri, hal ini menunjukan bahwa dengan adanya Promosi Kesehatan yang diberikan dapat menambah pengetahuan siswa dan merubah perilaku PHBS siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan SehatClean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a collection of behaviors in the form of actions carried out based on awareness as a result of learning that makes individuals or groups able to help themselves in the health sector and willing to play an active role in realizing public health. In this PHBS program the main target is the community. The aim of implementing PHBS is to safeguard, maintain, protect and improve the health of each individual (Ministry of Health, 2017). PHBS behavior at school is an activity to empower students, teachers and the school community to adopt a healthy lifestyle (Ministry of Health, 2018). The aim of carrying out this service is to provide wider knowledge and understanding to students about PHBS and the importance of implementing PHBS in the school environment. The service was carried out by means of direct health promotion to MAN Rukoh Darussalam students on September 18 2023. The number of students who took part in this activity was 22 students. The results of the activities show that students understand the importance of PHBS and how to implement PHBS properly and correctly. The conclusion of the implementation of this service is that the students seemed enthusiastic about listening to the health promotion that was delivered, and they stated that they were willing to carry out clean and healthy living behavior in the school environment as stated by the presenter. This shows that the Health Promotion provided can increase students' knowledge. and change students' PHBS behavior for the better.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, placenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil trimester III mengenai penyembuhan luka perienem. Di Puskesmas Padang Tiji. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu hamil dapat memahami bagaimana cara perawatan vulva dan perineum pasca melahirkan, peserta penyuluhan antusias dan banyak bertanya serta mengerti penangangan pasca melahirkan.Kata Kunci: Perineum, masa nifas.The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, the placenta and the membranes that surround it needed to restore the uterine organs as before pregnancy with time approximately 6 weeks. The postpartum period is an important thing to pay attention to in order to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia. The coaching activities carried out were providing health education to pregnant women in the third trimester regarding perineal wound healing. At the Padang Tiji Health Center. The implementation method starting from preparation, implementation, evaluation has all been carried out according to plan. The results achieved, the publication of articles in community service journals, the availability of IEC media (effective posters and booklets / easy to understand and apply). A health check was carried out at the nearest health service, from the counseling participants consisting of pregnant women who could understand how to take care of the vulva and perineum after delivery giving birth, the counseling participants were enthusiastic and asked a lot of questions and understood post-natal care give birth to.Keywords : Perineum, Post Partum
MEMBANGUN KESADARAN PENTINGNYA KESEHATAN DAN GIZI DALAM UPAYA MENGATASI STUNTING SERTA MENINGKATKAN KESEHATAN DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya menghadapi permasalahan ini dengan pendekatan holistik tidak bisa diabaikan. Dibutuhkan upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan komunitas lokal, untuk mengatasi tantangan ini secara efektif. Perlu dibentuk program-program yang menggabungkan aspek pendidikan, perawatan kesehatan, dan dukungan sosial untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku yang positif di tengah masyarakat. Dalam rangka merespons situasi ini, langkah awal penting adalah meningkatkan tingkat kesadaran tentang stunting melalui kampanye penyuluhan dan edukasi yang intensif. Selain itu, pelatihan untuk tenaga medis dan relawan kesehatan di desa ini juga perlu ditingkatkan, agar mereka dapat memberikan informasi yang tapat serta bermanfaat untuk masyarakat. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Membangun Kesadaran Pentingnya Kesehatan Dan Gizi Dalam Upaya Mengatasi Stunting Serta Meningkatkan Kesehatan Di Gampong Ie Masen Ulee Kareng”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Dengan 30 orang masyarakat.Kata kunci : Mengatasi stunting serta meningkatkan kesehatanThe importance of addressing these issues with a holistic approach cannot be understated. It requires collaborative efforts between various parties, including local governments, health institutions, and local communities, to address these challenges effectively. Programs need to be created that combine aspects of education, health care and social support to encourage positive changes in thought patterns and behavior in society. In order to respond to this situation, an important first step is to increase the level of awareness about stunting through intensive outreach and education campaigns. Apart from that, training for medical personnel and health volunteers in this village also needs to be improved, so that they can provide accurate and useful information to the community. The counseling was carried out with the topic "Building Awareness of the Importance of Health and Nutrition in Efforts to Overcome Stunting and Improve Health in Gampong Ie Masen Ulee Kareng". This community service took place at the Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. With 30 people in the community. Keywords: Overcoming stunting and improving health
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa.