p-Index From 2021 - 2026
13.135
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUKUM JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA Masalah-Masalah Hukum Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Jurnal Legalitas Lentera Hukum JURNAL LITIGASI (e-Journal) Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Logika : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Jurnal Hukum Novelty JURISDICTIE Jurnal Hukum dan Syariah Jurnal Daulat Hukum Jurnal Akta Journal of Indonesian Legal Studies Jurnal Selat TANJUNGPURA LAW JOURNAL Morality :Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Hukum tora: Hukum mengatur dan melindungi masyarakat Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran WAJAH HUKUM Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Unes Law Review Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jambura Law Review Gorontalo Law Review Jurnal Hukum Prasada Kosmik Hukum ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan PROGRESIF: Jurnal Hukum MIZAN, Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Restorative Justice Nurani Hukum : Jurnal Ilmu Hukum Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam JUSTISI SIGn Jurnal Hukum Prosiding National Conference for Community Service Project Journal of Law and Policy Transformation Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan JURNAL USM LAW REVIEW Legal Spirit Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Supremasi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences LEGAL BRIEF Mendapo: Journal of Administrative Law Journal of Judicial Review SUPREMASI Jurnal Hukum PAMALI: Pattimura Magister Law Review Jurnal Fundamental Justice International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Yustisia Tirtayasa: Jurnal Tugas Akhir Journal of Research in Social Science and Humanities Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Perspektif Hukum Jurnal Legisia Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Journal of Law, Poliitic and Humanities Qonun Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah SASI Syura: Journal of Law Fundamental : Jurnal Ilmiah Hukum Jurnal Dinamika Hukum Lex Scientia Law Review International Law Discourse in Southeast Asia Jurnal Jurisprudence Jurnal Hukum to-ra: Hukum untuk mengatur dan melindungi masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

TRADEMARKS IN SUSTAINABLE FASHION: A Comparative Legal Analysis of Indonesia and Italy Situmeang, Ampuan; Alhakim, Abdurrakhman; Fitri, Winda; Trinh, Hien
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 14, No 2 (2023): Jurisdictie
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v14i2.24114

Abstract

Trademarks have played a significant role in safeguarding intellectual property within the fashion industry and have been instrumental in upholding the reputation of various companies, particularly those aspiring to adopt sustainability concepts. This research aims to delineate the legal challenges and potential solutions for protecting intellectual property rights related to trademarks and the integrity of claims for sustainability implementation in Indonesia, employing normative research methods and comparative analysis with Italy's legal framework. The analysis reveals several structural differences between Indonesia and Italy's trademark legal frameworks despite sharing similar objectives. Italy has already been able to foster the integrity of sustainable claims in the fashion industry through regulations from the European Union although no direct connection to trademarks exists. On the other hand, Indonesia has yet to regulate the integrity of sustainable claims in the fashion industry although it possesses a sufficient foundational framework that could be further developed through its connection to the communal intellectual property protection system. Secara tradisional, merek memiliki peran penting dalam melindungi kekayaan intelektual di dalam industri fesyen dan telah menjadi kunci dalam menjaga reputasi berbagai perusahaan, terutama yang berkeinginan menerapkan konsep keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tantangan hukum dan solusi potensial dalam melindungi hak kekayaan intelektual yang terkait dengan merek serta menjaga integritas klaim implementasi keberlanjutan di Indonesia, dengan menggunakan metode penelitian normatif dan analisis perbandingan dengan kerangka hukum Italia. Analisis ini mengungkapkan beberapa perbedaan struktural antara kerangka hukum merek di Indonesia dan Italia, meskipun memiliki tujuan yang serupa. Italia telah berhasil menggalang integritas klaim keberlanjutan di industri fesyen melalui regulasi dari Uni Eropa, meskipun tidak ada keterkaitan langsung dengan merek. Di sisi lain, Indonesia masih harus mengatur integritas klaim keberlanjutan di industri fesyen, meskipun memiliki landasan kerangka kerja yang memadai yang bisa lebih dikembangkan melalui keterhubungannya dengan sistem perlindungan kekayaan intelektual komunal.
The Effectiveness of The Implementation of Bengkalis Regency Regional Regulation Number 3 of 2022 in The Payment of Workers’ Wages Oktaviani, Belinda; Tan, Winsherly; Situmeang, Ampuan
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v8i4.469

