p-Index From 2021 - 2026
8.894
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lembaran Ilmu Kependidikan Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Orasi The Journal of Educational Development KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Cakrawala Repositori Imwi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Journal La Edusci JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Widyaparwa Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Jurnal Metrum Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Journal of Computer Science and Technology Application Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Aksara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Bahan Ajar Digital Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Tujuan Komunkasi Bisnis Bermuatan Video Animasi Juwanda, Juwanda; Zulaeha, Ida; Mardikantoro, Hari Bakti; Yuniawan, Tommi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8372

Abstract

The purpose of this study is to develop BIPA teaching materials for business communication purposes with animated video content. This study is a development research using the Analysis, design, development, implementation, Evaluation (ADDIE) model. The results of this study indicate (1) The results of the analysis of the needs of BIPA teachers and learners for business communication purposes require teaching materials that contain themes and materials that contain business elements. In addition, teachers and learners need digital teaching materials that contain images, illustrations, and videos. (2) The design of BIPA teaching materials for business communication purposes containing animated videos includes the themes of Self-Introduction, Indonesian Work Culture, Let's Send Letters, Negotiation, Job Interviews, Business Reports, and Company Organizational Structure. In each unit there are materials for four language skills (3) Based on the validation results from material experts and media experts, it shows that BIPA digital teaching materials for business communication purposes containing animated videos are very valid. This can be seen from the average validation value of material experts and media experts, namely 87.58, this value indicates that the teaching materials are very valid and suitable for use. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tujuan komunikasi bisnis dengan muatan video animasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Analysis, design, develovement, implementation, Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan denggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis membutuhkan bahan ajar yang memuat tema dan materi yang mengandung unsur bisnis. Selain itu, pengajar dan pembelajar membutuhakan bahan ajar digital yang memuat gambar, ilustrasi, dan video. (2) Berdasarkan hasil validasi dari para ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi sangat valid. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai validasi ahli materi yaitu 87,88, rata-rata nilai validasi ahli media 92,5. Berdasarkan hasil validasi tersebut rata-rata nilai validasi dari ahli materi dan media yaitu 90,19 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. (3) Berdasarkan hasil implementasi bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi didapat nilai respons pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis sebesar 87 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan pengguna didapat rata-rata nilai validasi sebesar 82. Nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid dan layak untuk dipergunakan.
Analisis Bahasa dalam Buku Pengayaan Digital Literasi Bermuatan Eco Green untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Sumirah Sumirah; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Haryadi Haryadi
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1567

Abstract

This study aims to analyze the linguistic characteristics in digital literacy enrichment books with eco green content for junior high school students. The main focus of the research is how language is used contextually, transformatively, and interactively to build environmental awareness and improve students' literacy skills. This research used a qualitative approach with content analysis method. Data collection techniques included document analysis of digital books, observation of students' interaction with interactive features, and structured interviews with teachers and linguists. The data were analysed through three stages: text identification based on environmental themes, categorization into three linguistic approaches, and evaluation of language effectiveness through source triangulation. The results showed that the selection of specific diction, imperative sentence structure, and integration of digital features such as video tutorials and interactive infographics were able to connect environmental concepts with students' real actions. Language in the book does not only function as a conveyor of information, but also as an instrument of identity formation, active participation, and transformation of learning into meaningful social practices. This research confirms the important role of language in creating holistic and sustainability-oriented digital literacy media. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kebahasaan dalam buku pengayaan digital literasi yang bermuatan eco green untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Fokus utama penelitian adalah bagaimana bahasa digunakan secara kontekstual, transformasional, dan interaktif untuk membangun kesadaran lingkungan serta meningkatkan keterampilan literasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Teknik pengumpulan data meliputi analisis dokumen terhadap buku digital, observasi interaksi siswa dengan fitur interaktif, serta wawancara terstruktur dengan guru dan ahli linguistik. Data dianalisis melalui tiga tahap: identifikasi teks berdasarkan tema lingkungan, kategorisasi ke dalam tiga pendekatan kebahasaan, dan evaluasi efektivitas bahasa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan diksi spesifik, struktur kalimat imperatif, dan integrasi fitur digital seperti video tutorial dan infografis interaktif mampu menghubungkan konsep lingkungan dengan tindakan nyata siswa. Bahasa dalam buku tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan identitas, partisipasi aktif, dan transformasi pembelajaran menjadi praktik sosial yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran bahasa dalam menciptakan media literasi digital yang holistik dan berorientasi pada keberlanjutan
Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Buku Pengayaan Digital Literasi: Pendekatan Retorika terhadap Tema Eco Green Sumirah Sumirah; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Haryadi Haryadi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4801.68-76

