p-Index From 2021 - 2026
8.406
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Varieties of Metaphorical Expression Values in Campaign Discourse Pristiwati, Rahayu; Rustono, Rustono; Rahman, Fathur; Mardikantoro, Hari Bakti
The Journal of Educational Development Vol 7 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v7i1.29335

Abstract

This study is aimed at analyzing the varieties of metaphorical expression values found in campaign discourse. Qualitative and quantitative approaches were employed in this research. The data were excerpts of campaign discourse inPresidential and Vice Presidential National Election of Republic Indonesia in 2014. They were 320 excerpts from 322 metaphors published by Kompas, Tempo, andSuaraMerdeka newspapers within seven months, from May to September 2014. Descriptive qualitative approach was used to describe the varieties of values in metaphorical expressions. The data analysis usednormative, referential equivalent, and introspective reflective method. This analysis resulted in the following findings. The values of metaphorical expressions incampaign discourse of Presidential and Vice Presidentialnational election of Republic Indonesia in 2014 are: (1) value of mutual cooperation, (2) value of religiosity, (3) value of politeness, (4) value of simplicity, (5) value of mutual respect, (6) value of mutual assistance, (7) value of simplicity, and (8) value of deliberation.
Pemertahanan Bahasa Jawa dalam Kesenian Kuda Lumping di Banjarnegara Amin, Yusuf Syaiful; Mardikantoro, Hari Bakti; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemertahanan bahasa Jawa dalam kesenian Kuda Lumping di Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif denagn teknik pengumpulan data bebas libat cakap. Metode analisis data yang diperoleh dengan analisis model intraktif.Hasil penelitian, ditemukan bahwa wujud pemertahanan bahasa Jawa dalam kesenian kuda lumping di Banjarnegara adalah tuturan berbahasa Jawa meliputi mantra, lagu pengiring, pantun, dan penamaan sajen.Tuturan tersebut mempunyai fungsi dan makna yang berhubungan dengan sosial, promosi daerah, dan religius. Selain itu pemertahanan bahasa tersebut dipengaruhi faktor keselarasan musik, lagu dan tarian, tempat tinggal, dan menjunjung kebudayaan Jawa. Pada penelitian ditemukan pemertahanan bahasa Jawa lebih banyak dilakukan oleh kelompok kesenian kuda lumping yang berada di daerah pedesaan. Para pelaku seni pertunjukan seni kuda lumping tidak terpengaruh oleh bahasa asing dan tetap mempertahankan bahasa Jawa dalam pertunjukannya. Pemerintah hendaknya memperhatikan dan mendukung kesenian tradiosnal khususnya kuda lumping sebagai media pemertahanan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa.
REGISTER NELAYAN DI DESA BENDAR KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI Susanto, Susanto; Mardikantoro, Hari Bakti; Luriawati, Deby
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, fungsi dan pembentukan faktor-faktor penyebab daftar bahasa nelayan di Desa Bendar Kecamatan Juwana Pati. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan sosiolinguistik. Data yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk kata-kata dan frasa dari pidato adalah sekelompok nelayan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode merujuk pada metode dan cakap. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode agih dan tidak tentu. Metode tak tentu digunakan karena sebagian besar data dalam bentuk bahasa Jawa dan metode agih digunakan untuk mengetahui bentuk register bahasa nelayan mana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bentuk kata dan frasa pada register bahasa yang digunakan oleh sekelompok nelayan. Fungsi-fungsi yang terdapat dalam daftar bahasa nelayan yaitu: (1) fungsi referensial, (2) fungsi konatif, (3) fungsi emotif, (5) fungsi fatik, (6) fungsi puitik. Pembentukan daftar nelayan bahasa sebagai hasil dari faktor (1) pengaturan, (2) Peserta, (3) berakhir, (4) Urutan Undang-Undang, (5) instrumental, dan (6) norma. This study aims to describe the shape, the meaning, function and formation of the cause factors of language registers of fishermen in the Bendar village Subdistrict Juwana Pati. The research was conducted using a descriptive qualitative and sociolinguistic approaches. The data used in this research in the form of words and phrases from the speech is a group of fishermen. Data collection was done through methods refer to the method and ably. The data obtained are then analyzed using the method agih method and indeterminate. Indeterminate method is used because most of the data in the form of the Java language and the agih method is used to find out which form of language registers of fishermen. The results showed that there is a form of words and phrases on the register of the language used by a group of fishermen. The functions contained within the register of fishermen i.e. language: (1) referential function, (2) konatif function, (3) emotive function, (5) fatik function, (6) puitic function. The formation of the register of fishermen the language as a result of factors (1) settings, (2) Participant, (3) ends, (4) Act Sequence, (5) instrumental, and (6) norms.