Abstract

Research on the effectiveness of the implementation of Bengkalis Regency Regional Regulation Number 3 of 2022 concerning the provision of wages for local workers is conducted to ensure that the payment of wages to local workers in Bengkalis Regency complies with the applicable laws and regulations, while also promoting the welfare of its workforce. The provision of fair and timely wages, along with supporting welfare facilities, remains an issue that has not yet been fully realized in Bengkalis Regency. Various factors influence the effectiveness of this regulation in ensuring the proper payment of wages to local workers. Therefore, this study examines five factors influencing legal effectiveness as proposed by Soerjono Soekanto and reviews the implementation of wage distribution for local workers in Bengkalis Regency by employers. In addition to employers, the regional government  through collaboration between the Regent and other local institutions, such as the Department of Manpower and Transmigration of Bengkalis Regency and the Technical Implementation Unit of Manpower, can play a a role in taking preventive and repressive measures to achieve the effectiveness of Bengkalis Regency Regional Regulation Number 3 of 2022 (Perda Kab. Bengkalis No. 3/2022. This study further identifies the causes of non-compliance in wage provision for local workers and proposes solutions to ensure the objectives of the regulation can be met. Accordingly, the solutions offered by this research aim to provide stronger protection for local workers in Bengkalis Regency and to advance the welfare of the local community. [Penelitian mengenai efektivitas penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 3 Tahun 2022 terhadap pemberian upah tenaga kerja lokal dilakukan agar pembayaran upah tenaga kerja lokal di Kabupaten Bengkalis dapat sesuai dengan peraturan perundnag-undangan yang berlaku dan memberikan kesejahteraan bagi tenaga kerjanya. Pemberian upah tenaga kerja yang sesuai dan tepat waktu serta fasilitas penyokong kesejahteraan lainnya menjadi hal yang masih belum dilakukan di Kabupaten Bengkalis. Banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Perda ini dalam pemberian upah tenaga kerja lokal yang sesuai, sehingga penelitian ini akan mengkaji 5 faktor yang mempengaruhi efektivitas hukum milik Soerjono Soekanto dan meninjau pelaksanaan pemberian upah tenaga kerja lokal di Kabupaten Bengkalis oleh pengusaha. Bukan hanya pengusaha, pemerintah daerah melalui kerja sama Bupati dan perangkat-perangkat daerah lainnya, seperti Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis dan Unit Pelaksana Teknis Ketenagakerjaan dapat berperan dalam mengambil langkah preventif dan represif agar efektivitas pelaksanaan Perda Kab Bengkalis No. 3 Tahun 2022 dapat tercapai. Dalam penelitian ini, penyebab dari pemberian upah tenaga kerja lokal masih banyak yang tidak sesuai akan diberikan solusi agar harapan dari Perda ini dapat tercapai. Maka, solusi-solusi yang diberikan dari penelitian ini akan melindungi tenaga kerja lokal di Kabupaten Bengkalis lebih baik dan mencapai kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.]
Implementation of The Relocation Policy For Residents of Rempang & Galang Old Villages: Human Rights Protection Issues Manullang, Rizky Ariftama; Shahrullah , Rina Shahriyani; Situmeang, Ampuan
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 1 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i1.2515

Abstract

The relocation policy for residents of the Old Villages of Rempang and Galang in the context of developing Rempang Eco City raises serious issues in legal, social, and human rights aspects. This study aims to analyze the implementation of the relocation policy based on the approaches of Ius Constitutum and Ius Operatum, as well as to provide policy recommendations through the framework of Ius Constituendum. The method applied is empirical juridical with a qualitative approach, involving interviews with affected communities and NGOs, as well as a review of relevant legal regulations. The findings show that the relocation policy has not fulfilled the principles of public participation, the right to housing, and social justice, while also neglecting the principle of Free, Prior, and Informed Consent (FPIC), which is a standard in the protection of indigenous peoples. The relocation process is considered to lack transparency, compensation is disproportionate, and it fails to ensure the social and cultural sustainability of local communities. This study emphasizes the need for a human rights–based and justice-oriented relocation policy, referring to John Rawls’ Theory of Social Justice, by ensuring the protection of customary land rights, meaningful participation, and recognition of indigenous cultural identity. The reformulation of the relocation policy should be grounded in legal principles that are humanistic, participatory, and uphold substantive justice.
Analisis Keadilan Gender dalam Putusan Pengadilan: Studi Kasus Mengenai Pemberian Hak Asuh Anak di Batam Huang, Mitchelle Lizen; Situmeang, Ampuan; Febriyani, Emiliya
Jurnal Restorative Justice Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Restorative Justice
Publisher : Universitas Musamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/jrj.v9i1.6578