Abstract

This study analyzes the use of persuasive language in eco-green literacy digital enrichment books for junior high school students through a rhetorical approach. By combining critical discourse analysis (CDA) and classical rhetorical theory (pathos, logos, ethos), this study identifies effective linguistic strategies in conveying environmental messages. The research method uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include: (1) document analysis of 15 eco green digital books for junior high schools, (2) in-depth interviews with 12 students and 8 teachers, (3) participatory observation during the implementation of teaching materials for 3 months, and (4) focus group discussions (FGD) with linguistics and environmental education experts. Data analysis was carried out through triangulation of methods using the Miles & Huberman model (data reduction, data display, verification) combined with Aristotle's rhetorical analysis framework and thematic coding techniques to identify linguistic persuasive patterns. The results of the study show that the combination of emotional narrative (pathos), scientific facts (logos), and source credibility (ethos) successfully builds students' ecological awareness, improves conceptual understanding, and encourages real action. Concrete examples such as the story "The Magic Switch in Class 7A", metaphors ("The Earth is our home"), and calls to action ("Turn off the lights!") have proven effective in creating emotional engagement and behavior change. These findings reinforce the theory of the Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) and provide practical recommendations for digital teaching material developers: integration of holistic rhetorical strategies, emphasis on empirical experience, and adaptive content design for the digital native generation. This research contributes to strengthening environmental literacy through a linguistic-rhetorical approach that is relevant to the challenges of 21st century education.  AbstrakPenelitian ini menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam buku pengayaan digital literasi bertema eco green untuk siswa SMP melalui pendekatan retorika. Dengan menggabungkan analisis wacana kritis (CDA) dan teori retorika klasik (pathos, logos, ethos), studi ini mengidentifikasi strategi linguistik yang efektif dalam menyampaikan pesan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) analisis dokumen terhadap 15 buku digital eco green untuk SMP, (2) wawancara mendalam dengan 12 siswa dan 8 guru, (3) observasi partisipatif selama implementasi bahan ajar selama 3 bulan, dan (4) focus group discussion (FGD) dengan ahli linguistik dan pendidikan lingkungan. Analisis data dilakukan melalui triangulasi metode menggunakan model Miles & Huberman (reduksi data, display data, verifikasi) yang dikombinasikan dengan framework analisis retorika Aristoteles dan teknik coding tematik untuk mengidentifikasi pola persuasif linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi narasi emosional (pathos), fakta ilmiah (logos), dan kredibilitas sumber (ethos) berhasil membangun kesadaran ekologis siswa, meningkatkan pemahaman konseptual, serta mendorong aksi nyata. Contoh konkret seperti cerita "Saklar Ajaib di Kelas 7A", metafora ("Bumi adalah rumah kita"), dan call to action ("Matikan lampu!") terbukti efektif menciptakan emotional engagement dan perubahan perilaku. Temuan ini memperkuat teori Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang bahan ajar digital: integrasi strategi retorika yang holistik, penekanan pada pengalaman empiris, dan desain konten yang adaptif bagi generasi digital native. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan literasi lingkungan melalui pendekatan linguistik-retoris yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. 
Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Berita “Ketua Harian PSI Ahmad Ali Minta Kader Jaga Image Jokowi dan Kaesang” Pada Kompas.Com Alfaris, Lukman; Bakti Mardikantoro, Hari; Rustono, Rustono
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.497-504