Nilai Filosofis dalam Leksikon Batik Demak di Kabupaten Demak (Kajian Etnolinguistik) Sari, Devita Maliana; Mardikantoro, Hari Bakti; Sulistyaningrum, Septina
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon batik Demak di Kabupaten Demak dan nilai filosofis dalam leksikon batik Demak di Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data digunakan metode agih teknik BUL, metode padan subtranslasional, dan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, leksikon batik Demak terdiri atas dua klasifikasi yaitu berdasarkan kategori satuan lingual dan berdasarkan kategori bentuk. Kedua, leksikon batik Demak mencerminkan 3 nilai filosofis yang terdiri atas nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial. Nilai filosofis tersebut mencerminkan dimensi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. The aim of this study describe the lexicon of batik Demak in Demak Regency and the philosophical value in lexicon of batik Demak in Demak regency. This study uses ethnolinguistic approach and qualitative descriptive approach. Data was captured using hear and speak methods. Analysis of the data using BUL method, subtranslasional method, and interactive method. The result showed as follows. First, the lexicon of batik Demak consisting of two classifications, namely by lingual unit category and by category of form. Second, the lexicon of batik Demak reflects 3 philosophical values consisting of religious values, moral values, and social values. The value of the philosophical reflects the dimensions of human relationships with Gods, human relationships with humans, and human relationships with nature.
SPEECH BEHAVIOR EXPRESSION ON TRUCK IN SISEMUT UNGARAN TERMINAL Haekal, Muhamad; Mardikantoro, Hari Bakti; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan efek dari tindak tutur pada bak truk di Terminal Sisemut Ungaran. Analisis data dilakukan dengan metode padan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pada penggalan wacana pada bak truk di Terminal Sisemut Ungaran terdiri dari jenis tindak tutur konstatif, performatif, lokusi, ilokusi, perlokusi, representatif, direktif, ekspresif, komisif, langsung harfiah, langsung tak harfiah, tak langsung harfiah, tak langsung tak harfiah. Selain itu, efek yang ditimbulkan dari tindak tutur dalam penggalan tuturan wacana pada bak truk ditemukan dalam penelitian ini efek positif meliputi introspeksi, mendorong. melegakan, memaklumi, bersimpati, menurut. Efek negatif dalam penelitian ini meliputi tersinggung, dewasa. The objectives in this research is to describe the from of speech acts and the effect of speech acts and the effect of speech acts on the tank truck in Terminal Sisemut Ungaran. Data analysis is done by method of padan. Based on the results of the analysis, it is known that the discourse fragments on the truck at the terminal of ungaran sisemut consisted of the type of speech act konstatif, performative, locution, ilocution, perlocution, representative, directive, exspressive, commissive, directly literal, directly not literally, not literally, not directly literal. Besides the effects of speech acts in discourse on the truck found positive effects include introspection, push, a relief, tolerance, sympathy, according. Negative effects in this study include offense, adult.
Satuan-Satuan Lingual Dalam Tradisi Ngalungi Di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Sholikhah, Umi Nur; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i1.33211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, makna kultural, dan fungsi satuan-satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yakni pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis menggunakan pendekatan etnolinguistik, sedangkan pendekatan metodologis yaitu dengan metode deskriptif kualitatif etnografi. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan pertama, bentuk-bentuk satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Kedua, secara garis besar makna kultural dari tradisi Ngalungi Sapi yaitu sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan berupa hasil panen padi. Sapi sebagai raja kaya telah membantu petani selama masa tanam. Maka dari itu, dibuatkanlah ketupat dan lepet sebagai sajian utama dalam tradisi ini. Ketiga, fungsi satuan-satuan lingual dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi sarana ritual, wujud doa dan harapan, menamai bahan-bahan masakan, dan menamai proses memasak. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, tradisi Ngalungi Sapi
Variasi Fonologi dan Leksikon Bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap (Kajian) Geografi Dialek di Perbatasan Jawa-Sunda Afidah, Annisa Ul; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Juli
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap pada tataran fonologi dan leksikon. Titik pengamatan dalam penelitian ini berjumlah 4 yang merupakan daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yaitu Desa Kedungreja, Kecamatan Kedungreja dan Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja serta Desa Purwodadi dan Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan. Pengumpulan data menggunakan metode pupuan lapangan danmetode cakap. Data-data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetis artikulatoris dan teknik pilah unsur penentu (teknik PUP) dengan teknik lanjutan yaitu teknik HBB dan teknik HBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan variasi bahasa Jawa Cilacap (BJC) berupa variasi fonologi dan leksikon. Variasi fonologi meliputi variasi bunyi vokal dan konsonan serta korespondensi bunyi vokal dan konsonan. Variasi leksikon meliputi gejalaonomasiologis