Abstract

Maraknya kasus perceraian yang terjadi di Batam menimbulkan sengketa hak asuh anak, apabila kita sadari kebanyakan hak asuh anak jatuh ke tangan ibu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan gender dalam putusan pengadilan, dengan fokus pada studi kasus mengenai pemberian hak asuh anak di Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adaetode penelitian hukum normatif, dikarenakan karakteristik tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis putusan pemberian hak asuh anak dalam perspektif keadilan gender. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan-bahan hukum, sehingga didapatkan data bahwa Batam menjadi kota yang memiliki kasus perceraian paling tinggi di Kepulauan Riau. Terdapat 34 putusan yang diambil sebagai sampel penelitian dan sebanyak 79% hak asuh anak jatuh ke tangan ibu. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya ketimpangan gender dalam sengketa hak asuh anak disebabkan oleh perbedaan pendekatan yang diadopsi hakim.
Judicial Reasoning in Banking Contract Defaults: A Case Study from Indonesian District Courts Arifiyansyah, R. Muhammad Arfit; Sudirman, Lu; Situmeang, Ampuan; Fatihah, Nur
Journal of Judicial Review Vol. 27 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jjr.v27i2.11243

Abstract

Banking customer default (wanprestasi) cases have increasingly dominated civil litigation in Indonesian district courts, particularly following the economic disruptions caused by the COVID-19 pandemic. While debtors frequently acknowledge contractual breach, courts are often confronted with non-juridical arguments based on economic hardship, creating a tension between strict contractual enforcement and the pursuit of substantive contractual justice. This study aims to analyze judicial reasoning in adjudicating banking customer default by examining Decision No. 22/Pdt.G.S/2023/PN Batam and assessing its conformity with the provisions of the Indonesian Civil Code. The research employs a normative juridical method using statutory and case approaches, relying on secondary legal materials including court decisions, statutory regulations, and legal doctrines. The findings reveal that the court consistently applied Articles 1239, 1243, and 1244 of the Civil Code, declaring the defendant in default due to failure to fulfill credit repayment obligations despite multiple formal warnings (somasi). Judicial reasoning was primarily grounded in written evidence and the debtor’s explicit acknowledgment of default, allowing the case to be resolved efficiently under the simplified lawsuit mechanism. The court ordered full repayment of the outstanding loan or, alternatively, authorized the auction of collateral through the State Assets and Auction Service Office (KPKNL). However, the analysis also indicates that the judgment predominantly emphasized legal certainty and contractual compliance while giving limited consideration to the debtor’s post-pandemic economic condition and request for installment relief. This study is significant as it demonstrates how simplified civil procedures reinforce creditor protection and procedural efficiency, yet simultaneously expose limitations in accommodating substantive contractual justice. The findings contribute to the development of default theory in banking law and provide critical insights for improving judicial responsiveness in contractual disputes involving socio-economic vulnerability.
Towards a Human Rights-Based Legal Framework for Genetic Technology in Indonesia Marici, Alice Angela; Situmeang, Ampuan; Disemadi, Hari Sutra
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v8i4.466