Abstract

This study aims to uncover how language is used as an ideological instrument and a means of reproducing power in political reporting in the mass media. The focus of the study is directed at a critical discourse analysis of the news "PSI Daily Chairman Ahmad Ali Asks Cadres to Maintain the Image of Jokowi and Kaesang" published by Kompas.com, with the main question: how linguistic construction, news production and consumption practices, and socio-cultural contexts shape the meaning and ideology in the text. The method used is a qualitative approach through Norman Fairclough's three-dimensional framework—text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study show that language in the text is used strategically to build a positive image of political figures and instill loyalty among party cadres. The study concludes that language functions not only as a means of communication, but also as a mechanism for reproducing power and political ideology in the public sphere.
Unraveling the Riddle of President Joko Widodo's Speech Abbreviations and Its Translation into Arabic. Ahmad Salah; Fathur Rokhman; Hari Bakti Mardikantoro; Imam Baehaqie
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of abbreviations and acronyms is a common phenomenon in the Indonesian language that has developed since the 1960s, particularly in military contexts. This usage has spread to various fields such as social, political, economic, cultural, and religious areas, making it an essential part of everyday communication in Indonesia. However, excessive and inconsistent abbreviation often leads to confusion. The Arabic language also has abbreviations and acronyms, but their number is far from fewer compared to Indonesian. The main challenge in translating abbreviations from Indonesian to Arabic lies in the differing characteristics of abbreviation formation between the two languages. Abbreviations in Arabic are generally based on root words or specific prefixes, which makes them different from the more flexible abbreviations in Indonesian. This study examines the challenges of translating abbreviations and acronyms in the official speeches of Indonesian President Joko Widodo from Indonesian to Arabic. Data shows that around 40% of translation errors in official speeches are due to incorrect translation of abbreviations and acronyms. A survey of specialized translators reveals that approximately 78% of them face difficulties in translating abbreviations and acronyms from Indonesian to Arabic. This study employs a qualitative method with a descriptive approach to understand and address the challenges in translating abbreviations and acronyms from Indonesian to Arabic.
Analisis Wacana Kritis Berita Tempo.co: “Komite Nasional Papua Barat Tolak Penugasan Gibran Rakabuming ke Papua” Berdasarkan Model Teun A. van Dijk Meku, Andir; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2236

Abstract

This study aims to analyze the critical discourse of a Tempo.co news article titled “The West Papua National Committee Rejects Gibran Rakabuming’s Assignment to Papua” using Teun A. van Dijk’s model. The research focuses on three main dimensions: text structure, social cognition, and social context. A qualitative descriptive method was applied by analyzing the article published on July 11, 2025. The findings indicate that thematically, the news emphasizes Papua’s resistance to the government’s symbolic policy. Lexical choices such as “image-making” and “puppet” reveal ideological opposition to dominant power. Cognitively, Tempo.co demonstrates critical journalistic ideology oriented toward human rights and social justice, presenting Papua as a discourse subject rather than an object. In the social context, the news reflects political dynamics following the inauguration of the Prabowo–Gibran administration amid issues of legitimacy and political dynasty. Overall, the article functions not only as factual reporting but also as an ideological space for negotiating power and resistance. This study highlights the role of media in shaping public perception of Papua and reinforces the position of critical journalism in Indonesia.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pada berita Tempo.co berjudul “Komite Nasional Papua Barat Tolak Penugasan Gibran Rakabuming ke Papua” dengan menggunakan model Teun A. van Dijk. Kajian ini menelaah tiga dimensi utama: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis teks berita yang dipublikasikan pada 11 Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tematik, berita menonjolkan resistensi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terhadap kebijakan simbolik pemerintah pusat. Diksi seperti “pencitraan” dan “boneka” mengindikasikan perlawanan terhadap kekuasaan dominan. Secara kognitif, redaksi Tempo.co dipengaruhi ideologi jurnalisme kritis yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, dengan menghadirkan Papua sebagai subjek wacana, bukan objek. Sementara pada konteks sosial, teks berita ini lahir dari situasi politik pasca-pelantikan pemerintahan Prabowo–Gibran yang diwarnai isu legitimasi dan politik dinasti. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berita Tempo.co tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga menjadi ruang ideologis tempat negosiasi kekuasaan dan resistensi terjadi. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik tentang Papua sekaligus memperkuat posisi jurnalisme kritis di Indonesia.
Power and Identity Representation in News on Indonesia’s Capital Relocation: A Fairclough Critical Discourse Analysis Nurpadillah, Veni; Mardikantoro, Hari Bakti; Mulyaningsih, Indrya; Wilsa, Asrizal Wahdan
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1626