dan semasiologis. Data variasi fonologi dan leksikon tersebut selanjutnya disajikan dalam peta bahasa. Faktor-faktor geografis wilayah menjadi akibat munculnya variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap, khususnya di wilayah perbatasan Jawa-Sunda. This study discusses the variation of Javanese language in Cilacap Regency at the level of phonology and lexicon. Observation points in this study amounted to 4 which are areas bordering Pangandaran Regency, West Java, namely Kedungreja Village, Kedungreja District and Tambakreja Village, Kedungreja District and Purwodadi Village and Rawaapu Village, Patimuan District. Data collection uses field methods and proficient methods. The data that has been collected is then analyzed using the phonetic articulatory matching method and the technique of determining the determinants (PUP techniques) with advanced techniques, namely HBB techniques and HBS techniques. The results showed that variations in the Cilacap Javanese language (BJC) were found in variations of phonology and lexicon. Phonological variations include variations of vowel and consonant sounds and correspondence of vowel and consonant sounds. The lexicon variation includes onomasiological and semasiological symptoms. The phonological and lexicon variation data are then presented in the language map. The geographical factors of the region were due to the emergence of variations in Javanese language in Cilacap Regency, especially in the Javanese-Sundanese border region.
Satuan Lingual pada Tradisi Manten Tebu di Pabrik Gula Pangkah Kabupaten Tegal: Kajian Etnolinguistik Aulia, Rizki Anti; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.43976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan bentuk dan makna kultural satuan lingual pada tradisi Manten Tebu di pabrik gula Pangkah, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis yang berfokus pada kajian etnolinguistik dan pendekatan metodologis menggunakan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya 45 data satuan lingual. Data tersebut dikategorikan berdasarkan penamaan dan bentuk formal bahasa. Berdasarkan penamaan data meliputi, peralatan dan perlengkapan, bahan sesajen, bahan makananm, serta tahapan dan rangkaian acara. Berdsarkan bentuk formal bahasa diklasifikasikan menjadi 4 bentuk, yakni kata, frasa, klausa, dan wacana. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk kata berjumlah 25 data yang berketegori monomorfemis dan polimorfemis. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk frasa berjumlah 14 data. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk klausa berjumlah 4 data. Sementara itu, satuan lingual yang ditemukan pada bentuk wacana berjumlah 2 data. Satuan lingual pada tradisi Manten Tebu memiliki makna kultural yang terkandung dan merupakan cerminanan masyarakat setempat yang berupa nilai-nilai dan ajaran baik serta doa dan harapan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan. This study aims to analyze and explain the form and cultural meaning of the lingual unit in the Manten Tebu tradition at the Pangkah sugar factory, Tegal Regency. This research uses a theoretical approach that focuses on ethnolinguistic studies and methodologically uses descriptive qualitative. The data collection method uses the listening method and proficient method. Methods of data analysis using the split method and the equivalent method. Presentation of the results of data analysis using formal methods and informal methods. The results showed that there were 45 lingual unit data. The data are categorized based on naming and the formal form of the language. Based on the naming of data includes, tools and equipment, offering materials, food ingredients, as well as stages and series of events. Based on the formal form, the language is classified into 4 forms, namely words, phrases, clauses, and discourses. The lingual units found in the word form consist of 25 data which are categorized as monomorphemic and polymorphemic. The lingual units found in the form of the phrase total 14 data. The lingual units found in the clause form are 4 data points. Meanwhile, the lingual units found in the form of discourse amount to 2 data. The lingual unit in the Manten Tebu tradition has a cultural meaning and is a reflection of the local community in the form of good values ​​and teachings as well as prayers and hopes to ask for safety, fluency, and blessings.
Satuan Lingual Pada Tradisi Meron di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Karina, Alfa Zulia Dwi; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.48268

Abstract

Meron merupakan salah satu tradisi tahunan untuk menyambut Maulid Nabi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Makna kultural dalam satuan lingual pada tradisi Meron menunjukkan pandangan hidup masyarakat Sukolilo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk satuan lingual dan makna kultural yang terdapat dalam tradisi Meron di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan etnolinguistik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Metode penyediaan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih dan padan. Hasil penelitian berupa satuan lingual bentuk kata terbagi menjadi dua kategori, yaitu kata monomorfemis dan kata polimorfemis, frasa yan terdiri atas frasa lugas dan frasa idiomatis, klausa berupa klausa bebas, kalimat berupa kalimat deklaratif, serta wacana bersifat padu. Makna kultural dari tradisi Meron bagi masyarakat Sukolilo sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas rezeki yang dilimpahkan, penghormatan terhadap leluhur, dan bentuk cinta terhadap tanah kelahiran.