Abstract

The lack of specific legal provisions addressing the misuse of genetic information in Indonesia raises critical concerns regarding potential violations of the right to privacy and genetic-based discrimination. This study aims to examine the extent to which Indonesia’s legal framework protects human rights in the era of genetic technology. Employing a normative legal research method, the study utilizes statutory and conceptual approaches to analyze relevant laws, including the 1945 Constitution, the Human Rights Law, and the Personal Data Protection Law. The findings reveal that while Indonesia’s existing legal framework provides foundational human rights protections, it fails to explicitly regulate genetic data as a distinct category requiring heightened safeguards. Key issues include the absence of mechanisms for informed consent, vague data governance, and a lack of explicit prohibitions on genetic discrimination. As genetic testing expands—particularly in health, research, and insurance sectors—the risk of rights violations becomes more imminent. The study recommends comprehensive reform through the creation of dedicated legislation, establishment of an independent oversight body, and adoption of progressive legal principles such as autonomy, non-discrimination, and precaution. Without such reforms, Indonesia risks falling behind in ethically and legally navigating genetic innovation while compromising constitutional human rights guarantees. Without such reforms, Indonesia risks falling behind in ethically and legally navigating genetic innovation while compromising constitutional human rights guarantees. [Kurangnya ketentuan hukum yang secara spesifik mengatur penyalahgunaan informasi genetik di Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi pelanggaran hak atas privasi serta diskriminasi berbasis karakteristik genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana kerangka hukum Indonesia melindungi HAM dalam era perkembangan teknologi genetik. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, studi ini menerapkan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis berbagai regulasi yang relevan, termasuk UUD NRI 1945, UU Hak Asasi Manusia, serta UU Pelindungan Data Pribadi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum Indonesia saat ini telah menyediakan perlindungan dasar terhadap hak asasi manusia, regulasi tersebut belum secara tegas mengatur data genetik sebagai kategori khusus yang memerlukan perlindungan lebih kuat. Beberapa isu utama yang ditemukan antara lain ketiadaan mekanisme persetujuan berdasarkan informasi (informed consent), ketidakjelasan tata kelola data, serta belum adanya larangan eksplisit terhadap diskriminasi genetik. Seiring dengan meluasnya penggunaan tes genetik- terutama dalam sektor kesehatan, penelitian, dan asuransi-risiko terjadinya pelanggaran hak semakin meningkat. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya reformasi hukum secara komprehensif melalui pembentukan regulasi khusus, pendirian lembaga pengawas independen, serta penerapan prinsip-prinsip hukum progresif seperti otonomi, non-diskriminasi, dan prinsip kehati-hatian. Tanpa adanya reformasi tersebut, Indonesia berisiko tertinggal dalam menghadapi inovasi genetik secara etis dan legal, sekaligus berpotensi mengorbankan jaminan hak konstitusional warga negara.
Pemenuhan Hak Bekerja untuk Warga Negara: Langkah Pengentasan Kemiskinan (Studi Perbandingan Indonesia dan Malaysia) Ismail Basar, Alda Fitriyani; Tan, Winsherly; Situmeang, Ampuan
Jurnal Fundamental Justice Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v7i1.6104

Abstract

Pemenuhan hak bekerja bagi warga negara merupakan aspek penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Penelitian ini membandingkan kebijakan serta pelaksanaan pemenuhan hak bekerja di Indonesia dan Malaysia untuk melihat seberapa efektif strategi yang digunakan dalam menurunkan angka kemiskinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi perbandingan kebijakan ketenagakerjaan, regulasi, dan program sosial yang diterapkan di kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaysia memiliki sistem ketenagakerjaan yang lebih tertata, termasuk perlindungan sosial bagi pekerja, program pelatihan keterampilan, dan investasi sektor industri yang lebih terarah. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa regulasi ketenagakerjaan yang rumit, tingginya tingkat pekerjaan informal, serta keterbatasan akses terhadap pelatihan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pelatihan untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan di Indonesia, sehingga akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkelanjutan dapat ditingkatkan sebagai langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan. 
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Atas Kebocoran Data Pribadi di Indonesia: Studi Komparatif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa Devany Anggriani; Emiliya Febriyani; Ampuan Situmeang
Jurnal Fundamental Justice Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v7i1.6237