Abstract

This study investigates how Metro News and Kumparan.com represent the relocation of Indonesia’s new capital (IKN), focusing on power and identity in media discourse. Using Norman Fairclough’s critical discourse analysis at micro-, meso-, and macrostructural levels, a qualitative approach analyzes online news excerpts and interviews through a matching method validated by triangulation. Findings indicate that Metro News constructs an oppositional identity by critically framing President Jokowi’s policies, reflecting the ideological stance and institutional influence of its ownership. In contrast, Kumparan.com emphasizes government achievements, portraying a progressive and development-oriented identity of the administration. The analysis shows that media discourse functions both as a political watchdog and as a constructor of social and political identities, shaping public perception and legitimizing authority. The study underscores the importance of media literacy, transparency, and public dialogue in fostering critical awareness of strategic national issues such as capital relocation. Further research is recommended to examine how media representations of power and identity affect policy reception and public opinion. AbstrakStudi ini menyelidiki tentang bagaimana Metro News dan Kumparan.com merepresentasikan relokasi Ibu Kota Baru Indonesia (IKN), dengan fokus pada kekuasaan dan identitas dalam wacana media. Menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough pada tingkat mikro, meso, dan makrostruktural, pendekatan kualitatif menganalisis kutipan berita daring dan wawancara melalui metode pencocokan yang divalidasi oleh triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa Metro News membangun identitas oposisional dengan membingkai secara kritis kebijakan Presiden Jokowi, yang mencerminkan sikap ideologis dan pengaruh kelembagaan pemiliknya. Sebaliknya, Kumparan.com menekankan pencapaian pemerintah, menggambarkan identitas pemerintahan yang progresif dan berorientasi pembangunan. Analisis menunjukkan bahwa wacana media berfungsi baik sebagai pengawas politik maupun sebagai konstruktor identitas sosial dan politik, membentuk persepsi publik dan melegitimasi otoritas. Studi ini menggarisbawahi pentingnya literasi media, transparansi, dan dialog publik dalam menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu-isu nasional strategis seperti relokasi ibu kota. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji bagaimana representasi media tentang kekuasaan dan identitas mempengaruhi penerimaan kebijakan dan opini publik.
Satuan lingual pengungkap kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan Mardikantoro, Hari Bakti
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 44, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the type and the function of linguistic units as the proof of the local wisdom in preserving environment towards society of Javanese Talk. The data on the study are gathered and analyzed based on two procedures; they are the analysis on the process of collecting data and the analysis after the data are collected. The result of the study shows that the type of linguistic units consist of word, phrase, sentence, and expression. Meanwhile, those linguistic units function in expressing local wisdom such as in giving name, commanding/advising, praying, and teaching sesorah values.
Dominasi Kekerasan dan Marginalisasi Perempuan dalam Sistem Adat pada Novel Karya Perempuan Kurnia, Maya Dewi; Rokhman, Fathur; Rustono, Rustono; Mardikantoro, Hari Bakti
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4911.496-506

