Claim Missing Document
Check
Articles

PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MAN RUKOH DARUSSALAM Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu sekumpulan perilaku yang berupa tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu atau kelompok mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan mau berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Dalam program PHBS ini sasaran utamanya adalah masyarakat. Tujuan dari dilakukannya PHBS adalah untuk menjaga, memelihara, melindungi serta meningkatkan kesehatan setiap individu (Kemenkes, 2017). Perilaku PHBS disekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar mau melakukan pola hidup yang sehat (Kemenkes, 2018). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang PHBS dan pentingnya menjalankan PHBS di lingkungan sekolah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi MAN Rukoh Darussalam pada tanggal 18 September 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 22 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang pentingnya PHBS dan bagaimana cara melaksanakan PHBS yang baik dan benar. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan promosi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan bersedia untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah sebagaimana yang disampaikan oleh pemateri, hal ini menunjukan bahwa dengan adanya Promosi Kesehatan yang diberikan dapat menambah pengetahuan siswa dan merubah perilaku PHBS siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan SehatClean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a collection of behaviors in the form of actions carried out based on awareness as a result of learning that makes individuals or groups able to help themselves in the health sector and willing to play an active role in realizing public health. In this PHBS program the main target is the community. The aim of implementing PHBS is to safeguard, maintain, protect and improve the health of each individual (Ministry of Health, 2017). PHBS behavior at school is an activity to empower students, teachers and the school community to adopt a healthy lifestyle (Ministry of Health, 2018). The aim of carrying out this service is to provide wider knowledge and understanding to students about PHBS and the importance of implementing PHBS in the school environment. The service was carried out by means of direct health promotion to MAN Rukoh Darussalam students on September 18 2023. The number of students who took part in this activity was 22 students. The results of the activities show that students understand the importance of PHBS and how to implement PHBS properly and correctly. The conclusion of the implementation of this service is that the students seemed enthusiastic about listening to the health promotion that was delivered, and they stated that they were willing to carry out clean and healthy living behavior in the school environment as stated by the presenter. This shows that the Health Promotion provided can increase students' knowledge. and change students' PHBS behavior for the better.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, placenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil trimester III mengenai penyembuhan luka perienem. Di Puskesmas Padang Tiji. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu hamil dapat memahami bagaimana cara perawatan vulva dan perineum pasca melahirkan, peserta penyuluhan antusias dan banyak bertanya serta mengerti penangangan pasca melahirkan.Kata Kunci: Perineum, masa nifas.The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, the placenta and the membranes that surround it needed to restore the uterine organs as before pregnancy with time approximately 6 weeks. The postpartum period is an important thing to pay attention to in order to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia. The coaching activities carried out were providing health education to pregnant women in the third trimester regarding perineal wound healing. At the Padang Tiji Health Center. The implementation method starting from preparation, implementation, evaluation has all been carried out according to plan. The results achieved, the publication of articles in community service journals, the availability of IEC media (effective posters and booklets / easy to understand and apply). A health check was carried out at the nearest health service, from the counseling participants consisting of pregnant women who could understand how to take care of the vulva and perineum after delivery giving birth, the counseling participants were enthusiastic and asked a lot of questions and understood post-natal care give birth to.Keywords : Perineum, Post Partum
MEMBANGUN KESADARAN PENTINGNYA KESEHATAN DAN GIZI DALAM UPAYA MENGATASI STUNTING SERTA MENINGKATKAN KESEHATAN DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya menghadapi permasalahan ini dengan pendekatan holistik tidak bisa diabaikan. Dibutuhkan upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan komunitas lokal, untuk mengatasi tantangan ini secara efektif. Perlu dibentuk program-program yang menggabungkan aspek pendidikan, perawatan kesehatan, dan dukungan sosial untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku yang positif di tengah masyarakat. Dalam rangka merespons situasi ini, langkah awal penting adalah meningkatkan tingkat kesadaran tentang stunting melalui kampanye penyuluhan dan edukasi yang intensif. Selain itu, pelatihan untuk tenaga medis dan relawan kesehatan di desa ini juga perlu ditingkatkan, agar mereka dapat memberikan informasi yang tapat serta bermanfaat untuk masyarakat. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Membangun Kesadaran Pentingnya Kesehatan Dan Gizi Dalam Upaya Mengatasi Stunting Serta Meningkatkan Kesehatan Di Gampong Ie Masen Ulee Kareng”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Dengan 30 orang masyarakat.Kata kunci : Mengatasi stunting serta meningkatkan kesehatanThe importance of addressing these issues with a holistic approach cannot be understated. It requires collaborative efforts between various parties, including local governments, health institutions, and local communities, to address these challenges effectively. Programs need to be created that combine aspects of education, health care and social support to encourage positive changes in thought patterns and behavior in society. In order to respond to this situation, an important first step is to increase the level of awareness about stunting through intensive outreach and education campaigns. Apart from that, training for medical personnel and health volunteers in this village also needs to be improved, so that they can provide accurate and useful information to the community. The counseling was carried out with the topic "Building Awareness of the Importance of Health and Nutrition in Efforts to Overcome Stunting and Improve Health in Gampong Ie Masen Ulee Kareng". This community service took place at the Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. With 30 people in the community. Keywords: Overcoming stunting and improving health
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa. 
GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmat Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin NurdinNurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
PENDAMPINGAN KELUARGA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS MEUKEK DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA Rizka Amalia Putri; Ulfa Husna Dhirah; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan anak. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting dan gangguan perkembangan anak. Namun, masih terdapat keluarga yang belum optimal dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin. Peran keluarga sebagai pengasuh utama sangat menentukan keberhasilan pemantauan tersebut, namun masih banyak keluarga yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pendampingan oleh bidan di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah pendampingan keluarga berbasis edukasi dan praktik langsung, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS), pemantauan antropometri, serta stimulasi perkembangan sesuai usia balita. Sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memahami indikator tumbuh kembang balita, meningkatnya kepatuhan terhadap pemantauan rutin, serta meningkatnya kunjungan ke Posyandu. Pendampingan keluarga oleh bidan terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam mendukung deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat dan pelayanan kebidanan komunitas yang berkelanjutan.
SOSIALISASI TENTANG STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang). Masalah gizi dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan gizi pada remaja. Remaja perempuan di Indonesia mayoritas memiliki aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 85% , sedangkan laki-laki sebesar 78%. Kebiasaan makan yang buruk akan menjadi penyebab timbulnya masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang), seperti sering melewatkan sarapan pagi dan mengkonsumsi jajanan yang tinggi kalori menyebabkan sebagian remaja di Nigeria memiliki status gizi yang kurang. Remaja yang berusia 10-14 tahun memiliki prevalensi aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 68,95% dan umur 15-19 tahun pada kategori aktivitas fisik yang kurang sebesar 54,36 Penyuluhan dilakukan dengan topik “Sosialisasi tentang status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Dengan 35 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Sosialisasi pada remaja putri tentang status giziThe nutritional problems that occur in Indonesia today have become multiple nutritional problems, namely undernutrition and overnutrition. Adolescents are a group that is prone to nutritional problems (over nutrition or under nutrition). Nutritional problems are influenced by an imbalance between physical activity and nutritional intake in adolescents. The majority of teenage girls in Indonesia have less physical activity, namely 85%, while boys are 78%. Poor eating habits will be a cause of nutritional problems (over nutrition or under nutrition), such as often skipping breakfast and consuming snacks that are high in calories causing some adolescents in Nigeria to have poor nutritional status. Adolescents aged 10-14 years have a prevalence of less physical activity which is equal to 68.95% and aged 15-19 years in the category of less physical activity of 54.36 Counseling is carried out on the topic "Socialization of the nutritional status of adolescents in SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar District”. This community service took place at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. With 35 Girls. The peak time is 1 day on February 9 2023 at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District.Keywords: Socialization to young women about nutritional status
GREEN ACCOUNTING: NILAI EKONOMIS SAMPAH DI MASA PANDEMI COVID-19 Soraya Lestari; Sarini Vita Dewi; Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan hasil dari aktivitas manusia yang tidak dimanfaatkan lagi. Namun demikian bukan berarti sampah tersebut tidak bermanfat. Hanya saja banyak masyarakat yang belum terbiasa untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya sehingga sampah tersebut bisa didaur ulang. Hal ini sangat penting, karena sampah yang tidak dimanfaatkan akan terus menumpuk dan berdampak buruh terhadap manusia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memelihara lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah menggunakan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle). Hal ini dikarenakan sampah juga memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan masyarakat sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan terutama di masa pandemi Covid-19. Di Masa Pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk lebih memperhatikan kesehatan, hidup bersih dengan mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan antusias masyarakat yang baik dalam mengelola sampah. Karena banyak dari masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara memisahkan sampah yang baik, dan mengasah kreativitas untuk membuat produk-produk yang dapat dijual kembali. Keywords: Green Accounting, Pengelolaan Sampah, Pandemi Covid-19 
Co-Authors Ainun Mardiah Ainun Mardiah Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Anis Hikma Mulia Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Aris Natri Sutami Asmaul Husna Asmaul Husna Asyura, Finaul Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dian Ulviara ELFINA ELFINA Eva Rosdiana Eva Rosdiana Fahmi, Zaisar Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah Andika Finaul Asyura Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Fitria fitriyanti fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Halija, Siti Hasratina, Illa Henny Febriani Henny febriani Iskandar Iskandar Juneris Aritonang Kesumawati, Kesumawati Lestari, Soraya Maghlisa, Ulfa Ibna MARNIATI . Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Mastura, Yuyun Maulida, Fitri Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Mifta Yunisa Mukhlis Mukhlis Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurna Fauziah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Putri Mauliza, Putri Putri, Rizka Amalia Rahmad Akbar Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Raudhatun Nuzul ZA Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Riska Amalia Putri Rizka Amalia Putri Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rulia Meilina Sahbainur Rezeki Salisatul Uqrha Sarini Vita Dewi Siti Afsah Siti Rohani Siti Samaniyah Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Thaharunnisa, Syarifah Ulfi Mawaddah Ulfira, Melya Utama, Indra Wahyuni, Alfitri Wirza Wirza Yassirly, Yassirly Yunisa, Mifta