Abstract

Kebocoran data pribadi oleh entitas korporasi digital di Indonesia terus meningkat. Mekanisme pertanggungjawaban pidana korporasi belum berjalan efektif sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap perlindungan hak privasi warga negara di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan dan penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap kebocoran data pribadi di Indonesia serta membandingkannya dengan praktik di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan hukum, dan dokumen terkait yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Uni Eropa, korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana maupun administratif melalui General Data Protection Regulation, dengan sanksi administratif sebesar 10–20 juta Euro atau 2–4% dari omzet global, sementara penentuan sanksi pidana diatur oleh negara anggota. Di Amerika Serikat, korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan Federal Trade Commission Act dan aturan pidana federal, yang memberikan dasar hukum kuat untuk menindak perusahaan yang lalai melindungi data pribadi. Sebaliknya, di Indonesia, meskipun telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan KUHP baru, mekanisme pertanggungjawaban pidana korporasi belum efektif karena ketiadaan lembaga pengawas independen dan penegakannya cenderung simbolik. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan mekanisme pertanggungjawaban pidana korporasi serta pembentukan otoritas pengawas independen guna memperkuat perlindungan data pribadi di Indonesia. 
Effectiveness and Challenges of Restorative Justice in Resolving Domestic Violence Cases: An Empirical Study at the Batam City Prosecutor’s Office Siti Aisyah; Ampuan Situmeang; Hari Sutra Disemadi
Jurnal Hukum Prasada Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Hukum Prasada
Publisher : Magister of Law, Post Graduate Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jhp.12.2.2025.132-148

Abstract

Domestic violence remains a pervasive social and legal issue in Indonesia, particularly in Batam City, despite existing legal frameworks. This study aims to analyze the effectiveness of resolving domestic violence cases through restorative justice at the Batam City Prosecutor’s Office and to identify factors influencing its implementation. Employing an empirical legal research method with a juridical-sociological approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results reveal that while restorative justice provides a humane and efficient alternative to conventional prosecution—prioritizing victim recovery, offender accountability, and the restoration of social harmony—its application faces challenges. These include limited regulatory authority, punitive mindsets among law enforcement, and low public awareness. However, supporting factors such as an established legal basis, positive prosecutorial attitudes, and community involvement contribute to its success. The study concludes that restorative justice is a viable, progressive approach to addressing domestic violence cases. Sustainable implementation requires regulatory refinement, professional training, and cultural shifts toward restorative principles.
Right to Be Forgotten in Indonesia and Thailand: Human Rights-Based Legal Reform Inspired by Korea, the U.S., and the European Union Ampuan Situmeang; Lu Sudirman; Ida Bagus Rahmadi Supancana; Nurlaily Nurlaily; Hari Sutra Disemadi
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v6i2.5224