Abstract

The purpose of this research is to identify forms of violence and marginalization against women constructed in literary narratives, and to represent how the patriarchal customary system influences the position and role of women in traditional Indonesian society. The novels Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam and Tarian Bumi were selected for this study based on considerations that they are works by female authors, deeply rooted in Indonesian traditions, and address women's issues. The research method employed is qualitative with Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach. This analysis considers the dimensions of text fragments based on microstructure, superstructure, and macrostructure. The research data consist of discourse fragments that demonstrate representations of violence and marginalization against women. Subsequently, the data were analyzed using the distributional method. The results of this study reveal that in the novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam, significant discourse of violence was found, manifested in forms of physical, psychological, and symbolic violence. Meanwhile, in the novel Tarian Bumi, the more dominant element is the discourse of women's marginalization across various social, economic, and cultural aspects. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menemukan bentuk kekerasan dan marginalisasi terhadap perempuan yang dikonstruksikan dalam narasi sastra, serta merepresentasikan bagaimana sistem adat patriarki mempengaruhi posisi dan peran perempuan dalam masyarakat tradisional Indonesia. Novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam dan Tarian Bumi dipilih untuk diteliti dengan mempertimbangkan karya perempuan, kental dengan tradisi Indonesia, dan mengangkat isu perempuan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk.  Analisis ini mempertimbangkan dimensi penggalan teks berdasarkan struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro. Data penelitian berupa penggalan wacana yang menunjukkan representasi kekerasan dan marginalisasi perempuan. Selanjutnya data dianalisis dengan metode agih. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam ditemukan wacana kekerasan yang signifikan yang termanifestaikan dalam bentuk kekerasan fisik, psikologis, dan simbolik. Sementara itu, pada novel Tarian Bumi yang lebih dominan adalah wacana marginalisasi perempuan dalam berbagai aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
Co-Authors Afidah, Annisa Ul Agus Nuryatin Ahmad Salah Ahmad Syaifudin Alfaris, Lukman alfiah alfiah Alfiah Alfiah Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Amirin, Amirin Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Maulana Asnawi, Asnawi Asrizal Wahdan Wilsa Aulia, Rizki Anti Azizah, Eva Noor B. Wahyudi Joko Santoso Deby Luriawati Dina Mardiana Dwirahayu, Endang Pudji Eka Yulin Adriani Ekasari, Denis Endang Kurniati Endang Kurniati Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Fandy Prasetya Kusuma Fathur Rahman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauzul Etfita Firstya Evi Dianastiti Funadah, Luluk Atul Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Hananta, Rakhmat Dwi Hariyadi, Muhamad Hariyani Hariyani, Hariyani Haryadi - Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hasanah, Alif Hastuti Hastuti Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hetilaniar Hetilaniar Hetilaniar, Hetilaniar Huda, Wahyul Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Imam Baehaqie Imam Baehaqie Imbowati, Dian Indri Indiatmoko, Bambang Indiatmoko, Bambang Isnaini, Faridha Jati Kurniawan, Mikael Joko Santoso, Wahyudi Junaidi Junaidi Juwanda Juwanda Juwanda, Juwanda Karina, Alfa Zulia Dwi Kurnia, Maya Dewi Kustiah, Hariani Kusworo, Andy Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Lestari, Esti Puji Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masruroh, Nashihah Laila Meina Febriani Meina Febriani Meku, Andir Mila Roysa Mila Roysa, Mila Muhammad Badrus Siroj Muhammad Thobroni Mukhlis Mukhlis Mulyaningsih, Indrya Mustika, Prisma Meita Mustika, Prisma Meita Nafiyah, Khifdiyatun Nantu, Marselina Yosefina Nas Haryati Setyaningsih Neina, Qurrota Ayu Nenoliu, Dian Sidiarna Noorapsari, Deby Triananda Nurpadillah, Veni Pangestuti, Tri Yuli Parwaningtiyas, Anung Anindita Pekuwali, Dian Sari Arindah Pratama, Galih Suci Putri, Meidiana Qurrota Ayu Neina R. M Teguh Supriyanto Rahayu Pristiwati Rahmatia Ardila Rehulina Rehulina, Rehulina Rivaldi, Sacandra Aji Rizqon Hilmi, Muhammad Rustono Rustono - Rustono Rustono Sabbardi, Muhammad Safrihady, Safrihady Samsudin Samsudin Samsudin Sari, Devita Maliana Sari, Devita Maliana Septina Sulistyaningrum Sholikhati, Nur Indah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiyantoro Subiyantoro Subyantoro Subyantoro Sugianto Sugianto Sukarismanti Sukma, Dimas Pramata Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Suningcih, Suningcih Suntoro Suntoro Surya Anis, Novalinda Susanto Susanto Suyitno Suyitno Swantyka Ilham Prahesti Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Tri Jayanti, Tri Umi Nur Sholikhah Utami, Etika Widi Utsman Utsman, Utsman Wahyuni, Sri Wardani, Vera Wati, Maulida Laily Kusuma Widianti, Nurhannah Wiwi Isnaeni Wiwit Lili Sokhipah, Wiwit Lili Yuniawan, Dwi Zainarthur, Henry Zuhra Sl. Datu