The Textual Discourse Analysis of Educational News on Kompas.com and Tempo.co in the Perspective of Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis Jati Kurniawan, Mikael; Mardikantoro, Hari Bakti; Joko Santoso, Bernadus Wahyudi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v10i1.45907

Abstract

The education is considered as the main point of progress of a nation. The news that is about education is a topic that is always discussed in almost every mass media. The aim of this research is to identify and analyze textual practices of educational news discourse on Kompas.com and Tempo.co media. The approach used in this study includes a methodological approach, namely qualitative descriptive, and a theoretical approach that is called Norman Fairglough's critical discourse analysis. Based on this study, the vocabulary aspect is found that the use of experience values includes the use of ideological and metaphorical vocabulary. The relational values which contain the use of euphemisms and formal-informal words, and expressive values which contains the use of positive and negative evaluation sentences in the text. The importance of this research for the society is to raise critical awareness of all information developing in the digital world
Co-Authors Afidah, Annisa Ul Agus Nuryatin Ahmad Syaifudin Alfiah Alfiah alfiah alfiah Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Amirin, Amirin Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Maulana Asnawi, Asnawi Aulia, Rizki Anti Azizah, Eva Noor B. Wahyudi Joko Santoso Deby Luriawati Dianastiti, Firstya Evi Dina Mardiana Dwirahayu, Endang Pudji Eka Yulin Adriani Ekasari, Denis Endang Kurniati Endang Kurniati Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Fandy Prasetya Kusuma Fathur Rahman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauzul Etfita Funadah, Luluk Atul Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Hananta, Rakhmat Dwi Hariyadi, Muhamad Hariyani Hariyani, Hariyani Haryadi - Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hasanah, Alif Hastuti Hastuti Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hetilaniar Hetilaniar Hetilaniar, Hetilaniar Huda, Wahyul Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Imam Baehaqie Imbowati, Dian Indri Indiatmoko, Bambang Indiatmoko, Bambang Isnaini, Faridha Jati Kurniawan, Mikael Joko Santoso, Wahyudi Junaidi Junaidi Juwanda Juwanda Juwanda, Juwanda Karina, Alfa Zulia Dwi Kustiah, Hariani Kusworo, Andy Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Lestari, Esti Puji Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masruroh, Nashihah Laila Maya Dewi Kurnia Meina Febriani Meina Febriani Mila Roysa Mila Roysa, Mila Muhammad Badrus Siroj Muhammad Thobroni Mukhlis Mukhlis Mustika, Prisma Meita Mustika, Prisma Meita Nafiyah, Khifdiyatun Nantu, Marselina Yosefina Nas Haryati Setyaningsih Neina, Qurrota Ayu Nenoliu, Dian Sidiarna Noorapsari, Deby Triananda Pangestuti, Tri Yuli Parwaningtiyas, Anung Anindita Pekuwali, Dian Sari Arindah Pratama, Galih Suci Putri, Meidiana Qurrota Ayu Neina R. M Teguh Supriyanto Rahayu Pristiwati Rahmatia Ardila Rehulina Rehulina, Rehulina Rivaldi, Sacandra Aji Rizqon Hilmi, Muhammad Rustono Rustono - Rustono Rustono Sabbardi, Muhammad Safrihady, Safrihady Samsudin Samsudin Samsudin Sari, Devita Maliana Sari, Devita Maliana Septina Sulistyaningrum Sholikhati, Nur Indah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiyantoro Subiyantoro Subyantoro Subyantoro Sugianto Sugianto Sukarismanti Sukma, Dimas Pramata Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Suningcih, Suningcih Suntoro Suntoro Surya Anis, Novalinda Susanto Susanto Suyitno Suyitno Swantyka Ilham Prahesti Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Tri Jayanti, Tri Umi Nur Sholikhah Utami, Etika Widi Utsman Utsman, Utsman Wahyuni, Sri Wardani, Vera Wati, Maulida Laily Kusuma Widianti, Nurhannah Wiwi Isnaeni Wiwit Lili Sokhipah, Wiwit Lili Yuniawan, Dwi Zainarthur, Henry Zuhra Sl. Datu