Abstract

The central legal problem of this study lies in the normative inadequacy and weak enforcement construction of the right to be forgotten within the personal data protection regimes of Indonesia and Thailand amid escalating data breaches in Southeast Asia. This research aims to analyze and compare the normative framework governing the right to be forgotten in Indonesia and Thailand with selected global benchmarks, namely the European Union, South Korea, and the United States, in order to formulate ideal legal constructs adaptable to Southeast Asian contexts. This study employs a normative legal research method supported by a comparative legal approach, examining statutory regulations and secondary legal materials from Indonesia, Thailand, the EU (GDPR), South Korea (PIPA), and the United States (CCPA). The findings reveal that although Indonesia’s Personal Data Protection Law and Thailand’s Personal Data Protection Act formally recognize deletion rights, both frameworks remain incomplete due to limited procedural clarity, weak dispute resolution mechanisms, insufficient third-party deletion obligations, and ambiguous safeguards against re-identification risks. In contrast, the EU’s GDPR mandates third-party takedown obligations and imposes severe financial sanctions, South Korea’s PIPA provides strict deletion duties combined with criminal penalties, and the CCPA establishes structured compliance and notification mechanisms. Consequently, strengthening enforcement pathways, clarifying procedural guarantees, and integrating stricter controller obligations are essential for Indonesia and Thailand to ensure effective realization of the right to be forgotten in rapidly expanding digital societies.
Co-Authors Abdul Rachman Abdurrakhman Alhakim Abdurrakhman Alhakim Adam Morgan8 Agus Rosita Agustianto Agustianto, Agustianto Agustin, Indri Ceria Agustini, Shenti Alhakim, Abdurrakhman Amelia Andri Hadi Wijaya Antony Any Lindawaty Aprisanti, Aprisanti Arifiyansyah, R. Muhammad Arfit Arwin Johnsus Aulia Putri Aurora Najemi Bayu Anggara, Sultan Bhaskara, Kevin Indra Brelly, Adolfh Budi Setiawan Cellina Cellina Celline, Celline Chana Oktavia Harefa Christella Cheirin Rotikan Claudia Christina Davina Shebiartha, Kyushu Dearicha Tan Yan Ping Deslyn Natalia Devany Anggriani Dian Fransisca Dicky Dicky Dio Fabrizio Disemadi, Hari Sutra Edison Edison Edy Chuen Elan Elan Ellysia Augris Elsa Syarief Elsa Syarief Elza Syarief, Elza Emiliya Febriyani Ernis Hutabarat Euclid Macario Evelyn Evelyn Farel Hasibuan Fatihah, Nur Febri Jaya Febriyani, Emiliya Febryandi Febryandi Felicia Angel Khosasih Fiona Fiona Fitri, Winda FL. Yudhi Priyo Amboro, FL. Yudhi Priyo Fransisca Theresia Girsang, Junimart Haiti, Rudolf Halawa, Filemon Hanifah Ghafila Romadona Helen Junika Hendriwan Herlambang Adhi Nugroho Herlambang Adhi Nugroho Herna Susanti Hieu, Le Ho Trung Huang, Mitchelle Lizen Hutauruk, Rufinus Hotmaulana I Gusti Bagus Wiksuana Ibnu Mu'alim Ida Bagus Rahmadi Supancana Irawan, Dhenisa Oktavia Ismail Basar, Alda Fitriyani Jacelyn Jacelyn Jackie Rosana Jane Charyssa Jannah, Syarifah Mifthahul Jaya, Febri Jeffry Ng Jefri Harianto Nababan Jody Sunatoyoga Jolin Jolin Jovin Jovin Junimart Girsang Junimart Girsang Junimart Girsang Kalita, Manashi Karo Karo, Rizky Pratama Putra Keely Keely Kelwin Lim Kusmayanti, Rita Liza Amalia Lu Sudirman Mahardihka, Delvin Shakira Mahendra, Adam Manullang, Rizky Ariftama Maria Madalena Marici, Alice Angela Marina Dikarara Marsellia, Dini Marsudi, Irvan Ricardo Martua, Susanto Meta Liandana Michelle Winovsky Michelle Zhang Mimi Sintia Mohd Bajury Bajury Muhammad Haiqal Muhammad Luthfi Nadia Carolina Weley Nayla Naysilla Neza Nevia Fitri Nipon Sohheng Nugroho, Cahyo Jati Nur'Asih Budhi Dharma Putri Nurjanah, Listia Nurlaily Nurlaily NURLAILY, NURLAILY Nurviani, Nanny Oktaviani, Belinda Oky Mayrudin Ong’eta, Wyclife Panama, Nikolas Park, Jihyun Polim, Taufik Rahma, Isnawati Azizatul Rahmad, Tedi Sutadi Raja Taufik Zulfikar Randi William Rayen Elfredo Hutabarat Razak, Siti Suraya Abd Rida Ainun M Rina Shahriyani Shahrullah Rina Shahrullah Rio Sandra Guari Rita Kusmayanti Rizaldy Anggriawan Rudiansyah Rudiansyah Ruetaitip Chansrakaeo Rufinus H Hutauruk Rufinus H. Hutauruk Rumbadi Rumbadi Rusdiana, Shelvi Saefudin, Yusuf Sahat F. Rivai Lumban Toruan Saiful Anam Santiago, Owen saputra tanwir, yopta eka Satria Unggul Wicaksana Prakasa Sausan Rafa Basyasyah Seliza Vilyone Selvira Enjelita Sherlin Yemima Makalew Silviani, Ninne Zahara Simorangkir, Ronal Roges Siti Aisyah Sliviani, Ninne Zahara Sofia Sohheng, Nipon Sugiyarto Sugiyarto Sultan Bayu Anggara Supardi Susanto Martua Tan Kathong Tan, David Tan, Winsherly Tantimin Tantimin, Tantimin Taufik Polim Tobing, Joel Jordan Tommy Liusudarso Triana Dewi Seroja Triana Dewi Seroja Triana Dewi Seroja Trinh, Hien Valerisella, Nila Vanessa Riarta Atmaja Viona Eka Putri Desmond Vivian Frederica Weley, Nadia Carolina Wilbert ShenVriano Natanael Wilson Lim Winda Fitri Windi Afdal, Windi Wulandari, Aura Yulia Christi Nurul Hudayani